Langsung ke konten utama

MENGIKUTI ANAK DOMBA ALLAH

Para pahlawan iman di Ibrani 11; telah memberikan kesaksian yang telah mengubahkan hidup – testimony to the truth. Itu membuat orang bisa melihat firman menjadi kebenaran, menjadi daging, menjadi perbuatan.
Ibrani 12:1-2  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Kita bukan penonton, bukan cheerleader, tapi sebagai peserta, mengikuti arahan dan instruksi, melatih tubuh sedemikian rupa, sehingga setelah itu tidak ditolak. Ketaatan itu yang membangun hidupmu, untuk mencapai garis akhir. Yesus sudah mengadopsi dan mengambil seluruh hidup para saksi iman dan menyempurnakannya. Dia taat selama 30 tahun, tidak melayani Tuhan, tidak membuat mujizat, tapi terus dibentuk dan dibangun menjadi huious – putra sejati dalam rumah. Ketika dibaptis di sungai Yordan – sorga terbuka dan Bapa mengakui-Nya dan memperkenan-Nya; padahal ketika itu Dia belum berbuat apa-apa hanya Bapa melihat sikap ketaatanNya.

Yesus tidak punya ambisi. Dia bisa punya kesempatan untuk profesi apa pun. Walau pun hanya tukang kayu Dia membangun diriNya dengan banyak hal dan kaya akan segala pengetahuan dan kecakapan. Yesus itu layak dijadikan idola. Paulus mengatakan ketika usianya sudah lanjut: Yang kukehendaki ialah mengenal Yesus….dan kuasa kebangkitan-Nya…
Yesus pernah ditinggalkan ribuan orang, ditinggalkan semua murid-murid-Nya; tapi Dia tidak sakit hati dan kecewa. Paulus pun pernah dilempari batu….sampai pingsan…. Dia tidak putus-asa, tapi dia bangkit lagi dan mengajarkan lagi injil Kerajaan… Dia lihat Yesus di kayu salib, tidak ada erangan, tidak ada omelan sedikit pun, tidak ada keluhan, tapi Dia memperhatikan orang-orang yang menyalibNya, masih memperhatikan ibuNya dan masih memperhatikan orang-orang yang di salib di sebelahNya. Yesus tidak pernah menyerah…. Paulus melihat itu semua sehingga dia jadikan Yesus sebagai acuan hidupnya, semangatnya, ketabahannya, kekuatannya… Yesus tidak mengerjakan apa yang Bapa tidak kerjakan… tidak pernah mencuri kemuliaan Bapa… Yesus hanya mengatakan apa yang disingkapkan Bapa kepadanya. Paulus berjumpa dengan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik…. Dia melihat Yesus sebagai orang Nazareth… Paulus mengalami perobahan yang radikal… segala sesuatu yang lalu aku anggap sebagai sampah…. Apa yang dulu dianggapnya berharga, yang penting…sekarang tidak dianggap lagi…. Hanya apa yang dia dapat dari Yesus, itulah yang paling berharga…..bahkan lebih berharga dari hidup.

Yesus harus menjadi acuan hidup, semangat, focus…..mata yang tertuju kepada Yesus…. Keep your eyes on Jesus… terus-menerus mata memandang….bukan sekali-kali melihat Yesus…
Ketika kita dihina…Yesus tidak sakit hati..atau mendendam..  Tertuju kepada Yesus…arti mata, hati dan pikiran harus mengacu kepada Yesus…setiap hari, setiap waktu harus memandang Yesus….
Pelajari…. Apa yang Yesus telah mulai dan akhiri dalam pertandingan ini… bagaimana Dia mempersiapkan diri dalam rumah, melatih manusia rohNya, mencari kepada Bapa, bersekutu dengan Bapa…. Pagi-pagi benar…. Dia kuasai tubuhnya, tidak menyerah kepada keadaan fisiknya, tidak menyerah pada kelelahan.
Lihat bagaimana sikap, bereaksi dan cara hidup Yesus. Kita harus pelajari,,, bagaimana Dia tidak pernah kehilangan pandangan, arah dan tujuan…tidak pernah tergoda, tidak pernah menyimpang jalan dan selalu taat kepada perintah bapa.

Pelajari setiap injil Yesus….setiap fasal dan setiap ayat…saudara harus bisa merasakan gairah dan semangat –Nya Yesus…. Jangan sampai teralihkan hal-hal lain…. Alihkan matamu dari musuh-musuh dan pandangi Yesus… untuk sampai kepada Sion.

Yesus tidak pernah tinggal dalam zona nyaman… Dia selalu bangkit lagi… walau pun capai… Pikirkan Yesus…untuk kau dapat mengalahkan 7 musuhmu…. Kau harus bangkit lagi dan menjadi bergairah, karena matamu tertuju kepada Yesus….(aphorao) mengalihkan pandangan saudara dari hal-hal lain, dan hanya terpaku hanya pada satu pribadi Yesus.

Simon Petrus….berusaha mencapai Yesus di atas air…. Awalnya matanya selalu memandang ke Yesus, ketika dia mulai teralihkan pandangannya dia mulai tenggelam…

Wah 21:1
Aku melihat…Yesus sebagai Anak Domba berdiri di atas bukit Sion… Yesus di sorga juga sebagai Anak Manusia… yang sudah dikorbankan…
Orientasi hidupmu, acuan hidupmu, keputusanmu, harus selalu mengacu kepada Yesus…

Ibrani 12:3  Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Ingat selalu akan Dia…yang tekun menanggung perbantahan sehebat itu……

Saudara-saudara Yesus awalnya juga menolak Dia….
Thinkover tentang Yesus…selalu ingat Yesus sebagai teladan dan kelemahan yang sama…jangan lelah dan jemu…. Dengan selalu memikirkan dan merenungkan dan memikirkan hidupnya Yesus. Apa yang sudah dijalani, hinaan, aniaya, ditinggalkan….. maka akan hilang keraguanku….

Jangan memandang diri terus, menyalahkan diri, hanya memandang kepada fakta-fakta….. akan melemahkan hidupmu…

30 tahun Yesus mengabaikan kehinaan dan hidup miskin… Dia terus membangun diriNya dan hanya taat…tanpa prestasi apa pun…
Dalam perjuanganmu kau tidak sampai mencucurkan darah…
Kita harus memandang Yesus sebagai Anak Manusia….sebagai Anak Domba yang dikorbankan.

Wahyu 14:1  Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Aku melihat Anak Domba..di bukit Sion bersama 144.000 ribu orang…. Yang menyertai Yesus sampai ke bukit Sion….di dahi (pikiran) tertulis nama Yesus dan nama Bapa-Nya…

Anak Domba…sebagai Anak Manusia yang dikorbankan.
Ada diposisi rohani Sion…. Yang memiliki kemampuan untuk menggenapi apa yang harus digenapi.

Mereka adalah orang-orang yang sudah menggenapi…. Mereka adalah orang-orang milik kepunyaanNya (Yoh 17:24). Bapa yang memberikannya kepada Yesus.

Yohanes 17:24  Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

2 Timotius 2:19-20  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Mereka adalah orang-orang yang hidup dalam rumah rohani…. Dalam rumah yang besar bukan hanya perabot….
Kunci untuk mencapai Sion: hidup dalam rumah rohani, hidup dalam patron rumah.

Anak Domba adalah makhluk yang tidak punya hak untuk mati mau pun untuk hidup. Selalu siap untuk dikorbankan….. Diambil bulunya dan disembelih…diam saja. Ketika ikut Yesus sebagai anak domba… kau datang sebagai orang tanpa hak….. storehouse: apa pun yang datang kepadamu itu milik Tuhan…kau hanya sebagai pemegang (stewarder)… Jangan terpengaruh spirit Kanaan (trader) yang selalu hitung-hitungan. Merasa semua yang kau dapat adalah milik mu, hakmu….
Tapi mereka melepaskan hakmu atas segala milikmu, anak-anakmu …

Yohanes 1:29  Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Yoh 1:29 anak domba ini adalah pribadi yang akan menggenapi tujuan Bapa, menghapus dosa dunia untuk mengembalikan manusia kepada tujuan Tuhan.

Kalau kau ingin sampai kepada posisi Sion kau harus menyerahkan hakmu…. Lepaskan hakmu….Hak sepenuhnya harus pada Tuhan
Kau harus dapat menggenapi tujuan Tuhan dan kehendakNya saja
Siap menjadi korban bagi Allah…bagi bapa rohanimu, bagi rumah rohanimu. Prinsip dunia: Bapa yang baik itu bapa yang berkorban bagi anaknya. Bapa mengorban Yesus. Abraham mengorbankan Ishak. Yesus siap dan rela berkorban bagi Allah, bagi terwujudnya….

Lukas 9:23-24  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

1)Menyangkal dirinya, 2) memikul salibnya setiap hari, 3) mengikut Aku….

Menyangkal diri: mengingkari diri, lupakan diri, membuang ego, mematikan ego dan keinginan.
Salib: mati terhadap diri sendiri, manusia lama mati, ego/kehendak mati. Latih dirimu setiap hari. Jika tidak siapkan diri (be prepared, standby)  setiap hari, maka kita tidak akan pernah siap sedia (ready).
Mengikut Aku: melekat, bersatu dengan setia, menyelaraskan (conform) dengan teladan dan pribadi Yesus. Memilihara kehidupan, menjaga kehidupan….untuk hal-hal yang kekal bukan mempertahankan tabungan, pekerjaan,…..kenyamanan, bisnisnya….

Wahyu 14:1-5  Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Wahyu 14:1-5 Bagaimana bisa termasuk 144ribu orang (12x12x1000; angka rasuli dengan kapasitas  dan kemampuan ilahi).
 Harus ada pemerintahan Allah lahir dalam hidup saudara. Harus ada tertib ilahi, hukum-hukum dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Harus mau diatur oleh Tuhan yang diwakili bapa rohani.
Mereka memiliki tanda ilahi di dahi mereka: Yesus Anak Domba. Bukan Yesus Savior, bukan Yesus penolong, bukan Yesus jawaban. Nama bicara karakter dan kepribadian. Dahi berarti pikiran. Memiliki pikiran Kristus. Hendaklah kau menaruh pikiran  dan perasaan yang ada pada Kristus…  yang mengosongkan diri, tidak ada yang dipertahankan, tidak ada reputasi…. Itulah karakter-karakter Kristus.  Ada perasaan dan pikiran Kristus, menjadikan Kristus sebagai acuan. Ketaatan atau kehidupan? Yesus memilih ketaatan sehingga Dia menjadi Kristus.  Musa memilih bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan sementara menjadi pewaris Mesir.  Orientasi, cara pandang, cara pikir, sikapmu harus pada Yesus.

Mereka tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan  karena mereka murni sama seperti perawan (virgin).  Perempuan = jemaat / gereja.  Perempuan-perempuan = spirit Babel, system dunia, perempuan pelacur (wah 17:1).  Sistem dunia terlihat mirip-mirip dengan gambaran spiritual. Pelacur hanya memberikan janji bukan ikat-janji.  Banyak orang meng-klaim janji-janji Tuhan; tapi tidak mau hidup dalam ikat-janji dengan Tuhan. Para saksi iman tidak mengalami penggenapan janji Tuhan, tapi mereka tidak jadi undur dan tawar hati. Mereka penuh sukacita menantikan engkau menjadi penggenap. Mereka hidup dalam ikat-janji. Sadrakh-Mesakh dan Abednego hidup dalam ikat-janji, dengan ketetapan hati mereka untuk tidak menyembah patung raja, kalau pun Tuhan tidak menolong nyawa mereka. Pegang ikat-janji, bukan janji-janji. Ikat-janji berbicara mengenai ketaatan, penyerahan diri dan kesetiaan.

Ay5. 144.000 orang itu tidak mencemarkan dirinya dengan system/wanita  babel.

Wahyu 14:4  saudara harus menjadi korban sulung (bukan korban keselamatan), korban yang berkenan, menyukakan karena kerelaan, korban yang kudus (willing, holy and acceptable sacrifice).

Harus mengikuti Anak Domba KEMANA SAJA Dia pergi. Mengikuti = melekat, menyesuaikan diri dengan karakter, sikap hidup Anak Domba. Saudara juga menjadi Anak Domba: siap dibantai ke-egoanmu (yoh 10:3-4), kedaginganmu, tidak berbantah. Mengenal suara Yesus/bapa rohani.

Dalam mulut mereka tidak terdapat dusta/tipu daya (ay5). Tidak ada kejahatan dan kebohongan dalam mulut mereka. Mereka telah membenahi diri mereka, tidak ada cela, tidak ada motivasi tersembunyi, memiliki hati nurani yang benar; tidak ada sesuatu yang jahat. Mereka memiiki posisi rohani yang tidak takut dihukum, karena hati nurani mereka bersih. Memili kualitas ilahi dalam diri mereka.


Ps. Yappy 01-Des-2019  KETAATAN LEBIH BERHARGA DARIPADA HIDUP


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...