Langsung ke konten utama

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)


Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan, menjadi fokus pada keinginan kedagingan. Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah. Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia, yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna, memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah.



Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan penghukuman yang terjadi pada zaman Nuh:

Garis Keturunan Manusia dan Perkembangan Kejahatan

  1. Garis Keturunan Set (Anak-anak Allah):

    • Set melahirkan Enos, sebagaimana tercatat dalam Kitab Kejadian pasal 4 ayat terakhir (ayat 26).

    • Dari garis keturunan Set inilah, yang melahirkan Yesus, penyebutannya adalah anak-anak Allah.

    • Kitab Lukas dalam silsilah keturunan Yesus menyebut Adam adalah anak Allah, yang merupakan cikal bakal dari anak Allah.

    • Garis keturunan Set merupakan pengharapan Tuhan.

  2. Garis Keturunan Kain (Anak-anak Manusia):

    • Keturunan Kain disebut anak-anak manusia oleh Musa, yang diartikan sebagai original atau diri manusia tanpa Tuhan.

    • Kain lari dari hadapan Tuhan dan membangun peradaban yang canggih, hebat, dan luar biasa tanpa Tuhan.

    • Keturunan Kain mulai memanggil diri mereka sebagai “Tuhan”, menandakan kondisi yang memburuk (karakter yang serupa iblis, ingin menyamai yang Maha Tinggi).

    • Dari keturunan Kain mulai bertumbuh yang disebut dengan dewa-dewa.

    • Mereka membangun peradaban, kemajuan, dan membuat perempuan-perempuan mereka menjadi cantik secara lahiriah (mungkin dengan penemuan bahan-bahan dan alat-alat kosmetik).

    • Naama, adik perempuan Tubal Kain (Kejadian 4:22), berarti "dicintai" (loveliness) atau kecantikan yang menyenangkan untuk dilihat, tetapi menurut ukuran daging, bukan ukuran Tuhan. Hanya nama Naama dari keturunan Kain yang disebut.

    • (spirit Kain tidak bisa mati ditenggelamkan air bah, tapi menjelma menjadi spirit Babel. 

    • (Setelah peristiwa air bah, Allah memulai lagi dari Sem, mulai membangun kemah atau rumah rohani Sem.)

    • (Rumah rohani Sem merumahi Arpaksad, Selah, Eber alias Heber alias Hebrew alias Ibrani dan keturunan Eber; termasuk abang Yafet. Kejadian 10:21 (TB)  Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet).

    • (Keturunan rohani ini hampir terputus pada Terah, karena ia bergaul dengan keturunan Kain, yaitu keturunan Nimrod, raja Babel. Kej 10:8-10)

    • (Allah harus memulai lagi pada Abram dan memanggilnya keluar dari Ur Kasdim, di Mesopotamia)

    • (Abram berusaha dibelokkan ke Mesir dan hasilnya adalah Ismael dan keturunannya).

    • (Kita melihat pola iblis yang selalu berusaha menghancurkan apa yang Allah mau bangun atau menjadikan. Ia menghancurkan bumi pertama dan juga Kain, yang merupakan pengharapan Tuhan, karena ia yang sulung).

    • (Demikian juga ia mengacak-acak keturunan Set, yakni pada zaman Enos. Kej 4:26 dimana ada orang-orang yang meninggikan diri dan disebut dewa-dewa.


  • (Melalui Sem pula, Tuhan mulai membentuk keimamatan Melkisedek.)

  • Dan akhirnya Tuhan menemukan Abraham dan memulai lagi darinya.

  • Abram dikenal sebagai orang Ibrani (Hebrew atau keturunan Eber) Kej 14:23. Artinya Abram pernah masuk atau menjadi anak rohani pada rumah rohani Sem.

  • Sem diutus Tuhan melalui keimamatan Melkisedek  untuk menyelamatkan Abram dari Sodom, setelah Allah menyertai Abram dalam peperangan. Kej 14:18-20.

  • Keimamatan Melkisedek memberkati, menolong dan menguatkan kita dalam masa peperangan, waktu pencobaan dan mengambil keputusan. 


II. Kemunduran Rohani dan Kekuatan Daging

  1. Anak-anak Allah Jatuh dalam Kedagingan:

    • Anak-anak Allah (dari garis Set) melihat anak-anak perempuan manusia (dari garis Kain) itu cantik-cantik.

    • Mereka mengambil istri dari perempuan-perempuan yang disukai mereka.

    • Ini adalah suatu kemunduran bagi anak-anak Allah. Mereka tidak melihat dengan mata spiritual, melainkan menilai segala sesuatu secara lahiriah atau daging.

    • Daya tarik kecantikan adalah sebuah penarikan kuat kepada kekuatan daging. Jika seseorang tertarik pada kecantikan wanita, itu berarti dagingnya yang diseret untuk memberikan penilaian lahiriah.

    • Kemunduran ini merupakan upaya iblis untuk membangun kerajaan dunia dengan versinya agar ia menjadi penguasa di bumi, sehingga dapat menggagalkan rencana Allah.

  2. Hidup Menurut Daging:

    • Manusia mulai hidup secara daging saja, berjalan menurut pilihan kedagingannya sendiri. Allah atau Roh Allah tidak dilibatkan dalam hal itu.

    • Daging berasal dari debu tanah (Kejadian 3:14). Iblis dikutuk untuk memakan debu tanah seumur hidupnya, yang berarti iblis memakan kehidupan kedagingan manusia atau tubuh manusia. Kutukan ini terjadi terus-menerus.

    • Keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh Allah (Galatia 5:17).

    • Jika seseorang selalu ingin memuaskan keinginan dagingnya (bukan hanya seksual, tetapi juga kepuasan, martabat, reputasi), itu adalah kejahatan yang besar di mata Tuhan.

  3. Hati yang Jahat:

    • Tuhan mendapati bahwa segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata (continually).

    • Hati terdiri dari batin (roh), pikiran, perasaan, dan kehendak bebas (jiwa).

    • Roh memang penurut (setiaan) tetapi daging lemah (Matius 26:41). Hati yang jahat berarti unsur jiwa (terutama pikiran) bertentangan dengan kehendak dan kebenaran.

    • Manusia selalu ingin memuaskan kedagingan dan berfokus pada apa yang terbaik untuk dirinya/cita-citanya.

  4. Kondisi Rohani Puncak Kejahatan:

    • Berfirmanlah Tuhan, "Rohku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia" karena manusia itu adalah daging (Kejadian 6:3).

    • Roh Tuhan tidak lagi berguna karena selalu ditentang oleh keinginan daging.

    • Tujuan Roh Kudus adalah menyadarkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yohanes 16:8), serta memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13).

    • Tuhan memberikan batas waktu 120 tahun (sejak didapati Roh Kudus tidak berguna) untuk Nuh membangun Bahtera.

III. Nefilim dan Penyesalan Allah

  1. Orang-orang Perkasa (Nefilim):

    • Ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, mereka melahirkan anak-anak.

    • Pada waktu itu, ada orang-orang raksasa (Nevil) di bumi.

    • Nefilim diartikan sebagai orang-orang yang telah fail (gagal atau jatuh) dari dosa dan ketidakbenaran.

    • Mereka disebut orang-orang gib dalam terjemahan Ibrani: orang gagah perkasa, orang sukses, bertenaga kuat, pejuang, berani, hebat, orang-orang kenamaan (populer, memiliki martabat/reputasi sham).

  2. Penyesalan dan Kedukaan Tuhan:

    • Ayat yang mengerikan (Kejadian 6:6): Maka menyesallah Tuhan bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hatinya.

    • Penyesalan (repented/bertobat/berbalik arah) Tuhan terjadi karena Ia telah asah (memproses) manusia lewat Roh-Nya agar segambar dan serupa dengan Dia, tetapi upaya itu sia-sia.

    • Hal ini memilukan dan mendukakan hati Tuhan (grief—duka spiritual).

    • Tuhan menganggap tidak ada gunanya lagi memproses lanjut manusia untuk menggenapi rencana-Nya (Kejadian 1:26-29).

    • Kondisi ini disebut kegelapan spiritual menutupi bumi (Yesaya 60:2).

IV. Penghakiman dan Nuh

  1. Keputusan Penghukuman:

    • Tuhan berfirman, "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab aku menyesal bahwa aku telah menjadikan mereka" (Kejadian 6:7).

    • Allah akan melenyapkan manusia demi tercapainya rencana-Nya (Kejadian 1:26-29) dan untuk menjadikan langit baru dan bumi baru (Yesaya 66:22).

    • Tuhan memutuskan mengakhiri hidup segala makhluk karena bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka (Kejadian 6:13).

    • Yang Allah musnahkan adalah yang hidup dalam kondisi kedagingan, hanya sebagai makhluk ciptaan, seperti binatang. Bumi sangat rusak (koruphat) di hadapan Allah.

  2. Hukum Penghakiman Allah:

    • Allah adalah pemilik bumi dan hanya orang-orang benar yang diizinkan tinggal di sana (Mazmur 24:1).

    • Allah tidak menghukum semena-mena, tetapi hanya apabila kejahatan manusia sudah mencapai batas full (genap/lengkap/wholess).

    • Contohnya adalah kejahatan orang Amori (Kejadian 15:13, 16) dan dosa Sodom dan Gomora.

    • Tuhan sabar (2 Petrus 3:9), menghendaki semua orang berbalik dan bertobat. Roh Kudus terus mengingatkan, tetapi jika hati sudah tetap tidak mau hidup menurut Roh Kudus, penghakiman akan terjadi.

    • Tuhan mengambil tindakan ketika sudah sampai posisi dosa itu matang (genap).

    • Dia melihatnya dari keturunan Set atau orang yang mewakili orang benar atau diharapkan oleh Tuhan.

    • Ketika anugerah atau kasih karunia itu ditolak manusia berarti Roh Tuhan terhenti bekerja dan diganti dengan penghukuman.

    • Dosa yang tidak dapat diampuni lagi ketika aliran anugerah itu tertutup, yaitu sama dengan dosa yang menghujat Roh Kudus, sehingga aliran kehidupan itu terhenti.


  1. Nuh sebagai Mitra dan Standar Kebenaran:

    • Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan (Kejadian 6:8).

    • Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya (Kejadian 6:9).

    • Nuh hidup bergaul dengan Allah (walk with God / halak), sama seperti Henokh. Ini menunjukkan tidak ada yang mau bergaul dengan Allah selain Nuh. Bergaul berarti sepakat dalam tujuan dan cara berjalan.

    • Nuh didapati sebagai mitra Allah untuk penggenapan Kejadian 1:26-29.

    • Nuh dilihat benar di hadapan Tuhan (Kejadian 7:1).

    • Bumi akan kembali lagi menjadi milik orang-orang benar, dan kehidupan dimulai dari orang benar (Nuh), tidak lagi dari Adam.

  2. Ketaatan Nuh dan Bahtera:

    • Nuh taat mempersiapkan bahtera sesuai petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan (Ibrani 11:7).

    • Nuh membangun bahtera di daratan, meskipun belum pernah ada hujan turun ke bumi sebelumnya (Kejadian 2:5).

    • Karena iman dan ketaatan itu, Nuh menghukum dunia.

    • Air bah meliputi bumi selama 40 hari, dan bahtera (lambang ketaatan dan keselamatan) naik tinggi di atas banjir.

    • Ketika musuh datang seperti banjir, Roh Tuhan akan mengangkat standar dalam kehidupan orang benar di atas banjir itu (Yesaya 59:19). Hidup Nuh berada di atas ukuran orang jahat.

  3. Relevansi Akhir Zaman:

    • Yesus menyamakan kondisi kedatangan Anak Manusia kelak seperti zaman Nuh, di mana manusia makan, minum, kawin, sampai Nuh masuk ke dalam Bahtera (Matius 24:36-39).

    • Ketaatan Nuh adalah terus menerus, bahkan ia tidak keluar dari Bahtera sebelum Allah memerintahkan (Kejadian 8-9).


Analogi untuk Memperjelas:

Kondisi spiritual manusia pada zaman Nuh bisa diibaratkan seperti sebuah kapal yang tenggelam di laut karena awak kapalnya (jiwa dan daging) sepakat untuk mengabaikan kapten (Roh Kudus) dan hanya mengikuti nafsu mereka sendiri untuk memakan perbekalan dan berpesta pora. Mereka berpikir kejahatan mereka hanya berpengaruh pada diri sendiri. Ketika air bah (penghukuman) datang, kapal itu pasti tenggelam. Namun, Nuh seperti kapal selam yang taat: ia mengikuti cetak biru (petunjuk Allah) untuk membangun Bahtera di daratan, di atas gunung, meskipun ia belum melihat laut (hujan). Ketika banjir datang, ketaatannya membuat Bahtera itu naik dan tetap berada di atas standar kehancuran dunia.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...