Langsung ke konten utama

Jangan Mengaborsi Destiny mu

RANGKUMAN INPUT 24 & 31 Jan 2021 - Jangan Mengaborsi Destiny mu


Bagian 1

Yohanes 1:1, 3 (TB)  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.


Ibrani 11:1, 3 (TB)  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.


Hebrews 11:3 (KJV)  Through faith we understand that the worlds were framed by the word of God, so that things which are seen were not made of things which do appear.


Dunia kita, dunia malaikat dan semua dunia dibingkai oleh firman Tuhan. Destiny itu seperti sebuah bingkai. Gambar kehidupan kita ada di dalam bingkai itu. Kita membutuhkan persiapan, semua material persediaan dan tujuan untuk mencapai destiny.


1. Firman itu menetapkan kita seperti sebuah bingkai. Seperti gambar yang dibingkai.  Dari masa yang sekarang ke masa yang akan datang hidup kita dijalani dalam bingkai itu, seperti apa di masa yang akan datang. Dia menetapkan kehidupan kita dan diberikan batasan. 


2. Melalui firman yang Tuhan lepaskan, kehidupan kita dibingkai oleh firman Allah. Sebab segala sesuatu yang sekarang sudah menjadi realita, diciptakan, diwujudkan dan berasal dari firman, dari apa yang tidak kelihatan. Apa yang mewujudkan firman menjadi realita di alam natural ini tidak terlepas dari IMAN di dalam YESUS KRISTUS. Sebab Dia sendiri adalah firman yang menjadi manusia. Dia adalah BUKTI dari yang tidak kelihatan. Dia adalah firman yang menjelma menjadi manusia melalui proses yang supranatural menjadi natural.  Proses yang di luar kemampuan nalar dan kemampuan lahiriah. 


Yesus datang ke dunia membawa IMAN itu datang dan sekaligus MEMBUKTIKAN kehadiran IMAN yang tidak kelihatan. Mengapa Yesus membawa iman Allah? Yesus adalah pusat dari rencana kekekalan Allah terkait penciptaan. IMAN adalah eksekutor dari rencana kekekalan Allah. Karena Iman, Allah masuk ke tempat peristirahatanNya pada hari ketujuh setelah mengerjakan seluruh proses penciptaan. Iman harus maju terlebih dulu. Dari Iman, dengan Iman dan oleh Iman diucapkan nubuatan. Apa yang harus dan akan terjadi. Dari sini lah PERJALANAN HIDUP yang sesungguhnya mulai diwujudkan menjadi REALITA.


Kelahiran Yesus MENJAWAB semua apa yang menjadi dasar dari PENGHARAPAN seluruh mahluk. Itu juga menjadi jawaban dan perwujudan pengharapan BAPA yang diletakkanNya di dalam PUTRA Nya sejak sebelum bumi dijadikan.  Maka setelah dunia ini diciptakanNYA selama 6 hari - Bapa, Firman dan Roh masuk ke dalam tempat peristirahatan Nya. Itu adalah iman Elohim. Itu adalah saat BINGKAI DARI FIRMAN terbentuk oleh IMAN ELOHIM dalam perjalanan hidup manusia. 


Perjalanan hidup iman kita memakai bingkai yang sama, yang terbuat dari rangkaian dan dijalin oleh firman. Dan bingkai Firman itulah yang menjamin seluruh perjalanan hidup kita menuju destiny pasti berhasil. Firman itu telah lengkap, komplit. Bingkai itu sudah komplit. Di luar bingkai berarti di luar Firman dan di luar iman.

Paulus menggambarkan bingkai itu seperti gelanggang perlombaan atletik di mana seluruh atlet harus berlomba dalam lintasannya masing-masing. Walaupun itu perlombaan lintas alam sang atlet harus melewati jalur yang ditetapkan dan harus menyentuh titik tertentu yang ditetapkan dan mendapatkan point di sana. Jika tidak, ia akan didiskualifikasi. Segala kejatuhan, keram otot, kebutuhan air, pertolongan bahkan ambulan, pengawas (saksi) dan penonton  sudah disediakan. 


3. Kita dibingkai oleh kasih karunia Allah. Kita hanya dapat berguna di dalam kerajaan Nya bila kita hidup menurut kasih karunia Tuhan, bukan berdasarkan kekuatan sendiri, bukan dari talenta, pengetahuan, skil atau keahlian lainnya. Kasih karunia Tuhan tidak akan membuat kita jatuh, keliru, iri hari, bersaing, merasa paling hebat, sombong dan mengandalkan kekuatan daging yang membuat kita keluar dari bingkai, dari firman, dari perlombaan iman. Melenceng sedikit saja bisa membuat Samson jatuh, sebab kasih karunianya seolah adalah kekuatan dagingnya.  Dan ia memang sudah jatuh dalam perlombaan iman, tapi pertolongan Tuhan tetap tersedia dalam gelanggang perlombaan iman itu, walaupun waktunya harus dipersingkat. Samson nyaris keluar dari destiny, tapi kasih karunia Allah memegang tangannya dan membimbingnya melalui tangan seorang bocah kecil. Kita membutuhkan mitra destiny sekecil apapun dan janganlah menganggap enteng kasih karunia Tuhan. Dia yang setia sampai disaat-saat akhir perjalanan destiny kita, menyediakan diriNya supaya kita tidak gagal. 


1 Korintus 15:10 (TB)  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 


Kasih karunia inilah yang membuat Paulus bekerja keras memenuhi panggilan Tuhan dan menyelesaikan semua rencana Allah di dalam dirinya. Ia mampu melompat jauh melebihi segala kekuatan yang dimilikinya yang digambarkan sebagaimana aku ada oleh karena kasih karunia Tuhan, jauh melebihi apa yang dapat kita inginkan, angankan, pikirkan, mimpikan, doakan dan cita-citakan. 


Jadi demikian pentingnya kita hidup dan bekerja berdasarkan kasih karunia.


4. Kita menerima kasih karunia Tuhan pada saat kita lahir baru dan diproses saat KEDEWASAAN.

Yohanes 1:16-17 (TB)  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 


Kita mengalami kelahiran baru itu pun oleh karena kasih karunia Tuhan mendatangi hidup kita oleh karena Kristus Yesus telah mengalami kepenuhan dan kelimpahan kasih karunia yang dianugerahkan Tuhan.  


Galatia 1:15 (TB)  Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,  

Allah memanggil Abram keluar dari kutuk untuk menerima kasih karunia Allah. Kasih karunia mendahului panggilan, menerima ikat-janji,  menyertai kita dalam perjalanan di dalam iman untuk mencapai destiny. 


Galatia 3:18 (TB)  Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. 


Walaupun  kita menerima kasih karunia itu untuk mengawali langkah pertama kehidupan spiritual, menopang perjalanan seperti energi dan kekuatan yang selalu baru, bahkan untuk putaran (lap) terakhir, langkah terakhir dan hembusan nafas terakhir, dan untuk memelihara iman itu sendiri sampai kita mencapai garis akhir, kita membutuhkan kasih karunia Kristus. Itu adalah kehidupan di dalam bingkai yang dimaksudkan Tuhan, agar kita tetap berada di dalamnya.


Kasih Tuhan adalah anugerah terindah dan terbesar sebelum Dia memberikan Putra Nya yang tunggal. Sifat dasar dan keberadaan dari Allah ini yang pertama kali harus kita rasakan dan kita rangkul, pegang dengan erat dan tidak akan pernah melupakan kasih yang semula ini selamanya.  Seluruh dunia boleh menolak dan meninggalkan kita, tapi jangan sampai kita ditolak oleh Dia. Ini prinsip pertama kali yang saya pegang ketika jatuh cinta kepada Yesus Kristus. 


Kita tidak mungkin bisa mengerti dengan akal sehat dan inteligensia kita ketika menerima kasih Tuhan ini. Tanpa kita sadari itu sudah menjadi pengalaman pertama dan bekal pertama dari perjalanan. Itu seperti telur indung yang menempel pada anak ikan. Nutrisi pertama kita sebagai janin, seperti manna bagi Israel selama proses kelahiran bangsa itu di Kanaan. Selanjutnya kasih karunia demi kasih karunia kita terima. Selalu baru setiap pagi. Rahmat Nya seperti embun di pagi hari. Ia memberikan rahmatNya bahkan sebelum matahari terbit. Kesetiaan Tuhan tidak tergantung dari terbitnya matahari. Biarpun langit mendung kelabu dan hujan badai datang, kita harus memiliki iman akan kesetiaan Nya, bahwa rahmatNya mengalir dari hati Nya. 


Iman akan menyatakan rahmatNya. Iman memperdengarkan suaraNya menyapa roh kita. Iman membangkitkan firmanNya bekerja. Ketika murid-murid mengalami gelombang badai di perahu iman tidak bekerja sebab ditutupi dan dihalangi ketakutan. Firman tidak bisa mengekspresikan kekuasaan dan kekuatan Tuhan yang Mahakuasa.  Bukan tidak tersedia. Semua sumberdaya ada pada kita dan tersedia, siap diluncurkan kapan saja.  Yesus tidak pernah membiarkan  ketakutan menguasai diriNya, maka Ia ada di dalam posisi REST. Posisi yang siap menarik pelatuk senjata Allah yang kita miliki yaitu iman. Yesus memerintahkan gelombang dan badai dan mereka tunduk kepada perintah Allah El Shadday yang dilepaskan di bumi dan dilepaskan pula di sorga. Daud harus kembali kepada posisi gir netral dan rest sebelum iman nya dapat mengejar musuh, menaklukkan mereka dan merebut kembali apa yang terhilang. Kita harus membuang semua beban, dosa (amartia), sikap pesimistis, emosi negatif, prasangka, ukuran sendiri, persepsi yang salah dan semua hal yang membuat pandangan kepada Dia terhalangi. 


Sebaliknya kita harus dapat memandangNya secara langsung. Panglima Bala tentara sorga harus mendatangi Yosua. Dia sengaja berdiri di antara Yosua dan tembok Yerikho yang terlihat sangat kokoh dan tidak mungkin dirobohkan. Dia tidak membiarkan pandangan kebingungan Yosua ke arah tembok itu dan sengaja menutupinya dari mata Yosua. 

Yosua 5:13-15 (TB)  Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" 

Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"

Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian.


Jawaban  Panglima Balatentara Tuhan  atas pertanyaan Yosua membuatnya bertambah bingung, Ia bukan lawan dan juga bukan kawan. Tapi Panglima itu berhasil menyadarkan dan membuat Yosua kembali ke posisi rest dari posisi kebingungan dan sekarang siap menerima firman kembali. Sebab itu katanya: Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambaNya ini? Yosua melakukan apa yang dikatakan Sang Panglima untuk menanggalkan kasutnya, berarti tidak lagi menggunakan cara-caranya dan jalannya. Sekarang posisinya menjadi sama dan searah dengan Panglima Balatentara Tuhan, sebab Ia telah berdampingan dengan Yosua. 


Sungguh iman setiap orang pasti akan diuji, terutama pada putaran terakhir perjalanan rohani kita. Dimusim Covid ini. Dimusim hujan lebat dan banjir hebat ini. Siapa yang kita andalkan? Jika kita melihat apa yang sebenarnya sudah tersedia DI DALAM kita dan kita dapat menggunakannya tanpa hambatan ketakutan, keraguan, ketidakpercayaan, maka kuasa-Nya yang akan menjadi nyata.  Iman yang memindahkan gunung akan bekerja. 



Roma 4:13 (TB)  Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. 


Panggilan Allah kepada Abram supaya ia melangkah masuk ke dalam dunia yang dibingkai Allah. Apa yang Allah mau bangun di dunia kita diberitahukan lewat firman Nya. Itu menjadi destiny hidup kita. 


Kolose 1:15-17 (TB)  Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 

karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 

Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 


Hidup dan dunia kita telah dibingkai atau ditetapkan oleh Nya sebab Ia telah ada terlebih dahulu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 


Kita hidup, bergerak dan berjalan di dalam kasih karunia Kristus yang telah memimpin kita dari kematian kepada kebangkitan Nya dan kuasa kebangkitan itu membawa kita sebagai Gereja Nya masuk kepada kemuliaan Nya. 

Sampai di sini kita melihat 4 hal yang membingkai hidup kita, yang menjadikan kita jemaat yang luar biasa. 


Mazmur 36:7 (TB)  (36-8) Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. 


Tapi bagaimana hal ini bisa terjadi? Hanya dalam tuntunan dan proses Allah saja, melalui Roh Kudus dan melalui firman yang dapat membuat kita melangkah di jalan Tuhan di dunia ini. Itulah peta perjalanan hidup kita. Setiap langkah kita sebagai penanda kuasa-Nya dan karena hidupNya ada di dalam kita. Seperti  Abraham menelusuri dan menjalani destiny nya di tanah di Kanaan dengan perintah Firman dan otoritas El Shadday, maka setiap langkah dan setiap jengkal tanah menjadi milik kita. Kita menandai dunia yang kita masuki dan jalani sebagai bagian dari dominion dari Kerajaan Nya. Demikian pula yang dilakukan setiap mitra destiny kita di satu kota, di satu negeri; maka Allah melihat, para saksi iman melihat dan seluruh malaikat melihat bumi penuh dengan kemuliaan Tuhan. Kerajaan Nya diperluas, umatNya melapangkan tempat kediamannya. Patok-patok tendanya terus mengembang ke kanan dan ke kiri. Kota-kota sunyi yang tadinya tidak ada firman sekarang suaraNya diperdengarkan dan mereka berseru dalam namaNya, memanggil Nya dan memuliakan Dia. Maka Allah akan memulihkan kota dan memulihkan negeri mereka! Demikian Firman mengatakan: Keturunanmu akan memperoleh bangsa-bangsa!


Yesaya 54:3 (TB)  Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. 


Isaiah 54:3 (KJV)  For thou shalt break forth on the right hand and on the left; and thy seed shall INHERIT THE GENTILES, and make the desolate CITIES TO BE INHABITED.


5. Jadi Allah telah berfirman secara spesifik untuk hidup kita sehingga kita akan menjadi seperti apa yang diperkatakan Nya. Firman itulah yang menyingkapkan seperti apa kita nantinya. 


Bagian 2


1. Firman yang dilepaskan menjamin apa yang harusnya saudara lakukan. Kita bisa menjadi dan menggambarkan apa yang diharapkan dan dikehendaki Allah di dalam bingkai itu. Namun demikian kita bisa juga keluar dari bingkai itu. Kita perlu memahami bagaimana itu bisa terjadi sehingga bisa mencapai destiny dari apa yang Tuhan firmankan. Firman itu memberikan pengertian yang spesifik dari setiap jemaat tergantung dari kasih karunia yang diberikan oleh Allah melalui Kristus.


Sebagai jemaat Tuhan, sebagian orang mungkin merasa belum mendapatkan kejelasan tujuan dari panggilan Tuhan dalam hidupnya.


Kejadian 12:1 (TB)  Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 


Allah tidak langsung memberitahukan Kanaan lah yang harus dituju oleh Abram. Allah ingin mengajarkan ketaatan bergantung pada petunjuk Nya saja. Baru kemudian Ia mendetilkan panggilan hidup kita, dengan tujuannya dan semua penyediaannya. Semuanya diberikan berdasarkan kasih karunia Kristus.


2. Firman selalu bekerja berdasarkan konteks daripada tujuan yang membingkai kehidupan kita. Ia lebih menegaskan garis-garis perjalanan hidup kita, sumber-sumber yang harus kita jumpai seperti seorang bapa rohani yang mengarahkan langkah kita. Firman membuat kaki kita makin teguh, makin kuat dengan keyakinan langkah yang tidak menoleh ke belakang, tapi terus mengarahkan pandangan kepada tujuan, dipimpin oleh Roh Kudus. Pikiran dan fokus kita bukan kepada persoalan, tapi pada titik-titik yang sudah digariskan Allah, mengikuti alur cerita skenario lebih dari pemenang. 


Kita tidak lari dari kenyataan, tapi kita bisa mem-blur fokus lensa mata rohani kita kepada hal-hal yang najis, yang negatif, pikiran yang kotor, jahat dan menipu. Itu hak kebebasan kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki kehendak bebas. 


Ayub 31:1 (TB)  "Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? 


Kita harus fokus pada apa yang firman katakan dan tunjukkan. Pertengkaran dengan saudara-saudara harus dihindari, bukan berarti kita harus berbeda arah dan tujuan dengan bapa rohani dan semua saudara mitra destiny. Jangan seperti Lot berpisah dari Abraham, sumber anugerah, sumber daya yang disediakan Allah.  Namun semuanya bergerak oleh karena kasih karunia-Nya selama kita tetap berada di dalam bingkai itu. 


Firman akan berbicara lebih mendetil dan lebih mendetil tentang batasan dan ukuran-ukuran destiny kita, supaya kita tidak berputar-putar arah tapi mengarahkan pada tujuan dengan pengertian dan hikmat, sebagai kekuatan untuk mewujudkan pengharapan dan janji-janji Allah.


Pada dasarnya Tuhan terus melebarkan pandangan supaya kita bisa mendapatkan pengertian dan pemahaman kita dengan cara pandangNya Dia melihat destiny kita dan keberadaanNya ada tepat pada arah yang sama,  menurut ukuran Nya dan mengarah pada diri Nya sendiri. 


Ia tidak melihat kita sebagai orang yang telah gagal, atau sebagai ex budak di Mesir. Ia mau menyemangati orang yang semangatnya luntur, yang kelelahan karena salah arah dan berputar-putar, asal jangan kita sendiri yang mengaborsi perjalanan destiny kita. 


Kesalahan bersikap dan berbicara ngawur, tidak dapat menguasai diri dan emosional harus dibuang jauh-jauh. Jangan keraskan hati. Kita tidak boleh berkecil hati seperti Yosua ketika Panglima Balatentara Tuhan mengatakan: Ia bukan lawan atau pun kawan. Ia jauh lebih tinggi dari pada seorang kawan dan mitra destiny. Ia menyediakan segalanya dan bahkan diriNya sendiri.  Ia mau berkorban bagi kita dan rela mati demi menyatakan kasih setia Nya. Dan Ia melanjutkan kasih setia Nya walaupun harus menginjakkan kaki Nya pada tempat yang belum pernah dipijakNya. 


Yeremia 31:3 (TB)  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. 


Hal-hal yang bisa menghambat perjalanan destiny kita dan pengenalan akan Tuhan:

1. Ketidakpercayaan dan ketidaktaatan bukan ketidakberdayaan "tidak mungkin", "tidak bisa";

2. Persepsi yang salah, kurang pengetahuan, tidak berpengertian dan keras kepala.

3. Mudah dialihkan. Oleh faktor-faktor lahiriah dan natural. Mudah terkondisikan kenyataan dan realita hidup. 

4. Masih hidup secara natural. 


Orang lebih melihat dan melekat kepada pengalamannya selama ini dan akhirnya merasa terikat dengan keterbatasannya. Terbatas pada pendidikan, lingkungan, budayanya. Tuhan harus mengirimkan terang Nya supaya orang itu melihat apakah yang sebenarnya paling dibutuhkannya. Pada waktu kesibukannya, kegagahannya, keberhasilannya jarang orang mau menengok keberadaannya dan hubungannya dengan Elohim, Tuhan yang menciptakannya dan dari mana ia berasal.


Ketidakberdayaan manusia menjadi kesempatan terbaik bagi Allah menyatakan diriNya, seperti Dia nyatakan diriNya kepada Abraham sebagai Allah El Shadday.


Pertobatan kita harus dibarengi banyak hal yang seringkali tidak kita sadari bahwa Tuhan telah menyediakan dan bahkan menyuplainya, sampai orang itu sadar, datang kepada kesadarannya setelah Allah menegurnya dengan berbagai cara. 


Hidup kita seringkali harus diinterupsi Allah  olehNya dalam berbagai keadaan dan bentuk. Pertobatan dari dosa harus benar-benar melawan arah dari jalan dosa dan falsafah dunia ini. Dan itu hanya Allah yang maha kuasa yang dapat membuat kita berbalik arah melalui pengenalan akan Kristus Yesus dan hidup di dalam persekutuan yang erat dengan Nya melalui Roh Kudus yang tersedia di dalam kita. 



Kita akan dibawa dari pelataran Bait Suci, ke ruang Kudus dan ke ruang Maha Kudus di mana Dia berada dan tinggal.


Itu caranya dan tempatnya kita terhubung dengan Allah El Shadday secara berkualitas. Tidak cukup kesunyian, kekhusyukan tapi kekudusan. Kita harus saling membasuh kaki dari debu dan kecemaran dunia yang masuk melalui pancaindera lahiriah, sehingga kita bisa benar-benar melalui pelataran dan ruang Kudus. 


Roma 8:26-27 (TB)  Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.


Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.


Yesus dibawa dalam kuasa Roh Kudus kembali ke Galilea setelah mengalami pencobaan di padang gurun dan dibaptis air di sungai Yordan. Ia dibawa kembali  ke dunia nyata untuk memanifestasikan hidup dan kuasa ilahi yang telah ada di dalam Nya, secara komplit dan penuh. Ia penuh Roh,  kasih karunia dan Kebenaran. 


Kita harus sudah siap sebelum dibawa dalam kuasa Roh melalui pelataran, ruang Kudus dan akhirnya dipenuhi oleh kasih karunia Nya dan kebenaranNya di dalam ruang Maha Kudus. 


Maka setiap langkah hidup kita menjadi berarti dan berguna buat kerajaan Allah sepanjang hari itu, karena Dia yang memampukan kita memanifestasikan kehidupan ilahi dan mengekspresikan karakter Yesus Kristus.


Kita harus mendisiplinkan hidup kita sendiri dengan kesadaran untuk Dia dapat bekerja dan berdoa syafaat bagi setiap orang-orang kudus Tuhan, di dalam diri kita. Paulus melatih tubuhnya. Ayub melatih matanya. Seorang murid melatih telinganya. Yesus melatih ketaatanNya. Daud melatih mulutnya agar jangan berdosa, tapi untuk memuji Allah. Demikian juga penulis Amsal dan Pengkhotbah. Sebelum menggunakan keberaniannya mengungkapkan rahasia Injil Paulus sudah mendisiplinkan mulutnya (Ef 6:19). Yakobus menasehati kita, bahwa dengan mulut kita mengendalikan seluruh tubuh. 


Rumah rohani sebagai gambaran dari bingkai hidup yang Tuhan inginkan di mana pendisiplinan dan latihan ketaatan dilakukan di dalamnya untuk bersama-sama dengan mitra destiny, saudara-saudara dalam rumah mencapai tujuan. 


3. Allah tetap pegang kendali di posisi mana pun kita berada. 

Ini ditujukkan pada Abraham. 

Kejadian 15:13-14 (TB)  Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.  

Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. 


Mereka telah dibingkai dan dibungkus dengan aman sebenarnya dalam kendali Tuhan. Namun sungut-sungut dan pemberontakan mereka lebih kuat dari hukum kerja Allah sehingga Allah membiarkan mereka sesuai keinginannya. Demikian juga kepada mereka yang taat, generasi yang baru, Kaleb dan Yosua Tuhan bekerja dalam bingkai yang dibuatNya. 


Yusuf melakukan hal yang luar biasa. Dia memiliki kepolosan dan kemurnian hati sehingga setelah dibuang egosentrisnya dan setelah lulus ujian untuk memperlengkapi dirinya, tanpa hambatan apapun dia dapat memanifestasikan Allah di dalam dirinya dan mengekpresikannya ke luar di mana pun ia berada. 


Di level mana pun kita sedang diproses, apakah di Mesir, sebagai budak, di dalam sumur  dijual, di penjara, di bawah tanah, di rumah Potifar, sebagai petinggi dan pembesar; kita harus menggambarkan karakteristik Allah dan kehidupan ilahi. Jangan menunggu 400 tahun dengan sia-sia.  Yusuf tidak menunggu keluar dari penjara untuk mengekpresikan karakter Allah. Daniel menghitung dan melihat waktuNya.  Esther di dorong oleh Mordekhai kembali je posisi rest untuk melakukan tindakan iman. Nehemia tidak berpangku- tangan ketika mendengar berita nasib bangsanya dan keruntuhan tembok Yerusalem ketika ia sebagai juru minum raja. Ia bahkan berani mengekpresikan wajah muramnya di hadapan raja ketika sedang melayani raja setelah berdoa untuk minta belas kasih raja (Neh 1:11).


Pentingnya menjaga kemurnian dan ketulusan hati kita di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Yosua dan Kaleb memiliki spirit dan moral yang berbeda. Mereka mengikuti Allah sepenuh hati nya (Bil 26:65).


Semua ukuran Tuhan sudah diberitahukan kepada kita lewat Alkitab, lewat bapa rohani dan mitra destiny kita. Kerangka waktunya juga juga sudah diberitahukan kepada kita. Lembu gemuk, lembu kurus, lembu berdarah; double decade of open heaven, etc. 


Setiap firman yang mendatangi hidup kita adalah peta perjalanan rohani kita.  Ada jaminan dari Allah El Shadday setiap generasi akan berhasil jika diperkenalkan dan mengenal dan menjadikan dimensi El Shadday sebagai realita pada setiap generasi. Dari Abraham kepada Ishak dan kepada Yakub, Yusuf dan seterusnya. 


BAGIAN 3

Mari kita me-refresh dan review.


Ibrani 11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.


Hebrews 11:3 (KJV)  Through faith we understand that the worlds were framed by the word of God, so that things which are seen were not made of things which do appear.


Hidup kita di dunia ini telah dibingkai oleh Firman-Nya sesuai dengan rupa Allah. Ini lah perjalanan rohani kita. Gambar kehidupan ilahi atau Zoe itu harus termanifestasi dan diekspresikan oleh iman dalam kehidupan sehari-hari. 

Tuhan menciptakan dan membingkai hal-hal fisik ini, tetapi ada hal-hal yang paralel di alam spiritual untuk kita temukan dalam iman dengan indera rohani kita. 

Tuhan ingin membingkai kita secara rohani dengan Firman, dan mengizinkan kita untuk berjalan di surga, dan telah menyediakan semua yang kita butuhkan. Mengapa kita, secara daging, menolak panggilannya untuk hal-hal yang dari Roh?


Yesaya 29:16 (TB)  Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? 


Tidak bisa Allah langsung menjadikan kita sebagaimana Dia menjadikan benda-benda langit, tapi kita harus diproses dan dijagaiNya dalam suatu "roadmap" atau bingkai Firman-Nya, sebab kita adalah mahluk ciptaan baru. Jenis yang baru. New breed. Tidak bisa sekali jadi. Oleh karenanya Daud menggambarkan bahwa dirinya dipintal Allah dan Dia sudah mengenalnya sejak dalam kandungan ibunya.


Mazmur 139:14, 16 (TB)  Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 

mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. 


Kejadian kita begitu dahsyatnya menjadi buah pekerjaan Allah yang Masterpiece. Satu persatu Ia mengenal kita dan memanggil kita dengan nama. Bukan setiap jenis famili atau ordo bukan hanya setiap spesies, tapi  Ia mengembusi setiap pribadi, setiap kelahiran baru dan Ia menamai kita, mengenal pribadi kita. 


Dikatakan di Ibr 11:3 Hanya melalui iman kita bisa mengerti akan hal ini.  Iman pemberian Allah untuk mewujudkan tujuan Nya.

Sebelum kelahiran kita, Allah telah tetapkan dunia kita, destiny kita. Dunia itu telah dijadikan Allah oleh firman. Firman itu Pribadi yang setara dengan Allah. 

Ketika sudah memiliki iman ini dengan pengertian dan dibingkai pula oleh Firman yang mengandung kekuatan dan hikmat di dalamnya, bagaimana mungkin kita bisa gagal? 


Allah memberikan batasan-batasan yang sudah pasti sehingga kita tidak akan mengaborsi perjalanan destiny kita. Jangan mencoba keluar dari batasan-batasan itu, seperti ke lembah Yordan dekat Sodom  atau berdiam di Gosyen di Mesir.  


Kita dijadikan bukan hanya dibuat sebagai finishing goods, tapi kita telah dibingkai oleh firman yang mendatangi hidup kita, yang memberikan batasan-batasan yang sudah pasti, didasarkan oleh kasih karunia-Nya bagi tiap-tiap orang. 


Batasan-batasan itu juga menyangkut dan berbicara tentang musuh-musuh kita, tentang sengsara kita, penyakit kita, penderitaan sebagai budak. 


Juga bicara tentang waktu. 400 tahun lamanya bangsa Israel diperbudak di Mesir.  Waktu bukan hanya rentang waktu, tapi juga soal kegenapan waktu dan peristiwa lain yang diperhitungkan hikmat Allah. 


Kejadian 15:16 (TB)  Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."


Allah memberitahukan apa yang akan terjadi dengan batasan-batasannya.  Yesus tau Dia akan mati. Dia akan bangkit lada hari ketiga, naik ke sorga. Dia tau. 


Kita diberitahukan semua pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan yang diberikan Allah sesuai kasih-karunia-Nya pada masing-masing orang. 


1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 


Kita harus tau apa yang akan Allah lakukan lewat Roh Pewahyuan dan hikmat. 


Yusuf diberitahukan destiny hidupnya lewat mimpi. Ia adalah remaja kesayangan papa Yakub yang terlalu polos dan murni hatinya, sehingga kata-katanya menyakitkan hati mereka. Tapi firman telah membingkai hidupnya. Yusuf tidak dibunuh mereka dan dijual sebagai budak ke Mesir. 


Mazmur 105:16-19 (TB)  Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, 

diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. 

Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, 

sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. 


Yusuf sudah diperkenalkan Allah El Shadday oleh Yakub. Yakub tau bagaimana secara singkat dan pasti membekali dan mempersiapkan hidup Yusuf bagi destiny nya.  Bahkan setiap anak Yakub, setiap suku Israel diberkati Yakub dari Allah yang Maha Tinggi oleh karena Abraham kakeknya telah dijumpai oleh Allah El Shadday  terlebih dulu.  Yakub tau persis cerita dan kesaksian Yakub bagaimana kakeknya menyambut kedatangan ketiga Pribadi Elohim. 


Kita harus terus berpikiran positif, optimis dan terutama terbuka terhadap firman.


_Kejadian 18:1 (TB)  Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik._


Abraham memandang keluar tendanya di tengah panas terik. Tiba-tiba ia melihat 3 sosok Pribadi dari Elohim.


Tanpa memiliki pikiran dan kepekaan roh Abraham, yang tertuju kepada Allah, mungkin 3 sosok Pribadi Elohim itu hanya menjumpainya dalam kesan dan sepintas saja segera berlalu. Tapi intuisi nya telah menjadi peka terhadap kegerakan ilahi Tuhan. Seolah Abraham tau apa yang sedang terjadi di alam roh dan apa yang Allah sedang lakukan, apa dan bagaimana agenda Allah itu dan dia sedang menantikan saat-saatnya itu.


Kejadian 18:2-3 (TB)  _Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, *janganlah kiranya lampaui hambamu ini.*_


Bayangkan bagaimana cepatnya respon seorang Abraham yang sudah berumur hampir 100 tahun, bisa berlari menyongsong mereka. Darimana kekuatan fisiknya itu?  


Perjumpaan dengan 3 sosok Pribadi itu menjadi perjumpaan yang paling nyata dalam hidupnya Abraham.  Tadinya Abraham hanya menerima perintah "Akulah Allah Yang Mahakuasa. Hiduplah dengan tidak bercela di hadapanKu." , sekarang menjadi kehormatan tertinggi baginya untuk melayani Allah.


Banyak lagi hal yang dapat kita petik dari Perjumpaan ini. Posisi Abraham sekarang adalah mitra bagi Allah. Abraham memiliki hak ikut mengatur apa yang akan dan harus terjadi di bumi.


Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?


Perjumpaan ini telah membuat Allah berpikir, telah menjamah pikiran Allah. Siapa kah kita kalau kita bisa menjamah pikiran Allah?


Allah berhak secara absolute melakukan apapun, tanpa mengindahkan pendapat orang.  Sekarang Allah tidak menganggap Abraham sebagai hamba Allah semata, tapi lebih sebagai mitra Allah.

Bukankah sesungguhnya Abraham akan *menjadi bangsa yang besar serta berkuasa*, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?


Sikap positif, optimisme, respon dan tindakan Abraham menyambut Pribadi Elohim, menjadi KUNCI membuka pikiran Allah. Ini benar-benar dahsyat. Siapa Allah? Pemegang kunci sorga dan neraka. 


Sebelumnya Allah menegaskan kepada Abraham dan Sara, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah (Kej 18:13-14).  Sesaat kemudian, ternyata Abraham bisa menerobos alam kemustahilan itu lewat pikiran Allah sendiri.

Yesus mengkonfirmasi dan memastikan hal ini ribuan tahun setelahnya dan itu yang menjadi dasar bagiNya melakukan pekerjaan Nya.


_Markus 9:23 (TB)  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"_


Saat dan waktunya bagi kita untuk menjadi terbuka dan peka terhadap firman dan perkara-perkara rohani dan ilahi, maka otomatis kunci Kerajaan Sorga itu bisa kita pakai untuk mengakses alam supranatural dan alam kemustahilan.


Ini berarti kita harus terus belajar dan melatih pancaindera rohani kita, menangkap apa yang berasal dari Roh Kudus, dari sorga. Pancaindera spiritual tidak lain adalah iman kita. Kita latih, asah pancaindera rohani kita sehingga iman menjadi nyata, termanifestasi, terekspresi dan ter-realisasi dari alam supranatural dan alam kemustahilan  ke bumi ini.


Tuhan menghendaki kita berjalan bersama dengan Nya dalam kedamaian, ketenangan, percaya penuh dan dalam ketaatan Nya. Itu berjalan dalam kemenangan menuju lebih dari pemenang. 


KASIH karunia Tuhan artinya Dia berjalan bersama kita. Dia tidak akan menghakimi dan mem-bully dengan mengatakan "Oke kamu sudah gagal. Sekarang hiduplah dan berjalanlah tanpa cela di hadapan Ku. Aku berharap kau menjadi lebih baik." tanpa Ia melakukan apapun.  Ia akan melakukan tindakan yang merupakan bagian dari kasih karunia Nya. Ia telah mengirimkan seorang Pribadi yang menjadi Penolong, yang serupa dengan Nya dan Pribadi Nya. Bingkai yang membungkus hidup kita bukan Firman yang mati, tapi firman yang hidup yang disertai kasih-karunia-Nya. Roh Kudus bekerja atas dasar kasih karunia Nya dan ikat-janji yang dilakukan YESUS KRISTUS. 

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


Roh Kudus dengan cepat menolong kita kembali ke trek atau menempatkan kita kembali jalur yang benar. Kita tidak boleh berjalan dalam bayangan musuh, dalam bayangan ketakutan tapi di bawah naungan Tuhan yang Mahakuasa El Shadday. 

Hosea 14:7 (TB)  (14-8) Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. 



Ukuran Tuhan 

Adalah Tubuh Kristus. Yerusalem tidak akan memiliki ukuran. Yerusalem akan menjadi kota tanpa tembok. Tubuh Kristus yang menjadi ukuran. Kegerakan Tuhan digambarkan oleh Tubuh Kristus. Ukurannya apa yang kita percayai. Bila kita bisa melihat El Shadday ukuraNya menjadi ukuran kita. ImanNya menjadi iman kita. Dan kegerakan Tuhan yang Maha Kuasa menjadi kegerakan Tubuh Kristus di bumi ini. Kita harus melihat menurut ukuran Nya, bukan lagi apa yang kita percayai yang diperhitungkan. Hanya saja kita harus menyongsong Dia pemilik iman itu dan percaya di dalam Nya. Kepenuhan kasih karunia dan kebenaranNya akan mengalir. Kemuliaan Kristus mengalir keluar dari Tubuh Kristus. 

Efesus 3:20 (TB)  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.


Kita ada dimusim kemustahilan di mana Allah akan melakukan yang tidak mungkin Dia sendiri dapat lakukan, tapi melalui Tubuh Kristus, Gereja Nya, itu menjadi mungkin. Itu tindakan yang adil. Di mana Dia bertindak untuk meletakkan semua musuh-musuh Kristus di bawah kaki Kristus oleh karena sekarang Dia telah mempunyai saksi. Tahta Penghakiman dapat ditegakkan di bumi ini. Sekarang Dia bisa bertindak sebagai Hakim yang Maha Agung. Dia sekarang bisa menyingkirkan maut dan kerajaan maut selamanya. 



Amin.







































Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...