Langsung ke konten utama

Pandemic Corona: Di mana Gereja?

Waktu mendapatkan pesan firman terkait virus Corona yang  sudah saya  bagikan sebelum ini, itu adalah berdasarkan mimpi yang membawa saya kepada Yesaya 65: 4, 6. Beberapa hari setelahnya, saya mendapatkan mimpi yang masih terkait dengan Yesaya 65; yaitu Yesaya 37 dan 48.

Di Yesaya 37 saya mendapatkan kondisi umum gereja-gereja saat ini:

Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya. Yesaya 37:3 (TB)


KONDISI GEREJA SEKARANG INI SEPERTI YANG DIKATAKAN YESAYA 37:3 TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MELAHIRKAN ANAK.

ANAK  ADALAH MASA DEPAN, JUGA MASA SEKARANG.
GEREJA BELUM BISA MENJADI JAWABAN BAGI MASA DEPAN.
GEREJA HARUSNYA BISA MENJADI JAWABAN UNTUK SAAT INI.


TEST CASE

Memang benar, peristiwa Corona ini menjadi  test case buat kita apakah kita sungguh-sungguh atau masih kurang ulet. Apakah masih memikirkan diri sendiri, memikirkan tentang keluarga, memikirkan jemaat lokal saja, memikirkan mereka yang ada di dalam rumah?

Peristiwa Corona ini tidak boleh dipandang sebelah mata.  Sebenarnya ini juga menjadi test case bagi banyak sekali orang percaya di luar sana. Test case-nya adalah ujian bagi semua orang percaya.

Mungkin sebagian besar orang memikirkan DIRI SENDIRI:soal saya kena dan  saya tidak kena. Saya beriman kepada Yesus Kristus, oleh sebab itu semua akan baik-baik saja kesudahannya. Tidak ada satu pun keluarga saya ada yang terkena, puji Tuhan, heleluyah!  Dan selesai.

Tapi  apakah kasusnya sedemikian sederhana?  Jika kita merujuk pada Firman, hal ini jauh berbeda. Bukan soal kena tidak kena, tetapi dampaknya.

Apakah pikiran saya dan orang banyak itu akan berobah menjadi lebih baik atau lebih buruk?

Apabila mereka terkena: Allah tidak berkuasa.  Tidak ada Allah. Walau pun ada, Dia tidak peduli. Sementara tadinya dia adalah orang percaya biasa saja,  sekarang mereka jadi orang bebal. Untuk orang bebal, kemungkinan mereka bertobat atau malah mengeraskan hati dan berkata: Memang, sesungguhnya tidak ada Allah.

Apabila mereka TIDAK terkena dia akan berkata:  Allah memang berkuasa. Ia Allah yang ajaib. Untuk orang percaya baru, mungkin mereka menjadi semakin yakin dan percaya kepada Allah.  Sementara  bila orang itu dia adalah memang orang bebal, dia akan meneruskan kebebalannya.

Dampaknya tergantung atas respon orang.  Apakah dampak ini terlepas dari tanggung-jawab kita? Dan apakah ini pertanyaan-pertanyaan konyol dan bukan urusan kita? Bukankah Dia yang mengijinkan peristiwa ini terjadi?

Bagaimana pun jika kita memiliki roh yang peka - kita mempunya tanggung-jawab di hadapan Tuhan atas bagaimana respon kita sendiri di dalam hati kita. Respon kita sebagai gereja.

Bagi kita yang dalam rumah rohani, perlu kita pikirkan.  Pertanyaannya  sudahkah kita semua dan orang  yang dekat bersama-sama kita  tidak mempunyai pikiran bebal? Terus apakah Apakah semua sudah dilahirkan sebagai “anak dalam rumah spiritual? Anak yang bagaimana?

Musuh selalu berusaha memanfaatkan situasi, walau pun bukan dia yang pegang kontrol.
Kita harus mewaspadai serangan musuh. Dia juga memiliki pola serang yang serupa.


Serangan Musuh Pada Masa Hizkia dan Yesaya (Yesaya 36)

Sanherib Raja Asyur menyerang semua kota berkubu di Yehuda dan merebutnya. Sanherib mengirim utusan khususnya, juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia.

Ay 4. Kepercayaan macam apakah yang kau pegang ini? Apakah kau berharap kepada Mesir dan Firaun?

Pada waktu itu posisi Mesir sudah mundur dari kejayaannya yang dulu. Diibaratkan Mesir seperti tongkat bambu yang patah terkulai. Dan hanya akan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Beginilah kira-kira suasana ekonomi dunia sekarang ini bagi orang yang berharap kepada dunia dengan kemajuannya, ternyata mengecewakan.

Musuh berusaha menyeret pikiran kita, memojokkan pikiran kita. Dia mau menggoyahkan kepercayaan yang dipegang oleh orang-orang percaya Yesus, termasuk gereja-Nya. Apakah Dia tetap pegang kontrol, karena kita sudah minta hikmat dan kekuatan, kenapa dalam kita berusaha banyak kegagalan terutama karena ada bencana semacam virus corona ini?


AY7. Dan apabila engkau berkata: Kami berharap kepada Tuhan. Bukankah raja Hizkia sekarang sudah tidak lagi mempersembahkan korban? Bukankah dia sudah kurang percaya kepada Tuhan yang sebelumnya dia selalu menaruh harapan dan selalu menyembah kepada-Nya?  Dan mengapa masih saja dia berkata kepada orang lain: Kamu harus sujud menyembah kepada Tuhan Allahmu?

Ay 9. Juru minuman itu masih melanjutkan perang urat syarafnya untuk supaya raja Hizkia menyerah pada kenyataan: Padahal selama ini kau berharap kepada Mesir. Padahal selama ini kau rajin berdoa dan beribadah pada Allah, sambil berbisnis. Bagaimana bisnismu sekarang?


Iblis berusaha kita mundur dan menyerah kepada kenyataan. Berusaha meyakinkan bahwa dunia sudah jatuh ke tangannya dan akan terus dalam genggamannya. Iblis berusaha menipu kita bahwa dia sudah dikalahkan Yesus di kayu salib.

Ay10. Sekarang pun, adakah di luar kehendak Tuhan aku maju melawan negeri ini? Tuhan telah berfirman kepadaku: Majulah menyerang negeri itu.

Sekarang pun, adakah bencana virus corona ini di luar kehendak Tuhan? Musuh mengatakan dia mendatangkan penyakit karena perintah Tuhan.


Ay11.  Elyakim, kepala istana meminta juru minuman agung itu untuk berbicara kepada mereka dalam bahasa Aram supaya hanya dimengerti oleh mereka saja, bukan kepada semua rakyat yang ada di atas tembok, karena juru minum itu memakai bahasa Yehuda yang biasa dipakai semua rakyat.

Musuh menyebarkan kebohongannya.
Ay12. Juru minuman agung tidak memenuhi permintaan Elyakim dan malah dengan lantang terus berkata-kata dalam bahasa Yehuda sambil menghina semua orang yang mendengarkannya: bahwa mereka makan tahi dan minum air kencing yang disuguhkan raja Hizkia.
Musuh akan berusaha sekuat tenaga untuk menyebarkan luaskan serangannya untuk melemahkan orang-orang percaya.


Ay14-15. Dia kemudian menghasut mereka semua supaya tidak mendengarkan lagi perkataan Hizkia, sebab Hizkia hanya memperdaya rakyatnya.

Musuh akan menghasut supaya tidak lagi percaya kepada perkataan pendeta, gembala, para pemimpin gereja  dan seterusnya.

Ay18-21. Musuh menyombongkan diri. Mereka menganggap Allah Israel sama saja dengan semua allah di negeri-negeri lain yang telah ditaklukkan Asyur.

Mereka menghasut orang percaya Tuhan untuk undur dari kepercayaan yang mereka pegang.


RESPON DAN TINDAKAN HIZKIA

Semakin juru minuman agung mencela Allah, semakin Hizkia berusaha memberikan penghormatan kepada Allah, dengan mengoyakkan pakaiannya karena penghinaan yang telah diberikan kepada-Nya, dan masuk ke tempat kudus-Nya untuk mencari tahu pikiran-Nya.
Hizkia mengirimkan utusan-utusan, dan orang-orang terhormat, orang-orang terpenting, kepada Yesaya, untuk meminta didoakan olehnya, mengingat betapa nubuat-nubuatnya belakangan ini jelas-jelas menunjuk pada berbagai peristiwa yang sedang terjadi saat ini.

Hari ini hari kesesakan, karena itu hendaklah hari ini menjadi hari doa. Merendahkan diri, bahkan  MENYANGKAL DIRI.

Kita harus semakin bersungguh-sungguh lagi dengan Tuhan, merendahkan diri dalam doa:  Sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.
Maka dari itu hendaklah kita berdoa, dan membantu mengeluarkannya dengan keuletan yang berlipat ganda.  Kita harus peka di dalam roh kita. Terimakasih mum Tetty sudah membuka dirinya kepada semua jemaat dan merendahkan dirinya di hadapan Tuhan.

Hizkia merendahkan dirinya kepada Allah, dengan mengoyakkan pakaiannya karena penghinaan yang telah diberikan kepada-Nya, dia tau siapa yang mengangkatnya sebagai raja dan masuk ke tempat kudus-Nya untuk mencari tahu pikiran-Nya. Penghinaan yang disampaikan juru minuman agung dia mau menanggungnya, menyatukan perasaan senasib dengan Allah yang disembahnya.

Kita harus menyadari hal-hal seperti ini, ketika kita berpikir semua yang kita kerjakan sudah sesuai dengan agenda Tuhan, ternyata tidak, karena tidak ada tanda-tanda dari Tuhan yang diberitahukan Nya kepada kita.

MENJADI MITRA TUHAN YANG SEPADAN

Dengan rendah hati kita harus mengakui belum bisa dan belum menjadi mitraNya yang sepadan.  Gereja belum bisa menjadi jawaban bagi dunia sekarang. Bagaimana mungkin gereja bisa menjadi jawaban bagi masa depan?  Yesaya 48 mengatakan Dia yang membuat masa depan.

Allah lah yang membuat masa depan, tapi Dia tidak akan memulainya tanpa jemaat-Nya (Yesaya 48).

Allah tidak akan memulai masa depan tanpa jemaat-Nya.


ASAP DAN API YANG MENGGANGGU ALLAH SEPANJANG HARI

Kepekaan roh menuntut kita untuk merendahkan diri, supaya dapat mengetahui pikiran dan perasaan ALLAH . Penting untuk mengetahui agenda-Nya tapi juga penting sekali untuk dapat mengetahui pikiran dan perasaan Allah, seperti Daud dapat mengetahuinya.


Sudah sedemikian lamanya ada asap penghinaan dan api yang membangkitkan kegeraman kepada Allah kita terus mengganggu Nya setiap hari.


Yesaya 65:2-5 (TB)  Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri;  suku bangsa yang menyakitkan hati-Ku senantiasa di depan mata-Ku, dengan mempersembahkan korban di taman-taman dewa dan membakar korban di atas batu bata;  yang duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka; yang berkata: "Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku!" SEMUANYA INI SEPERTI ASAP YANG NAIK KE DALAM HIDUNG-KU, SEPERTI API YANG MENYALA SEPANJANG HARI.

Dari mana asap dan api itu?

Orang Bebal Mengatakan Tidak Ada Allah

Orang bebal di sini adalah orang yang telah menerima panggilan Injil, yang telah percaya Yesus, menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, telah dibaptis dan bahkan mungkin telah menerima Roh Kudus.


Mazmur 53:1 Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah! Busuk dan jijik KECURANGAN mereka, tidak ada yang berbuat baik.

Orang yang percaya Tuhan dan tetap melakukan kejahatan, tetap melakukan dosa dan kesenangan duniawi dengan tidak menahan hawa-nafsu mereka, licik, rakus dan tamak; mereka berkata dalam hatinya:  tidak ada Allah.

Walau pun ada dan dia sebenarnya percaya Allah itu ada, tapi dia juga percaya Dia tidak akan berbuat
apa-apa  - pada dari saat mereka berbuat dosa dan sebelum mereka memohonkan doa pengampunan buat dosa-dosa mereka dan menyucikan mereka kembali. Pada tenggang waktu itu tidak ada  Allah. Dari Senin-Sabtu orang bebal melakukan apa saja menurut pikiran yang tidak juga dibaharui. Dia juga lakukan dia.  Dia pikir Allah tidak berbuat apa-apa. Hari Minggu dia minta pengampunan. Dia akan mengampuni dosa-dosa dan kejahatan yang mereka lakukan dengan sadar, dan mereka percaya kasih-karunia-Nya akan mengalir demi janji Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka dengan kuasa darah Kristus (Roma 5:20). Orang bebal  seolah-olah telah menemukan JALAN LAIN DAN MENCURANGI kasih-karunia untuk berbuat dosa dan berpikir bisa mempermainkan Allah (Roma 6:1-2).

Mereka telah melakukan kecurangan dalam hatinya, mencoba menipu Allah. Itu yang menjadi kejijikan di mata Allah.  Mereka busuk, kecurangan mereka menjijikan (Maz 53:1).


Perbuatan orang bebal seperti api yang menyala  dan pikiran mereka seperti asap yang naik ke dalam hidung Allah sepanjang hari. Mereka tidak ubahnya sedang melakukan penyembahan dan memberikan korban bakaran dan pendupaan kepada berhala-berhala yang menjadi kesenangan dan pujaan mereka. Mereka adalah orang-orang yang pura-pura kudus hidupnya dan berlaku munafik. Mereka menyakiti hati Allah yang hidup, melebihi orang yang tidak percaya. (Yesaya 65:5).


GEREJA  HARUS  BISA MENJADI MITRA ALLAH MEMBUAT MASA DEPAN, HARUS MEMPUNYAI KEKUATAN UNTUK MELAHIRKAN ANAK.

Yesaya 37:3 (TB)  Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.

APA YANG SALAH DALAM MEMBANGUN GEREJA?

Hawa nafsu bersembunyi di dalam ingat-ingatan kita. Di mana pun dia mengintai. Peperangan tidak pernah berhenti, sampai Amalek (kedagingan) dilenyapkan dari kolong langit  dilenyapkan dari jiwa kita, dilenyapkan dari pikiran dan dihapuskan dari ingat-ingatan kita  AGAR TIDAK KEMBALI KEPADA KEHIDUPAN YANG LAMA. Jangan lupakan itu!


Kedagingan ini akan menyebabkan orang tidak lagi takut akan Allah dan akhirnya akan melawan Dia, kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Amalek adalah bangsa yang tidak takut akan Allah. Baca Ulangan 25:17-19; Keluaran 17:8-14; dan 1 Sam 15:2-9.


Amalek adalah penghalang utama saya dan saudara mencapai panggilan dan tujuan hidup kita untuk sampai pada garis akhir dan menerima kemuliaan-Nya.  Coba selidiki, bahwa kegagalan Salomo yang juga dipanggil Yedija (kesayangan Tuhan) adalah karena kedagingan. Bayangkan, yang menjadi saksi bahwa kau adalah orang benar, adalah Allah sendiri. Kau sebagai orang yang diperkenan Allah.  Tapi semua hal yang bisa kita dapatkan di dunia ini, kekayaan, kehormatan, kuasa, keluarga yang harmonis dan seterusnya; SAMA SEKALI BUKAN JAMINAN kita bisa mencapai garis akhir.

Salomo telah mencapai destiny-nya yaitu membangun Bait Allah dalam masa damai. Tidak ada lagi musuh-musuh di sekeliling Israel yang berani menyerang Israel. Tetapi, kedagingan itu kembali lagi. Tidak ada lagi takut akan Tuhan itu tersisa pada Salomo.


JADI, APA GUNANYA SEMUA YANG YESUS KERJAKAN, APA YANG ALLAH BANGUN, APA YANG BAPA ROHANI BANGUN DAN APA YANG KITA BANGUN DALAM HIDUP KITA SELAMA INI, JIKA AKHIRNYA KITA DIKALAHKAN KEDAGINGAN DAN DIREBUT KEMBALI OLEH MUSUH? SIA-SIA .

BUKAN SAYA YANG MENGATAKAN INI SIA-SIA, TAPI SAYA SETUJU DENGAN PENGKHOTBAH: SEMUA SIA-SIA DAN USAHA MENJARING ANGIN.


ALKITAB MENGATAKAN, ORANG YANG BERBALIK DARI KEBENARAN MENJADI SETERU SALIB KRISTUS (FIL 3:18) DAN YANG MURTAD TIDAK MUNGKIN DIBAHARUI SEKALI LAGI HINGGA BERTOBAT.

Ibrani 6:4-6

4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

6 namun, yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

ORANG ITU MENJADI MUSUH ALLAH DAN MENJADI ANTIKRISTUS (IBRANI 6:6). PERHATIKAN BILANGAN AYATNYA 6:6; bila ditambahkan lagi dengan bilangan manusia, maka menjadi 6:6:6. Menjadi bilangan antikristus.



Yesaya 37:3 … SEBAB SUDAH DATANG WAKTUNYA UNTUK MELAHIRKAN ANAK, TETAPI TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MELAHIRKANNYA.

JADI APA GUNANYA MELAHIRKAN ANAK-ANAK SEPERTI ITU? ANAK YANG SEPERTI APA YANG DIHENDAKI ALLAH?

Salomo adalah anak dari hasil perzinahan  di istana Daud. Hati-hati dengan konsesus-konsesus untuk memilih para pemimpin. Gereja bukan istana.

Apa yang dibangun SALOMO : tembok Yerusalem runtuh. BAIT SUCI DIRUNTUHKAN dan DIJARAH.

Betul semuanya ada dalam silsilah keturunan Yesus. Yesus sudah mengambil semua kelemahan dan dosa-dosa yang dilakukan oleh semua bapa moyangnya. Kita mungkin menghina mereka yang ada dalam silsilah itu ketika kita membicarakan mereka. Dan penghinaan itu juga sudah ditanggung-Nya. Mulai dari Abraham (aib Mesir), Daud (dosa perzinahan, dosa kedagingan), Salomo (cela Mesir, karena sebelum membangun rumah Tuhan, ia menjadi menantu Firaun), dan seterusnya.


MENUJU MASA DEPAN

Anak adalah masa depan. Masa depan adalah anak.

Tetapi anak yang diminta Yesus bukanlah anak domba.

Yesus tidak pernah minta domba atau anak domba dibawa kepada-Nya, tetapi Dia meminta keledai dan anak keledai.

Matius 21:2 dengan pesan: Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.

Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan;  (Kejadian 49:11).

Yehuda menambatkan seekor keledai pada pohon anggur dan seekor anak keledai pada pohon anggur pilihan.
Ini adalah nubuatan Yakub yang diberikan kepada Yehuda.

Keledai yang ditambatkan Yehuda pada pohon anggur dan anak keledai yang tertambat pada pohon anggur pilihan yang ditambatkan Yehuda itu  dibawa Allah ke masa depan,  kepada Yesus.

Dan Kristus akan membawa keduanya kepada langit yang baru dan bumi yang baru, memasuki kota Yerusalem yang baru.

Yesus tidak membawa anak domba karena Dia sendiri adalah Anak Domba itu. Dan Anak Domba yang Dia tau penuh dengan kelemahan itu harus dan sudah disembelih.  Domba-domba digembalakan untuk disembelih bukan untuk disayang-sayang atau dipertunjukkan. Bulu-bulu domba yang digunting akan menunjukkan ketelanjangannya yang memalukan (Kis 8:32-33).

Dari segala jenis binatang  tidak ada yang lebih istimewa daripada anak sulung seekor keledai. Mengapa dia menjadi yang teristimewa? Karena hanya anak sulung seekor keledai yang wajib ditebus dengan seekor domba.

Keluaran 34:20 Tetapi anak yang lahir terdahulu dari keledai haruslah kau tebus dengan seekor domba; jika tidak kau tebus, haruslah kaupatahkan batang lehernya. Setiap yang sulung dari anak-anakmu haruslah kautebus, dan janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.

Semua orang percaya Tuhan berasal dari keturunan Abraham. Di hadapan Tuhan dan akan dinyatakan pada zaman akhir ini,  hanya ada dua kelompok keturunan Abraham; apakah kelompok keledai beban atau kelompok keledai liar.

Jika kau tebus   anak keledai itu akan menjadi seekor anak keledai beban.
Jika tidak kau tebus, haruslah kau patahkan batang lehernya  sebab anak keledai itu akan tumbuh menjadi keledai liar (Kejadian 16:12).

KITA YANG MAU MENYONGSONG MASA DEPAN  HARUS MENJADI ANAK KELEDAI YANG DITEBUS OLEH SEEKOR DOMBA. DOMBA ITU ADALAH YESUS SENDIRI. KITA MENJADI ANAK DOMBA, YANG SEBENARNYA LEMAH. KELEMAHAN ITU SUDAH DITANGGUNG OLEH YESUS SENDIRI. KITA GEREJA-NYA BISA HARUS MEMILIKI MENTAL KUAT SEPERTI  KELEDAI BEBAN  KELEDAI TUNGGANGAN YESUS.

KITA TIDAK SELAMANYA MENJADI MENJADI ANAK DOMBA, HARUS DEWASA.

MEMBANGUN GEREJA TIDAK SAMA DENGAN MENGGEMBALAKAN.

Yesus meminta Petrus: Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Dengan dasar kasih - mengasihi jemaat dengan kasih agape itu artinya menggembalakan.

Tetapi membangun bukanlah bicara dengan kasih, melainkan dengan firman yang tajam seperti pedang bermata dua dan dengan Roh Kudus.


MENJADI KELEDAI  TUNGGANGAN  YESUS

Memasung kehendak bebas kita memerlukan mentalitas dan roh yang sangat kuat untuk menanggung beban apa pun sebelum kita masuk ke Yerusalem bersama Yesus, menjadikan diri kita seperti keledai tunggangan bagi Sang Raja segala raja (Matius 21:5).

Kejadian 49:10-11 (TB)  Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.  Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

Kita adalah keledai-Nya yang tertambat pada pohon anggur.

KARAKTERISTIK KELEDAI BEBAN:
 1.Keledai adalah binatang pengangkut beban yang sangat baik, lebih baik daripada kuda dan onta. Keledai juga melambangkan kebodohan dan kedunguan bagi orang dunia (1 Korintus 1:27).

 2.Keledai tidak menolak beban. Kuda bisa menolak beban dan orang yang menungganginya. Kuda bisa mengamuk, demikian juga onta (Amsal 26:3). Tetapi tidak pernah kita lihat keledai mengamuk dan menolak beban, walau pun beban itu terasa terlalu berat (Kel 23:5).

3.Walaupun keledai itu lambat jalannya, dan menjadi lambang kedunguan, ia dapat mengetahui agenda dan waktu-waktu Tuhan seperti bani Isakhar. Keledai lambat bukan karena tidak bergairah, tapi ia melangkah mantap walau pun dengan beban. Ia tidak tergesa-gesa.

4.Keledai itu ibarat pelari marathon dalam perlombaan rohani kita. Ia tidak berjalan lebih cepat atau lebih lambat dari agenda Tuhan (Kej 49:14).

5. Keledai beban memiliki naluri,  bekerjasama dengan Tuhan sudah menjadi karakter alamiahnya, ia dapat melawan kebebalan seorang nabi seperti Bileam dan menghalau nabi-nabi palsu yang mencoba menyesatkan pengenalan kita akan Yesus Kristus dan menghalau kemurtadan karena sikap seperti anjing dan babi (2 Petrus 2:16-22, Bilangan 22:21-33).

6. Keledai dapat melihat Tuhan, bekerjasama dengan malaikat dan jalan yang menuju kepada kebinasaan dihindarinya. Keledai setia kepada tuannya (Bilangan 22:32-33).

7. Keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya. Keledai memahami siapa tuannya dan melayaninya. Keledai mengenal siapa yang jadi pemiliknya (Yesaya 1:3)

8. Keledai beban berteman dengan Singa dari Yehuda, oleh karena itu ia tidak dibunuh oleh singa yang mengaum, yang menerkam mangsanya; keledai beban bukan mangsanya dan tidak dapat dicabik-cabik olehnya (1 Raja-raja 13:28, Yehezkiel 22:25-29).

Keledai itu belum pernah ditunggangi orang (Markus 11:2). Kita tidak memiliki beban hidup dan motivasi yang salah.   Orang banyak hanya menghormati dan mengelu-elukan penunggang keledai dan bukan keledainya.

Menjadi keledai tunggangan Yesus adalah BENTUK PENYANGKALAN DIRI (SELF-DENYING) SAMBIL MEMIKUL SALIB, DAN BERJALAN BERSAMA-NYA.

Kita harus sanggup menerima beban apa pun dan tidak pernah menolak Sang Penunggang, sehingga Dia pun tidak akan menolak kita.

Yesus menaiki keledai memasuki Yerusalem.

Kita sedang dipersiapkan dan mempersiapkan  bertransformasi dari mental yang lemah menjadi mental keledai beban. Kita harus melatih kesabaran yang super supaya dapat menanggung beban dan membiasakan diri membawa beban itu. Jika beban itu masih terasa berat, berarti kita masih dipercaya dan kita belum mencapai garis akhir.

Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya, ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai, disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi budak rodi (Kej 49:14-15).

Beban Isakhar sangat berat, ada beban-beban yang mengapitnya di kiri dan di kanan, namun ia masih menyediakan bahunya untuk kerja rodi (kerja keras tanpa upah, karena melihat Yesus dan kemuliaan atas panggilannya) dan terus melanjutkan perjalanannya sampai ia tiba dan melihat tempat perhentian.

Kita harus terus melatih diri dengan memasung hak kebebasan, menyiapkan bahu yang lebar bekerja keras meskipun diapit oleh beban-beban, sehingga menjadi siap bersama dengan Yesus, pemilik Kerajaan  memasuki Yerusalem Baru.

Sementara itu bapa rohani dan sumber anugerah kita sedang membangun tembok-tembok kota Yerusalem baru  (Yehezkiel 22:30, Wahyu 3:12). Sementara itu kita adalah anak keledai yang ditambatkan pada pohon anggur pilihan (Kej 49:11, Mat 21:2, Mat 21:7). Bapa rohani akan membawa anak-anaknya kepada Yesus.

Amin.
Be In His Love, Grace and Mercy 22 Maret 2020

Postingan populer dari blog ini

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...