Langsung ke konten utama

From Eden to New Earth (MKS #3)

### Bab: Rencana Ilahi Kekuasaan Umat Manusia dan Pemulihan Langit dan Bumi

#### Pendahuluan: Memahami Peran Umat Manusia dalam Kerajaan Allah

Khotbah ini berpusat pada tema teologis yang mendalam tentang **umat manusia sebagai kerajaan surga di bumi**, yang menekankan **rencana dan tujuan** ilahi yang ditetapkan oleh Allah bagi umat manusia. Pembicara mengajak umat beriman untuk menyadari bahwa hidup mereka merupakan bagian integral dari perwujudan **kehendak berdaulat** Allah dan **otoritas kerajaan** di bumi, yang berakar pada mandat Alkitab dari **Kejadian 1:26-28**. Bagian ini memperkenalkan konsep-konsep kunci seperti **kekuasaan**, **gambar Allah**, dan **otoritas atas ciptaan** yang dianugerahkan kepada manusia. Makna dari ajaran ini terletak pada pemahaman bahwa mengikuti Allah bukan sekadar perjalanan spiritual pribadi, melainkan partisipasi dalam tata kelola kosmik dan rencana pemulihan-Nya yang agung.


Pembicara menggarisbawahi pentingnya **Roh Kudus** untuk memberikan hikmat dan pemahaman ilahi, yang memampukan orang percaya untuk memahami kepenuhan kehendak Allah dan peran mereka di dalamnya. Pembahasannya mencakup mulai dari penciptaan awal, hingga kejatuhan manusia, hingga visi eskatologis tentang **langit dan bumi baru**, yang menyoroti perjuangan berkelanjutan melawan musuh dan ajaran sesat yang berusaha merongrong kerajaan Allah.




#### Bagian 1: Amanat Ilahi dalam Kejadian 1:26-28 – Kekuasaan dan Otoritas

Landasan ajaran ini bertumpu pada **Kejadian 1:26-28**, di mana Allah menyatakan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa-Nya** untuk berkuasa atas semua makhluk hidup di bumi.

- Istilah **"kekuasaan"** (dari Versi Raja James: "berkuasa") menandakan pemberian otoritas kedaulatan oleh Allah kepada manusia atas ikan, burung, ternak, dan semua makhluk di bumi.

- Kekuasaan ini menyiratkan **peran pemerintahan** yang didelegasikan oleh Allah, menempatkan manusia sebagai wakil-Nya di bumi.

- Pembicara menjelaskan bahwa otoritas ini bahkan mencakup musuh-musuh rohani, menekankan bahwa **Setan tidak dapat melampaui batas yang ditetapkan oleh Allah**.


Mandat ini tidak statis, melainkan bagian dari rencana ilahi yang berkelanjutan, di mana manusia dibentuk untuk memerintah sesuai kehendak Tuhan.

Beralih dari penciptaan ke masa kini, pembicara menghubungkan otoritas ini dengan peran rohani gereja, merujuk pada **Wahyu 12**, di mana gereja, yang digambarkan sebagai "anak-anak Allah", menjalankan kekuasaan atas bangsa-bangsa, menunjukkan pemenuhan mandat Kitab Kejadian di ranah rohani.

---

#### Bagian 2: Realitas Konflik Rohani dan Kejatuhan Setan

Narasi beralih ke konflik kosmik yang dijelaskan dalam **Wahyu 12:7-9**, yang menggambarkan pertempuran surgawi di mana Setan dan para malaikatnya diusir dari surga ke bumi.

- Pengusiran ini menandakan bahwa kekuasaan Setan terbatas; ia tidak lagi memiliki tempat di surga tetapi tetap aktif di bumi.

- **Otoritas gereja** dalam peperangan rohani disorot, karena orang percaya dipanggil untuk mencegah musuh mendapatkan kembali pengaruhnya.

- Pembicara menggambarkan kehidupan di bumi sebagai medan pertempuran di mana kerajaan Allah terus maju meskipun ada pertentangan dari setan.

Bagian ini menekankan pentingnya orang percaya mempertahankan tempat mereka di kerajaan Allah dengan melawan tipu daya dan ajaran palsu yang bahkan menyusup ke dalam gereja.

---

#### Bagian 3: Langit Baru dan Bumi Baru – Pemulihan Eskatologis

Pembahasan beralih ke tema **langit baru dan bumi baru**, yang membandingkannya dengan ciptaan asli.

- **Langit dan bumi pertama** (Kejadian 1:1-2) dirusak oleh kekacauan dan ketiadaan kehadiran Allah, yang dilambangkan dengan "tanpa bentuk dan kosong" dan "kegelapan."

- **Langit dan bumi kedua** merujuk pada ciptaan yang ditata ulang, termasuk Taman Eden, tempat Allah menempatkan umat manusia.

- Meskipun demikian, dosa masuk melalui **tipuan Setan** di Eden, yang menyebabkan pengusiran umat manusia dan kerusakan ciptaan.

- Pembicara menekankan bahwa **langit baru dan bumi baru** yang dinubuatkan dalam **Yesaya 66:22** dan **2 Petrus 3:13** akan menjadi alam yang disempurnakan, yang dicirikan oleh **kebenaran dan kehadiran Allah** tanpa kehadiran dosa atau maut.

 Visi eskatologis ini merupakan penggenapan akhir dari rencana Allah untuk memulihkan kekuasaan umat-Nya dan menegakkan kerajaan-Nya sepenuhnya.

---

#### Bagian 4: Pergumulan Gereja Melawan Ajaran Palsu dan Penipuan Rohani

Bagian penting dari ajaran ini membahas infiltrasi **doktrin dan nabi palsu** ke dalam gereja, dengan menggunakan referensi dari **Wahyu 2** dan **1 Yohanes 4**.

- Gereja **Pergamus dan Tiatira** dikutip sebagai contoh di mana **ajaran Bileam dan Nikolaus** memperkenalkan kompromi, penyembahan berhala, dan amoralitas.

- Pembicara memperingatkan bahwa ajaran-ajaran palsu ini seringkali menyamar sebagai kebenaran rohani tetapi melayani keuntungan pribadi dan melemahkan otoritas Kristus.

- Konsep **menguji roh-roh** (1 Yohanes 4:1-3) ditekankan, yang membedakan antara Roh Allah yang sejati, yang mengakui Yesus Kristus yang berinkarnasi, dan **roh Antikristus**, yang menyangkal kebenaran ini.

- Infiltrasi tersebut mencakup **manipulasi psikologis dan emosional** alih-alih bimbingan rohani yang sejati.

 Bagian ini menyoroti tantangan yang terus berlanjut bagi orang percaya untuk tetap memiliki kebijaksanaan dan berakar pada doktrin yang benar guna menegakkan kerajaan Allah di bumi.

---

#### Bagian 5: Pelajaran Historis dan Spiritual dari Kejadian 3 sampai 6 – Kejatuhan Manusia dan Penghakiman Allah

Pembicara memberikan gambaran umum tentang kejatuhan manusia dan penghakiman ilahi setelahnya melalui narasi banjir.

- Penipuan Hawa oleh ular (Kejadian 3) menandai masuknya dosa dan ketidaktaatan, yang merusak kekuasaan manusia.

- Meningkatnya kejahatan yang mengarah ke **Kejadian 6**, di mana Allah menyatakan penyesalan atas kerusakan manusia dan memutuskan untuk membersihkan bumi melalui **Air Bah**.

- Kisah **Kain dan Habel**, kebangkitan peradaban, dan kemunculan para raksasa ("Nefilim") menggambarkan kemerosotan moral yang semakin dalam.

- Meskipun kerusakan merajalela, **Nuh didapati benar**, dipilih oleh Allah untuk memelihara umat manusia dan memulai kembali penciptaan (Kejadian 6:9; 7:1).

 Banjir berfungsi sebagai **pengaturan ulang**, menyucikan bumi dan membuka jalan bagi pemulihan kerajaan Allah.

Narasi ini menunjukkan kedaulatan dan keadilan Allah, serta komitmen-Nya terhadap rencana awal melalui pemeliharaan sisa umat yang benar.

---

#### Bagian 6: Kelangsungan Rencana Kerajaan Allah Melalui Silsilah Nuh

Pasca-air bah, rencana Allah untuk langit dan bumi yang baru berlanjut melalui Nuh dan keturunannya.

- Iman dan ketaatan Nuh, yang dijelaskan dalam **Ibrani 11:7**, menggambarkan kepercayaannya kepada janji-janji Allah yang tak terlihat dan partisipasinya dalam rencana penebusan-Nya.

- Pembicara menekankan bahwa tujuan akhir Allah tetaplah tegaknya kerajaan-Nya di bumi, terlepas dari kegagalan dan pemberontakan manusia.

- Proses pemulihan yang berkelanjutan ditegaskan, dengan Allah bekerja melalui sejarah manusia, termasuk generasi-generasi setelah Nuh, untuk menggenapi perjanjian dan tujuan-Nya.

Bagian ini mendorong orang percaya untuk memandang diri mereka sebagai bagian dari kesinambungan historis dan ilahi ini, yang dipanggil untuk menjalankan otoritas dan kebenaran di zaman sekarang.

---

#### Bagian 7: Peran Roh Kudus dalam Membimbing Orang Percaya kepada Kebenaran dan Otoritas Kerajaan

Renungan teologis terakhir berfokus pada pelayanan **Roh Kudus** sebagai **Roh Kebenaran**.

- Roh Kudus menuntun orang percaya kepada seluruh kebenaran, memampukan mereka untuk membedakan ajaran-ajaran palsu dan mewujudkan kebenaran yang dibutuhkan untuk langit dan bumi yang baru.

- Pembicara merujuk pada **Yohanes 16**, yang menyoroti peran Roh Kudus dalam menyingkapkan hal-hal yang akan datang dan meneguhkan firman Allah di dalam orang percaya.

- Bimbingan ilahi ini penting bagi orang percaya untuk mendapatkan kembali tempat mereka yang sah di kerajaan Allah dan untuk menjalankan kekuasaan sebagaimana dimaksudkan semula.

Bab ini diakhiri dengan dorongan untuk memercayai rencana Allah yang tidak berubah dan untuk tetap teguh meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan rohani.

---

#### Kesimpulan: Penggenapan Rencana Allah yang Berdaulat dan Tak Tergoyahkan

Singkatnya, ajaran ini mengartikulasikan visi alkitabiah yang komprehensif tentang **rencana kerajaan** Allah bagi umat manusia, yang berlandaskan pada mandat penciptaan berupa kekuasaan dan otoritas atas bumi. Meskipun dosa merasuki, tipu daya setan, dan peperangan rohani yang terus berlangsung, Allah tetap berdaulat dan secara aktif bekerja untuk memulihkan ciptaan-Nya kepada tujuan semula.

Poin-poin penting meliputi:

- Umat manusia diciptakan untuk berkuasa  dan memerintah sebagai wakil Allah di bumi.

- Konflik dan kejatuhan rohani tidak menggagalkan rencana Allah, tetapi telah mendorong proses pemulihan yang berpuncak pada langit dan bumi yang baru.

- Gereja berpartisipasi dalam otoritas kerajaan ini, tetapi harus tetap waspada terhadap ajaran sesat dan tipu daya rohani.

- Penghakiman Allah, seperti yang terlihat dalam air bah, berfungsi sebagai disiplin sekaligus sarana pembaruan.

- Orang percaya yang setia, yang diberdayakan oleh Roh Kudus, merupakan bagian integral dalam memajukan kerajaan Allah hingga penggenapannya yang hakiki.

 Pesan ini membawa implikasi yang mendalam bagi identitas, misi, dan ketekunan orang percaya, meneguhkan bahwa rencana Allah tak tergoyahkan dan akan digenapi melalui umat pilihan-Nya.

---

### Ringkasan Poin-Poin Lanjutan

- **Kejadian 1:26-28** menetapkan mandat ilahi umat manusia untuk berkuasa atas seluruh ciptaan, yang mencerminkan gambar dan otoritas Allah.

- Otoritas Setan terbatas; ia diusir dari surga (Wahyu 12:7-9), namun tetap aktif di bumi, menentang kerajaan Allah.

- **Langit baru dan bumi baru** (Yesaya 66:22; 2 Petrus 3:13) melambangkan pemulihan akhir di mana kebenaran berdiam selamanya.

- Ajaran-ajaran palsu menyusup ke dalam gereja (Wahyu 2:14-20), termasuk doktrin Bileam dan Nikolaus, yang mengarah pada kompromi rohani.

- **Roh Antikristus** menyangkal inkarnasi Yesus dan hadir dalam banyak pelayanan palsu (1 Yohanes 4:1-3).

 Sejarah manusia dari Eden hingga air bah menyingkapkan meningkatnya dosa dan penghakiman Allah, yang berpuncak pada air bah yang membersihkan bumi.

Kebenaran Nuh memelihara umat manusia dan memungkinkan rencana penebusan Allah berlanjut (Kejadian 6:9; Ibrani 11:7).

Rencana Allah untuk kekuasaan dan otoritas kerajaan tetap teguh meskipun manusia gagal dan memberontak.

Roh Kudus membimbing orang percaya kepada kebenaran dan memberi mereka kuasa untuk menjunjung tinggi mandat kerajaan Allah (Yohanes 16).

Orang percaya dipanggil untuk melawan tipu daya, menegakkan kebenaran, dan berpartisipasi aktif dalam kerajaan Allah yang sedang berkembang di bumi.

Bab ini mengajak orang percaya untuk merangkul peran ilahi mereka, memperkuat ketajaman rohani mereka, dan percaya pada janji Allah yang tak pernah berubah untuk memulihkan langit dan bumi melalui kerajaan-Nya.



Postingan populer dari blog ini

Akar dari Krisis Spiritualitas Modern

Banyak orang salah memahami bahwa iman itu hanya soal sorga dan neraka. Pemikiran seperti itu hanyalah manifestasi dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat . Padahal di Taman Eden ada hal yang jauh lebih utama, yakni Pohon Kehidupan yang justru diabaikan manusia (Adam dan Hawa). Memahami iman hanya sebagai "tiket ke sorga" atau "penghindar neraka" merupakan bentuk bineristik (hitam-putih) yang sangat khas dari Buah Pengetahuan Baik dan Jahat. Berikut adalah beberapa poin refleksi yang memperkuat pandangan ini: ​ 1. Jebakan Moralitas vs. Kehidupan ​Buah Pengetahuan Baik dan Jahat menciptakan sistem moralitas, sedangkan Pohon Kehidupan menawarkan vitalitas (kehidupan) Ilahi. ​ Sistem Moralitas (Babel): Fokus pada "Apa yang boleh dan tidak boleh?" atau "Bagaimana supaya selamat?". Ini adalah sistem transaksional yang berpusat pada diri sendiri (self-centered). Contoh lain yang gamblang adalah soal halal dan haram atau soal disunat dan tidak disunat...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

Mengelola Pikiran Dengan Benar (MKS#30)

"Manusia Kerajaan Sorga 30" yang dibawakan pada 15 Maret 2026, Pp. Djonny membagikan pesan mendalam mengenai peran krusial pikiran dalam menghubungkan iman dengan kebenaran Allah.  Beliau menekankan bahwa iman tanpa tindakan jiwa (pikiran) yang selaras akan menjadi "iman yang mati." Video lengkap: Ibadah JMD Bandung 15 Maret 2026 Berikut adalah poin-poin utama yang dibagikan dalam khotbah tersebut: 1. Pikiran sebagai Penentu Hidupnya Iman Pp. Djonny menjelaskan bahwa banyak orang mengalami "iman yang mati" karena adanya benturan dalam fungsi jiwa, khususnya pada pikiran. Beliau menekankan bahwa pikiran harus dikendalikan dan diselaraskan dengan ukuran iman agar rencana Allah dapat terwujud dalam hidup seseorang. 2. Teladan Abraham: Percaya di Tengah Kemustahilan Mengacu pada Kejadian 15:5-6, khotbah ini menyoroti bagaimana Abraham diperhitungkan benar karena ia percaya.  * Realita vs Iman: Secara logika (Kejadian 11:30), Sarah mandul dan steril, namun Abra...