Kid 2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.
Songs 2:5 Sustain me with cakes of raisins, Refresh me with apples, For I [am] lovesick.
Konteks Spiritual: Dalam Kidung Agung, permintaan akan "penganan kismis" oleh gadis Sunam dipahami sebagai **kode atau tanda sinyal** kepada Sang Kekasih, Sang Gembala (bukan Raja Salomo), bahwa ia sedang dalam "medan pertempuran". Namun, pertempuran ini bukanlah fisik, melainkan **spiritual atau emosional**, mengingat konteksnya sebagai gambaran gereja sebagai kekasih Tuhan yang menghadapi pencobaan. Ini adalah seruan batin si gadis Sunem agar roh dan semangatnya dikuatkan, kekuatan batin untuk tetap teguh dan setia dalam menghadapi pencobaan dan godaan.
"Kue kismis" pada masa itu dipakai untuk memulihkan kekuatan seorang prajurit di medan pertempuran. Metafora ini dipakai sebagai penguatan rohani yang dibutuhkan gereja, yang dipandang sebagai kekasih Tuhan, dalam menghadapi pencobaan.
Khotbah menekankan bahwa Allah tidak menghilangkan pencobaan, tetapi memberikan kekuatan batin dan jalan keluar agar orang percaya dapat menanggungnya dan tetap setia.
Kekuatan ini bersumber dari hubungan mereka sebagai "kekasih" Kristus, di mana Dia menyediakan sumber daya rohani seperti iman untuk memampukan mereka. Dengan demikian, umat Kristen didorong untuk tidak hanya mencari pembebasan dari masalah, tetapi juga mencari kekuatan rohani untuk tetap teguh dan setia di tengah kesulitan.
Gereja sebagai kekasih Tuhan tidak perlu meminta kekuatan untuk berperang karena Tuhan telah menyediakan perlengkapan senjata Allah. "Penganan kismis" di sini melambangkan kebutuhan gereja untuk **mengandalkan kekuatan dari dalam Tuhan** agar tetap setia dan tidak tergoda, membuktikan kualitas cintanya kepada-Nya di tengah pencobaan. Kekuatan ini diberikan oleh Roh Kudus dan melalui iman.
Pesan Utama
Tema atau pesan utama yang ingin disampaikan ini secara keseluruhan adalah mengenai status gereja sebagai kekasih Tuhan dan kebutuhan akan kekuatan rohani untuk tetap setia dan teguh dalam menghadapi pencobaan dan peperangan rohani.
Berikut adalah poin-poin penting yang mendukung tema ini:
Status Gereja sebagai Kekasih Tuhan: pengharapan Tuhan bagi umat-Nya adalah bukan hanya sekedar menjadi orang percaya atau umat Tuhan, tetapi untuk memiliki status sebagai kekasih Tuhan. Ini adalah status yang lebih tinggi dan lebih intim dengan Allah.
Permohonan untuk Kekuatan Batin: Permintaan gadis Sunem dalam Kidung Agung 2:5 ("Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku") diinterpretasikan sebagai permohonan untuk kekuatan rohani dan semangat dalam menghadapi "medan pertempuran" atau pencobaan.
Simbolisme Kismis: Kismis dianalogikan dengan bekal dan kekuatan bagi tentara yang sedang berperang di Perjanjian Lama. Secara rohani, kismis melambangkan penguatan roh agar tetap kuat seperti sediakala.
1Sam 30:11 Kemudian mereka menemui seorang Mesir di padang lalu membawanya kepada Daud. Mereka memberi dia roti, lalu makanlah ia, kemudian mereka memberi dia minum air, 12 dan memberikan kepadanya sepotong kue ara dan dua buah kue kismis, dan setelah dimakannya, ia segar kembali, sebab ia tidak makan dan minum selama tiga hari tiga malam.
Peperangan Rohani: gereja sedang dalam peperangan rohani dan membutuhkan kekuatan untuk menghadapinya. Permintaan akan kismis adalah kode atau sinyal bahwa gadis Sunam (melambangkan gereja) sedang dalam peperangan.
Kekuatan dari Dalam Tuhan: Tuhan telah menyediakan segala perlengkapan senjata Allah agar umat-Nya kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kekuatan ini bukan sekadar berkat eksternal, tetapi kekuatan yang menguatkan batin dan roh.
Janji Allah dalam Pencobaan: Allah tidak menjanjikan hidup tanpa pencobaan, tetapi Dia berjanji tidak akan membiarkan umat-Nya dicobai melampaui kekuatan mereka dan akan memberikan jalan keluar sehingga mereka dapat menanggungnya.
Yesus sebagai Imam Besar yang Menolong: Yesus sendiri telah menderita dalam pencobaan dan karena itu dapat menolong mereka yang dicobai. Pertolongan ini berupa jalan-jalan menuju kemenangan dan kekuatan dari Tuhan.
Kekuatan "di Dalam Dia": Paulus menyatakan dalam Filipi 4:13 bahwa segala perkara dapat ditanggungnya di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadanya. "Dia" ini diartikan sebagai kekasih Tuhan, dan kekuatan ini diterima karena status sebagai kekasih.
Flp 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Fokus pada Kesetiaan dan Keteguhan: Daripada meminta Tuhan menyelesaikan masalah, gereja diharapkan untuk menunjukkan kesetiaan dan keteguhan dalam cinta kepada Tuhan di tengah pencobaan. Ini membuktikan kualitas cinta kepada Sang Kekasih.
Peranan Iman: Iman dipandang sebagai dasar dan bukti dari segala sesuatu yang diharapkan dan yang tidak dilihat. Iman memberikan keteguhan dan kekuatan untuk tetap berdiri teguh dalam menghadapi kesulitan, seperti yang dicontohkan dalam Ibrani pasal 11.
Dengan demikian, pesan utama adalah bahwa gereja, sebagai kekasih Tuhan, dipanggil untuk memiliki kekuatan rohani yang berasal dari hubungan intim dengan-Nya dan dari iman, agar dapat tetap setia dan teguh dalam menghadapi berbagai pencobaan dan peperangan rohani, bukan hanya mengharapkan penyelesaian masalah secara eksternal dari Tuhan.
Dengan "penganan kismis" rohani, gereja belajar untuk **bertahan dan menang dalam pencobaan** dengan kekuatan yang sudah ada di dalam dirinya dari Tuhan, bukan mengharapkan Tuhan menyelesaikan masalahnya secara langsung. Ini adalah bagian dari proses kedewasaan rohani untuk menjadi kekasih Tuhan.
Gereja tidak bersama-sama dengan Kristus secara fisik tetapi menerima kasih karunia-Nya untuk menanggung dan menang atas pencobaan.
Kekuatan dalam Pencobaan: Janji dan Tanggung Jawab Allah
* Dalam 1 Korintus 10:13, disebutkan bahwa pencobaan yang dialami tidak melebihi kekuatan manusia, dan Allah setia menyediakan jalan keluar sehingga dapat ditanggung.
1Kor 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
* Allah tidak menjanjikan hidup tanpa peperangan atau pencobaan.
* Kekuatan yang dibutuhkan sudah ada dalam diri manusia dan terus disuplai oleh Allah, sehingga jenis pencobaan pun berbeda-beda.
* Allah **bertanggung jawab** agar kita tidak dicobai melampaui kekuatan kita. Tanggung jawab ini diwujudkan dengan memberikan "kue kismis" rohani, yaitu kasih karunia yang menguatkan roh kita.
Kekuatan "Di Dalam Dia": Identitas sebagai Kekasih Tuhan
* Filipi 4:13 menyatakan, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku".
* "Dia" yang dimaksud adalah **Kekasih Tuhan**.
* Sebagai kekasih Tuhan, sebab gereja diambil dari "dalam Kristus" seperti Hawa yang diambil dari Adam (Kejadian 2:15-25).
* Oleh karena itu, kita tidak perlu terus-menerus meminta kekuatan dalam setiap pencobaan, karena Tuhan otomatis memberikan kekuatan kepada kekasih-Nya.
Perlengkapan Senjata Allah dalam Peperangan Rohani
* Efesus 6:10-18 menjelaskan bahwa kita harus kuat di dalam Tuhan dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk melawan iblis.
* Kekuatan ini adalah kekuatan Allah yang tersedia bagi kita sebagai kekasih-Nya.
Penguatan Batin Melalui Roh dan Iman
Ef 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
* **Iman adalah pemberian Allah** yang menguatkan dan meneguhkan.
* Meminta dikuatkan dengan "penganan kismis" secara rohani berdampak pada keteguhan melalui iman.
Keteguhan Iman di Tengah Penderitaan (Ibrani 11)
* Pasal ini memberikan contoh orang-orang beriman yang tetap teguh meskipun tidak menerima janji-janji Allah secara langsung dan mengalami berbagai penderitaan.
* Keteguhan mereka didasarkan pada iman, yang memberikan kesaksian dan kekuatan meskipun dalam kekurangan.
* Mereka seperti memakan "penganan kismis" rohani yang menguatkan roh mereka.
Tujuan Pencobaan: Pembuktian Cinta dan Kesetiaan
* Gereja sebagai kekasih Tuhan menghadapi pencobaan bukan agar Tuhan menyelesaikan masalahnya, tetapi agar gereja dapat menunjukkan cinta dan kesetiaannya kepada Sang Gembala dengan tetap teguh.
* **Kesetiaan (faithful)** dihubungkan dengan **kepenuhan iman**.
Kata “kesetiaan” dan kata “Iman” digunakan kata bahasa Yunani yang sama. Di dalam bahasa Inggris “kesetiaan” atau setia itu digunakan kata “faithful” artinya kepenuhan Iman.
Pergeseran Cara Berpikir: Menuju Kedewasaan Rohani
* Kerinduan yang salah adalah mengharapkan Tuhan selalu menyelesaikan masalah kita, yang menghambat kedewasaan rohani.
* Tuhan ingin kita menjadi dewasa rohani agar dapat menjadi kekasih-Nya.
* Meminta "penganan kismis" berarti meminta kekuatan rohani untuk tetap setia dan teguh dalam cinta kepada Tuhan di tengah peperangan, bukan meminta Tuhan berperang bagi kita.