Langsung ke konten utama

YESUS ANAK DOMBA ALLAH YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA

MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL DALAM MENGIKUT YESUS
Ps.Yappy Widjaya 31 Juli 2016
MAZ  78: 9-11,22,27
(Psalms 78:9-11)  Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.

(Psalms 78:22)  sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya.
(Psalms 78:37)  Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
(Psalms 78:67)  Ia menolak kemah Yusuf, dan suku Efraim tidak dipilih-Nya,

Efraim adalah anak Yusuf. Bani Efraim sudah meninggalkan Tuhan. Tidak lagi berpegang pada perjanjian (covenant) dengan Tuhan. Menolak berjalan dalam hukum-hukum Tuhan.  Hanya mengikuti kehendaknya dan pikirannya. Merasa tidak memerlukan Tuhan lagi. Mereka hidup menurut agendanya, menurut seleranya, menurut keinginannya. Mereka tidak kekurangan fasilitas dan sumberdaya, mereka memiliki segalanya bahkan memiliki warisan tanah terbesar dibandingkan suku-suku yang lain. Jadi mereka berkelimpahan dalam segala sarana dan prasarana dan sumberdaya. Tapi walau pun bersenjata lengkap, mereka berbalik pada pertempuran dan meninggalkan atau menolak perintah Tuhan melawan musuh-musuh Tuhan bersama-sama suku-suku yang lain. Itu yang dilakukan Efraim. Mengapa? Karena Efraim hanya ingin menikmati kelimpahan dan berkat-berkat dan warisan yang sudah diperoleh bapa-bapa leluhurnya, baik oleh Yusuf, oleh Yakub dan oleh Abraham.  Mereka menjadi orang-orang yang hidup hanya berdasarkan berkat. Pemahaman mereka dangkal, hanya mengenal Allah sebagai pemberi berkat. Sebagai Allah yang memberikan kelimpahan dan mencukupkan hidupnya. Akibatnya dengan mudah sekali, dia tinggalkan Tuhan. Tidak lagi berpegang pada perjanjian, menolak hukum-hukum Tuhan. Mereka tidak lagi percaya kepada Allah, tidak lagi yakin keselamatan yang dari Tuhan. Tidak tetap pada Tuhan, tidak setia pada Tuhan dan kepada ikat-janjinya dengan Tuhan. Akibatnya Tuhan menolak mereka dan tidak dipilih-Nya.
Mengapa banyak orang gagal mengikuti Yesus? Itu terjadi pada Efraim dan bisa terjadi pada setiap kita. Kadangkala kita juga terkejut mengikuti berita tentang orang yang sudah lama mengikut Tuhan dan kemudian mereka lari. Mereka meninggalkan Tuhan karena lupa pada kasih yang mula-mula. Kita terkejut, koq bisa demikian? Pada awal-awalnya dia begitu berapi-api, begitu hebat, begitu sungguh-sungguh dia melayani Tuhan, rela berkorban apa pun, tapi tiba-tiba dia meninggalkan Tuhan. Tiba-tiba ia lari dari Tuhan. Makin lama makin menghilang, makin tidak bergairah dan satu saat dia memutuskan untuk meninggalkan Tuhan. Bisa saja tetap bersama kita di gereja, di camp, dst. Tapi  sebenarnya dia tidak lagi sedang mengikuti Tuhan. Dia tidak lagi memiliki cinta yang mula-mula. Kasih berkobar-kobar, hati yang bergairah kepada Tuhan. Itu yang menjadi perenungan bagi kita.
Kenapa demikian? Banyak orang  yang memulai dengan benar tapi melanjutkan dengan salah. Salah satu faktor penting mengapa hal itu terjadi dan yang menjadi penyebab  sebenarnya adalah seberapa dalam kita mengenal Tuhan. Seberapa kita kenal TuhanYesus itu akan menentukan seberapa jauh kita berjalan bersama dengan Dia.
Jadi pengenalan akan Pribadi Tuhan adalah faktor yang terpenting.
Jika seseorang sedang pacaran mereka sangat bergairah menemukan segala sesuatu yang baru. Ada cinta yang mula-mula. Apa saja bisa menjadi topik yang hangat yang asik buat mereka. Betul? Tapi ketika mereka sudah menikah, mengarungi hidup bersama-sama, punya anak, mulai banyak hal mulai mengganjal dalam kehidupan mereka. Kemudian beberapa waktu lamanya mereka mengambil keputusan untuk berpisah atau bercerai. Apa penyebabnya? Banyak penasehat pernikahan yang mengatakan, o…itu karena si suami atau si istri mulai berubah. Atau keduanya mulai berubah. Benarkah begitu? Tidak juga. Tapi faktor yang utama adalah mereka berhenti untuk saling mengenal lebih dalam lagi. Mereka mulai melihat kegagalan dan kelemahan dan kekurangannya. Tapi tidak lagi memperhatikan kelebihan pasangannya. Jadi sebenarnya penyebab utamanya karena kurangnya pengenalan, miskinnya pemahaman. Demikian juga pengenalan kita akan Tuhan. Seberapa dalam kita mengenal Yesus akan menentukan berapa KM kita berjalan bersama Dia. Jadi kita semua harus mengenal Dia lebih dalam dan lebih dalam lagi.
Begitu besar kerinduan Rasul Paulus untuk terus mengenal lebih lagi dan lebih lagi akan pribadi Yesus.

(Philippians 3:10)  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya

Paulus menuliskan surat ini disaat dia sudah lama mengikut Tuhan. Bukan masa-masa yang baru. Kita sudah lihat pemahaman Rasul Paulus tentang Tuhan Yesus itu begitu luarbiasa. Dalam beberapa suratnya dikatakan, kepadaku telah disingkapkan pewahyuan pengenalan Kristus. Surat-suratnya sudah diakui, betapa luarbiasanya pewahyuan tentang pribadi Yesus. Yang disingkapkan kepada Rasul Paulus itu tergambar dari tulis-tulisannya. Tapi di sini dia tetap berkata: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan…
Jadi mengenal Yesus itu harus benar-benar menjadi passion kita. Itu yang harus kita cari, kita kejar, kita rindukan, kita dapatkan dan upayakan selalu dekat Tuhan lebih dalam, lebih dalam lagi. Tapi dengan pemahaman yang benar. Amin?
Dalam Mat 16 Yesus bertanya pada murid-muridNya. Kata orang siapakah Aku ini?
Kata orang, Kau adalah Yohanes Pembaptis. Kau adalah Yeremia. Kau Elia atau seseorang dari nabi-nabi itu. Banyak pendapat orang mengenai Yesus. Lalu Yesus bertanya pada murid-muridNya lagi: Apa katamu? Siapakah Aku ini? Petrus menjawab: Engkau Adalah, Mesias, Anak, Allah, Yang Hidup. Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, karena bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang di sorga.
Kepada Simon yang masih labil imannya, Bapa memberikan pewahyuan. Itu sesuai dengan keinginan Bapa. Kita pun harus menerima aliran pewahyuan itu. Jangan melihat dirimu dan keadaanmu, merasa masih muda dan belum paham. Asal kita memiliki passion untuk mengenal Dia lebih dalam, maka Dia akan menyingkapkan pribadi Yesus lebih lagi.
Yoh 1:29-37,40
(John 1:36)  Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
(John 1:37)  Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
(John 1:40)  Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Yohanes Pembaptis adalah seorang protokoler kerajaan. Seorang yang menyiapkan jalan, supaya ketika raja datang, maka jalan itu sudah disiap dilewati. Yohanes tidak ingin memberitakan kepada orangbanyak secara sembarangan dan tidak akurat mengenai siapa Yesus. Dia tidak ingin ada pemahaman yang salah tentang pribadi Yesus. Ini penting sekali. Kalau saudara bertobat menerima Yesus dengan pemahaman yang salah, maka pertobatan itu tidak akan membuat Dia mengikut Yesus dengan teguh. Jangan sampai ada orang bertobat menerima Yesus karena takut masuk neraka, atau karena sedang menghadapi problem dan masalah yang berat. Orang-orang yang mengambil keputusan menerima Yesus karena keadaaan-keadaan itu. Ada yang ikut Yesus karena ingin diberkati supaya hidup lebih baik. Itu penerimaan yang salah. Ada yang mengenal  Yesus itu  juruselamat dan sumber berkat. Itu pemahaman yang sangat dangkal. Ada yang ke gereja karena orangtuanya bergereja di situ. Itu adalah faktor lahiriah. Jika alasanmu menerima Yesus karena faktor-faktor itu  dengan mudah kau akan meninggalkan Yesus. Kita harus mendapatkan pandangan dan pengenalan yang jelas siapa Yesus itu sebenarnya? Saudara mengalami upgrade dan update mengenai siapa Yesus itu.
Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Dia sebagai protokoler kerajaan tidak mau salah memperkenalkan Yesus: Behold. Lihat dan  Perhatikan, Itu Anak Domba Allah. Itu tidak akan memenuhi keinginan kita, tidak memenuhi harapan kita. Apa yang selama ini mereka kenal  siapa Yesus dari gerejamu bisa salah. Ternyata apa yang mereka kenal selama ini salah. Ternyata Dia adalah Anak Domba Allah. Yohanes bahkan tidak mengatakan Lihat itu Juru Selamat. Lihat itu Anak Allah. Lihat itu sumber berkat. Lihat Yesus itu sumber jawaban atas segala masalahmu. Yesus itu bukan jawaban atas masalahmu. Jangan terima begitu saja kesaksian orang.  Yesus tidak akan sesuai dengan harapanmu. Dia adalah Anak Domba Allah. Saudara harus mengevaluasi motivasi dan tujuan saudara dalam mengikuti Yesus. Kalau itu tidak sesuai dengan pemikiran dan harapan mu kau akan kecewa dan tinggal tunggu waktu saja kau akan meninggalkan Yesus. Pastikan saudara sahabat Dia dan mitra buat Dia dengan cara dan motivasi yang benar.
Ketika Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah, hanya sedikit sekali orang yang mengikuti Yesus. Sekali lagi evaluasi motivasi saudara dalam mengikut Yesus. Apa karena kau ingin mendapatkan berkat? Hidupmu lancar dan beres-beres saja, tidak ada penderitaan dan kegagalan? Kalau itu yang ada dalam pikiranmu, suatu saat kau akan kecewa dan meninggalkan Dia. Inilah pentingnya saudara melihat Yesus itu sebagai apa. Perhatikan dan lihat dengan saksama – seperti apa yang dikatakan protokoler kerajaan – Yesus adalah Anak Domba Allah yang disembelih untuk menghapus dosa dunia dengan darahNya.
Kondisi Israel pada jaman Yohanes itu sedang dijajah bangsa Roma. Mereka harus membayar pajak kepada kaisar Romawi. Dan mereka juga harus membayar bea Bait Suci menurut hukum-hukum agama. Tetap Yohanes tidak mengatakan: Lihat Yesus sebagai Juru Selamat, Yesus sebagai sumber berkat, Dia adalah Raja yang akan datang itu. Jika Yohanes mengatakan hal-hal demikian, itu hanya untuk memenuhi harapan mereka. Yohanes sebagai protokoler harus memperkenalkan secara tepat dan akurat siapa Yesus itu.
Mereka sungguh-sungguh merasa tertindas saat itu. Jika Yohanes memberitakan Yesus dengan cara yang salah; Yesus sebagai Anak Allah, sebagai sumber berkat, sebagai jawaban segala atas masalah  maka itu akan menjadi masalah yang besar. Yohanes sebaliknya menghapuskan pengharapan kemanusiawian mereka.
Yes 53:7 Dia dianiaya tapi dia membiarkan diri ditindas….
(Isaiah 53:7)  Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Itulah yang terjadi dengan Yesus, Anak Domba Allah.
Jika Yesus itu diperkenalkan Yohanes sebagai Anak Allah, artinya seluruh pengharapan manusia akan terpenuhi. Banyak orang percaya kepada perkataan Yohanes, maka akan ada begitu banyak orang mengikuti Yesus dengan motivasi yang salah. Yohanes telah memperkenalkan Yesus dengan sejujurnya.
Ketika Yohanes memperkenalkan  Yesus sebagai Anak Domba Allah, Andreas, muridnya, mengikuti Yesus. Jadi hanya sedikit orang yang mengikuti Yesus.
Tapi ketika Yesus melakukan mujizat memberi makan 5000 orang dan 4000 orang, mereka mengikuti Yesus kemana pun Yesus pergi dan ingin mengangkat Dia sebagai raja Israel. Itu persepsi dan pemahaman yang salah (error) tentang mengikut Yesus.
Dia adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Itulah misinya. Dosa dunia. Dunia yang dibangun tidak sesuai dengan tatanan Tuhan. Dunia milik Tuhan. Dan darah Yesus sebagai Anak Domba Allah yang tersembelih menghapus dosa dunia.
Itu sebabnya mengapa banyak orang Kristen maju mundur. Ketika diberkati, disembuhkan, dijawab doanya  mereka bergairah. Kesaksian mereka di mimbar gereja akan membuat pemahaman tentang Yesus menjadi makin salah. Motivasi orang akan semakin salah. Walau pun namanya bagi berkat, kesembuhan, pemulihan dan mujizat mungkin yang timbul adalah batu sandungan buat yang lain: iri hati, merasa minder, membuat orang tersebut popular, dst. Hati-hati pengenalan kita akan Tuhan. Mujizat itu bisa jadi adalah ujian buat kita. Apakah itu membuat kita terdorong untuk makin mengenalnya atau hanya menikmati saja. Jangan bergantung pada mujizat.
Daniel 3:16-18
(Daniel 3:16)  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

(Daniel 3:17)  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

(Daniel 3:18)  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Sadrakh, Mesakh dan Abednego memiliki ketetapan. Itu ketetapan mereka dan keputusan mereka, walau pun tidak ada mujizat, mereka tetap sujud dan percaya. Tidak peduli apa yang akan terjadi, hidup kita tidak dipulihkan, kita tetap miskin, doa kita tetap belum terjawab, tidak disembuhkan; kita tetap percaya, bukan karena mujizat atau semuanya itu tapi karena Dia adalah Tuhan. Itu level yang harus kita capai.
Jemaat Makedonia sangat miskin, menderita dan difitnah, tapi memberi dengan limpahnya, melebihi harapan Paulus. Mereka kaya dalam kekurangan.
Ketika saudara diberkati itu adalah titik rawan, karena saudara bisa kehilangan tujuan. Sering kita menganggap, saudara diberkati karena sudah membangun hubungan dengan Tuhan.  
Dia memberkatimu karena Dia punya tujuan.
Lazarus itu miskin sekali. Mendapat makanan remah-remah dan anjing itu menjilati luka-lukanya. Dia mati di pangkuan Abraham (hades). Dia keturunan Abraham. Dia miskin karena Tuhan punya tujuan. Semua yang Tuhan lakukan karena Dia punya tujuan.
Kita diselamatkan bukan karena sudah membangun hubungan dengan Tuhan. Kalau saudara diberkati pastikan saudara medapatkan perkataan dan firmanNya. Saudara diberkati karena ada tujuanNya. Berkat itu untuk mengkonfirmasi perkataan dan firmanNya. Jadi kalau saudara diberkati, pastikan ada perkataan dan firman Tuhan mendatangi hidup saudara. Ketika ada perkataan Tuhan mendatangi hidupmu itu artinya Tuhan memberkatimu.
Yoh 6:25
(John 6:25)  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

(John 6:26)  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

(John 6:27)  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Yesus itu seperti roti spiritual. Mereka minta makanan yang natural, yang jasmani. Manusia hidup buka dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Yoh 6:58 60,61,66
(John 6:58)  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

(John 6:60)  Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

(John 6:61)  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

(John 6:66)  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

 Yoh 6:66 Mereka undur dan tidak lagi mengikuti Dia. 666 ini adalah antikris. Jadi jangan takut jadi antikris, karena saudara punya peluang jadi antikris. Jangan takut setan, karena saudara berpeluang kesetanan.
Kembali ke Yoh. Setelah Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Andreas membuat keputusan untuk mengikut Yesus dan tetap bertahan sampai seterusnya, termasuk Simon Petrus, Thomas, Filipus, …Mereka bertahan mengikut Yesus sampai mati. Mereka rela berkorban bagi Yesus.
Kalau saudara mengenal dan mengikuti Yesus sebagai Anak Domba Allah, kau tidak akan jatuh.
Apa artinya anak domba? Anak domba  tidak punya hak baik mati mau pun hidup. Tidak punya otoritas apa pun. Jika kita mengikuti Yesus sebagai  Anak Domba kita sedang masuki hidup tanpa hak dan otoritas. Walau pun ada srigala mau memakannya, dia pasrah.
JIka kita mau bertahan mengikut Yesus sebagai anak domba Allah:
·         Kita tidak punya hak lagi, sekarang hak sepenuhnya adalah miliki Tuhan. Hak atas uang, rumah, hak atas dihormati, hak atas istri,anak.
·         Kita terpanggil untuk mengerjakan dan menggenapi tujuan Tuhan saja, bukan tujuan diri kita.
·         Yesus Anak Domba yang tersembelih. Dia menjadi korban bagi Allah. Kita pun harus siap menjadi korban bagi Tuhan.

Lukas 9:23-27
Ay23. Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Urutannya, sebelum kau dapat mengikuti Yesus pertama-tama kau harus: 1)Menyangkal diri, 2)memikul salib dan 3) baru bisa mengikut Yesus.
Jadi pertama-tama menyangkal diri, kedua memikul salib setiap hari dan baru mengikut Yesus.
Menyangkal diri artinya tidak punya hak dan tidak punya otoritas. 

"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Pikul salib sendiri, bukan salib Kristus. Salib sendiri, mati terhadap diri sendiri: terhadap ego, kepentingan. Kita juga harus siap berkorban sehingga walau pun kehilangan nyawa, kehilangan hal-hal jasmani, hal-hal natura, kita akan mendapatkan Zoe (kehidupan ilahi): Yoh 6:23-24.
Bagaimana kita bisa menemukan Yesus sebagai Anak Domba? Menjadi pemahaman yang jelas, menjadi iman, menjadi pengertian dan mengambil keputusan untuk mengikuti Dia sebagai Anak Domba Allah tanpa keraguan lagi.
·         Mat 5:8 Berbahagialah orang yang murni hatinya (pure in heart). Motivasi hatimu harus murni.  Tanggulangi dulu apa yang ada dalam hati saudara.
·         Yoh16:16 Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Sesaat saja kita melihat Yesus secara natural dan kemudian kita lihat Dia secara spiritual. Behold…. Lihat dalam dimensi spiritual…. Berhenti melihat Yesus secara natural. Mulai melihat Dia secara spiritual. Lupakan berkat-berkat, lupakan apa yang Dia sudah kerjakan dalam hidup kita. Lupakan mujizat-mujizat.  Kita menyembah Dia bukan karena apa yang sudah DIA kerjakan dalam hidup kita, bukan karena apa yang Dia sudah berikan. Dia akan menguji kita. Suatu saat Dia akan stop semua berkat dan mujizat-mujizat. Apakah dalam saat itu kita akan meninggalkanNya?  Because I go to the Father…..continually …. (present continuous). Artinya Yesus akan selalu pergi kepada Bapa, terus menerus. Jangan menganggap Yesus itu adalah jawaban buat persoalan hidupmu. (Namun jika kau berada di tempat di mana Yesus berada, kau yang menyelaraskan diri kepada kebenaran dan firmanNya, otomatis kau ada dalam perlindungan dan penyediaanNya).
·         Mark 6:3-4 Mereka kecewa, karena mereka melihatNya dan mengenalNya secara natural. Kita akan kecewa kalau mengenali Yesus secara natural. Kenali Yesus seperti dinyatakan dalam kitab Pewahyuan Yesus Kristus (kitab Wahyu). Kaitkan hidupmu, masalahmu, kesulitanmu, berkat-berkat yang kau terima, mujizat yang kau terima, dengan pemahaman Yesus sebagai Anak Domba, maka kau tidak akan kecewa dan tidak jatuh dalam dosa kesombongan. Jika tidak, kau akan meninggalkan Yesus.
Hampir-hampir Daud tergelincir melihat hal-hal natural….lalu dia masuk ke tempat  kudusNya. Ternyata Tuhan menaruh mereka di tempat-tempat licin…

Kis 2:42,46. Dari cara hidup jemaat yang mula-mula, kita tau, ternyata mereka mengikut Yesus sebagai Anak Domba Allah. Mereka selalu mengingat Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih.
Lukas 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
1 Kor 11:23-26
(1 Corinthians 11:23)  Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

(1 Corinthians 11:24)  dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

(1 Corinthians 11:25)  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

(1 Corinthians 11:26)  Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Memecah-mecah roti adalah perintah Tuhan, untuk menjadi ingat-ingatan akan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang disembelih dan yang menyerahkan nyawaNya.
Jadi mereka mengikut Yesus sebagai Anak Domba yang menyebabkan mereka memberikan diri, bersedia berkorban.  Ikuti Dia sebagai Anak Domba.



Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...