Langsung ke konten utama

Preparing the Bride Session 10: Intimate Fellowship

❤️

Intimate Fellowship: The Church as Christ's Beloved


Sesi ini masih membahas kerinduan Tuhan agar gereja memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, layaknya seorang kekasih dalam hubungan yang dalam dan manunggal dengan-Nya. Kemanunggalan gereja dengan Kristus dianalogikan dengan hubungan suami istri yang dipersatukan oleh Tuhan. Kidung Agung adalah gambaran hubungan ideal ini, menyoroti metafora "rumah pesta" atau "rumah anggur" sebagai tempat persekutuan rohani yang mendalam. Sesi ini menekankan bahwa cinta gereja kepada Kristus harus tercermin dalam ketaatan pada perintah-Nya dan terbukti secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang lain dapat melihat dan mengenali kasih tersebut.

Kid 2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta [KJV: banqueting house.  Heb. house of wine. rumah anggur] , dan panjinya di atasku adalah cinta. 5  Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6  Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7  Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Bagaimana karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari?

Karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa aspek penting. Berikut adalah penjelasannya:

  • Memiliki Kerinduan yang Mendalam untuk Bersekutu Intim dengan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena adanya kerinduan yang tulus untuk berada dekat dengan-Nya. Ini berarti mencari hadirat Tuhan tidak hanya saat membutuhkan sesuatu, tetapi sebagai tujuan utama dalam hidup.

  • Mengakui Tuhan sebagai Kekasih Utama. Dalam keseharian, ini berarti menempatkan Tuhan di atas segala hal dalam hidup, termasuk harta, kekuasaan, dan hubungan duniawi lainnya. Keputusan dan tindakan sehari-hari didasarkan pada kasih dan kesetiaan kepada Tuhan sebagai yang terutama.

  • Membangun Persekutuan Intim dengan Tuhan Melalui "Rumah Anggur". Secara rohani, "rumah anggur" melambangkan tempat persekutuan intim dengan Kristus yang dimungkinkan melalui darah-Nya. 

Ini adalah tempat untuk menikmati "anggur" dan saling berkasih-kasihan dalam persekutuan intim, bukan hubungan seksual. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar tentang maknanya sebagai persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus. Selain itu, ini juga berarti menghidupi firman Tuhan yang diibaratkan sebagai "anggur" yang memuaskan dan memelihara hubungan kasih dengan-Nya.

  • Membalas Kasih Tuhan dengan Kasih yang Sungguh-Sungguh dan Totalitas. Tuhan mengasihi gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya. Sebagai balasannya, gereja diharapkan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti mengabdikan seluruh aspek kehidupan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan motivasi kasih yang tulus, bukan karena mengharapkan imbalan. Ini juga berarti tidak menyisakan hati, jiwa, dan pikiran untuk kepentingan diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.


  • Mentaati Perintah Tuhan dan Hidup Berdasarkan Prinsip-Prinsip-Nya. Kasih kepada Tuhan dibuktikan melalui ketaatan pada perintah-perintah-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti berusaha untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan dalam segala tindakan, perkataan, dan pikiran, bahkan jika itu berbeda dengan nilai-nilai dunia.


  • Mempublikasikan Cinta kepada Tuhan Melalui Kehidupan yang Berubah. "Panji cinta" yang berkibar di atas gereja sebagai kekasih Tuhan berarti bahwa kehidupan orang percaya menjadi kesaksian nyata tentang kasih mereka kepada Tuhan sehingga dapat dilihat dan diketahui oleh orang lain. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi tentang tindakan dan gaya hidup yang mencerminkan kasih dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Siap Menghadapi Penolakan Dunia. Karena gereja sebagai kekasih Kristus bukan berasal dari dunia, maka dunia akan membenci mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti tidak terkejut atau goyah ketika menghadapi penolakan atau permusuhan dari dunia karena mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Mengutamakan Keintiman dengan Tuhan Dibandingkan Kenikmatan Duniawi. Seperti gadis Sunem yang lebih merindukan kecupan kekasihnya daripada anggur terbaik di istana, gereja diharapkan untuk lebih mengutamakan persekutuan yang intim dengan Kristus daripada segala kenikmatan, kehormatan, atau berkat duniawi.

Dengan menghidupi karakteristik-karakteristik ini dalam setiap aspek kehidupan, gereja sebagai kekasih Tuhan dapat mewujudkan harapan-Nya dan menjadi saksi yang efektif bagi dunia. Penting untuk diingat bahwa sekadar mengucapkan kasih kepada Tuhan tidaklah cukup, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan dan ketaatan yang konsisten.


Bagaimana persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan?


Persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber sebagai sebuah hubungan yang dalam dan personal, seperti hubungan antara seorang kekasih dengan kekasihnya. Ini bukan hanya hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, meskipun aspek-aspek tersebut juga ada, tetapi lebih spesifik sebagai hubungan kasih yang tertinggi di mana Tuhan diakui sebagai sang kekasih.

Berikut adalah beberapa cara persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Kerinduan yang Mendalam dan Terus-Menerus: Digambarkan sebagai suatu kerinduan yang sangat kuat untuk berada dekat dengan Tuhan. Ini bukan hanya terjadi saat ada kebutuhan, tetapi merupakan aspirasi dan visi hidup rohani yang terus-menerus diimpikan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan dengan tulus.

  • "Rumah Pesta" atau "Rumah Anggur": Sumber menggunakan metafora "rumah pesta" atau yang lebih tepat diterjemahkan sebagai "rumah anggur" untuk menggambarkan tempat atau kondisi rohani di mana persekutuan intim ini terjalin. Ini bukan sekadar hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, tetapi hubungan kasih yang terdalam. Tempat ini bukanlah untuk hubungan seksual, tetapi merupakan tempat untuk saling berkasih-kasihan dan menikmati "anggur" yang melambangkan persekutuan melalui darah Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diartikan sebagai aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar serta menghidupi firman Tuhan.

[rhema: Persekutuan bukan hanya bicara dalam konteks sempit Perjamuan Kudus di mana anggur melambangkan darah Kristus. Dalam aplikasinya kita melihat bagaimana rasul Paulus dan persekutuannya dengan Kristus dalam konteks ini adalah persekutuan dalam penderitaan yang berdarah-darah.

Flp 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya 

Kita mungkin tidak harus berdarah-darah, karena setiap orang diberikan kasih karunia yang berbeda-beda.]


  • Inisiatif dari Tuhan: Digambarkan bahwa Tuhan sendiri yang mengambil inisiatif untuk membawa gereja-Nya, sebagai kekasih-Nya, ke "rumah anggur" ini. Ini menunjukkan bahwa persekutuan intim ini dimungkinkan karena kasih dan pengorbanan Kristus.

  • Respons dengan Kasih yang Sama: Sebagai respons terhadap kasih Tuhan, gereja diharapkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kasih ini harus total dan tidak menyisakan sedikit pun untuk diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

  • Persatuan dan Kemanunggalan dengan Kristus: Persekutuan intim ini bertujuan untuk membawa gereja kepada kemanunggalan dengan Kristus, menjadi satu dengan-Nya seperti hubungan suami dan istri yang dipersatukan oleh Tuhan.

  • Terbebas dari Gangguan: Kerinduan untuk berada di "rumah anggur" juga mencerminkan keinginan untuk terbebas dari segala hal yang dapat mengganggu hubungan kasih antara gereja dan Kristus.

  • Lebih Nikmat dari Kenikmatan Duniawi: Digambarkan bahwa keintiman dengan Tuhan lebih nikmat daripada segala kenikmatan duniawi, termasuk kehormatan dan berkat-berkat dunia.

  • Bukan Hanya Sekedar Kata-kata: Persekutuan intim ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui ketaatan pada perintah Tuhan dan gaya hidup yang berbeda dari dunia.

Singkatnya, persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan sebagai hubungan kasih yang mendalam dan terus-menerus dirindukan, di mana Tuhan mengambil inisiatif untuk mempertemukan diri dengan umat-Nya dalam suatu kondisi rohani yang digambarkan sebagai "rumah anggur", dan umat-Nya merespons dengan kasih yang total dan ketaatan, sehingga terjalin persatuan yang lebih berharga dari segala kenikmatan duniawi.


Mengapa cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan?


Cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan karena beberapa alasan penting yang terdapat dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Menunjukkan Kualitas Cinta yang Sejati: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan bukan sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi membuktikan kualitas cinta tersebut melalui tindakan dan gaya hidup. Sumber menyatakan bahwa banyak orang hanya mengatakan mencintai Tuhan tanpa ada bukti yang terlihat dalam kehidupan mereka.

  • Menjadi "Panji Cinta": Analogi "panji cinta" di atas gereja yang adalah kekasih Tuhan menggambarkan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya menjadi pengumuman atau kesaksian yang terlihat oleh banyak orang tentang kasih mereka kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa hubungan dan kualitas cinta mereka diketahui oleh publik.

  • Merespons Kasih Tuhan yang Telah Dinyatakan: Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya yang besar dengan menyerahkan nyawa-Nya. Mempublikasikan cinta adalah cara gereja untuk mengimbangi atau membalas kasih tersebut dengan kualitas cinta yang sama, bahkan rela menyerahkan nyawa.

  • Pembuktian Ketaatan dan Hidup Berdasarkan Firman Tuhan: Cinta kepada Tuhan terwujud dalam memegang dan melakukan perintah-perintah-Nya. Ketika orang lain melihat seorang percaya hidup berdasarkan prinsip dan perintah Tuhan, itu menjadi bukti nyata bahwa mereka mengasihi Tuhan. Gaya hidup yang berbeda dari dunia menjadi cara untuk mempublikasikan cinta ini.

  • Menjadi Saksi Kristus: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan berarti menjadi saksi Kristus. Orang lain dapat melihat kasih Kristus melalui kehidupan orang percaya dan tingkah laku mereka yang berbeda dari umumnya di dunia.

  • Lebih dari Sekadar Identitas Formal: Hanya diketahui sebagai seorang Kristen berdasarkan kartu identitas tidak cukup untuk mempublikasikan cinta kepada Tuhan. Publikasi yang sejati terjadi ketika kehidupan sehari-hari dan tindakan seseorang menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang intim dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

  • Menghindari Mentalitas Matre: Motivasi dalam mengasihi Tuhan seharusnya bukan hanya karena mengharapkan berkat. Cinta yang dipublikasikan dengan benar menunjukkan kasih yang tulus dan pengabdian tanpa pamrih.

Singkatnya, cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan agar kualitas dan ketulusan kasih tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain, menjadi kesaksian yang hidup tentang Kristus, dan sebagai respons yang sepadan atas kasih Tuhan yang telah lebih dahulu dinyatakan. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi terutama tentang kehidupan yang diubahkan oleh kasih kepada Tuhan.

**Peringatan Terhadap Cinta yang Tidak Terbukti **

Contoh Petrus yang mengaku bersedia masuk penjara dan mati bersama Yesus (Lukas 22:33) dibandingkan dengan penggambar dibawa ke rumah anggur untuk mengasihi Tuhan dengan harga mahal.

Ucapan Petrus dianggap sebagai "rayuan gombal" karena tidak terbukti.

Yesus meramalkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok (Lukas 22:34), dan ini terjadi.

Ini menunjukkan perbedaan antara perkataan cinta dan tindakan cinta yang sebenarnya.

Cinta yang dipublikasikan bukanlah cinta yang mementingkan diri sendiri seperti yang ditunjukkan Petrus saat menyangkal Yesus untuk menyelamatkan dirinya.


**Kesimpulan dan Tantangan**

Ada posisi rohani persekutuan intim dengan Tuhan yang bukan hanya karena tugas atau berkat.

Penting untuk merenungkan apakah banyak orang mengetahui bahwa kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, bukan hanya sekadar identitas agama.

Tuhan berharap agar kehidupan kita di dunia membuktikan bahwa kita hidup dalam "rumah anggur" dan mempublikasikan cinta kita kepada-Nya.

Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...