Langsung ke konten utama

YESUS ANAK DOMBA ALLAH YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA

MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL DALAM MENGIKUT YESUS
Ps.Yappy Widjaya 31 Juli 2016
MAZ  78: 9-11,22,27
(Psalms 78:9-11)  Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.

(Psalms 78:22)  sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya.
(Psalms 78:37)  Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
(Psalms 78:67)  Ia menolak kemah Yusuf, dan suku Efraim tidak dipilih-Nya,

Efraim adalah anak Yusuf. Bani Efraim sudah meninggalkan Tuhan. Tidak lagi berpegang pada perjanjian (covenant) dengan Tuhan. Menolak berjalan dalam hukum-hukum Tuhan.  Hanya mengikuti kehendaknya dan pikirannya. Merasa tidak memerlukan Tuhan lagi. Mereka hidup menurut agendanya, menurut seleranya, menurut keinginannya. Mereka tidak kekurangan fasilitas dan sumberdaya, mereka memiliki segalanya bahkan memiliki warisan tanah terbesar dibandingkan suku-suku yang lain. Jadi mereka berkelimpahan dalam segala sarana dan prasarana dan sumberdaya. Tapi walau pun bersenjata lengkap, mereka berbalik pada pertempuran dan meninggalkan atau menolak perintah Tuhan melawan musuh-musuh Tuhan bersama-sama suku-suku yang lain. Itu yang dilakukan Efraim. Mengapa? Karena Efraim hanya ingin menikmati kelimpahan dan berkat-berkat dan warisan yang sudah diperoleh bapa-bapa leluhurnya, baik oleh Yusuf, oleh Yakub dan oleh Abraham.  Mereka menjadi orang-orang yang hidup hanya berdasarkan berkat. Pemahaman mereka dangkal, hanya mengenal Allah sebagai pemberi berkat. Sebagai Allah yang memberikan kelimpahan dan mencukupkan hidupnya. Akibatnya dengan mudah sekali, dia tinggalkan Tuhan. Tidak lagi berpegang pada perjanjian, menolak hukum-hukum Tuhan. Mereka tidak lagi percaya kepada Allah, tidak lagi yakin keselamatan yang dari Tuhan. Tidak tetap pada Tuhan, tidak setia pada Tuhan dan kepada ikat-janjinya dengan Tuhan. Akibatnya Tuhan menolak mereka dan tidak dipilih-Nya.
Mengapa banyak orang gagal mengikuti Yesus? Itu terjadi pada Efraim dan bisa terjadi pada setiap kita. Kadangkala kita juga terkejut mengikuti berita tentang orang yang sudah lama mengikut Tuhan dan kemudian mereka lari. Mereka meninggalkan Tuhan karena lupa pada kasih yang mula-mula. Kita terkejut, koq bisa demikian? Pada awal-awalnya dia begitu berapi-api, begitu hebat, begitu sungguh-sungguh dia melayani Tuhan, rela berkorban apa pun, tapi tiba-tiba dia meninggalkan Tuhan. Tiba-tiba ia lari dari Tuhan. Makin lama makin menghilang, makin tidak bergairah dan satu saat dia memutuskan untuk meninggalkan Tuhan. Bisa saja tetap bersama kita di gereja, di camp, dst. Tapi  sebenarnya dia tidak lagi sedang mengikuti Tuhan. Dia tidak lagi memiliki cinta yang mula-mula. Kasih berkobar-kobar, hati yang bergairah kepada Tuhan. Itu yang menjadi perenungan bagi kita.
Kenapa demikian? Banyak orang  yang memulai dengan benar tapi melanjutkan dengan salah. Salah satu faktor penting mengapa hal itu terjadi dan yang menjadi penyebab  sebenarnya adalah seberapa dalam kita mengenal Tuhan. Seberapa kita kenal TuhanYesus itu akan menentukan seberapa jauh kita berjalan bersama dengan Dia.
Jadi pengenalan akan Pribadi Tuhan adalah faktor yang terpenting.
Jika seseorang sedang pacaran mereka sangat bergairah menemukan segala sesuatu yang baru. Ada cinta yang mula-mula. Apa saja bisa menjadi topik yang hangat yang asik buat mereka. Betul? Tapi ketika mereka sudah menikah, mengarungi hidup bersama-sama, punya anak, mulai banyak hal mulai mengganjal dalam kehidupan mereka. Kemudian beberapa waktu lamanya mereka mengambil keputusan untuk berpisah atau bercerai. Apa penyebabnya? Banyak penasehat pernikahan yang mengatakan, o…itu karena si suami atau si istri mulai berubah. Atau keduanya mulai berubah. Benarkah begitu? Tidak juga. Tapi faktor yang utama adalah mereka berhenti untuk saling mengenal lebih dalam lagi. Mereka mulai melihat kegagalan dan kelemahan dan kekurangannya. Tapi tidak lagi memperhatikan kelebihan pasangannya. Jadi sebenarnya penyebab utamanya karena kurangnya pengenalan, miskinnya pemahaman. Demikian juga pengenalan kita akan Tuhan. Seberapa dalam kita mengenal Yesus akan menentukan berapa KM kita berjalan bersama Dia. Jadi kita semua harus mengenal Dia lebih dalam dan lebih dalam lagi.
Begitu besar kerinduan Rasul Paulus untuk terus mengenal lebih lagi dan lebih lagi akan pribadi Yesus.

(Philippians 3:10)  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya

Paulus menuliskan surat ini disaat dia sudah lama mengikut Tuhan. Bukan masa-masa yang baru. Kita sudah lihat pemahaman Rasul Paulus tentang Tuhan Yesus itu begitu luarbiasa. Dalam beberapa suratnya dikatakan, kepadaku telah disingkapkan pewahyuan pengenalan Kristus. Surat-suratnya sudah diakui, betapa luarbiasanya pewahyuan tentang pribadi Yesus. Yang disingkapkan kepada Rasul Paulus itu tergambar dari tulis-tulisannya. Tapi di sini dia tetap berkata: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan…
Jadi mengenal Yesus itu harus benar-benar menjadi passion kita. Itu yang harus kita cari, kita kejar, kita rindukan, kita dapatkan dan upayakan selalu dekat Tuhan lebih dalam, lebih dalam lagi. Tapi dengan pemahaman yang benar. Amin?
Dalam Mat 16 Yesus bertanya pada murid-muridNya. Kata orang siapakah Aku ini?
Kata orang, Kau adalah Yohanes Pembaptis. Kau adalah Yeremia. Kau Elia atau seseorang dari nabi-nabi itu. Banyak pendapat orang mengenai Yesus. Lalu Yesus bertanya pada murid-muridNya lagi: Apa katamu? Siapakah Aku ini? Petrus menjawab: Engkau Adalah, Mesias, Anak, Allah, Yang Hidup. Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, karena bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang di sorga.
Kepada Simon yang masih labil imannya, Bapa memberikan pewahyuan. Itu sesuai dengan keinginan Bapa. Kita pun harus menerima aliran pewahyuan itu. Jangan melihat dirimu dan keadaanmu, merasa masih muda dan belum paham. Asal kita memiliki passion untuk mengenal Dia lebih dalam, maka Dia akan menyingkapkan pribadi Yesus lebih lagi.
Yoh 1:29-37,40
(John 1:36)  Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
(John 1:37)  Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
(John 1:40)  Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Yohanes Pembaptis adalah seorang protokoler kerajaan. Seorang yang menyiapkan jalan, supaya ketika raja datang, maka jalan itu sudah disiap dilewati. Yohanes tidak ingin memberitakan kepada orangbanyak secara sembarangan dan tidak akurat mengenai siapa Yesus. Dia tidak ingin ada pemahaman yang salah tentang pribadi Yesus. Ini penting sekali. Kalau saudara bertobat menerima Yesus dengan pemahaman yang salah, maka pertobatan itu tidak akan membuat Dia mengikut Yesus dengan teguh. Jangan sampai ada orang bertobat menerima Yesus karena takut masuk neraka, atau karena sedang menghadapi problem dan masalah yang berat. Orang-orang yang mengambil keputusan menerima Yesus karena keadaaan-keadaan itu. Ada yang ikut Yesus karena ingin diberkati supaya hidup lebih baik. Itu penerimaan yang salah. Ada yang mengenal  Yesus itu  juruselamat dan sumber berkat. Itu pemahaman yang sangat dangkal. Ada yang ke gereja karena orangtuanya bergereja di situ. Itu adalah faktor lahiriah. Jika alasanmu menerima Yesus karena faktor-faktor itu  dengan mudah kau akan meninggalkan Yesus. Kita harus mendapatkan pandangan dan pengenalan yang jelas siapa Yesus itu sebenarnya? Saudara mengalami upgrade dan update mengenai siapa Yesus itu.
Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Dia sebagai protokoler kerajaan tidak mau salah memperkenalkan Yesus: Behold. Lihat dan  Perhatikan, Itu Anak Domba Allah. Itu tidak akan memenuhi keinginan kita, tidak memenuhi harapan kita. Apa yang selama ini mereka kenal  siapa Yesus dari gerejamu bisa salah. Ternyata apa yang mereka kenal selama ini salah. Ternyata Dia adalah Anak Domba Allah. Yohanes bahkan tidak mengatakan Lihat itu Juru Selamat. Lihat itu Anak Allah. Lihat itu sumber berkat. Lihat Yesus itu sumber jawaban atas segala masalahmu. Yesus itu bukan jawaban atas masalahmu. Jangan terima begitu saja kesaksian orang.  Yesus tidak akan sesuai dengan harapanmu. Dia adalah Anak Domba Allah. Saudara harus mengevaluasi motivasi dan tujuan saudara dalam mengikuti Yesus. Kalau itu tidak sesuai dengan pemikiran dan harapan mu kau akan kecewa dan tinggal tunggu waktu saja kau akan meninggalkan Yesus. Pastikan saudara sahabat Dia dan mitra buat Dia dengan cara dan motivasi yang benar.
Ketika Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah, hanya sedikit sekali orang yang mengikuti Yesus. Sekali lagi evaluasi motivasi saudara dalam mengikut Yesus. Apa karena kau ingin mendapatkan berkat? Hidupmu lancar dan beres-beres saja, tidak ada penderitaan dan kegagalan? Kalau itu yang ada dalam pikiranmu, suatu saat kau akan kecewa dan meninggalkan Dia. Inilah pentingnya saudara melihat Yesus itu sebagai apa. Perhatikan dan lihat dengan saksama – seperti apa yang dikatakan protokoler kerajaan – Yesus adalah Anak Domba Allah yang disembelih untuk menghapus dosa dunia dengan darahNya.
Kondisi Israel pada jaman Yohanes itu sedang dijajah bangsa Roma. Mereka harus membayar pajak kepada kaisar Romawi. Dan mereka juga harus membayar bea Bait Suci menurut hukum-hukum agama. Tetap Yohanes tidak mengatakan: Lihat Yesus sebagai Juru Selamat, Yesus sebagai sumber berkat, Dia adalah Raja yang akan datang itu. Jika Yohanes mengatakan hal-hal demikian, itu hanya untuk memenuhi harapan mereka. Yohanes sebagai protokoler harus memperkenalkan secara tepat dan akurat siapa Yesus itu.
Mereka sungguh-sungguh merasa tertindas saat itu. Jika Yohanes memberitakan Yesus dengan cara yang salah; Yesus sebagai Anak Allah, sebagai sumber berkat, sebagai jawaban segala atas masalah  maka itu akan menjadi masalah yang besar. Yohanes sebaliknya menghapuskan pengharapan kemanusiawian mereka.
Yes 53:7 Dia dianiaya tapi dia membiarkan diri ditindas….
(Isaiah 53:7)  Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Itulah yang terjadi dengan Yesus, Anak Domba Allah.
Jika Yesus itu diperkenalkan Yohanes sebagai Anak Allah, artinya seluruh pengharapan manusia akan terpenuhi. Banyak orang percaya kepada perkataan Yohanes, maka akan ada begitu banyak orang mengikuti Yesus dengan motivasi yang salah. Yohanes telah memperkenalkan Yesus dengan sejujurnya.
Ketika Yohanes memperkenalkan  Yesus sebagai Anak Domba Allah, Andreas, muridnya, mengikuti Yesus. Jadi hanya sedikit orang yang mengikuti Yesus.
Tapi ketika Yesus melakukan mujizat memberi makan 5000 orang dan 4000 orang, mereka mengikuti Yesus kemana pun Yesus pergi dan ingin mengangkat Dia sebagai raja Israel. Itu persepsi dan pemahaman yang salah (error) tentang mengikut Yesus.
Dia adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Itulah misinya. Dosa dunia. Dunia yang dibangun tidak sesuai dengan tatanan Tuhan. Dunia milik Tuhan. Dan darah Yesus sebagai Anak Domba Allah yang tersembelih menghapus dosa dunia.
Itu sebabnya mengapa banyak orang Kristen maju mundur. Ketika diberkati, disembuhkan, dijawab doanya  mereka bergairah. Kesaksian mereka di mimbar gereja akan membuat pemahaman tentang Yesus menjadi makin salah. Motivasi orang akan semakin salah. Walau pun namanya bagi berkat, kesembuhan, pemulihan dan mujizat mungkin yang timbul adalah batu sandungan buat yang lain: iri hati, merasa minder, membuat orang tersebut popular, dst. Hati-hati pengenalan kita akan Tuhan. Mujizat itu bisa jadi adalah ujian buat kita. Apakah itu membuat kita terdorong untuk makin mengenalnya atau hanya menikmati saja. Jangan bergantung pada mujizat.
Daniel 3:16-18
(Daniel 3:16)  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

(Daniel 3:17)  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

(Daniel 3:18)  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Sadrakh, Mesakh dan Abednego memiliki ketetapan. Itu ketetapan mereka dan keputusan mereka, walau pun tidak ada mujizat, mereka tetap sujud dan percaya. Tidak peduli apa yang akan terjadi, hidup kita tidak dipulihkan, kita tetap miskin, doa kita tetap belum terjawab, tidak disembuhkan; kita tetap percaya, bukan karena mujizat atau semuanya itu tapi karena Dia adalah Tuhan. Itu level yang harus kita capai.
Jemaat Makedonia sangat miskin, menderita dan difitnah, tapi memberi dengan limpahnya, melebihi harapan Paulus. Mereka kaya dalam kekurangan.
Ketika saudara diberkati itu adalah titik rawan, karena saudara bisa kehilangan tujuan. Sering kita menganggap, saudara diberkati karena sudah membangun hubungan dengan Tuhan.  
Dia memberkatimu karena Dia punya tujuan.
Lazarus itu miskin sekali. Mendapat makanan remah-remah dan anjing itu menjilati luka-lukanya. Dia mati di pangkuan Abraham (hades). Dia keturunan Abraham. Dia miskin karena Tuhan punya tujuan. Semua yang Tuhan lakukan karena Dia punya tujuan.
Kita diselamatkan bukan karena sudah membangun hubungan dengan Tuhan. Kalau saudara diberkati pastikan saudara medapatkan perkataan dan firmanNya. Saudara diberkati karena ada tujuanNya. Berkat itu untuk mengkonfirmasi perkataan dan firmanNya. Jadi kalau saudara diberkati, pastikan ada perkataan dan firman Tuhan mendatangi hidup saudara. Ketika ada perkataan Tuhan mendatangi hidupmu itu artinya Tuhan memberkatimu.
Yoh 6:25
(John 6:25)  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

(John 6:26)  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

(John 6:27)  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Yesus itu seperti roti spiritual. Mereka minta makanan yang natural, yang jasmani. Manusia hidup buka dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Yoh 6:58 60,61,66
(John 6:58)  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

(John 6:60)  Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

(John 6:61)  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

(John 6:66)  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

 Yoh 6:66 Mereka undur dan tidak lagi mengikuti Dia. 666 ini adalah antikris. Jadi jangan takut jadi antikris, karena saudara punya peluang jadi antikris. Jangan takut setan, karena saudara berpeluang kesetanan.
Kembali ke Yoh. Setelah Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Andreas membuat keputusan untuk mengikut Yesus dan tetap bertahan sampai seterusnya, termasuk Simon Petrus, Thomas, Filipus, …Mereka bertahan mengikut Yesus sampai mati. Mereka rela berkorban bagi Yesus.
Kalau saudara mengenal dan mengikuti Yesus sebagai Anak Domba Allah, kau tidak akan jatuh.
Apa artinya anak domba? Anak domba  tidak punya hak baik mati mau pun hidup. Tidak punya otoritas apa pun. Jika kita mengikuti Yesus sebagai  Anak Domba kita sedang masuki hidup tanpa hak dan otoritas. Walau pun ada srigala mau memakannya, dia pasrah.
JIka kita mau bertahan mengikut Yesus sebagai anak domba Allah:
·         Kita tidak punya hak lagi, sekarang hak sepenuhnya adalah miliki Tuhan. Hak atas uang, rumah, hak atas dihormati, hak atas istri,anak.
·         Kita terpanggil untuk mengerjakan dan menggenapi tujuan Tuhan saja, bukan tujuan diri kita.
·         Yesus Anak Domba yang tersembelih. Dia menjadi korban bagi Allah. Kita pun harus siap menjadi korban bagi Tuhan.

Lukas 9:23-27
Ay23. Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Urutannya, sebelum kau dapat mengikuti Yesus pertama-tama kau harus: 1)Menyangkal diri, 2)memikul salib dan 3) baru bisa mengikut Yesus.
Jadi pertama-tama menyangkal diri, kedua memikul salib setiap hari dan baru mengikut Yesus.
Menyangkal diri artinya tidak punya hak dan tidak punya otoritas. 

"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Pikul salib sendiri, bukan salib Kristus. Salib sendiri, mati terhadap diri sendiri: terhadap ego, kepentingan. Kita juga harus siap berkorban sehingga walau pun kehilangan nyawa, kehilangan hal-hal jasmani, hal-hal natura, kita akan mendapatkan Zoe (kehidupan ilahi): Yoh 6:23-24.
Bagaimana kita bisa menemukan Yesus sebagai Anak Domba? Menjadi pemahaman yang jelas, menjadi iman, menjadi pengertian dan mengambil keputusan untuk mengikuti Dia sebagai Anak Domba Allah tanpa keraguan lagi.
·         Mat 5:8 Berbahagialah orang yang murni hatinya (pure in heart). Motivasi hatimu harus murni.  Tanggulangi dulu apa yang ada dalam hati saudara.
·         Yoh16:16 Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Sesaat saja kita melihat Yesus secara natural dan kemudian kita lihat Dia secara spiritual. Behold…. Lihat dalam dimensi spiritual…. Berhenti melihat Yesus secara natural. Mulai melihat Dia secara spiritual. Lupakan berkat-berkat, lupakan apa yang Dia sudah kerjakan dalam hidup kita. Lupakan mujizat-mujizat.  Kita menyembah Dia bukan karena apa yang sudah DIA kerjakan dalam hidup kita, bukan karena apa yang Dia sudah berikan. Dia akan menguji kita. Suatu saat Dia akan stop semua berkat dan mujizat-mujizat. Apakah dalam saat itu kita akan meninggalkanNya?  Because I go to the Father…..continually …. (present continuous). Artinya Yesus akan selalu pergi kepada Bapa, terus menerus. Jangan menganggap Yesus itu adalah jawaban buat persoalan hidupmu. (Namun jika kau berada di tempat di mana Yesus berada, kau yang menyelaraskan diri kepada kebenaran dan firmanNya, otomatis kau ada dalam perlindungan dan penyediaanNya).
·         Mark 6:3-4 Mereka kecewa, karena mereka melihatNya dan mengenalNya secara natural. Kita akan kecewa kalau mengenali Yesus secara natural. Kenali Yesus seperti dinyatakan dalam kitab Pewahyuan Yesus Kristus (kitab Wahyu). Kaitkan hidupmu, masalahmu, kesulitanmu, berkat-berkat yang kau terima, mujizat yang kau terima, dengan pemahaman Yesus sebagai Anak Domba, maka kau tidak akan kecewa dan tidak jatuh dalam dosa kesombongan. Jika tidak, kau akan meninggalkan Yesus.
Hampir-hampir Daud tergelincir melihat hal-hal natural….lalu dia masuk ke tempat  kudusNya. Ternyata Tuhan menaruh mereka di tempat-tempat licin…

Kis 2:42,46. Dari cara hidup jemaat yang mula-mula, kita tau, ternyata mereka mengikut Yesus sebagai Anak Domba Allah. Mereka selalu mengingat Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih.
Lukas 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
1 Kor 11:23-26
(1 Corinthians 11:23)  Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

(1 Corinthians 11:24)  dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

(1 Corinthians 11:25)  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

(1 Corinthians 11:26)  Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Memecah-mecah roti adalah perintah Tuhan, untuk menjadi ingat-ingatan akan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang disembelih dan yang menyerahkan nyawaNya.
Jadi mereka mengikut Yesus sebagai Anak Domba yang menyebabkan mereka memberikan diri, bersedia berkorban.  Ikuti Dia sebagai Anak Domba.



Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...