Langsung ke konten utama

KEKUATAN IMAN DALAM DIMENSI PROFETIK

DIMENSI PROFETIK
Dimensi profetik ini adalah ukuran atau kapasitas untuk bisa melihat masa yang akan datang.Orang bijaksana memiliki dimensi profetik. Itu sebabnya ia mempersiapkan fondasi yang kuat di atas batu
MAT 7:24-27 Dua Macam Dasar
Kita tidak bisa hidup tanpa dimensi profetik. Karena tanpa dimensi ini kita hanya bisa hidup berdasarkan tafsiran, kita panik, bingung. Tapi jika kita sudah tau apa yang terjadi di masa depan kita bisa menyiapkan diri atas apa yang terjadi di masa yang akan datang. Kita sedia payung sebelum hujan.

Mat 7:24  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Mat 7:25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Ay.24-25 Orang bijaksana memiliki dimensi profetik. Itu sebabnya ia mempersiapkan fondasi yang kuat di atas batu. Ia membayar mahal dan berusaha tekun  dengan menggali batu.
Kelompok yang lain membangun di atas pasir. Kenapa? Ia tidak menyiapkan diriya, tidak tau, tidak memiliki dimensi profetik.
Jika orang membangun di bantaran sungai atau di bukit, pasti dia harus tau fondasi macam apa yang harus dibangun. Kedua kelompok ini tidak disebutkan mereka membangun di daerah mana. Mungkin tempat yang biasanya aman. Tidak pernah terjadi bencana alam atau banjir.
Walau pun demikian kelompok yang bijak di mana pun dia berada, dia tetap membangun rumahnya di atas batu karang, dengan dasar yang kokoh, walau pun biayanya lebih banyak yang ia keluarkan.
Ada banyak di antara kita tidak hidup dalam dimensi profetik. Kita selama ini menganggap semua berjalan dengan mulus dan lancar. Itu yang membuat kita tidak pernah menyiapkan diri kita; tidak membangun dengan (dasar) yang benar.
Kedua kelompok ini mengalami bencana yang sama. Mereka mengalami badai yang sama, hujan yang sama dan banjir yang sama. Tidak terkecuali semua anak-anak Tuhan. Jadi mana yang saudara sedang bangun? Banyak yang membangun dengan ramalan, prediksi, perkiraan dsb.
Dua-duanya mendengarkan hal yang sama, firman yang sama. Tapi bedanya adalah yang bijak memiliki dimensi profetik, tapi yang bodoh tidak.
Yang bijak dan yang bodoh sudah tau, tapi yang bijak menyiapkan dirinya. Yang bodoh (ignorance / cuek) santai saja.   Padahal setiap firman yang mendatangi hidup kita adalah tentang hal yang akan datang, tentang masa depan kita. Jangan seperti orang bodoh, yang mengabaikan firman Tuhan. Jika kau alami bencana, bahaya, badai, maka kau akan tergoncangkan dengan hebat, menjadi panik, menjadi kecewa, tawar-hati. Tapi jika kau siapkan, kau tidak akan alami kerusakan yang hebat. Bukan tidak ada bahaya dan tidak ada badai. Tapi kau sudah siapkan hidupmu apa pun yang terjadi. Bukan setelah badai, tapi sebelumnya.
Kita harus bertindak. Tindakan kita harus berupa tindakan profetik, bukan tindakan biasa-biasa. Itu bicara mengenai berjalan dalam firman, berjalan dalam agenda Tuhan, kalender dan agenda Tuhan. Ketika Ia menyampaikan firmanNya, Ia memberitahukan apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Kuasa dimensi profetik itu bisa dilucuti dalam hidup kita, jika kita tidak bisa melupakan masa lampau saudara. Masa lampau bisa tentang keberhasilan, kesuksesan atau masa kegagalan.
Contohnya adalah Terah, ayahnya Abram.  Tuhan memanggil Abram dengan panggilan yang profetis keluar dari Ur-Kasdim. Kita diberikan firman yang profetis. Kita harus tau apa dan bagaimana harus bertindak, sehingga menjadi siap.
Terah juga ikut merespon panggilan Tuhan kepada Abram, sehingga ia ikut pergi bersama-sama dengan rombongan keluarga itu. Tapi ketika sampai ke Haran, perjalanannya terhenti, karena ia terikat dengan kenangan dan kesedihan akan meninggalnya anaknya yang bernama Haran , sama namanya dengan kota itu. Terah walau pun mengetahui panggilan itu, tapi ia tidak memiliki dimensi profetik.
Bangsa Israel ketika sudah dibawa keluar dari Mesir; mereka sudah mengetahui panggilan dan janji Tuhan akan Tanah Kanaan. Tapi bangsa Israel terus mengingat masa lampau di Mesir. Mereka keluar dari Mesir, tapi Mesir tidak pernah keluar dari pikiran mereka (Ini mirip keponakan Abram, Lot). Mereka melihat kenyataan perjalanan padang gurun itu tidak menyenangkan. Mereka tidak melihat jauh ke depan, tidak berpegang kepada janji Tuhan. Mereka pikir menjadi budak di Mesir hidup mereka lebih terjamin. Sikap itu menyebabkan perjalanan mereka menuju masa depan, terhenti. Dimensi profetik itu hilang dari mereka. Mereka akhirnya dibawa kembali ke padang gurun dan mati di sana.
Yosua ketika di masa tuanya menuliskan apa yang sudah dicapainya dimasa lampau. Ia telah mengalahkan 10 raja, dibandingkan Musa yang mengalahkan 2 raja.  Lalu firman Tuhan mendatanginya, dan oleh karena ia merasa telah puas dengan keberhasilannya di masa lalu, ia kehilangan dimensi profetiknya.
Lihat sikap rasul Paulus.
Php 3:13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Php 3:14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Aku melupakan apa yang ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapanku,....
Jangan terpaku dengan kehidupanmu yang sekarang. Dimensi profetik ini harus terus beroperasi dalam kehidupan kita.
Apa yang terjadi pada Yakub luarbiasa sekali. Esau punya nafsu yang sangat rendah. Ia hidup hanya untuk hari ini. Walau pun ia memiliki orangtua yang luarbiasa; Ishak dan Ribka. Sementara Abraham juga masih hidup. Mereka hidup dalam satu tenda. Tapi Esau tidak peduli. Ia tidak peduli hak kesulungan. Ia sangat bodoh dengan akhir kehidupan yang gagal. Hak kesulungan bicara mengenai masa depan, tapi ia menganggap itu tidak ada gunanya. Ia lebih mementingkan kebutuhannya yang sekarang. Ia ingin memenuhi nafsu lapar/makannya/mementingkan hal-hal yang lahiriah. Ia tidak peduli masa yang akan datang, tidak peduli dengan berkat-berkat yang supranatural.
Sebaliknya Yakub terus berusaha mengejar hal yang sulung itu, bahka sejak dalam kandungan ibunya. Passion luarbiasa sekali. Yakub memiliki dimesi profetik. Ia mendapatkannya dari firman yang ia dengar dari Ishak dan Abraham. Yakub menginginkannya dan mengejarnya. Semua itu dimulai dari dalam rumah.
Kej 28:1-5
Gen 28:1  Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.

Gen 28:2  Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.

Gen 28:3  Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa.

Gen 28:4  Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."

Gen 28:5  Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.

Seorang bapa rohani memberikan firman profetis: Moga-moga....(ay 3,4). Ini bicara mengenai masa yang akan datang. Dimensi profetik itu ada dalam pesan-pesan firman yang diberikan bapa rohani. Jangan pernah lupakan, sebab kau tau masa yang akan datang.
Ay10-17
Gen 28:12  Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.

Mimpi Yakub. Tuhan memberikan firman yang profetis.
Kenapa Yakub bisa mengalami dimensi profetik yang kuat sekali? Karena dia taat kepada bapanya, Ishak; sehingga ia mengalami berkat dan penyertaan Tuhan. Walau pun ia mengalami ketakutan akan Esau dan keadaannya tidak menguntungkan; tetap ia ikuti instruksi Ishak, bapanya, tanpa melihat kondisinya saat itu.  
Kadang-kadang kau tidak berani ikut / taat instruksi bapa rohani karena berbagai pertimbangan keadaan saat ini. Dengan alasan itu kita pakai untuk tawar-menawar; sehingga kita tidak pernah menerima dimensi profetik itu.
Siapa yang taat dia akan menerima dimensi profetik dalam rumah rohani. Kuncinya adalah ketaatan, jangan memakai nalar sendiri, analisa sediri, alasannya sendiri.
Karena ketaatannya, Tuhan sendiri yang bertindak dan mendamaikan Yakub dengan Esau.
Maz 127 Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia orang yang membangunnya....
Kita harus hidup dalam rumah dan taat; terus meningkat menjadi anak panah; anak panah yang dibawa ke pintu gerbang.... itulah dimensi profetik.
Di rumah ada instruksi, ada perintah dari bapa. Semua perjalanan, keputusan, tindakan, semua harus dibuat dari dalam rumah. Instruksi dari rumah. Harus ada pengutusan dari rumah rohani. Jangan sudah membuat keputusan sendiri, lalu bicara ke rumah rohani. Itu hanya formalitas. Kita harus selalu siap terima instruksi dari bapa rohani. Kita harus konsisten hidup dalam rumah.
Yakub hidup dalam ketaatan, siap menerima instruksi, sampai masa tuanya dimensi ini  tetap hidup dalamnya.
Kej 49:1,28 
Gen 49:1  Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari.

Gen 49:28  Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.

Yakub bisa memberitahukan kepada anak-anaknya..apa yang akan terjadi kemudian hari. Dan memberkati mereka dengan berkat (profetik) yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
Gen 49:3  Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.

Gen 49:8  Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.

Gen 49:9  Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?

Gen 49:10  Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Yakub mengenali anak-anaknya dengan baik; kegagalan, kejatuhan, kekuatan dan kelemahan mereka. Ia tidak pernah mengutuk anak-anaknya dan tetap memberkati mereka. Tuhan menjadi hakim bagi mereka.
Ay9-10. Yakub bisa melihat masa depan sampai datangnya Kristus, akan datangnya gereja, sampai datang KerajaanNya dan pemerintahNya yang menaklukkan bangsa-bangsa, kitab Wahyu.
Kej 32:26-28,30 Pergumulan Yakub dengan malaikat. Ia telah berhadapan muka dengan Malaikat Tuhan (dimensi profetik).
Ibr 11
Heb 11:23  Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.

Heb 11:24  Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

Heb 11:25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Heb 11:26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

Musa tidak mau tinggal di istana, tidak mau mewarisi kerajaan Mesir. Ia telah melihat Kristus dan buat Musa, Kristus memiliki kekayaan yang lebih besar dari apa pun/siapa pun.
Yakub melihat “muka” artinya melihat masa depannya. Malaikan memukul pangkal pahanya, kakinya terpelecok. Ia sekarang tidak lagi berjalan menurut jalan pikiranya dan kehendaknya, tapi menurut jalan-jalan Tuhan. Itu adalah harinya yang baru. Ia sekarang melangkah dengan langkah-langkah profetik. Tidak lagi dipanggil Yakub, tapi Israel. Ia alami perubahan jatidiri, seluruh karakternya berubah.
Heb 11:30  Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

Orang Israel diperintahkan untuk berkeliling sejauh 35km setiap harinya mengelilingi tembok Yerikho, tanpa boleh bicara. Itu untuk menghabisi kekuatan lahiriah mereka. Lalu pada hari ke-7 mereka harus keliling 7 kali.  Itu membukti hasil pelatihan dan ketaatan mereka, keluar dari faktor-faktor lahiriah.
Jaga jangan sampai hilang dimensi profetik ini. Apakah karena masa lalu, terpaku kepada faktor-faktor lahiriah. Dengan dimensi ini kita tidak akan takut dan tidak akan tergoncangkan lagi.
Ps.Yappy-12FEB2017


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)

 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).  Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut: *   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan. *   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya. *   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...