Langsung ke konten utama

Manusia Kerajaan Sorga #1

MKS#1 Heavenly Man in God's Grand Design

Sesi ini membahas tentang rancangan dan kehendak Allah yang abadi bagi manusia dan bumi, yang dimulai dari Kitab Kejadian 1:26. Fokus utamanya adalah konsep "manusia kerajaan surga", yaitu individu yang hidup di bumi tetapi berkuasa sesuai dengan otoritas dan gambar Allah. Pembicara mengoreksi penafsiran umum tentang penciptaan langit dan bumi, menyatakan bahwa itu terjadi dalam periode waktu yang tidak ditentukan. Pada mulanya (Kej 1:1) artinya adalah pada suatu permulaan waktu. Tidak sama dengan pada mulanya adalah Firman (Yoh 1:1), yang telah ada pada awal mulanya. Ia juga menekankan bahwa Allah adalah Raja yang ditolak atas pemerintahan-Nya. Penjelasan ini juga menghubungkan rencana awal Allah dengan kedatangan Yesus sebagai raja dan pengajaran-Nya tentang doa "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga," menunjukkan bahwa rencana tersebut tidak dibatalkan oleh kejatuhan manusia ke dalam dosa. Akhirnya, sesi ini menyimpulkan bahwa manusia kerajaan surga adalah mereka yang mendengarkan suara Kristus dan menjalani kehidupan yang benar, mempersiapkan langit dan bumi yang baru di mana kebenaran akan tinggal.




Berikut adalah catatan lengkapnya:

Pengertian Manusia Kerajaan Surga dan Rencana Abadi Allah

Pembahasan ini berfokus pada topik "Manusia Kerajaan Surga," yang akan membuka pandangan dan membangkitkan iman. Konsep ini merujuk pada individu yang masih hidup di dunia ini, namun terhubung dengan pemerintahan Allah, yaitu kerajaan surga.

1. Kehendak dan Rencana Allah yang Tidak Bisa Dibatalkan

Allah yang kita sembah adalah Allah yang memiliki kehendak dan rencana.
Kehendak dan rencana Allah tidak dapat dibatalkan, meskipun mungkin terlihat gagal dalam kehidupan pribadi seseorang, namun tidak pada orang lain.
Rencana ini paralel dengan bagaimana Allah menata langit dan bumi.

2. Koreksi Pemahaman Kejadian 1:1 dan Konsep Waktu

"Pada mulanya" (In the beginning) di Kejadian 1:1 oleh King James Version dianggap terjemahan yang kurang tepat.

Hal ini karena Yohanes 1:1 menyatakan "pada mulanya adalah Firman," dan Firman itu bersama-sama dengan Allah serta adalah Allah. Tidak mungkin Firman (Tuhan) bersamaan dengan detik-detik penciptaan.

Lebih tepat menggunakan "Pada suatu permulaan" (in a beginning) untuk Kejadian 1:1, sedangkan Yohanes 1:1 merujuk pada waktu yang tak terukur dari kekekalan saat Firman sudah ada.
Segala sesuatu, termasuk langit dan bumi, dijadikan oleh Firman.

"Hari pertama" di Kejadian 1 tidak boleh didasarkan pada kalender manusia atau diukur sebagai satu hari 24 jam atau 1000 tahun. Manusia dan konsep waktu belum ada.

Lebih tepat disebut sebagai "periode pertama" atau "kurun waktu" yang sangat lama dalam ukuran manusia.

3. Penciptaan Manusia dan Delegasi Kekuasaan (Kejadian 1:26-27)

Allah berfirman, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas..." (Kejadian 1:26).
"Menjadikan" (asah) manusia berarti melalui proses "engineering" atau desain, bukan hanya menciptakan (bara). Ini menunjukkan Allah merancang dan memproses manusia.
Tujuan penciptaan manusia adalah agar "berkuasa" (dominion).

Kata "kingdom" (kerajaan) berarti "king’s dominion" atau "kekuasaan raja". Ini menunjukkan bahwa raja memiliki area kekuasaan.
Sebelum Kejadian 1:26, Allahlah yang berkuasa. Melalui manusia, Allah ingin mendelegasikan kekuasaan yang sama (bukan kekuasaan nomor dua) kepada manusia.

Allah ingin agar model pemerintahan dan gambar/rupa-Nya di surga terwujud di bumi melalui manusia.

Manusia perlu diproses menurut gambar dan rupa Allah agar siap menerima pendelegasian otoritas yang sama ini.

Frasa "Baiklah kita menjadikan" (Kejadian 1:26) yang menggunakan kata "Elohim" (jamak) mengindikasikan kehadiran sidang ilahi, yang diajak berbicara oleh Allah mengenai rencana-Nya.

Allah memiliki rancang bangun (blueprint) bagi hidup setiap orang, agar mereka menjadi segambar dan serupa dengan Allah.

Allah, sebagai Raja di langit dan bumi, ingin ada raja-raja di bumi yang menjadi gambar dan rupa-Nya, berkuasa atas semua makhluk.

4. Penolakan Israel terhadap Allah sebagai Raja (1 Samuel 8)

Israel meminta seorang raja seperti bangsa-bangsa lain, karena mereka tidak mengenal Allah sebagai Raja mereka.

Permintaan ini mengesalkan Samuel, namun Tuhan berfirman bahwa yang mereka tolak bukanlah Samuel, melainkan Allah sendiri sebagai Raja mereka.

Meskipun Israel menolak pemerintahan Allah yang tidak kelihatan, ini tidak menggagalkan rencana Allah untuk membuat manusia berkuasa dan menjalankan pemerintahan kerajaan surga di bumi.

5. Kerajaan Surga Datang Melalui Doa dan Yesus (Matius 6, Lukas 11, Yohanes 18)

Yesus mengajarkan murid-murid-Nya berdoa: "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" (Matius 6:9-10).

Doa ini adalah kunci pemahaman bahwa Allah menghendaki kerajaan dan rencana-Nya terwujud di bumi, dan harus ada "raja" atau orang yang berkuasa menjalankan pemerintahan Allah.
Yesus menegaskan bahwa Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yohanes 18:36). Jika dari dunia ini, hamba-hamba-Nya pasti akan melawan.

Yesus lahir dan datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran dan menjadi Raja.
Orang-orang yang "berasal dari kebenaran" (umat kerajaan surga) akan mendengarkan suara Raja (Yesus).

Yesus adalah satu-satunya Raja yang lahir bukan dari keturunan raja secara biologis.

6. Otoritas Yesus dan Amanat Agung (Matius 28)
Setelah kebangkitan, Yesus menyatakan, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi" (Matius 28:18).

Kemudian Dia memberikan amanat untuk menjadikan semua bangsa murid, membaptis, dan mengajar mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya.

Yesus menjamin penyertaan-Nya sampai akhir zaman, memastikan bahwa pekerjaan-Nya akan terus berjalan.

Ini berarti "manusia kerajaan surga" adalah orang-orang yang mendengarkan suara Raja dan memiliki asal-usul dari kebenaran, sehingga kerajaan surga menjadi semakin nyata di bumi.
Kejadian 1:26 berbicara tentang "manusia kerajaan surga," yaitu orang-orang yang dimaksudkan oleh Yesus, yang berasal dari kebenaran dan mendengarkan suara Kristus.

Kita hidup di zaman Perjanjian Baru, di mana Kristus telah nyata dan didaulat sebagai Raja.
Orang percaya ditakdirkan untuk mengubah dunia, bukan dikuasai oleh opini dunia. Terpengaruh oleh dunia berarti jauh dari rencana Allah.

Manusia kerajaan surga adalah mereka yang tidak dipengaruhi oleh doktrin menyesatkan atau pemikiran duniawi, melainkan menjalankan rencana dan kehendak Allah.

7. Langit Baru dan Bumi Baru (Mazmur 33:6, 2 Petrus 3, Yesaya 65-66)

Mazmur 33:6 menyatakan bahwa langit dijadikan (asah) oleh nafas mulut Tuhan dan segala tentaranya. Penjelasan ini menginterpretasikan bahwa langit dijadikan melalui manusia, menunjukkan bahwa manusia di bumi dapat mempengaruhi dan menjadikan "surga yang baru".
Hubungan antara "surga" (Syamayim) dan "air" (Mayim) di Kejadian 1:1-2 menunjukkan kesamaan identitas, yang menjadi dasar rencana Allah untuk langit dan bumi yang baru.

Allah akan menjadikan langit dan bumi yang baru sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya yang tidak dapat dibatalkan.

2 Petrus 3 menjelaskan bahwa langit dan bumi yang ada sekarang terpelihara oleh Firman untuk hari penghakiman. Ini bukan tempat bagi orang-orang fasik.

Satu hari bagi Tuhan adalah seperti seribu tahun, dan seribu tahun seperti satu hari, bukan kalender manusia, melainkan menunjukkan waktu yang tak terhingga dan kesabaran Allah agar semua orang bertobat.

Hari Tuhan akan datang seperti pencuri, menghancurkan langit dan bumi yang sekarang dengan api.

Allah menjanjikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran (righteousness) (Yesaya 65:17, 66:22).

Lupakan keinginan untuk hanya masuk surga; fokuslah pada langit baru dan bumi baru sesuai rencana Allah.

Proses Allah menjadikan langit dan bumi yang baru ini berkaitan erat dengan proses manusia menjadi gambar dan rupa Allah di bumi.

8. Kebenaran: Status dan Tindakan (Yohanes 18:37, 2 Petrus 3:13)

"Kebenaran" (aleteia - G225) yang Yesus saksikan di Yohanes 18:37 merujuk pada suatu kondisi atau status, seperti "Akulah kebenaran" (Yohanes 14:6).
"Kebenaran" (dikayosune - G143) di 2 Petrus 3:13, yang akan ada di langit dan bumi baru, merujuk pada perbuatan, sikap, atau gaya hidup yang benar.

Manusia Kerajaan Surga akan menjalankan kebenaran yang berasal dari Kristus (status) dan memiliki undang-undang dasar perilaku yang benar (tindakan).

Allah ingin menjadikan surga dan bumi baru, di mana hanya terdapat kebenaran. Orang-orang yang layak di mata Tuhan akan menghuni bumi ini selama-lamanya.

9. Doa Penutup
Doa syukur atas penyingkapan rencana dan kehendak Allah yang abadi dan tidak berubah, yang akan terwujud.

Doa agar Tuhan menganugerahkan hikmat dan pengertian kepada jemaat, agar mereka memahami bahwa mereka adalah bagian dari rencana dan kehendak-Nya sesuai Kejadian 1:26.
Konsep "Manusia Kerajaan Surga" secara signifikan membentuk kembali pemahaman iman dengan menggeser fokus dari sekadar mencari keselamatan pribadi menuju partisipasi aktif dalam pemerintahan dan rencana abadi Allah di bumi.

Berikut adalah beberapa cara konsep ini membentuk kembali pemahaman iman:

Iman sebagai Keterhubungan dengan Pemerintahan Allah di Masa Kini: Konsep ini menegaskan bahwa iman bukan hanya tentang persiapan untuk kehidupan setelah mati, melainkan tentang individu yang masih hidup di dunia ini, namun terhubung dengan pemerintahan Allah, yaitu kerajaan surga. Ini berarti iman memberi dasar bagi keterlibatan aktif dengan kehendak dan rencana Allah saat ini.

Iman yang Berpusat pada Tujuan Penciptaan dan Delegasi Kuasa: Pemahaman iman diperluas untuk mencakup tujuan Allah menciptakan manusia agar "berkuasa" (dominion), bukan hanya sebagai makhluk ciptaan pasif. Manusia Kerajaan Surga menyadari bahwa Allah ingin mendelegasikan kekuasaan yang sama (bukan kekuasaan nomor dua) kepada manusia untuk mewujudkan model pemerintahan dan gambar/rupa-Nya di bumi . Ini mengubah iman menjadi kesadaran akan panggilan untuk menjadi wakil Allah dan menjalankan otoritas-Nya.

Iman sebagai Proses Transformasi dan Pembentukan Karakter Ilahi: Untuk menerima delegasi otoritas ini, manusia perlu diproses menurut gambar dan rupa Allah . Iman, dalam konteks ini, adalah perjalanan transformasi yang bertujuan agar manusia menjadi segambar dan serupa dengan Allah sesuai rancang bangun (blueprint) ilahi-Nya.

Iman yang Menuntut Ketaatan dan Asal-Usul dari Kebenaran: "Manusia Kerajaan Surga" adalah mereka yang mendengarkan suara Raja (Yesus) dan memiliki asal-usul dari kebenaran, sehingga kerajaan surga menjadi semakin nyata di bumi . Ini menguatkan pemahaman bahwa iman sejati melibatkan ketaatan mutlak kepada Kristus dan identitas yang berakar pada kebenaran ilahi.
Iman sebagai Kekuatan yang Mengubah Dunia, Bukan Tunduk pada Dunia: Konsep ini menegaskan bahwa orang percaya ditakdirkan untuk mengubah dunia, bukan dikuasai oleh opini dunia . Iman tidak lagi sekadar tentang menarik diri dari dunia, melainkan menjadi kekuatan yang tidak dipengaruhi oleh doktrin menyesatkan atau pemikiran duniawi, melainkan menjalankan rencana dan kehendak Allah secara aktif .
Iman yang Berfokus pada Langit Baru dan Bumi Baru: Pemahaman iman diarahkan untuk melupakan keinginan untuk hanya masuk surga, dan fokus pada langit baru dan bumi baru sesuai rencana Allah . Ini adalah iman yang merangkul visi Allah untuk pembaruan total, di mana hanya terdapat kebenaran (righteousness), dan orang-orang yang layak akan menghuninya selama-lamanya . Ini berarti iman memiliki perspektif jangka panjang dan universal terhadap tujuan ilahi.

Iman yang Menghayati Kebenaran sebagai Status dan Tindakan: "Manusia Kerajaan Surga" akan menjalankan kebenaran yang berasal dari Kristus (sebagai status) dan memiliki undang-undang dasar perilaku yang benar (sebagai tindakan) . Ini berarti iman meliputi identitas batiniah yang benar di dalam Kristus dan ekspresi lahiriah melalui perbuatan yang benar.

Secara keseluruhan, konsep "Manusia Kerajaan Surga" mengangkat iman dari sekadar keyakinan pasif atau harapan masa depan menjadi panggilan untuk hidup sebagai representasi aktif pemerintahan Allah di bumi, yang berkuasa, mentransformasi, dan mewujudkan kehendak-Nya dalam setiap aspek kehidupan.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)

 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).  Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut: *   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan. *   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya. *   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan...