Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 07

Hawa yang Terakhir: Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan

Khotbah ini membahas karakteristik ideal sebuah gereja, yang dianalogikan sebagai kekasih Tuhan. Kitab Kidung Agung menggambarkan hubungan ini melalui metafora mempelai wanita (gereja) dan gembala (Kristus). Ditekankan bahwa kesetiaan, yang dipandang setara dengan iman yang penuh, adalah sifat utama yang harus dimiliki gereja. Kesetiaan ini dicontohkan melalui penolakan gadis Sunem terhadap tawaran Raja Salomo, yang diinterpretasikan sebagai penolakan terhadap godaan duniawi demi kasih kepada Sang Gembala. Kisah ini mendorong pendengar untuk membangun iman melalui pendengaran Firman Tuhan (Rhema) yang disampaikan oleh Roh Kudus, yang akan menghasilkan kesetiaan dan menjadikan gereja sebagai kekasih Tuhan yang sejati.

Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi bukan karena tertarik pada kekuatan karakter dan kepribadian Kristus. Ketika keadaan dan kenyataan kita pikir menjadi mustahil  - dimana tidak ada pertolongan Tuhan, tidak ada kesembuhan, apalagi mujizat. Kita melihat sepertinya tidak ada jalan keluar, sepertinya Tuhan sedang tertidur dan bahkan Ia tidak ada di sini - maka iman akan mudah goyah.  Ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan. 




I. Analogi Adam Terakhir dan Hawa Terakhir

Rasul Paulus berbicara tentang Adam yang terakhir, yaitu Kristus.

Ternyata ada gadis Sunem (gadis Sulam), yang menggambarkan karakteristik sebagai Hawa yang terakhir ditemukan di Kidung Agung, yaitu Gereja diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.


II. Karakteristik Gereja Berdasarkan Kitab Kidung Agung (Kisah Gadis Sunem dan Sang Gembala)

Kisah ini menggambarkan hubungan antara kekasih (gadis Sunem) dan Sang Gembala. Banyak interpretasi yang keliru mengidentifikasikan Raja Salomo sebagai kekasihnya. Kekasih gadis Sunem adalah gembala, bukan raja.

Gereja diharapkan mengadopsi kehidupan atau spirit gadis Sunem dalam mencintai Kristus.

  • A. Mencintai Kristus Karena Pesona Kepribadian-Nya

    • Gadis Sunem mencintai Sang Gembala karena pesona kepribadiannya, bukan hanya karena perbuatan-Nya.

    • Kristus adalah Gembala yang Agung.

    • Sebagai gereja, kita seharusnya mencintai Kristus yang adalah Gembala kita.

    • Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan.

    • Gadis Sunem tidak tertarik pada pesona Raja Salomo, tetapi tetap tertarik pada pesona Sang Gembala.


  • B. Hati yang Dipenjarakan untuk Kekasih

    • Ungkapan gadis Sunem, "kekasihku bagaikan sebungkus Mur tersisip di antara Buah dadaku", menggambarkan Kristus yang ada di dalam hatinya.

    • Mur adalah persembahan dan penghormatan.

    • Menurut Amsal 4:23, jaga hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

    • Kata "natsar" dalam bahasa Ibrani berarti "penjarakan" hatimu, awasi dengan ketat agar apa yang ada di dalamnya tidak keluar.

    • Kehidupan gereja seharusnya memancarkan Kristus yang "dikurung" dalam hati.


  • C. Kesetiaan Seperti Merpati

    • Pujian sang kekasih, "cantik engkau ini, manisku, sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu".

    • Mata adalah pelita tubuh (Matius 6:22) dan mencerminkan kehidupan seseorang.

    • Merpati adalah binatang yang monogami dan setia pada pasangannya, juga lambang Roh Kudus.

    • Mata gereja sebagai kekasih Tuhan seharusnya seperti merpati, mencerminkan kesucian dan kesetiaan dalam segala aspek kehidupan.

    • Kesetiaan dibangun dengan melihat persona Kristus yang tidak terlihat.

    • Dalam Perjanjian Baru, kata "iman" (pistis dalam bahasa Yunani) memiliki akar yang sama dengan kata "kesetiaan" (juga pistis dalam bahasa Yunani).

    • Kesetiaan (faithfulness) adalah kepenuhan iman (faith fullness).

    • Kesetiaan adalah ciri atau corak kehidupan gereja.


III. Penolakan Terhadap Tawaran Dunia (Kisah Gadis Sunem dan Raja Salomo)

  • Meskipun Raja Salomo mencintai dan menginginkan gadis Sunem, dia tidak tertarik pada pesonanya.

  • Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah".

  • Salomo membalas dengan mengatakan, "seperti bunga bakung di antara duri-duri demikianlah manisku di antara gadis-gadis".

  • Gadis Sunem merendahkan diri, mengatakan dirinya hanya "sekuntum Mawar kecil atau bunga krokus [krokot] atau bunga bakung [ Lily ] di lembah yang tumbuh di tempat yang dalam dan sulit".

  • Ini adalah ungkapan penolakan terhadap cinta dan tawaran Raja Salomo.

  • Salomo mengumpamakan gadis Sunem dengan "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun", yang sangat berharga.

  • Bunga mawar dari Saron, bunga bakung, dan bunga lili pada masa itu tumbuh liar di tempat yang terpencil dan terabaikan.

  • Penolakan gadis Sunem menunjukkan ketegasan dan kesetiaan hanya kepada Sang Gembala.


IV. Iman dan Kesetiaan Sebagai Kekuatan untuk Menolak Dunia

Ibr 11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

  • Kisah gadis Sunem sejajar dengan gambaran orang-orang beriman dalam Ibrani 11.

    • Mereka tidak menerima janji-janji Allah pada masa hidup mereka tetapi tetap beriman.

    • Mereka mengakui diri sebagai orang asing dan pendatang di bumi.

    • Dunia tidak layak bagi mereka.

  • Seperti Musa menolak disebut anak Putri Firaun (Ibrani 11:24), gadis Sunem menolak menjadi istri Raja Salomo.

  • Dia lebih suka menderita sebagai kekasih Sang Gembala daripada menikmati kesenangan sementara dengan menjadi istri raja (seperti Ibrani 11:25).

  • Dia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar (Ibrani 11:26).

  • Dia bertahan seolah-olah melihat apa yang tidak kelihatan (Ibrani 11:27).

  • Kesetiaan gadis Sunem didasarkan pada iman yang penuh sehingga dia bisa melihat kesetiaan Sang Gembala.

  • Mawar Saron melambangkan penolakan atas kemewahan dan kemuliaan dunia.


V. Iman Timbul dari Mendengar Firman Kristus (Rhema)

Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17).

Setelah Kristus meninggalkan kita, Dia memberikan Roh Kudus sebagai pemberian.

Firman yang dimaksud bukanlah hanya Firman tertulis atau khotbah, tetapi Firman yang bersuara (Rhema).

Jemaat harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7, 11, dll.).

Roh Kudus tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi menyampaikan apa yang didengar dari Bapa dan Kristus (Yohanes 16:13).

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Firman Rhema diperlukan setiap hari untuk memelihara iman dan kesetiaan.

Orang yang tidak bisa mendengar suara Roh bukanlah bagian dari gereja sebagai kekasih Tuhan.


VI. Kesetiaan Kristus

Kristus digambarkan sebagai "Yang Setia" (Pistos) dalam Wahyu 19:11.

Why 19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Allah adalah setia (1 Korintus 1:9).

1Kor 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Ia yang memanggil kamu sebagai istri adalah setia, Ia juga akan menggenapinya (1 Tesalonika 5:24).

1Tes 5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Meskipun kita tidak setia, Dia tetap setia karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2 Timotius 2:13).

Kesetiaan Kristus adalah bagian dari kepribadian-Nya yang menarik hati gereja.


VII. Proses Menjadi Kekasih Tuhan

Allah ingin umat-Nya naik tingkat dari sekadar umat menjadi kekasih Tuhan.

Kesetiaan yang teruji dan terbukti membuat gereja menjadi elok dalam pemandangan Tuhan.

Tuhan sedang mengerjakan dan mendandani gereja di tempat tersembunyi dengan kesetiaan (Efesus 5:25-27).

Ef 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26  untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

27  supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Kesetiaan dihasilkan dari pekerjaan Roh yang bersuara (Rhema), menghasilkan iman yang menimbulkan kesetiaan.


Gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena beberapa alasan mendasar yang terungkap:

  • Cinta dan Kesetiaan kepada Sang Gembala: Alasan utama gadis Sunem menolak Raja Salomo adalah karena cintanya yang mendalam dan kesetiaannya yang teguh kepada kekasihnya, Sang Gembala. Cintanya kepada Sang Gembala didasarkan pada pesona kepribadiannya, bukan pada status atau kekayaan. Dia tidak tertarik pada pesona Raja Salomo.

  • Memandang Rendah Tawaran Duniawi: Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah". Ungkapan ini merupakan sebuah penolakan terhadap tawaran cinta Salomo. Bunga-bunga ini pada masa itu tumbuh liar di tempat-tempat terpencil dan terabaikan. Dengan mengatakan ini, dia merendahkan dirinya di hadapan raja, menunjukkan bahwa dia tidak tertarik pada kemewahan dan status yang ditawarkan Salomo. Dia tidak menganggap dirinya seberharga gambaran Salomo tentang dirinya sebagai "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun".

  • Nilai Kesetiaan di Atas Status: Gadis Sunem lebih menghargai kesetiaannya kepada Sang Gembala daripada kesempatan untuk menjadi istri raja, yang akan meningkatkan status sosial dan ekonomi dirinya serta keluarganya. Baginya, tetap setia kepada kekasihnya yang berstatus hanya sebagai gembala lebih berharga daripada menikmati kesenangan sementara dan menjadi tidak setia dengan menerima tawaran Raja Salomo.

  • Iman dan Prinsip yang Kuat: Penolakan gadis Sunem mencerminkan iman dan prinsip hidup yang kuat. Seperti yang dijelaskan dalam konteks Ibrani 11, orang-orang beriman bersedia menderita dan menolak kemewahan dunia karena pandangan mereka tertuju pada sesuatu yang lebih kekal. Gadis Sunem lebih memilih untuk tetap menjadi kekasih Sang Gembala, meskipun harus menghadapi kehidupan yang sederhana, daripada menikmati kemewahan sementara dengan mengkhianati cintanya. Ini sejalan dengan konsep bahwa gereja sebagai kekasih Tuhan harus tetap setia kepada Kristus dan menolak bujukan dunia.

Singkatnya, gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena hatinya telah sepenuhnya dimiliki oleh Sang Gembala yang dicintainya karena kepribadiannya. Dia juga menunjukkan bahwa nilai-nilai rohani dan kesetiaan jauh lebih penting baginya daripada kemewahan dan status duniawi yang ditawarkan oleh Raja Salomo. Tindakannya adalah sebuah penolakan tegas terhadap tawaran dunia dan penegasan kesetiaannya hanya kepada kekasihnya.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...