Langsung ke konten utama

Kuasa Ikat Janji (bagian 3)

Upper Room 181 - Maret 2025

Dr. Jonathan David 

Pembicaraan ini menekankan pentingnya transformasi internal bagi umat Kristen agar mereka tidak berperilaku seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (orang fasik). Transformasi internal yang mendalam bagi individu Kristen, yang kemudian akan menghasilkan transformasi sosial yang nyata (seperti pencuri bertransformasi menjadi penyedia berkat). 

Dr. Jonathan David menjelaskan bahwa Tuhan bekerja dalam hati seseorang sampai mereka sepenuhnya berkomitmen pada tugas yang diberikan-Nya, yang akan membawa pada karunia untuk bertindak. Beliau juga membahas tentang bagaimana cara berpikir yang salah dan emosi negatif dapat menghambat pemahaman spiritual dan menjauhkan seseorang dari tujuan Tuhan. Di sini juga disorot peran pelayanan lima jawatan dalam memfasilitasi transformasi ini dan memperingatkan terhadap cara hidup yang tidak menghasilkan buah ("cara hidup orang fasik"). Lebih lanjut, khotbah ini menyoroti konsep "ikat janji" dengan Tuhan, sebuah kemitraan di mana Tuhan bekerja untuk mewujudkan janji-janji-Nya, meskipun ada keraguan dan rintangan manusiawi. Ikat janji dengan Tuhan (covenant) menjadi fondasi bagi terjadinya transformasi.


Tema sentral: Transformasi Internal dan Aplikasinya dalam Kehidupan Gereja dan Pribadi

1. Pentingnya Transformasi Internal Sebelum Tindakan Nyata

Banyak orang ingin melakukan hal-hal besar tanpa mengalami perubahan internal terlebih dahulu. Tuhan bekerja di hati seseorang sampai ada kesediaan dan persetujuan internal untuk mengikuti-Nya.

Kasih karunia untuk bertindak datang setelah ada komitmen internal. Bukan sebaliknya, di mana orang menginginkan urapan tanpa keseriusan dalam tugas yang diberikan. Seseorang harus teruji dan terbukti secara internal sebelum Tuhan dapat mempromosikannya.

Merasa seperti seorang "jutawan" secara internal (berpikir dan bertindak agung dan penuh kehormatan) lebih penting daripada memiliki kekayaan materi saat ini. Ini adalah masa "percobaan" untuk melihat bagaimana seseorang bersikap.

Konsep "jutawan dalam masa percobaan" memiliki beberapa implikasi praktis:

Fokus pada karakter dan perilaku saat ini, bukan hanya potensi masa depan. Meskipun seseorang memiliki potensi untuk menjadi "jutawan" (dalam konteks yang lebih luas, mungkin berarti sukses, berpengaruh, atau diberkati secara signifikan), Tuhan sedang menguji karakternya melalui keadaan saat ini. Bagaimana seseorang bersikap dan berpikir sekarang adalah indikator penting bagi kesiapan untuk tanggung jawab yang lebih besar.

  • Pentingnya memiliki pola pikir dan perilaku yang sesuai dengan status masa depan yang dijanjikan. Meskipun belum memiliki kekayaan materi, seseorang harus berpikir dan bertindak seperti seorang jutawan secara internal, membawa diri dengan agung dan penuh kehormatan. Ini berarti menginternalisasi identitas dan potensi yang Tuhan berikan, dan memanifestasikannya dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

  • Masa percobaan sebagai waktu pembuktian diri. Tuhan tidak akan mempromosikan seseorang hanya berdasarkan potensi, tetapi berdasarkan bagaimana mereka bersikap selama masa "percobaan" ini. Ini adalah waktu untuk menunjukkan bahwa seseorang dapat dipercaya dan bertanggung jawab, bahkan dalam keadaan yang mungkin belum ideal.

  • Kontras dengan pola pikir dan perilaku "orang miskin". Bersikap dan berpikir seperti orang miskin (dengan mentalitas kekurangan, ketakutan, atau keraguan) akan menghambat kemajuan, tidak peduli seberapa hebat potensi yang dimiliki. Transformasi internal dalam cara berpikir dan merasa adalah kunci.

  • Analogi mentalitas ayam dan burung rajawali yang menunggu angin siap untuk terbang. Sama seperti burung rajawali yang menunggu angin untuk terbang tinggi, orang yang berada dalam "masa percobaan" perlu terus terhubung dengan Tuhan ("Papa") dan siap ketika "angin" (kesempatan atau promosi dari Tuhan) bertiup. Ini membutuhkan kesabaran, kewaspadaan rohani, dan kesiapan untuk bertindak ketika waktunya tepat.

Apa perbedaan antara mentalitas "ayam" dan mentalitas "burung rajawali" dalam konteks menunggu Tuhan ini?

Mentalitas "ayam" menggambarkan orang yang terus berlarian dan berusaha melakukan segalanya dengan kekuatannya sendiri, sementara mentalitas "burung rajawali" adalah menunggu Tuhan dan "angin Roh" untuk membawanya terbang, menunjukkan ketergantungan pada Tuhan.


"Menangkap angin Roh" berarti peka dan responsif terhadap waktu dan cara Tuhan bekerja melalui Firman-Nya. Ketika Roh mulai membawa Firman dengan kuat, seseorang harus segera bertindak dan bergerak maju karena pintu kesempatan sedang terbuka.


Secara sederhana, konsep "jutawan dalam masa percobaan" berarti bahwa status atau berkat masa depan yang dijanjikan oleh Tuhan memerlukan kesiapan internal yang tercermin dalam pikiran, sikap, dan tindakan saat ini. Masa kini adalah waktu untuk mengembangkan karakter dan pola pikir yang sesuai dengan janji Tuhan, sehingga ketika kesempatan datang, seseorang siap untuk menerimanya dan mengelolanya dengan baik.


2. Peran Pelayanan Lima Jawatan (Efesus 4:11-12)

  • Tuhan memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus.

  • Tujuan utamanya adalah melatih jemaat untuk melayani, bukan hanya dilayani oleh gembala.

  • Pelayanan lima jawatan berfungsi untuk mereproduksi diri mereka dalam kehidupan orang lain, sehingga setiap anggota gereja dapat berfungsi dengan baik.

  • Pandangan tradisional di mana gembala melakukan segalanya dan jemaat hanya menerima adalah tidak alkitabiah.

  • Jika gereja berfungsi dengan baik, jemaat tidak lagi seperti anak-anak yang mudah diombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran (Efesus 4:14).

Dr. Jonathan David menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini:

  • Tujuan utama pelayanan lima jawatan bukanlah agar mereka sendiri yang melakukan semua pelayanan, melainkan melatih dan memperlengkapi jemaat untuk melakukan pekerjaan pelayanan.

Sebagai contoh, seorang gembala seharusnya melatih jemaat untuk menjadi gembala, seorang penginjil melatih untuk melakukan penginjilan, sehingga setiap anggota gereja dapat berfungsi dengan baik.

  • Pelayanan lima jawatan berfungsi untuk mentransfer sifat dasar mereka kepada jemaat sebagai sebuah pekerjaan. Mereka adalah model yang Tuhan gunakan untuk mereproduksi diri mereka dalam kehidupan orang lain.

Dengan demikian, tujuan akhirnya adalah agar setiap orang di gereja diperlengkapi dalam berbagai bidang dan dimensi, sehingga tidak ada seorang pun yang menjadi bagian cadangan.

  • Jika pelayanan lima jawatan berfungsi secara efektif dan melepaskan anggota jemaat untuk melayani, maka akan ada hasil, yaitu jemaat tidak lagi seperti anak-anak yang mudah diombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran (Efesus 4:14). Mereka akan menjadi dewasa dan tahu bagaimana bertanggung jawab.

  • Pada akhirnya, jika setiap bagian individu (anggota jemaat yang telah diperlengkapi) bekerja dengan baik dan berfungsi, maka akan menyebabkan pertumbuhan seluruh tubuh Kristus (Efesus 4:16).


  • Mengapa pandangan tradisional tentang gembala yang melakukan segalanya bagi jemaat dianggap tidak alkitabiah?


Pandangan tradisional tidak alkitabiah karena Alkitab mengajarkan bahwa pelayanan lima jawatan berfungsi untuk mereproduksi diri mereka dalam jemaat, sehingga setiap orang dilatih dan berfungsi dalam berbagai aspek pelayanan, bukan hanya satu orang yang menanggung semua beban.


Jadi, inti dari tujuan pelayanan lima jawatan adalah pemberdayaan dan pelibatan seluruh jemaat dalam pelayanan dan pembangunan gereja, sehingga mencapai kedewasaan rohani dan pertumbuhan bersama dalam tubuh Kristus.


3. Cara Hidup Orang Fasik yang Harus Dihindari (Efesus 4:17-19)

  • Cara berpikir dan bertindak orang yang tidak mengenal Allah adalah sia-sia, gelap pengertiannya, dan jauh dari persekutuan dengan Allah.

  • Perasaan mereka telah tumpul sehingga menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan segala macam kecemaran dengan serakah.

  • Pikiran jemaat perlu diubah.

    • Berhenti memikirkan sesuatu yang tidak akan menghasilkan buah. Pikiran negatif dan keluhan tidak produktif.

    • Pengertian dapat menjadi gelap karena masuknya emosi negatif. Emosi negatif mengaburkan pandangan dan mengubah keyakinan.

    • Terputus dari kehidupan Allah yang ada di dalam roh. Emosi negatif menghalangi komunikasi rohani.

    • Menimbulkan suatu area yang menjadi titik buta. Kemarahan dan frustrasi membuat seseorang tidak dapat melihat kebaikan atau kebenaran.

    • Menumbuhkan kekerasan hati dan kehilangan kemampuan untuk menerima Firman Tuhan dengan akurat. Hati yang keras menghalangi suara Tuhan.

    • Menghancurkan batasan sejak awal dari pemerintahan Tuhan dalam hidup.

    • Kekacauan terjadi. Hal-hal negatif mengalir tanpa dasar.

Pola pikir "orang fasik" sangat menghalangi pertumbuhan rohani dalam beberapa cara yang signifikan:

  • Memikirkan hal-hal yang tidak menghasilkan buah: Pola pikir ini terfokus pada pemikiran yang tidak produktif dan tidak membawa dampak positif. Dr. Jonathan David menekankan untuk berhenti memikirkan hal-hal yang tidak akan menghasilkan hasil. Jika suatu pemikiran tidak membuahkan hasil yang baik, maka tidak ada manfaatnya untuk dipikirkan terus-menerus. Ini menghabiskan energi mental dan emosional yang seharusnya dapat digunakan untuk pertumbuhan rohani.

  • Pengertian menjadi gelap karena emosi negatif: Masuknya emosi negatif dapat mengaburkan pemahaman seseorang, bahkan mengubah apa yang mereka yakini penting. Ketika seseorang semakin negatif secara emosional, pemahamannya akan kebenaran rohani dan kehendak Tuhan dapat terdistorsi.

Filipi 2:14 mengajarkan untuk melakukan segala sesuatu tanpa keluhan atau perselisihan. Ayat ini menggambarkan bagaimana orang sering kali bergumul dan bersungut-sungut dalam mengikuti Tuhan, padahal seharusnya mereka merespons dengan ketaatan yang sukacita.

  • Terputus dari kehidupan Allah dalam roh: Emosi negatif dapat menyumbat saluran komunikasi dengan roh Allah di dalam diri seseorang. Akibatnya, roh tidak lagi dapat berkomunikasi dengan efektif, membuat individu tersebut sulit untuk bersikap spiritual dan menerima bimbingan ilahi.

  • Menimbulkan titik buta: Pola pikir negatif dan emosi yang kuat seperti marah dan frustasi dapat menciptakan area "titik buta" dalam pikiran seseorang, di mana mereka tidak dapat melihat kebaikan, kebenaran, atau berkat yang telah mereka terima. Ini menghalangi mereka untuk memiliki perspektif yang benar dan menghargai karya Tuhan dalam hidup mereka. Contoh: Seorang jemaat yang hanya fokus pada satu perkataan gembala yang dianggapnya menyerangnya pada hari Minggu itu dan melupakan 14 tahun berkat menunjukkan bagaimana titik buta membutakan terhadap segala kebaikan yang telah diterimanya.

  • Menumbuhkan kekerasan hati dan kehilangan kemampuan menerima Firman Tuhan dengan akurat: Hati yang dikeraskan oleh pola pikir negatif menjadi lambat untuk percaya dan sulit menerima Firman Tuhan. Ketika hati mengeras, suara Tuhan tidak dapat masuk dan dipahami dengan benar.

  • Menghancurkan batasan pemerintahan Tuhan dalam hidup: Pola pikir "orang fasik" cenderung mendobrak atau menghancurkan batasan-batasan yang ditetapkan oleh Tuhan dalam kehidupan seseorang sejak awal. Ini membuka pintu bagi pengaruh negatif dan menjauhkan dari kehendak Tuhan.

  • Menyebabkan kekacauan: Pola pikir ini dapat memicu berbagai hal negatif seperti tuduhan tanpa dasar dan konflik. Ini menciptakan lingkungan internal dan eksternal yang tidak kondusif untuk pertumbuhan rohani yang damai dan teratur.

  • Beroperasi dalam kesia-siaan pikiran: Orang fasik memikirkan hal-hal yang tidak menghasilkan buah dan hanya mendatangkan emosi negatif serta kehancuran, bukan pertumbuhan. Mereka berfokus pada keluhan dan hal-hal yang tidak membangun.

Secara keseluruhan, pola pikir "orang fasik" menjauhkan seseorang dari Tuhan, membutakan mereka terhadap kebenaran, mengeraskan hati mereka, dan menciptakan kekacauan dalam hidup mereka. Sebaliknya, pentingnya memperbarui pikiran dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Dengan menghindari pola pikir "orang fasik" dan belajar jalan Kristus, pertumbuhan rohani yang sejati dapat terjadi.


4. Transformasi Sejati: Contoh dari Seorang Pencuri (Efesus 4:28)

Ayat ini menggambarkan transformasi sosial yang radikal ketika gereja dirancang dengan benar. Ada tujuh langkah transformasi yang ditunjukkan:

  • Perubahan sifat dasar internal: Bukan lagi seorang pencuri secara internal.

  • Berhenti mencuri: Tidak lagi melakukan tindakan mencuri.

  • Mulai bekerja keras: Memiliki keinginan untuk bekerja.

  • Mengerjakan dengan tangannya sendiri: Mempelajari keterampilan atau perdagangan.

  • Sekarang dapat menghasilkan kebaikan: Sebelumnya menghasilkan kejahatan.

  • Berkelebihan/surplus: Memiliki sesuatu untuk dibagikan.

  • Sekarang seorang pemberi: Tidak hanya berkelebihan tetapi juga memiliki sifat memberi.


5. Kuasa Ikat Janji (Perjanjian) dengan Tuhan

  • Tuhan ingin membentuk dan mentransformasi umat-Nya sehingga tidak ada lagi cara hidup duniawi dalam diri mereka.

  • Transformasi yang sejati mempersiapkan seseorang untuk berdampak di "marketplace".

  • Tuhan mengajak Abram untuk berjalan bersama-Nya dan hidup tak bercela dalam hubungan ikat janji.

  • Bahaya yang menjauhkan dari destiny:

    • Kebutuhan.

    • Konflik dengan orang terdekat.

    • Peperangan.

    • Tawaran duniawi (simbol Raja Sodom) yang mengkompromikan nilai-nilai rohani.

  • Melalui ikat janji, Tuhan berjanji untuk menjadi perisai dan upah yang besar bagi Abram.

  • Bahkan ketika Abram membuat kesalahan, karena ikat janji, Tuhan terus bekerja dalam hidupnya untuk menggenapi janji-Nya.

  • Kekuatan ikat janji adalah bahwa Tuhan akan bekerja dalam hidup seseorang (pikiran, tubuh, dan lingkungan) sehingga janji-Nya menjadi kenyataan, terlepas dari keterbatasan manusiawi.

  • Ikat janji memungkinkan seseorang untuk percaya pada janji Tuhan meskipun keadaan terlihat bertentangan.

Ikat janji dengan Tuhan secara fundamental mengubah perspektif Abram dalam beberapa cara penting. Sebelum perjanjian, Abram menunjukkan keraguan dan ketidakpastian terhadap janji-janji Tuhan. Berikut adalah bagaimana ikat janji mengubah perspektifnya:

  • Dari keraguan menjadi kepastian akan pemenuhan janji Tuhan: Awalnya, Abram mempertanyakan bagaimana Tuhan akan memenuhi janji-Nya, terutama mengenai keturunannya karena ia tidak memiliki anak dan ahli warisnya adalah hambanya, Eliezer. Ia bahkan tampak mencoba membantu Tuhan dengan rencananya sendiri. Namun, melalui proses ikat janji (perjanjian) yang Tuhan inisiasi dalam Kejadian 15, di mana Tuhan sendiri yang lewat di antara potongan-potongan daging, Abram menerima jaminan ilahi dan kepastian bahwa janji Tuhan akan digenapi. Tindakan Tuhan ini menunjukkan komitmen sepihak dan tak tergoyahkan terhadap perjanjian-Nya.

  • Dari fokus pada keterbatasan diri dan keadaan menjadi fokus pada kekuatan dan kesetiaan Tuhan: Sebelum ikat janji, Abram lebih berfokus pada keadaannya saat ini—tidak memiliki anak, rumahnya tidak teratur, dan usianya yang semakin tua—yang membuatnya sulit untuk mempercayai janji Tuhan. Setelah ikat janji, perspektifnya bergeser untuk lebih mempercayai kemampuan dan kesetiaan Tuhan untuk mewujudkan apa yang telah dijanjikan, terlepas dari keterbatasan Abram sendiri atau keadaan sekitarnya.

  • Dari mencari solusi sendiri menjadi berserah pada rencana Tuhan: Sebelum perjanjian, Abram mencoba mencari cara alternatif untuk memenuhi janji Tuhan, seperti menjadikan Eliezer sebagai ahli waris atau melalui Hagar. Ikat janji mengajarkannya untuk tidak mengandalkan usahanya sendiri atau mencari jalan pintas, tetapi untuk berserah pada rencana dan waktu Tuhan. Tuhan menunjukkan bahwa Ia akan bekerja dalam hidup Abram dan bahkan mengubah keadaannya (termasuk tubuhnya dan istrinya) agar janji-Nya tergenapi.

  • Memahami kemitraan dengan Tuhan: Melalui ikat janji, Abram mulai memahami bahwa ia berada dalam kemitraan yang mendalam dengan Tuhan. Tuhan berkata kepada Abram bahwa jika Ia akan melakukan sesuatu yang besar (seperti menghancurkan Sodom dan Gomora), Ia akan melibatkan Abram terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa Abram tidak lagi berjalan sendiri, tetapi memiliki hubungan yang erat di mana ia dapat berunding dengan Tuhan.

  • Menerima identitas baru sebagai bagian dari rencana Tuhan: Setelah Tuhan meneguhkan perjanjian-Nya, Ia juga menegaskan identitas Abram sebagai "Abramnya Allah Yang Mahatinggi," bukan hanya Abram dari Terah atau Abram dari Mesopotamia. Ini memberikan Abram perspektif yang lebih agung tentang dirinya dan perannya dalam rencana Tuhan bagi bangsa-bangsa.

Singkatnya, ikat janji mengubah perspektif Abram dari keraguan dan ketergantungan pada diri sendiri menjadi iman yang teguh pada janji dan kuasa Tuhan, serta pemahaman tentang kemitraan dan identitas barunya dalam rencana ilahi. Ia belajar bahwa Tuhan akan bekerja secara aktif untuk menggenapi janji-Nya, bahkan ketika keadaan tampak mustahil.

Ada tiga hal yang dapat menjauhkan seseorang dari perjalanan takdir (destiny):

(1) kebutuhan yang tidak dikelola dengan benar sehingga menjauhkan dari fokus pada tujuan Tuhan; (2) konflik dengan orang-orang terdekat yang dapat mengalihkan perhatian; (3) terlibat dalam "perang" atau proyek tanpa melibatkan kemitraan dengan Tuhan.

Kesimpulan

Untuk mengalami transformasi sosial dan menjadi berkat bagi orang lain, individu Kristen perlu mengalami transformasi internal yang dikerjakan oleh Tuhan. Pelayanan lima jawatan berperan penting dalam memfasilitasi proses ini dengan memperlengkapi jemaat untuk pelayanan. Penting untuk menghindari pola pikir dan perilaku duniawi yang tidak menghasilkan buah. Hubungan ikat janji dengan Tuhan adalah fondasi yang kuat di mana transformasi sejati dapat terjadi, di mana Tuhan sendiri bekerja untuk menggenapi janji-janji-Nya dalam kehidupan umat-Nya.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...