Langsung ke konten utama

The Seed of Christ: Realizing the Divine Image (MKS #54)

Catatan khotbah dari saluran YouTube GPK JMD Bandung ini mengulas peran Abraham sebagai pembawa benih ilahi untuk mewujudkan Kristus dalam sejarah manusia. Pengkhotbah menjelaskan bahwa janji Allah kepada Abraham bukanlah sekadar tentang keturunan lahiriah, melainkan tentang "sperma" atau benih rohani yang mengandung kehidupan Zoe (hidup ilahi). Melalui analisis kitab Kejadian dan Galatia, ini menekankan bahwa setiap orang percaya saat ini menerima benih firman yang sama untuk menampilkan karakter dan kepribadian Kristus secara nyata. Ini bukanlah benih yang sekedar melakukan perbaikan moral lahiriah, melainkan untuk menerima rencana asli dari Allah yang penuh kuasa. Beliau menantang jemaat untuk tidak memilih-milih firman berdasarkan keinginan pribadi, melainkan membiarkan kuasa Roh Kudus menumbuhkan benih asli tersebut hingga mencapai kegenapan janji Allah. Fokus utamanya adalah transformasi batiniah di mana identitas Kristus menjadi realita dalam kehidupan sehari-hari orang beriman. Penjelasan ini diakhiri dengan penegasan bahwa ketaatan tanpa syarat, seperti yang ditunjukkan Abraham, merupakan kunci bagi manifestasi kodrat ilahi di tengah dunia.

Ibadah JMD Bandung 13 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 54

Catatan Lengkap: Benih Kristus & Realita Gambar Ilahi (The Seed of Christ: Realizing the Divine Image)


1. Pendahuluan & Doa Pembuka

  • Kehadiran dan Kunjungan Allah: Allah tidak hanya membuka diri-Nya bagi manusia, tetapi juga melakukan kunjungan langsung agar manusia dapat mengalami realita Pribadi dan Firman-Nya secara nyata ``.
  • Tujuan Utama Pekerjaan Roh: Doa dan bimbingan Firman serta Roh Kudus bertujuan untuk membentuk manusia menjadi gambar dan rupa Allah (imago Dei) sesuai dengan penetapan-Nya sejak awal ``.
  • Kilas Balik Teladan Abraham: Kehidupan Abraham menjadi titik awal penetapan Allah tentang garis keturunan yang akan mewujudkan Kristus, karena Allah memercayai dan menaruh harapan pasti pada dirinya ``.

2. Hakikat Benih (The Seed / Sperma) dalam Janji Allah

A. Analisis Galatia 3:16

"Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan kepada keturunan-keturunannya..." ``

  • Subjek Janji Tunggal: Alkitab dengan tegas mencatat kata "keturunan" dalam bentuk tunggal (singular), bukan jamak . Janji Allah tidak ditujukan kepada banyak orang (*keturunan-keturunannya*), melainkan kepada **satu orang**, yaitu **Kristus**.
  • Etimologi Kata "Benih":
    • Dalam bahasa Yunani digunakan kata Sperma (G4690) ``.
    • Dalam bahasa Ibrani digunakan kata Zera (sesuatu yang ditabur) ``.
    • Sperma adalah benih kehidupan yang ketika diterima dalam suatu kandungan/wadah akan dibuahi dan mewujudkan diri menjadi suatu sosok kehidupan baru ``.

B. Maksud dan Proses Penerusan Benih

  • Titik Awal Janji: Janji Allah diucapkan kepada Abraham, tetapi tidak terwujud sepenuhnya hanya pada masa hidup lahiriah Abraham ``.
  • Tanggung Jawab Menjaga Benih: Abraham harus membawa benih itu dalam hidupnya dan meneruskannya ke generasi berikutnya agar benih tersebut tetap terjaga sehat hingga waktunya mewujudkan Kristus ``.
  • Benih adalah Firman Kerajaan: Sebagaimana dicatat dalam Matius 13, benih itu adalah Firman Kerajaan—Firman murni dan asli dari surga yang mengandung seluruh kepribadian dan kehidupan Kristus ``.

3. Nubuat Pertama (Protoevangelium) & Konflik Dua Benih

A. Konteks Kejadian 3:13–15

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa akibat tipu daya ular , Allah menyampaikan kalimat penghukuman sekaligus janji keselamatan pertama (Injil Pertama):

"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." ``

Komponen NubuatIdentifikasi / Arti SpiritualPenjelasan Detail
Permusuhan / PerangDideklarasikan oleh AllahAllah yang menetapkan konflik spiritual ini sampai penggenapan akhir ``.
PerempuanKategori Spiritual (Gereja / Hawa / Maria)Secara lahiriah menunjuk pada Maria ; secara spiritual melambangkan Gereja/umat Allah.
Keturunan UlarManusia yang hidup dari benih iblisLain dari para malaikat pemberontak (sepertiga bintang langit) ``.
Keturunan PerempuanKristus (Benih Tunggal / Sperma)Datang dari benih Roh Kudus, bukan dari benih manusia/Adam ``.
Meremukkan Kepala UlarKemenangan Mutlak KristusKristus menghancurkan kuasa dan otoritas utama iblis ``.
Meremukkan TumitGenerasi Tumit (Akep / Yakub)Tumit (akep) berhubungan erat dengan nama Yakub ``.

B. Makna Tumit (Akep) dan Garis Penetapan Allah

  • Etimologi Tumit (Akep): Kata "tumit" dalam bahasa Ibrani menggunakan kata akep, yang merupakan akar kata dari nama Yakub (Ya'akob) ``.
  • Penajaman Jalur Janji:
    • Dari Abraham, Allah mengunci janji-Nya melalui Isak, bukan Ismail ``.
    • Dari Isak, Allah mempertajam arah janji-Nya kepada Yakub (Situmit / Israel), bukan Esau ``.
    • Dosa manusia tidak pernah membatalkan atau mematikan rencana serta hukum keadilan Allah ``.

4. Silsilah Kerajaan: Dari Yakub hingga Singa dari Yehuda

A. Nubuat Yakub dalam Kejadian 49

Sebelum meninggal, Yakub memanggil anak-anaknya dan menyampaikan nubuatan masa depan ``:

  • Ruben: Anak sulung yang kehilangan keutamaan karena melanggar kesucian tempat tidur ayahnya ``.
  • Simon dan Lewi: Mendapatkan amaran akibat kemarahan mereka ``.
  • Yehuda (Kejadian 49:8–10):
    • Memperoleh pujian dari saudara-saudaranya dan tangannya akan menekan tengkuk musuhnya ``.
    • Dilambangkan sebagai anak singa / singa jantan (asal usul sebutan Singa dari Yehuda yang menunjuk kepada Kristus) ``.
    • Tongkat Kerajaan & Lambang Pemerintahan: Tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Shiloh datang ``.

B. Makna Shiloh dan Tahta Daud

  • Definisi Shiloh: Istilah Ibrani yang menunjuk secara khusus kepada Mesias atau Kristus ``.
  • Pengumpulan Bangsa-Bangsa (Gathering): Kepada Shiloh lah bangsa-bangsa akan dikumpulkan dan tunduk ``.
  • Tahta Daud yang Kekal: Benih yang ditaruh Allah mengandung otoritas pemerintahan Allah (Kingdom Governance) yang diteruskan hingga tahta Daud dan digenapkan secara kekal di dalam Kristus ``.

5. Perwujudan Lahiriah vs. Spiritual dari Benih Allah

               [ BENIH ASLI ALLAH (Firman / Sperma) ]
                                  │
         ┌────────────────────────┴────────────────────────┐
         ▼                                                 ▼
[ Perwujudan Lahiriah ]                           [ Perwujudan Spiritual ]
 - Di dalam Maria melalui Roh Kudus        - Di dalam Bejana yang Kalah (Manusia Berdosa / Gereja)
 - Melahirkan Yesus Kristus                   - Memancarkan Kehidupan Ilahi (Zoe)
 - Tanpa campur tangan benih Adam         - Mengalahkan Seluruh Musuh Spiritual
  • Perwujudan Lahiriah (Maria): Maria bertanya bagaimana ia bisa mengandung karena belum bersuami . Malaikat Gabriel menegaskan bahwa Roh Kudus yang akan turun dan menaunginya membawa benih murni Allah (*sperma* Allah), bukan dari benih laki-laki Adam.
  • Perwujudan Spiritual (Gereja sebagai Bejana yang Kalah):
    • Allah menaruh benih-Nya yang mahakudus ke dalam wadah/bejana yang tadinya kalah karena dosa (Hawa/manusia berdosa) ``.
    • Keajaiban Anugerah: Meskipun manusia dalam posisi kalah, benih Kristus yang ditanamkan di dalamnya sanggup bangkit dan mengalahkan seluruh musuh ``.

6. Sifat Kebenaran Firman: Dabar, Zoe, dan Aletheia

A. Firman sebagai Dabar (H1697)

  • Kekuatan Terpendam: Dabar adalah Firman yang mengandung kekuatan terpendam Allah (latent power of God) ``.
  • Penggerak Mandiri: Dabar memiliki dorongan internal untuk mewujudkan seluruh kepribadian Allah dan menggenapi tujuan-Nya ``.
  • Prinsip Yesaya 55:11: Firman yang keluar dari mulut Allah tidak akan kembali sia-sia, melainkan pasti melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya dan berhasil dalam tugasnya ``.

B. Kehidupan Zoe dan Zao

  • Matius 4:4: Manusia tidak hanya hidup dari roti, tetapi dari setiap Firman (rhēma/logos) yang keluar dari mulut Allah ``.
  • Makna Zao (G2198) & Zoe: Kata zao berasal dari zoe (kehidupan ilahi Allah). Artinya, Firman yang dimakan akan membuat manusia memancarkan dan menampakkan kehidupan ilahi Allah di bumi ``.
  • 1 Yohanes 5:11–12: Barangsiapa memiliki Anak (Kristus), ia memiliki hidup (Zoe); barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup ``.

C. Kebenaran sebagai Aletheia (Yohanes 1:14)

  • Yohanes 1:14: Firman telah menjadi manusia, penuh kasih karunia dan kebenaran ``.
  • Perbedaan Istilah: Kebenaran di sini menggunakan kata Yunani Aletheia (Pribadi Kebenaran yang Nyata), bukan sekadar Dikaiosyne (tindakan/respon yang benar secara moral saja) ``.

7. Bahaya Memilih Benih Sendiri vs. Bertumbuh dalam Kodrat Ilahi

A. Peringatan Terhadap "Firman Pilihan" & Mindset "Bengkel"

  • Jebakan Benih Pilihan Sendiri: Banyak orang Kristen bertindak memilih-milih ayat/firman yang hanya sesuai dengan kenyamanan atau kebutuhan jiwanya . Hal ini merusak dan menggagalkan takdir ilahi dalam hidupnya.
  • Kesalahan Mindset Saat Berdosa:
    • Pikiran yang Salah: Ketika berdosa, merasa "saya butuh firman yang cocok untuk menghibur saya" ``.
    • Skema Allah yang Benar: Allah sudah terlebih dahulu mendatangi manusia dengan Firman penetapan-Nya untuk mengembalikan manusia ke posisi menang ``.
  • Firman Bukan Tempat Bengkel: Benih Firman ditaruh bukan sekadar untuk "membengkeli" atau memoles perbaikan perilaku luar lahiriah, melainkan untuk melahirkan dan memancarkan Kristus dari dalam ``.

B. Mengambil Bagian dalam Kodrat Ilahi (Partakers of Divine Nature)

  • Kolose 2:6–7: Setelah menerima Kristus, hidup harus berakar, dibangun di atas-Nya, dan bertambah teguh dalam iman ``.
  • 2 Petrus 1:3–4: Kuasa ilahi menganugerahkan janji-janji yang sangat besar agar orang percaya dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi (divine nature) serta luput dari hawa nafsu duniawi ``.
  • Penghalang Utama: Kehendak bebas manusia (maumu/kehendak diri). Firman membimbing ke penggenapan, tetapi tidak memaksakan diri melampaui kehendak bebas manusia ``.

8. Tiga Dimensi Kristus dalam Kehidupan Abraham

Meski pada masa hidupnya Kristus belum lahir secara fisik, Abraham sudah memancarkan dimensi kehidupan Kristus ``:

┌────────────────────────────────────────────────────────────────────────┐
│                      DIMENSI KRISTUS PADA ABRAHAM                      │
├────────────────────────────────────────────────────────────────────────┤
│ 1. KETAATAN PANGGILAN  │ Keluar dari Ur Kasdim menuju tujuan Allah    │
│                        │ (Sama seperti Yesus yang hanya melakukan      │
│                        │ kehendak Bapa)                       │
├────────────────────────┼───────────────────────────────────────────────┤
│ 2. KERELAAN BERKORBAN  │ Mempersembahkan Isak tanpa ragu/pergumulan   │
│                        │ (Mencerminkan Kristus yang mengosongkan diri) │
│                        │                                  │
├────────────────────────┼───────────────────────────────────────────────┤
│ 3. TRANSFORMASI NAMA   │ Dari Abram menjadi Abraham (Dimensi Ilahi)    │
│                        │                                  │
└────────────────────────────────────────────────────────────────────────┘

1. Dimensi Panggilan & Ketaatan

  • Abraham dipanggil keluar dari Ur Kasdim menuju tanah yang ditunjukkan Allah . Ia merespon penuh kehendak Allah, sama seperti Yesus yang menyatakan bahwa Ia berbicara dan bertindak bukan atas kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Bapa.

2. Dimensi Kerelaan Berkorban (Kejadian 22)

  • Koreksi Atas Pandangan Salah: Banyak pengkhotbah menyebut penyerahan Isak sebagai "pencobaan/ujian terberat" yang penuh pergumulan batin bagi Abraham . Ini adalah tafsiran yang salah dan berasal dari posisi/cara pandang iblis.
  • Fakta Alkitab:
    • Abraham bangun pagi-pagi benar tanpa mengeluh atau berteologi panjang ``.
    • Kejadian 22:12 mencatat: "Sebab telah Kuketahui sekarang (For now I know), engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal." ``.
    • Ibrani 11:17 menegaskan bahwa Abraham mempersembahkan Isak dengan rela ``.
  • Refleksi Filipi 2:5–11 & Roma 8:32: Kerelaan Abraham mencerminkan dimensi Kristus yang mengosongkan diri-Nya dan rela mati di kayu salib, serta Bapa yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri ``.

3. Dimensi Perubahan Nama dan Kepribadian

  • Dalam Kejadian 14, Melkisedek memberkati Abram sebagai "Abramnya Allah Yang Mahatinggi" ``.
  • Dalam Kejadian 17, Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham (Bapa sejumlah besar bangsa) . Perubahan nama ini adalah pembentukan kepribadian dan dimensi Kristus dalam diri Abraham.
  • Hal ini sejajar dengan penetapan Allah dalam Kisah Para Rasul 2:22–36, di mana Yesus yang disalibkan dibangkitkan dan dibuat Allah menjadi Tuhan dan Kristus ``.

9. Kesimpulan & Aplikasi Rohani

  1. Garis Keturunan Tunggal: Janji Allah dari Abraham hingga penggenapan akhir hanya memiliki satu jalur tunggal dan pasti, yaitu Kristus (Sperma) ``.
  2. Benih Kristus di Dalam Orang Percaya: Setiap Firman sejati yang ditaburkan Roh Kudus ke dalam hati kita adalah benih Kristus yang membawa kehidupan ilahi (Zoe) ``.
  3. Penggenapan Yohanes 1:14: Tujuan utama Allah bukan sekadar memperbaiki moral exterior manusia, melainkan agar benih Firman itu bertumbuh, berakar, dan menjadi manusia nyata (Firman menjadi manusia) di dalam kehidupan sehari-hari ``.



Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

Membangun Rumah Perbendaharaan Tuhan

How to Live as a Storehouse Tujuan rumah perbendaharaan Tuhan supaya ada makanan Tuhan . Makanan Tuhan beda dengan makanan saudara . Makanan Tuhan ialah  melakukan pekerjaanNya dan menyelesaikannya. Bagaimana kau bersikap ketika memberikan persembahan. Itu yang lebih penting.  Bangunlah dulu perkenanan Tuhan dalam hidupmu. Bangun hidupmu sebagai rumah Tuhan terlebih dulu, bangun sebagai storehouse. Sebab hal yang sering mengganggu adalah masalah uang. Apa pun kondisi segala sesuatu untuk Tuhan itu tidak pernah boleh diubah. Itu tidak pernah diubah oleh kondisi hidup, karena Tuhan tidak pernah dikondisikan. Kewajiban saudara tidak pernah diubah walau pun krisis ekonomi terjadi. Jangan sekali-sekali kau mengubahnya. Ketetapan itu adalah sebuah hukum. Jika kau melanggar itu berarti kau akan dihukum. Ps.DjonnyTambunan_28Feb2016 Jangan berharap berkat, berharaplah akan perkenanan Tuhan.   Ini adalah prinsip untuk hidup sebagai Rumah Perbendaharaan Tuhan. Ruma...