Langsung ke konten utama

Preparing the Bride Session 10: Intimate Fellowship

❤️

Intimate Fellowship: The Church as Christ's Beloved


Sesi ini masih membahas kerinduan Tuhan agar gereja memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, layaknya seorang kekasih dalam hubungan yang dalam dan manunggal dengan-Nya. Kemanunggalan gereja dengan Kristus dianalogikan dengan hubungan suami istri yang dipersatukan oleh Tuhan. Kidung Agung adalah gambaran hubungan ideal ini, menyoroti metafora "rumah pesta" atau "rumah anggur" sebagai tempat persekutuan rohani yang mendalam. Sesi ini menekankan bahwa cinta gereja kepada Kristus harus tercermin dalam ketaatan pada perintah-Nya dan terbukti secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang lain dapat melihat dan mengenali kasih tersebut.

Kid 2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta [KJV: banqueting house.  Heb. house of wine. rumah anggur] , dan panjinya di atasku adalah cinta. 5  Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6  Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7  Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Bagaimana karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari?

Karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa aspek penting. Berikut adalah penjelasannya:

  • Memiliki Kerinduan yang Mendalam untuk Bersekutu Intim dengan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena adanya kerinduan yang tulus untuk berada dekat dengan-Nya. Ini berarti mencari hadirat Tuhan tidak hanya saat membutuhkan sesuatu, tetapi sebagai tujuan utama dalam hidup.

  • Mengakui Tuhan sebagai Kekasih Utama. Dalam keseharian, ini berarti menempatkan Tuhan di atas segala hal dalam hidup, termasuk harta, kekuasaan, dan hubungan duniawi lainnya. Keputusan dan tindakan sehari-hari didasarkan pada kasih dan kesetiaan kepada Tuhan sebagai yang terutama.

  • Membangun Persekutuan Intim dengan Tuhan Melalui "Rumah Anggur". Secara rohani, "rumah anggur" melambangkan tempat persekutuan intim dengan Kristus yang dimungkinkan melalui darah-Nya. 

Ini adalah tempat untuk menikmati "anggur" dan saling berkasih-kasihan dalam persekutuan intim, bukan hubungan seksual. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar tentang maknanya sebagai persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus. Selain itu, ini juga berarti menghidupi firman Tuhan yang diibaratkan sebagai "anggur" yang memuaskan dan memelihara hubungan kasih dengan-Nya.

  • Membalas Kasih Tuhan dengan Kasih yang Sungguh-Sungguh dan Totalitas. Tuhan mengasihi gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya. Sebagai balasannya, gereja diharapkan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti mengabdikan seluruh aspek kehidupan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan motivasi kasih yang tulus, bukan karena mengharapkan imbalan. Ini juga berarti tidak menyisakan hati, jiwa, dan pikiran untuk kepentingan diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.


  • Mentaati Perintah Tuhan dan Hidup Berdasarkan Prinsip-Prinsip-Nya. Kasih kepada Tuhan dibuktikan melalui ketaatan pada perintah-perintah-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti berusaha untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan dalam segala tindakan, perkataan, dan pikiran, bahkan jika itu berbeda dengan nilai-nilai dunia.


  • Mempublikasikan Cinta kepada Tuhan Melalui Kehidupan yang Berubah. "Panji cinta" yang berkibar di atas gereja sebagai kekasih Tuhan berarti bahwa kehidupan orang percaya menjadi kesaksian nyata tentang kasih mereka kepada Tuhan sehingga dapat dilihat dan diketahui oleh orang lain. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi tentang tindakan dan gaya hidup yang mencerminkan kasih dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Siap Menghadapi Penolakan Dunia. Karena gereja sebagai kekasih Kristus bukan berasal dari dunia, maka dunia akan membenci mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti tidak terkejut atau goyah ketika menghadapi penolakan atau permusuhan dari dunia karena mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Mengutamakan Keintiman dengan Tuhan Dibandingkan Kenikmatan Duniawi. Seperti gadis Sunem yang lebih merindukan kecupan kekasihnya daripada anggur terbaik di istana, gereja diharapkan untuk lebih mengutamakan persekutuan yang intim dengan Kristus daripada segala kenikmatan, kehormatan, atau berkat duniawi.

Dengan menghidupi karakteristik-karakteristik ini dalam setiap aspek kehidupan, gereja sebagai kekasih Tuhan dapat mewujudkan harapan-Nya dan menjadi saksi yang efektif bagi dunia. Penting untuk diingat bahwa sekadar mengucapkan kasih kepada Tuhan tidaklah cukup, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan dan ketaatan yang konsisten.


Bagaimana persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan?


Persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber sebagai sebuah hubungan yang dalam dan personal, seperti hubungan antara seorang kekasih dengan kekasihnya. Ini bukan hanya hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, meskipun aspek-aspek tersebut juga ada, tetapi lebih spesifik sebagai hubungan kasih yang tertinggi di mana Tuhan diakui sebagai sang kekasih.

Berikut adalah beberapa cara persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Kerinduan yang Mendalam dan Terus-Menerus: Digambarkan sebagai suatu kerinduan yang sangat kuat untuk berada dekat dengan Tuhan. Ini bukan hanya terjadi saat ada kebutuhan, tetapi merupakan aspirasi dan visi hidup rohani yang terus-menerus diimpikan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan dengan tulus.

  • "Rumah Pesta" atau "Rumah Anggur": Sumber menggunakan metafora "rumah pesta" atau yang lebih tepat diterjemahkan sebagai "rumah anggur" untuk menggambarkan tempat atau kondisi rohani di mana persekutuan intim ini terjalin. Ini bukan sekadar hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, tetapi hubungan kasih yang terdalam. Tempat ini bukanlah untuk hubungan seksual, tetapi merupakan tempat untuk saling berkasih-kasihan dan menikmati "anggur" yang melambangkan persekutuan melalui darah Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diartikan sebagai aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar serta menghidupi firman Tuhan.

[rhema: Persekutuan bukan hanya bicara dalam konteks sempit Perjamuan Kudus di mana anggur melambangkan darah Kristus. Dalam aplikasinya kita melihat bagaimana rasul Paulus dan persekutuannya dengan Kristus dalam konteks ini adalah persekutuan dalam penderitaan yang berdarah-darah.

Flp 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya 

Kita mungkin tidak harus berdarah-darah, karena setiap orang diberikan kasih karunia yang berbeda-beda.]


  • Inisiatif dari Tuhan: Digambarkan bahwa Tuhan sendiri yang mengambil inisiatif untuk membawa gereja-Nya, sebagai kekasih-Nya, ke "rumah anggur" ini. Ini menunjukkan bahwa persekutuan intim ini dimungkinkan karena kasih dan pengorbanan Kristus.

  • Respons dengan Kasih yang Sama: Sebagai respons terhadap kasih Tuhan, gereja diharapkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kasih ini harus total dan tidak menyisakan sedikit pun untuk diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

  • Persatuan dan Kemanunggalan dengan Kristus: Persekutuan intim ini bertujuan untuk membawa gereja kepada kemanunggalan dengan Kristus, menjadi satu dengan-Nya seperti hubungan suami dan istri yang dipersatukan oleh Tuhan.

  • Terbebas dari Gangguan: Kerinduan untuk berada di "rumah anggur" juga mencerminkan keinginan untuk terbebas dari segala hal yang dapat mengganggu hubungan kasih antara gereja dan Kristus.

  • Lebih Nikmat dari Kenikmatan Duniawi: Digambarkan bahwa keintiman dengan Tuhan lebih nikmat daripada segala kenikmatan duniawi, termasuk kehormatan dan berkat-berkat dunia.

  • Bukan Hanya Sekedar Kata-kata: Persekutuan intim ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui ketaatan pada perintah Tuhan dan gaya hidup yang berbeda dari dunia.

Singkatnya, persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan sebagai hubungan kasih yang mendalam dan terus-menerus dirindukan, di mana Tuhan mengambil inisiatif untuk mempertemukan diri dengan umat-Nya dalam suatu kondisi rohani yang digambarkan sebagai "rumah anggur", dan umat-Nya merespons dengan kasih yang total dan ketaatan, sehingga terjalin persatuan yang lebih berharga dari segala kenikmatan duniawi.


Mengapa cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan?


Cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan karena beberapa alasan penting yang terdapat dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Menunjukkan Kualitas Cinta yang Sejati: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan bukan sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi membuktikan kualitas cinta tersebut melalui tindakan dan gaya hidup. Sumber menyatakan bahwa banyak orang hanya mengatakan mencintai Tuhan tanpa ada bukti yang terlihat dalam kehidupan mereka.

  • Menjadi "Panji Cinta": Analogi "panji cinta" di atas gereja yang adalah kekasih Tuhan menggambarkan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya menjadi pengumuman atau kesaksian yang terlihat oleh banyak orang tentang kasih mereka kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa hubungan dan kualitas cinta mereka diketahui oleh publik.

  • Merespons Kasih Tuhan yang Telah Dinyatakan: Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya yang besar dengan menyerahkan nyawa-Nya. Mempublikasikan cinta adalah cara gereja untuk mengimbangi atau membalas kasih tersebut dengan kualitas cinta yang sama, bahkan rela menyerahkan nyawa.

  • Pembuktian Ketaatan dan Hidup Berdasarkan Firman Tuhan: Cinta kepada Tuhan terwujud dalam memegang dan melakukan perintah-perintah-Nya. Ketika orang lain melihat seorang percaya hidup berdasarkan prinsip dan perintah Tuhan, itu menjadi bukti nyata bahwa mereka mengasihi Tuhan. Gaya hidup yang berbeda dari dunia menjadi cara untuk mempublikasikan cinta ini.

  • Menjadi Saksi Kristus: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan berarti menjadi saksi Kristus. Orang lain dapat melihat kasih Kristus melalui kehidupan orang percaya dan tingkah laku mereka yang berbeda dari umumnya di dunia.

  • Lebih dari Sekadar Identitas Formal: Hanya diketahui sebagai seorang Kristen berdasarkan kartu identitas tidak cukup untuk mempublikasikan cinta kepada Tuhan. Publikasi yang sejati terjadi ketika kehidupan sehari-hari dan tindakan seseorang menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang intim dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

  • Menghindari Mentalitas Matre: Motivasi dalam mengasihi Tuhan seharusnya bukan hanya karena mengharapkan berkat. Cinta yang dipublikasikan dengan benar menunjukkan kasih yang tulus dan pengabdian tanpa pamrih.

Singkatnya, cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan agar kualitas dan ketulusan kasih tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain, menjadi kesaksian yang hidup tentang Kristus, dan sebagai respons yang sepadan atas kasih Tuhan yang telah lebih dahulu dinyatakan. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi terutama tentang kehidupan yang diubahkan oleh kasih kepada Tuhan.

**Peringatan Terhadap Cinta yang Tidak Terbukti **

Contoh Petrus yang mengaku bersedia masuk penjara dan mati bersama Yesus (Lukas 22:33) dibandingkan dengan penggambar dibawa ke rumah anggur untuk mengasihi Tuhan dengan harga mahal.

Ucapan Petrus dianggap sebagai "rayuan gombal" karena tidak terbukti.

Yesus meramalkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok (Lukas 22:34), dan ini terjadi.

Ini menunjukkan perbedaan antara perkataan cinta dan tindakan cinta yang sebenarnya.

Cinta yang dipublikasikan bukanlah cinta yang mementingkan diri sendiri seperti yang ditunjukkan Petrus saat menyangkal Yesus untuk menyelamatkan dirinya.


**Kesimpulan dan Tantangan**

Ada posisi rohani persekutuan intim dengan Tuhan yang bukan hanya karena tugas atau berkat.

Penting untuk merenungkan apakah banyak orang mengetahui bahwa kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, bukan hanya sekadar identitas agama.

Tuhan berharap agar kehidupan kita di dunia membuktikan bahwa kita hidup dalam "rumah anggur" dan mempublikasikan cinta kita kepada-Nya.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...