Langsung ke konten utama

Kings and Priests of the Earth (MKS #4)

Sesi 4 Manusia Kerajaan Sorga: Raja dan Imam 



Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya dengan tujuan agar manusia berkuasa dan memerintah di bumi. Khotbah ini juga menyoroti bagaimana kehadiran iblis merusak bumi, namun rencana Allah tetap tidak berubah untuk menjadikan bumi tempat kebenaran dan menobatkan gereja sebagai raja dan imam yang akan memerintah bersama Kristus di langit dan bumi yang baru. Penekanan diberikan pada pentingnya iman dan ketekunan agar dapat memenuhi panggilan ilahi ini, serta bagaimana perkataan umat percaya akan memiliki kuasa seperti firman Allah sendiri.




Berikut adalah catatan lengkapnya:

1. Pengantar dan Rencana Agung Allah 

Kita bersyukur atas hadirat Tuhan. Topik utama yang akan dibahas adalah "manusia kerajaan surga", sebuah topik yang sangat penting dalam kehidupan dan perjalanan bersama Tuhan. Adalah keinginan Tuhan bahwa gambar dan rupa Tuhan, serta kepribadian-Nya, termanifestasi sepenuhnya melalui hidup jemaat di dunia, dan agar firman-Nya terus disingkapkan melalui karya Roh Kudus. Firman Tuhan yang misteri adalah milik-Nya, tetapi hal-hal yang diungkapkan menjadi bagian kita agar kita berpegang teguh pada perintah, ajaran, dan jalan-Nya turun-temurun.


Disesi sebelumnya lalu telah dijelaskan mengenai Kejadian 1 ayat 26, yang merupakan rencana agung Allah yang tidak pernah direvisi atau diubah hingga kekekalan. Ayat ini juga berbicara tentang takdir manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah supaya berkuasa. Allah tidak hanya berhenti pada penciptaan manusia, tetapi terus mengerjakan rencana-Nya agar tergenapi.

2. Penciptaan Langit dan Bumi Pertama dan Kondisi Bumi 

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1). Pembicara menekankan bahwa ini adalah "suatu permulaan". Langit dan bumi yang pertama ini memiliki hubungan yang kuat dengan rencana Allah di Kejadian 1:26-28 untuk menjadikan manusia berkuasa, memiliki kerajaan, dan menaklukkan kerajaan hewan, tumbuh-tumbuhan, serta kerajaan lain di bumi.
Ketika Allah menciptakan manusia (Kejadian 1:27), Dia bukan lagi hanya menciptakan, tetapi "menjadikan" manusia segambar dan serupa dengan-Nya. Kata "diciptakan" di sini belum mencapai keinginan penuh dari rencana Allah (tapi baru diberikan dimensi dan potensi dari desain). Kehidupan manusia akan terus dilanjutkan oleh Allah sampai pemerintahan dan kekuasaan-Nya nyata di bumi melalui hidup manusia.

Pada langit dan bumi yang pertama, khususnya di bumi, Allah mendapati bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya (Kejadian 1:2). Kegelapan bukanlah karakteristik ilahi Sang Pencipta. Dalam penjelasan lebih lanjut, bumi ini telah menjadi tempat tinggal atau pembuangan Iblis bersama para malaikatnya yang memberontak terhadap Allah, seperti yang tertulis dalam Yehezkiel 28. Iblis sebagai wujud kegelapan memanifestasikan dirinya sepenuhnya di bumi.
Kemudian, Allah membuat bumi yang gelap menjadi terang dengan memanifestasikan kepribadian dan karakter ilahi-Nya sebagai terang kekal di bumi: "Jadilah terang". Pembicara menyoroti penggunaan past tense ("and God said") dan present tense ("let there be light") diikuti past tense ("and there was light"), menyiratkan bahwa terang itu sebenarnya sudah ada sebelumnya dan Allah menyatakannya di bumi.


3. Tujuan dan Peruntukan Bumi 

Allah tidak mengizinkan bumi menjadi tempat ketidakbenaran, bagi orang-orang jahat, atau iblis. Menurut 2 Petrus 3 ayat 13, bumi adalah tempat untuk kebenaran saja. Ini berarti bumi diperuntukkan bagi anak-anak kebenaran.


Sejarah bumi dibagi menjadi beberapa tahap:
  • Langit dan bumi yang pertama (Kejadian 1:1), yang kemudian ditata ulang oleh Allah.
  • Manusia jatuh dalam dosa di Taman Eden, yang kemudian Allah basmi dengan air bah.
  • Munculnya langit baru dan bumi baru, tahap ketiga, setelah Allah membersihkan semua orang yang tidak benar. Allah berkomitmen bahwa orang-orang yang tidak benar tidak boleh lama tinggal di bumi ini.


Pada akhir zaman, kedatangan si pendurhaka (pekerjaan iblis) akan disertai tipu daya jahat terhadap orang-orang yang binasa di bumi, karena mereka tidak menerima kebenaran (2 Tesalonika 2:9-10). Allah mengizinkan kesesatan atas mereka agar mereka percaya dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya kebenaran dan suka kejahatan. Ayat ini menegaskan bahwa bumi ini bukan untuk orang-orang jahat.


4. Peran Manusia sebagai Raja dan Imam 

Allah ingin menjadikan manusia berkuasa dan memerintah di bumi. Ini bukan hanya untuk mengekspos hidup manusia sebagai anak-anak kebenaran, tetapi untuk menjadikan hidup manusia sebagai raja di bumi ini.

2 Timotius 2:11-12: Jika kita mati dengan Kristus, kita akan hidup dengan-Nya. Jika kita bertekun (Yunani: hupomeno, berarti bertahan teguh), kita akan memerintah bersama Dia. 

Perjalanan hidup di bumi adalah peperangan rohani, menghadapi pencobaan dan bujukan sistem dunia yang bisa menggagalkan kita untuk memerintah.

Kejadian 1:26: Allah menghendaki manusia menjadi raja atau pemerintah di bumi dalam kerajaan-Nya, karena Tuhan adalah raja. Ini didukung oleh 1 Samuel 8:7, di mana Tuhan mengatakan bahwa Israel menolak Dia sebagai raja.

Wahyu 5:9-10: Kristus telah menjadikan orang-orang kudus menjadi suatu kerajaan dan imam-imam bagi Allah, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi. Ini menunjukkan dua status: imam dan raja.

1 Petrus 2:9-10: Jemaat adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani (kerajaan), bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Dahulu bukan umat Allah, sekarang menjadi umat-Nya; dahulu tidak dikasihani, sekarang beroleh belas kasihan.

Matius 21:42-43: Kerajaan Allah akan diambil dari suatu bangsa dan diberikan kepada suatu bangsa lain yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. "Bangsa" ini yang memiliki dua predikat, imam dan raja, adalah gereja. Allah sedang berkarya agar manusia menjadi imam bagi-Nya dan raja di bumi; inilah gereja. Kehidupan gereja adalah proses di mana Tuhan berupaya menjadikan orang percaya sebagai "batu-batu hidup untuk pembangunan sebuah rumah rohani". Allah menepati janji-Nya di Kejadian 1:26-28 melalui gereja-Nya di Perjanjian Baru.

Wahyu 11:15, 17: Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita, dan Dia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Orang-orang kudus bersyukur bahwa Allah telah memangku kuasa-Nya yang besar dan mulai memerintah sebagai raja di bumi. Gereja merepresentasikan Allah sebagai raja di bumi.

Wahyu 20:4, 6: Orang-orang yang dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan firman Allah, serta tidak menyembah binatang itu, akan hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama Kristus selama 1000 tahun (angka 1000 melambangkan tak terhingga atau sesuai kehendak Tuhan). Mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus. Ini adalah kebangkitan pertama. Mereka yang bertahan teguh dalam iman akan dinobatkan sebagai raja dan imam yang memerintah di bumi.

Kekuasaan Raja: Kekuasaan raja didukung oleh seluruh kekuatan kerajaan. Firman Allah yang ditaruh di mulut kita akan berkuasa seperti Allah berfirman (Yesaya 59:21). Ini menunjukkan posisi manusia sebagai raja di bumi, di mana titah dan perkataannya memiliki kuasa.

Yesaya 60:1-2: "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu." Ini adalah nubuat bagi orang percaya untuk menghardik kegelapan, karena Allah akan menjadikan hidup mereka layak dinobatkan sebagai raja dan imam yang memerintah bumi.

Wahyu 22:5: Pada langit baru dan bumi baru, malam tidak akan ada lagi, tidak memerlukan cahaya lampu atau matahari, sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Ini adalah tercapainya rencana Allah untuk menempatkan manusia sebagai raja dan imam-Nya di langit baru dan bumi baru. Allah memproses firman-Nya dalam batin, roh, hati, hingga tubuh kita, sehingga perkataan kita tergenapi dan terwujud, menjadikan kita raja di mata Tuhan.


5. Pemberontakan dan Nasib Iblis 

Allah merencanakan segala sesuatu sejak awal, bahkan sebelum pemberontakan iblis di surga. Iblis memberontak dan dilemparkan ke bumi. Yehezkiel 28:12-17 dan Yehezkiel 31:2-15 menggambarkan iblis sebagai Raja Tirus atau Firaun Mesir, yang diciptakan sempurna dan penuh hikmat, ditempatkan di Taman Eden (taman Allah). Ia tak bercela sejak penciptaan, tetapi ditemukan kecurangan padanya karena dagangannya yang besar dan kekerasan. Ia sombong karena kecantikannya, meninggikan diri, dan hikmatnya musnah karena semaraknya, lalu dilempar ke bumi. Ini terjadi sebelum iblis berdosa, membuktikan bahwa bumi tidak diciptakan untuk kekacauan.

Iblis akan dibuang ke suatu alam yang disebut neraka yang kekal, bukan ke langit atau bumi. Ini menunjukkan bahwa Allah sedang mengerjakan rencana-Nya untuk menjadikan bumi ini tempat kebenaran saja, bukan untuk ketidakbenaran atau iblis.


6. Langit Baru dan Bumi Baru 

Yesaya 6:3 menubuatkan bahwa seluruh bumi akan penuh dengan kemuliaan Tuhan. Ini adalah firman nubuatan yang akan terjadi, dan Allah mengundang manusia untuk berperan dalam penggenapan rencana-Nya.

Yesaya 66:20-22 menyatakan bahwa Allah akan mengambil imam-imam dan orang Lewi dari antara bangsa-bangsa untuk-Nya. Seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan dijadikan-Nya akan tinggal tetap di hadapan-Nya, demikian juga keturunan dan nama orang percaya akan tinggal tetap. Ini berarti langit dan bumi yang pertama tidak sepenuhnya lenyap atau dihancurkan, tetapi akan tetap ada dan diubah. Manusia yang dijadikan segambar dan serupa dengan Allah akan memegang pemerintahan dan berkuasa di bumi untuk selama-lamanya di langit baru dan bumi yang baru.

Allah sedang mewujudkan langit baru dan bumi baru yang berisi kebenaran melalui karya-Nya, pekerjaan Roh Tuhan, dan firman-Nya dalam hidup kita. Pada akhirnya, seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan Tuhan. Pemahaman ini membebaskan dari pemikiran yang salah bahwa kita hanya ingin ke surga karena muak melihat kejahatan di bumi. Sebaliknya, kita harus berharap agar rencana Allah di Kejadian 1:26-28 segera terwujud dan kita menjadi bagian dari karya Tuhan yang memproses hidup kita.


7. Allah Mengendalikan Kegelapan 

Kondisi bumi yang gelap, kosong, campur baur, dan tidak berbentuk di Kejadian 1:1-2 adalah ulah Iblis. Yesaya 45:18 menegaskan bahwa Allah menciptakan bumi bukan supaya kosong, melainkan untuk didiami oleh manusia. Allah tidak pernah berbicara dalam sembunyi atau di tempat bumi yang gelap, dan Dia selalu berkata benar.

Allah menetapkan waktu bagi kuasa kegelapan, tetapi itu akan segera berakhir (Kolose 1:13). Allah telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih, yaitu kerajaan terang. Meskipun iblis berupaya memberontak, Allah tetap berkuasa dan mengendalikan waktunya.

Allah ingin bermitra dengan hidup manusia untuk rencana agung-Nya. Iblis bisa mendengar firman Tuhan tetapi tidak punya hikmat untuk memahami wujudnya, sementara kita memilikinya.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...