Langsung ke konten utama

Penyebab Kegagalan Dalam Mengikut Tuhan

 Rangkuman Penyebab Kegagalan mengikut Allah

Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam mengikut Tuhan. Mereka tidak sampai mengakhiri garis akhir dalam perlombaan iman. Tidak sampai kepada takdir (destiny) yang Tuhan tetapkan dalam hidup mereka.  Kita berdoa, supaya jangan kita terjerumus, sebab hambatan terbesar ada dari dalam sendiri.

Kita bisa mengalami firman Tuhan. Realtita firman Tuhan adalah realita Tuhan sendiri yang menyatakan  Pribadi-Nya kepada kita. Realitas Tuhan itu  akan kita miliki dan nikmati, sebab Firman Kebenaran-Nya menjadi milik kita sendiri, menjadi iman dan jatidiri kita.  Firman Kebenaran yang diwujudkan di dalam dan melalui kita kami. Firman Tuhan akan mencapai maksudnya lewat hidup kita. Biarlah Roh Kudus menuntun kita, memberikan pengertian dan hikmat.

Mat 8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 19  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."  20  Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

21  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." 22  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

Luk 9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." 60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."

2 orang ini berencana ikut Tuhan. Pertama ia seorang ahli taurat.

Ia mulai terbuka siapa diri Yesus dengan semua hukum taurat yang ia pahami. Ia melihat koneksinya.  Ia berkata: Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 

Yesus menjawab dengan istilah: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

 

Kendala mengikut Tuhan itu bisa terbongkar, mengikut Tuhan itu datang dari diri sdr, bukan dari lingkungan.

Ahli taurat ini mengakui Yesus itu rabbi, “guru”, meski pun Yesus bukan keturunan seorang rabbi. Orang ini sudah periksa kehidupan Yesus, Ia layaknya seperti rabi2 lain yang tersohor pada masa itu. Nikodemus, Saulus (Paulus) seorang rabi. Ini dari budaya bangsa Yahudi bukan orang Ibrani. Itu dimulai pada saat pembuangan di Babel. Semua hamba2 Tuhan yang  menyadur kembali hukum Taurat dan kitab2 Musa menjemahkannya kepada bahasa yang lebih mudah, menguraikannya, mereka disebut para rabi. Apa masalahnya kalau seorang ahli taurat mengakui bahwa Yesus itu adalah seorang rabi. Tentu harusnya kita jika diposisi itu sangat sukacita dan menjadikan ia murid sdr. Tapi Yesus singkapkan kendala yang ada pada orang ini. Yesus menjawab keinginan ahli taurat ini: serigala punya liang, burung punya sarang, tapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Apa artinya?

Ya, rumah itu tempat yang nyaman. Ia punya hukum2, itu tempat yang nyaman. Walau pun ia tau kebenaran yang baru (terkini) ia akan kembali kepada hukum2 yang lama. Yesus menunjuk kepada keyakinan ahli taurat ini. Kalau kau berhasil mengalami terobosan, kebenaran dibukakan ketika Allah berkata lain, kau bersedia bergerak maju, apa kau bisa ikuti kegerakan Tuhan di mana saja. Bukan jadi penghalang. Tapi banyak orang mengikuti Tuhan dengan apa yang sudah diketahui saja, yang memberikan berkat, kenyamanan; tapi Allah itu dinamis. Ia membawa kau ke dimensi yang tidak terbatas.  Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Ini bicara tentang kepala. Apakah kepala kita ini? Ketika Ia mengalami kesengsaraan apa kah kau tetap setia? Apa tuntutan-Nya itu berkaitan dengan keinginan orang ini: aku mengikuti kemana pun kau pergi?

Yesus itu bangsa Yahudi dari keturunan Ibrani dan Dia berada di sekeliling orang Ibrani dan bangsa Yahudi. Tentu Yesus tidak berikan perumpamaan supaya orang ini bisa mudah mengerti perkataan Yesus itu. Mat 13, Yesus bicara kepada banyak orang dalam bentuk perumpamaan.

Mat 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" 11  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Yesus mengetahui akan mengungkapkan rahasia kepada mereka yang berguna, bukan Cuma ingin mendengar dan menjadi puas. Ada istilah yang Yesus katakan dan hanya pernah Ia ucapkan pada ahli Taurat, Farisi dan Saduki saja; tidak pada murid2.

Mat 8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."

Yesus tidak menghakimi: betul kan? Tapi Ia berikan perumpamaan yang tidak dimengerti mereka.

  1. Ada kesediaan ahli Taurat ini jadi murid Yesus: aku akan mengikuti Engkau. Ini tentu kabar baik buat kita. Ada kesediaan, kerelaan dan kemauan datang dari dirinya. Tentu saudara menyambut dan merespon orang ini. Tidak seperti Yesus yang harus mempertimbangan ulang.
  2. Aku ikut engkau kemana pun Kau pergi? Ini luarbiasa ia mau menyingkirkan kehendak  bebasnya dan egonya untuk mengikuti Yesus. 2 hal ini jadi bahan2 untuk mengikut Yesus, untuk menurut kehendak Tuhan. Pernahkan kita bertanya: ini bahan2 sudah cukup untuk Allah membentuk hidup kita. Yesus menjawab ahli Taurat itu: itu belum cukup. Yesus menjawab yang lain. Apa salahnya dari seorang ahli Taurat? Bukankah Nikodemus juga seorang Farisi, seorang rabi, seorang ahli Taurat. Yesus menyambut Nikodemus. Dia beritahukan apa yang bisa dikerjakan Allah supaya bisa lahir baru.

Ada banyak orang bersedia untuk dimuridkan bersedia, menyerahkan kehendaknya untuk menuruti kehendak Allah. Sdr pikir itu cukup diucapkan? Apa Allah menyambut yang demikian. Yesus tau realita apa yang dihadapi orang ini, apa yang membuat ia gagal di tengah jalan ketika mengikut Yesus.

Mat 7:21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Bukan masuk sorga, tapi masuk ke dalam pemerintahan kerajaan, yang melakukan kehendak Bapa.

22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Tuhan tidak mengakui kau hamba-Nya, sebab bukan datang dari kehendak Tuhan. Banyak orang berlomba untuk semua kegiatan dan aktivitas rohani, karena merasa sudah berada dalam pemerintahan Allah. Tapi akhirnya Tuhanlah yang menilai. Jangan tertusuk hatimu dan kecewa. Dia tau siapa yang tepat disebut hamba-Nya dan murid-Nya.

Apa yang Yesus katakan tentang hamba / murid-Nya / pengikut-Nya:

Pertama

Luk 14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Orang ini mengajukan diri menjadi murid Tuhan. Tapi mengapa Yesus mengatakan: anak manusia tidak dapat meletakkan kepalanya. Ia ingin menjalankan kepemimpinan dalam hidup sdr.

Luk 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Ini yang dimaksudkan anak manusia tidak dapat meletakkan kepalanya. Ia bicara dengan kiasan yang pada masa itu dipahami orang Yahudi / Ibrani. Itu bicara tentang kepemimpinan. Anak manusia tidak memiliki tempat yang bebas dalam diri kalian untuk berperan sebagai kepala, tempat bagi Tuhan memimpin kehidupan.

 

Ada harga  yang harus dibayar dan ada pergeseran yang harus terjadi. Ini bukan terobosan, tapi pergeseran.

Jawaban Yesus disesuaikan dengan budaya yang dimengerti orang Israel/ibrani.

Siapa yang dapat memimpin dirinya? Seekor burung dan segirgala dipimpin oleh dirinya sendiri. Tapi anak manusia tidak punya tempat meletakkan kepalanya. Bukan seluruh hidupnya, hanya kepala. Kepala sdr diletakkan pada leher sdr. Dinamikanya kekiri ke kanan, atas bawa ditentukan oleh leher. Pada waktu Yesus mengatakan tempat itu bicara tempat kepemimpinan dalam hidup sdr untuk jadi sempurna, jadi benar; hanya apabila leher tidak menghambat kebebasan dari kepada untuk bergerak menurut maunya kepala.

Ini istilah dalam PL yang diungkapkan Allah tentang Israel. Yesus mengambil istilah ini mengubahnya sedikit, tapi pengertiannya. Sulit bagi Tuhan bukan karena Allah punya masalah yang datang dari diri sdr yang menuntut kepemimpinan. Anak manusia tidak mempunyai tempat melakukan kepemimpinannya;  Tuhan katakan: tegar tengkuk (stiff neck); leher tempat meletakkan kepala.

 

 

Yang saya dapatkan dari topik khotbah ini :

Di bandingkan dari luar, hambatan dari diri sendiri lebih banyak.

Contohnya hidup dalam zona nyaman, masih hidup dengan pandangan sendiri, merasa sudah tau, banyak pengetahuan, mengabaikan Tuhan,suka menunda nunda dsb nya.

Ini ayat yang menjadi remedy buat saya dan saya percaya buat orang lain juga.

Amsal 3:5-10

3:5 Percayalah kepada TUHAN 1  e  dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri 2 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu 3 , maka Ia akan meluruskan f  jalanmu. g  3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri h  bijak, takutlah akan TUHAN i  dan jauhilah kejahatan; j  3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu k  dan menyegarkan tulang-tulangmu. l  3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu 4  dan dengan hasil pertama m  dari segala penghasilanmu, 3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh n  sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. 

 

Saya terus belajar mengosongkan diri untuk tujuan Allah dalam hidup saya, terus belajar membangun manusia roh saya. Ketika hambatan itu datang, saya selalu belajar untuk menyadari bahwa dalam setiap tingkah laku saya Tuhan menyertai saya.

Saya selalu ingin memberikan kebebasan roh kudus bekerja, salah satu nya dengan mentaati perkataan bapa rohani.

Juga saya belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, belajar mencintai diri sendiri untuk Tuhan, hidup sehat. Bukan mencintai diri sendiri dengan Ego dan hanya memikirkan diri sendiri, kehendak sendiri/agenda sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri maksudnya agar mendapat kebenaran, hasilnya damai sejahtera dan sukacita dari roh kudus artinya Roh kudus ikut bersuka cita, ada perkenanan Tuhan. Jadi apapun instruksi yang di katakan oleh bapa itu tidak berat.

Memang tidak mudah, maka dari itu saya selalu berdoa agar Tuhan memurnikan hati saya, dan membuat saya melihat, agar tidak melenceng. Apa yang dunia tawarkan itu membuat kita jauh dari Tuhan.

Saya bersyukur memiliki bapa rohani, dan rumah rohani yang membuat saya di jagai, karena banyak orang-orang di gereja yang hidupnya fatherless, dan di dalam kebingungan. 

Firman ini membuat saya menyadari bahwa  saya tidak boleh hidup dengan pandangan sendiri. Dan saya tidak mau hidup dalam orientasi uang(mamon) sudah di katakan bahwa kita hanya penata layar nya Tuhan.

Harus alami pergeseran, dalam motivasi dan, selalu miliki hati yang murni.

Akhir akhir ini dunia sedang gencar-gencarnya dengan slogan “show your true self”,  “ love your self” atau self love. Cukup berbahaya apabila orang percaya terbawa/bergeser pandangannya. Walaupun kehendak bebas kita tidak bisa di matikan, tapi dengan ada nya kehendak bebas itu saya/kita gunakan untuk mencintai Tuhan.

Tidak boleh berkeras hati atau menjadi jemaat yang lehernya tegar tengkuk.  Kadang pikiran kita sendiri yang membuat bapa rohani atau Allah sulit bekerja dalam hidup kita. Ketika kita memberi hidup kita kepada Allah, dengan kuasa yang dimilikinya pasti Allah bersedia meng-upgrade hidup setiap kita.

Kita harus bersiap sedia selalu untuk dapat merepresentasikan kehidupan Kristus, karakter Yesus.

Betapa pentingnya kita mengalami realita Kerajaan Sorga dan realita Tuhan sendiri, bagaimana realita kehadiran Tuhan dalam setiap aspek hidup kita itu benar-benar mencengkeram seluruh keberadaan kita.

Bukan hanya realita Tuhan itu dalam roh ketika kita menyembah, tapi juga bisa kita alami dan rasakan dalam jiwa pikiran, perasaan dan keinginan serta dalam tubuh kita setiap saat. Kita bisa melihat, merasakan dan alami semua dari setiap tanda-tanda yang menyertainya.

Realita Tuhan adalah Kebenaran Firman yang terwujud di dalam dan melalui diri setiap kita. Kuasa dan pekerjaan Firman dan Roh yakni setiap pekerjaan baik yang disediakan Allah Bapa - akan mencapai maksudnya lewat hidup kita.

 

Be In His Love and Grace

Postingan populer dari blog ini

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

MENJADI SERUPA DENGAN YESUS KRISTUS

gbr: seperti memiliki DNA spiritual yang sama Menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya atau menjadi serupa dengan Yesus Kristus merupakan tujuan dari panggilan kita sebagai gereja. Menjadi serupa dengan Kristus merupakan takdir / destiny yang sudah ditetapkan Bapa (predestinated). _Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara._  Rom 8:29 _Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya._  Rom 8:30 Membaca berulang-ulang ayat-ayat yang sama mungkin membosankan; tapi saya percaya rahmat Tuhan selalu baru setiap hari, amin! Selalu perkataan Tuhan adalah untuk mengingatkan kita untuk meneguhkan panggilanNya atas hidup kita, sehingga kita dikuatkan. B...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

Preparing the Bride (session 12): Prinsip Mengasihi Tuhan dengan Benar

Prinsip Cinta dan Keteguhan Iman Kid 2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. Kismis melambangkan kekuatan roh, sementara buah apel diartikan sebagai perkataan Tuhan yang tepat waktu dan menyegarkan.   Ams 25:11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Pembicara menjelaskan bahwa perkataan ini, seperti apel emas di pinggan perak, tersedia di "istana raja," menunjuk pada kehadiran Roh Kudus yang menyampaikan firman Kristus. Lebih lanjut, teks membahas tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai sebagai kasih Tuhan yang menjangkau orang-orang "bodoh" dan "asing," sementara tangan kanannya yang memeluk melambangkan kemenangan, kekuatan, dan kehormatan yang melingkupi gereja. Akhirnya, ditekankan pentingnya menjaga kemurnian cinta kepada Kristus dan menolak cinta palsu yang digerakkan oleh faktor lahiriah. Kuatkanlah Aku dengan Kue Kismis: Cin...