Langsung ke konten utama

Pra-TLC 2025 Sesi 2: The Holy Spirit Activating God's Power Within You

Sesi ini menekankan pentingnya iman dan kekuatan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Yesus adalah teladan sebagai "Anak Manusia" yang melakukan pekerjaan Bapa, dan bahwa orang percaya juga dapat melakukan pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar, karena keberadaan Roh Kudus. Khotbah ini juga menyentuh konsep mengendalikan ego dan pentingnya menerima jati diri baru yang dianugerahkan oleh anugerah Allah. Pembicara secara eksplisit menyatakan bahwa Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam Yesus juga tersedia bagi orang percaya saat ini.


Yohanes 14:12 dan Pekerjaan yang Lebih Besar

Pembahasan dimulai dari Yohanes pasal 14 ayat 12: "Aku berkata kepadamu, 'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu...'". Ayat ini menekankan bahwa barang siapa percaya kepada Yesus akan melakukan pekerjaan yang sama, bahkan lebih besar. Yesus juga berkata untuk "Percayalah kepada Allah. Percayalah kepadaku".

1. Konsep "Anak Manusia" dan Peran Bapa

  • Yesus sebagai "Anak Manusia": Yesus disebut "anak manusia" agar menjadi teladan bagi manusia. Ini berarti tidak boleh ada perbedaan anggapan bahwa Dia lebih tinggi atau berbeda. Dia merepresentasikan dirinya sebagai anak manusia.

  • Pekerjaan Yesus adalah Pekerjaan Bapa: Apa yang Yesus lakukan adalah karena Bapa yang berbuat di dalam diri-Nya. Jika seseorang percaya bahwa teladan pada diri Anak Manusia itu demikian, maka ia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yesus.

  • Tidak Ada Alasan "Tidak Bisa": Frasa "kita tidak bisa, kita belum tahu, kita belum ini" menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak percaya kepada-Nya.

2. Pekerjaan Allah yang Tanpa Syarat (Unconditional)

  • Allah Terus Bekerja: Pekerjaan Allah dalam diri manusia terus-menerus terjadi dan tidak pernah bergantung pada kondisi fisik, ekonomi, atau masalah yang sedang dihadapi (sakit, miskin, bermasalah). Kata "present tense" menunjukkan bahwa pekerjaan-Nya itu tidak bersyarat ("unconditional") dan tidak terpengaruh oleh hal lain; Dia tetap bekerja. Bahkan saat seseorang tidur, Allah tetap melakukan hal yang sama.

  • Firman Allah Selalu Berfirman: Allah terus berfirman kepada Kain dan keturunannya, menunjukkan sifat-Nya yang bekerja tanpa syarat meskipun firman-Nya tidak dipakai.

3. Jiwa, Ego, dan Penguasaan Diri

  • Menjinakkan Jiwa: Penting untuk belajar menjinakkan jiwa, karena penguasa atas jiwa adalah ego.

  • Ego dalam Bahasa Yunani: "Ego" dalam bahasa Yunani berarti "aku", bukan "egois". Galatia 2:20 dikutip: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku". Ini menunjukkan bahwa ego ada dan diciptakan oleh Allah.

  • Pengendalian Jiwa Melalui Ego: Seseorang harus bisa mengendalikan jiwanya melalui egonya, karena jiwa adalah area yang bukan milik iblis, juga bukan tubuh yang dikuasai iblis. Kerasukan terjadi karena seseorang menyerahkan diri kepada iblis.

  • Kehendak Bebas: Allah telah memberikan manusia kehendak bebas sejak Kejadian pasal 1. Manusia tidak bisa berdalih bahwa iblis menyeret mereka; manusia tetaplah penguasa dan harus berkuasa atasnya.

  • Hati Panas (Kain): Hati panas atau muram disebabkan oleh satu atau lebih komponen (pikiran, perasaan, kehendak) dalam jiwa yang tidak selaras. Pengaruh hati dapat terlihat pada tubuh (misalnya, muka muram).

  • Ego Melakukan Voting: Ego seringkali melakukan "voting" dalam mengambil keputusan, bertindak, dan berbuat sesuatu (kebanyakan tanpa kehadiran roh).

  • Tujuan Khotbah: Khotbah bertujuan untuk memberitahukan tujuan dan harapan Tuhan bagi hidup, bukan untuk menghibur.

4. Roh, Jiwa, dan Tubuh

  • Komponen Hati: Hati terdiri dari hati nurani (fungsi roh) dan jiwa (pikiran, perasaan, kehendak).

  • Roh Itu Penurut dan Kekal: Roh itu penurut dan kekal karena berasal dari Allah. Iblis juga makhluk kekal karena berasal dari Allah, meskipun dihukum.

  • Dosa Mengintai: Jika seseorang tidak berbuat baik, "dosa sudah mengintip di depan pintu" (diinterpretasikan sebagai pintu hati/keputusan). Dosa sangat menggoda, tetapi seseorang harus berkuasa atasnya.

  • Bahaya Keyakinan Pikiran: Hal berbahaya adalah jika apa yang ada dalam pikiran seseorang sudah menjadi keyakinan, karena ini dapat menutup seluruh saluran dari roh ke jiwa dan tubuh. Ini digambarkan dengan Petrus yang pemikirannya diambil alih iblis.

  • Aliran Roh Tersumbat (Stroke Spiritual): Jika aliran dari roh tidak bisa tampil sempurna, itu bisa menyebabkan "stroke spiritual".

5. Peran Roh Kudus

  • Roh Kebenaran Telah Datang: Yohanes 16:13 menyatakan bahwa Roh Kebenaran akan datang dan memimpin ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, salah satu atribut-Nya.

  • Roh Kudus Memimpin Ego: Roh Kudus akan memimpin, dan ego yang pertama kali akan memberikan tempat untuk dipimpin, mendengarkan dari Dia.

  • Kebenaran Sudah Lengkap dalam Roh: Bukan berarti kebenaran belum lengkap dan Roh Kudus akan menambahkan kebenaran baru. Sebaliknya, kebenaran sudah lengkap dalam roh seseorang (bukan Roh Kudus) karena Firman (Logos) ada di sana. Roh Kudus membawa Firman ini menjadi kebenaran.

  • Roh Kudus Menolong Ego: Roh Kudus akan menolong ego sampai menemukan kebenaran, karena manusialah yang harus berkuasa. Tujuan akhirnya adalah agar jiwa dan tubuh beroperasi dengan benar di mata Tuhan.

  • Roh Kudus Tidak Berkata-kata dari Diri-Nya Sendiri: Roh Kudus membawa apa yang Dia terima, yaitu Firman atau perkataan Bapa. Dia akan memberitakan hal-hal yang akan datang.

  • Memisahkan Jiwa dan Roh: Firman (Logos) diumpamakan seperti pedang bermata dua yang sanggup memisahkan jiwa dari roh (Ibrani 4:12). Namun, pedang tersebut membutuhkan seseorang yang membawanya dan menggunakannya. Roh Kudus akan bekerja sama dengan manusia untuk memisahkan dan membedakan. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang pertama, bukan menampilkan ke jiwa, tetapi memisahkan/membedakan.

  • Keberangkatan Yesus Menguntungkan: Yesus berkata bahwa lebih berguna jika Ia pergi, karena jika Ia tidak pergi, Penghibur (Roh Kudus) tidak akan datang. Ini adalah "shift" terakhir dalam pekerjaan Allah: Bapa, Kristus (Firman), dan Roh Kudus.

  • Hidup di Zaman Roh Kudus: Kita hidup di zaman Roh Kudus, yaitu masa ketika Kristus pergi kepada Bapa dan Roh Kudus mengisi di bumi. Kasih kepada Bapa dan Kristus adalah karya Roh Kudus.

  • Roh Kudus yang Sama: Roh Kudus yang diterima oleh Yesus adalah Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam hidup orang percaya. Allah tidak memiliki stok Roh Kudus yang berbeda kualitasnya (KW1, KW2, KW3). Roh Kudus yang sama yang memimpin Yesus sampai kematian, membangkitkan-Nya, dan mendudukkan-Nya di surga, disiapkan untuk orang percaya. Jangan batasi pekerjaan Roh Kudus hanya untuk penyembuhan saja; ini adalah pemikiran yang picik.

6. Pekerjaan yang Lebih Besar (Yohanes 14:12)

  • Bukan Pribadi yang Lebih Besar: "Pekerjaan yang lebih besar" bukan berarti pribadi orang percaya lebih besar dari Kristus.

  • Pekerjaan Abadi: Pekerjaan yang lebih besar adalah perbuatan-perbuatan yang abadi. Contohnya, mengampuni dosa (Markus 2:10-17).

  • Melalui Kemitraan dengan Roh Kudus: Perbuatan besar ini diterima melalui kemitraan dengan Roh Kudus di zaman ini, yaitu zaman kasih karunia Allah.

  • Kasih Karunia adalah Kemampuan Allah: Kasih karunia bukan hanya pemberian Allah, tetapi adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah. Contohnya, mengampuni dosa. Kemampuan Allah ini akan dimiliki oleh orang percaya.

  • Jati Diri yang Baru: Kasih karunia Allah membuat seseorang memiliki jati diri yang baru di mata Allah.

  • Kelemahan dan Kekuatan Kristus: Seperti Paulus yang diberi "duri dalam daging" agar tidak meninggikan diri, kuasa Kristus menjadi sempurna dalam kelemahan manusia. Ini menunjukkan bahwa dalam kelemahan, seseorang menjadi kuat karena kasih karunia.

  • Contoh Pekerjaan yang Lebih Besar:

    • Menyembuhkan Orang Sakit: Yesus menyembuhkan berdasarkan kehendak Bapa. Murid-murid diutus untuk meletakkan tangan pada orang sakit, dan mereka akan sembuh (Markus 16:18). Ketaatan adalah meletakkan tangan, bukan berusaha menyembuhkan dengan kekuatan sendiri.

    • Memegang Ular dan Minum Racun: Markus 16:18 juga berbicara tentang memegang ular dan minum racun maut tanpa celaka. Ini mengacu pada situasi berbahaya di mana orang percaya dilindungi, seperti Paulus di Malta (Kisah Para Rasul 28:3). Ini bukan berarti mencari ular atau racun, melainkan perlindungan dalam bahaya.

    • Membatalkan Maut Kekal dan Memberikan Hidup Kekal: Yesus membatalkan maut (misalnya, pada wanita yang pendarahan, "pergilah dengan selamat" - gozo, yang berarti diselamatkan, Efesus 2:8-9). Orang percaya juga bisa membatalkan maut kekal dan mentransfer hidup yang kekal (hidup Allah, zoe) kepada orang lain (Yohanes 17:2-3, Yohanes 20:21-23).

    • Mengampuni Dosa: Yesus menghembusi murid-murid-Nya dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Yohanes 20:22-23). Ini adalah kemampuan Allah yang diberikan kepada orang percaya.

    • Membentuk Kepribadian Baru: Perjalanan Kristus kepada Bapa membentuk kepribadian dan jati diri baru bagi orang percaya.

    • Dapat Mengusir Angin dan Danau: Murid-murid bertanya "Siapa gerangan orang ini? Sehingga angin danau pun taat kepadanya?" setelah Yesus menghardik angin dan danau (Markus 4:39-41). Ini menunjukkan keterbatasan mereka dalam mengenali Yesus sebagai Firman (Yohanes 1:1). Yohanes tidak menulis peristiwa ini karena ia sendiri termasuk yang "kurang percaya" pada saat itu, namun kemudian ia mengenali Yesus dari sisi kekekalan.

7. Contoh Kain dan Pelajaran Penting

  • Kain dan Habel: Kisah Kain dan Habel (Kejadian 4) digunakan untuk menunjukkan tanggung jawab manusia atas dosa. Hati Kain panas karena persembahannya tidak diindahkan Tuhan, sementara Habel diindahkan.

  • Allah Terus Berfirman: Allah terus berbicara kepada Kain bahkan setelah dosa, menunjukkan konsistensi-Nya.

  • Peradaban Tanpa Tuhan: Keturunan Kain maju pesat dalam peradaban (membangun kota, memelihara ternak, alat musik, ilmu fisika, penambangan tembaga dan besi) tanpa Tuhan. Kemajuan ini sering disalahgunakan (tembaga dipakai untuk membunuh). Ini adalah peringatan agar tidak pamer berkat materi di gereja karena itu bisa menjadi doktrin yang salah.

  • Darah Habel Berteriak: Darah Habel yang "berteriak" kepada Tuhan dari tanah (Kejadian 4:10) menggunakan kata Ibrani "blats" (jamak), melambangkan jutaan generasi yang terputus dari Habel yang seharusnya menjadi harapan Tuhan.

  • Set Sebagai Pengganti: Adam melahirkan Set sebagai pengganti Habel (Kejadian 4:25). Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan tidak terputus; ada pengganti dan harapan akan Mesias yang akan meremukkan kepala ular.

8. Perjalanan Paulus dan Kasih Karunia

  • Penglihatan Paulus dan Duri dalam Daging: Paulus memiliki pengalaman diangkat ke tingkat ketiga surga (Firdaus) dan mendengar kata-kata yang tak terucapkan (2 Korintus 12:1-4). Untuk mencegah kesombongan karena pernyataan-pernyataan luar biasa ini, ia diberi "duri dalam daging" (utusan iblis) untuk menggocohnya.

  • Kasih Karunia Cukup dalam Kelemahan: Paulus berseru kepada Tuhan tiga kali untuk hal itu, tetapi jawab Tuhan adalah "Cukuplah kasih karuniaku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaku menjadi sempurna." Oleh karena itu, Paulus senang dan rela dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan, dan kesesakan, karena jika ia lemah, maka ia kuat melalui kasih karunia Kristus. Ini menunjukkan bahwa perbuatan besar terjadi karena Allah yang mengerjakan di dalam diri orang percaya.

Kesimpulan Kita hidup di masa ketika Kristus telah pergi kepada Bapa, dan Roh Kudus telah datang. Ini adalah masa di mana orang percaya, melalui kasih karunia dan pekerjaan Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam diri Yesus, memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar, dan menerima jati diri yang baru di hadapan Allah. Penting untuk tidak membatasi pekerjaan Roh Kudus dan memahami bahwa kemampuan Allah akan terwujud dalam hidup kita, terutama di tengah kelemahan.


Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...