Langsung ke konten utama

SYARAT DAN KETENTUAN MENJADI GEREJA

 

(S&K Menjadi Gereja Berlaku)

Tuhan memberikan kasih karunia demi untuk apa yang ditugaskan untuk kita, bukan untuk kita nikmati sendiri. Kita jangan bergantung pada pikiran sendiri. Kita harus dibangun menurut ukuran Tuhan. Jangan menipu dirimu sendiri, untuk membuat damai dengan dirimu sendiri. Bumi dan sorga akan digoncangkan. Kadang orang terdekat kita akan mengoncangkan hidup kita.  Maka kita semua harus dibangun menjadi Gereja Nya.

Semua orang Kristen mungkin merasa dan mengaku dirinya adalah Gereja. Apakah saudara gereja? Gereja sudah ada sebelum pencurahan Roh Kudus. Alkitab memberikan Syarat dan Ketentuan Sebagai Gereja.

Ulangan 23:1  "Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN.

PERTAMA Ay 1: Orang yang pecah buah pelirnya.

Orang yang pecah buah pelirnya, tidak bisa meiliki benih. Allah berkata, Aku akan menaruh benihKu kepada wanita ini. Ini bukan masalah gender.  Benih itu diletakkan pada hidup saudara dan akan mengubahkan hidup saudara.

Benih yang berasal dari Allah menuntut ikat-janji(covenant). Dalam rumah spiritual ada ikat-janji dengan seorang sumber anugerah atau seorang bapa rohani, bukan janji-janji. Ikat-janji itu dibuat, oleh karena Allah menjadi saksi. Dua pihak melakukan ikat-janji untuk saling berkorban. Ada jemaat yang menyalah-artikan: dia memberikan perpuluhan kepada gembala supaya mendapatkan berkat berlipat. Itu bukan ikat-janji, tapi mencari keuntungan.

Ikat-janji tidak mengharapkan keuntungan, tapi untuk hidup berkorban (acceptable spiritual sacrifices to God through Jesus Christ, 1 Petrus 2:5).

Mereka yang sekarang sudah tidak bersama-sama saudara lagi, karena sudah tidak dapat hidup dalam ikat-janji. Melupakan janji merupakan dosa, tapi ikat-janji (covenant) adalah kemauan Allah, sebab Allah kita adalah Allah perjanjian.

Benih itu adalah Firman Kerajaan untuk kita beranak-bercucu dan berkuasa.  Kau harus dapat meneruskan benih itu kepada generasi berikutnya. Jangan mengambil benih firman hanya untuk dirimu. Allah tidak bisa menaruh benih, jika saudara tidak punya kemampuan untuk menyimpannya.

Orang ini memiliki hati seperti tanah yang keras tidak bisa menerima benih sama sekali. Bagaimana ikat-janji itu tidak bisa dipenuhi? Bukan Allah yang gagal, tapi manusia yang gagal. Jangan sampai hidupmu tanpa benih dari Allah.

Kadang saya harus memaksa saudara untuk menerima benih. Jalan sukses sesungguhnya ada pada firman. Daud mengatakan tentang firman dengan luarbiasa sekali (Maz 119). Gembala di Efrata bisa mengetahui firman. Daud bisa menampung kehendak Allah, kerinduan Allah, tentang tahta Allah di bumi.

Apakah saudara  pecah pelirnya? Seorang yang pecah buah pelirnya (sida-sida) hanya akan berada dan melayani di kamar dan tempat tidur di istana. Kamar itu tempat istirahat. Saudara paling hanya bisa jadi kasim atau sida-sida, tapi tidak pernah saudara ada di dekat tahta. Tahta adalah tempat memerintah, tempat aktivitas. Raja duduk dan memerintah di tahta, bukan di tempat tidur. Pemerintahan Allah ada di tahta. Jika pemerintahan saudara ada dalam hidupmu, maka saudara akan semakin baik (baca juga 1 Petrus 2:9).

Jangan pecah buah pelir saudara. Ia akan menaruh benih padamu. Jika saudara tidak memiliki benih, saudara bukan gereja. Miliki pikiran dan hati, miliki spirit taat untuk mentaati Allah. Pikiran saudara harus ada di belakang roh saudara. Jika Allah telah berbicara, telah menaruh benihnya, jangan memakai timbangan lagi.

KEDUA, adalah terpotong kemaluannya.

Orang yang terpotong kemaluannya tidak memiliki kemampuan membangun orang lain. Sebagai orang tua kau harus mampu meneruskan benih itu kepada anak jasmanimu. Jangan serahkan anakmu kepada sekolah atau gereja. Sekolah dan gereja itu bukan bengkel. Lot adalah orang yang terpotong kemaluannya. Ini termasuk para orang-tua; yang tidak mampu meneruskan benih kepada orang lain. Orang yang terpotong kemaluannya tidak mungkin punya murid, tidak mungkin punya anak rohani.

2 Timotius 3:10 (TB)  Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

Timotius dibangun sebagai anak yang sah, bukan secara lahiriah. Beranak-bercuculah…di Kej pasal 1. Jika kau terpotong kemaluanmu, kau tidak mampu melakukan firman ini dari tujuan penciptaan.

Yesus Kristus memberikan kita kemampuan menjadi gereja-Nya, untuk beranak-cucu. Aku telah menerima kuasa…bukan untuk membuat mujizat, tapi untuk beranak, bercucu. Kuasa yang dahsyat bekerja dalam hidup saudara, jika saudara bisa membuat duplikasi dalam hidup saudara. Apakah kau si penggenap firman itu?

KETIGA, anak haram.

Ulangan 23:2  Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN.

Anak haram tidak boleh masuk jamaah Tuhan, bahkan sampai keturunan kesepuluh pun tidak boleh. Anak haram adalah kehidupan yang lahir bukan dari ikat-janji. Saudara boleh diberkati, bahkan pemimpin saudara di perusahaan akan memberi jabatan lebih tinggi lagi. Ia berpikir itu datang dari Tuhan. Saudara jangan tertipu. Jika saudara khawatir, lalu saudara bekerja keras dan saudara mendapat upah yang besar, itu berasal dari siapa? Itu dari si jahat. Setan berkata kepada Yesus, jika kau menyembahku…semua kekayaan akan kuberikan…

Anak yang bukan diperoleh dari benih Allah itu anak haram. Anak haram bisa berasal dari metode penginjilan, pertama kau bertobat, percaya Yesus, bergereja dan seterusnya… itu bukan dari ikat-janji, bukan dari benih Allah.

Banyak orang bergereja bukan karena faktor Allah. Banyak anak-anak yang bergereja, karena orangtuanya. Anak-anak melihat orangtua mereka baik dan ikut papa-mama ke gereja. Jika saudara takut masuk neraka dan sekarang bergereja, itu tidak berasal dari benih Allah, karena ketakutan itu berasal dari setan. Saudara harus didorong oleh firman yang mendatangi hidup saudara, yang berasal dari mulut Allah.

Jemaat atau gereja adalah aplikasi daripada ikat-janji. Kau harus setia. Jangan terikat janji tapi masuk kedalam ikat-janji.

Alkitab berkata sampai keturunan kesepuluh pun tidak boleh masuk. Sesempurna apapun seseorang membangun kehidupan lahiriahnya. Keturunan kesepuluh artinya sampai selama-lamanya. Mengapa Tuhan mengatakan sampai generasi kesepuluh…bukan selama-lamanya, karena meskipun ia terus membangun dirinya, tapi dengan fondasi yang salah. Ia mencoba menyempurnahkan dirinya dengan kekuatannya sendiri…

KE-EMPAT. Orang yang memiliki spirit seorang Amon atau seorang Moab

Orang Amon dan Moab tidak menyongsong orang Israel dengan roti dan air…tapi….ayat 3-5.
Ulangan 23:3-5  Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya, karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau.  Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau.

Ay 6. Jangan mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka….

Ulangan 23:6  Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya.

Bukan menjadi kewajiban saudara untuk mengubah hidup mereka. Orang Edom masih lebih baik, orang Mesir masih lebih baik, karena masih ada hubungannya…

Orang Amon dan spirit Amon tidak boleh masuk dalam gereja. Leluhur Amon dan Moab adalah Lot. Degrasi terjadi pada Amon dan Moab karena di ay4…..

Elia disuruh Tuhan kepada janda di Sarfat dan meminta air dan roti sehingga Elia bisa melanjutkan perjalanannya. Spirit Amon dan Moab menghalang-halangi orang mencapai destiny. Lot tidak terpanggil, tapi ikut-ikutan dengan Abram. Spirit ini adalah spirit yang ikut-ikutan….

Kejadian 13:7-9  Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

Kej 13:7;  Terjadi pertengkaran antara gembala Lot dan Abram…  Abram meminta untuk memisahkan diri, harus beda arah. Kehidupan Lot banyak di gereja, menggunakan spirit Amon dan Moab.

Mereka adalah orang yang selalu berbeda arah dengan sumber anugerahnya.
Kejadian ini bukan di luar sana; tapi selalu beda arah di dalam sini. Karena uang dan harta, Lot tega meninggalkan sumber anugerah; tetapi kita tau akhirnya semua harta itu habis dan tinggal pakaian di tubuhnya.

Salah satu dasar ukuran hidup saudara dipakai adalah ukuran sumber anugerah. Banyak yang ingin menyelamatkan dirinya dengan menjauh dan bahkan berlawanan arah dengan sumber anugerah.

Allah berfirman kepada Yesaya, bangsa ini mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh.

Bangsa Amon dan Moab tidak punya panggilan. Menjauh dan berbeda arah dari sumber anugerah.

Lot berpisah dengan Abram. Dia tidak pernah kembali kepada Abram. Siapa yang menyelamatkan Lot? Abraham. Pribadi yang sudah berbeda.

Allah berfirman untuk beranak-bercucu. Anak-anak Lot bersetubuh dengan ayahnya. Keturunan Lot bukan berasal dari pola yang benar, bukan dari ikat-janji Tuhan. Tidak ada ikat-janji antara Lot dan kedua putrinya.

Bani Amon dan Moab ditolak karena tidak menyongsong bani Israel yang keluar dari Mesir dan menuju destiny-nya. Ketika Israel keluar dari Mesir, Amon-Moab tidak menyongsong dengan air dan roti. Pada waktu itu belum ada manna,  tanpa roti dan air,  Amon-Moab bermaksud melemahkan perjalanan destiny orang lain.
Amon-Moab adalah bangsa yang sudah terbentuk lama. Banyak orang-orang lama di gereja yang berusaha melemahkan yang baru. Caranya? Dengan mereka tidak menunjukkan perubahan kehidupan. Hanya Ruth yang membuat orang lain menjadi maju. Dia mengubahkan bangsanya, bangsa Moab. Kalian harus menjadi Ruth.

Spirit Amon tidak pernah berhenti bekerja, sampai menghasilkan Rehabeam, sampai mereka berhasil dan yang lain gagal. Nama ibu raja Rehabeam adalah Naama, orang Amon (1 Raja-raja 14:21).  Mereka akan mengajak bangsa Israel menyembah dewa bangsa Amon, Molokh. Bangsa ini tidak menyambut umat Tuhan, menggagalkan destiny mereka. Yang muda-muda, bahkan kau harus dapat membangkitkan orang tua.

Balakh menyewa Bileam untuk mengutuk dan melemahkan dan mengutuk orang Israel.  Tapi ternyata hal itu tidak terjadi, karena Bileam menolak. Bangsa ini menunjukkan ketidak-benaran, supaya bangsa lain di kiri-kanannya..gagal.

Orang yang mempunyai spirit Amon ini membangun fondasinya, tahap demi tahap tapi ujungnya adalah menjadi musuh Tuhan.

Maz 83:1-8 ….musuh-musuh bermufakat dan mengadakan perjanjian untuk  melawan orang yang Kau lindungi (gereja)… kemah Edom, kemah Ismael, Moab, orang Hagar, Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea dan penduduk Tirus, Asyur dan semua kaki tangan bani Lot.

Semua menjadi musuh Tuhan, secara bertahap. Kalau menjadi musuh Tuhan, itu lebih jahat dari si jahat; karena si jahat takut Tuhan, tapi mereka yang menjadi musuh Tuhan, tidak takut Tuhan. Mereka adalah antikris.

Yang mengurapi Daud adalah tua-tua di Hebron, tapi mereka sujud menyembah Daud. Tidak ada senioritas di gereja.
Perkenanan Tuhan bisa hilang dalam hidupmu jika kau tidak menghormati pemimpin. Nehemia ketika mengadakan ibadah di Yerusalem, dia tetap melarang bangsa Amon dan Moab turut dalam ibadah (Nehemia 13:1).

Saudara tidak boleh membiarkan kelemahan orang lain dalam rumah, sehingga saudara bisa menjadi Amon-Moab. Hati-hati jika saudara sendiri ada dalam titik transisi menjadi bangsa Amon-Moab. Salah satu hal yang busuk, Amon-Moab selalu memerangi bangsa Israel. Jaman Gideon, Amalek dan Moab juga memerangi Israel.

Karakter Gereja adalah:

1.Memiliki  kemampuan memultiplikasikan kehidupan firman. Jangan sampai pecah pelir, terpotong kemaluan.

2. bermitra dengan Roh Kudus; selalu berbahasa roh (godliness life).

3.Miliki ikat-janji
Miliki pola Allah – Allah itu pola. Musa harus membangun menurut pola yang di sorga. Di wahyu dikatakan kemah itu adalah Allah sendiri. Bagaimana pola memberi? Dia tidak menyayangkan AnakNya sendiri. Pola memberi yang benar: memberi bukan menurut kerelaan hatimu;  sebenarnya kau  menyayangkan …tapi memberikannya.

4. Hidup dalam pengabdian dan ketaatan kepada sumber anugerah.

Hidup dalam panggilan Allah (Roma 8:29-30) panggilanmu adalah membangun segambar dan sekarakter dengan Kristus. Panggilanmu bukan untuk ministry atau pelayanan.

1 Petrus 2:9  Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Salah satu kehidupan yang luarbiasa adalah pekerjaan Allah dalam hidup saudara selalu mengakhiri kegelapan saudara; termasuk ketidakjelasan destiny dan karakter saudara. Saudara harus dapat merasa pekerjaan Allah di dalam dirimu (Fil 2:13.) Allah yang bekerja dan gerakkan Allah yang membuat saudara memiliki karakter yang sama dengan diriNya. Dia membawa saudara kepada terangNya untuk mengakhiri sisi gelap saudara. Ini mujizat terbesar, bukan untuk membangkitkan orang mati. Jangan seperti di Kej 1. Hidup saudara seperti samudra raya…tidak bisa ditebak.

Pekerjaan yang dahysat adalah membawa saudara menjadi gereja-Nya. Jadilah terang, maka terang itu jadi…..

Amin.

Sermon notes Hp.
Ps. Djonny Tambunan 11 Jan 2020






Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...