Langsung ke konten utama

Dekade Ganda Surga Terbuka (part 6): Dimensi Keimamatan dan Dimensi Raja

Upper Room 196 – 8 Juli 2025 oleh Dr. Jonathan David

Sesi ini membahas konsep surga yang terbuka dan dimensi imamat. Papa menekankan pentingnya membaca Alkitab dengan suara keras untuk memahami sepenuhnya, dan membahas keistimewaan pelayanan imamat Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang membuka jalan langsung bagi manusia kepada Tuhan. Khotbah ini juga menguraikan tentang tatanan baru imamat yang melampaui perjanjian lama dan pentingnya pengurapan Samuel yang bersifat teritorial, memulihkan, menular, dan menjaga surga tetap terbuka, yang semuanya dianggap penting untuk kemenangan melawan musuh dan kehidupan yang diberkati di bumi. Intinya adalah bahwa Yesus Kristus telah mendirikan perjanjian baru melalui darah-Nya, memungkinkan akses langsung ke hadirat Tuhan dan manifestasi berkat-berkat surgawi di bumi.

Berikut adalah catatan lengkapnya:

Catatan dari Upper Room 196 – 8 Juli 2025 Dekade Ganda Surga Terbuka (Bagian 6)

Dokumen ini membahas berbagai aspek spiritual dan teologis, termasuk konsep "Dekade Ganda Surga Terbuka," pentingnya keimamatan surgawi Kristus, dan pengurapan Samuel.

Dekade Ganda Surga Terbuka

  • Praktik dan Pembelajaran: Untuk belajar dengan jelas, penting untuk membaca bersuara agar gerbang mata dan gerbang telinga terhubung.

  • Surga Terbuka: "Dekade Ganda Surga Terbuka" mengacu pada 20 tahun surga terbuka yang dianugerahkan Tuhan. Ini adalah hal yang tidak dapat dihentikan jika Anda percaya, karena ini bukan hanya untuk satu individu tetapi untuk semua orang.

  • Perjuangan untuk Keluarga: Setiap pria harus berjuang demi keluarganya, dan dengan perjuangan, seseorang bisa memperoleh dua puluh tahun surga terbuka.

  • Kekuatan Roh: Kekuatan seseorang tidak bergantung pada pikiran atau kekuatan jasmani, melainkan pada Roh Tuhan (Zakharia 4:6). Pertumbuhan luar biasa di dunia roh dapat menyegarkan gerakan tubuh dan mempertajam pikiran.

Mengeluarkan/Memakai Uang dari Kantong Yehova & Tidak Bergantung pada Sistem Dunia

  • Kemandirian dari Sistem Dunia: Kita tidak akan sepenuhnya bergantung pada sistem dunia dan tidak akan menjual umat Tuhan (mengacu pada Kejadian 14:21). Contohnya adalah hamba Tuhan yang mengkhianati saudaranya kepada komunis untuk menyelamatkan diri dari kematian.

  • Tatanan Baru: Kekhawatiran, kecemasan, dan stres akan menimpa seseorang dalam sistem dunia, tetapi ada "tatanan baru" yang telah ditetapkan di surga dan harus diambil bagiannya di bumi agar dapat turun ke bumi.

Keimamatan Surgawi Kristus (Mengacu pada Ibrani 9)

  • Latar Belakang Ibrani 9: Sumber ini mengacu pada Ibrani 9:3-5 yang menjelaskan Kemah Suci di bumi, dengan tirai kedua yang memisahkan Ruang Maha Kudus yang berisi loh perjanjian, tabut, tongkat Harun yang bertunas, dan manna. Mezbah pembakaran ukupan awalnya berada di ruang kudus.

  • Perubahan Pola di Surga: Ketika Yesus naik ke surga, Dia duduk di sebelah kanan Bapa dan dimahkotai sebagai Raja. Dia juga telah berpartisipasi dalam "Keimamatan surgawi-Nya," aktif sebagai Imam Besar (dapat duduk, berdiri, berjalan, seperti berjalan di antara kaki dian dalam Wahyu 2:1).

  • Mezbah Emas di Ruang Mahakudus: Perubahan pola yang signifikan adalah bahwa mezbah emas pembakaran ukupan telah melewati tirai kedua dan berada di Ruang Mahakudus surgawi.

    • Ini menandakan bahwa manusia dapat datang langsung dalam doa dan penyembahan; tirai tidak ada lagi.

    • Mezbah emas pembakaran ukupan melambangkan doa, penyembahan, nubuat, dan janji orang-orang kudus.

    • Ini adalah tanda dorong-masuk, yang berarti Allah selalu hadir di hadapan para penyembah, karena Bapa mencari mereka yang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23).

  • Jalan ke Tempat Kudus Terbuka: Roh Kudus menyatakan bahwa jalan ke tempat kudus belum terbuka selama kemah yang pertama masih ada (Ibrani 9:8-9). Korban dan persembahan lama tidak dapat menyempurnakan hati nurani penyembah secara lahiriah. Namun, ketika segala sesuatu diatur dengan benar, semuanya akan bersih, dan apa yang telah Yesus lakukan akan terlaksana dengan sempurna.

  • Kematian dan Kebangkitan Yesus:

    • Yesus mati di kayu salib, oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan, dan darah-Nya tertumpah.

    • Ia turun ke Sheol, melewati Tartarus, dan kemudian pergi ke Firdaus, tempat Abraham, Yosua, Yakub, Daud, dan semua orang kudus Perjanjian Lama diselamatkan melalui Kristus.

    • Para orang kudus Perjanjian Lama keluar dari kubur mereka setelah kebangkitan Yesus dan menampakkan diri kepada banyak orang (Matius 27:51-53).

    • Yesus naik ke surga untuk membersihkan tutup pendamaian dan mempersembahkan darah-Nya di hadapan Bapa.

    • Bapa berkata, "Duduklah di sebelah tangan-Ku, sampai Aku membuat semua musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu" (Mazmur 110:1).

  • Roh Kudus dan Keimamatan:

    • Setelah kebangkitan, Yesus berbicara dengan para murid selama 40 hari 40 malam, menjelaskan segala sesuatu, mempersiapkan mereka untuk Roh Kudus.

    • Ketika Roh Kudus datang di Ruang Atas (Kisah Para Rasul 2:4), itu menandakan bahwa ruang takhta sedang dibangun dengan baik dan surga telah didirikan.

    • Kristus datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal baik yang akan datang (Ibrani 9:11).

    • Dalam Kisah Para Rasul 2, Dia muncul bukan sebagai Imam Besar, melainkan sebagai Raja, menunjukkan dimensi takhta. Kitab Ibrani membahas dimensi keimamatan, sementara Kitab Wahyu membahas dimensi Raja.

  • Masuk ke Kemah yang Lebih Sempurna: Yesus masuk ke dalam kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukan buatan tangan manusia, setelah Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi (Ibrani 9:11).

    • Dia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri, bukan darah domba jantan atau anak lembu, untuk mendapatkan kelepasan yang kekal (Ibrani 9:12).

    • Darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan sia-sia, memungkinkan kita beribadah kepada Allah yang hidup (Ibrani 9:14).

    • Dia adalah Pengantara Perjanjian Baru, yang memungkinkan orang-orang yang terpanggil menerima bagian kekal yang dijanjikan, karena Dia telah mati untuk menebus pelanggaran perjanjian pertama (Ibrani 9:15).

  • Korban Kristus yang Sempurna: Kristus masuk ke surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita (Ibrani 9:24). Dia tidak perlu berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya, melainkan hanya satu kali menyatakan diri-Nya pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya (Ibrani 9:25-26). Dia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia (Ibrani 9:28).

  • Keimamatan yang Berkelanjutan: Karena keimamatan surgawi ini dibangun, kita akan memasuki hal-hal yang lebih baik yang akan datang. Ini adalah urusan yang berkelanjutan, tidak setiap tahun tetapi setiap hari, memungkinkan pengampunan, pembersihan, kesembuhan, dan pengharapan yang lebih baik.

  • Perjanjian Baru: Tuhan menyingkirkan perjanjian pertama yang lama dan usang untuk menegakkan yang kedua, Perjanjian Baru (Ibrani 8:13). Tatanan baru keimamatan ini ditegakkan di dalam dan melalui Keimamatan Tuhan Yesus Kristus. Jika terhubung dengan keimamatan surga, kehidupan di bumi tidak akan lagi menderita.

Mazmur 110: Keimamatan dan Pemerintahan

  • Hubungan Surga dan Bumi: Firman Tuhan kepada Tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu" (Mazmur 110:1). Tongkat kekuatan akan diulurkan Tuhan dari Sion (di bumi) untuk memerintah di antara musuh-musuh (Mazmur 110:2). Ini menunjukkan hubungan antara surga dan bumi, takhta di surga dan Sion di bumi.

  • Imam Menurut Melkisedek: Tuhan telah bersumpah: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek" (Mazmur 110:4).

  • Pemerintahan: Tuhan ada di sebelah kanan, meremukkan raja-raja dan menghukum bangsa-bangsa, menyingkirkan para pemimpin suatu bangsa yang luas (Mazmur 110:5-6).

  • Keterkaitan Konsep: Peraturan Melkisedek, Sion, Surga, Tumpuan kaki, keimamatan, dan kerajaan, semuanya saling terkait dan berpusat pada Satu Pribadi (Yesus Kristus).

Pengesahan Dimensi Pengurapan Samuel dan Penolakan Keimamatan Eli

  • Transisi Kepemimpinan: Sejak Samuel, bangsa Israel menginginkan raja lahiriah, bukan Allah sebagai Raja (1 Samuel 8:5). Memberikan apa yang diinginkan tanpa pengawasan bisa menjadi awal bencana, tetapi Allah menempatkan katup pengaman atau pemicu.

  • Jenis Pengurapan Samuel: Pengurapan Samuel adalah jenis pengurapan yang akan menjadi nyata.

    • Ini adalah pengurapan geografis atau teritorial. Gereja karismatik sering memahami pengurapan sebagai melakukan suatu pekerjaan, tetapi pengurapan ini membangun posisi rohani dan meliputi seluruh wilayah.

    • Karakteristik 1: Jangkauan Teritorial: Pengurapan ini meliputi seluruh wilayah, sehingga sepanjang hidup Samuel, orang Filistin tidak pernah memasuki wilayah Israel. Kasih karunia dan urapannya membuat musuh tidak dapat masuk (1 Samuel 7:13-14).

    • Karakteristik 2: Roh Pemulihan: Pengurapan Samuel memberikan kuasa untuk melihat pemulihan segala hal yang telah diambil. Ada Roh pemulihan atas pengurapan Samuel yang memungkinkan seseorang memasuki wilayah musuh dan mengambil kembali apa yang telah dicuri.

    • Karakteristik 3: Kuasa Impartasi dan Transfer Ilahi: Pengurapan Samuel istimewa karena memiliki kuasa untuk mengimpartasikan dan melipatgandakan impartasi itu, memungkinkan dimensi lain dialami pada generasi berikutnya. Ada bukti pemindahan/transfer ilahi, memengaruhi generasi berikutnya.

    • Karakteristik 4: Menjaga Surga Tetap Terbuka: Pengurapan Samuel begitu kuat sehingga membuat surga tetap terbuka atas hidup seseorang, memudahkan doa dan interaksi dengan Tuhan. Ketika Samuel berseru kepada Tuhan bagi orang Israel, Tuhan menjawabnya (1 Samuel 7:8-9). Ketika Tuhan terlibat dalam pertempuran, seperti Dia mengguntur dengan hebat ke atas orang Filistin (1 Samuel 7:10), itu menjadi lebih menarik. Surga yang terbuka menghentikan pekerjaan kegelapan.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...