Langsung ke konten utama

Rangkuman Tentang Roh Kudus - BAGIAN 2 & 3

Rangkuman Tentang Roh Kudus - BAGIAN 2

Catatan ini mengenai Pribadi Roh Kudus; pencurahan Roh Kudus; tentang perbedaan antara baptisan air dan baptisan roh,  dipenuhi Roh; kepenuhan Roh; dipimpin, dikendalikan dan dalam kuasa Roh.

Terlebih lagi adalah bagaimana pentingnya peranan Roh Kudus dalam hidup kita mengenai hidup oleh Roh.

BAGIAN 2

Lukas 4:13-15 (TB)  Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Sebelum melayani, Yesus telah diperlengkapi dengan Roh Kudus. Bukan hanya diperlengkapi, tapi kepenuhan dengan Roh Kudus dan  dengan kuasa. Yesus sudah  mengalami pencobaan di padang gurun dengan kemenangan gemilang. Iblis telah undur (Luk 4:13).

Lukas 3:23 (TB)  Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf....

Tidak masalah pandangan dan anggapan orang secara lahiriah, tetapi yang terpenting adalah konfirmasi dari Bapa tentang pengangkatan seorang pelayan Tuhan sebagai HUIOS, sebagai PUTRA ALLAH, bukan hanya sebagai anak Allah.

Seorang anak dilahirkan. Seorang putra diberikan (Yesaya 9:6). Allah memberikan yang terbaik kepada kita. Posisi rohani kita yang terbaik adalah sebagai putra (huios) bukan anak (nepios).

Kisah Para Rasul 10:37-38 (TB)  Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Ada kuat kuasa yang menyertai pelayanan Yesus karena sudah menerima pengurapan dan baptisan Roh Kudus. Yesus menjadi mitra Roh Kudus, karena telah siap dan dipersiapkan 30 tahun lamanya. Mat 3:14,15 adalah ungkapan dan ekspresi dari ketetapan hati dan kepribadian Yesus yang menyatakan hidupNya untuk melakukan KEBENARAN dalam ketaatan mutlak dalam urusan Bapa (Luk 2:48,49).

Allah harus merestorasi kehidupan manusia melalui Yesus Kristus. Dia telah membuat jalan yang membuat manusia tidak terkalahkan.

Iblispun tidak bisa mengalahkan manusia. Ini dibuktikan oleh Yesus. Ia adalah manusia sejati, sama seperti kita yang dapat jatuh ke dalam dosa, namun Ia sudah membuktikan semuanya. Bukan hanya pencobaan, tetapi walaupun harus menanggung dosa seluruh dunia, maut tidak dapat menahanNya.

Ada satu realita bagi orang yang telah lahir baru. Apa yang berasal dari Allah tidak dapat berbuat dosa.

1 Yohanes 3:9 (TB)  Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Yang lahir dari Allah dan berasal dari Allah adalah roh manusia baru. Roh ini tidak bisa ditembus lagi oleh dosa. Alkitab tidak mungkin salah. Roh manusia baru kita tidak bisa berdosa lagi. Lalu bagaimana orang yang sudah lahir baru bisa melakukan dosa lagi?

Karena ia berkompromi lagi dengan dosa di area kedagingan. Jadi tubuhnya lah yang berdosa.
Iblis telah memperdaya jiwanya dan menyeret keinginannya ke area daging.

Jika saja manusia baru dengan kesadarannya membuat keputusan dan mengijinkan Roh Kudus memimpin, mengendalikan hidupnya dengan kuat kuasa, maka posisinya menjadi tidak terkalahkan, sebab ia dengan iman ia bersikap "jika  Allah di pihak kita, siapa lawan kita?" 

Kuasa ilahi hanya dapat kita bangkitkan dan manifestasikan dengan penyerahan diri dan memberikan peran yang leluasa bagi dinamika Roh Kudus di dalam dan melalui kita. Rupa Allah akan tergambar dalam tingkah langkah kita.

Dalam kuasa Roh Kudus, Yesus kembali ke Galilea untuk memulai pelayanan melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Nya. Kita harus siap maju dalam kemitraan dengan Roh Kudus.

Bagaimana kita bisa bangkit dan maju menjadi mitra Roh Kudus? Manusia roh kita harus bertumbuh dari brephos menjadi huios. Hanya huios yang berhak mendapatkan warisan seluruhnya dan pusaka dari janji Allah.  Janji itu termasuk keselamatan oleh Mesias  dan pusaka warisan berasal dari Kristus.

Kita telah memperoleh janji keselamatan itu dengan dimeteraikan oleh Roh Kudus ketika kita lahir baru sebagai brephos. Tapi hanya ketika kita sudah siap dan menjadi dewasa kita boleh menerima warisan yang telah menjadi pusaka oleh Kristus Yesus.  Sebab Kristus telah membuat janji yang lebih tinggi dan lebih mulia (Ibr 8:6-9). Ia yang datang kemudian akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Matius 3:11 (TB)  Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Jadi baptisan Roh Kudus itu berbeda dengan meterai Roh Kudus. Sangat berbeda kondisinya. Ketika baru dilahirkan kembali, kondisi orang itu baru memasuki kehidupan spiritual, belum seluruhnya menenggelamkan kehidupannya secara spiritual. Masih banyak dipengaruhi keadaan lahiriah dan faktor dunia ini. Kehidupan kita kalau boleh jujur masih dipengaruhi ketakutan dan kekhawatiran masa depan. Kalau terus begitu  bagaimana kita akan siap menerima kegerakan Tuhan? Bagaimana iman itu akan menjadi nyata? Hanya ketika kita sudah dalam posisi REST kita menjadi siap. Sama seperti iman Allah. Elohim masuk pada tempat peristirahatan Nya ketika menyelesaikan semua pekerjaan penciptaan. Yesus Kristus menjadi sentral dari iman Allah. Menjadi pertaruhan yang terbesar. Namun Allah masuk ke tempat perhentian Nya.

Bagian 3

ARTI DIBAPTIS DENGAN ROH KUDUS

Ibrani 4:3 (TB)  Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 

Kondisi kita sama seperti 5000 murid-murid yang mengikuti Yesus siang dan malam. Sebagian besar telah banyak mendengar langsung input dan khotbah Yesus, melihat semua pekerjaan Nya, mengalami mujizat-mujizat yang dibuat Yesus, bahkan semenjak air menjadi anggur. Bukan berarti mereka telah hidup secara spiritual seluruhnya. Masih banyak dipengaruhi faktor alamiah dan kehidupan yang natural dan jiwani seperti emosi, ingin lebih tinggi, kurang percaya, kurang mengerti dan memahami firman. Ini digambarkan oleh Simon Petrus yang membawa pedang di taman Getsemani sebelum Yesus ditangkap malam itu. Dan bahkan digambarkan oleh kehendak murid-murid untuk Yesus segera pada masa itu memulihkan kerajaan bagi Israel sejenak sebelum Yesus kembali ke sorga (Kis  1:6). Mereka belum begitu memahami kehidupan spiritual.

Kita harus mengkondisikan hidup kita untuk dibawa Roh Kudus masuk ke dalam tempat perhentian Nya, sehingga iman bisa dinyatakan. Firman harus membenarkan kita di mana kita benar-benar mengalami pengangkatan sebagai putra-putra (huios) Allah untuk dibaptis dengan Roh Kudus, dipenuhi, dipimpin oleh Nya dalam kuat kuasa Nya.

Selama 40 hari lamanya Yesus harus meyakinkan murid-murid dengan penampilan dan kehadiran Nya bersama mereka, bahwa Ia yang telah mati, dikuburkan dan sekarang sudah bangkit.

Kisah Para Rasul 1:3-5 (TB)  Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.
Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Yesus harus mendorong murid-murid Nya untuk masuk ke tempat perhentian. Ia menyiapkan iman mereka.

Lukas 24:13-14 (TB)  Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

Kedua orang murid ini mengalami kebingungan dengan kejadian baru-baru ini. Mereka memutuskan untuk pulang kampung. Yesus yang telah bangkit harus melakukan intervensi pikiran dan perasaan mereka untuk mengatasi kebingungan mereka, supaya mereka bergabung bersama murid-murid yang lain.   Mereka juga didorong Yesus masuk ke REST area di loteng Yerusalem, supaya menerima baptisan dengan Roh Kudus.

Sepuluh hari terakhir, hari-hari penantian di loteng Yerusalem menjadi penentuan bagi mereka. Hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.

Banyak orang Kristen fokus pada kekuatan, karunia-karunia supranatural, dan manifestasi Roh Kudus. Mereka biasanya  mengacuhkan atau tidak mencariNya dengan sepenuh hati.

Namun, hal terbesar yang benar-benar terbesar tentang baptisan Roh Kudus dan kepenuhan Roh Kudus adalah kenyataan kita tenggelam (berendam) dan kepenuhan di  dalam lautan KASIH, (Matius 13, 3:11, 22: 37-40, Roma 5: 5).

Kasih Tuhan menguasai kita dan mengubah segalanya tentang kita. Motif dan keinginan kita menjadi motif dan keinginan-Nya.

Pikiran, perkataan dan tindakan kita menjadi pemikiran Kristus Yesus dan selaras sempurna dengan Bapa kita di surga, oleh karena Yesus Kristus adalah kepenuhan daripada ekspresi kasih Bapa. Ia penuh KASIH dan Kebenaran. Hati kita yang dulu sombong, fokus pada diri sendiri, religius atau sekuler hancur dalam kasih murni-Nya.

Hidup bukan lagi tentang kita tetapi tentang Dia yang mencurahkan kasih-Nya ke dalam kita.

Saya merenungkan hal ini pada  pagi yang damai ini. Bahwa kita benar-benar harus tenggelam di dalam lautan kasih Nya. Alkitab menggambarkan hal ini seperti sungai yang sangat lebar dan tidak tersebrangi, di mana pada tepian sungai banyak tumbuh pohon yang berbuah lebat pada musimnya dan daunnya dipakai untuk mengobati bangsa-bangsa.  Hanya di kedalaman lautan kasihNya kita bisa mendapatkan REST. Allah menyiapkan seluruh diriNya dan Pribadi Nya dengan masuk pada posisi rest. Masuk ke tempat perhentian Nya, sehingga Ia bisa memanifestasikan KASIH Nya  yang terutama bagi manusia dan iman bisa dinyatakan.

Bukan semangat kita yang menggerakkan iman. Iman bangkit dari posisi REST. Iman berangkat dari PribadiNya. Iman berangkat dari KASIH Nya yang terpancar dan diekspresikan lewat iman untuk tujuan Nya terjadi. Itulah ketaatan yang dihidupi Yesus.

Yesus bangkit dari tidurNya dan menghardik angin badai di danau. Kasih Bapa yang ada di dalam Yesus membuat Ia bangkit dari kematian. Kasih mengalahkan segalanya. Manifestasi dari kasih adalah iman. Iman mengalahkan dunia.
Dunia apa saja termasuk sakit penyakit dan maut . Semua dan seluruh dunia. Semua pekerjaan setan dikalahkan oleh iman. Kita beriman oleh karena menerima KASIH karunia-Nya. Maka jelaslah dikatakan dari ketiga hal ini: iman, pengharapan dan kasih, yang terbesar adalah kasih. Yesus  adalah kepenuhan dari ekspresi kasih El Shadday yang terbesar dan terutama. Oleh karenanya, Pribadi dari iman itu adalah Yesus Kristus sendiri.

Mengapa kita harus masuk ke tempat perhentian?  Ibrani 4:3.  Supaya kasih Bapa menjadi sempurna di dalam kita. Bukan untuk menyempurnakan iman kita, tapi untuk menceburkan kita di lautan kasihNya. Kita harus mengalami apa yang Yesus alami, Yesus yang dipenuhi kasih Bapa secara sempurna.








Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...