Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 07

Hawa yang Terakhir: Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan

Khotbah ini membahas karakteristik ideal sebuah gereja, yang dianalogikan sebagai kekasih Tuhan. Kitab Kidung Agung menggambarkan hubungan ini melalui metafora mempelai wanita (gereja) dan gembala (Kristus). Ditekankan bahwa kesetiaan, yang dipandang setara dengan iman yang penuh, adalah sifat utama yang harus dimiliki gereja. Kesetiaan ini dicontohkan melalui penolakan gadis Sunem terhadap tawaran Raja Salomo, yang diinterpretasikan sebagai penolakan terhadap godaan duniawi demi kasih kepada Sang Gembala. Kisah ini mendorong pendengar untuk membangun iman melalui pendengaran Firman Tuhan (Rhema) yang disampaikan oleh Roh Kudus, yang akan menghasilkan kesetiaan dan menjadikan gereja sebagai kekasih Tuhan yang sejati.

Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi bukan karena tertarik pada kekuatan karakter dan kepribadian Kristus. Ketika keadaan dan kenyataan kita pikir menjadi mustahil  - dimana tidak ada pertolongan Tuhan, tidak ada kesembuhan, apalagi mujizat. Kita melihat sepertinya tidak ada jalan keluar, sepertinya Tuhan sedang tertidur dan bahkan Ia tidak ada di sini - maka iman akan mudah goyah.  Ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan. 




I. Analogi Adam Terakhir dan Hawa Terakhir

Rasul Paulus berbicara tentang Adam yang terakhir, yaitu Kristus.

Ternyata ada gadis Sunem (gadis Sulam), yang menggambarkan karakteristik sebagai Hawa yang terakhir ditemukan di Kidung Agung, yaitu Gereja diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.


II. Karakteristik Gereja Berdasarkan Kitab Kidung Agung (Kisah Gadis Sunem dan Sang Gembala)

Kisah ini menggambarkan hubungan antara kekasih (gadis Sunem) dan Sang Gembala. Banyak interpretasi yang keliru mengidentifikasikan Raja Salomo sebagai kekasihnya. Kekasih gadis Sunem adalah gembala, bukan raja.

Gereja diharapkan mengadopsi kehidupan atau spirit gadis Sunem dalam mencintai Kristus.

  • A. Mencintai Kristus Karena Pesona Kepribadian-Nya

    • Gadis Sunem mencintai Sang Gembala karena pesona kepribadiannya, bukan hanya karena perbuatan-Nya.

    • Kristus adalah Gembala yang Agung.

    • Sebagai gereja, kita seharusnya mencintai Kristus yang adalah Gembala kita.

    • Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan.

    • Gadis Sunem tidak tertarik pada pesona Raja Salomo, tetapi tetap tertarik pada pesona Sang Gembala.


  • B. Hati yang Dipenjarakan untuk Kekasih

    • Ungkapan gadis Sunem, "kekasihku bagaikan sebungkus Mur tersisip di antara Buah dadaku", menggambarkan Kristus yang ada di dalam hatinya.

    • Mur adalah persembahan dan penghormatan.

    • Menurut Amsal 4:23, jaga hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

    • Kata "natsar" dalam bahasa Ibrani berarti "penjarakan" hatimu, awasi dengan ketat agar apa yang ada di dalamnya tidak keluar.

    • Kehidupan gereja seharusnya memancarkan Kristus yang "dikurung" dalam hati.


  • C. Kesetiaan Seperti Merpati

    • Pujian sang kekasih, "cantik engkau ini, manisku, sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu".

    • Mata adalah pelita tubuh (Matius 6:22) dan mencerminkan kehidupan seseorang.

    • Merpati adalah binatang yang monogami dan setia pada pasangannya, juga lambang Roh Kudus.

    • Mata gereja sebagai kekasih Tuhan seharusnya seperti merpati, mencerminkan kesucian dan kesetiaan dalam segala aspek kehidupan.

    • Kesetiaan dibangun dengan melihat persona Kristus yang tidak terlihat.

    • Dalam Perjanjian Baru, kata "iman" (pistis dalam bahasa Yunani) memiliki akar yang sama dengan kata "kesetiaan" (juga pistis dalam bahasa Yunani).

    • Kesetiaan (faithfulness) adalah kepenuhan iman (faith fullness).

    • Kesetiaan adalah ciri atau corak kehidupan gereja.


III. Penolakan Terhadap Tawaran Dunia (Kisah Gadis Sunem dan Raja Salomo)

  • Meskipun Raja Salomo mencintai dan menginginkan gadis Sunem, dia tidak tertarik pada pesonanya.

  • Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah".

  • Salomo membalas dengan mengatakan, "seperti bunga bakung di antara duri-duri demikianlah manisku di antara gadis-gadis".

  • Gadis Sunem merendahkan diri, mengatakan dirinya hanya "sekuntum Mawar kecil atau bunga krokus [krokot] atau bunga bakung [ Lily ] di lembah yang tumbuh di tempat yang dalam dan sulit".

  • Ini adalah ungkapan penolakan terhadap cinta dan tawaran Raja Salomo.

  • Salomo mengumpamakan gadis Sunem dengan "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun", yang sangat berharga.

  • Bunga mawar dari Saron, bunga bakung, dan bunga lili pada masa itu tumbuh liar di tempat yang terpencil dan terabaikan.

  • Penolakan gadis Sunem menunjukkan ketegasan dan kesetiaan hanya kepada Sang Gembala.


IV. Iman dan Kesetiaan Sebagai Kekuatan untuk Menolak Dunia

Ibr 11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

  • Kisah gadis Sunem sejajar dengan gambaran orang-orang beriman dalam Ibrani 11.

    • Mereka tidak menerima janji-janji Allah pada masa hidup mereka tetapi tetap beriman.

    • Mereka mengakui diri sebagai orang asing dan pendatang di bumi.

    • Dunia tidak layak bagi mereka.

  • Seperti Musa menolak disebut anak Putri Firaun (Ibrani 11:24), gadis Sunem menolak menjadi istri Raja Salomo.

  • Dia lebih suka menderita sebagai kekasih Sang Gembala daripada menikmati kesenangan sementara dengan menjadi istri raja (seperti Ibrani 11:25).

  • Dia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar (Ibrani 11:26).

  • Dia bertahan seolah-olah melihat apa yang tidak kelihatan (Ibrani 11:27).

  • Kesetiaan gadis Sunem didasarkan pada iman yang penuh sehingga dia bisa melihat kesetiaan Sang Gembala.

  • Mawar Saron melambangkan penolakan atas kemewahan dan kemuliaan dunia.


V. Iman Timbul dari Mendengar Firman Kristus (Rhema)

Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17).

Setelah Kristus meninggalkan kita, Dia memberikan Roh Kudus sebagai pemberian.

Firman yang dimaksud bukanlah hanya Firman tertulis atau khotbah, tetapi Firman yang bersuara (Rhema).

Jemaat harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7, 11, dll.).

Roh Kudus tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi menyampaikan apa yang didengar dari Bapa dan Kristus (Yohanes 16:13).

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Firman Rhema diperlukan setiap hari untuk memelihara iman dan kesetiaan.

Orang yang tidak bisa mendengar suara Roh bukanlah bagian dari gereja sebagai kekasih Tuhan.


VI. Kesetiaan Kristus

Kristus digambarkan sebagai "Yang Setia" (Pistos) dalam Wahyu 19:11.

Why 19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Allah adalah setia (1 Korintus 1:9).

1Kor 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Ia yang memanggil kamu sebagai istri adalah setia, Ia juga akan menggenapinya (1 Tesalonika 5:24).

1Tes 5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Meskipun kita tidak setia, Dia tetap setia karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2 Timotius 2:13).

Kesetiaan Kristus adalah bagian dari kepribadian-Nya yang menarik hati gereja.


VII. Proses Menjadi Kekasih Tuhan

Allah ingin umat-Nya naik tingkat dari sekadar umat menjadi kekasih Tuhan.

Kesetiaan yang teruji dan terbukti membuat gereja menjadi elok dalam pemandangan Tuhan.

Tuhan sedang mengerjakan dan mendandani gereja di tempat tersembunyi dengan kesetiaan (Efesus 5:25-27).

Ef 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26  untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

27  supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Kesetiaan dihasilkan dari pekerjaan Roh yang bersuara (Rhema), menghasilkan iman yang menimbulkan kesetiaan.


Gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena beberapa alasan mendasar yang terungkap:

  • Cinta dan Kesetiaan kepada Sang Gembala: Alasan utama gadis Sunem menolak Raja Salomo adalah karena cintanya yang mendalam dan kesetiaannya yang teguh kepada kekasihnya, Sang Gembala. Cintanya kepada Sang Gembala didasarkan pada pesona kepribadiannya, bukan pada status atau kekayaan. Dia tidak tertarik pada pesona Raja Salomo.

  • Memandang Rendah Tawaran Duniawi: Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah". Ungkapan ini merupakan sebuah penolakan terhadap tawaran cinta Salomo. Bunga-bunga ini pada masa itu tumbuh liar di tempat-tempat terpencil dan terabaikan. Dengan mengatakan ini, dia merendahkan dirinya di hadapan raja, menunjukkan bahwa dia tidak tertarik pada kemewahan dan status yang ditawarkan Salomo. Dia tidak menganggap dirinya seberharga gambaran Salomo tentang dirinya sebagai "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun".

  • Nilai Kesetiaan di Atas Status: Gadis Sunem lebih menghargai kesetiaannya kepada Sang Gembala daripada kesempatan untuk menjadi istri raja, yang akan meningkatkan status sosial dan ekonomi dirinya serta keluarganya. Baginya, tetap setia kepada kekasihnya yang berstatus hanya sebagai gembala lebih berharga daripada menikmati kesenangan sementara dan menjadi tidak setia dengan menerima tawaran Raja Salomo.

  • Iman dan Prinsip yang Kuat: Penolakan gadis Sunem mencerminkan iman dan prinsip hidup yang kuat. Seperti yang dijelaskan dalam konteks Ibrani 11, orang-orang beriman bersedia menderita dan menolak kemewahan dunia karena pandangan mereka tertuju pada sesuatu yang lebih kekal. Gadis Sunem lebih memilih untuk tetap menjadi kekasih Sang Gembala, meskipun harus menghadapi kehidupan yang sederhana, daripada menikmati kemewahan sementara dengan mengkhianati cintanya. Ini sejalan dengan konsep bahwa gereja sebagai kekasih Tuhan harus tetap setia kepada Kristus dan menolak bujukan dunia.

Singkatnya, gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena hatinya telah sepenuhnya dimiliki oleh Sang Gembala yang dicintainya karena kepribadiannya. Dia juga menunjukkan bahwa nilai-nilai rohani dan kesetiaan jauh lebih penting baginya daripada kemewahan dan status duniawi yang ditawarkan oleh Raja Salomo. Tindakannya adalah sebuah penolakan tegas terhadap tawaran dunia dan penegasan kesetiaannya hanya kepada kekasihnya.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...