Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 07

Hawa yang Terakhir: Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan

Khotbah ini membahas karakteristik ideal sebuah gereja, yang dianalogikan sebagai kekasih Tuhan. Kitab Kidung Agung menggambarkan hubungan ini melalui metafora mempelai wanita (gereja) dan gembala (Kristus). Ditekankan bahwa kesetiaan, yang dipandang setara dengan iman yang penuh, adalah sifat utama yang harus dimiliki gereja. Kesetiaan ini dicontohkan melalui penolakan gadis Sunem terhadap tawaran Raja Salomo, yang diinterpretasikan sebagai penolakan terhadap godaan duniawi demi kasih kepada Sang Gembala. Kisah ini mendorong pendengar untuk membangun iman melalui pendengaran Firman Tuhan (Rhema) yang disampaikan oleh Roh Kudus, yang akan menghasilkan kesetiaan dan menjadikan gereja sebagai kekasih Tuhan yang sejati.

Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi bukan karena tertarik pada kekuatan karakter dan kepribadian Kristus. Ketika keadaan dan kenyataan kita pikir menjadi mustahil  - dimana tidak ada pertolongan Tuhan, tidak ada kesembuhan, apalagi mujizat. Kita melihat sepertinya tidak ada jalan keluar, sepertinya Tuhan sedang tertidur dan bahkan Ia tidak ada di sini - maka iman akan mudah goyah.  Ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan. 




I. Analogi Adam Terakhir dan Hawa Terakhir

Rasul Paulus berbicara tentang Adam yang terakhir, yaitu Kristus.

Ternyata ada gadis Sunem (gadis Sulam), yang menggambarkan karakteristik sebagai Hawa yang terakhir ditemukan di Kidung Agung, yaitu Gereja diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.


II. Karakteristik Gereja Berdasarkan Kitab Kidung Agung (Kisah Gadis Sunem dan Sang Gembala)

Kisah ini menggambarkan hubungan antara kekasih (gadis Sunem) dan Sang Gembala. Banyak interpretasi yang keliru mengidentifikasikan Raja Salomo sebagai kekasihnya. Kekasih gadis Sunem adalah gembala, bukan raja.

Gereja diharapkan mengadopsi kehidupan atau spirit gadis Sunem dalam mencintai Kristus.

  • A. Mencintai Kristus Karena Pesona Kepribadian-Nya

    • Gadis Sunem mencintai Sang Gembala karena pesona kepribadiannya, bukan hanya karena perbuatan-Nya.

    • Kristus adalah Gembala yang Agung.

    • Sebagai gereja, kita seharusnya mencintai Kristus yang adalah Gembala kita.

    • Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan.

    • Gadis Sunem tidak tertarik pada pesona Raja Salomo, tetapi tetap tertarik pada pesona Sang Gembala.


  • B. Hati yang Dipenjarakan untuk Kekasih

    • Ungkapan gadis Sunem, "kekasihku bagaikan sebungkus Mur tersisip di antara Buah dadaku", menggambarkan Kristus yang ada di dalam hatinya.

    • Mur adalah persembahan dan penghormatan.

    • Menurut Amsal 4:23, jaga hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

    • Kata "natsar" dalam bahasa Ibrani berarti "penjarakan" hatimu, awasi dengan ketat agar apa yang ada di dalamnya tidak keluar.

    • Kehidupan gereja seharusnya memancarkan Kristus yang "dikurung" dalam hati.


  • C. Kesetiaan Seperti Merpati

    • Pujian sang kekasih, "cantik engkau ini, manisku, sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu".

    • Mata adalah pelita tubuh (Matius 6:22) dan mencerminkan kehidupan seseorang.

    • Merpati adalah binatang yang monogami dan setia pada pasangannya, juga lambang Roh Kudus.

    • Mata gereja sebagai kekasih Tuhan seharusnya seperti merpati, mencerminkan kesucian dan kesetiaan dalam segala aspek kehidupan.

    • Kesetiaan dibangun dengan melihat persona Kristus yang tidak terlihat.

    • Dalam Perjanjian Baru, kata "iman" (pistis dalam bahasa Yunani) memiliki akar yang sama dengan kata "kesetiaan" (juga pistis dalam bahasa Yunani).

    • Kesetiaan (faithfulness) adalah kepenuhan iman (faith fullness).

    • Kesetiaan adalah ciri atau corak kehidupan gereja.


III. Penolakan Terhadap Tawaran Dunia (Kisah Gadis Sunem dan Raja Salomo)

  • Meskipun Raja Salomo mencintai dan menginginkan gadis Sunem, dia tidak tertarik pada pesonanya.

  • Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah".

  • Salomo membalas dengan mengatakan, "seperti bunga bakung di antara duri-duri demikianlah manisku di antara gadis-gadis".

  • Gadis Sunem merendahkan diri, mengatakan dirinya hanya "sekuntum Mawar kecil atau bunga krokus [krokot] atau bunga bakung [ Lily ] di lembah yang tumbuh di tempat yang dalam dan sulit".

  • Ini adalah ungkapan penolakan terhadap cinta dan tawaran Raja Salomo.

  • Salomo mengumpamakan gadis Sunem dengan "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun", yang sangat berharga.

  • Bunga mawar dari Saron, bunga bakung, dan bunga lili pada masa itu tumbuh liar di tempat yang terpencil dan terabaikan.

  • Penolakan gadis Sunem menunjukkan ketegasan dan kesetiaan hanya kepada Sang Gembala.


IV. Iman dan Kesetiaan Sebagai Kekuatan untuk Menolak Dunia

Ibr 11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

  • Kisah gadis Sunem sejajar dengan gambaran orang-orang beriman dalam Ibrani 11.

    • Mereka tidak menerima janji-janji Allah pada masa hidup mereka tetapi tetap beriman.

    • Mereka mengakui diri sebagai orang asing dan pendatang di bumi.

    • Dunia tidak layak bagi mereka.

  • Seperti Musa menolak disebut anak Putri Firaun (Ibrani 11:24), gadis Sunem menolak menjadi istri Raja Salomo.

  • Dia lebih suka menderita sebagai kekasih Sang Gembala daripada menikmati kesenangan sementara dengan menjadi istri raja (seperti Ibrani 11:25).

  • Dia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar (Ibrani 11:26).

  • Dia bertahan seolah-olah melihat apa yang tidak kelihatan (Ibrani 11:27).

  • Kesetiaan gadis Sunem didasarkan pada iman yang penuh sehingga dia bisa melihat kesetiaan Sang Gembala.

  • Mawar Saron melambangkan penolakan atas kemewahan dan kemuliaan dunia.


V. Iman Timbul dari Mendengar Firman Kristus (Rhema)

Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17).

Setelah Kristus meninggalkan kita, Dia memberikan Roh Kudus sebagai pemberian.

Firman yang dimaksud bukanlah hanya Firman tertulis atau khotbah, tetapi Firman yang bersuara (Rhema).

Jemaat harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7, 11, dll.).

Roh Kudus tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi menyampaikan apa yang didengar dari Bapa dan Kristus (Yohanes 16:13).

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Firman Rhema diperlukan setiap hari untuk memelihara iman dan kesetiaan.

Orang yang tidak bisa mendengar suara Roh bukanlah bagian dari gereja sebagai kekasih Tuhan.


VI. Kesetiaan Kristus

Kristus digambarkan sebagai "Yang Setia" (Pistos) dalam Wahyu 19:11.

Why 19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Allah adalah setia (1 Korintus 1:9).

1Kor 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Ia yang memanggil kamu sebagai istri adalah setia, Ia juga akan menggenapinya (1 Tesalonika 5:24).

1Tes 5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Meskipun kita tidak setia, Dia tetap setia karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2 Timotius 2:13).

Kesetiaan Kristus adalah bagian dari kepribadian-Nya yang menarik hati gereja.


VII. Proses Menjadi Kekasih Tuhan

Allah ingin umat-Nya naik tingkat dari sekadar umat menjadi kekasih Tuhan.

Kesetiaan yang teruji dan terbukti membuat gereja menjadi elok dalam pemandangan Tuhan.

Tuhan sedang mengerjakan dan mendandani gereja di tempat tersembunyi dengan kesetiaan (Efesus 5:25-27).

Ef 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26  untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

27  supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Kesetiaan dihasilkan dari pekerjaan Roh yang bersuara (Rhema), menghasilkan iman yang menimbulkan kesetiaan.


Gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena beberapa alasan mendasar yang terungkap:

  • Cinta dan Kesetiaan kepada Sang Gembala: Alasan utama gadis Sunem menolak Raja Salomo adalah karena cintanya yang mendalam dan kesetiaannya yang teguh kepada kekasihnya, Sang Gembala. Cintanya kepada Sang Gembala didasarkan pada pesona kepribadiannya, bukan pada status atau kekayaan. Dia tidak tertarik pada pesona Raja Salomo.

  • Memandang Rendah Tawaran Duniawi: Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah". Ungkapan ini merupakan sebuah penolakan terhadap tawaran cinta Salomo. Bunga-bunga ini pada masa itu tumbuh liar di tempat-tempat terpencil dan terabaikan. Dengan mengatakan ini, dia merendahkan dirinya di hadapan raja, menunjukkan bahwa dia tidak tertarik pada kemewahan dan status yang ditawarkan Salomo. Dia tidak menganggap dirinya seberharga gambaran Salomo tentang dirinya sebagai "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun".

  • Nilai Kesetiaan di Atas Status: Gadis Sunem lebih menghargai kesetiaannya kepada Sang Gembala daripada kesempatan untuk menjadi istri raja, yang akan meningkatkan status sosial dan ekonomi dirinya serta keluarganya. Baginya, tetap setia kepada kekasihnya yang berstatus hanya sebagai gembala lebih berharga daripada menikmati kesenangan sementara dan menjadi tidak setia dengan menerima tawaran Raja Salomo.

  • Iman dan Prinsip yang Kuat: Penolakan gadis Sunem mencerminkan iman dan prinsip hidup yang kuat. Seperti yang dijelaskan dalam konteks Ibrani 11, orang-orang beriman bersedia menderita dan menolak kemewahan dunia karena pandangan mereka tertuju pada sesuatu yang lebih kekal. Gadis Sunem lebih memilih untuk tetap menjadi kekasih Sang Gembala, meskipun harus menghadapi kehidupan yang sederhana, daripada menikmati kemewahan sementara dengan mengkhianati cintanya. Ini sejalan dengan konsep bahwa gereja sebagai kekasih Tuhan harus tetap setia kepada Kristus dan menolak bujukan dunia.

Singkatnya, gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena hatinya telah sepenuhnya dimiliki oleh Sang Gembala yang dicintainya karena kepribadiannya. Dia juga menunjukkan bahwa nilai-nilai rohani dan kesetiaan jauh lebih penting baginya daripada kemewahan dan status duniawi yang ditawarkan oleh Raja Salomo. Tindakannya adalah sebuah penolakan tegas terhadap tawaran dunia dan penegasan kesetiaannya hanya kepada kekasihnya.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...