Langsung ke konten utama

Menggubris Suara Hati Nurani (MKS #31)

Pesan utama dalam video khotbah Pdt. Djonny yang berjudul "Ibadah JMD Bandung 22 Maret 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 31" berpusat pada hubungan antara iman, ketaatan, dan kebenaran Allah melalui teladan hidup Abraham.


​Berikut adalah poin-poin utama dari isi pesan tersebut:

  • Pentingnya Ketaatan yang Didasari Iman: Pdt. Djonny menekankan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Kebenaran Allah diperhitungkan kepada manusia bukan hanya karena memiliki "modal" iman, tetapi ketika iman tersebut diekspresikan melalui tindakan nyata dan ketaatan [08:12].
  • Belajar dari Abraham: Abraham dijadikan contoh utama karena ia berani meninggalkan Urkasdim dan Haran (negeri asalnya) serta harapan orang tuanya (Terah) untuk mengikuti panggilan Tuhan [15:12]. Ia bisa melakukan ini karena memiliki "iman yang melihat" kehancuran Babel dan menanti kota yang dibangun oleh Allah sendiri [18:27].
  • Suara Roh di Dalam Batin: Pesan ini menjelaskan bahwa iman timbul dari pendengaran akan "firman suara" (Rema) yang disampaikan oleh Roh Kudus langsung ke dalam batin atau roh manusia, bukan sekadar pendengaran telinga luar [17:48], [01:02:08].
  • Hidup Menurut Roh: Jemaat diajak untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan selalu "menggubris" atau merespons suara hati nurani yang bersaksi bersama Roh Kudus. Jika manusia terus mengabaikan suara Roh ini, mereka bisa jatuh ke dalam dosa yang tidak terampuni karena mengeraskan hati [01:07:48].
  • Melepaskan Harapan Manusia demi Rencana Allah: Seringkali orang terjebak dalam cita-cita orang tua atau standar duniawi. Seperti Abraham yang harus keluar dari rumah ayahnya, orang percaya harus menyadari rencana spesifik Tuhan atas hidup mereka yang mungkin berbeda dari harapan keluarga [01:14:57].

​Kesimpulannya, pesan ini mengajak jemaat untuk menjadi "Manusia Kerajaan Sorga" yang hidupnya dipandu oleh suara Roh Kudus di dalam batin, menghasilkan ketaatan yang nyata, sehingga mereka dapat berjalan dalam rencana agung Tuhan menuju "Langit Baru dan Bumi Baru" [01:15:36].


PENDALAMAN

Penjelasan mengenai kaitan antara inisiatif Allah, modal iman, dan bagaimana manusia seharusnya merespons agar iman tersebut terbukti nyata:

​1. Apa yang Dimaksud dengan "Modal" Iman?

​Dalam video tersebut, Pdt. Djonny menjelaskan bahwa "modal" iman bukanlah sekadar pengetahuan di otak atau pengakuan di mulut, melainkan Iman Allah yang dianugerahkan ke dalam roh manusia melalui Firman Suara (Rema).

  • Inisiatif Allah: Sama seperti dalam Kisah Para Rasul 7:2-3, Allah yang terlebih dahulu menampakkan diri dan bersuara kepada Abraham.
  • Firman Suara (Rema): Iman timbul bukan dari pendengaran telinga luar, melainkan dari Roh Kudus yang menyuarakan firman Tuhan langsung ke dalam batin atau roh manusia. Inilah "modal" awal yang diberikan Allah—suatu keyakinan ilahi yang membuat seseorang mampu melihat apa yang tidak terlihat oleh mata jasmani.

​2. Bagaimana Seharusnya Manusia Merespons?

​Manusia tidak boleh berhenti hanya dengan memiliki "modal" iman tersebut. Respons yang benar melibatkan Jiwa (fikiran dan kehendak) dan Hati Nurani:

  • Menggubris Roh Kudus: Manusia harus peka dan menjawab suara Roh yang bekerja di dalam batinnya. Pdt. Djonny mengingatkan untuk tidak mengabaikan suara Roh Kudus, karena jika terus diabaikan, manusia bisa jatuh ke dalam dosa yang tidak terampuni (mengeraskan hati).
  • Percaya dengan Segenap Hati: Percaya adalah tindakan jiwa. Ini adalah langkah di mana manusia mengakui bahwa suara Tuhan itu benar dan menetapkan hati untuk mengikutinya.
  • Keluar dari "Dunia Lama": Respons Abraham adalah keluar dari Urkasdim dan Haran, yang berarti melepaskan diri dari kontaminasi dunia (simbol Babel) dan bahkan harapan atau cita-cita orang tua yang tidak sejalan dengan rencana Allah.

​3. Prosesi Iman Menjadi Terbukti Nyata (Kebenaran Allah)

​Iman terbukti nyata melalui Ketaatan dan Perbuatan. Inilah proses transformasi dari iman menjadi Kebenaran Allah:

  • Iman + Perbuatan = Sempurna: Mengutip Yakobus 2:22, Pdt. Djonny menekankan bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan, dan oleh perbuatan itulah iman menjadi sempurna.
  • Manifestasi melalui Tubuh: Prosesnya dimulai dari Roh (menerima iman), diterjemahkan oleh Jiwa (memutuskan untuk percaya), dan akhirnya diekspresikan oleh Tubuh (tindakan ketaatan nyata).
  • Diperhitungkan sebagai Kebenaran: Ketika Abraham melangkah keluar tanpa mengetahui tempat yang dituju, Allah menilai tindakan yang didasari iman itu sebagai Kebenaran. Tanpa perbuatan nyata, iman tersebut dianggap mati (nekros) dan tidak membuahkan kebenaran Allah.

Kesimpulan:

Inisiatif Allah memanggil Abraham adalah pemberian "modal" iman melalui suara-Nya. Namun, iman itu hanya menjadi nyata dan menyelamatkan apabila manusia merespons dengan ketaatan penuh—berani meninggalkan masa lalu dan melangkah sesuai dengan tuntunan Roh Kudus yang ada di dalam batin.


Membangun Iman Yang Bisa Melihat

Kita bisa belajar dan meneladani Abraham, sehingga ia bisa memiliki "iman yang melihat" kehancuran Babel dan menanti kota yang dibangun oleh Allah sendiri. Karena itu ia memiliki ketaatan mutlak. 

Pertanyaannya:  Bagaimana prosesi iman itu sehingga terbangun iman yang bisa melihat (kehancuran benteng-benteng yang dibangun musuh dalam hidup seseorang) dan terbangun kehidupan yang tertata seperti Bait Kudus (di mana Allah senantiasa ada bersama kita)?

proses membangun "iman yang melihat" dan kehidupan yang tertata seperti Bait Kudus bukanlah hasil usaha mental manusia, melainkan sebuah prosesi pneumatik (rohani) yang sistematis.

​Berikut adalah tahapan prosesi tersebut:

1. Tahap Penyingkapan: Mendengar "Suara di Dalam" (Rema)

​Prosesi dimulai ketika manusia tidak lagi hanya mengandalkan telinga luar, tetapi mulai mendengar firman suara di dalam batinnya.

  • Inisiatif Roh: Roh Kudus (Roh Kebenaran) menyuarakan firman Tuhan langsung ke dalam roh manusia.
  • Melihat Realitas Rohani: Melalui suara ini, Abraham diberikan kemampuan untuk melihat "Babel" (simbol kebanggaan manusia dan kenajisan) sudah runtuh di mata Allah, meskipun secara fisik Babel saat itu terlihat megah.
  • Aplikasi: Untuk melihat kehancuran benteng musuh dalam hidup Anda, Anda harus menerima penyingkapan dari Roh bahwa segala sesuatu yang tidak dibangun oleh Allah dalam hidup Anda sebenarnya sudah "runtuh" dan tidak memiliki masa depan.

​2. Tahap Respons Jiwa: "Menggubris" Hati Nurani

​Iman yang melihat hanya akan terbangun jika ada kerja sama antara Roh Kudus dan Hati Nurani (Conscience).

  • Kesaksian Ganda: Pdt. Djonny mengutip Roma 9:1, di mana hati nurani bersaksi bersama dengan Roh Kudus.
  • Keputusan yang Teguh: Prosesi ini menjadi nyata ketika jiwa Anda (pikiran, perasaan, kehendak) setuju dengan apa yang dikatakan Roh. Anda harus "menggubris" (merespons dengan serius) teguran atau arahan Roh di dalam batin. Tanpa respons ini, visi rohani akan kabur dan benteng musuh tetap terasa kuat.

​3. Tahap Pemisahan: Keluar dari "Rumah Terah"

​Kehidupan yang tertata seperti Bait Kudus tidak bisa dibangun di atas fondasi lama.

  • Meninggalkan Kontaminasi: Abraham harus keluar dari pengaruh Terah (ayahnya) yang menyembah allah asing.
  • Mematahkan Harapan Manusia: Benteng musuh sering kali berupa "harapan dan cita-cita manusiawi" yang terlihat baik tetapi bukan dari Allah. Untuk membangun Bait Kudus, Anda harus berani meninggalkan pola pikir lama dan keterikatan emosional yang menghalangi rencana agung Tuhan.

​4. Tahap Pembangunan: Hidup oleh Iman (Zao)

​Kehidupan yang tertata (Bait Kudus) terjadi ketika iman menjadi gaya hidup (way of life), bukan sekadar momen percaya.

  • Iman yang Berkata-kata: Pdt. Djonny menjelaskan bahwa apa yang ada di roh akan mengalir ke mulut (jiwa/tubuh). Sama seperti Elia, apa yang ia katakan sesuai dengan apa yang Tuhan katakan.
  • Seluruh Kebenaran: Roh Kudus akan memimpin Anda ke dalam seluruh kebenaran—memastikan pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda selaras dengan arsitektur surgawi. Inilah saat di mana kehadiran Allah menjadi nyata dan konstan karena "bangunan" hidup Anda sesuai dengan rancangan-Nya.

Ringkasan Prosesi:

Firman Suara (Roh)} > Visi Iman (Melihat Kehancuran Babel) > Ketaatan Jiwa (Keluar/Pemisahan) > Kebenaran Allah (Bait Kudus)

​"Iman itu adalah roh. Dia membutuhkan diterjemahkan melalui kehidupan jiwamu dulu, baru menuju kehidupan alamiahmu/lahiriahmu."


Melatih kepekaan mendengar "suara batin"

​1. Memurnikan Hati Nurani (Conscience)

​Langkah pertama untuk mendengar adalah memastikan "alat penerima" Anda bersih. Pdt. Djonny menekankan pentingnya hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia (Kisah Para Rasul 24:16).

  • Latihan: Di penghujung hari, ambil waktu sejenak. Jika ada kegelisahan dalam batin mengenai sikap atau perkataan Anda, jangan diabaikan. Akui itu di hadapan Tuhan. Inilah yang disebut "menggubris" Roh Kudus agar suara-Nya tidak menjadi redup dalam hidup Anda.

​2. Membedakan Suara Jiwa vs Suara Roh

​Pdt. Djonny mengingatkan agar kita tidak bergantung pada apa yang dilihat mata atau didengar telinga luar, melainkan apa yang ada dalam batin.

  • Cara Membedakan: * Suara Jiwa: Biasanya berasal dari logika, kekhawatiran, atau ambisi pribadi (seperti harapan Terah pada Abraham).
    • Suara Roh: Sering kali datang sebagai impuls kebenaran yang tenang namun kuat di batin terdalam (suara Alethea), yang menuntun Anda pada seluruh kebenaran.

​3. Merespons "Rema" Kecil dengan Ketaatan Segera

​Iman Abraham menjadi sempurna karena perbuatan ketaatannya. Jangan menunggu instruksi besar untuk mulai taat.

  • Latihan: Jika Roh Kudus memberikan dorongan kecil di batin untuk melakukan sesuatu yang benar (misalnya: meminta maaf, memberi, atau berhenti melakukan kebiasaan buruk), segeralah lakukan.
  • ​Setiap ketaatan kecil akan memperjelas "penglihatan" rohani Anda terhadap kehancuran benteng-benteng musuh dalam hidup Anda.

​4. Menyelaraskan Perkataan dengan Iman (Speaking the Faith)

​Pdt. Djonny menjelaskan bahwa Roh Tuhan menaruh firman-Nya di mulut kita. Apa yang Roh suarakan di dalam batin, harus diekspresikan lewat mulut.

  • Latihan: Jangan memperkatakan keadaan atau kekalahan (apa yang terlihat oleh mata). Mulailah memperkatakan apa yang Roh katakan tentang identitas Anda sebagai "Manusia Kerajaan Sorga".
  • ​Ingat teladan Elia: apa yang ada di rohnya terekspresi melalui mulutnya sehingga kuasanya menjadi nyata.

​5. Mengambil Jarak dari "Urkasdim" Pribadi

​Terkadang suara Tuhan tidak terdengar karena terlalu banyak "suara bising" dari masa lalu atau harapan orang lain.

  • Latihan: Sediakan waktu untuk "seorang diri" seperti Abraham saat dipanggil Tuhan (Yesaya 51:2). Lepaskan diri sejenak dari pengaruh opini manusia atau media sosial untuk fokus mendengarkan apa yang Allah kerjakan dalam hidup Anda saat ini.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...