Langsung ke konten utama

MENGIKUTI ANAK DOMBA ALLAH

Para pahlawan iman di Ibrani 11; telah memberikan kesaksian yang telah mengubahkan hidup – testimony to the truth. Itu membuat orang bisa melihat firman menjadi kebenaran, menjadi daging, menjadi perbuatan.
Ibrani 12:1-2  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Kita bukan penonton, bukan cheerleader, tapi sebagai peserta, mengikuti arahan dan instruksi, melatih tubuh sedemikian rupa, sehingga setelah itu tidak ditolak. Ketaatan itu yang membangun hidupmu, untuk mencapai garis akhir. Yesus sudah mengadopsi dan mengambil seluruh hidup para saksi iman dan menyempurnakannya. Dia taat selama 30 tahun, tidak melayani Tuhan, tidak membuat mujizat, tapi terus dibentuk dan dibangun menjadi huious – putra sejati dalam rumah. Ketika dibaptis di sungai Yordan – sorga terbuka dan Bapa mengakui-Nya dan memperkenan-Nya; padahal ketika itu Dia belum berbuat apa-apa hanya Bapa melihat sikap ketaatanNya.

Yesus tidak punya ambisi. Dia bisa punya kesempatan untuk profesi apa pun. Walau pun hanya tukang kayu Dia membangun diriNya dengan banyak hal dan kaya akan segala pengetahuan dan kecakapan. Yesus itu layak dijadikan idola. Paulus mengatakan ketika usianya sudah lanjut: Yang kukehendaki ialah mengenal Yesus….dan kuasa kebangkitan-Nya…
Yesus pernah ditinggalkan ribuan orang, ditinggalkan semua murid-murid-Nya; tapi Dia tidak sakit hati dan kecewa. Paulus pun pernah dilempari batu….sampai pingsan…. Dia tidak putus-asa, tapi dia bangkit lagi dan mengajarkan lagi injil Kerajaan… Dia lihat Yesus di kayu salib, tidak ada erangan, tidak ada omelan sedikit pun, tidak ada keluhan, tapi Dia memperhatikan orang-orang yang menyalibNya, masih memperhatikan ibuNya dan masih memperhatikan orang-orang yang di salib di sebelahNya. Yesus tidak pernah menyerah…. Paulus melihat itu semua sehingga dia jadikan Yesus sebagai acuan hidupnya, semangatnya, ketabahannya, kekuatannya… Yesus tidak mengerjakan apa yang Bapa tidak kerjakan… tidak pernah mencuri kemuliaan Bapa… Yesus hanya mengatakan apa yang disingkapkan Bapa kepadanya. Paulus berjumpa dengan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik…. Dia melihat Yesus sebagai orang Nazareth… Paulus mengalami perobahan yang radikal… segala sesuatu yang lalu aku anggap sebagai sampah…. Apa yang dulu dianggapnya berharga, yang penting…sekarang tidak dianggap lagi…. Hanya apa yang dia dapat dari Yesus, itulah yang paling berharga…..bahkan lebih berharga dari hidup.

Yesus harus menjadi acuan hidup, semangat, focus…..mata yang tertuju kepada Yesus…. Keep your eyes on Jesus… terus-menerus mata memandang….bukan sekali-kali melihat Yesus…
Ketika kita dihina…Yesus tidak sakit hati..atau mendendam..  Tertuju kepada Yesus…arti mata, hati dan pikiran harus mengacu kepada Yesus…setiap hari, setiap waktu harus memandang Yesus….
Pelajari…. Apa yang Yesus telah mulai dan akhiri dalam pertandingan ini… bagaimana Dia mempersiapkan diri dalam rumah, melatih manusia rohNya, mencari kepada Bapa, bersekutu dengan Bapa…. Pagi-pagi benar…. Dia kuasai tubuhnya, tidak menyerah kepada keadaan fisiknya, tidak menyerah pada kelelahan.
Lihat bagaimana sikap, bereaksi dan cara hidup Yesus. Kita harus pelajari,,, bagaimana Dia tidak pernah kehilangan pandangan, arah dan tujuan…tidak pernah tergoda, tidak pernah menyimpang jalan dan selalu taat kepada perintah bapa.

Pelajari setiap injil Yesus….setiap fasal dan setiap ayat…saudara harus bisa merasakan gairah dan semangat –Nya Yesus…. Jangan sampai teralihkan hal-hal lain…. Alihkan matamu dari musuh-musuh dan pandangi Yesus… untuk sampai kepada Sion.

Yesus tidak pernah tinggal dalam zona nyaman… Dia selalu bangkit lagi… walau pun capai… Pikirkan Yesus…untuk kau dapat mengalahkan 7 musuhmu…. Kau harus bangkit lagi dan menjadi bergairah, karena matamu tertuju kepada Yesus….(aphorao) mengalihkan pandangan saudara dari hal-hal lain, dan hanya terpaku hanya pada satu pribadi Yesus.

Simon Petrus….berusaha mencapai Yesus di atas air…. Awalnya matanya selalu memandang ke Yesus, ketika dia mulai teralihkan pandangannya dia mulai tenggelam…

Wah 21:1
Aku melihat…Yesus sebagai Anak Domba berdiri di atas bukit Sion… Yesus di sorga juga sebagai Anak Manusia… yang sudah dikorbankan…
Orientasi hidupmu, acuan hidupmu, keputusanmu, harus selalu mengacu kepada Yesus…

Ibrani 12:3  Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Ingat selalu akan Dia…yang tekun menanggung perbantahan sehebat itu……

Saudara-saudara Yesus awalnya juga menolak Dia….
Thinkover tentang Yesus…selalu ingat Yesus sebagai teladan dan kelemahan yang sama…jangan lelah dan jemu…. Dengan selalu memikirkan dan merenungkan dan memikirkan hidupnya Yesus. Apa yang sudah dijalani, hinaan, aniaya, ditinggalkan….. maka akan hilang keraguanku….

Jangan memandang diri terus, menyalahkan diri, hanya memandang kepada fakta-fakta….. akan melemahkan hidupmu…

30 tahun Yesus mengabaikan kehinaan dan hidup miskin… Dia terus membangun diriNya dan hanya taat…tanpa prestasi apa pun…
Dalam perjuanganmu kau tidak sampai mencucurkan darah…
Kita harus memandang Yesus sebagai Anak Manusia….sebagai Anak Domba yang dikorbankan.

Wahyu 14:1  Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Aku melihat Anak Domba..di bukit Sion bersama 144.000 ribu orang…. Yang menyertai Yesus sampai ke bukit Sion….di dahi (pikiran) tertulis nama Yesus dan nama Bapa-Nya…

Anak Domba…sebagai Anak Manusia yang dikorbankan.
Ada diposisi rohani Sion…. Yang memiliki kemampuan untuk menggenapi apa yang harus digenapi.

Mereka adalah orang-orang yang sudah menggenapi…. Mereka adalah orang-orang milik kepunyaanNya (Yoh 17:24). Bapa yang memberikannya kepada Yesus.

Yohanes 17:24  Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

2 Timotius 2:19-20  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Mereka adalah orang-orang yang hidup dalam rumah rohani…. Dalam rumah yang besar bukan hanya perabot….
Kunci untuk mencapai Sion: hidup dalam rumah rohani, hidup dalam patron rumah.

Anak Domba adalah makhluk yang tidak punya hak untuk mati mau pun untuk hidup. Selalu siap untuk dikorbankan….. Diambil bulunya dan disembelih…diam saja. Ketika ikut Yesus sebagai anak domba… kau datang sebagai orang tanpa hak….. storehouse: apa pun yang datang kepadamu itu milik Tuhan…kau hanya sebagai pemegang (stewarder)… Jangan terpengaruh spirit Kanaan (trader) yang selalu hitung-hitungan. Merasa semua yang kau dapat adalah milik mu, hakmu….
Tapi mereka melepaskan hakmu atas segala milikmu, anak-anakmu …

Yohanes 1:29  Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Yoh 1:29 anak domba ini adalah pribadi yang akan menggenapi tujuan Bapa, menghapus dosa dunia untuk mengembalikan manusia kepada tujuan Tuhan.

Kalau kau ingin sampai kepada posisi Sion kau harus menyerahkan hakmu…. Lepaskan hakmu….Hak sepenuhnya harus pada Tuhan
Kau harus dapat menggenapi tujuan Tuhan dan kehendakNya saja
Siap menjadi korban bagi Allah…bagi bapa rohanimu, bagi rumah rohanimu. Prinsip dunia: Bapa yang baik itu bapa yang berkorban bagi anaknya. Bapa mengorban Yesus. Abraham mengorbankan Ishak. Yesus siap dan rela berkorban bagi Allah, bagi terwujudnya….

Lukas 9:23-24  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

1)Menyangkal dirinya, 2) memikul salibnya setiap hari, 3) mengikut Aku….

Menyangkal diri: mengingkari diri, lupakan diri, membuang ego, mematikan ego dan keinginan.
Salib: mati terhadap diri sendiri, manusia lama mati, ego/kehendak mati. Latih dirimu setiap hari. Jika tidak siapkan diri (be prepared, standby)  setiap hari, maka kita tidak akan pernah siap sedia (ready).
Mengikut Aku: melekat, bersatu dengan setia, menyelaraskan (conform) dengan teladan dan pribadi Yesus. Memilihara kehidupan, menjaga kehidupan….untuk hal-hal yang kekal bukan mempertahankan tabungan, pekerjaan,…..kenyamanan, bisnisnya….

Wahyu 14:1-5  Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Wahyu 14:1-5 Bagaimana bisa termasuk 144ribu orang (12x12x1000; angka rasuli dengan kapasitas  dan kemampuan ilahi).
 Harus ada pemerintahan Allah lahir dalam hidup saudara. Harus ada tertib ilahi, hukum-hukum dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Harus mau diatur oleh Tuhan yang diwakili bapa rohani.
Mereka memiliki tanda ilahi di dahi mereka: Yesus Anak Domba. Bukan Yesus Savior, bukan Yesus penolong, bukan Yesus jawaban. Nama bicara karakter dan kepribadian. Dahi berarti pikiran. Memiliki pikiran Kristus. Hendaklah kau menaruh pikiran  dan perasaan yang ada pada Kristus…  yang mengosongkan diri, tidak ada yang dipertahankan, tidak ada reputasi…. Itulah karakter-karakter Kristus.  Ada perasaan dan pikiran Kristus, menjadikan Kristus sebagai acuan. Ketaatan atau kehidupan? Yesus memilih ketaatan sehingga Dia menjadi Kristus.  Musa memilih bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan sementara menjadi pewaris Mesir.  Orientasi, cara pandang, cara pikir, sikapmu harus pada Yesus.

Mereka tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan  karena mereka murni sama seperti perawan (virgin).  Perempuan = jemaat / gereja.  Perempuan-perempuan = spirit Babel, system dunia, perempuan pelacur (wah 17:1).  Sistem dunia terlihat mirip-mirip dengan gambaran spiritual. Pelacur hanya memberikan janji bukan ikat-janji.  Banyak orang meng-klaim janji-janji Tuhan; tapi tidak mau hidup dalam ikat-janji dengan Tuhan. Para saksi iman tidak mengalami penggenapan janji Tuhan, tapi mereka tidak jadi undur dan tawar hati. Mereka penuh sukacita menantikan engkau menjadi penggenap. Mereka hidup dalam ikat-janji. Sadrakh-Mesakh dan Abednego hidup dalam ikat-janji, dengan ketetapan hati mereka untuk tidak menyembah patung raja, kalau pun Tuhan tidak menolong nyawa mereka. Pegang ikat-janji, bukan janji-janji. Ikat-janji berbicara mengenai ketaatan, penyerahan diri dan kesetiaan.

Ay5. 144.000 orang itu tidak mencemarkan dirinya dengan system/wanita  babel.

Wahyu 14:4  saudara harus menjadi korban sulung (bukan korban keselamatan), korban yang berkenan, menyukakan karena kerelaan, korban yang kudus (willing, holy and acceptable sacrifice).

Harus mengikuti Anak Domba KEMANA SAJA Dia pergi. Mengikuti = melekat, menyesuaikan diri dengan karakter, sikap hidup Anak Domba. Saudara juga menjadi Anak Domba: siap dibantai ke-egoanmu (yoh 10:3-4), kedaginganmu, tidak berbantah. Mengenal suara Yesus/bapa rohani.

Dalam mulut mereka tidak terdapat dusta/tipu daya (ay5). Tidak ada kejahatan dan kebohongan dalam mulut mereka. Mereka telah membenahi diri mereka, tidak ada cela, tidak ada motivasi tersembunyi, memiliki hati nurani yang benar; tidak ada sesuatu yang jahat. Mereka memiiki posisi rohani yang tidak takut dihukum, karena hati nurani mereka bersih. Memili kualitas ilahi dalam diri mereka.


Ps. Yappy 01-Des-2019  KETAATAN LEBIH BERHARGA DARIPADA HIDUP


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...