Langsung ke konten utama

KEIMAMATAN MELKISEDEK



KEIMAMATAN MELKISEDEK (bagian 1)
Ps. Yappy 20-Nov-2016
Kej 14:18-24
Ada 4 raja yang dipimpin oleh Kedorlaumer, menjajah 5 kerajaan  termasuk raja Sodom, selama 12 tahun. Lima kerajaan ini  membayar upeti kepada 4 raja penjajah itu.  Pada tahun yang ke13 raja Sodom dan sekutunya (kelompok 4) memberontak dan menyerang raja Elam dan sekutunya (kelompok 5) di lembah Sidim. Tapi raja Sodom dan sekutunya dikalahkan.  Harta benda Sodom dan Gomora dijarah oleh Kedarlaomer dan sekutunya termasuk Lot dan harta bendanya , keponakan Abraham, dibawa musuh.


Bersama sekutunya Mamre, Eskol, Aner, sekutu-sekutu Abram dan 318 orang yang terlatih Abram mengejar musuh mengalahkan Kedarlaomer dan sekutunya (kelompok 5). Tidak ada rasa takut ketika mereka berperang. Abram telah melatih mereka dan memerintahkan mereka, bukan hanya mengajari, hidup dalam kebenaran. Memiliki mentalitas yang tidak takut, yang taat dan unstopable. Abram berhasil membebaskan Lot.



Bagaimana prosesnya sehingga mereka menjadi luarbiasa?
Kej 12:1-2 Adalah panggilan pribadi (personal) Tuhan kepada Abram dari Mesopotamia, dari Babel di Irak sekarang.  Di Kej 11:31 seolah-olah panggilan Tuhan ini adalah di Haran.
Yang pertama sekali mendapat panggilan adalah Abram bukan Terah (Kis 7:2-3).
Yang pertama, yang harus dilakukan Abram adalah pergi dari negerinya. Yosua 24:2-3.
Mereka harus pergi dari dewa-dewa asing, dari dewa Mamon, dari hal-hal yang menyimpang. Abram harus keluar dari Babel, dari cara hidup yang lama, budaya lama, doktrin-doktrin lama, kebiasaan dan kehidupan lahiriah, jatidiri yang lama, yang mengandalkan diri sendiri. Pastikan kita keluar dari semua itu, sebelum Tuhan dapat melakukan intervensi dalam hidup kita.
Kedua, Abram merespon panggilan itu dengan benar dan taat. Walau pun dia sudah mapan di Urkasdim dan di Haran, sudah memiliki pengaruh, dia tinggalkan semua itu. Dia percaya dia akan menjadi bangsa yang besar seperti perkataan Tuhan. Dia tidak percaya hanya di mulut, tapi dia sertai dengan tindakan dan dia berobah. Meski pun Abram melakukan kesalahan fatal dan pergi ke Mesir tanpa bertanya  kepada Mesir; kita perhatikan Tuhan tetap intervensi.
Kej 12:17 Intervensi Tuhan. Tuhan menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun demi menjagai benih yang Tuhan akan taruh dalam rahim Sara. Kita harus percaya, bertindak dan berobah. Ini yang harus kita lakukan.  Kita keluar dari Babel, itulah hidup di bawah keimamatan Melkisedek. Kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat, di bawah keimamatan Harun, di mana selalu terjadi perdebatan, boleh dan tidak boleh.
Kita hidup di bawah keimamatan Melkisedek jika kita sudah keluar dari faktor-faktor lahiriah, maka kita akan mendapatkan intervensi dari Tuhan terus-menerus.
Kita harus bisa menjadi titik masuk (point of entrance) bagi rencana Tuhan, sehingga rencanaNya terwujud bagi kota dan bangsa ini. Ini sama juga point of entrance kepada firman Tuhan. Daud mengalami intervensi dari Tuhan. Dia makan dari roti dari mezbah persembahan bersama para prajuritnya, dan dia tidak mati. Itu karena dia hidup di bawah keimamatan Melkisedek, bukan keimamatan Harun.
Kita harus  berhati-hati ketika masuk kedalam budaya orang-orang yang tidak takut akan Tuhan, seperti Abram masuk ke Mesir. Dia ikut-ikutan berbohong, sehingga Firaun merasa tertipu. Hanya karena intervensi Tuhan, benih yang ada dalam Sara, tetap terjagai. Jangan  terjerat kebudayaan dunia. Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abedego tidak hidup dalam budaya Babel. Mereka sudah menetapkan hatinya untuk hidup dalam budaya Kerajaan Allah.  Mereka tidak mau menajiskan dirinya dan tidak ikut-ikutan budaya Babel. Ini tindakan yang berbeda. Budaya Babel tidak bisa mencengkram dan menyetir hidup mereka. Firaun menganggap dia sudah memperkaya Abram lewat tipuannya.
Harusnya Tuhan lah yang memperkaya hidup kita, sehingga kita bisa hidup dalam standar Kerajaan Allah, mentalitas, budaya Kerajaan Allah.
Barulah di Kej14 ini Abram bertindak dengan benar.
Kej14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
Raja Sodom, raja dunia ini, yang telah dikalahkan oleh Kedarlaomer, ingin bertemu dengan Abram. Setelah ia mendengar, kabar dari Mesir dan mendengar kemenangan Abram, dia berpikir dia bisa membeli Abram.
Kej 14:21  Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
Ay21. Berikan orang-orangmu, tukar dengan harta benda. Itulah kesaksian hidup Abram di Mesir yang membuat dia “terbuka dan dapat diserang” oleh raja dunia ini.  Raja Sodom pikir orang-orang hebat Abram bisa mengalahkan raja-raja lain dan dia akan memperoleh kekayaan rampasan yang luarbiasa. Dia bisa menguasai dunia.
Jika Abram setuju menjual 318 orang maka itu akan mengalihkan tujuan Tuhan dalam Abram seluruhnya.
Sistem dunia, sistem Mesir,  rela membayar orang-orang Tuhan  seperti ke-318 orang-orang Abram. Dan sistem Babel rela membayar mahal untuk orang-orang Tuhan seperti Daniel dkk. Jangan sampai engkau “dibeli” oleh dunia ini dan membuat dirimu teralihkan dari destiny hidupmu dan malah kembali terikat oleh dunia ini. Mungkin kau diangkat jadi manager, jadi direktur, jadi GM dan itu untuk membuatmu makin terlibat dengan sistem babel pada level keterkaitan tertentu.
Kej 14:18-20  Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.  Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Beruntung, sekali lagi Tuhan mengintervensi Abram (ay18-20). Melkisedek menyingkapkan Abram, bahwa Abram diberkati oleh Allah dan Dialah yang membuat Abram mengalahkan musuh-musuhnya.
Ini membuat Abram sadar, dia tidak boleh lagi memperkaya dirinya dari sistem Babel, seperti yang dia lakukan di Mesir.  Abram mampu menolak tawaran raja Salem karena kekuatan yang diperolehnya atas intervensi Melkisedek.
Ay17. Lembah Syawe, lembah Raja, harus menjadi lembah kematianmu dari mengejar hal-hal yang natural. Mereka ingin mengambil “zoe”mu.
Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Jadi jangan katakan, manusia tidak bisa hidup tanpa uang.
Kita harus mengambil-alih Babel, mengambil alih sistem Babel seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego. Mereka tampil menjadi orang-orang yang berbeda, yang tidak ada celah.
Jangan terperangkap oleh sistem Sodom seperti Lot. Dia adalah orang benar, tapi hidup untuk dirinya sendiri. Dia tidak bisa mempengaruhi Sodom, tidak berdampak. Dia benar untuk dirinya sendiri. Tapi juga hidup Lot dan keluarganya mudah sekali menjadi sasaran Sodom.
Keimamatan Melkisedek membawa intervensi kekal Tuhan ke dalam hidup kita sehingga dia akan bekerja dengan rahmat-Nya.
Tuhan tidak mau sistem Babel memakan hidup kita. Intervensi Tuhan harus mengambil terlebih dulu hidupmu, sehingga saudara tau bagaimana harus menjawab, merespon dan bertindak. Kita harus alami itu. Firman dan perkataan Tuhan harus terus mendatangi kita. Oleh sebab itu saudara harus mendengar berulang-ulang, membaca berulang-ulang. Bangun kapasitas, terhubung terus, sehingga intervensi itu datang. Firman itu akan terlebih dulu datang, intervensi itu datang sebelum kita mengambil keputusan.
Ketika kita hidup di bawah keimamatan Melkisedek kita akan terlindungi, pencipta langit dan bumi akan menjadi sumber hidup kita. Kita tidak akan takut lagi dengan kebutuhan-kebutuhan kita; pekerjaan kita sehari-hari dan bisnis kita. Kita akan bisa berkata seperti Abram: Tuhan lah yang memelihara hidup ku, bukan dunia ini (ay23-24). Empat puluh tahun Tuhan sanggup memelihara bangsa Israel di padang gurun, sehingga tidak kekurangan apa pun.
Setiap hari Tuhan campur tangan, intervensi untuk mengeluarkan kita dari sistem Babel. Kita harus bisa mengatasinya, tanpa ada ketakutan dan stres, karena kita menjadikan Tuhan sebagai sumber dari segala-galanya. Kita tetap bisa berseru: Ya Abba Bapa; karena kita mempunyai hubungan, karena karena kebutuhan kita.
Intervesi Tuhan membuat kita memahami siapa Allah kita dan juga menyadarkan siapa kita di hadapan Tuhan.
Orang-orang yang hidup di bawah keimamatan Melkisedek hidup tanpa ketakutan, bebas khawatir; karena akan melihat intervensi Tuhan, jalan-jalan Tuhan, rahmat Tuhan, anugerah Tuhan, tangan Tuhan.
Jangan sampai hatimu dibelokkan oleh Mammon dan selalu mengukur segala sesuatu dari hasil, gaji dan uang yang kau peroleh.
Luk 16:13. Kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dan Mamon.
Mamon itu bisa jadi tuan. Mamon itu spirit jahat.  Jika kita jadikan dia tuan, dia bisa mengontrol hidupmu. Filosofi mamon: orang tidak bisa hidup tanpa uang. Akar segala kejahatan adalah cinta uang. Jika kita sudah dikuasai uang kita memperlakukan hidup kita dan orang lain, kita nilai dengan uang. Keadaanmu, mood-mu, hati dan perasaamu dikuasai uang.  Itu artinya mamon berkuasa atas hidupmu. Kita harus kendalikan dirimu. Yesus saja tidak luput dicobai oleh Mamon. KepadaNya ditawarkan segala kekayaan dan kemuliaan dunia ini. Jadi kita tidak luput dari pencobaan Mamon.
Kita harus bisa mengatur uang kita. Jangan merasa senang dan PD kalo mengantongi banyak uang. Dan tidak merasa kecil hati jika tidak punya uang.
Ul 8:2-4 Tuhan menguji hatimu.  Merendahkan hatimu, membiarkan kau lapar, untuk membuat engkau mengerti: Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Tuhanlah sumber hidup kita.
Tuhan ijinkan test hatimu.
1) Saudara diberkati tiba-tiba dengan uang berkelimpahan. Apakah gaya hidupmu berubah? Prioritasmu berubah? Apakah kita berpegang pada perintahNya bagi tujuanNya?
2) Tuhan ijinkan kau tidak punya uang, supaya kau tau, manusia hidup tidak dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Buat ketetapan hati mulai hari ini untuk tidak bergantung kepada uang. Tetap bergairah kepada Tuhan, semangat, penuh kekuatan, tidak kehilangan sukacita, tidak kuatir, tidak stres, sebab kita percaya hidupku dari firman, dari pemeliharaan dan penjagaan Tuhan. Pakaianmu tidak memburuk, kasutmu tidak rusak.
Tujuan uang:
1. Kita memberikan uang kepada Tuhan dalam bentuk persembahan dan persepuluhan adalah sebagai tanda penghormatan kita kepada Tuhan. Dalam keimamat Melkisedek Abram memberikan sepersepuluh dari semuanya.
2) Untuk menabur benih, di tempat di mana Kerajaan Allah sedang dibangun, di mana Tuhan sedang bekerja. Supaya kita menjadi bendahara untuk tujuan Tuhan
3) Untuk memenuhi kebutuhan kita secara benar, bukan memenuhi keinginan saudara.
4) Untuk membangun rumah Tuhan. Jadi sebenarnya uang saudara adalah untuk hal-hal yang spiritual; bukan untuk hal-hal yang lahiriah / natural.
Semakin kita mengurangi kebutuhan kita; kita akan bisa masuk kepada diemensi yang dikatakan “I shall not want”.
5) Untuk menabung
6) Untuk mengembangkan kapasitas kita; kemampuan, skill. Kita harus jadi kepala dan bukan ekor.
7) Uang itu untuk diinvestasikan untuk masa depan dan anak-anak kita.
8) Uang untuk destiny
9) Uang untuk membangun hubungan
10) Untuk menyiapkan generasi selanjutnya, supaya tidak terhimpit oleh sistem Babel
Jika kita hidup dalam keimamatan Melkisedek kita akan mengalami “rest”. Tidak ada lagi ketakutan, kekhawatiran. Tuhan akan mendatangi hidup kita dengan firman yang tepat dan ter-realisasi. Di work-place kebenaran itu bisa nyata seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego.
Realisasi firman ini akan kita alami: Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.
Pekerjaan Tuhan akan terwujud, kita terhubung terus dengan Tuhan, arahan Tuhan terus mendatangi. Tuhan memiliki akses langsung kepada hidup kita, tanpa perantara. Perkenanan Tuhan akan mendatangi kita. Kita akan diproteksi dari musuh dan mamon. Fokus hidupmu saat harus kepada keimamatan Melkisedek. Pewahyuan Tuhan akan terus mengalir. Pikirkan dari sekarang, model kehidupan seperti apa yang saudara sedang siapkan untuk generasi mendatang. Apa yang akan anak-anakmu lihat? Apa ada prinsip-prinsip dan jalan-jalan Tuhan?

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...