Langsung ke konten utama

Pra TLC 2025 Sesi 5:rencana Tuhan bagi gereja-Nya

Pra TLC 2025 Sesi 5 berfokus pada Kitab Wahyu dan rencana Tuhan bagi gereja-Nya. Pembicara memulai dengan visi Rasul Yohanes tentang takhta Allah di surga, lalu beralih untuk menjelaskan makna rohani angka dan peristiwa yang dijelaskan di Wahyu. Khotbah ini juga menghubungkan wahyu biblika dengan penemuan ilmiah, menyangkal konflik antara keduanya dan menegaskan bahwa ilmu pengetahuan justru dapat mendukung kebenaran Alkitab. Terakhir, pembicara membandingkan Taman Eden dengan Yerusalem Baru sebagai representasi proses penyempurnaan gereja oleh Roh Kudus, menekankan bahwa rencana Allah untuk gereja-Nya tidak akan pernah gagal.



Berikut adalah catatan lengkapnya:

Sesi ini melanjutkan pembahasan sebelumnya, mengantar pendengar memahami gambaran keyakinan dan pengertian yang benar bahwa gereja Tuhan selalu dibicarakan mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu. Gereja adalah umat Tuhan, termasuk setiap individu pendengar yang merasa layak di hadapan-Nya.

Visi Rasul Yohanes dalam Wahyu Pasal 4 Rasul Yohanes diberi penglihatan mengenai hal-hal yang pasti dan tidak dapat diubah. Penglihatan ini dimulai ketika ia "dikuasai oleh Roh". Kondisi ini memungkinkan Yohanes melihat realitas yang tidak bisa diubah. Pentingnya hal ini ditekankan untuk menghindari keraguan dan posisi rohani yang "gambling" atau seperti perjudian.

Dalam penglihatan tersebut, Yohanes melihat:

  • Pintu terbuka di surga, melambangkan keabadian dan hal-hal abadi yang harus dibuka dalam hidup seseorang.

  • Tahta di surga dengan Seseorang yang duduk di atasnya, digambarkan seperti permata Yaspis dan Sardis, serta pelangi bagaikan zamrud melingkupi tahta itu.

  • 24 tahta lain mengelilingi tahta utama, diduduki oleh 24 tua-tua yang mengenakan pakaian putih dan mahkota emas. Para tua-tua ini melambangkan orang-orang yang memiliki pengalaman rohani mendalam bersama Tuhan. Angka 24 (4x6) menunjukkan seluruh dunia (4 penjuru mata angin) dan manusia (6, karena manusia diciptakan pada hari ke-6), yang berarti ada peran serta manusia dalam keabadian.

  • Kilat, guruh, dan tujuh obor yang menyala-nyala di hadapan tahta, yang disebut sebagai ketujuh roh Allah. Tujuh melambangkan kesempurnaan Tuhan. Angka-angka di sini bersifat rohani, bukan numerik lahiriah. Misalnya, kerajaan 1000 tahun bukan 1000 tahun kalender manusia, melainkan waktu Tuhan yang tak terhingga dan abadi.

  • Lautan kaca bagaikan kristal di hadapan tahta.

  • Empat makhluk hidup yang penuh dengan mata di muka dan belakang, masing-masing seperti singa, anak lembu, bermuka manusia, dan seperti burung nazar. Mereka memiliki enam sayap dan terus-menerus berseru, "Kudus, kudus, kudus!". Keempat makhluk ini juga menunjukkan peran serta manusia dalam keabadian.

  • Para tua-tua melemparkan mahkota mereka di hadapan tahta sambil berkata bahwa Tuhan layak menerima pujian, hormat, dan kuasa karena Dia telah menciptakan segala sesuatu. Mahkota melambangkan kemenangan dan kehormatan, namun di hadapan kemuliaan Tuhan yang lebih besar, mahkota menjadi tidak layak dan menunjukkan kesadaran diri serta kerendahan hati. Ini juga mengingatkan bahwa otoritas yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah karena kerja sama dengan Roh Kudus, dan itu tidak membuat manusia lebih tinggi dari-Nya.

Karya Roh Kudus dan Kepastian Rencana Allah Penguasaan oleh Roh Kudus memungkinkan Yohanes melihat hal-hal yang pasti, yang tidak akan pernah diubah oleh Tuhan. Roh Kudus adalah kunci untuk memahami dan mengalami ini. Fungsi roh manusia meliputi intuisi, hati nurani, dan persekutuan (komunion) dengan Tuhan, memungkinkan kita menyembah dan menjadi satu dengan-Nya. Ketika seseorang membiasakan diri untuk mengakses kehidupan dari dalam roh, tidak ada masalah, karena roh sangat diberkati oleh Tuhan.

Rencana Allah tidak pernah gagal. Allah telah menetapkan rencana-Nya sebelum dunia dijadikan, dan Dia akan menggenapinya.

  • Bilangan 23 ayat 19 menegaskan bahwa Allah bukanlah manusia yang berdusta atau menyesal; Dia akan melakukan apa yang difirmankan-Nya dan menepatinya. Firman Tuhan yang datang kepada kita akan terwujud dalam hidup, bukan melalui kekuatan manusia, melainkan melalui pekerjaan Roh Kudus.

Harmoni Ilmu Pengetahuan dan Alkitab Sesi ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak bertentangan dengan Alkitab; justru keduanya saling mendukung dan dapat dibuktikan. Beberapa contoh yang diberikan:

  • Adanya manusia purba (sebelum Adam dan Hawa) telah dikonfirmasi oleh sains melalui analisis DNA fosil dengan akurasi tinggi. Teori Charles Darwin tentang evolusi manusia telah ditinggalkan karena tidak benar; manusia purba memang ada dan kemudian punah, tetapi bukan evolusi ke Adam. Adam berbeda karena ia menerima "nafas hidup Allah".

  • Disebutkannya dinosaurus dalam Kitab Ayub.

  • Penemuan jenis ikan paus yang menelan Yunus; jenis paus ini sudah punah pada zaman Yunus, memiliki kantung oksigen sehingga Yunus bisa bertahan hidup.

  • Peristiwa Yosua menghentikan matahari selama peperangan, yang dicari dan ditemukan "waktu yang hilang" dalam perhitungan kalender canggih.

  • Langit dan bumi akan "lenyap" bukan berarti dihancurkan, melainkan dijadikan baru.

Proses Gereja: Dari Taman Eden ke Yerusalem Baru Rencana Allah untuk gereja-Nya bersifat progresif, dari kondisi awal yang terbatas menuju kesempurnaan akhir.

  1. Keinginan Allah untuk berdiam bersama manusia: Sejak awal, Allah ingin berdiam bersama manusia.

    • Taman Eden: Gambaran gereja pada awalnya.

      • Allah hanya "sewaktu-waktu" hadir di Taman Eden.

      • Ada empat sungai (Pison, Gihon, Tigris, Efrat) yang menunjukkan lokasinya di bumi.

      • Ada dua pohon: Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Keberadaan Pohon Pengetahuan melambangkan bahwa gereja awal masih rentan godaan dan pencobaan, seperti anak balita.

      • Ada ular di Taman Eden, yang melambangkan musuh yang dapat keluar masuk dan menipu manusia.

    • Yerusalem Baru (Wahyu 21-22): Gambaran gereja final, produk akhir Allah.

      • Allah akan berdiam secara permanen di tengah-tengah manusia; tidak lagi sekadar visitasi.

      • Hanya ada satu sungai kehidupan yang jernih bagaikan kristal, mengalir dari tahta Allah dan Anak Domba, melambangkan pemerintahan Allah yang mengalirkan kehidupan.

      • Hanya ada satu pohon: Pohon Kehidupan, yang berbuah setiap bulan dan daunnya menyembuhkan bangsa-bangsa. Ini melambangkan Kristus sebagai satu-satunya sumber hidup dan tidak ada lagi kebingungan.

      • Tidak ada ular: Kota Yerusalem Baru memiliki tembok yang tinggi (sikap hidup dan cara berpikir yang benar) sehingga ular tidak dapat masuk. Mendobrak tembok (kompromi dengan dosa atau pikiran yang salah) akan menyebabkan ular (iblis) masuk dan memagut.

      • Tidak ada lagi malam, cahaya lampu, atau matahari; Tuhan Allah akan menjadi penerang, seperti terang awal penciptaan sebelum matahari ada.

      • Tidak akan ada lagi laknat, air mata, maut, perkabungan, ratap tangis, atau dukacita.

Allah memproses gereja-Nya dari Taman Eden menuju Kota Yerusalem, menjadikan umat-Nya "segambar dan serupa" dengan diri-Nya dan Anak Domba, di mana mereka tidak dapat dibedakan lagi dari Bait Suci itu sendiri. Proses ini sepenuhnya ada dalam tangan Bapa, dikerjakan oleh Roh Kudus.

Ajaran-ajaran Palsu yang Harus Dikalahkan Untuk "menang" (mengalahkan dunia dan godaan), seseorang harus mengenali dan mengatasi ajaran-ajaran palsu yang dibenci Tuhan. Ada tiga ajaran utama yang dibahas:

  1. Ajaran Nikolaus: Melambangkan pemimpin yang menaklukkan kaum awam dan meminta penundukan diri yang palsu. Tuhan membenci perbuatan ini. Ini adalah pemalsuan yang sangat mirip dengan yang asli.

  2. Ajaran Bileam: Melambangkan orang-orang yang melayani dengan motif upah atau mencari keuntungan pribadi, seperti perdagangan di Bait Suci. Mereka meninggalkan jalan yang benar dan menyesatkan orang lain demi uang. Memberi harus berasal dari hati yang digerakkan oleh Tuhan, bukan karena paksaan atau iming-iming balasan berlipat ganda secara materi.

  3. Ajaran Isabel (Izebel): Melambangkan pemimpin wanita (atau roh) yang merebut otoritas Kristus sebagai kepala gereja dan menyesatkan hamba-hamba Tuhan untuk berbuat zinah rohani atau makan persembahan berhala. Ini adalah upaya merampas otoritas Tuhan atas domba-domba-Nya. Tuhan meminta umat-Nya untuk "keluar dari Babel" (kebingungan) dan fokus pada Dia.

Secara keseluruhan, pesan ini menegaskan optimisme Allah terhadap umat-Nya. Dia tidak pernah lelah atau putus asa karena kebebalan manusia, melainkan terus memproses dan mempercayai Roh Kudus serta Firman-Nya untuk mewujudkan rencana-Nya menjadikan manusia sebagai gambaran gereja-Nya yang sempurna, segambar dan serupa dengan Dia.

Ini seperti seorang seniman ulung yang punya visi jelas tentang mahakaryanya. Meskipun kanvas awalnya mungkin kosong dan ada percikan tak terduga, atau bahkan goresan salah di tengah jalan, seniman itu tidak pernah membuang karyanya. Dia terus membentuk, memperbaiki, dan menambahkan detail hingga gambaran akhir yang sempurna itu terwujud, persis seperti yang ada dalam pikirannya sejak awal. Kita adalah bagian dari mahakarya itu, dan Roh Kudus adalah tangan seniman yang mengerjakannya.

Apa rencana Tuhan bagi gereja-Nya?


Rencana Tuhan bagi gereja-Nya, seperti dijelaskan dalam Kitab Wahyu dan didukung oleh kitab-kitab lain, adalah sebuah perjalanan progresif dari keadaan awal yang terbatas menuju kesempurnaan akhir, di mana umat-Nya sepenuhnya mencerminkan gambar dan rupa-Nya. Gereja di sini diartikan sebagai umat Tuhan, termasuk setiap individu yang merasa layak di hadapan-Nya.

Berikut adalah gambaran lengkap mengenai rencana Tuhan bagi gereja-Nya:

1. Visi Rasul Yohanes dan Kepastian Rencana Allah Rasul Yohanes diberi penglihatan mengenai "hal-hal yang pasti dan tidak dapat diubah" ketika ia "dikuasai oleh Roh". Penguasaan oleh Roh Kudus ini memungkinkannya melihat realitas ilahi yang tidak bisa diubah, menghilangkan keraguan dan posisi rohani yang "gambling".

Dalam penglihatan tersebut, Yohanes melihat:

  • Pintu terbuka di surga, melambangkan keabadian dan hal-hal abadi yang harus dibuka dalam hidup seseorang.

  • Takhta di surga dengan Seseorang yang duduk di atasnya, digambarkan seperti permata Yaspis dan Sardis, serta pelangi bagaikan zamrud.

  • 24 takhta lain mengelilingi takhta utama, diduduki oleh 24 tua-tua yang mengenakan pakaian putih dan mahkota emas. Para tua-tua ini melambangkan orang-orang yang memiliki pengalaman rohani mendalam bersama Tuhan. Angka 24 (4x6) menunjukkan seluruh dunia (4 penjuru mata angin) dan manusia (6, karena manusia diciptakan pada hari ke-6), yang berarti ada peran serta manusia dalam keabadian.

  • Kilat, guruh, dan tujuh obor yang menyala-nyala di hadapan takhta, yang disebut sebagai ketujuh roh Allah. Angka tujuh melambangkan kesempurnaan Tuhan. Angka-angka di sini bersifat rohani, bukan numerik lahiriah. Sebagai contoh, kerajaan 1000 tahun bukan 1000 tahun kalender manusia, melainkan waktu Tuhan yang tak terhingga dan abadi.

  • Lautan kaca bagaikan kristal di hadapan takhta.

  • Empat makhluk hidup yang penuh dengan mata di muka dan belakang, masing-masing seperti singa, anak lembu, bermuka manusia, dan seperti burung nazar. Mereka memiliki enam sayap dan terus-menerus berseru, "Kudus, kudus, kudus!". Keempat makhluk ini juga menunjukkan peran serta manusia dalam keabadian.

  • Para tua-tua melemparkan mahkota mereka di hadapan takhta sambil berkata bahwa Tuhan layak menerima pujian, hormat, dan kuasa karena Dia telah menciptakan segala sesuatu. Mahkota melambangkan kemenangan dan kehormatan, namun di hadapan kemuliaan Tuhan yang lebih besar, mahkota menjadi tidak layak dan menunjukkan kesadaran diri serta kerendahan hati. Ini juga mengingatkan bahwa otoritas yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah karena kerja sama dengan Roh Kudus, dan itu tidak membuat manusia lebih tinggi dari-Nya.

Rencana Allah tidak pernah gagal. Bilangan 23 ayat 19 menegaskan bahwa Allah bukanlah manusia yang berdusta atau menyesal; Dia akan melakukan apa yang difirmankan-Nya dan menepatinya. Firman Tuhan yang datang akan terwujud dalam hidup melalui pekerjaan Roh Kudus, bukan kekuatan manusia. Tuhan bahkan "menekuk lutut-Nya" (istilah Ibrani barak) untuk melayani dan memberkati kita, memastikan rencana-Nya terwujud dalam hidup kita.

2. Transformasi Gereja: Dari Taman Eden menuju Yerusalem Baru Rencana Allah bagi gereja-Nya bersifat progresif, dari kondisi awal yang terbatas menuju kesempurnaan akhir.

  • Keinginan Allah untuk berdiam bersama manusia: Sejak awal, Allah ingin berdiam bersama manusia.

    • Taman Eden: Menggambarkan gereja pada awalnya.

      • Allah hanya "sewaktu-waktu" hadir di Taman Eden.

      • Ada empat sungai (Pison, Gihon, Tigris, Efrat) yang menunjukkan lokasinya di bumi.

      • Ada dua pohon: Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Keberadaan Pohon Pengetahuan melambangkan bahwa gereja awal masih rentan godaan dan pencobaan, seperti anak balita.

      • Ada ular di Taman Eden, yang melambangkan musuh yang dapat keluar masuk dan menipu manusia.

    • Yerusalem Baru (Wahyu 21-22): Menggambarkan gereja final, produk akhir Allah.

      • Allah akan berdiam secara permanen di tengah-tengah manusia; tidak lagi sekadar visitasi.

      • Hanya ada satu sungai kehidupan yang jernih bagaikan kristal, mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba, melambangkan pemerintahan Allah yang mengalirkan kehidupan.

      • Hanya ada satu pohon: Pohon Kehidupan, yang berbuah setiap bulan dan daunnya menyembuhkan bangsa-bangsa. Ini melambangkan Kristus sebagai satu-satunya sumber hidup dan tidak ada lagi kebingungan.

      • Tidak ada ular: Kota Yerusalem Baru memiliki tembok yang tinggi (sikap hidup dan cara berpikir yang benar) sehingga ular tidak dapat masuk. Mendobrak tembok (kompromi dengan dosa atau pikiran yang salah) akan menyebabkan ular (iblis) masuk dan memagut.

      • Tidak ada lagi malam, cahaya lampu, atau matahari; Tuhan Allah akan menjadi penerang, seperti terang awal penciptaan sebelum matahari ada.

      • Tidak akan ada lagi laknat, air mata, maut, perkabungan, ratap tangis, atau dukacita.

Allah memproses gereja-Nya dari Taman Eden menuju Kota Yerusalem, menjadikan umat-Nya "segambar dan serupa" dengan diri-Nya dan Anak Domba, di mana mereka tidak dapat dibedakan lagi dari Bait Suci itu sendiri. Proses ini sepenuhnya ada dalam tangan Bapa, dikerjakan oleh Roh Kudus.

3. Mengalahkan Ajaran Palsu untuk Mempercepat Penggenapan Rencana Untuk "menang" (mengalahkan dunia dan godaan) dan menikmati Pohon Kehidupan (Kristus), seseorang harus mengenali dan mengatasi ajaran-ajaran palsu yang dibenci Tuhan. Ada tiga ajaran utama yang dibahas:

  • Ajaran Nikolaus: Melambangkan pemimpin yang menaklukkan kaum awam dan meminta penundukan diri yang palsu. Tuhan membenci perbuatan ini. Ini adalah pemalsuan yang sangat mirip dengan yang asli.

  • Ajaran Bileam: Melambangkan orang-orang yang melayani dengan motif upah atau mencari keuntungan pribadi, seperti perdagangan di Bait Suci. Mereka meninggalkan jalan yang benar dan menyesatkan orang lain demi uang, mendorong pemberian karena iming-iming balasan berlipat ganda secara materi, bukan dari hati yang digerakkan oleh Tuhan.

  • Ajaran Isabel (Izebel): Melambangkan pemimpin wanita (atau roh) yang merebut otoritas Kristus sebagai kepala gereja dan menyesatkan hamba-hamba Tuhan untuk berbuat zinah rohani atau makan persembahan berhala. Ini adalah upaya merampas otoritas Tuhan atas domba-domba-Nya. Tuhan meminta umat-Nya untuk "keluar dari Babel" (kebingungan) dan fokus pada Dia.

Allah optimis terhadap umat-Nya. Dia tidak pernah lelah atau putus asa karena kebebalan manusia, melainkan terus memproses dan mempercayai Roh Kudus serta Firman-Nya untuk mewujudkan rencana-Nya menjadikan manusia sebagai gambaran gereja-Nya yang sempurna, segambar dan serupa dengan Dia.

Ini seperti seorang seniman ulung yang punya visi jelas tentang mahakaryanya. Meskipun kanvas awalnya mungkin kosong dan ada percikan tak terduga, atau bahkan goresan salah di tengah jalan, seniman itu tidak pernah membuang karyanya. Dia terus membentuk, memperbaiki, dan menambahkan detail hingga gambaran akhir yang sempurna itu terwujud, persis seperti yang ada dalam pikirannya sejak awal. Kita adalah bagian dari mahakarya itu, dan Roh Kudus adalah tangan seniman yang mengerjakannya.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...