Langsung ke konten utama

KEKUATAN IMAN DALAM DIMENSI PROFETIK

DIMENSI PROFETIK
Dimensi profetik ini adalah ukuran atau kapasitas untuk bisa melihat masa yang akan datang.Orang bijaksana memiliki dimensi profetik. Itu sebabnya ia mempersiapkan fondasi yang kuat di atas batu
MAT 7:24-27 Dua Macam Dasar
Kita tidak bisa hidup tanpa dimensi profetik. Karena tanpa dimensi ini kita hanya bisa hidup berdasarkan tafsiran, kita panik, bingung. Tapi jika kita sudah tau apa yang terjadi di masa depan kita bisa menyiapkan diri atas apa yang terjadi di masa yang akan datang. Kita sedia payung sebelum hujan.

Mat 7:24  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Mat 7:25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Ay.24-25 Orang bijaksana memiliki dimensi profetik. Itu sebabnya ia mempersiapkan fondasi yang kuat di atas batu. Ia membayar mahal dan berusaha tekun  dengan menggali batu.
Kelompok yang lain membangun di atas pasir. Kenapa? Ia tidak menyiapkan diriya, tidak tau, tidak memiliki dimensi profetik.
Jika orang membangun di bantaran sungai atau di bukit, pasti dia harus tau fondasi macam apa yang harus dibangun. Kedua kelompok ini tidak disebutkan mereka membangun di daerah mana. Mungkin tempat yang biasanya aman. Tidak pernah terjadi bencana alam atau banjir.
Walau pun demikian kelompok yang bijak di mana pun dia berada, dia tetap membangun rumahnya di atas batu karang, dengan dasar yang kokoh, walau pun biayanya lebih banyak yang ia keluarkan.
Ada banyak di antara kita tidak hidup dalam dimensi profetik. Kita selama ini menganggap semua berjalan dengan mulus dan lancar. Itu yang membuat kita tidak pernah menyiapkan diri kita; tidak membangun dengan (dasar) yang benar.
Kedua kelompok ini mengalami bencana yang sama. Mereka mengalami badai yang sama, hujan yang sama dan banjir yang sama. Tidak terkecuali semua anak-anak Tuhan. Jadi mana yang saudara sedang bangun? Banyak yang membangun dengan ramalan, prediksi, perkiraan dsb.
Dua-duanya mendengarkan hal yang sama, firman yang sama. Tapi bedanya adalah yang bijak memiliki dimensi profetik, tapi yang bodoh tidak.
Yang bijak dan yang bodoh sudah tau, tapi yang bijak menyiapkan dirinya. Yang bodoh (ignorance / cuek) santai saja.   Padahal setiap firman yang mendatangi hidup kita adalah tentang hal yang akan datang, tentang masa depan kita. Jangan seperti orang bodoh, yang mengabaikan firman Tuhan. Jika kau alami bencana, bahaya, badai, maka kau akan tergoncangkan dengan hebat, menjadi panik, menjadi kecewa, tawar-hati. Tapi jika kau siapkan, kau tidak akan alami kerusakan yang hebat. Bukan tidak ada bahaya dan tidak ada badai. Tapi kau sudah siapkan hidupmu apa pun yang terjadi. Bukan setelah badai, tapi sebelumnya.
Kita harus bertindak. Tindakan kita harus berupa tindakan profetik, bukan tindakan biasa-biasa. Itu bicara mengenai berjalan dalam firman, berjalan dalam agenda Tuhan, kalender dan agenda Tuhan. Ketika Ia menyampaikan firmanNya, Ia memberitahukan apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Kuasa dimensi profetik itu bisa dilucuti dalam hidup kita, jika kita tidak bisa melupakan masa lampau saudara. Masa lampau bisa tentang keberhasilan, kesuksesan atau masa kegagalan.
Contohnya adalah Terah, ayahnya Abram.  Tuhan memanggil Abram dengan panggilan yang profetis keluar dari Ur-Kasdim. Kita diberikan firman yang profetis. Kita harus tau apa dan bagaimana harus bertindak, sehingga menjadi siap.
Terah juga ikut merespon panggilan Tuhan kepada Abram, sehingga ia ikut pergi bersama-sama dengan rombongan keluarga itu. Tapi ketika sampai ke Haran, perjalanannya terhenti, karena ia terikat dengan kenangan dan kesedihan akan meninggalnya anaknya yang bernama Haran , sama namanya dengan kota itu. Terah walau pun mengetahui panggilan itu, tapi ia tidak memiliki dimensi profetik.
Bangsa Israel ketika sudah dibawa keluar dari Mesir; mereka sudah mengetahui panggilan dan janji Tuhan akan Tanah Kanaan. Tapi bangsa Israel terus mengingat masa lampau di Mesir. Mereka keluar dari Mesir, tapi Mesir tidak pernah keluar dari pikiran mereka (Ini mirip keponakan Abram, Lot). Mereka melihat kenyataan perjalanan padang gurun itu tidak menyenangkan. Mereka tidak melihat jauh ke depan, tidak berpegang kepada janji Tuhan. Mereka pikir menjadi budak di Mesir hidup mereka lebih terjamin. Sikap itu menyebabkan perjalanan mereka menuju masa depan, terhenti. Dimensi profetik itu hilang dari mereka. Mereka akhirnya dibawa kembali ke padang gurun dan mati di sana.
Yosua ketika di masa tuanya menuliskan apa yang sudah dicapainya dimasa lampau. Ia telah mengalahkan 10 raja, dibandingkan Musa yang mengalahkan 2 raja.  Lalu firman Tuhan mendatanginya, dan oleh karena ia merasa telah puas dengan keberhasilannya di masa lalu, ia kehilangan dimensi profetiknya.
Lihat sikap rasul Paulus.
Php 3:13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Php 3:14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Aku melupakan apa yang ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapanku,....
Jangan terpaku dengan kehidupanmu yang sekarang. Dimensi profetik ini harus terus beroperasi dalam kehidupan kita.
Apa yang terjadi pada Yakub luarbiasa sekali. Esau punya nafsu yang sangat rendah. Ia hidup hanya untuk hari ini. Walau pun ia memiliki orangtua yang luarbiasa; Ishak dan Ribka. Sementara Abraham juga masih hidup. Mereka hidup dalam satu tenda. Tapi Esau tidak peduli. Ia tidak peduli hak kesulungan. Ia sangat bodoh dengan akhir kehidupan yang gagal. Hak kesulungan bicara mengenai masa depan, tapi ia menganggap itu tidak ada gunanya. Ia lebih mementingkan kebutuhannya yang sekarang. Ia ingin memenuhi nafsu lapar/makannya/mementingkan hal-hal yang lahiriah. Ia tidak peduli masa yang akan datang, tidak peduli dengan berkat-berkat yang supranatural.
Sebaliknya Yakub terus berusaha mengejar hal yang sulung itu, bahka sejak dalam kandungan ibunya. Passion luarbiasa sekali. Yakub memiliki dimesi profetik. Ia mendapatkannya dari firman yang ia dengar dari Ishak dan Abraham. Yakub menginginkannya dan mengejarnya. Semua itu dimulai dari dalam rumah.
Kej 28:1-5
Gen 28:1  Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.

Gen 28:2  Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.

Gen 28:3  Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa.

Gen 28:4  Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."

Gen 28:5  Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.

Seorang bapa rohani memberikan firman profetis: Moga-moga....(ay 3,4). Ini bicara mengenai masa yang akan datang. Dimensi profetik itu ada dalam pesan-pesan firman yang diberikan bapa rohani. Jangan pernah lupakan, sebab kau tau masa yang akan datang.
Ay10-17
Gen 28:12  Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.

Mimpi Yakub. Tuhan memberikan firman yang profetis.
Kenapa Yakub bisa mengalami dimensi profetik yang kuat sekali? Karena dia taat kepada bapanya, Ishak; sehingga ia mengalami berkat dan penyertaan Tuhan. Walau pun ia mengalami ketakutan akan Esau dan keadaannya tidak menguntungkan; tetap ia ikuti instruksi Ishak, bapanya, tanpa melihat kondisinya saat itu.  
Kadang-kadang kau tidak berani ikut / taat instruksi bapa rohani karena berbagai pertimbangan keadaan saat ini. Dengan alasan itu kita pakai untuk tawar-menawar; sehingga kita tidak pernah menerima dimensi profetik itu.
Siapa yang taat dia akan menerima dimensi profetik dalam rumah rohani. Kuncinya adalah ketaatan, jangan memakai nalar sendiri, analisa sediri, alasannya sendiri.
Karena ketaatannya, Tuhan sendiri yang bertindak dan mendamaikan Yakub dengan Esau.
Maz 127 Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia orang yang membangunnya....
Kita harus hidup dalam rumah dan taat; terus meningkat menjadi anak panah; anak panah yang dibawa ke pintu gerbang.... itulah dimensi profetik.
Di rumah ada instruksi, ada perintah dari bapa. Semua perjalanan, keputusan, tindakan, semua harus dibuat dari dalam rumah. Instruksi dari rumah. Harus ada pengutusan dari rumah rohani. Jangan sudah membuat keputusan sendiri, lalu bicara ke rumah rohani. Itu hanya formalitas. Kita harus selalu siap terima instruksi dari bapa rohani. Kita harus konsisten hidup dalam rumah.
Yakub hidup dalam ketaatan, siap menerima instruksi, sampai masa tuanya dimensi ini  tetap hidup dalamnya.
Kej 49:1,28 
Gen 49:1  Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari.

Gen 49:28  Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.

Yakub bisa memberitahukan kepada anak-anaknya..apa yang akan terjadi kemudian hari. Dan memberkati mereka dengan berkat (profetik) yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
Gen 49:3  Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.

Gen 49:8  Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.

Gen 49:9  Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?

Gen 49:10  Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Yakub mengenali anak-anaknya dengan baik; kegagalan, kejatuhan, kekuatan dan kelemahan mereka. Ia tidak pernah mengutuk anak-anaknya dan tetap memberkati mereka. Tuhan menjadi hakim bagi mereka.
Ay9-10. Yakub bisa melihat masa depan sampai datangnya Kristus, akan datangnya gereja, sampai datang KerajaanNya dan pemerintahNya yang menaklukkan bangsa-bangsa, kitab Wahyu.
Kej 32:26-28,30 Pergumulan Yakub dengan malaikat. Ia telah berhadapan muka dengan Malaikat Tuhan (dimensi profetik).
Ibr 11
Heb 11:23  Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.

Heb 11:24  Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

Heb 11:25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Heb 11:26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

Musa tidak mau tinggal di istana, tidak mau mewarisi kerajaan Mesir. Ia telah melihat Kristus dan buat Musa, Kristus memiliki kekayaan yang lebih besar dari apa pun/siapa pun.
Yakub melihat “muka” artinya melihat masa depannya. Malaikan memukul pangkal pahanya, kakinya terpelecok. Ia sekarang tidak lagi berjalan menurut jalan pikiranya dan kehendaknya, tapi menurut jalan-jalan Tuhan. Itu adalah harinya yang baru. Ia sekarang melangkah dengan langkah-langkah profetik. Tidak lagi dipanggil Yakub, tapi Israel. Ia alami perubahan jatidiri, seluruh karakternya berubah.
Heb 11:30  Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

Orang Israel diperintahkan untuk berkeliling sejauh 35km setiap harinya mengelilingi tembok Yerikho, tanpa boleh bicara. Itu untuk menghabisi kekuatan lahiriah mereka. Lalu pada hari ke-7 mereka harus keliling 7 kali.  Itu membukti hasil pelatihan dan ketaatan mereka, keluar dari faktor-faktor lahiriah.
Jaga jangan sampai hilang dimensi profetik ini. Apakah karena masa lalu, terpaku kepada faktor-faktor lahiriah. Dengan dimensi ini kita tidak akan takut dan tidak akan tergoncangkan lagi.
Ps.Yappy-12FEB2017


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 4 - DR. Jonathan David

 15-06-2021 - Catatan Input Pendahuluan  Di sini kita membayar harga dan memberi perhatian, bukan sekedar mendapat pelajaran Firman. Mulai lebih dalam menconfigurasi hidup kita. Percaya Tuhan saat ini, hal yang supranatural pasti terjadi. Jangan punya kebiasaan buruk, pikiran dan emosi yang buruk. Pada masa krisis ini gereja harus bangkit. Tune freq suara kita. sesuatu yang didepositkan, yang fresh akan masuk dalam hidup kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan. Kita mendesak di dalam roh. Bapa kami meminta sesuatu yang urgent untuk menangkap apa yang ada dalam hatimu. Bukan di hati kami. Biar frekuensi sorga terjadi, apa yang belum pernah terjadi. Intensitas dari sorga biar kami rasakan saat ini. Aktivitas dalam roh terjadi saat ini. Biar intensitas itu masuk dalam roh dan menawan hati kami saat ini. Dia yang memulai, Dia menguasai dan Dia yang mengakhiri. Biar tanah hati kita jadi subur ketika kita dengar firmannya datang dari hadirat Tuhan. Dia selaraskan hidup kita. Kita me...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Duta-duta Kerajaan Sorga

KEWARGAAN SORGA (Php 3:20)   Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nama kita tercatat di sorga. Kita harus bersuka-cita bukan karena hal-hal yang natural, bukan karena berkat atau rejeki nomplok, tapi kita bersuka-cita karena hal-hal yang dari sorga dan yang spiritual.

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.

Pemalas dan Orang Yang Rajin

 Mari kita bahas bersama-sama berdasarkan ayat-ayat Amsal tentang kemalasan dan kerajinan. Ayat-ayat kunci: Amsal 12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa; 13:4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan; 15:19 Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata; 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak; 21:25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.   Amsal 24:30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.31  Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah  roboh. 32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. 33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," 34 maka datanglah kemiskinan seperti seora...

RANGKUMAN MASA PERSIAPAN KEDATANGAN TUHAN

22 OKTOBER 2023 s/d 31 MARET 2024 (24 sesi) Ps. Djonny Tambunan Pendahuluan Mat 24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Murid-murid menanyakan kepada Yesus tentang tanda dan waktu kedatangan Tuhan dan tanda kesudahan dunia. Namun, Yesus dengan jelas mengatakan; bahwa lebih penting memperhatikan firman dan perkataan-Nya. Sebab perkataan-Nya itu hidup dan kekal, akan tinggal tetap, walau pun langit dan bumi berlalu. Lagi pula, tidak ada seorang pun di sorga yang tau,   juga malaikat tidak tau, bahkan Anak pun tidak. Hanya Bapa sendiri yang tau. Mat 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Mat 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendir...