Langsung ke konten utama

Panggilan Ilahi - bagian 1

Catatan KOMSEL 15-07-2023 

Pembukaan

Dalam hidup kita mengalami banyak masalah, penderitaan, pergumulan dan aniaya. Nah, justru lewat masalah-masalah yang kita hadapi itu Allah mau memproses hidup kita. Itu adalah tempat untuk Allah bekerja di dalam hidup kita. Kita yang sudah lahir baru akan alami proses pendewasaan itu, karena setelah lahir baru artinya kita menjadi bayi-bayi rohani. Kita masih membawa keakuan dan kedagingan yang masih besar dan melekat dalam hidup kita.

Rm 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Allah mau memproses kita dari anak-anak menjadi dewasa rohani dan menginginkan kita untuk menang mengatasi setiap masalah apa pun. Dalam keadaan dan situasi kita harus alami update dan upgrade untuk naik level. Allah ingin membawa kita kepada kesempurnaan, sebab ada tujuan dan rencana Allah dalam hidup kita orang-orang yang dipanggil oleh Dia.

Yang didapat dari input.

Allah bekerja dalam diri kita ketika kita lahir baru.  Itu menjadi dasar Allah bekerja. Dia turut bekerja, tapi tergantung kita. Jika kita pasif, tidak bergerak; Allah tidak bisa bekerja. Namanya Allah TURUT bekerja, artinya BERSAMA-SAMA, bukan Allah sendiri bekerja. Kehendak bebas kita harus menyertai. Harus sudah mengambil keputusan mau hidup dan bergerak serta berjalan bersama Tuhan. Barulah Tuhan bekerja. Dia mendatangkan kebaikan. Buat siapa? Buat kita tapi menurut Tuhan. Kalau kita tidak mau mengalami penderitaan, tekanan, aniaya, sakit penyakit dan kemiskinan. Kita tidak mau semua itu. Itu maunya kita, tapi Allah mau sesuatu yang mendatangkan kebaikan yang menurut versi Tuhan. Penderitaan itu mungkin tetap ada seperti Lazarus yang borok. Tetap ada boroknya, tetap miskin; tapi imannya terus bertumbuh. Itu yang dimaksud KEBAIKAN menurut  Tuhan.  Semua penderitaan itu sebenarnya sarana, bukan berarti Tuhan harus menghilangkan itu semua; tapi bagaimana kita bisa menanganinya. Kadang dalam keadaan sakit, menderita; dan tinggal sendiri, harus menanganinya sendiri. Secara lahiriah itu menyedihkan, tapi Tuhan memberikan penghiburan buat hati kita. Jadi kita lebih dewasa, sedang didewasakan, harus mampu sendiri, tidak mengandalkan orang lain, walau pun mereka ada di sekitar kita. Jadi tidak terus menerus “melow”, malahan menjadi lebih kuat. Semakin digoncang, semakin naik level rohani kita. Ketika makin naik, sepert pohon makin tinggi; walau pun ada goncangan tapi akar kita sudah bertumbuh makin kuat. Jadi, Tuhan turut bekerja itu bukan berarti masalah hilang. Justru kita dilatih memakai kekuatan Tuhan ketika mengalami masalah-masalah. Akhirnya kita merasa itu kekuatan Tuhan bukan kekuatan saya, karena dari awal tujuan-Nya Allah menciptakan kita itu segambar dan serupa dengan Dia. Kita harus mengambilnya dari iman kita.

Yang Allah kehendaki adalah terbentuknya karakter ilahi di dalam kita menjadi nyata. Tidak tergantung apakah dia kekurangan atau berkelimpahan secara materi, sebab dikatakan Allah turut bekerja dalam segala sesuatu bagi mereka yang mengasihi Dia. Seperti Kornelius. Hartanya berlimpah, punya posisi, banyak bawahannya dan berpengaruh, tapi hidupnya takut akan Tuhan, saleh, jujur dan banyak memberi. Memang tidak semuanya menjadi baik, ketika kita ikut Tuhan.

Hab 3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18  namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Jadi intinya bukan keadaan baik atau tidak baik, tapi bagaimana kita diproses dalam keadaan apa pun, bahwa karakter Allah itu bisa muncul. Itu yang jadi kehendak Allah.

Kita melihat, ada level yang lebih tinggi, yakni mengucap syukur dalam segala hal, seperti yang ditunjukkan oleh Lazarus. Tidak ada satu hal pun yang enak dari hidupnya Lazarus, padahal dia memiliki benih Abraham, karena ketika mati dia ada dipangkuan Abraham.  Tapi siapa yang mau hidupnya seperti Lazarus? Miskin, mengemis, borokan.  Beda dengan Stefanus, Paulus. Ketika mereka berjalan pertobatan terjadi di mana-mana.  Tapi Lazarus, sampai matinya  tetap miskin, tetap borokan, sampai dijilatin anjing. Tidak ada enaknya sama sekali semasa hidupnya Lazarus. Seolah-olah hidup miskin dan sakit-sakitan sudah jadi ketetapan hidup Lazarus.  Jadi itulah yang namanya kekuatan dari Tuhan. Dia turut bekerja dalam keadaan seperti itu, bukannya Dia bekerja menurut keinginan Lazarus. Dan Lazarus tetap menjaga imannya sampai garis akhir, sesuai dengan benih yang diterimanya. Itulah kelebihan dan keistimewaan Lazarus yang disukai Tuhan.

Allah bekerja dalam diri seseorang biasanya tidak terlihat secara lahiriah, tapi Dia membentuk iman yang luarbiasa, sehingga ia bisa bersyukur dalam segala hal, iman yang membuatnya selalu tertuju kepada Allah, terbukti Allah turut bekerja. Paradigma dan pola pikir kita yang membuat kita tidak pernah bersyukur atau selalu bersyukur, karena  faktor-faktor itu yang sangat menentukan sikap kita. Karena iman Allah turut bekerja bagi mereka yang mengasihi Dia. Hanya bagi mereka yang bergantung , menghargai firman-Nya dan melakukan firman-Nya yang dikatakan memiliki iman.  Itu akan mengubah paradigma dan sikapnya, serta menghasilkan tindakan. Sebaliknya jikalau tidak memiliki firman, kita akan terus fokus pada masalah dan merasa masalah kita tidak habis-habis. Sedangkan orang lain sepertinya hidupnya mulus-mulus saja. Ini sikap seperti Daud di Maz 73, sampai ia masuk ke tempat kudus Allah dan mendapatkan pengertian. Ketika Firman berbicara bukan hanya menjadi logos, tapi menjadi rhema maka kita mendapatkan pewahyuan, pengertian yang mengubahkan pola pikir kita. Di luar firman, yang ada hanyalah pola pikir sediri, memandang semuanya sebagai masalah yang tidak pernah habis. Dia tidak pernah menang atau naik kelas. Jika seseorang bisa mengatasi masalah dengan firman dan hikmat Allah, maka itu bukan masalah lagi buat dia.

Kita lihat hidupnya Ayub. Dia memiliki iman dan memiliki firman, maka dia tidak mau kehilangan iman itu, setelah apa pun yang terjadi menimpanya. Istrinya pun tidak habis pikir, mengapa orang saleh seperti Ayub ditimpa masalah yang luarbiasa secara bertubi-tubi.  Maka isteri Ayub menyumpahinya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" (Ayub 2:9)

Ayb 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub tetap bertekun dan tetap mempertahankan imannya, karea ada firman yang berbicara di dalam dirinya. Ada karakter ilahi dan cara padang Allah dalam hidup Ayub.

Kebanyakan kita menghadapi problem yang sama. Kenapa sama? Karena oleh dunia pola pikir kita sudah dicetak, seperti: kita harus sukses, anak-anak harus punya pendidikan yang baik, harus bekerja keras mencari uang, makan enak. Jadi kesuksesan menurut ukuran dan standar dunia. Itu pola pikir yang terus mencoba membentuk hidup kita, setiap hari pola pikir kita dicetak seperti itu, bahkan sampai detik ini.  Jadi, firman itu sangat penting, juga bagaimana pola pikir kita diubahkan.

Sadarilah, bahkan sebelum kita dipanggil, sebenarnya Tuhan kita telah memilih kita lebih dulu.  Ini tahapan yang pertama. Tidak seperti orang dunia yang memanggil kita dulu, diseleksi dulu apakah S1 atau S2, punya skill kemampuan bekerja atau tidak, baru kalau memenuh syarat maka dipilih. Tapi Allah telah memilih kita dulu, lalu memanggil kita. Ketika kita merespon panggilan-Nya, Dia mulai bekerja  dan memberikan kita anugerah: Dia sudah berikan semua yang kita butuhkan. Dia berikan hati yang bersih. Dia berikan Roh Kudus. Dia berikan firman iman. Dia berikan pewahyuan, pengertian dan hikmat di dalam roh kita. Pokoknya Dia berikan modal kita hidup dengan kasih karunia, pengampuan, itu terus mengalir.  Maksudnya apa? Tuhan mengharapkan kita dengan semua pemberian-pemberian-Nya itu untuk kita bisa menjadi dan dilayakkan untuk mencapai standar dan klasifikasi Allah. Dia melatih kita dengan segala keadaan kita sehari-hari, tapi Dia tidak membiarkan kita berjuang sendiri, maka dikatakan Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan kebaikan, bagi orang yang mengasihi Dia.

Jadi bagaimana kita menyikapi setiap masalah? Ya, pertama kalau kita tidak mengalami masalah kita tidak akan tau bahwa Allah turut bekerja dalam hidup kita. Kita beribadah, ya hanya beribadah, tidak tau dan tidak sadar, bahwa Allah itu bekerja dalam diri kita. Ketika kita menghadapi masalah, supaya kita menjadi lebih baik, hidup dalam ketaatan dan membentuk karakter kita. Sebenarnya secara duniawi rasanya tidak mampu menghadapi banyak masalah, tapi karena kita hidup mendengarkan firman di dalam rumah rohani, sering kita mendapatkan kekuatan dari kisah-kisah dalam Alkitab. Paulus contohnya juga menghadapi tekanan biarpun dia bisa melakukan mujizat. Masalah tetap ada, tapi Tuhan yang memberikan kekuatan.  Satu masalah selesai, kemudian ada lagi dan ada lagi. Tuhan tau, masalah itulah yang membuat kita kuat, lebih bertumbuh, lebih lagi mengenal Tuhan. Yang Tuhan berikan itu kekal, firman yang kekal, yang membuat kita dibukakan. Hidup di zaman seperti ini hanya firman yang jadi pegangan. Jika tidak, hidup kita akan mudah jatuh, apalagi di zaman cari duit itu makin susah dan makin susah.  Jadi, sebenarnya dan kita percaya, bahwa Tuhanlah yang mencukupkan hidup kita. Walau pun kita sering dengar banyak orang mengeluh. Di musim panas mengeluh, di musim hujan juga mengeluh. Tapi puji Tuhan Dia terus mencukupkan hidup kita. Dia Tuhan bekerja di dalam kita tidak melihat musim. Itu nyata, walau pun itu secara materi dan lahiriah, tapi itu juga membentuk karakter kita bertumbuh, sehingga kita tidak lagi menjadi khawatir seperti orang dunia. Biar pun ini waktunya anak masuk sekolah, walau pun sempat juga terkadang kita khawatir sedikit, kelihatan Tuhan yang menolong, sebab kita percaya Tuhan memberikan yang terbaik. Kadang-kadang kita dibawa ke situasi yang membuat kita khawatir, tapi tidak sampai down atau putus asa, kita harus tetap ingat dan memandang kepada Tuhan, berserah kepada Tuhan.

Yesus juga pernah merasa takut. Di taman Getsemani sebelum disalibkan Yesus sampai mengeluarkan keringat darah (Luk 22:44). Artinya, khawatir dan takut itu wajar, asal kita mengerti dan menyadari Allah juga turut bekerja. Terkadang mengucap syukur itu tidak mudah, beda dengan mengatakanya. Tapi disaat kita mengalami situasi, pikiran kita sudah ke mana-mana, besok bagaimana?  Penekanannya adalah bagi mereka yang mengasihi Dia, Allah bekerja. Itu yang membuat kita bisa mengucap syukur dalam segala hal. Selalu harus kita ingat firman-Nya yang berbicara, tentang Daud, tentang Yusuf, tentang Lazarus, tentang Ayub, tentang pribadi Yesus sendiri. Yesus sejak lahir mengalami penderitaan, dilahirkan di dalam keluarga yang miskin. Seandainya Yesus lahir di keluarga kaya, kita yang celaka. Yesus saja seperti itu, berarti kita ada harapan.  Jadi kita merasa bisa melakukan firman Tuhan, sebab terbukti secara nyata dan jelas, sehingga kita sanggup melakukannya dan  menghidupinya. Sudah banyak contoh dari para pahlawan iman. Mereka sudah menjadi pola bagi kita bagaimana ketika mengalami penderitaan tidak undur dari Tuhan, malahan semakin bergairah, makin menyala-nyala.

Kenapa kita merasa selalu menderita? Itu sebenarnya dari kedagingan kita, yang membuat kita merasa menderita dan tertekan. Tapi ketika kita memandang ke hal-hal yang bukan lahiriah, melainkan hal-hal yang spiritual, maka itu bukan lagi penderitaan. Itu merupakan cara untuk kita hidup menurut kehendak Tuhan, bukan menurut cara dan keinginan kedagingan kita atau jiwa kita. Banyak orang yang merasa senang dan bangga akan hal-hal yang lahiriah, karena itu menurut pandangan mereka; tetapi bagi Paulus, keberhasilan hal-hal lahiriah kebanyakan adalah sampah. Itulah sebabnya banyak orang yang sangat menderita ketika usaha mereka gagal. Kebaikan yang dimaksud adalah yang terbaik menurut Tuhan.

Selama pola pikir kita belum berubah, maka ketika menghadapi masalah yang ada hanya mengeluh dan kecewa. Apalagi dalam keadaan berkekurangan, lebih parah lagi melarat. Misalkan diwaktu pandemi lalu, sebagian kita diperhadapkan situasi  dimana sudah dalam keadaan terpuruk, anak sakit keras pula. Lalu tetangga-tetangga kiri kanan, depan belakang semua banyak yang meninggal. Itu bisa membuat kita stres berat dan tidak bisa bangun.  Benar-benar membuat stres berat seperti itu. Tapi jika pandangan kita sudah diubahkan selaras dengan pikiran Kristus, kita dapat merasakan kekuatan Tuhan yang sedang bekerja di dalam hidup kita, bukan kuat dan gagah kita. Itu benar-benar kekuatan dari Tuhan, ketika firman-Nya berbicara. Maka kita yakin Tuhan mengizinkan hal-hal itu terjadi, sebab Dia yang pegang kendali dan pegang kontrol.

 

Menjawab Pertanyaan:

1. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu,

A. Jelaskan arti kata DALAM SEGALA SESUATU itu

“Segala sesuatu” artinya keadaan dan situasi apa pun yang sedang kita hadapi saat itu, bukannya Tuhan merubah dulu situasi. Sebab tujuannya Tuhan adalah bagaimana kita menyikapi, menangani dan menang atas situasi dan keadaan itu untuk membuat kita mengandalkan Dia, fokus pada Tuhan dan tetap memandang Dia, sampai kita memiliki pandangan yang sama dengan Tuhan atas masalah-masalah itu.

B. Apakah Allah turut bekerja utk mendatangkan kebaikan ini BERLAKU utk semua orang? 

Tidak. Allah turut bekerja untuk mendatagkan kebaikan berlaku hanya bagi mereka yang mengasihi Tuhan, yakni mereka yang mau mendengar, merespon dan melakukan Firman.

Sebutkan SYARAT2 spy FT ini terjadi dalam hidup mu.

Sudah lahir baru, mengasihi Allah.

 

2. Mereka yg MENGASIHI DIA, sebutkan ciri2 org yg mengasihi Yesus.

Mau mendengar perkataan-Nya, meresponi dengan sikap yang benar dan melakukan perintah- Nya dengan tekun dan sabar, sehingga ia lebih mengenal Allah, sehingga karakter Allah dan kehidupan ilahi “zoe” yang ada di dalam Firman-Nya dapat terbentuk di dalam dirinya.

 

3. Terpanggil Sesuai dg rencanaNya. Apa yg hrs kalian lakukan spy kalian menjadi org yg TERPILIH dan TERPANGGIL Allah.

Semua orang  yang terpanggil, lalu merespon panggilan Allah itu dan mau bergerak bersama Allah dalam menjalani proses untuk dibentuk ulang, supaya mencapai takdir, yakni menggambarkan rupa Allah dalam hidupnya.

4. Mendatangkan kebaikan

A. Apa yg dimaksud dg kebaikan ini? Menurut ukuran dan pandangan siapa?

Kebaikan ini bukan keadaan berubah jadi baik. Seperti yang dialami Lazarus:tetap borokan, tetap miskin, dijilatin anjing, dst. Bukan kebaikan menurut pandangan dan ukuran kita, tapi kebaikan menurut ukuran dan pandangan Tuhan.

B. Apakah Allah turut bekerja dlm hidupnya LAZARUS? Bagaimana sikap hidupnya LAZARUS dlm penderitaan, kemiskinan dan sakit nya.

Ya. Lazarus tidak pernah mengeluh, tidak bersungut-sungut. Setelah Lazarus mati dan orang kaya itu juga mati, orang kaya itu meminta supaya Lazarus mencelupkan jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya. Itu artinya orang kaya itu sangat berdosa dengan lidahnya, sedangkan Lazarus tidak. Sikap Lazarus ini seperti sikap Ayub yang selalu menjaga perkataannya.

 

5. Hal2 praktis apa yg kalian akan lakukan berdasarkan ayat FT

Efesus 5:20 (TB)  Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

1 Tesalonika 5:16-18 (TB) 16 Bersukacitalah senantiasa.  17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Kolose 3:17 (TB)  Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita

Jawab:

Kita meminta Tuhan supaya membukakan mata dan telinga kita untuk hal-hal kecil yang Dia lakukan. Itu seperti tanda bahwa Tuhan sedang bekerja di dalam hidup kita. Bukan kita selalu minta mujizat-mujizat dan tanda-tanda ajaib dulu, supaya Tuhan membuktika Ia bekerja di dalam kita. Kalau sikap kita demikian, tidak akan pernah kita bisa selalu mengucap syukur, karena hati dan pandangan kita terhadap kehendak dan tujuan Tuhan belum terbuka.

Penting merubah cara padang lewat firman dan kebenaran yang kita dapat, sehingga kita melihat kesulitan itu bukan untuk melemahkan. Misalkan dalam persaingan usaha yang tidak sehat, kita tidak terpaku pada hal-hal yang terlihat. Jika hal-hal tersebut diizinkan Tuhan, pasti Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Masalah dan persoalan bukan jadi beban, tapi untuk melatih kita untuk kita memiliki hati yang besar dan lapang. Misalkan bisakah kita memberkati orang yang sudah mengkhianati kita.

Masalah mungkin tetap dan banyak, tapi cara pandang kita itu menentukan solusi dari persoalan itu. Ini berkaitan erat dengan pengenalan akan Tuhan. Ini yang membuat kita berubah, sehingga bisa tetap mengucap syukur.

 

 

 

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...