Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1
Ps. Djonny Tambunan


Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus.

Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya.
Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita
Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Rm 9:25  seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih." 

Berikut adalah poin-poin kesamaan antara Wahyu 19 dan Roma 9:
    • Panggilan untuk Menjadi Umat dan Kekasih: Roma 9:25 menyebutkan bahwa yang bukan umat Tuhan akan dipanggil menjadi umat Tuhan, dan yang bukan kekasih akan disebut kekasih. Hal ini menunjukkan adanya panggilan dari Tuhan untuk mengubah status seseorang.
    • Kesiapan Mempelai Wanita: Wahyu 19 berbicara tentang perkawinan Anak Domba dan pengantin perempuan-Nya yang telah siap sedia. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok orang yang diundang ke perkawinan, tetapi hanya pengantin perempuan yang disebut siap sedia.
    • Undangan ke Perjamuan: Wahyu 19:9 menyebutkan tentang mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok orang yang diundang ke perkawinan, tetapi mereka berbeda dari pengantin perempuan. 
    • Perkataan yang Benar dari Allah: Wahyu 19 menegaskan bahwa perkataan-perkataan ini adalah benar dan berasal dari Allah (logos). Ini menekankan bahwa apa yang tertulis dalam Wahyu 19 adalah ketetapan yang tidak bisa diubah.
    • Status yang Berbeda: Kedua kitab ini menunjukkan bahwa ada dua kelompok orang percaya: mereka yang hanya berstatus sebagai umat Tuhan dan mereka yang juga berstatus sebagai kekasih Tuhan. Pengantin perempuan dalam Wahyu 19 adalah mereka yang telah mencapai status sebagai kekasih Tuhan dan siap untuk perkawinan dengan Anak Domba.
    • Diproses untuk Menjadi Istri: Baik Roma 9 maupun Wahyu 19 mengimplikasikan bahwa umat Tuhan diproses untuk menjadi istri atau kekasih Kristus. Proses ini melibatkan penyertaan Allah dalam segala aspek kehidupan.
    • Kekudusan: Dalam 1 Petrus 1:15-16 (yang terkait dengan tema kekudusan yang dibahas dalam konteks ini), umat Tuhan dipanggil untuk menjadi kudus seperti Dia kudus. Kekudusan ini adalah karakteristik yang diinginkan oleh Kristus dari istri tunangan-Nya.

Dengan demikian, kesamaan utama antara Wahyu 19 dan Roma 9 adalah keduanya menyoroti panggilan Tuhan untuk mengubah status seseorang, perbedaan antara umat Tuhan dan kekasih-Nya, dan proses yang harus dilalui untuk mencapai kesiapan sebagai mempelai Kristus.

Kriteria gereja agar siap menjadi mempelai Kristus adalah sebagai berikut:
  • Memiliki kekudusan yang setara atau sama dengan kekudusan Kristus. Ini merupakan karakteristik yang diinginkan oleh Kristus dari mempelai wanita-Nya.
  • Tidak lalai untuk selalu mau disiapkan, karena ini adalah harapan Tuhan.
  • Menjadi umat Tuhan dan juga kekasih-Nya.
  • Melakukan perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang Kudus, yang dilambangkan dengan kain lenan halus yang putih bersih.
  • Diundang ke perjamuan kawin Anak Domba, yang berarti termasuk yang menyebabkan adanya perjamuan dan berbagi sukacita.
  • Memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah seluruh bumi adalah Suami yang sedang mempersiapkan, sehingga mencapai titik siap seperti yang tertulis dalam Wahyu 19 ayat 7.
  • Merespon terhadap firman Tuhan, karena setiap firman yang datang menunjukkan bahwa Dia sedang menjadikan hidup.
  • Tidak takut akan murka raja, tetapi tahan sama seperti melihat apa yang tidak kelihatan. Memiliki pandangan yang tertuju pada upah, seperti yang dilakukan Musa.
  • Mengasihi Tuhan dan menyerahkan diri kepada-Nya.
  • Hidup dari iman kepada iman, sehingga dibenarkan di hadapan Allah.
  • Memiliki karakter seperti Kristus.
  • Diproses oleh Allah: Tidak berhenti diproses sampai saudara menjadi umat Tuhan, kekasih Tuhan, Mempelai Wanita dan Pengantin.

Poin-poin Utama:
  • Persiapan Mempelai Wanita Kristus: Sesi ini berfokus pada konsep gereja sebagai mempelai wanita Kristus yang harus dipersiapkan untuk pernikahan dengan Anak Domba Allah. Persiapan ini melibatkan kekudusan, iman, dan respons terhadap Firman Tuhan.
  • Kekudusan sebagai Syarat: Kekudusan dipandang sebagai karakteristik kunci yang harus dimiliki oleh mempelai wanita Kristus. Kekudusan ini harus setara dengan kekudusan Kristus sendiri.

Kekudusan Kristus menjadi harapan bagi gereja karena beberapa alasan:
  • Kekudusan sebagai Standar Kekudusan Kristus adalah standar yang harus dicapai oleh gereja sebagai mempelai-Nya. Dalam 1 Petrus 1:15-16 tertulis, "Tetapi hendaklah kamu menjadi Kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti dia yang kudus yang telah memanggil kamu... kuduslah kamu Sebab aku Kudus". Ini berarti bahwa karakteristik kekudusan adalah yang diinginkan oleh Kristus dari gereja-Nya untuk mencapai hari perkawinan.
  •  Panggilan untuk Menjadi Kudus: Kristus telah memanggil gereja untuk menjadi kudus, yang merupakan proses melalui kelahiran baru. Panggilan ini adalah untuk menjadi istri Kristus, dan untuk itu, kehidupan gereja harus menjadi kudus seluruhnya.
  • Kesatuan dengan Kristus: Suami dan istri harus menjadi satu tanpa perbedaan. Untuk menjadi satu dengan Kristus, gereja harus memiliki karakteristik, zat, dan sifat yang sama dengan Kristus.
  • Roh Kudus Memampukan: Kristus memberikan Roh Kudus untuk memampukan gereja menjadi kudus. Roh Kudus yang sama yang memimpin Kristus juga memimpin gereja. Dengan Roh Kudus, gereja dapat menjawab panggilan untuk menjadi kudus.
  • Proses yang Berkelanjutan: Kekudusan bukan hanya keadaan pikiran, tetapi kualitas yang sama dengan Kristus. Untuk mencapai ini, gereja harus terus disiapkan sampai berada di titik siap.
  • Firman Memurnikan: Kristus menyerahkan diri-Nya untuk menguduskan gereja, menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman. Firman Rema, yang merupakan Firman yang hidup dan bersuara, memandikan gereja setiap hari.
  • Iman kepada Iman: Dengan hidup dari iman kepada iman, gereja dibenarkan di hadapan Allah dan terus bergerak menuju kebenaran. Ini membantu gereja disiapkan untuk menjadi istri yang siap bagi Kristus.
  • Melihat Upah: Iman memampukan gereja untuk melihat apa yang sedang dicapai oleh Allah. Seperti Musa, yang mengarahkan pandangannya kepada upah, gereja dapat melihat upah yang akan datang dan bertahan dalam proses menjadi kudus.
  • Allah Memproses: Allah terus memproses hidup gereja sampai mencapai status istri. Sebagai suami, Allah tidak akan berhenti memproses gereja sampai gereja disebut sebagai istri-Nya.
  • Tujuan Kekudusan: Tujuan dari kekudusan adalah supaya gereja disiapkan dan berada di posisi siap seperti yang tertulis dalam Wahyu 19:7, di mana mempelai telah siap sedia.

Kristus sebagai mempelai laki-laki menganugerahkan pemberian-pemberian kepada gereja-Nya. Pemberian-pemberian tersebut terdiri dari tiga hal:
  1. Roh Kudus. Roh Kudus adalah pemberian terbaik kepada mempelai wanita Kristus di dunia. Roh Kudus yang memimpin Kristus 2000 tahun yang lalu adalah Roh Kudus yang sama yang bekerja saat ini.
  2. Firman. Tuhan menganugerahkan Firman Rema, Firman yang hidup yang bersuara, sehingga orang percaya dapat hidup dari iman kepada iman. Firman Rema ini memandikan gereja setiap hari.
  3. Hamba-hamba Tuhan yang disebut dalam lima jawatan. Tuhan mengirimkan hamba-hamba-Nya untuk membuat orang percaya mengalami kedewasaan penuh di dalam Dia.

Peran Roh Kudus dan Firman: Roh Kudus dan Firman Tuhan (terutama Firman Rhema) adalah alat yang digunakan Kristus untuk mempersiapkan dan menyucikan gereja-Nya. Roh Kudus dan Firman bekerja sama dengan hamba Tuhan dalam mempersiapkan mempelai wanita adalah sebagai berikut:
  • Pemberian-pemberian ini membuat gereja mencapai kriteria dan karakteristik yang siap untuk masuk pada perkawinan dengan Anak Domba Allah. Roh Kudus adalah pemberian terbaik kepada mempelai wanita Kristus di dunia ini. Tuhan menganugerahkan Firman Rema, Firman yang hidup yang bersuara, sehingga orang percaya dapat hidup dari iman kepada iman. Tuhan mengirimkan hamba-hamba-Nya untuk membuat orang percaya mengalami kedewasaan penuh di dalam Dia. Roh Kudus memimpin umat Kristus dan dapat menggenapi kekudusan dalam diri orang percaya. Firman Rema memandikan orang percaya setiap hari. Hamba Tuhan menyampaikan Firman, dan Roh Kudus bekerja untuk mengungkapkan misteri dan kebenaran Tuhan.

Panggilan untuk Menjadi Kekasih Tuhan: Ada panggilan yang lebih tinggi menjadi kekasih Kristus sesudah seseorang menjadi umat Tuhan.. Ada perbedaan antara umat Tuhan dan kekasih Tuhan:
Panggilan yang berbeda: Tuhan memanggil orang-orang yang bukan umat-Nya untuk menjadi umat-Nya. Lebih lanjut, umat Tuhan juga dipanggil untuk menjadi kekasih-Nya. Ini menunjukkan bahwa menjadi umat Tuhan adalah langkah awal, dan menjadi kekasih Tuhan adalah panggilan yang lebih tinggi.
  • Status yang Lebih Tinggi: Umat Tuhan adalah orang percaya yang telah lahir baru. Namun, Tuhan menginginkan lebih dari sekadar menjadi umat; Dia ingin umat-Nya menjadi kekasih-Nya.
  • Roma 9:25 dan Wahyu 19: Dalam Roma 9:25, disebutkan bahwa yang bukan umat Tuhan akan dipanggil menjadi umat Tuhan, dan yang bukan kekasih akan disebut kekasih. Sementara itu, Wahyu 19 berbicara tentang perkawinan Anak Domba dan pengantin perempuan-Nya yang telah siap sedia. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok orang yang diundang ke perkawinan, tetapi hanya pengantin perempuan yang disebut siap sedia.
  • Yesaya 54:5: Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.  Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan adalah suami yang menjadikan umat-Nya.. Dia memproses hidup mereka untuk dijadikan istri-Nya. Proses ini melibatkan mengubah mereka dari bukan umat menjadi umat, dan kemudian memproses mereka lebih lanjut untuk menjadi istri-Nya.
  • Kekudusan: Tuhan mengharapkan kekudusan dari kekasih-Nya. Dalam 1 Petrus 1:15-16, umat Tuhan dipanggil untuk menjadi kudus seperti Dia kudus. Kekudusan ini adalah karakteristik yang diinginkan oleh Kristus dari istri tunangan-Nya. 1 Pet:15  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16  sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudu
  • Tujuan yang Berbeda: Menjadi umat Tuhan adalah langkah awal dalam hubungan dengan Tuhan. Namun, tujuan akhir adalah menjadi kekasih-Nya, menjadi istri yang siap untuk perkawinan dengan Anak Domba. Ini membutuhkan respons terhadap Firman Tuhan dan keyakinan bahwa Allah sedang mempersiapkan hidup untuk mencapai titik siap..
  • Penyebab Sukacita: Kekasih Tuhan, sebagai pengantin perempuan, adalah penyebab adanya pesta perjamuan. Mereka tidak hanya diundang, tetapi mereka adalah alasan perayaan itu ada. Hidup mereka memberikan sukacita dan berkat kepada orang lain.
  • Diproses oleh Allah: Allah terus memproses hidup umat-Nya sampai mereka mencapai status sebagai istri. Proses ini melibatkan penyertaan Allah dalam segala keadaan, bahkan peperangan dan gempa bumi. Semua ini diizinkan oleh Tuhan untuk mempersiapkan umat-Nya menjadi istri Allah
Dengan demikian, umat Tuhan adalah orang percaya yang telah menerima panggilan untuk menjadi bagian dari umat-Nya, sedangkan kekasih Tuhan adalah mereka yang merespons panggilan itu dengan sungguh-sungguh dan diproses oleh Allah untuk mencapai kekudusan dan kesiapan sebagai mempelai Kristus.

Dua Kelompok di Akhir Zaman: Papa Djonny mengidentifikasi dua kelompok orang percaya di akhir zaman: mempelai wanita Kristus (yang siap) dan mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.


Bagaimana Allah Memproses umat Tuhan menjadi kekasih-Nya?

Allah sebagai Suami yang Memproses: Menggunakan Yesaya 54:5, Allah digambarkan sebagai suami yang memproses dan menyucikan umat-Nya untuk menjadi istri-Nya, menggunakan segala keadaan di bumi untuk tujuan ini. 

Proses Allah menjadikan umat menjadi kekasih-Nya melibatkan beberapa tahapan dan aspek penting:

  • Panggilan Awal dari Bukan Umat Menjadi Umat: Allah memanggil orang-orang yang sebelumnya bukan umat-Nya untuk menjadi umat-Nya. Proses ini melibatkan pekerjaan Allah semata-mata, di mana kasih karunia dan iman berperan penting. Efesus 2:8-9 menjelaskan bahwa keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman, bukan hasil usaha manusia.
  • Respons dan Keputusan untuk Bertobat: Untuk menjadi umat Tuhan, dibutuhkan respons dari individu untuk mengambil keputusan bertobat dan lahir baru. Ini adalah langkah awal yang penting dalam proses menjadi kekasih-Nya.
  • Proses Berkelanjutan oleh Allah (Yesaya 54:5): Setelah menjadi umat, Allah tidak berhenti pada titik itu saja. Yesaya 54:5 menyatakan bahwa Allah adalah suami yang terus memproses hidup umat-Nya. Dia terus bekerja dan tidak akan berhenti kecuali umat itu sendiri yang menghentikannya.
  • Pemberian Roh Kudus dan Firman Rema: Allah memberikan Roh Kudus dan Firman Rema (Firman yang hidup dan bersuara) untuk memurnikan dan memandikan umat-Nya setiap hari. Efesus 5:26 menjelaskan bahwa Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya untuk menguduskannya dengan memandikannya dengan air dan firman . Firman Rhema ini penting untuk membangun iman.
  • Hidup dari Iman kepada Iman: Roma 1:17 menyatakan bahwa kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman. Ini berarti bahwa umat yang sudah beriman harus terus hidup dalam iman yang semakin bertumbuh. Dengan demikian, mereka dibenarkan di hadapan Allah dan terus bergerak menuju kesiapan sebagai mempelai Kristus.
  • Kekudusan yang Setara dengan Kristus: Salah satu kriteria penting untuk menjadi kekasih Allah adalah memiliki kekudusan yang setara atau sama dengan kekudusan Kristus. 1 Petrus 1:15-16 menekankan panggilan untuk menjadi kudus seperti Allah kudus. Kekudusan ini bukan hanya dalam pikiran, tetapi kualitas yang sama dengan Kristus.
  • Melihat Upah dan Bertahan dalam Iman: Ibrani 11 memberikan contoh bagaimana iman memampukan seseorang untuk melihat upah yang akan datang dan bertahan dalam proses yang sulit. Musa, misalnya, lebih memilih menderita sengsara dengan umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa sementara.
  • Allah Menyertai dalam Segala Keadaan: Sebagai Allah seluruh bumi, Dia menyertai umat-Nya dalam segala keadaan, bahkan dalam peperangan dan gempa bumi. Semua ini diizinkan oleh Allah untuk mempersiapkan umat-Nya menjadi istri-Nya.
  • Tujuan Akhir: Siap sebagai Mempelai Kristus: Tujuan dari semua proses ini adalah supaya umat mencapai titik siap sebagai mempelai Kristus, seperti yang tertulis dalam Wahyu 19:7. Pada saat itu, mereka akan menunggal bersama Kristus dalam perkawinan yang kekal.

Dengan demikian, proses Allah menjadikan umat menjadi kekasih-Nya adalah perjalanan yang berkelanjutan yang melibatkan panggilan, respons, pemurnian, pertumbuhan iman, dan penyertaan Allah dalam segala aspek kehidupan. Tujuan akhirnya adalah mencapai kekudusan dan kesiapan sebagai mempelai Kristus.

Iman yang Memampukan untuk Melihat: Iman, yang timbul dari Firman Rema, memampukan orang percaya untuk melihat dan bertahan sampai akhir, dengan pandangan yang terarah pada upah dan kekekalan.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...