Langsung ke konten utama

Preparing the Bride (session 06)

The Bride of Christ: Faithfulness in Waiting

Karakteristik gereja yang ideal digambarkan sebagai kekasih Tuhan atau "Hawa yang terakhir" yang setia. Materi ini berfokus pada karakteristik gereja yang diharapkan oleh Tuhan, dianalogikan dengan Hawa yang terakhir yang tetap teguh dalam kesetiaannya kepada Allah dan bakal suaminya. Analogi ini dikembangkan melalui interpretasi Kitab Kidung Agung 1:15-17 dan dikaitkan dengan ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru.


Karakteristik Gereja yang Diharapkan Tuhan

  • Gereja diharapkan memiliki karakteristik seperti Hawa terakhir, yaitu tidak mudah tergoda dan tetap teguh dalam kesetiaannya kepada Allah dan sang calon suami (Kristus).

  • Tuhan ingin gereja sebagai kekasih-Nya selama hidup di dunia ini hingga hari perkawinan Anak Domba.

  • Roh Kudus menolong gereja untuk memahami tuntutan dan persyaratan Tuhan agar dapat sampai kepada hari perkawinan Anak Domba dan berkehidupan menunggal di alam Allah yang kekal.

Kid 1:15  —  Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. 16   —  Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita. 17  Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.




Pembahasan Kidung Agung 1:15-17 sebagai Gambaran Hubungan Kristus dan Gereja

Ayat-ayat ini menggambarkan pertemuan dan percakapan antara Sang Gembala (Kristus) dan kekasih-Nya (gereja).

  • "Lihat cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu":

    • Mata diibaratkan pelita tubuh yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan.

    • Mata seperti merpati melambangkan kesetiaan (merpati itu monogami).

    • Pandangan gereja diharapkan penuh dengan kesetiaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupannya.

    • Mata juga dikaitkan dengan Roh Kudus.


  • "Lihatlah tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik, sungguh sejuk pertiduran kita":

    • Menunjukkan kerinduan untuk mencapai hubungan suami istri yang final dan tertinggi dengan Kristus.

    • Tempat tidur yang sejuk melambangkan kedamaian dan ketenangan bersama Kristus karena mengenal-Nya bukan hanya sebagai Juru Selamat tetapi juga sebagai kekasih dan suami.

    • Menggambarkan pemikiran gereja yang tertancap jauh ke depan pada hari perkawinan.

    • Berbicara tentang penggenapan firman nubuatan yang menguatkan dan membuat tidak mudah tergoda.


  • "Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita":

    • Menggambarkan rumah masa depan gereja bersama dengan Kristus di alam Allah.

    • Kayu Aras: Lambang bahan pokok dan ciri istana Raja Daud dan juga niatan Daud untuk membangun rumah Tuhan. Menunjukkan kesamaan ciri antara rumah Tuhan dan tempat kediaman gereja bersama Kristus.  Kayu Aras diasosiasikan dengan kemuliaan dan kekekalan.

    • Kayu Eru: adalah kayu yang langka, melambangkan kehidupan Ilahi Allah yang terpancar melalui kehidupan orang percaya. Ini juga menyiratkan penolakan halus terhadap tawaran duniawi yang dapat menggoyahkan kesetiaan.


Peperangan di dalam Pikiran (2 Korintus 10:3-5): 

Gereja masih hidup di dunia tetapi tidak berjuang secara duniawi.

Senjata perjuangan adalah kuasa Allah untuk meruntuhkan benteng-benteng dan menawan segala pikiran untuk ditaklukkan kepada Kristus. Pikiran yang setia akan menghasilkan perbuatan yang setia.

Peperangan yang paling mengerikan adalah peperangan di pikiran.

2 Korintus 10:3-5 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4  karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5  Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,


Menjauhkan Diri dari Keinginan Daging (1 Petrus 2:11): 

Orang percaya diingatkan bahwa kehidupan di bumi ini bukanlah tempat tinggal permanen mereka. Mereka harus menjauhkan diri dari keinginan daging yang melawan jiwa dan tetap fokus pada tujuan akhir mereka di alamnya Allah.

1Ptr 2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Sebagai pendatang dan perantau di bumi, orang percaya harus menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak). 


Penderitaan dan Kemuliaan yang Akan Datang

Penderitaan saat ini adalah ringan dan mengerjakan kemuliaan kekal yang jauh lebih besar.

Ada urutan penderitaan dulu baru kemuliaan yang menyusul (seperti yang dialami Kristus).


Peranan Roh Kudus (Yohanes 16:13, Kidung Agung 1:15)

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roh Kebenaran akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran dan memberitakan hal-hal yang akan datang.

Keintiman dengan Roh Kudus akan meneguhkan kesetiaan hati kepada Kristus dan membantu bertahan dalam menjalani dan menuju kepada penggenapan firman nubuatan.

Merpati juga merupakan lambang Roh Kudus.


Meneladani Pemimpin Rohani 

Jemaat diminta untuk meneladani pemimpin rohani mereka seperti Paulus meneladani Kristus.

Kedua sejoli dalam Kidung Agung meniru Daud, yang dianggap menduplikasikan keinginan Tuhan.

Kesetiaan dan Iman (Pistis)

  • Dalam bahasa Ibrani dan Yunani, kata setia (pistis) memiliki identitas yang sama dengan iman.

  • Kesetiaan adalah buah Roh.

  • Gereja diharapkan untuk setia dan teguh karena Allah memberikan Firman Rhema dan Roh Kudus yang membangkitkan iman.

  • Kesetiaan gereja akan terpancar dalam mata, perbuatan, dan cara berpikir.

  • Gereja diharapkan untuk tetap setia seperti gadis Sunam yang menolak cinta Salomo, yang merupakan penolakan halus terhadap godaan duniawi.


Gereja sebagai Kekasih Kristus

  • Tuhan ingin gereja bukan hanya sebagai domba (umat Tuhan) tetapi sebagai kekasih-Nya, yang memiliki hubungan yang lebih dalam dan intim dengan-Nya.

  • Mzm 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Domba (umat Tuhan) telah berubah menjadi manusia (kekasih). Hanya manusia kekasih Tuhan yang diam dalam rumah Tuhan, bukan seperti domba yang diam di kandang dan di padang rumput.


Apa makna kiasan “mata bagai merpati”?

Makna kiasan "mata bagai merpati" yang terdapat dalam Kidung Agung 1 ayat 15, seperti yang dibahas dalam sumber, adalah sebagai berikut:

  • Kesetiaan (Monogami): Salah satu ciri utama merpati adalah monogami, yaitu tetap setia dengan pasangannya. Oleh karena itu, "mata bagai merpati" melambangkan kesetiaan gereja kepada Kristus. Tuhan mengharapkan gereja sebagai kekasih-Nya untuk tetap teguh dalam kesetiaannya kepada-Nya. Kesetiaan ini dipengaruhi oleh pandangan rohani yang benar, seperti yang dijelaskan dalam Matius 6:22. 

Mat 6:22-23 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

  • Pelita Tubuh: Mata diibaratkan sebagai pelita tubuh. Sebagaimana pelita menerangi seluruh tubuh, pandangan mata mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seseorang. Dalam konteks ini, mata yang bagai merpati, yaitu mata yang penuh kesetiaan, akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan gereja, memancarkan dan membuktikan kesetiaan kepada Kristus selama hidup di dunia. Jika pandangan mata (hati dan pikiran) penuh kesetiaan kepada Kristus, maka seluruh aspek kehidupan gereja akan terang di mata Tuhan.


  • Aspek Rohani: Mata yang bagai merpati juga dikaitkan dengan aspek Roh Kudus. Kesetiaan yang terpancar dari mata gereja merupakan hasil dari hubungan yang intim dengan Roh Kudus.

Secara keseluruhan, kiasan "mata bagai merpati" menggambarkan harapan Tuhan agar gereja memiliki pandangan yang penuh dengan kesetiaan yang tidak tergoyahkan kepada Kristus, yang akan memengaruhi seluruh aspek kehidupan mereka dan dimampukan oleh Roh Kudus. Kesetiaan ini diibaratkan seperti sifat monogami pada merpati.


Bagaimana Gereja dapat membuktikan kesetiaannya?

Gereja dapat membuktikan kesetiaannya melalui berbagai cara:

  • Tidak mudah tergoda dan tetap teguh dalam pengabdian kepada Allah dan Kristus. Ini berarti meneladani Hawa yang terakhir yang diharapkan tidak mudah dibujuk dan tetap setia kepada suaminya, yaitu Kristus.

  • Memiliki pandangan yang penuh dengan kesetiaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Ini tercermin dalam kiasan "mata bagai merpati" yang melambangkan kesetiaan yang mendasari setiap langkah hidup gereja.

  • Tidak berjuang secara duniawi melainkan menggunakan senjata rohani yang diperlengkapi dengan kuasa Allah untuk meruntuhkan benteng-benteng pikiran. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan bukan hanya soal tindakan lahiriah, tetapi juga pengendalian pikiran dan fokus rohani.

  • Menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Kesetiaan melibatkan pengendalian aktif atas pikiran agar selaras dengan kehendak Kristus.

  • Sebagai pendatang dan perantau di dunia, menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berperang melawan jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak). Ini menunjukkan kesetiaan dalam menjaga kekudusan dan tidak menyerah pada godaan duniawi.

  • Terus-menerus memikirkan tentang persatuan di masa depan dengan Kristus dan penggenapan firman nubuatan. Fokus pada harapan akan kedatangan Kristus dan janji-janji-Nya memperkuat kesetiaan di masa kini.

Gambaran tentang "petiduran yang sejuk" (Kidung Agung 1:16) melambangkan kerinduan gereja untuk bersatu sepenuhnya dengan Kristus, seperti hubungan suami istri. Pikiran gereja harus tertuju pada hari perkawinan Anak Domba.

  • Memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus, yang akan menuntun ke dalam seluruh kebenaran dan meneguhkan hati dalam kesetiaan kepada Kristus. Keintiman dengan Roh Kudus adalah kunci untuk memelihara kesetiaan.

  • Mempercayai sepenuhnya Firman nubuatan (2 Korintus 4:17, 1 Petrus 1:11), yang menjadi kekuatan untuk menguatkan pikiran, perasaan, dan roh. Keyakinan pada janji-janji Allah yang akan datang memampukan gereja untuk tetap setia.

Penderitaan saat ini dianggap ringan dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan datang. Firman nubuat menguatkan gereja untuk tetap setia melalui masa penantian.

  • Meneladani kehidupan para pemimpin rohani yang meniru Kristus. Mengikuti teladan orang-orang yang hidup dalam kesetiaan kepada Kristus adalah cara untuk belajar dan bertumbuh dalam kesetiaan.

  • Mengekspresikan kesetiaan yang dipancarkan oleh Roh Kudus melalui mata, perbuatan, dan cara berpikir. Kesetiaan yang sejati akan terlihat dalam seluruh aspek kehidupan.

  • Meskipun mengalami berkat-berkat dunia, tetap mengingat dan mencintai Kristus sebagai kekasih utama dan tidak tergoyahkan oleh tawaran duniawi. Kesetiaan berarti memprioritaskan Kristus di atas segala hal.

  • Menghidupi "pistis" atau “faithful”, yang dalam bahasa Ibrani dan Yunani memiliki makna ganda sebagai iman dan kesetiaan. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan adalah bagian integral dari iman Kristen dan merupakan buah Roh.

Singkatnya, gereja membuktikan kesetiaannya dengan memiliki hati dan pikiran yang tertuju kepada Kristus, menolak godaan duniawi, hidup dalam Roh Kudus, mempercayai Firman Allah, dan meneladani Kristus dalam segala aspek kehidupannya.


Pikiran Seperti Apa yang Harus di tawan oleh Gereja?

Gereja harus menawan segala pikiran yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Paulus secara eksplisit menyatakan dalam 2 Korintus 10 ayat 5: "kami menawan segala pikiran Oh itu peperangan yang paling mengerikan adalah pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus".

Ini berarti gereja harus secara aktif mengendalikan dan membawa setiap pemikiran ke dalam ketaatan kepada Kristus. Peperangan utama yang dihadapi gereja bukanlah peperangan duniawi, tetapi peperangan di pikiran.

Berikut adalah poin-poin terkait pikiran seperti apa yang harus ditawan gereja:

  • Pikiran yang menentang pengenalan akan Allah: Setiap pemikiran yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah dan firman-Nya harus ditawan.

  • Pikiran yang dipengaruhi oleh kedagingan dan kekuasaan duniawi: Meskipun gereja hidup di dunia, perjuangan tidak boleh dilakukan secara duniawi. Kekhawatiran ekonomi, masalah sosial, dan status duniawi tidak boleh mendikte pikiran gereja.

  • Pemikiran yang goyah dan mudah dipengaruhi oleh pencobaan: Gereja harus memiliki pikiran yang teguh dan tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai tawaran dan bujukan, meskipun tampak rohani.

  • Pemikiran yang tidak mengenal Allah dan Kristus sebagai kekasih: Gereja harus memiliki pemikiran yang didasari pengenalan yang intim akan Allah sebagai Bapa dan Kristus sebagai kekasih.

  • Pemikiran yang tidak selaras dengan Firman nubuatan: Gereja diharapkan untuk men-setting pikiran kepada penggenapan Firman nubuatan seolah-olah sudah terjadi, yang akan menguatkan dan mencegah dari mudah tergoda.

  • Keinginan-keinginan daging yang berperang melawan jiwa: Pikiran adalah bagian dari jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak), sehingga keinginan daging yang merusak jiwa juga harus dilawan dan ditawan.

Dengan menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, gereja dapat membuktikan kesetiaannya dan hidup sesuai dengan harapan Tuhan sebagai kekasih-Nya. Proses ini dimungkinkan melalui keintiman dengan Roh Kudus dan mempercayai Firman Allah.


Teladan siapa yang harus diikuti oleh Gereja?

1Kor 11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.


1Kor 4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. 16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Gereja hendaknya mengikuti teladan Tuhan Yesus Kristus. Para pemimpin rohani atau gembala jemaat pun harus menjadi teladan bagi jemaat, sama seperti Rasul Paulus yang meminta jemaat untuk mengikuti teladannya seperti ia juga mengikuti teladan Kristus.

Selain Kristus, sumber juga menyoroti beberapa figur sebagai contoh dalam aspek tertentu:

  • Hawa yang terakhir: Gereja diharapkan memiliki karakteristik seperti Hawa yang terakhir, yaitu tidak mudah tergoda dan tetap teguh dalam kesetiaannya kepada Allah dan Kristus.

  • Gadis Sunem (dalam Kitab Kidung Agung): Teladannya adalah pikirannya yang terus-menerus tertuju pada persatuan di masa depan dengan kekasihnya (Kristus), menunjukkan kesetiaan yang tidak tergoyahkan meskipun menghadapi godaan.

  • Merpati: Sifat merpati yang monogami dan setia pada pasangannya menjadi kiasan bagi kesetiaan gereja kepada Kristus.

  • Daud: Kedua sejoli dalam Kidung Agung (melambangkan Kristus dan gereja) merujuk pada rumah Daud yang terbuat dari kayu aras sebagai gambaran rumah masa depan mereka. Hal ini menunjukkan adanya kemiripan karakteristik yang diharapkan antara umat Tuhan dan tempat kediaman Tuhan. Daud juga dipandang sebagai sosok yang meniru dan menduplikasi keinginan Tuhan.

  • Rasul Paulus: Ia secara eksplisit meminta jemaat untuk mengikuti teladannya, karena ia sendiri meneladani Kristus.

  • Pemimpin Rohani/Gembala: Jemaat juga diminta untuk meneladani pemimpin rohani mereka karena mereka seharusnya meneladani dan meniru Kristus. Dengan mengikuti teladan pemimpin yang mengikuti Kristus, jemaat juga akan meniru kehidupan yang sama dari Tuhan.

Dengan demikian, teladan utama yang hendaknya diikuti gereja adalah Kristus. Figur-figur lain seperti Hawa yang terakhir, gadis Sunem, merpati (dalam sifatnya), Daud (dalam meniru keinginan Tuhan), Rasul Paulus, dan para pemimpin rohani yang meneladani Kristus, dapat menjadi contoh dan panduan dalam berbagai aspek kesetiaan dan pengabdian kepada Tuhan.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...