Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan

Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya.

Tema Utama:

Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya

Pendahuluan:
Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya.

Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman.


Gereja sebagai Kekasih Tuhan: Analogi dari Kidung Agung dan Perjanjian Baru:
Minggu lalu telah dibahas contoh relevan kehidupan gereja dalam Perjanjian Baru yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya. Bagaimana gereja itu bisa berdiri teguh dan tujuan akhir adalah hari pesta perkawinan Anak Domba di Wahyu 19:7, di mana Gereja menjadi satu manunggal dengan Kristus.

Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita akan melanjutkan pembahasan dari Kitab Kidung Agung.


Adam Pertama dan Adam Terakhir: Sebuah Perbandingan:

1Kor 15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup," tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.


Rasul Paulus menyebutkan Adam pertama (makhluk hidup) dan Adam terakhir (roh yang menghidupkan) dalam 1 Korintus 15:45.


Karakteristiknya Adam terakhir (Kristus) adalah roh tapi menghidupkan, bukan sekedar makhluk hidup seperti Adam yang pertama dibuat oleh Allah, yang karakteristiknya menjalani kehidupan yang natural saja. 


1Tim 2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 14  Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.




Dalam 1 Timotius 2:13-14, Hawa (perempuan pertama) yang tergoda dan jatuh dalam dosa, bukan Adam.


Karakteristik sebagai roh yang menghidupkan membuat pembedaan sangat penting dan sangat kontras, karena kehidupan yang natural (sebagai makhluk hidup) tidak bisa bertahan atas pencobaan.


Adam pertama jatuh karena Hawa, maka Adam terakhir (Kristus) mengharapkan "Hawa"-Nya (Hawa terakhir) menjadi Gereja yang tangguh dan tidak mudah tergoda.


Kristus itu itu mengharapkan suatu kriteria daripada Hawa-Nya yaitu pasangan-Nya, mitra

destiny-Nya, istri-Nya, Gereja-Nya itu adalah yang tangguh tidak mudah tergoda dan jatuh dalam dosa.


Ini adalah analogi tentang gereja yang diharapkan Tuhan. Kitab Kidung Agung dipandang seperti peristiwa Taman Eden (Adam, Hawa, ular). Apakah peristiwa Taman Eden itu akan terus berulang dan berulang berulang? Padahal Rasul Paulus mengatakan pada akhirnya ada yang disebut Adam yang terakhir.  Tidak akan ada Adam yang pertama berulang kepada Adam yang kedua, berulang kepada Adam yang ketiga, berulang dan seterusnya dan seterusnya tetapi Adam  yang terakhir itu menunjukkan bahwa SEMUA sudah berakhir sudah terjadi perubahan total 180 derajat (itu sebabnya pula Yesus tegaskan di atas kayu salib: Sudah selesai.)  dan di disitulah Tuhan menemukan kekasihnya ataupun istrinya itu tangguh tidak mudah jatuh dalam dosa. 


Adam terakhir menunjukkan perubahan total, di mana Tuhan menemukan kekasih/istri yang tangguh.



Kidung Agung: Kisah Cinta Raja Salomo dan Gadis Sunem sebagai Gambaran Gereja:

Kidung Agung ditulis oleh Salomo dalam bentuk syair/lagu, merupakan "kidung dari segala kidung". Kisah tentang gadis Sunem yang ditemukan Raja Salomo menarik perhatian raja.

Meskipun berada di lingkungan pelayanan Raja Salomo (seperti di istana/kemah), gadis Sunem tetap memikirkan kekasihnya. Seruan gadis Sunem: "Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi" (kepada kekasihnya, bukan Salomo), menjadi bukti isi hatinya yang sebenarnya.

Hal yang menarik perhatian Salomo pada gadis Sunem bukanlah kecantikan lahiriah ("memang hitam aku tetapi cantik") melainkan hal lain yang sangat teristimewa, bahkan membuat raja Salomo begitu terpesona.

Putri-putri Yerusalem heran mengapa Salomo mencintai gadis Sunem yang tampak "hitam dan kasar" karena pekerja keras. Gadis Sunem menjelaskan bahwa warna kulitnya karena terik matahari saat menjaga kebun anggur saudara-saudaranya.


Kontras antara Lahiriah dan Batiniah (kehidupan menurut roh vs daging): Aplikasi pada Gereja
Seperti gadis Sunem yang fisik lahiriahnya merosot karena pekerjaan, demikian pula manusia lahiriah gereja bisa merosot. Namun, manusia batiniah gereja harus semakin indah dari hari ke hari (2 Korintus 4:16).

2Kor 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 17  Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami.

Penderitaan ringan saat ini mengerjakan kemuliaan kekal. Gereja tidak memperhatikan yang kelihatan (sementara) tetapi yang tak kelihatan (kekal).

Hikmat Raja Salomo mampu melihat ke alam batiniah gadis Sunem.


Kerinduan Gadis Sunem akan Kekasihnya Sang Gembala:

Kid 1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

Gadis Sunem bertanya: "Ceritakanlah kepadaku, jantung hatiku, di manakah kanda menggembalakan domba?". 

Sebagai seorang pekerja kebun anggur, ia tidak tahu tempat penggembalaan domba.

Ungkapan "Kekasih jiwaku" (dalam Amplified Classic Bible) ditujukan kepada gembalanya, bukan kepada raja Salomo.

Song of Solomon 1:7 AMPC [Addressing her shepherd, she said] Tell me, O you whom my soul loves, where you pasture your flock, where you make it lie down at noon. For why should I [as I think of you] be as a veiled one straying beside the flocks of your companions?


Kekasih Jiwa: Tuhan sebagai Gembala
Kasih kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan (Ulangan 6:5, Matius 22:37) harus menjadi kenyataan dalam hidup gereja.

Tuhan harus menjadi kekasih jiwa.

Mazmur 23:1: "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku. (KJV: “I shall not want").

Bukan takkan kekurangan aku. Bukan itu kalau dalam bahasa Inggrisnya dikatakan: I shall NOT WANT.  Bukan hanya takkan kekurangan aku, tapi dia enggak punya keinginan lain karena dia sudah menjadikan Sang Gembala kekasihnya. Tidak ada keinginan yang lain. Jadi seolah-olah dikatakan terserah apa maunya Sang Gembala. Dia kekasihku. Bisakah saudara hidup dari tuntutan yang diharapkan oleh Tuhan sebagai gereja-Nya  sebagai kekasih jiwa, tidak ada keinginan lain selain kehendak-Nya?

Kriteria yang diharapkan Tuhan, Gereja sebagai kekasih jiwa dan gembala, tidak ada keinginan lain selain kehendak-Nya.

Raja Ahasyweros bertanya kepada Ester: Apa yang kau inginkan ratu Ester?

Est 7:2 Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi."

Apa yang kau minta harus dipenuhi oleh sang raja.  Berbeda dengan gadis Sunem, justru dia berkata aku nggak punya…aku nggak punya keinginan apapun karena Engkau adalah Gembala.


Salomo dan Gembala yang Dilupakan:
Salomo tidak menyadari bahwa ayah kandungnya, Raja Daud, adalah seorang gembala domba sampai akhir hayatnya.

Daud adalah seorang gembala yang gagah berani (1 Samuel 17:33-37).

2Sam 5:1 Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. 2  Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel."

Daud memimpin gerakan orang Israel seperti seorang gembala memimpin domba-dombanya (2 Samuel 5:1-3).

Tuhan sendiri berfirman bahwa Daud akan menggembalakan umat-Nya, Israel.


Mengapa Gadis Sunem Mencintai Gembala?:
Cinta gadis Sunem kepada Sang Gembala bukan hanya dengan roh, tetapi juga dengan jiwa dan hati. Gadis Sunem mencintai KARAKTER Sang Gembala.

Sebagai wanita, ia tidak berpengalaman dalam penggembalaan.  

Relevansi pertanyaan "Di manakah kanda menggembalakan domba?" bagi kehidupan umat percaya: di mana Kristus sebagai Gembala berada bagi gereja-Nya? (Apakah gereja sudah melupakan perkataan Yesus: “Akulah gembala yang baik. Yoh 10:11,14” Apakah kita sudah melupakan-Nya sebagai Gembala seperti juga raja Salomo melupakan ayahnya, Daud?)

Kristus adalah Pemelihara Jiwa (1 Petrus 2:25) dan Gembala Agung (1 Petrus 5:4) yang akan menggembalakan dan menuntun ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).

1Ptr 2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

1Ptr 5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Why 7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."


Sang Gembala menggembalakan pada jiwa-jiwa yang terhilang dan menuntun mereka ke mata air kehidupan.

Rahasia kesetiaan gadis Sunem adalah dia mengenal profesi/pekerjaan kekasihnya sebagai gembala yang membuktikan jati dirinya.


Jawaban Putri-putri Yerusalem dan Makna Mengikuti Jejak Domba:
Putri-putri istana menyarankan gadis Sunem untuk mengikuti jejak-jejak domba dan menggembalakan anak-anak kambing dekat perkemahan gembala.

Ini adalah ejekan karena gadis Sunem tidak memiliki kambing domba.

Maknanya adalah mengikuti langkah-langkah orang yang mengenal gembalanya.

Mengikuti jejak domba berarti mengikuti aturan dan tanda yang mengarah kepada Kristus.

Ciri orang yang dipimpin Kristus (Yohanes 10, Mazmur 23) akan mengantar orang lain kepada-Nya.


Syarat Mengikut Kristus:

  • Menyangkal diri (tidak punya keinginan lain selain kehendak Tuhan).

  • Memikul salib setiap hari (orang lain melihat dari gaya hidup bahwa seseorang telah mati terhadap diri sendiri).

  • Mengikut Kristus (mengikuti perintah, kemauan, dan tujuan-Nya).


Kontras antara Keinginan Duniawi dan Fokus pada Gembala:
Jika Tuhan adalah Gembala, tidak ada keinginan lain.

Gadis Sunem tidak meminta apapun dari Sang Gembala, berbeda dengan tawaran Raja Salomo. Jika kekasihmu itu adalah seorang gembala, kau tidak akan menemukannya di lingkungan istana seorang raja. Sebab Dia selalu berdaulat atas kemauannya.

Lihat saudara suatu kontradiksi kehidupan: Salomo menawarkan hal-hal apa saja yang diinginkan oleh si gadis itu.  Dia menawarkan fasilitas, kenyamanan, keamanan. Salomo lupa bahwa ayahnya adalah seorang gembala.


Allah Mengangkat Gembala atas Umat-Nya:
Yehezkiel 34:23: Allah akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yaitu Daud hamba-Ku.

Allah ingin umat-Nya memandang Dia (Tuhan) sebagai gembala, bukan raja.


Pilihan Gadis Sunem: Cinta pada Figur Gembala:
Gadis Sunem tidak memilih menjadi istri Raja Salomo meskipun akan mengangkat status sosialnya.

Ia mencintai figur seorang gembala, bukan pekerjaan gembalanya.


Kepribadian Seorang Gembala yang Benar (Yehezkiel 34):

Yeh 34:2 "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? 3  Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. 4  Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman. segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak 6  dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-domba-Ku berserak, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya.

Nubuat melawan gembala-gembala Israel yang menggembalakan diri sendiri dan tidak memelihara domba (Yehezkiel 34:2-6). (Malahan mereka memanfaatkan mereka: menikmati susunya, mengambil bulunya dan bahkan menyembelih mereka). 

Gembala yang salah tidak menguatkan yang lemah, tidak mengobati yang sakit, tidak membalut yang luka, tidak mencari yang tersesat.

Akibatnya, domba-domba terserak dan menjadi mangsa.

Allah sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala yang salah dan akan mencari domba-domba-Nya (Yehezkiel 34:9-10).

Allah akan memperhatikan, mencari, menyelamatkan, dan menggembalakan domba-domba-Nya di padang rumput yang baik (Yehezkiel 34:11-16).

Allah akan mencari yang hilang, membawa pulang yang tersesat, membalut yang luka, menguatkan yang sakit, dan melindungi yang kuat (Yehezkiel 34:16).


Kesimpulan: Menemukan Figur Gembala dalam Allah dan Pemimpin Gereja:
Ketertarikan gadis Sunem pada gembala karena ia menemukan kepribadian Allah pada diri sang gembala.

Pertanyaan untuk umat percaya: apakah mengasihi gembala gereja sendiri?.

Figur gembala yang didapati pada Allah (menguatkan yang lemah, mengobati yang sakit, dll.) seharusnya juga ditemukan dalam diri gembala gereja.

Figur gembala: kawanan domba dikumpulkan, dilindungi, dicarikan makanan/minuman (rohani), mengenali domba-dombanya, memperhatikan kehidupan rohani.

Figur Allah sebagai gembala: mempertaruhkan nyawa demi keselamatan domba.

Rahasia cinta gadis Sunem yang kuat adalah figurnya sang gembala, bukan godaan duniawi.

Gereja yang diharapkan adalah seperti "Hawa yang terakhir" yang hanya cinta kepada "Adam yang terakhir" (Kristus) karena figur-Nya (karakter-Nya).


Koreksi dan Ajakan untuk Kembali pada Kasih yang Mula-Mula:
Banyak orang telah tersesat dari kasih yang mula-mula, lebih mencintai berkat atau dunia.

Kondisi gadis Sunem (hidup miskin tapi setia pada kekasihnya meskipun ada tawaran istana) menjadi teguran buat kita semua.

Kasih Kristus harus ditemukan karena kepribadian-Nya.




Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...