Langsung ke konten utama

Kemah-kemah Yehuda

THE HOUSE OF JUDAH

Nubuatan yang menjadi spirit dan terus hidup dari generasi ke generasi

 
Ada pola yang Tuhan hendak tunjukkan kepada Israel dan kepada kita. Dalam pertempuran melawan musuh-musuh Israel, selalu saja suku Yehuda diminta Allah untuk maju terlebih dulu.

Hakim-hakim 1:1-2 (TB)  Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: "Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?" Firman TUHAN: "Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya."


Hakim-hakim 20:18 (TB)  Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: "Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?" Jawab TUHAN: "Suku Yehudalah lebih dahulu."

Peperangan di Hakim-hakim 1 adalah peperangan melawan musuh-musuh Israel, yaitu musuh di luar.

Namun peperangan di Hakim-hakim 20 adalah peperangan melawan bani Benyamin yang tinggal di Gibea. Bani Benyamin di Gibea telah berlaku busuk kepada sesama saudaranya, yaitu kepada seorang suku Lewi. Mereka telah memperkosa gundik orang itu sampai mati. Apa yang bani Benyamin lakukan persis sama dengan kelakuan orang-orang Sodom, dalam perkataan dan perbuatannya. Jadi suku Yehuda lah yang diminta Allah untuk maju lebih dulu melawan bani Benyamin, saudaranya. Ini adalah peperangan melawan musuh di dalam.

Allah lebih mempercayakan Yehuda daripada saudara-saudaranya yang lain dalam menghadapi musuh yang ada di luar, mau pun musuh yang ada di dalam.

Mengapa?  Allah mengenal spirit yang ada pada Yehuda.

Tentang Yehuda, Yakub telah menubuatkannya:

Kejadian 49:9-10 (TB)  Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.


Spirit yang dimiliki oleh Yehuda adalah spirit yang menaklukkan bangsa-bangsa.

Jika kita perhatikan dengan teliti dan seksama Hakim-hakim 1 dari ayat 1 sampai 3, anda akan menemukan hal yang sangat dahsyat dan luar biasa!


Baca lagi 1 dan 2 di atas dan saya lanjutkan ayat ke-3-nya:

Hakim-hakim 1:3 (TB)  Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: "Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka aku pun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu." Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia.

Apakah Anda sudah mendapatkan hal-hal yang dahsyat itu?
1. Yehuda dan Simeon di sini disebutkan sebagai pribadi, bukan sebagai suku-suku. Mungkin si penulis kitab Hakim-hakim juga dipengaruhi oleh spirit mereka, sehingga diturunkan atau dituliskan sebagai personifikasi mereka. Barulah pada ayat 4 disebutkan sebagai suku.

2. Apakah waktu membaca tadi terutama ayat 3, apakah Anda menyadari bahwa Yehuda dan Simeon, saudara yang selalu bersama-sama itu, sudah lama mati di tanah Mesir? Jauh di kitab Keluaran.  Keluaran 1:6 (TB)  Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia.

Namun di sini di Hakim 1:3 terasa sekali bahwa seolah-olah Yehuda dan Simeon masih hidup dan mereka sedang bercakap-cakap di depan kita sekarang! Itu adalah spirit mereka yang sedang berbicara! Padahal  mereka semua sudah lama mati.

Betapa dahsyatnya kuasa sebuah nubuatan seperti yang dikeluarkan dari mulut Yakub!

Dan Yehuda bersama Simeon maju berperang dan mengalahkan musuh-musuh Israel di berbagai wilayah.

Hakim-hakim 1:4 (TB)  Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.

Zakharia 12:7 (TB)  TUHAN akan pertama-tama memberi kemenangan kepada kemah-kemah Yehuda,

Kita sedang membicarakan soal nubuatan yang menjadi spirit dan terus hidup dari generasi ke generasi. Nubuatan itu tidak melayang-layang di udara, tapi ada yang menangkapnya dan mengambil firman nubuatan itu, serta menghidupi dan / atau mengenakannya. 

Siapa yang terus menghidupinya? Yang menghidupinya adalah mereka yang ada di dalam kemah-kemah atau rumah-rumah rohani. Di dalam kemah-kemah itulah spirit-spirit dan benih firmanNya bertumbuh sesuai dengan maksud dan tujuanNya Allah. Spirit-spirit itu adalah bagian dari spirit yang sama yang ada di dalam kita  yaitu Roh Kudus sendiri. Dia yang ada di dalam kita jauh lebih besar, melebihi apa pun.


Yesaya 9:6 (TB)  (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yesaya meneruskan nubuatan Yakub di Kejadian 49:9-10 yang semakin nampak dari siapa yang datang dan berhak atas tongkat kerajaan dan lambang pemerintahan yang kekal itu. Dia adalah orang yang berhak mengenakan mantel atau jubah spiritual itu. 


Kita tau Yesus adalah orang yang berhak mengenakan jubah dari Yehuda, yang dinubuatkan Yakub sebagai anak singa. Anak singa itu telah bertumbuh dewasa. Maka Yesus disebut sebagai  singa Yehuda, karena telah mengenakan jubah atau mantel Yehuda. Dan jubah yang dikenakan Yesus itu tidak akan beralih lagi kepada orang lain, karena Ia adalah orang yang berhak.

Yesus juga mengambil-alih tongkat kerajaan dan lambang pemerintahan dari Yehuda. Tapi Daudlah yang menyiapkan tahta bagi KerajaanNya.


GEREJA YANG SEDANG ALLAH BANGUN

******
Jadi sadarkah siapa gereja yang sebenarnya yang Allah sedang bangun dalam hidup kita?
******

Kita belum membicarakan perihal nubuatan dulu secara lebih mendalam, tetapi kita akan membahas lebih lanjut bagaimana cara Allah bekerja?

Bagaimana Tongkat Estafet Itu Dialihkan Dari Satu Generasi Kepada Generasi Berikutnya?

Yehuda telah berperan besar sebelum tahta Daud ditegakkan. Yehuda mempunyai anak yang bernama Peres dan Zerah (Kejadian 38:29-30).

Kejadian 46:12 (TB)  Anak-anak Yehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul.

Lukas mencatat bahwa Yehuda, Peres dan Hezron ada di dalam garis keturunan Yesus.

Lukas 3:33 (TB)  anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda,

Kita beralih kepada kitab Rut.

Rut 4:11-15, 17 (TB)  Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel.  Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" 


Naomi telah kembali ke kota asalnya di Betlehem bersama Rut orang Moab itu. Orang-orang yang berdiam di kota adalah para keturunan Yehuda. Mereka berdiam di pinggiran kota Betlehem yang bernama Efrata. Semuanya berasal dari keturunan Yehuda. Kita mengetahui bahwa suku-suku Israel dibagi menurut kota-kota dan wilayahnya masing-masing, sehingga Betlehem aslinya disebut sebagai Betlehem-Yehuda (Rut 1:2).


Ayat di atas, para tua-tua bernubuat mengenai Rut. Mereka sadar betul apa artinya keturunan secara spiritual, oleh karena itu mereka tidak memandang secara rasial kepada Rut, orang Moab, melainkan menubuatkannya menjadi seperti Tamar dan keturunannya menjadi seperti Peres.  Selanjutnya mereka menubuatkan tentang Boas. Ini adalah acara wisuda atau pentahbisan Boas-Rut. Seluruh penduduk Betlehem-Yehuda merestui Boas yang telah menjadi Penebus bagi Rut dari Elimelekh, suami Naomi yang sudah meninggal di tanah Moab itu.


Rut 4:13. Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.

Ayat 14-17 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."

Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Kita akan melihat bagaimana keturunan Yehuda selanjutnya.

Rut 4:18-22 (TB)  Inilah keturunan Peres: Peres memperanakkan Hezron,
Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab,
Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed,
Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud.


KEISTIMEWAAN YEHUDA

Matius 1:3-6 (TB)  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,


Matius menjabarkan fakta dari silsilah Yesus Kristus. Ini berkesesuaian dengan apa yang disebutkan dalam kitab Rut.

Kita melihat fakta yang sangat luar biasa bahwa Yesus dilahirkan ke dunia ini adalah karena kemah-kemah kediaman yang didirikan oleh Yehuda. Terhitung ada 10 generasi (10 kemah) yang berasal dan dibangun dari rumah rohani Yehuda. Kakek buyutnya Abraham merumahi 3 generasi, tetapi Yehuda dengan kuasa nubuatan dari Yakub, telah merumahi 10 generasi di bawahnya.

1 Tawarikh 5:2 (TB)  Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

APAKAH ALLAH TERUS BERHENTI PADA YEHUDA?  TIDAK. Sebab pada kemah-kemah Yehuda belum terbangun TAHTA KERAJAAN NYA. PADA RUMAH ROHANI YEHUDA BARU ADA TONGKAT KERAJAAN DAN LAMBANG PEMERINTAHAN. Walau pun ini adalah tahapan yang amat krusial sebagai persiapan kelahiran Sang Raja yang menjadi fondasi yang sangat kuat.

Yehuda juga telah menyiapkan BASIS KOTA bagi kelahiran SANG PENEBUS DOSA DUNIA. Yesus dilahirkan di Betlehem-Yehuda di Efrata. Kita tidak bisa memastikan di koordinat mana Yesus dilahirkan di kandang domba itu? Tapi kita dapat mengetahui, bahwa pada jaman dahulu kala itu, pernah seorang pria yang baik hati dan seorang perempuan yang hatinya terpaut pada Allah Israel; dan mereka Boas dan Rut bertemu di tempat pengirikan jelai. Mereka membicarakan seorang penebus. Ada penebus yang lain.

Rut 3:12 (TB)  Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

Sang Penebus itu akhirnya dilahirkan di kandang domba oleh seorang perempuan. Mereka ada di situ,belum hidup sebagai suami-istri (Yusuf telah mengambil Maria menjadi istrinya, namun belum bersetubuh dengan nya sampai Yesus dilahirkan.) di suatu tempat kecil di Efrata. Mereka membicarakan seorang penebus yang segera lahir.

Itulah kemah-kemah Yehuda. Yang terpenting kita pelajari dari rumah Yakub adalah:
1. pada generasi-generasi  selanjutnya, melalui Yehuda telah terbangun rumah-rumah rohani yang meneruskan benih firman Nya, benih kerajaan, yang akhirnya melahirkan raja Daud.


2. Kuasa firman Nya jauh lebih tinggi dari kuasa doa dan puasa. Sebab pada mulanya adalah Firman. Gereja harus memegang sungguh-sungguh firman. Tanpa firman doa itu seperti orang meninju angin.


Be in His love, grace and mercy.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...