Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1
Ps. Djonny Tambunan
Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan. Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus.
Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya.
Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai WanitaWhy 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Rm 9:25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
Berikut adalah poin-poin kesamaan antara Wahyu 19 dan Roma 9:
- Panggilan untuk Menjadi Umat dan Kekasih: Roma 9:25 menyebutkan bahwa yang bukan umat Tuhan akan dipanggil menjadi umat Tuhan, dan yang bukan kekasih akan disebut kekasih. Hal ini menunjukkan adanya panggilan dari Tuhan untuk mengubah status seseorang.
- Kesiapan Mempelai Wanita: Wahyu 19 berbicara tentang perkawinan Anak Domba dan pengantin perempuan-Nya yang telah siap sedia. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok orang yang diundang ke perkawinan, tetapi hanya pengantin perempuan yang disebut siap sedia.
- Undangan ke Perjamuan: Wahyu 19:9 menyebutkan tentang mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok orang yang diundang ke perkawinan, tetapi mereka berbeda dari pengantin perempuan.
- Perkataan yang Benar dari Allah: Wahyu 19 menegaskan bahwa perkataan-perkataan ini adalah benar dan berasal dari Allah (logos). Ini menekankan bahwa apa yang tertulis dalam Wahyu 19 adalah ketetapan yang tidak bisa diubah.
- Status yang Berbeda: Kedua kitab ini menunjukkan bahwa ada dua kelompok orang percaya: mereka yang hanya berstatus sebagai umat Tuhan dan mereka yang juga berstatus sebagai kekasih Tuhan. Pengantin perempuan dalam Wahyu 19 adalah mereka yang telah mencapai status sebagai kekasih Tuhan dan siap untuk perkawinan dengan Anak Domba.
- Diproses untuk Menjadi Istri: Baik Roma 9 maupun Wahyu 19 mengimplikasikan bahwa umat Tuhan diproses untuk menjadi istri atau kekasih Kristus. Proses ini melibatkan penyertaan Allah dalam segala aspek kehidupan.
- Kekudusan: Dalam 1 Petrus 1:15-16 (yang terkait dengan tema kekudusan yang dibahas dalam konteks ini), umat Tuhan dipanggil untuk menjadi kudus seperti Dia kudus. Kekudusan ini adalah karakteristik yang diinginkan oleh Kristus dari istri tunangan-Nya.
Dengan demikian, kesamaan utama antara Wahyu 19 dan Roma 9 adalah keduanya menyoroti panggilan Tuhan untuk mengubah status seseorang, perbedaan antara umat Tuhan dan kekasih-Nya, dan proses yang harus dilalui untuk mencapai kesiapan sebagai mempelai Kristus.
Kriteria gereja agar siap menjadi mempelai Kristus adalah sebagai berikut:
- Memiliki kekudusan yang setara atau sama dengan kekudusan Kristus. Ini merupakan karakteristik yang diinginkan oleh Kristus dari mempelai wanita-Nya.
- Tidak lalai untuk selalu mau disiapkan, karena ini adalah harapan Tuhan.
- Menjadi umat Tuhan dan juga kekasih-Nya.
- Melakukan perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang Kudus, yang dilambangkan dengan kain lenan halus yang putih bersih.
- Diundang ke perjamuan kawin Anak Domba, yang berarti termasuk yang menyebabkan adanya perjamuan dan berbagi sukacita.
- Memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah seluruh bumi adalah Suami yang sedang mempersiapkan, sehingga mencapai titik siap seperti yang tertulis dalam Wahyu 19 ayat 7.
- Merespon terhadap firman Tuhan, karena setiap firman yang datang menunjukkan bahwa Dia sedang menjadikan hidup.
- Tidak takut akan murka raja, tetapi tahan sama seperti melihat apa yang tidak kelihatan. Memiliki pandangan yang tertuju pada upah, seperti yang dilakukan Musa.
- Mengasihi Tuhan dan menyerahkan diri kepada-Nya.
- Hidup dari iman kepada iman, sehingga dibenarkan di hadapan Allah.
- Memiliki karakter seperti Kristus.
- Diproses oleh Allah: Tidak berhenti diproses sampai saudara menjadi umat Tuhan, kekasih Tuhan, Mempelai Wanita dan Pengantin.
Poin-poin Utama:
- Persiapan Mempelai Wanita Kristus: Sesi ini berfokus pada konsep gereja sebagai mempelai wanita Kristus yang harus dipersiapkan untuk pernikahan dengan Anak Domba Allah. Persiapan ini melibatkan kekudusan, iman, dan respons terhadap Firman Tuhan.
- Kekudusan sebagai Syarat: Kekudusan dipandang sebagai karakteristik kunci yang harus dimiliki oleh mempelai wanita Kristus. Kekudusan ini harus setara dengan kekudusan Kristus sendiri.
- Kekudusan sebagai Standar Kekudusan Kristus adalah standar yang harus dicapai oleh gereja sebagai mempelai-Nya. Dalam 1 Petrus 1:15-16 tertulis, "Tetapi hendaklah kamu menjadi Kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti dia yang kudus yang telah memanggil kamu... kuduslah kamu Sebab aku Kudus". Ini berarti bahwa karakteristik kekudusan adalah yang diinginkan oleh Kristus dari gereja-Nya untuk mencapai hari perkawinan.
- Panggilan untuk Menjadi Kudus: Kristus telah memanggil gereja untuk menjadi kudus, yang merupakan proses melalui kelahiran baru. Panggilan ini adalah untuk menjadi istri Kristus, dan untuk itu, kehidupan gereja harus menjadi kudus seluruhnya.
- Kesatuan dengan Kristus: Suami dan istri harus menjadi satu tanpa perbedaan. Untuk menjadi satu dengan Kristus, gereja harus memiliki karakteristik, zat, dan sifat yang sama dengan Kristus.
- Roh Kudus Memampukan: Kristus memberikan Roh Kudus untuk memampukan gereja menjadi kudus. Roh Kudus yang sama yang memimpin Kristus juga memimpin gereja. Dengan Roh Kudus, gereja dapat menjawab panggilan untuk menjadi kudus.
- Proses yang Berkelanjutan: Kekudusan bukan hanya keadaan pikiran, tetapi kualitas yang sama dengan Kristus. Untuk mencapai ini, gereja harus terus disiapkan sampai berada di titik siap.
- Firman Memurnikan: Kristus menyerahkan diri-Nya untuk menguduskan gereja, menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman. Firman Rema, yang merupakan Firman yang hidup dan bersuara, memandikan gereja setiap hari.
- Iman kepada Iman: Dengan hidup dari iman kepada iman, gereja dibenarkan di hadapan Allah dan terus bergerak menuju kebenaran. Ini membantu gereja disiapkan untuk menjadi istri yang siap bagi Kristus.
- Melihat Upah: Iman memampukan gereja untuk melihat apa yang sedang dicapai oleh Allah. Seperti Musa, yang mengarahkan pandangannya kepada upah, gereja dapat melihat upah yang akan datang dan bertahan dalam proses menjadi kudus.
- Allah Memproses: Allah terus memproses hidup gereja sampai mencapai status istri. Sebagai suami, Allah tidak akan berhenti memproses gereja sampai gereja disebut sebagai istri-Nya.
- Tujuan Kekudusan: Tujuan dari kekudusan adalah supaya gereja disiapkan dan berada di posisi siap seperti yang tertulis dalam Wahyu 19:7, di mana mempelai telah siap sedia.
Kristus sebagai mempelai laki-laki menganugerahkan pemberian-pemberian kepada gereja-Nya. Pemberian-pemberian tersebut terdiri dari tiga hal:
- Roh Kudus. Roh Kudus adalah pemberian terbaik kepada mempelai wanita Kristus di dunia. Roh Kudus yang memimpin Kristus 2000 tahun yang lalu adalah Roh Kudus yang sama yang bekerja saat ini.
- Firman. Tuhan menganugerahkan Firman Rema, Firman yang hidup yang bersuara, sehingga orang percaya dapat hidup dari iman kepada iman. Firman Rema ini memandikan gereja setiap hari.
- Hamba-hamba Tuhan yang disebut dalam lima jawatan. Tuhan mengirimkan hamba-hamba-Nya untuk membuat orang percaya mengalami kedewasaan penuh di dalam Dia.
Peran Roh Kudus dan Firman: Roh Kudus dan Firman Tuhan (terutama Firman Rhema) adalah alat yang digunakan Kristus untuk mempersiapkan dan menyucikan gereja-Nya. Roh Kudus dan Firman bekerja sama dengan hamba Tuhan dalam mempersiapkan mempelai wanita adalah sebagai berikut:
- Pemberian-pemberian ini membuat gereja mencapai kriteria dan karakteristik yang siap untuk masuk pada perkawinan dengan Anak Domba Allah. Roh Kudus adalah pemberian terbaik kepada mempelai wanita Kristus di dunia ini. Tuhan menganugerahkan Firman Rema, Firman yang hidup yang bersuara, sehingga orang percaya dapat hidup dari iman kepada iman. Tuhan mengirimkan hamba-hamba-Nya untuk membuat orang percaya mengalami kedewasaan penuh di dalam Dia. Roh Kudus memimpin umat Kristus dan dapat menggenapi kekudusan dalam diri orang percaya. Firman Rema memandikan orang percaya setiap hari. Hamba Tuhan menyampaikan Firman, dan Roh Kudus bekerja untuk mengungkapkan misteri dan kebenaran Tuhan.
Panggilan untuk Menjadi Kekasih Tuhan: Ada panggilan yang lebih tinggi menjadi kekasih Kristus sesudah seseorang menjadi umat Tuhan.. Ada perbedaan antara umat Tuhan dan kekasih Tuhan:
Panggilan yang berbeda: Tuhan memanggil orang-orang yang bukan umat-Nya untuk menjadi umat-Nya. Lebih lanjut, umat Tuhan juga dipanggil untuk menjadi kekasih-Nya. Ini menunjukkan bahwa menjadi umat Tuhan adalah langkah awal, dan menjadi kekasih Tuhan adalah panggilan yang lebih tinggi.
- Status yang Lebih Tinggi: Umat Tuhan adalah orang percaya yang telah lahir baru. Namun, Tuhan menginginkan lebih dari sekadar menjadi umat; Dia ingin umat-Nya menjadi kekasih-Nya.
- Roma 9:25 dan Wahyu 19: Dalam Roma 9:25, disebutkan bahwa yang bukan umat Tuhan akan dipanggil menjadi umat Tuhan, dan yang bukan kekasih akan disebut kekasih. Sementara itu, Wahyu 19 berbicara tentang perkawinan Anak Domba dan pengantin perempuan-Nya yang telah siap sedia. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok orang yang diundang ke perkawinan, tetapi hanya pengantin perempuan yang disebut siap sedia.
- Yesaya 54:5: Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan adalah suami yang menjadikan umat-Nya.. Dia memproses hidup mereka untuk dijadikan istri-Nya. Proses ini melibatkan mengubah mereka dari bukan umat menjadi umat, dan kemudian memproses mereka lebih lanjut untuk menjadi istri-Nya.
- Kekudusan: Tuhan mengharapkan kekudusan dari kekasih-Nya. Dalam 1 Petrus 1:15-16, umat Tuhan dipanggil untuk menjadi kudus seperti Dia kudus. Kekudusan ini adalah karakteristik yang diinginkan oleh Kristus dari istri tunangan-Nya. 1 Pet:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudu
- Tujuan yang Berbeda: Menjadi umat Tuhan adalah langkah awal dalam hubungan dengan Tuhan. Namun, tujuan akhir adalah menjadi kekasih-Nya, menjadi istri yang siap untuk perkawinan dengan Anak Domba. Ini membutuhkan respons terhadap Firman Tuhan dan keyakinan bahwa Allah sedang mempersiapkan hidup untuk mencapai titik siap..
- Penyebab Sukacita: Kekasih Tuhan, sebagai pengantin perempuan, adalah penyebab adanya pesta perjamuan. Mereka tidak hanya diundang, tetapi mereka adalah alasan perayaan itu ada. Hidup mereka memberikan sukacita dan berkat kepada orang lain.
- Diproses oleh Allah: Allah terus memproses hidup umat-Nya sampai mereka mencapai status sebagai istri. Proses ini melibatkan penyertaan Allah dalam segala keadaan, bahkan peperangan dan gempa bumi. Semua ini diizinkan oleh Tuhan untuk mempersiapkan umat-Nya menjadi istri Allah
Dengan demikian, umat Tuhan adalah orang percaya yang telah menerima panggilan untuk menjadi bagian dari umat-Nya, sedangkan kekasih Tuhan adalah mereka yang merespons panggilan itu dengan sungguh-sungguh dan diproses oleh Allah untuk mencapai kekudusan dan kesiapan sebagai mempelai Kristus.
Dua Kelompok di Akhir Zaman: Papa Djonny mengidentifikasi dua kelompok orang percaya di akhir zaman: mempelai wanita Kristus (yang siap) dan mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.
Bagaimana Allah Memproses umat Tuhan menjadi kekasih-Nya?
Allah sebagai Suami yang Memproses: Menggunakan Yesaya 54:5, Allah digambarkan sebagai suami yang memproses dan menyucikan umat-Nya untuk menjadi istri-Nya, menggunakan segala keadaan di bumi untuk tujuan ini.
Proses Allah menjadikan umat menjadi kekasih-Nya melibatkan beberapa tahapan dan aspek penting:
- Panggilan Awal dari Bukan Umat Menjadi Umat: Allah memanggil orang-orang yang sebelumnya bukan umat-Nya untuk menjadi umat-Nya. Proses ini melibatkan pekerjaan Allah semata-mata, di mana kasih karunia dan iman berperan penting. Efesus 2:8-9 menjelaskan bahwa keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman, bukan hasil usaha manusia.
- Respons dan Keputusan untuk Bertobat: Untuk menjadi umat Tuhan, dibutuhkan respons dari individu untuk mengambil keputusan bertobat dan lahir baru. Ini adalah langkah awal yang penting dalam proses menjadi kekasih-Nya.
- Proses Berkelanjutan oleh Allah (Yesaya 54:5): Setelah menjadi umat, Allah tidak berhenti pada titik itu saja. Yesaya 54:5 menyatakan bahwa Allah adalah suami yang terus memproses hidup umat-Nya. Dia terus bekerja dan tidak akan berhenti kecuali umat itu sendiri yang menghentikannya.
- Pemberian Roh Kudus dan Firman Rema: Allah memberikan Roh Kudus dan Firman Rema (Firman yang hidup dan bersuara) untuk memurnikan dan memandikan umat-Nya setiap hari. Efesus 5:26 menjelaskan bahwa Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya untuk menguduskannya dengan memandikannya dengan air dan firman . Firman Rhema ini penting untuk membangun iman.
- Hidup dari Iman kepada Iman: Roma 1:17 menyatakan bahwa kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman. Ini berarti bahwa umat yang sudah beriman harus terus hidup dalam iman yang semakin bertumbuh. Dengan demikian, mereka dibenarkan di hadapan Allah dan terus bergerak menuju kesiapan sebagai mempelai Kristus.
- Kekudusan yang Setara dengan Kristus: Salah satu kriteria penting untuk menjadi kekasih Allah adalah memiliki kekudusan yang setara atau sama dengan kekudusan Kristus. 1 Petrus 1:15-16 menekankan panggilan untuk menjadi kudus seperti Allah kudus. Kekudusan ini bukan hanya dalam pikiran, tetapi kualitas yang sama dengan Kristus.
- Melihat Upah dan Bertahan dalam Iman: Ibrani 11 memberikan contoh bagaimana iman memampukan seseorang untuk melihat upah yang akan datang dan bertahan dalam proses yang sulit. Musa, misalnya, lebih memilih menderita sengsara dengan umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa sementara.
- Allah Menyertai dalam Segala Keadaan: Sebagai Allah seluruh bumi, Dia menyertai umat-Nya dalam segala keadaan, bahkan dalam peperangan dan gempa bumi. Semua ini diizinkan oleh Allah untuk mempersiapkan umat-Nya menjadi istri-Nya.
- Tujuan Akhir: Siap sebagai Mempelai Kristus: Tujuan dari semua proses ini adalah supaya umat mencapai titik siap sebagai mempelai Kristus, seperti yang tertulis dalam Wahyu 19:7. Pada saat itu, mereka akan menunggal bersama Kristus dalam perkawinan yang kekal.
Dengan demikian, proses Allah menjadikan umat menjadi kekasih-Nya adalah perjalanan yang berkelanjutan yang melibatkan panggilan, respons, pemurnian, pertumbuhan iman, dan penyertaan Allah dalam segala aspek kehidupan. Tujuan akhirnya adalah mencapai kekudusan dan kesiapan sebagai mempelai Kristus.
Iman yang Memampukan untuk Melihat: Iman, yang timbul dari Firman Rema, memampukan orang percaya untuk melihat dan bertahan sampai akhir, dengan pandangan yang terarah pada upah dan kekekalan.