Langsung ke konten utama

TEMPAT IBADAH KITA DI PADANG GURUN BUKAN DI GEDUNG GEREJA

Lukas 4 : 1 Yesus yang penuh dengan Roh Kudus kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa ke Padang gurun.

Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai. Israel dulu juga dicobai di padang gurun. Ini adalah bagian dari POLA TUHAN: MESIR - DIBAPTIS - PADANG GURUN - KANAAN (DESTINY).

Yesus pun sudah pernah ke Mesir. (Hosea 11:1, Mat 2:15
... dari Mesir Kupanggil anak-Ku.)

Israel sudah dibaptis. Mereka keluar dari Mesir dan dibaptis.
1 Korintus 10:2 (TB)  Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

Jadi kita sudah lihat pola Tuhan tentang perjalanan hidup kita menuju destiny.

Bagaimana aplikasinya? Pertama-tama kita harus keluar dari Mesir, sehingga kita bisa beribadah kepada Tuhan di padang gurun!

Keluaran 7:16 (TB)  Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.

Kita tidak beribadah di gedung gereja, tapi di padang gurun untuk mencapai destiny. Gereja tempat kita bersyukur dan bersukacita untuk merayakan hari-hari Tuhan, dan beristirahat.

Jadi kenapa kita kita harus keluar dari Mesir? Karena di Mesir kita tidak bisa beribadah kepada Tuhan dan hanya boleh melayani Firaun yang kejam dan bengis sebagai tuan.

Firaun adalah lambang dunia dengan kemajuan, kekayaan, kemakmuran, kejayaan, kebudayaan dan seterusnya. Tapi yang membuatnya kejam dan bengis karena dia bekerja untuk mamon. Dan dia tidak mengenal Yusuf mau pun Tuhannya Yusuf. Pandangan dunia bertentangan dengan orang-orang Tuhan. Dunia tidak bisa melihat kebenaran dan destiny. Dunia hanya butuh roti, perlindungan,  keberhasilan seperti Kain;  nama dan kekuasaan seperti Nimrod.

Yang memperbudak kita di Mesir adalah semua hal yang membuat kita tidak bisa beribadah kepada Allah: tidak bisa menggunakan kehendak bebas kita untuk mengabdi kepada Tuhan tapi hanya untuk: melayani Firaun sebagai tuan yang kejam dan bengis(yes 19:4, 1 pet 2:18,19); disibukkan mencari nafkah, upah, tugas dan juga kewajiban. Jadi kita di Mesir hanya untuk melayani dunia.
Siapa tuan yang kejam dan bengis itu? Mamon (mat 6:24).

Adalah hal yang sangat luar biasa dan patut kita bersyukur bahwa kita dibawah pengasuhan seorang bapa rohani yang bebas dari pikatan Mesir dan tidak tunduk kepada mamon.

Ulangan 8:3 (TB)  Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 

Kita harus mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja;  artinya ada kasih karunia, ada Firman. Ada makanan yang tidak kau kenal dari Allah El Shadday (Yoh 4:32).
Bila kita pahami hal ini dan benar-benar menyadarinya serta sudah memposisikan kita di titik ini, akan membuat kita mudah bersyukur dalam keadaan apapun dan tidak mudah kita menjadi goyah atau lemah.

Bagaimana keluar dari Mesir?
1 Petrus 2:18-19 (TB)  Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Kita harus sampai kepada kesadaran bahwa seharusnya kita tidak ada di sana, tidak di Mesir lagi, itu penderitaan yang tidak perlu kita tanggung. Pikiran kita harus dibebaskan dan dibenahi segera dengan kesadaran ini, sebab ADA KASIH KARUNIA tersedia dan menanti kita.
Kita tidak boleh terpikat kepada Mesir, dengan segala kekayaan, kejayaan dan budayanya.

Tidak boleh pikiran dan mental kita diselaraskan dengan dunia, tentang kekayaan, keberhasilan, percaharian, pendidikan, keluarga, hobi atau apapun sehingga kita tidak bisa beribadah kepada Tuhan. Itu hakekatnya perbudakan.

Anak bungsu yang ada di kandang babi menjadi tersadar. Dia mulai berpikir, mengapa saya harus berada di sini, bekerja dan mengabdi untuk tuan yang kejam dan bengis? Yang menyuruhnya bekerja tanpa memberikan makanan. Sedangkan di rumah bapaku tersedia banyak makanan....untuk para pekerja bapa, apalagi buat anaknya sendiri? Dengan kesadaran ini, si bungsu sekarang memutuskan untuk kembali ke rumah bapanya.

Semua generasi yang dibawa Tuhan keluar dari Mesir menghadapi kenyataan di tanah perjanjian berdasarkan laporan dari 10 orang pengintai, malah ingin kembali ke Mesir. Mereka sebenarnya bisa bertahan di padang gurun, tapi masih terus menggerutu, masih memberontak dan melawan Musa dan Tuhan. Bil 14:29-30. 
Mengapa?

Mereka tau destiny mereka, tapi tanpa pengertian, tanpa kesadaran, tanpa visi dan tanpa mengenal Allah El Shadday seperti bapak-bapak pendahulu mereka.

Banyak orang-orang Kristen setelah dibebaskan dari perbudakan di Mesir, malah ingin kembali ke Mesir. Mereka tidak memiliki visi. Destiny tanpa visi yang benar, tanpa pengertian dan kesadaran yang benar membuat mereka lebih suka kembali kepada kehidupan yang lama daripada berada di padang gurun untuk menyebrang masuk ke tanah Kanaan. Mereka tidak perduli, karena merasa memperoleh cukup makanan dan pakaian walaupun menjadi budak di Mesir dan tidak boleh beribadah kepada Tuhan.

Mesir tidak boleh ada dalam pikiran kita,  sampai membuat kita tidak bisa beribadah kepada Tuhan, tidak bisa berdoa dan merenungkan firman. Itu sama saja masih hidup di Mesir.

Di padang gurun, mata mereka telah melihat perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib. Mereka diberi manna sorgawi tiap-tiap hari. Mereka juga minta daging.   Mereka diterangi tiang api pada malam hari dan ditudungi awan di siang hari. Mereka menikmati kehidupan di bawah sorga terbuka. 

Setelah keluar dari Mesir mereka memiliki harta emas perak yang banyak. Mereka dapat memberikan persembahan tanpa batas, tetap saja mereka tidak bisa melihat visi yang jelas tentang destiny, tidak memiliki pengertian, tidak memiliki kesadaran akan kasih karunia tentang kebaikan Tuhan, tentang perkataan yang keluar dari mulut Allah, tentang pribadi El Shadday dalam diri Yesus Kristus.

Setelah kita sudah pahami pola yang harus kita jalani, kita lihat betapa pentingnya arti baptisan. Tidak cukup dibaptis dengan air walaupun di dalam laut atau sungai Yordan. Tidak cukup mengalami hidup di bawah sorga terbuka.

Juga sangat pentingnya peranan  seorang sumber anugerah atau bapa rohani untuk membawa kita keluar dari Mesir. Memimpin kita dalam perjalanan di padang gurun untuk membuka mata kita dan mendapatkan visi yang benar, pengertian dan kesadaran tentang destiny yang kita tuju.

Dan pentingnya saudara-saudara dalam rumah untuk saling menguatkan, saling berbagi, saling mendoakan, saling menjagai, supaya kita bisa menjaga hati jangan berkeluh-kesah dan menggerutu dalam perjalanan di padang gurun menuju destiny.

Nanti kita akan melihat pengharapan kemuliaan yang terkandung dalam panggilan Nya.

Amin.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...