Langsung ke konten utama

Pra-TLC 2025 Sesi 2: The Holy Spirit Activating God's Power Within You

Sesi ini menekankan pentingnya iman dan kekuatan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Yesus adalah teladan sebagai "Anak Manusia" yang melakukan pekerjaan Bapa, dan bahwa orang percaya juga dapat melakukan pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar, karena keberadaan Roh Kudus. Khotbah ini juga menyentuh konsep mengendalikan ego dan pentingnya menerima jati diri baru yang dianugerahkan oleh anugerah Allah. Pembicara secara eksplisit menyatakan bahwa Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam Yesus juga tersedia bagi orang percaya saat ini.


Yohanes 14:12 dan Pekerjaan yang Lebih Besar

Pembahasan dimulai dari Yohanes pasal 14 ayat 12: "Aku berkata kepadamu, 'Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu...'". Ayat ini menekankan bahwa barang siapa percaya kepada Yesus akan melakukan pekerjaan yang sama, bahkan lebih besar. Yesus juga berkata untuk "Percayalah kepada Allah. Percayalah kepadaku".

1. Konsep "Anak Manusia" dan Peran Bapa

  • Yesus sebagai "Anak Manusia": Yesus disebut "anak manusia" agar menjadi teladan bagi manusia. Ini berarti tidak boleh ada perbedaan anggapan bahwa Dia lebih tinggi atau berbeda. Dia merepresentasikan dirinya sebagai anak manusia.

  • Pekerjaan Yesus adalah Pekerjaan Bapa: Apa yang Yesus lakukan adalah karena Bapa yang berbuat di dalam diri-Nya. Jika seseorang percaya bahwa teladan pada diri Anak Manusia itu demikian, maka ia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yesus.

  • Tidak Ada Alasan "Tidak Bisa": Frasa "kita tidak bisa, kita belum tahu, kita belum ini" menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak percaya kepada-Nya.

2. Pekerjaan Allah yang Tanpa Syarat (Unconditional)

  • Allah Terus Bekerja: Pekerjaan Allah dalam diri manusia terus-menerus terjadi dan tidak pernah bergantung pada kondisi fisik, ekonomi, atau masalah yang sedang dihadapi (sakit, miskin, bermasalah). Kata "present tense" menunjukkan bahwa pekerjaan-Nya itu tidak bersyarat ("unconditional") dan tidak terpengaruh oleh hal lain; Dia tetap bekerja. Bahkan saat seseorang tidur, Allah tetap melakukan hal yang sama.

  • Firman Allah Selalu Berfirman: Allah terus berfirman kepada Kain dan keturunannya, menunjukkan sifat-Nya yang bekerja tanpa syarat meskipun firman-Nya tidak dipakai.

3. Jiwa, Ego, dan Penguasaan Diri

  • Menjinakkan Jiwa: Penting untuk belajar menjinakkan jiwa, karena penguasa atas jiwa adalah ego.

  • Ego dalam Bahasa Yunani: "Ego" dalam bahasa Yunani berarti "aku", bukan "egois". Galatia 2:20 dikutip: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku". Ini menunjukkan bahwa ego ada dan diciptakan oleh Allah.

  • Pengendalian Jiwa Melalui Ego: Seseorang harus bisa mengendalikan jiwanya melalui egonya, karena jiwa adalah area yang bukan milik iblis, juga bukan tubuh yang dikuasai iblis. Kerasukan terjadi karena seseorang menyerahkan diri kepada iblis.

  • Kehendak Bebas: Allah telah memberikan manusia kehendak bebas sejak Kejadian pasal 1. Manusia tidak bisa berdalih bahwa iblis menyeret mereka; manusia tetaplah penguasa dan harus berkuasa atasnya.

  • Hati Panas (Kain): Hati panas atau muram disebabkan oleh satu atau lebih komponen (pikiran, perasaan, kehendak) dalam jiwa yang tidak selaras. Pengaruh hati dapat terlihat pada tubuh (misalnya, muka muram).

  • Ego Melakukan Voting: Ego seringkali melakukan "voting" dalam mengambil keputusan, bertindak, dan berbuat sesuatu (kebanyakan tanpa kehadiran roh).

  • Tujuan Khotbah: Khotbah bertujuan untuk memberitahukan tujuan dan harapan Tuhan bagi hidup, bukan untuk menghibur.

4. Roh, Jiwa, dan Tubuh

  • Komponen Hati: Hati terdiri dari hati nurani (fungsi roh) dan jiwa (pikiran, perasaan, kehendak).

  • Roh Itu Penurut dan Kekal: Roh itu penurut dan kekal karena berasal dari Allah. Iblis juga makhluk kekal karena berasal dari Allah, meskipun dihukum.

  • Dosa Mengintai: Jika seseorang tidak berbuat baik, "dosa sudah mengintip di depan pintu" (diinterpretasikan sebagai pintu hati/keputusan). Dosa sangat menggoda, tetapi seseorang harus berkuasa atasnya.

  • Bahaya Keyakinan Pikiran: Hal berbahaya adalah jika apa yang ada dalam pikiran seseorang sudah menjadi keyakinan, karena ini dapat menutup seluruh saluran dari roh ke jiwa dan tubuh. Ini digambarkan dengan Petrus yang pemikirannya diambil alih iblis.

  • Aliran Roh Tersumbat (Stroke Spiritual): Jika aliran dari roh tidak bisa tampil sempurna, itu bisa menyebabkan "stroke spiritual".

5. Peran Roh Kudus

  • Roh Kebenaran Telah Datang: Yohanes 16:13 menyatakan bahwa Roh Kebenaran akan datang dan memimpin ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, salah satu atribut-Nya.

  • Roh Kudus Memimpin Ego: Roh Kudus akan memimpin, dan ego yang pertama kali akan memberikan tempat untuk dipimpin, mendengarkan dari Dia.

  • Kebenaran Sudah Lengkap dalam Roh: Bukan berarti kebenaran belum lengkap dan Roh Kudus akan menambahkan kebenaran baru. Sebaliknya, kebenaran sudah lengkap dalam roh seseorang (bukan Roh Kudus) karena Firman (Logos) ada di sana. Roh Kudus membawa Firman ini menjadi kebenaran.

  • Roh Kudus Menolong Ego: Roh Kudus akan menolong ego sampai menemukan kebenaran, karena manusialah yang harus berkuasa. Tujuan akhirnya adalah agar jiwa dan tubuh beroperasi dengan benar di mata Tuhan.

  • Roh Kudus Tidak Berkata-kata dari Diri-Nya Sendiri: Roh Kudus membawa apa yang Dia terima, yaitu Firman atau perkataan Bapa. Dia akan memberitakan hal-hal yang akan datang.

  • Memisahkan Jiwa dan Roh: Firman (Logos) diumpamakan seperti pedang bermata dua yang sanggup memisahkan jiwa dari roh (Ibrani 4:12). Namun, pedang tersebut membutuhkan seseorang yang membawanya dan menggunakannya. Roh Kudus akan bekerja sama dengan manusia untuk memisahkan dan membedakan. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang pertama, bukan menampilkan ke jiwa, tetapi memisahkan/membedakan.

  • Keberangkatan Yesus Menguntungkan: Yesus berkata bahwa lebih berguna jika Ia pergi, karena jika Ia tidak pergi, Penghibur (Roh Kudus) tidak akan datang. Ini adalah "shift" terakhir dalam pekerjaan Allah: Bapa, Kristus (Firman), dan Roh Kudus.

  • Hidup di Zaman Roh Kudus: Kita hidup di zaman Roh Kudus, yaitu masa ketika Kristus pergi kepada Bapa dan Roh Kudus mengisi di bumi. Kasih kepada Bapa dan Kristus adalah karya Roh Kudus.

  • Roh Kudus yang Sama: Roh Kudus yang diterima oleh Yesus adalah Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam hidup orang percaya. Allah tidak memiliki stok Roh Kudus yang berbeda kualitasnya (KW1, KW2, KW3). Roh Kudus yang sama yang memimpin Yesus sampai kematian, membangkitkan-Nya, dan mendudukkan-Nya di surga, disiapkan untuk orang percaya. Jangan batasi pekerjaan Roh Kudus hanya untuk penyembuhan saja; ini adalah pemikiran yang picik.

6. Pekerjaan yang Lebih Besar (Yohanes 14:12)

  • Bukan Pribadi yang Lebih Besar: "Pekerjaan yang lebih besar" bukan berarti pribadi orang percaya lebih besar dari Kristus.

  • Pekerjaan Abadi: Pekerjaan yang lebih besar adalah perbuatan-perbuatan yang abadi. Contohnya, mengampuni dosa (Markus 2:10-17).

  • Melalui Kemitraan dengan Roh Kudus: Perbuatan besar ini diterima melalui kemitraan dengan Roh Kudus di zaman ini, yaitu zaman kasih karunia Allah.

  • Kasih Karunia adalah Kemampuan Allah: Kasih karunia bukan hanya pemberian Allah, tetapi adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah. Contohnya, mengampuni dosa. Kemampuan Allah ini akan dimiliki oleh orang percaya.

  • Jati Diri yang Baru: Kasih karunia Allah membuat seseorang memiliki jati diri yang baru di mata Allah.

  • Kelemahan dan Kekuatan Kristus: Seperti Paulus yang diberi "duri dalam daging" agar tidak meninggikan diri, kuasa Kristus menjadi sempurna dalam kelemahan manusia. Ini menunjukkan bahwa dalam kelemahan, seseorang menjadi kuat karena kasih karunia.

  • Contoh Pekerjaan yang Lebih Besar:

    • Menyembuhkan Orang Sakit: Yesus menyembuhkan berdasarkan kehendak Bapa. Murid-murid diutus untuk meletakkan tangan pada orang sakit, dan mereka akan sembuh (Markus 16:18). Ketaatan adalah meletakkan tangan, bukan berusaha menyembuhkan dengan kekuatan sendiri.

    • Memegang Ular dan Minum Racun: Markus 16:18 juga berbicara tentang memegang ular dan minum racun maut tanpa celaka. Ini mengacu pada situasi berbahaya di mana orang percaya dilindungi, seperti Paulus di Malta (Kisah Para Rasul 28:3). Ini bukan berarti mencari ular atau racun, melainkan perlindungan dalam bahaya.

    • Membatalkan Maut Kekal dan Memberikan Hidup Kekal: Yesus membatalkan maut (misalnya, pada wanita yang pendarahan, "pergilah dengan selamat" - gozo, yang berarti diselamatkan, Efesus 2:8-9). Orang percaya juga bisa membatalkan maut kekal dan mentransfer hidup yang kekal (hidup Allah, zoe) kepada orang lain (Yohanes 17:2-3, Yohanes 20:21-23).

    • Mengampuni Dosa: Yesus menghembusi murid-murid-Nya dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Yohanes 20:22-23). Ini adalah kemampuan Allah yang diberikan kepada orang percaya.

    • Membentuk Kepribadian Baru: Perjalanan Kristus kepada Bapa membentuk kepribadian dan jati diri baru bagi orang percaya.

    • Dapat Mengusir Angin dan Danau: Murid-murid bertanya "Siapa gerangan orang ini? Sehingga angin danau pun taat kepadanya?" setelah Yesus menghardik angin dan danau (Markus 4:39-41). Ini menunjukkan keterbatasan mereka dalam mengenali Yesus sebagai Firman (Yohanes 1:1). Yohanes tidak menulis peristiwa ini karena ia sendiri termasuk yang "kurang percaya" pada saat itu, namun kemudian ia mengenali Yesus dari sisi kekekalan.

7. Contoh Kain dan Pelajaran Penting

  • Kain dan Habel: Kisah Kain dan Habel (Kejadian 4) digunakan untuk menunjukkan tanggung jawab manusia atas dosa. Hati Kain panas karena persembahannya tidak diindahkan Tuhan, sementara Habel diindahkan.

  • Allah Terus Berfirman: Allah terus berbicara kepada Kain bahkan setelah dosa, menunjukkan konsistensi-Nya.

  • Peradaban Tanpa Tuhan: Keturunan Kain maju pesat dalam peradaban (membangun kota, memelihara ternak, alat musik, ilmu fisika, penambangan tembaga dan besi) tanpa Tuhan. Kemajuan ini sering disalahgunakan (tembaga dipakai untuk membunuh). Ini adalah peringatan agar tidak pamer berkat materi di gereja karena itu bisa menjadi doktrin yang salah.

  • Darah Habel Berteriak: Darah Habel yang "berteriak" kepada Tuhan dari tanah (Kejadian 4:10) menggunakan kata Ibrani "blats" (jamak), melambangkan jutaan generasi yang terputus dari Habel yang seharusnya menjadi harapan Tuhan.

  • Set Sebagai Pengganti: Adam melahirkan Set sebagai pengganti Habel (Kejadian 4:25). Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan tidak terputus; ada pengganti dan harapan akan Mesias yang akan meremukkan kepala ular.

8. Perjalanan Paulus dan Kasih Karunia

  • Penglihatan Paulus dan Duri dalam Daging: Paulus memiliki pengalaman diangkat ke tingkat ketiga surga (Firdaus) dan mendengar kata-kata yang tak terucapkan (2 Korintus 12:1-4). Untuk mencegah kesombongan karena pernyataan-pernyataan luar biasa ini, ia diberi "duri dalam daging" (utusan iblis) untuk menggocohnya.

  • Kasih Karunia Cukup dalam Kelemahan: Paulus berseru kepada Tuhan tiga kali untuk hal itu, tetapi jawab Tuhan adalah "Cukuplah kasih karuniaku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaku menjadi sempurna." Oleh karena itu, Paulus senang dan rela dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan, dan kesesakan, karena jika ia lemah, maka ia kuat melalui kasih karunia Kristus. Ini menunjukkan bahwa perbuatan besar terjadi karena Allah yang mengerjakan di dalam diri orang percaya.

Kesimpulan Kita hidup di masa ketika Kristus telah pergi kepada Bapa, dan Roh Kudus telah datang. Ini adalah masa di mana orang percaya, melalui kasih karunia dan pekerjaan Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam diri Yesus, memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar, dan menerima jati diri yang baru di hadapan Allah. Penting untuk tidak membatasi pekerjaan Roh Kudus dan memahami bahwa kemampuan Allah akan terwujud dalam hidup kita, terutama di tengah kelemahan.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...