Langsung ke konten utama

Pra-TLC 2025 Sesi 2: The Holy Spirit Activating God's Power Within You

Sesi ini menekankan pentingnya iman dan kekuatan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Yesus adalah teladan sebagai "Anak Manusia" yang melakukan pekerjaan Bapa, dan bahwa orang percaya juga dapat melakukan pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar, karena keberadaan Roh Kudus. Khotbah ini juga menyentuh konsep mengendalikan ego dan pentingnya menerima jati diri baru yang dianugerahkan oleh anugerah Allah. Pembicara secara eksplisit menyatakan bahwa Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam Yesus juga tersedia bagi orang percaya saat ini.


Yohanes 14:12 dan Pekerjaan yang Lebih Besar

Pembahasan dimulai dari Yohanes pasal 14 ayat 12: "Aku berkata kepadamu, 'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu...'". Ayat ini menekankan bahwa barang siapa percaya kepada Yesus akan melakukan pekerjaan yang sama, bahkan lebih besar. Yesus juga berkata untuk "Percayalah kepada Allah. Percayalah kepadaku".

1. Konsep "Anak Manusia" dan Peran Bapa

  • Yesus sebagai "Anak Manusia": Yesus disebut "anak manusia" agar menjadi teladan bagi manusia. Ini berarti tidak boleh ada perbedaan anggapan bahwa Dia lebih tinggi atau berbeda. Dia merepresentasikan dirinya sebagai anak manusia.

  • Pekerjaan Yesus adalah Pekerjaan Bapa: Apa yang Yesus lakukan adalah karena Bapa yang berbuat di dalam diri-Nya. Jika seseorang percaya bahwa teladan pada diri Anak Manusia itu demikian, maka ia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yesus.

  • Tidak Ada Alasan "Tidak Bisa": Frasa "kita tidak bisa, kita belum tahu, kita belum ini" menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak percaya kepada-Nya.

2. Pekerjaan Allah yang Tanpa Syarat (Unconditional)

  • Allah Terus Bekerja: Pekerjaan Allah dalam diri manusia terus-menerus terjadi dan tidak pernah bergantung pada kondisi fisik, ekonomi, atau masalah yang sedang dihadapi (sakit, miskin, bermasalah). Kata "present tense" menunjukkan bahwa pekerjaan-Nya itu tidak bersyarat ("unconditional") dan tidak terpengaruh oleh hal lain; Dia tetap bekerja. Bahkan saat seseorang tidur, Allah tetap melakukan hal yang sama.

  • Firman Allah Selalu Berfirman: Allah terus berfirman kepada Kain dan keturunannya, menunjukkan sifat-Nya yang bekerja tanpa syarat meskipun firman-Nya tidak dipakai.

3. Jiwa, Ego, dan Penguasaan Diri

  • Menjinakkan Jiwa: Penting untuk belajar menjinakkan jiwa, karena penguasa atas jiwa adalah ego.

  • Ego dalam Bahasa Yunani: "Ego" dalam bahasa Yunani berarti "aku", bukan "egois". Galatia 2:20 dikutip: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku". Ini menunjukkan bahwa ego ada dan diciptakan oleh Allah.

  • Pengendalian Jiwa Melalui Ego: Seseorang harus bisa mengendalikan jiwanya melalui egonya, karena jiwa adalah area yang bukan milik iblis, juga bukan tubuh yang dikuasai iblis. Kerasukan terjadi karena seseorang menyerahkan diri kepada iblis.

  • Kehendak Bebas: Allah telah memberikan manusia kehendak bebas sejak Kejadian pasal 1. Manusia tidak bisa berdalih bahwa iblis menyeret mereka; manusia tetaplah penguasa dan harus berkuasa atasnya.

  • Hati Panas (Kain): Hati panas atau muram disebabkan oleh satu atau lebih komponen (pikiran, perasaan, kehendak) dalam jiwa yang tidak selaras. Pengaruh hati dapat terlihat pada tubuh (misalnya, muka muram).

  • Ego Melakukan Voting: Ego seringkali melakukan "voting" dalam mengambil keputusan, bertindak, dan berbuat sesuatu (kebanyakan tanpa kehadiran roh).

  • Tujuan Khotbah: Khotbah bertujuan untuk memberitahukan tujuan dan harapan Tuhan bagi hidup, bukan untuk menghibur.

4. Roh, Jiwa, dan Tubuh

  • Komponen Hati: Hati terdiri dari hati nurani (fungsi roh) dan jiwa (pikiran, perasaan, kehendak).

  • Roh Itu Penurut dan Kekal: Roh itu penurut dan kekal karena berasal dari Allah. Iblis juga makhluk kekal karena berasal dari Allah, meskipun dihukum.

  • Dosa Mengintai: Jika seseorang tidak berbuat baik, "dosa sudah mengintip di depan pintu" (diinterpretasikan sebagai pintu hati/keputusan). Dosa sangat menggoda, tetapi seseorang harus berkuasa atasnya.

  • Bahaya Keyakinan Pikiran: Hal berbahaya adalah jika apa yang ada dalam pikiran seseorang sudah menjadi keyakinan, karena ini dapat menutup seluruh saluran dari roh ke jiwa dan tubuh. Ini digambarkan dengan Petrus yang pemikirannya diambil alih iblis.

  • Aliran Roh Tersumbat (Stroke Spiritual): Jika aliran dari roh tidak bisa tampil sempurna, itu bisa menyebabkan "stroke spiritual".

5. Peran Roh Kudus

  • Roh Kebenaran Telah Datang: Yohanes 16:13 menyatakan bahwa Roh Kebenaran akan datang dan memimpin ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, salah satu atribut-Nya.

  • Roh Kudus Memimpin Ego: Roh Kudus akan memimpin, dan ego yang pertama kali akan memberikan tempat untuk dipimpin, mendengarkan dari Dia.

  • Kebenaran Sudah Lengkap dalam Roh: Bukan berarti kebenaran belum lengkap dan Roh Kudus akan menambahkan kebenaran baru. Sebaliknya, kebenaran sudah lengkap dalam roh seseorang (bukan Roh Kudus) karena Firman (Logos) ada di sana. Roh Kudus membawa Firman ini menjadi kebenaran.

  • Roh Kudus Menolong Ego: Roh Kudus akan menolong ego sampai menemukan kebenaran, karena manusialah yang harus berkuasa. Tujuan akhirnya adalah agar jiwa dan tubuh beroperasi dengan benar di mata Tuhan.

  • Roh Kudus Tidak Berkata-kata dari Diri-Nya Sendiri: Roh Kudus membawa apa yang Dia terima, yaitu Firman atau perkataan Bapa. Dia akan memberitakan hal-hal yang akan datang.

  • Memisahkan Jiwa dan Roh: Firman (Logos) diumpamakan seperti pedang bermata dua yang sanggup memisahkan jiwa dari roh (Ibrani 4:12). Namun, pedang tersebut membutuhkan seseorang yang membawanya dan menggunakannya. Roh Kudus akan bekerja sama dengan manusia untuk memisahkan dan membedakan. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang pertama, bukan menampilkan ke jiwa, tetapi memisahkan/membedakan.

  • Keberangkatan Yesus Menguntungkan: Yesus berkata bahwa lebih berguna jika Ia pergi, karena jika Ia tidak pergi, Penghibur (Roh Kudus) tidak akan datang. Ini adalah "shift" terakhir dalam pekerjaan Allah: Bapa, Kristus (Firman), dan Roh Kudus.

  • Hidup di Zaman Roh Kudus: Kita hidup di zaman Roh Kudus, yaitu masa ketika Kristus pergi kepada Bapa dan Roh Kudus mengisi di bumi. Kasih kepada Bapa dan Kristus adalah karya Roh Kudus.

  • Roh Kudus yang Sama: Roh Kudus yang diterima oleh Yesus adalah Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam hidup orang percaya. Allah tidak memiliki stok Roh Kudus yang berbeda kualitasnya (KW1, KW2, KW3). Roh Kudus yang sama yang memimpin Yesus sampai kematian, membangkitkan-Nya, dan mendudukkan-Nya di surga, disiapkan untuk orang percaya. Jangan batasi pekerjaan Roh Kudus hanya untuk penyembuhan saja; ini adalah pemikiran yang picik.

6. Pekerjaan yang Lebih Besar (Yohanes 14:12)

  • Bukan Pribadi yang Lebih Besar: "Pekerjaan yang lebih besar" bukan berarti pribadi orang percaya lebih besar dari Kristus.

  • Pekerjaan Abadi: Pekerjaan yang lebih besar adalah perbuatan-perbuatan yang abadi. Contohnya, mengampuni dosa (Markus 2:10-17).

  • Melalui Kemitraan dengan Roh Kudus: Perbuatan besar ini diterima melalui kemitraan dengan Roh Kudus di zaman ini, yaitu zaman kasih karunia Allah.

  • Kasih Karunia adalah Kemampuan Allah: Kasih karunia bukan hanya pemberian Allah, tetapi adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah. Contohnya, mengampuni dosa. Kemampuan Allah ini akan dimiliki oleh orang percaya.

  • Jati Diri yang Baru: Kasih karunia Allah membuat seseorang memiliki jati diri yang baru di mata Allah.

  • Kelemahan dan Kekuatan Kristus: Seperti Paulus yang diberi "duri dalam daging" agar tidak meninggikan diri, kuasa Kristus menjadi sempurna dalam kelemahan manusia. Ini menunjukkan bahwa dalam kelemahan, seseorang menjadi kuat karena kasih karunia.

  • Contoh Pekerjaan yang Lebih Besar:

    • Menyembuhkan Orang Sakit: Yesus menyembuhkan berdasarkan kehendak Bapa. Murid-murid diutus untuk meletakkan tangan pada orang sakit, dan mereka akan sembuh (Markus 16:18). Ketaatan adalah meletakkan tangan, bukan berusaha menyembuhkan dengan kekuatan sendiri.

    • Memegang Ular dan Minum Racun: Markus 16:18 juga berbicara tentang memegang ular dan minum racun maut tanpa celaka. Ini mengacu pada situasi berbahaya di mana orang percaya dilindungi, seperti Paulus di Malta (Kisah Para Rasul 28:3). Ini bukan berarti mencari ular atau racun, melainkan perlindungan dalam bahaya.

    • Membatalkan Maut Kekal dan Memberikan Hidup Kekal: Yesus membatalkan maut (misalnya, pada wanita yang pendarahan, "pergilah dengan selamat" - gozo, yang berarti diselamatkan, Efesus 2:8-9). Orang percaya juga bisa membatalkan maut kekal dan mentransfer hidup yang kekal (hidup Allah, zoe) kepada orang lain (Yohanes 17:2-3, Yohanes 20:21-23).

    • Mengampuni Dosa: Yesus menghembusi murid-murid-Nya dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Yohanes 20:22-23). Ini adalah kemampuan Allah yang diberikan kepada orang percaya.

    • Membentuk Kepribadian Baru: Perjalanan Kristus kepada Bapa membentuk kepribadian dan jati diri baru bagi orang percaya.

    • Dapat Mengusir Angin dan Danau: Murid-murid bertanya "Siapa gerangan orang ini? Sehingga angin danau pun taat kepadanya?" setelah Yesus menghardik angin dan danau (Markus 4:39-41). Ini menunjukkan keterbatasan mereka dalam mengenali Yesus sebagai Firman (Yohanes 1:1). Yohanes tidak menulis peristiwa ini karena ia sendiri termasuk yang "kurang percaya" pada saat itu, namun kemudian ia mengenali Yesus dari sisi kekekalan.

7. Contoh Kain dan Pelajaran Penting

  • Kain dan Habel: Kisah Kain dan Habel (Kejadian 4) digunakan untuk menunjukkan tanggung jawab manusia atas dosa. Hati Kain panas karena persembahannya tidak diindahkan Tuhan, sementara Habel diindahkan.

  • Allah Terus Berfirman: Allah terus berbicara kepada Kain bahkan setelah dosa, menunjukkan konsistensi-Nya.

  • Peradaban Tanpa Tuhan: Keturunan Kain maju pesat dalam peradaban (membangun kota, memelihara ternak, alat musik, ilmu fisika, penambangan tembaga dan besi) tanpa Tuhan. Kemajuan ini sering disalahgunakan (tembaga dipakai untuk membunuh). Ini adalah peringatan agar tidak pamer berkat materi di gereja karena itu bisa menjadi doktrin yang salah.

  • Darah Habel Berteriak: Darah Habel yang "berteriak" kepada Tuhan dari tanah (Kejadian 4:10) menggunakan kata Ibrani "blats" (jamak), melambangkan jutaan generasi yang terputus dari Habel yang seharusnya menjadi harapan Tuhan.

  • Set Sebagai Pengganti: Adam melahirkan Set sebagai pengganti Habel (Kejadian 4:25). Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan tidak terputus; ada pengganti dan harapan akan Mesias yang akan meremukkan kepala ular.

8. Perjalanan Paulus dan Kasih Karunia

  • Penglihatan Paulus dan Duri dalam Daging: Paulus memiliki pengalaman diangkat ke tingkat ketiga surga (Firdaus) dan mendengar kata-kata yang tak terucapkan (2 Korintus 12:1-4). Untuk mencegah kesombongan karena pernyataan-pernyataan luar biasa ini, ia diberi "duri dalam daging" (utusan iblis) untuk menggocohnya.

  • Kasih Karunia Cukup dalam Kelemahan: Paulus berseru kepada Tuhan tiga kali untuk hal itu, tetapi jawab Tuhan adalah "Cukuplah kasih karuniaku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaku menjadi sempurna." Oleh karena itu, Paulus senang dan rela dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan, dan kesesakan, karena jika ia lemah, maka ia kuat melalui kasih karunia Kristus. Ini menunjukkan bahwa perbuatan besar terjadi karena Allah yang mengerjakan di dalam diri orang percaya.

Kesimpulan Kita hidup di masa ketika Kristus telah pergi kepada Bapa, dan Roh Kudus telah datang. Ini adalah masa di mana orang percaya, melalui kasih karunia dan pekerjaan Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam diri Yesus, memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar, dan menerima jati diri yang baru di hadapan Allah. Penting untuk tidak membatasi pekerjaan Roh Kudus dan memahami bahwa kemampuan Allah akan terwujud dalam hidup kita, terutama di tengah kelemahan.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...