Langsung ke konten utama

Pra TLC 2025 Sesi 7:Living in God's Fullness

The Fruit of the Spirit:Living in God's Fullness - ps. Djonny Tambunan

Sesi khotbah terakhir dari pra TLC ini berfokus pada konsep iman Kristen dan peran Roh Kudus dalam kehidupan umat Tuhan. Papa menekankan bahwa umat saat ini adalah "generasi iman" yang harus mengaplikasikan praktik keimanan setiap hari. Melalui berbagai referensi Alkitab seperti Lukas 8, Yohanes 14, Ibrani 12, dan 2 Raja-raja 2, khotbah ini menjelaskan bagaimana Roh Kudus memberdayakan orang percaya untuk menjadi "buah sulung" Kristus, yang memanifestasikan dimensi ilahi Allah di bumi. Terdapat penekanan pada kesetiaan, ketaatan, dan fokus pada Kristus sebagai kunci untuk menerima pengurapan dan melihat pekerjaan Allah, seperti yang dicontohkan oleh Elisa dalam mengikuti Elia. Selain itu, pesan ini menyoroti pentingnya memahami Alkitab secara akurat dan tidak terpaku pada kelemahan manusiawi pemimpin rohani, melainkan melihat dimensi ilahi yang nyata dalam hidup mereka sebagai panduan.


Berikut adalah catatan lengkap dari pesan-pesan isi khotbah tersebut:

Khotbah ini menggarisbawahi pentingnya hidup sebagai "generasi iman" dan mengaplikasikan praktik keimanan setiap hari. Saudara diajak untuk memahami bahwa apa yang telah dilihat oleh iman para hamba Tuhan terdahulu adalah mengenai generasi ini.

Konsep Iman dan Jiwa:

  • Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Di manakah imanmu?" (mengacu pada Lukas 8:25). Ini menunjukkan bahwa pertanyaan itu bukan ditujukan kepada orang banyak atau yang belum lahir baru, melainkan kepada mereka yang dekat dengan-Nya.

  • Ketidakpercayaan seringkali merupakan aspek dari jiwa.

  • Jiwa dan tubuh adalah milik saudara, dan saudara memiliki kuasa atas keduanya. Oleh karena itu, faktor-faktor luar tidak boleh menekan atau memaksa jiwa saudara.

Pekerjaan yang Lebih Besar dan Manfaat Kepergian Yesus:

  • Yesus berkata bahwa barang siapa percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan (perbuatan-perbuatan) yang lebih besar (mengacu pada Yohanes 14:12).

  • Kepergian Yesus kepada Bapa adalah lebih berguna (mengacu pada Yohanes 16:9), karena jika Dia tidak pergi, Penghibur (Roh Kudus) tidak akan datang. Saudara harus hidup dalam posisi rohani yang mengerti hal ini.

  • Tujuan kepergian Yesus adalah agar rencana Bapa, yaitu menjadikan manusia segambar dan serupa dengan Dia (mengacu pada Kejadian 1:26), dapat tergenapi.

Mata Air Kehidupan dan Roh Kudus:

  • Khotbah ini mengumpamakan gereja awal seperti Taman Eden, di mana "ular masih bisa masuk" dan ada kebingungan.

  • Di surga baru dan bumi baru, hanya ada satu aliran sungai yang mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba (mengacu pada Wahyu 22).

  • Yesus berbicara tentang Roh Kudus sebagai mata air yang akan menjadi mata air di dalam diri orang yang haus (mengacu pada Yohanes 7:37-39). Mata air di dalam diri saudara ini dibutuhkan untuk orang lain, karena dapat "mengairi apa saja".

  • Saudara didorong untuk merenungkan dan mengkhayalkan hal-hal indah ini, dan tidak memikirkan orang-orang bermasalah atau keras kepala di gereja. Tuhan akan "melembekkan" kepala mereka.

  • Terlalu berlebihan merindukan kedatangan Yesus segera mungkin baik, tetapi Roh Kudus akan membawa saudara menjelang titik akhir setelah Dia bekerja. Jangan rindu kedatangan Kristus jika hutang belum dibereskan atau masih menyimpan dendam.

Gereja di Masa Roh Kudus dan Perlombaan Iman (Ibrani 12):

  • Kita hidup di masa zaman Roh Kudus ini, dan perlu memahami gereja seperti apa yang harus berjalan sekarang.

  • Khotbah ini menghubungkan Ibrani 11 (tentang pahlawan iman) dengan Ibrani 12.

  • Ibrani 12:1-3 mengajarkan untuk menanggalkan segala beban dan dosa yang merintangi, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan oleh Allah, bukan perlombaan pilihan sendiri.

  • Kita hidup dalam kepenuhan kasih karunia, bukan di zaman di mana kita terus-menerus meminta tolong Tuhan. Kasih karunia diberikan agar kita hidup olehnya.

  • Penting untuk memandang Yesus yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman itu kepada kesempurnaannya (Ibrani 12:2). Yesus adalah "patron" atau "prototipe" yang harus kita fokuskan.

  • Jika saudara tidak menggunakan iman, saudara akan menjadi lemah dan putus asa, karena iman akan memberikan kekuatan. Jiwa yang lemah adalah penyebabnya.

Perbedaan Gunung Sinai dan Bukit Sion (Ibrani 12):

  • Kita tidak datang ke Gunung Sinai yang dapat disentuh, dengan api yang menyala-nyala, kekelaman, kegelapan, angin badai, dan bunyi sangkakala yang mengerikan. Sinai adalah peristiwa Taurat dan mukjizat lahiriah yang membuat orang ketakutan.

  • Musa pun merasa takut dan gentar di Sinai, dan ini membangun "takut akan Tuhan" dalam dirinya. Takut akan Tuhan bukan karena takut mati, melainkan untuk memelihara kekudusan hidup agar layak di mata Tuhan.

  • Yesus adalah Jalan (Yohanes 14:6) yang tepat agar kita tidak salah jalan dalam mencari hal-hal supranatural. Tanda-tanda akan "menyertai" kita, bukan kita yang harus mengikutinya.

  • Khotbah ini menekankan akurasi dalam membaca dan membagikan Alkitab; membedakan "Yesus Kristus" dan "Kristus Yesus" karena ditulis dengan ilham Roh Kudus. Ada perbedaan penekanan (misalnya "Anak Manusia" vs. "Tuhan Yesus").

  • Suara Tuhan digambarkan keras seperti sangkakala, "atraktif," dan ingin mencuri perhatian. Halilintar Tuhan kini ada di dalam kita, tidak perlu takut.

  • Kita sudah datang ke Bukit Sion, ke Kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi, tempat miliaran malaikat, dan kepada jemaat anak-anak sulung (Ibrani 12:22).

Konsep "Buah Sulung" (Firstfruit):

  • Istilah "anak-anak sulung" dalam Ibrani 12:23 dalam bahasa aslinya adalah "buah sulung" (firstfruit).

  • Yesus adalah Yang Sulung, tetapi saudara adalah "buah sulung dari kehidupan Yesus".

  • Yakobus 1:18 menyatakan bahwa atas kehendak-Nya sendiri, Allah menjadikan kita "buah sulung di antara semua ciptaan-Nya". Buah sulung berarti "hasil kehidupan si sulung".

  • Pekerjaan Roh Kudus adalah menjadikan saudara "buah sulung yang nyata". Ini mengapa ada pra-TLC, komsel, dan teknologi Alkitab, semua adalah tuntunan Roh Kudus.

  • Roma 8:29 menyatakan bahwa kita ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Kita menerima "anugerah buah sulung".

  • Roma 8:23 menyebutkan kita "menerima karunia sulung" (yang dalam bahasa aslinya adalah "buah sulung daripada Roh Tuhan, daripada Roh Kudus").

  • Tubuh yang sakit atau cacat akan dikubur, dan kita akan memakai tubuh yang sama yang pernah mengalami kebangkitan, karena Roh Kudus dapat membangkitkan tubuh (Roma 8).

  • Roh Kudus memiliki reputasi dalam menjadikan Yesus yang sulung, dan Dia mampu menjadikan kita buah sulung.

  • Pekerjaan Roh Kudus dalam menjadikan kita buah sulung adalah penuh tantangan karena Dia harus berhadapan dengan kehendak bebas saudara. Roh Kudus tidak akan meninggalkan satu pun pekerjaan-Nya dan akan menyelesaikannya sampai langit baru dan bumi yang baru.

Kisah Elia dan Elisa sebagai Ilustrasi (2 Raja-raja 2, 1 Raja-raja 19, 2 Raja-raja 6, 2 Raja-raja 13):

  • Pemanggilan Elisa: Elia melempar jubahnya kepada Elisa, dan Elisa segera meninggalkan segala sesuatu (lembunya, bajaknya dijadikan kayu api) untuk mengikuti dan melayani Elia.

  • Tradisi Kerabian: Pada zaman Yesus, seorang murid rabi tidak mendaftarkan diri, tetapi rabi itu sendiri yang menunjuk muridnya. Ini adalah suatu kehormatan. Yesus sebagai rabi juga memilih murid-murid-Nya berdasarkan "catatan Allah di hati mereka," ada kerinduan tersembunyi untuk dipanggil.

  • Elisa melayani Elia dengan setia selama 13 tahun, dan orang lain melihatnya hanya sebagai "pelayan".

  • Ketika Elia akan terangkat, rombongan nabi di Betel dan Yeriko tahu bahwa Elia akan diambil, tetapi mereka hanya memandang dari jauh. Mereka merasa sudah cukup dengan pimpinan Elia dan tidak bergerak lebih jauh.

  • Elisa meminta "dua bagian dari rohmu" (2 Raja-raja 2:9), yang diinterpretasikan sebagai porsi sulung atau seluruh dimensi Allah yang ada pada Elia. Elisa tahu bahwa dimensi Allah yang sudah dilepaskan ke bumi tidak akan ditarik kembali ke surga, itu adalah hidup kekal (zoe).

  • Elia mengatakan bahwa permintaan Elisa itu "sukar" (bukan tidak bisa), tetapi akan terjadi jika Elisa dapat "melihat" Elia terangkat. "Melihat" di sini berarti melihat secara langsung dengan mata rohani, bukan hanya mendengar atau menebak. Ini tentang melihat dimensi Allah dalam diri Kristus melalui Roh Kudus.

  • Ketika Elia terangkat dalam angin badai, kereta berapi dan kuda berapi "memisahkan" mereka. Elisa tidak melihat Elia masuk ke dalam kereta, melainkan Elia "lenyap" dari pandangan.

  • Elisa berseru, "Bapaku, Bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda!". Ini berarti Elisa melihat Elia sama seperti Bapa di surga melihat Elia: sebagai wujud spiritual dari "kereta Israel dan orang-orang yang berkuda," yaitu dimensi ilahi Allah yang bekerja melalui Elia.

  • Kemudian, dimensi ilahi ini termanifestasi dalam diri Elisa sendiri, seperti yang diakui oleh Raja Yoas (2 Raja-raja 13:14) dan bujangnya Gehazi yang bisa melihat kuda dan kereta berapi saat Elisa berdoa (2 Raja-raja 6:17). Ini adalah "buah sulung".

  • Peringatan: Banyak orang di gereja hanya terpaku pada kelemahan lahiriah pemimpin mereka, atau hanya memanfaatkan mereka untuk kebutuhan diri sendiri, tanpa mencari tahu dimensi ilahi Allah yang ada pada hamba Tuhan tersebut.

  • Penting untuk fokus dan taat. Jangan biarkan gangguan (misalnya HP) menghalangi aliran spiritual dan fokus pada dimensi ilahi yang ditampilkan.

  • Dimensi Allah tidak bisa bekerja efektif dalam hidup saudara jika saudara selalu melihat kelemahan hamba-hamba Tuhan.

  • Ketaatan, keteguhan hati, dan kesetiaan adalah jalan untuk menerima dimensi ilahi Allah.

  • Roh Kudus memilih siapa yang berhak menerima buah sulung dan menjadi "putra rohani sejati" dari hamba yang diutus Tuhan. Jangan hanya memilih pemimpin yang "laku" atau mampu mengumpulkan banyak orang, karena itu kemampuan duniawi, bukan dimensi Allah.

  • Saudara diajak untuk proaktif dan peduli terhadap orang lain, seperti Yesus yang proaktif dalam penebusan.

  • Biarkan Roh Kristus, Roh Kudus, dan roh saudara diberdayakan untuk menampilkan dimensi Kristus dan Bapa melalui hidup saudara.

  • Apa yang saudara lihat, itu bisa saudara miliki, asalkan saudara tahu jalannya. Mengikuti Yesus sebagai Jalan akan membawa saudara mencapai "dimensi Bapa" dalam hidup ini.

  • Hidup dengan kekuatan kasih karunia adalah perjalanan dari iman menuju iman, untuk membuktikan bahwa saudara cocok memiliki "nomor induk kependudukan langit baru, bumi baru".

  • Saudara harus bisa melihat dimensi ilahi Allah yang sudah nyata hidup di muka bumi ini pada diri manusia, pada diri orang-orang Tuhan yang teruji dan terbukti.

Khotbah ini diakhiri dengan rasa syukur atas anugerah menjadi buah sulung dan pekerjaan Roh Kudus yang merampungkan rencana Allah untuk menjadikan langit baru dan bumi baru.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...