Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08
Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya, menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri. Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo.
Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri, menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang, yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi.
Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2 — [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
Ayat yang kedua dalam amplified classic Bible dikatakan: like the Lily Among Thor so you are you my love… Terjemahan bebasnya: tetapi Salomo menjawab Sei bunga bakung di antara duri-duri demikian pula kamu sayangku di antara anak-anak gadis lainnya. Gadis Sunem ini mengumpamakan dirinya seperti bunga mawar dari Saron dan bunga bakung di lembah yang sunyi sepi dan tidak dilalui orang. Bunga krokot, bunga lili di lembah-lembah daerah terpencil yang terabaikan yang tidak pernah ditanam pada masa itu.
Suatu kiasan yang merendah dari gadis Sunem. Suatu tingkat pemahaman spiritual, bahasa spiritual yang hanya mungkin dimengerti oleh Salomo; orang ataupun raja yang penuh dengan hikmatnya Allah. Dia mengatakan bahwa aku menjadi indah dalam pemandanganmu raja karena Tuhan yang mengurusi aku. Tuhan sendiri dan bukan upaya manusia. Dan inilah yang diungkapkan Tuhan, buat kehidupan yang diinginkan oleh Tuhan dari gerejanya, sebagai kekasihnya Tuhan, yang mendandani gereja, bukan upaya manusia.
Gadis Sunem mengumpamakan dirinya seperti bunga mawar dari Saron dan bunga bakung di lembah-lembah, tempat terpencil yang tidak diusahakan manusia.
Ini menunjukkan pemahaman spiritual bahwa keindahannya berasal dari Tuhan yang mengurusinya, bukan dari upaya manusia.
Tuhanlah yang "mendandani" gereja-Nya, bukan upaya manusia.
2. Kontradiksi Salomo dan Konfirmasi oleh Yesus
Raja Salomo mengungkapkan kebenaran apa yang dikatakan si wanita Sunem ini: Seperti bunga bakung di antara duri-duri demikianlah manisku di antara gadis-gadis. Duri adalah lambang kutuk dan lambang penderitaan, juga semak duri adalah lambang penolakan kepada Allah. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa dikatakan manusia harus mengupayakan makanannya dengan susah payah.
Mat 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Yesus mengkonfirmasi pernyataan gadis Sunem dengan mengatakan bahwa Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja. Ini mengimplikasikan bahwa keindahan yang didandani oleh Allah jauh melebihi kemegahan duniawi, dan gereja seharusnya memiliki keindahan yang berasal dari Allah.
Salomo menyebut gadis Sunem "bunga bakung di antara duri-duri" dan membandingkannya dengan gadis-gadis lain yang dimilikinya.
"Duri" melambangkan kutuk, penderitaan, dan penolakan terhadap Allah akibat dosa.
Salomo memiliki banyak istri (Kid 6:8), termasuk Naama, seorang perempuan Amon yang dinikahinya karena pesona lahiriahnya, yang berkontribusi pada perpecahan kerajaan Israel.
Yesus, keturunan Salomo dan Daud, mengkonfirmasi pernyataan gadis Sunem tentang keindahannya dengan membandingkan bunga bakung di ladang dengan kemegahan Salomo.
Yesus menyatakan bahwa Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Ini menunjukkan bahwa keindahan yang didandani oleh Allah jauh melebihi kemegahan duniawi.
3. Fokus pada Keindahan Batiniah
Betul kau itu seperti bunga bakung. bunga yang indah di antara duri-duri demikianlah manisku di antara gadis-gadis yang lain yang sudah dimiliki oleh Raja Salomo: 60 orang isteri, 80 selir dan banyak gadis-gadis. Mereka sudah dimiliki oleh Raja Salomo. Itu yang lain itu seperti duri-duri. Yang lain itu tidak mengenal Allah. Yang lain itu penuh dengan kedagingan dengan upaya manusia. Salomo mengambil istri-istrinya, selir-selir dan gadis-gadisnya itu karena kecantikan lahiriah.
Allah mendandani rumput di ladang dan bunga-bunga, demikian juga Ia ingin mendandani umat-Nya.
"Mendandani" berarti memakaikan pakaian, yang dalam konteks Salomo melambangkan otoritas, kemegahan, dan kemuliaan.
Namun, Yesus menekankan bahwa keindahan sejati berasal dari Allah, tanpa usaha manusia.
Gereja Tuhan diharapkan memiliki karakteristik batiniah seperti gadis Sunem, bukan hanya mengandalkan penampilan lahiriah.
Rasul Petrus juga menekankan pentingnya manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa, yaitu roh yang lemah lembut dan tenteram.
Keindahan batiniah ini sangat berharga di mata Allah.
Rasul Paulus juga menyatakan bahwa manusia lahiriah semakin merosot, namun manusia batiniah dibaharui dari sehari ke hari.
2 Kor 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4. Penolakan Terhadap Daya Tarik Duniawi
1Ptr 3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
Ini nyaris terjadi pada dirinya wanita Sunem dengan Salomo yang hanya melihat kecantikan lahiriah berhasil digeser untuk memandang si wanita ini sebagai bunga bakung.
1Ptr 3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
Dandanan lahiriah adalah perhiasan fisik seperti mengepang rambut, memakai emas, atau pakaian indah, yang bersifat sementara. Dandanan batiniah adalah manusia batiniah yang tersembunyi dengan roh yang lemah lembut dan tenteram, yang tidak binasa dan sangat berharga di mata Allah.
Dunia mencari orang-orang terbaik dari gereja, tetapi tujuannya adalah agar mereka mengikuti sistem dunia.
Orang percaya harus berhati-hati agar tidak terserap oleh sistem dunia dan mengorbankan nilai-nilai rohani.
Contoh Musa dan Paulus menunjukkan bahwa mereka rela melepaskan status dan keuntungan duniawi demi Kristus. Musa dia tahu status dia menjadi anak Putri Firaun dia tahu itu akan memberikan seluruh kekayaan Mesir akan jatuh ke tangan dia tapi dia menolak kehidupan demikian.
Apa yang dikagumi manusia (seperti kemegahan Salomo) bisa dibenci oleh Allah jika tidak mencerminkan karakter Kristus.
Flp 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Paulus menganggap semua keuntungan duniawinya sebagai rugi dan sampah karena pengenalannya akan Kristus Yesus Tuhannya jauh lebih mulia dari segalanya. Pesona kepribadian Kristus menarik perhatiannya dan membuatnya melepaskan keterikatannya pada hal-hal duniawi.
5. Penilaian Allah Berdasarkan Hati
Allah melihat hati, bukan hanya penampilan luar.
Kisah Samuel mengurapi Daud menunjukkan bahwa Allah memilih Daud bukan karena penampilan fisiknya atau keterlibatannya dalam upacara pengudusan sebelumnya, tetapi karena hatinya.
1Sam 16:6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." 7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Allah menyelidiki hati dan menilai secara batiniah dan spiritual.
Luk 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.
Prinsip dalam Lukas 16:15 adalah bahwa apa yang dibenarkan dan dikagumi oleh manusia secara lahiriah (seperti kemegahan Salomo) bisa dibenci oleh Allah, karena Allah melihat hati dan kualitas batiniah, bukan hanya penampilan luar.
Gereja yang diharapkan Tuhan adalah gereja yang memiliki kemolekan atau kecantikan batiniah yang menonjol dalam perilaku dan tindakan sehari-hari; dibangun karena iman dan didandani oleh Allah sendiri. Karakteristik ini meliputi kesetiaan, kemurnian, dan keterpesonaan kepada kepribadian Tuhan, bukan karena berkat atau pelayanan yang diterima.
Kesimpulan
Kebutuhan Tuhan adalah gereja sebagai kekasih yang setia, yang keindahannya berasal dari pekerjaan Allah di dalam diri mereka.
Karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan adalah gereja yang didandani oleh Tuhan sendiri melalui pekerjaan Firman dan Roh, bukan oleh upaya manusia, sehingga menjadi cantik, cemerlang, tak bercacat, dan tak bercela di hadapan-Nya. Ini dianalogikan dengan gadis Sunem yang keindahannya berasal dari Tuhan.
Setiap individu harus menjawab apakah mereka adalah bagian dari gereja yang memiliki kecantikan batiniah ini.