Langsung ke konten utama

Dekade Ganda Surga Terbuka (part 6): Dimensi Keimamatan dan Dimensi Raja

Upper Room 196 – 8 Juli 2025 oleh Dr. Jonathan David

Sesi ini membahas konsep surga yang terbuka dan dimensi imamat. Papa menekankan pentingnya membaca Alkitab dengan suara keras untuk memahami sepenuhnya, dan membahas keistimewaan pelayanan imamat Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang membuka jalan langsung bagi manusia kepada Tuhan. Khotbah ini juga menguraikan tentang tatanan baru imamat yang melampaui perjanjian lama dan pentingnya pengurapan Samuel yang bersifat teritorial, memulihkan, menular, dan menjaga surga tetap terbuka, yang semuanya dianggap penting untuk kemenangan melawan musuh dan kehidupan yang diberkati di bumi. Intinya adalah bahwa Yesus Kristus telah mendirikan perjanjian baru melalui darah-Nya, memungkinkan akses langsung ke hadirat Tuhan dan manifestasi berkat-berkat surgawi di bumi.

Berikut adalah catatan lengkapnya:

Catatan dari Upper Room 196 – 8 Juli 2025 Dekade Ganda Surga Terbuka (Bagian 6)

Dokumen ini membahas berbagai aspek spiritual dan teologis, termasuk konsep "Dekade Ganda Surga Terbuka," pentingnya keimamatan surgawi Kristus, dan pengurapan Samuel.

Dekade Ganda Surga Terbuka

  • Praktik dan Pembelajaran: Untuk belajar dengan jelas, penting untuk membaca bersuara agar gerbang mata dan gerbang telinga terhubung.

  • Surga Terbuka: "Dekade Ganda Surga Terbuka" mengacu pada 20 tahun surga terbuka yang dianugerahkan Tuhan. Ini adalah hal yang tidak dapat dihentikan jika Anda percaya, karena ini bukan hanya untuk satu individu tetapi untuk semua orang.

  • Perjuangan untuk Keluarga: Setiap pria harus berjuang demi keluarganya, dan dengan perjuangan, seseorang bisa memperoleh dua puluh tahun surga terbuka.

  • Kekuatan Roh: Kekuatan seseorang tidak bergantung pada pikiran atau kekuatan jasmani, melainkan pada Roh Tuhan (Zakharia 4:6). Pertumbuhan luar biasa di dunia roh dapat menyegarkan gerakan tubuh dan mempertajam pikiran.

Mengeluarkan/Memakai Uang dari Kantong Yehova & Tidak Bergantung pada Sistem Dunia

  • Kemandirian dari Sistem Dunia: Kita tidak akan sepenuhnya bergantung pada sistem dunia dan tidak akan menjual umat Tuhan (mengacu pada Kejadian 14:21). Contohnya adalah hamba Tuhan yang mengkhianati saudaranya kepada komunis untuk menyelamatkan diri dari kematian.

  • Tatanan Baru: Kekhawatiran, kecemasan, dan stres akan menimpa seseorang dalam sistem dunia, tetapi ada "tatanan baru" yang telah ditetapkan di surga dan harus diambil bagiannya di bumi agar dapat turun ke bumi.

Keimamatan Surgawi Kristus (Mengacu pada Ibrani 9)

  • Latar Belakang Ibrani 9: Sumber ini mengacu pada Ibrani 9:3-5 yang menjelaskan Kemah Suci di bumi, dengan tirai kedua yang memisahkan Ruang Maha Kudus yang berisi loh perjanjian, tabut, tongkat Harun yang bertunas, dan manna. Mezbah pembakaran ukupan awalnya berada di ruang kudus.

  • Perubahan Pola di Surga: Ketika Yesus naik ke surga, Dia duduk di sebelah kanan Bapa dan dimahkotai sebagai Raja. Dia juga telah berpartisipasi dalam "Keimamatan surgawi-Nya," aktif sebagai Imam Besar (dapat duduk, berdiri, berjalan, seperti berjalan di antara kaki dian dalam Wahyu 2:1).

  • Mezbah Emas di Ruang Mahakudus: Perubahan pola yang signifikan adalah bahwa mezbah emas pembakaran ukupan telah melewati tirai kedua dan berada di Ruang Mahakudus surgawi.

    • Ini menandakan bahwa manusia dapat datang langsung dalam doa dan penyembahan; tirai tidak ada lagi.

    • Mezbah emas pembakaran ukupan melambangkan doa, penyembahan, nubuat, dan janji orang-orang kudus.

    • Ini adalah tanda dorong-masuk, yang berarti Allah selalu hadir di hadapan para penyembah, karena Bapa mencari mereka yang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23).

  • Jalan ke Tempat Kudus Terbuka: Roh Kudus menyatakan bahwa jalan ke tempat kudus belum terbuka selama kemah yang pertama masih ada (Ibrani 9:8-9). Korban dan persembahan lama tidak dapat menyempurnakan hati nurani penyembah secara lahiriah. Namun, ketika segala sesuatu diatur dengan benar, semuanya akan bersih, dan apa yang telah Yesus lakukan akan terlaksana dengan sempurna.

  • Kematian dan Kebangkitan Yesus:

    • Yesus mati di kayu salib, oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan, dan darah-Nya tertumpah.

    • Ia turun ke Sheol, melewati Tartarus, dan kemudian pergi ke Firdaus, tempat Abraham, Yosua, Yakub, Daud, dan semua orang kudus Perjanjian Lama diselamatkan melalui Kristus.

    • Para orang kudus Perjanjian Lama keluar dari kubur mereka setelah kebangkitan Yesus dan menampakkan diri kepada banyak orang (Matius 27:51-53).

    • Yesus naik ke surga untuk membersihkan tutup pendamaian dan mempersembahkan darah-Nya di hadapan Bapa.

    • Bapa berkata, "Duduklah di sebelah tangan-Ku, sampai Aku membuat semua musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu" (Mazmur 110:1).

  • Roh Kudus dan Keimamatan:

    • Setelah kebangkitan, Yesus berbicara dengan para murid selama 40 hari 40 malam, menjelaskan segala sesuatu, mempersiapkan mereka untuk Roh Kudus.

    • Ketika Roh Kudus datang di Ruang Atas (Kisah Para Rasul 2:4), itu menandakan bahwa ruang takhta sedang dibangun dengan baik dan surga telah didirikan.

    • Kristus datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal baik yang akan datang (Ibrani 9:11).

    • Dalam Kisah Para Rasul 2, Dia muncul bukan sebagai Imam Besar, melainkan sebagai Raja, menunjukkan dimensi takhta. Kitab Ibrani membahas dimensi keimamatan, sementara Kitab Wahyu membahas dimensi Raja.

  • Masuk ke Kemah yang Lebih Sempurna: Yesus masuk ke dalam kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukan buatan tangan manusia, setelah Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi (Ibrani 9:11).

    • Dia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri, bukan darah domba jantan atau anak lembu, untuk mendapatkan kelepasan yang kekal (Ibrani 9:12).

    • Darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan sia-sia, memungkinkan kita beribadah kepada Allah yang hidup (Ibrani 9:14).

    • Dia adalah Pengantara Perjanjian Baru, yang memungkinkan orang-orang yang terpanggil menerima bagian kekal yang dijanjikan, karena Dia telah mati untuk menebus pelanggaran perjanjian pertama (Ibrani 9:15).

  • Korban Kristus yang Sempurna: Kristus masuk ke surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita (Ibrani 9:24). Dia tidak perlu berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya, melainkan hanya satu kali menyatakan diri-Nya pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya (Ibrani 9:25-26). Dia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia (Ibrani 9:28).

  • Keimamatan yang Berkelanjutan: Karena keimamatan surgawi ini dibangun, kita akan memasuki hal-hal yang lebih baik yang akan datang. Ini adalah urusan yang berkelanjutan, tidak setiap tahun tetapi setiap hari, memungkinkan pengampunan, pembersihan, kesembuhan, dan pengharapan yang lebih baik.

  • Perjanjian Baru: Tuhan menyingkirkan perjanjian pertama yang lama dan usang untuk menegakkan yang kedua, Perjanjian Baru (Ibrani 8:13). Tatanan baru keimamatan ini ditegakkan di dalam dan melalui Keimamatan Tuhan Yesus Kristus. Jika terhubung dengan keimamatan surga, kehidupan di bumi tidak akan lagi menderita.

Mazmur 110: Keimamatan dan Pemerintahan

  • Hubungan Surga dan Bumi: Firman Tuhan kepada Tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu" (Mazmur 110:1). Tongkat kekuatan akan diulurkan Tuhan dari Sion (di bumi) untuk memerintah di antara musuh-musuh (Mazmur 110:2). Ini menunjukkan hubungan antara surga dan bumi, takhta di surga dan Sion di bumi.

  • Imam Menurut Melkisedek: Tuhan telah bersumpah: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek" (Mazmur 110:4).

  • Pemerintahan: Tuhan ada di sebelah kanan, meremukkan raja-raja dan menghukum bangsa-bangsa, menyingkirkan para pemimpin suatu bangsa yang luas (Mazmur 110:5-6).

  • Keterkaitan Konsep: Peraturan Melkisedek, Sion, Surga, Tumpuan kaki, keimamatan, dan kerajaan, semuanya saling terkait dan berpusat pada Satu Pribadi (Yesus Kristus).

Pengesahan Dimensi Pengurapan Samuel dan Penolakan Keimamatan Eli

  • Transisi Kepemimpinan: Sejak Samuel, bangsa Israel menginginkan raja lahiriah, bukan Allah sebagai Raja (1 Samuel 8:5). Memberikan apa yang diinginkan tanpa pengawasan bisa menjadi awal bencana, tetapi Allah menempatkan katup pengaman atau pemicu.

  • Jenis Pengurapan Samuel: Pengurapan Samuel adalah jenis pengurapan yang akan menjadi nyata.

    • Ini adalah pengurapan geografis atau teritorial. Gereja karismatik sering memahami pengurapan sebagai melakukan suatu pekerjaan, tetapi pengurapan ini membangun posisi rohani dan meliputi seluruh wilayah.

    • Karakteristik 1: Jangkauan Teritorial: Pengurapan ini meliputi seluruh wilayah, sehingga sepanjang hidup Samuel, orang Filistin tidak pernah memasuki wilayah Israel. Kasih karunia dan urapannya membuat musuh tidak dapat masuk (1 Samuel 7:13-14).

    • Karakteristik 2: Roh Pemulihan: Pengurapan Samuel memberikan kuasa untuk melihat pemulihan segala hal yang telah diambil. Ada Roh pemulihan atas pengurapan Samuel yang memungkinkan seseorang memasuki wilayah musuh dan mengambil kembali apa yang telah dicuri.

    • Karakteristik 3: Kuasa Impartasi dan Transfer Ilahi: Pengurapan Samuel istimewa karena memiliki kuasa untuk mengimpartasikan dan melipatgandakan impartasi itu, memungkinkan dimensi lain dialami pada generasi berikutnya. Ada bukti pemindahan/transfer ilahi, memengaruhi generasi berikutnya.

    • Karakteristik 4: Menjaga Surga Tetap Terbuka: Pengurapan Samuel begitu kuat sehingga membuat surga tetap terbuka atas hidup seseorang, memudahkan doa dan interaksi dengan Tuhan. Ketika Samuel berseru kepada Tuhan bagi orang Israel, Tuhan menjawabnya (1 Samuel 7:8-9). Ketika Tuhan terlibat dalam pertempuran, seperti Dia mengguntur dengan hebat ke atas orang Filistin (1 Samuel 7:10), itu menjadi lebih menarik. Surga yang terbuka menghentikan pekerjaan kegelapan.


Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...