Langsung ke konten utama

Manusia Kerajaan Sorga #1

MKS#1 Heavenly Man in God's Grand Design

Sesi ini membahas tentang rancangan dan kehendak Allah yang abadi bagi manusia dan bumi, yang dimulai dari Kitab Kejadian 1:26. Fokus utamanya adalah konsep "manusia kerajaan surga", yaitu individu yang hidup di bumi tetapi berkuasa sesuai dengan otoritas dan gambar Allah. Pembicara mengoreksi penafsiran umum tentang penciptaan langit dan bumi, menyatakan bahwa itu terjadi dalam periode waktu yang tidak ditentukan. Pada mulanya (Kej 1:1) artinya adalah pada suatu permulaan waktu. Tidak sama dengan pada mulanya adalah Firman (Yoh 1:1), yang telah ada pada awal mulanya. Ia juga menekankan bahwa Allah adalah Raja yang ditolak atas pemerintahan-Nya. Penjelasan ini juga menghubungkan rencana awal Allah dengan kedatangan Yesus sebagai raja dan pengajaran-Nya tentang doa "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga," menunjukkan bahwa rencana tersebut tidak dibatalkan oleh kejatuhan manusia ke dalam dosa. Akhirnya, sesi ini menyimpulkan bahwa manusia kerajaan surga adalah mereka yang mendengarkan suara Kristus dan menjalani kehidupan yang benar, mempersiapkan langit dan bumi yang baru di mana kebenaran akan tinggal.




Berikut adalah catatan lengkapnya:

Pengertian Manusia Kerajaan Surga dan Rencana Abadi Allah

Pembahasan ini berfokus pada topik "Manusia Kerajaan Surga," yang akan membuka pandangan dan membangkitkan iman. Konsep ini merujuk pada individu yang masih hidup di dunia ini, namun terhubung dengan pemerintahan Allah, yaitu kerajaan surga.

1. Kehendak dan Rencana Allah yang Tidak Bisa Dibatalkan

Allah yang kita sembah adalah Allah yang memiliki kehendak dan rencana.
Kehendak dan rencana Allah tidak dapat dibatalkan, meskipun mungkin terlihat gagal dalam kehidupan pribadi seseorang, namun tidak pada orang lain.
Rencana ini paralel dengan bagaimana Allah menata langit dan bumi.

2. Koreksi Pemahaman Kejadian 1:1 dan Konsep Waktu

"Pada mulanya" (In the beginning) di Kejadian 1:1 oleh King James Version dianggap terjemahan yang kurang tepat.

Hal ini karena Yohanes 1:1 menyatakan "pada mulanya adalah Firman," dan Firman itu bersama-sama dengan Allah serta adalah Allah. Tidak mungkin Firman (Tuhan) bersamaan dengan detik-detik penciptaan.

Lebih tepat menggunakan "Pada suatu permulaan" (in a beginning) untuk Kejadian 1:1, sedangkan Yohanes 1:1 merujuk pada waktu yang tak terukur dari kekekalan saat Firman sudah ada.
Segala sesuatu, termasuk langit dan bumi, dijadikan oleh Firman.

"Hari pertama" di Kejadian 1 tidak boleh didasarkan pada kalender manusia atau diukur sebagai satu hari 24 jam atau 1000 tahun. Manusia dan konsep waktu belum ada.

Lebih tepat disebut sebagai "periode pertama" atau "kurun waktu" yang sangat lama dalam ukuran manusia.

3. Penciptaan Manusia dan Delegasi Kekuasaan (Kejadian 1:26-27)

Allah berfirman, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas..." (Kejadian 1:26).
"Menjadikan" (asah) manusia berarti melalui proses "engineering" atau desain, bukan hanya menciptakan (bara). Ini menunjukkan Allah merancang dan memproses manusia.
Tujuan penciptaan manusia adalah agar "berkuasa" (dominion).

Kata "kingdom" (kerajaan) berarti "king’s dominion" atau "kekuasaan raja". Ini menunjukkan bahwa raja memiliki area kekuasaan.
Sebelum Kejadian 1:26, Allahlah yang berkuasa. Melalui manusia, Allah ingin mendelegasikan kekuasaan yang sama (bukan kekuasaan nomor dua) kepada manusia.

Allah ingin agar model pemerintahan dan gambar/rupa-Nya di surga terwujud di bumi melalui manusia.

Manusia perlu diproses menurut gambar dan rupa Allah agar siap menerima pendelegasian otoritas yang sama ini.

Frasa "Baiklah kita menjadikan" (Kejadian 1:26) yang menggunakan kata "Elohim" (jamak) mengindikasikan kehadiran sidang ilahi, yang diajak berbicara oleh Allah mengenai rencana-Nya.

Allah memiliki rancang bangun (blueprint) bagi hidup setiap orang, agar mereka menjadi segambar dan serupa dengan Allah.

Allah, sebagai Raja di langit dan bumi, ingin ada raja-raja di bumi yang menjadi gambar dan rupa-Nya, berkuasa atas semua makhluk.

4. Penolakan Israel terhadap Allah sebagai Raja (1 Samuel 8)

Israel meminta seorang raja seperti bangsa-bangsa lain, karena mereka tidak mengenal Allah sebagai Raja mereka.

Permintaan ini mengesalkan Samuel, namun Tuhan berfirman bahwa yang mereka tolak bukanlah Samuel, melainkan Allah sendiri sebagai Raja mereka.

Meskipun Israel menolak pemerintahan Allah yang tidak kelihatan, ini tidak menggagalkan rencana Allah untuk membuat manusia berkuasa dan menjalankan pemerintahan kerajaan surga di bumi.

5. Kerajaan Surga Datang Melalui Doa dan Yesus (Matius 6, Lukas 11, Yohanes 18)

Yesus mengajarkan murid-murid-Nya berdoa: "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" (Matius 6:9-10).

Doa ini adalah kunci pemahaman bahwa Allah menghendaki kerajaan dan rencana-Nya terwujud di bumi, dan harus ada "raja" atau orang yang berkuasa menjalankan pemerintahan Allah.
Yesus menegaskan bahwa Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yohanes 18:36). Jika dari dunia ini, hamba-hamba-Nya pasti akan melawan.

Yesus lahir dan datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran dan menjadi Raja.
Orang-orang yang "berasal dari kebenaran" (umat kerajaan surga) akan mendengarkan suara Raja (Yesus).

Yesus adalah satu-satunya Raja yang lahir bukan dari keturunan raja secara biologis.

6. Otoritas Yesus dan Amanat Agung (Matius 28)
Setelah kebangkitan, Yesus menyatakan, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi" (Matius 28:18).

Kemudian Dia memberikan amanat untuk menjadikan semua bangsa murid, membaptis, dan mengajar mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya.

Yesus menjamin penyertaan-Nya sampai akhir zaman, memastikan bahwa pekerjaan-Nya akan terus berjalan.

Ini berarti "manusia kerajaan surga" adalah orang-orang yang mendengarkan suara Raja dan memiliki asal-usul dari kebenaran, sehingga kerajaan surga menjadi semakin nyata di bumi.
Kejadian 1:26 berbicara tentang "manusia kerajaan surga," yaitu orang-orang yang dimaksudkan oleh Yesus, yang berasal dari kebenaran dan mendengarkan suara Kristus.

Kita hidup di zaman Perjanjian Baru, di mana Kristus telah nyata dan didaulat sebagai Raja.
Orang percaya ditakdirkan untuk mengubah dunia, bukan dikuasai oleh opini dunia. Terpengaruh oleh dunia berarti jauh dari rencana Allah.

Manusia kerajaan surga adalah mereka yang tidak dipengaruhi oleh doktrin menyesatkan atau pemikiran duniawi, melainkan menjalankan rencana dan kehendak Allah.

7. Langit Baru dan Bumi Baru (Mazmur 33:6, 2 Petrus 3, Yesaya 65-66)

Mazmur 33:6 menyatakan bahwa langit dijadikan (asah) oleh nafas mulut Tuhan dan segala tentaranya. Penjelasan ini menginterpretasikan bahwa langit dijadikan melalui manusia, menunjukkan bahwa manusia di bumi dapat mempengaruhi dan menjadikan "surga yang baru".
Hubungan antara "surga" (Syamayim) dan "air" (Mayim) di Kejadian 1:1-2 menunjukkan kesamaan identitas, yang menjadi dasar rencana Allah untuk langit dan bumi yang baru.

Allah akan menjadikan langit dan bumi yang baru sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya yang tidak dapat dibatalkan.

2 Petrus 3 menjelaskan bahwa langit dan bumi yang ada sekarang terpelihara oleh Firman untuk hari penghakiman. Ini bukan tempat bagi orang-orang fasik.

Satu hari bagi Tuhan adalah seperti seribu tahun, dan seribu tahun seperti satu hari, bukan kalender manusia, melainkan menunjukkan waktu yang tak terhingga dan kesabaran Allah agar semua orang bertobat.

Hari Tuhan akan datang seperti pencuri, menghancurkan langit dan bumi yang sekarang dengan api.

Allah menjanjikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran (righteousness) (Yesaya 65:17, 66:22).

Lupakan keinginan untuk hanya masuk surga; fokuslah pada langit baru dan bumi baru sesuai rencana Allah.

Proses Allah menjadikan langit dan bumi yang baru ini berkaitan erat dengan proses manusia menjadi gambar dan rupa Allah di bumi.

8. Kebenaran: Status dan Tindakan (Yohanes 18:37, 2 Petrus 3:13)

"Kebenaran" (aleteia - G225) yang Yesus saksikan di Yohanes 18:37 merujuk pada suatu kondisi atau status, seperti "Akulah kebenaran" (Yohanes 14:6).
"Kebenaran" (dikayosune - G143) di 2 Petrus 3:13, yang akan ada di langit dan bumi baru, merujuk pada perbuatan, sikap, atau gaya hidup yang benar.

Manusia Kerajaan Surga akan menjalankan kebenaran yang berasal dari Kristus (status) dan memiliki undang-undang dasar perilaku yang benar (tindakan).

Allah ingin menjadikan surga dan bumi baru, di mana hanya terdapat kebenaran. Orang-orang yang layak di mata Tuhan akan menghuni bumi ini selama-lamanya.

9. Doa Penutup
Doa syukur atas penyingkapan rencana dan kehendak Allah yang abadi dan tidak berubah, yang akan terwujud.

Doa agar Tuhan menganugerahkan hikmat dan pengertian kepada jemaat, agar mereka memahami bahwa mereka adalah bagian dari rencana dan kehendak-Nya sesuai Kejadian 1:26.
Konsep "Manusia Kerajaan Surga" secara signifikan membentuk kembali pemahaman iman dengan menggeser fokus dari sekadar mencari keselamatan pribadi menuju partisipasi aktif dalam pemerintahan dan rencana abadi Allah di bumi.

Berikut adalah beberapa cara konsep ini membentuk kembali pemahaman iman:

Iman sebagai Keterhubungan dengan Pemerintahan Allah di Masa Kini: Konsep ini menegaskan bahwa iman bukan hanya tentang persiapan untuk kehidupan setelah mati, melainkan tentang individu yang masih hidup di dunia ini, namun terhubung dengan pemerintahan Allah, yaitu kerajaan surga. Ini berarti iman memberi dasar bagi keterlibatan aktif dengan kehendak dan rencana Allah saat ini.

Iman yang Berpusat pada Tujuan Penciptaan dan Delegasi Kuasa: Pemahaman iman diperluas untuk mencakup tujuan Allah menciptakan manusia agar "berkuasa" (dominion), bukan hanya sebagai makhluk ciptaan pasif. Manusia Kerajaan Surga menyadari bahwa Allah ingin mendelegasikan kekuasaan yang sama (bukan kekuasaan nomor dua) kepada manusia untuk mewujudkan model pemerintahan dan gambar/rupa-Nya di bumi . Ini mengubah iman menjadi kesadaran akan panggilan untuk menjadi wakil Allah dan menjalankan otoritas-Nya.

Iman sebagai Proses Transformasi dan Pembentukan Karakter Ilahi: Untuk menerima delegasi otoritas ini, manusia perlu diproses menurut gambar dan rupa Allah . Iman, dalam konteks ini, adalah perjalanan transformasi yang bertujuan agar manusia menjadi segambar dan serupa dengan Allah sesuai rancang bangun (blueprint) ilahi-Nya.

Iman yang Menuntut Ketaatan dan Asal-Usul dari Kebenaran: "Manusia Kerajaan Surga" adalah mereka yang mendengarkan suara Raja (Yesus) dan memiliki asal-usul dari kebenaran, sehingga kerajaan surga menjadi semakin nyata di bumi . Ini menguatkan pemahaman bahwa iman sejati melibatkan ketaatan mutlak kepada Kristus dan identitas yang berakar pada kebenaran ilahi.
Iman sebagai Kekuatan yang Mengubah Dunia, Bukan Tunduk pada Dunia: Konsep ini menegaskan bahwa orang percaya ditakdirkan untuk mengubah dunia, bukan dikuasai oleh opini dunia . Iman tidak lagi sekadar tentang menarik diri dari dunia, melainkan menjadi kekuatan yang tidak dipengaruhi oleh doktrin menyesatkan atau pemikiran duniawi, melainkan menjalankan rencana dan kehendak Allah secara aktif .
Iman yang Berfokus pada Langit Baru dan Bumi Baru: Pemahaman iman diarahkan untuk melupakan keinginan untuk hanya masuk surga, dan fokus pada langit baru dan bumi baru sesuai rencana Allah . Ini adalah iman yang merangkul visi Allah untuk pembaruan total, di mana hanya terdapat kebenaran (righteousness), dan orang-orang yang layak akan menghuninya selama-lamanya . Ini berarti iman memiliki perspektif jangka panjang dan universal terhadap tujuan ilahi.

Iman yang Menghayati Kebenaran sebagai Status dan Tindakan: "Manusia Kerajaan Surga" akan menjalankan kebenaran yang berasal dari Kristus (sebagai status) dan memiliki undang-undang dasar perilaku yang benar (sebagai tindakan) . Ini berarti iman meliputi identitas batiniah yang benar di dalam Kristus dan ekspresi lahiriah melalui perbuatan yang benar.

Secara keseluruhan, konsep "Manusia Kerajaan Surga" mengangkat iman dari sekadar keyakinan pasif atau harapan masa depan menjadi panggilan untuk hidup sebagai representasi aktif pemerintahan Allah di bumi, yang berkuasa, mentransformasi, dan mewujudkan kehendak-Nya dalam setiap aspek kehidupan.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...