Langsung ke konten utama

KEHIDUPAN RUMAH ROHANI ~ MEMBANGUN KECENDERUNGAN HATI

 

Ringkasan tentang Rumah Rohani dari Input Pp. Djonny – Jan 2022

Bicara tentang rumah dapat dirangkum dengan dua kata yaitu tentang kecenderungan hati.

Sehebat apa pun hal yang bisa orang tunjukkan  itu dibatasi dan tergantung dari kecenderungan hati yang ada di dalam hatinya. Apakah perkataannya, keputusannya dan akhirnya dinyatakan dengan tindakan atau perbuatannya selalu tergantung oleh kecenderungan hatinya. 

Keputusan orang mengekspos kecenderungan hatinya.

Kecenderungan Hati Yang Tertuju pada Kebenaran

Firman Tuhan menegaskan, jikalau kecenderungan hati kita hanya tertuju kepada Tuhan dan realita Kerajaan-Nya dan memprioritaskan hal-hal ilahi sebagai hal utama yang kita kejar, maka segala yang dicari dan dikejar bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, semua itu akan ditambahkan kepada kita (Mat.6:31-33).

 

Membaca Kecenderungan Hati

Kita tidak usah risau dengan masa depan kita di dalam rumah; HANYA baca, periksa dan perhatikan saja kecenderungan hati kita sendiri masing-masing seperti apa.

Lot berpisah dengan Abraham oleh karena kecenderungan hatinya yang  tercipta ketika berada di Mesir, bukan karena terjadi pertengkaran diantara para gembala Abraham dan Lot.

Lot mengambil keputusan yang salah, seharusnya ia tetap berada bersama Abraham. Keluarganya hancur berantakan. Semua karena kecenderungan hati kepada Mesir.

Esau memiliki kecenderungan hati yang ingin bebas, tidak mau terikat aturan rumah. Kecenderungan hatinya tercipta dan bertumbuh di luar rumah, tepatnya di padang perburuan. Kecenderungan hati yang dimilikinya membuatnya tidak menghargai salah nilai yang tertinggi di dalam rumah – yakni tentang hak kesulungan dan warisan. Ia menggunakan kekuatannya sendiri, kekuatan lahiriah, termasuk untuk menyenangkan bapanya, Ishak dengan selalu memberikan daging hasil buruannya.

Kecenderungan orang yang masih hidup secara manusiawi (natural) justru berfokus melihat aspek negatif atau yang berpotensi untuk menjadi negatif. Begitu pula dengan orang-orang yang tidak lagi terhubung dengan Tuhan, merek akan terus memunculkan kecenderungan hidup dengan mengandalkan kekuatannya sendiri.

 

Hidup dalam kepatutan

Sebaliknya Yakub memiliki kecenderungan hati untuk dengar-dengaran dan taat kepada ayah-ibu yang ada di rumah, menghargai pola kehidupan dan nilai-nilai yang ada di dalam rumah. Dia tau hal-hal apa yang paling berharga di dalam rumah. Telinganya terlatih mendengarkan segala aturan yang diterapkan di rumah, sudah biasa ditegur. Teguran tidak lagi membuat telinganya menjadi merah, tidak membuat emosinya menjadi negatif.

 

Yesus juga pernah ditegur oleh Yusuf dan Maria, karena tanpa izin mereka, Yesus yang baru berumur 12 telah membuat orangtuanya khawatir akan keselamatan-Nya, karena tidak ikut pulang bersama mereka. Yesus menyaatakan hasrat hati-Nya bahwa Dia harus berada di dalam rumah Bapa-Nya.  Tapi Yesus segera menyadari otoritas Yusuf dan Maria yang diberikan Bapa sendiri untuk memberikan pengayoman kepada-Nya, maka Yesus segera ikut mereka pulang, menuruti mereka, taat kepada mereka. Yesus menyadari nilai-nilai rumah dan menghargai hal itu. Itu yang men-set kecenderungan hati Yesus. Ketetapan hati-Nya terbentuk di dalam rumah.

Luk 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Yesus di sungai Yordan ketika hendak dibaptis memanifestasikan dan mengekspos kecenderungan hatinya:      

Mat 3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah SEPATUTNYA KITA MENGGENAPKAN SELURUH KEHENDAK ALLAH." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Kata SEPATUTNYA membuktikan Yesus bukan memenuhi apa yang dikatakan hukum Taurat, yang hanya berisi LARANGAN dan KEWAJIBAN. Yesus tidak sedang meresponi hukum Taurat.

“PATUT”  berarti BUKAN hal yang WAJIB dilakukan, tapi PILIHAN.  TAAT juga BUKAN WAJIB, tapi PILIHAN.  Tindakan KETAATAN mau pun KEPATUTAN BERSUMBER dari KECENDERUNGAN HATI.

Satu-satunya HAL yang membuat SORGA TERBUKA dan ADA PERKENANAN BAPA adalah KECENDERUNGAN / KETETAPAN HATI YESUS.

 

TUJUAN RUMAH ADALAH UNTUK MENSET KECENDERUNGAN HATI / KETETAPAN HATI KITA.

Kepatutan  akan menuju ketaatan. Kita di dalam rumah mungkin belum sepenuhnya taat, tapi apakah kita memiliki kecenderungan hati “PATUT”, berlaku dan bertindak SEPATUTNYA. Memutuskan segala sesuatu  menurut KEPATUTAN?

Bukan segala sesuatu yang baik itu PATUT.  KEPATUTAN menjadi  SARINGAN / FILTER dari keputusan dan tindakan kita, bukan boleh atau tidak. 

KEPATUTAN akan menyaring BENIH YANG TIDAK BAIK dan meredam EMOSI NEGATIF. Patutkah saya kecewa? Patutkah saya marah?  Kepatutan menangkap benih yang baik. Patutkan saya membiarkan yang terbaik hanya lewat?

Ketika kecenderungan hati kita berpaut pada kebenaran firman, maka timbul DORONGAN-DORONGAN dari Sang Penolong, dari Roh Kudus untuk melakukan hal-hal yang SEPATUTNYA kita lakukan, seperti halnya yang terjadi pada diri Yesus.

 

MENJADI RUMAH ROH KUDUS

Saya mendapati Penolong yang Tuhan anugerahkan adalah hal yang paling berharga dan paling mulia, karena Dia bersedia dan rela tinggal dan diam bersama di dalam tubuh saya yang fana. Di dalam tubuh ini DULU roh saya ditawan seperti rasul Paulus katakan: Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Rm 7:24.

Ternyata jawabannya adalah Roh Kudus sekarang ada di dalam saya. Dimana saya SEKARANG seperti menjadi tawanan Roh, demi Dia melindungi saya, mengarahkan saya dan memberdayakan saya (Kis 20:22). Maka saya memutuskan untuk terus bersinergi dengan Roh Kudus.

Setelah saya menyadari ada KUASA yang sedang dan terus bekerja, DIA lah Roh Kudus DI DALAM saya yang MEMBUAT saya bisa MENEROBOS setelah tubuh saya mati. 

Dan selama tubuh saya hidup, ketika kecenderungan hati saya menerima firman, saya dibungkus di dalam KUASA-Nya. Itu yang membuat saya seperti hebat, karena bisa menerobos segala halangan dan tantangan  di depan saya.

Saya merdeka untuk membuat setiap keputusan menurut kecenderungan hati. Sebaliknya Roh Kudus akan menasihati saya ketika saya menahan kebenaran oleh karena pikiran saya salah. Jika saya berkeras, MENGERASKAN HATI, maka sayalah yang harus mengambil segala resiko dan konsekuensi keputusan saya atas kecenderungan hati yang salah, karena tidak berpihak kepada kebenaran. Saya patut melembutkan hati saya ketika firman itu mendatangi saya.

 

Sekali lagi, KEPATUTAN itu bukan KEWAJIBAN atau LARANGAN. Kita bertumbuh dalam kasih-karunia dan kebenaran, bukan karena menjalankan hukum Taurat, bukan perintah dan larangan, bukan boleh atau tidak.

Sepatutnya kita selalu terhubung dengan firman, sepatutnya kita selalu terhubung dengan Bapa lewat Roh Kudus, sepatutnya kita terhubung dengan aliran air hidup dan aliran kasih karunia di dalam rumah yang dibawa seorang sumber anugerah, sepatutnya kita terhubung dengan semua saudara-saudara di dalam roh lewat frekuensi sorga, sepatutnya kita terhubung dengan jalan-jalan Tuhan. Sebaliknya memutuskan hubungan dengan jalan-jalan dunia dan cara-cara dunia. Sepatutnya kita tidak mencobai diri kita karena bisa menggeser kecenderungan hati kita secara negative. Sepatutnya kita MEMBATASI hal-hal yang bisa menggeser kecenderungan hati kita  dan MEMUTUSKAN semua hal yang mencoba/beresiko menggeser pengharapan kita.

JAGAI KECENDERUNGAN HATI YANG KITA MILIKI DENGAN INTEGRITAS

Kita harus terus selaraskan dengan firman-Nya, dengan pola hidup ilahi yang sudah terbangun dalam hidup seorang bapa rohani (Amsal 2:1-7), maka kasih karunia itu yang akan memampukan dan menguatkan kita. Sebab hidup di dalam sebuah rumah rohani pun kita sangat bergantung pada kasih karunia, bukan berdasarkan faktor kedagingan kita.  Bukan berasal dari kekuatan sendiri. Kita tidak boleh pasif, stagnant dan terhenti pertumbuhan kasih-karunia dan stature kita.

AMS 2:1   Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam HATIMU, 2  sehingga TELINGAMU MEMPERHATIKAN HIKMAT, dan engkau MENCENDERUNGKAN HATIMU KEPADA KEPANDAIAN (PENGERTIAN)  Ams 2:3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 4  jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 5  maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

 

ARTI AY1-7.  condongkan TELINGA kepada HIKMATdan memakai PENGERTIAN pada HATI dan PIKIRAN. Firman dan kebenaran berasal dari mulut Tuhan sendiri. HIKMAT adalah DIA SENDIRI yang berbicara dari mulut-Nya.  BERUSAHALAH UNTUK MEMPUNYAI PIKIRAN YANG MEMILIKI KESADARAN TINGGI (bukan bengong-bengong dan suka menghayal) dan PIKIRAN YANG TAJAM DAN MINTALAH PENGERTIAN (incline thine ear unto wisdom, and apply thine heart to understanding to have sober and sound mind).  Biarkan FIRMAN MEMPROSESMU sehingga kau mempunyai pandangan dan pengertian yang lebih baik dan engkau mencarinya seperti mencari uang yang hilang atau mengejarnya seperti mengejar harta karun, maka engkau akan memperoleh kebijaksanaan, Dia mengaruniakan HIKMAT, pengertian tentang takut akan Tuhan, dan pengetahuan akan Allah sendiri. Segera engkau akan menyadari pentingnya menghormati TUHAN, mendapat pengenalan akan Kristus dan mempercayakan diri kepada-Nya.  TUHANlah sumber hikmat. Dari mulut-Nyalah datang pengetahuan, pengertian dan akal budi. Tuhan melindungi dan menolong orang yang tulus dan murni hatinya, yang berjalan dalam INTERGRITAS. Dia menjadi perisai dan yang mengawal jalan mereka.

 

Pikiran dan Emosi negatif akan MENGGESER kecenderungan hati.

Keinginan yang tidak patut akan men-set atau menggeser kecenderungan hati.

Dari hal-hal yang BAIK yang ada di dalam RUMAH : banyak tersedia makanan, banyak saudara-saudara, ada pola rumah, ada bapa rohani, ada perlindungan;  TAPI yang paling menentukan adalah FIRMAN KASIH KARUNIA, karena firman kasih karunia BERKUASA MEMBANGUN.  Siapa yanag mengajarkan  dan mengalirkan  firman kasih karunia?  Murid-murid gereja mula-mula bertekun dalam pengajaran para rasul.

Ada saja peristiwa, kondisi, orang ataupun keadaan yang buat kita mengalami emosi negatif. Kondisi hati tersebut sebenarnya bukan karena disebabkan faktor eksternal, melainkan keadaan internal diri kita sendiri yang kecenderungannya masih mencari hal - hal yang negatif.

Mereka yang menolak kebenaran dan menolak Yesus, seperti anak muda yang kaya; kecenderungan hati mereka yang masih memiliki cinta akan diri sendiri, cinta akan dunia ataupun cinta akan uang. Intinya, mereka belum memiliki paradigma ilahi, yakni belum mati dari segala bentuk keakuan dan keberadaan manusia lama. Masih pertimbangkan untung-rugi.

Sangat umum jemaat di gereja-gereja  yang hidupnya masih 'diselubungi' oleh keakuan, filosofi manusiawi atau duniawi dan roh agamawi. Sehingga setiap kali membaca firman atau mendengar suatu pengajaran, semua itu akan terus mereka pahami dari paradigma dan persepsi yang bersifat manusiawi, duniawi maupun agamawi yang hanya menyenangkan keakuan mereka.

 

Contoh dari pikiran dan emosi negatif yang mengubah kecenderungan hati terjadi pada Adam-Hawa.

Pergeseran ini dialami oleh Hawa dan Adam di taman Eden. Melalui 'dialog' yang terjadi dengan Iblis, maka Hawa mulai 'MELIHAT' pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Mereka tentunya sudah sering 'melihat' pohon tersebut, tapi kali ini mereka 'MELIHAT' dalam ketertarikan karena kecenderungan hati mereka telah mengalami perubahan disebabkan terjadinya 'dialog' dengan Iblis.

 

KECENDERUNGAN HATI KITA PADA SAAT INI AKAN MENENTUKAN JALAN YANG AKAN KITA LALUI DAN TEMPAT YANG AKAN KITA TUJU. Kabar baiknya adalah anak-anak rohani dapat mewarisi roh yang sama seperti yang dimiliki oleh bapanya. Maka anak-anak  harus membangun hubungan yang sehat dengan sang bapa rohani sampai mereka memanifestasikan passion, kecenderungan, sikap hati, konsep pikir dan gaya hidup ilahi yang sama seperti yang bapa rohaninya miliki.

 

Yakub terbukti memiliki ketetapan hati yang kuat, sebab Rahel tidak bisa menggeser kecenderungan hatinya. Yakub tetap bertaut dan fokus kepada misi dari Ishak, ayahnya, untuk menggenapi ikat-janji ayahnya dengan Allah. Namun, tetap saja hal itu membuat Yakub memiliki celah kelemahan. Celah itu membuat Yakub mencoba mempertahankan Benyamin, anak Rahel, daripada melihat tujuan Allah melahirkan suatu bangsa pilihan Allah, seperti yang difirmankan Allah kepada Abraham.  Celah itu akhirnya ditutup oleh Yehuda yang bersuara kuat seperti singa yang mengaum untuk membela ayahnya.  Tindakan Yehuda seperti juga dilakukan oleh Sem dan Yafet yang menutupi cela Nuh oleh karena mabuk dan telanjang (Kej 9:23). Sama seperti yang dilakukan imam besar Zadok dan Betsyeba terhadap Daud untuk menolongnya sampai kepada destiny, menggenapi seluruh perkataan Tuhan.

 

Kasih karunia membangun kecenderungan untuk taat

Inti dari pengajaran para rasul adalah firman kasih karunia.

Kis 2:42  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Paulus diakhir-akhir pelayananan memberikan SATU PESAN TERAKHIR kepada para penatua jemaat di Efesus, melalui suratnya; sebelum ia bertolak ke Roma untuk diadili.

Kis 20: 17  Dari Miletus, Paulus mengutus orang ke Efesus dan menyuruh para penatua jemaat datang kepadanya. 18  Dan, ketika mereka datang kepadanya, ia berkata kepada mereka, "Kamu sendiri tahu, bagaimana aku hidup di antaramu sepanjang waktu, sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di Asia, 19  sambil melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, dan dengan air mata, dan dengan pencobaan-pencobaan yang menimpaku melalui persekongkolan orang-orang Yahudi,

25  Dan sekarang, lihatlah, aku tahu bahwa tidak ada di antaramu, yang kepadamu aku berkeliling memberitakan kerajaan, akan melihat wajahku lagi.

Kis 20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan (warisan) bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Di dalam RUMAH kita DIBANGUN KECENDUNGAN hati untuk taat pada kebenaran dan untuk menerima WARISAN.

Firman kasih karunia-Nya MEMBANGUN kita MENJADI PATUT dan LAYAK menerima WARISAN, menerima MANDAT, menerima PERKENANAN.

TANDA SEBUAH RUMAH ROHANI adalah FIRMAN KASIH KARUNIA yang berasal dari HATI TUHAN SENDIRI. 

 

MARIA Menerima Kasih Karunia

Maria membangun Yesus oleh karena telah menerima firman kasih karunia: Namailah Dia Yesus.

Luk 1:30  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Salomo masih muda dan belum berpengalaman: artinya BELUM PATUT. Tapi karena DAUD, ayahnya, ia menerima kasih karunia untuk membangun Bait Allah.

Bekal Daud yang terpenting dan paling berharga bukanlah semua material dan pola yang ia serahkan kepada Salomo, tapi SEPOTONG NASIHAT: KENALLAH ALLAH AYAHMU.

Hanya dengan MENGENAL ALLAH-nya DAUD, maka Salomo akan menjadi PATUT dan LAYAK  MEWARISI Kerajaan. Bukan lagi faktor darah / daging, tapi faktor KEPATUTAN.

Warisan rohani BUKAN ditentukan faktor darah/daging, bukan karena kedekatan lahiriah, tapi faktor KEPATUTAN.  KEPATUTAN DITENTUKAN OLEH KECENDERUNGAN HATIMU bukan PERBUATAN / PERFORMANCE / PELAYANAN. Yesus belum melayani.

 

KECENDERUNGAN HATI menjadi POINT PALING PENTING dan MENJADI GOAL PEMBANGUNAN RUMAH.

TUHAN MELIHAT HATI.

Hati yang MURNI CENDERUNG mengikuti FIRMAN KEBENARAN.

Hati yang MURNI CENDERUNG BERPIKIR DAN BERTINDAK SEPATUTNYA.

Hati yang MURNI CENDERUNG TAAT.

Hati yang murni tidak mengandung benih jahat, tidak membawa agenda / motivasi pribadi.

Agenda / motivasi pribadi MEROBAH KECENDERUNGAN HATI.

Emosi / pikiran negatif menyuburkan ilalang, MEROBAH KECENDERUNGAN HATI.

 

Tujuan Rumah-Rumah (kemah-kemah) Rohani  Adalah Untuk Menjawab Panggilan Tuhan

 

Kemah-kemah Yehuda di kota kecil yang bernama Bethlehem membangun satu budaya-baru, budaya Kerajaan, yang akan melahirkan Mesias. Yakub telah melepaskan nubuat  dan visi ini kepada Yehuda:

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:10 ).

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Yes 9:6  (9-5)

Yesaya diutus oleh Tuhan untuk MELURUSKAN kembali PANGGILAN TUHAN kepada bangsa Israel, bahwa MELALUI SUKU YEHUDA akan lahir MESIAS, Dia yang berhak atas tongkat kerajaan dan menyandang lambang pemerintahan. Dia yang memegang kunci Daud. Kenajisan bangsa Yehuda harus ditahirkan dengan bara api. Najis bibir adalah penyakit dan kekalahan bangsa itu dalam membangun yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, melainkan hanya membuat raja Yehuda (Uzia) menjadi tinggi hati dan sombong.

Kemah-kemah Yehuda itu terbangun dan menyiapkan JAWABAN, respon atas PANGGILAN TUHAN. Mesias akhirnya dilahirkan di kota Bethlehem-Yehuda.

 

TIDAK BOLEH ADA SELUBUNG MENGHALANGI PANGGILAN TUHAN

Seorang sumber anugerah diperlukan untuk membangun SATU RUMAH.  Papa Jonathan David membangun SINERGI diantara bangsa-bangsa supaya KEMAH-KEMAH KRISTUS disiapkan MENJAWAB PANGGILAN TUHAN untuk  MELAHIRKAN GEREJA ANAK LAKI-LAKI yang akan memerintah atas bangsa-bangsa di bumi dan seluruh bumi akan tahkluk karena GEREJA membawa KEMULIAAN Tuhan yang belum pernah ada. Belum pernah dilihat, belum pernah terpikir, belum pernah orang bermimpi, belum ada di dalam hati.

Why 12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya..

Inilah agenda setiap Gereja yang dipanggil oleh Tuhan menjadi rumah dan kemah rohani.

Untuk itu, ini waktunya untuk kita mengarahkan hati kita pada agenda rumah rohani yang Tuhan tetapkan. Jangan keluar dari rumah, namun berakarlah dengan kuat sebagai anak di dalam rumah.

SEKARANG ADALAH WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGEVALUASI "KECENDERUNGAN HATI". APAKAH KITA MASIH TERUS MENGEJAR APA YANG DUNIA INI KEJAR??

Kecenderungan hati kita yang mencintai kebenaran akan mengkondisikan kita dapat melihat panggilan-Nya yang penuh kemuliaan, mengerti kehendak-Nya serta hidup meresponi dan mengerjakan agenda-Nya.

Jadi mari kita benahi kecenderungan hati kita, jangan sampai kita salah memegang harapan masa depan. Tidak ada masa depan yang indah dari apa yang dunia tawarkan. Walaupun terlihat indah di depan tetapi rapuh dan hancur di belakangnya.

Jadi KEKAYAAN KITA, GELAR KITA, POSISI KITA, PROFESI kita, PELAYANAN kita, siapa pun kita TIDAK BOLEH MENGHALANGAI PANDANGAN KITA ATAS PANGGILAN TUHAN. Kalau sampai kita tidak bisa melihat, terus dihalangi, itu berarti KECENDERUNGAN kita akan mengikuti apa yang DUNIA ini cari. Dunia berhasil mengarahkan hati kita.

Jadi mudah atau susah itu tergantung kita bisa melihat tidak panggilan Tuhan yang melebihi panggilan-hati kita, cita-cita kita, agenda kita pribadi, keinginan pribadi dan seterusnya.

 

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...