Langsung ke konten utama

From Eden to New Earth (MKS #3)

### Bab: Rencana Ilahi Kekuasaan Umat Manusia dan Pemulihan Langit dan Bumi

#### Pendahuluan: Memahami Peran Umat Manusia dalam Kerajaan Allah

Khotbah ini berpusat pada tema teologis yang mendalam tentang **umat manusia sebagai kerajaan surga di bumi**, yang menekankan **rencana dan tujuan** ilahi yang ditetapkan oleh Allah bagi umat manusia. Pembicara mengajak umat beriman untuk menyadari bahwa hidup mereka merupakan bagian integral dari perwujudan **kehendak berdaulat** Allah dan **otoritas kerajaan** di bumi, yang berakar pada mandat Alkitab dari **Kejadian 1:26-28**. Bagian ini memperkenalkan konsep-konsep kunci seperti **kekuasaan**, **gambar Allah**, dan **otoritas atas ciptaan** yang dianugerahkan kepada manusia. Makna dari ajaran ini terletak pada pemahaman bahwa mengikuti Allah bukan sekadar perjalanan spiritual pribadi, melainkan partisipasi dalam tata kelola kosmik dan rencana pemulihan-Nya yang agung.


Pembicara menggarisbawahi pentingnya **Roh Kudus** untuk memberikan hikmat dan pemahaman ilahi, yang memampukan orang percaya untuk memahami kepenuhan kehendak Allah dan peran mereka di dalamnya. Pembahasannya mencakup mulai dari penciptaan awal, hingga kejatuhan manusia, hingga visi eskatologis tentang **langit dan bumi baru**, yang menyoroti perjuangan berkelanjutan melawan musuh dan ajaran sesat yang berusaha merongrong kerajaan Allah.




#### Bagian 1: Amanat Ilahi dalam Kejadian 1:26-28 – Kekuasaan dan Otoritas

Landasan ajaran ini bertumpu pada **Kejadian 1:26-28**, di mana Allah menyatakan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa-Nya** untuk berkuasa atas semua makhluk hidup di bumi.

- Istilah **"kekuasaan"** (dari Versi Raja James: "berkuasa") menandakan pemberian otoritas kedaulatan oleh Allah kepada manusia atas ikan, burung, ternak, dan semua makhluk di bumi.

- Kekuasaan ini menyiratkan **peran pemerintahan** yang didelegasikan oleh Allah, menempatkan manusia sebagai wakil-Nya di bumi.

- Pembicara menjelaskan bahwa otoritas ini bahkan mencakup musuh-musuh rohani, menekankan bahwa **Setan tidak dapat melampaui batas yang ditetapkan oleh Allah**.


Mandat ini tidak statis, melainkan bagian dari rencana ilahi yang berkelanjutan, di mana manusia dibentuk untuk memerintah sesuai kehendak Tuhan.

Beralih dari penciptaan ke masa kini, pembicara menghubungkan otoritas ini dengan peran rohani gereja, merujuk pada **Wahyu 12**, di mana gereja, yang digambarkan sebagai "anak-anak Allah", menjalankan kekuasaan atas bangsa-bangsa, menunjukkan pemenuhan mandat Kitab Kejadian di ranah rohani.

---

#### Bagian 2: Realitas Konflik Rohani dan Kejatuhan Setan

Narasi beralih ke konflik kosmik yang dijelaskan dalam **Wahyu 12:7-9**, yang menggambarkan pertempuran surgawi di mana Setan dan para malaikatnya diusir dari surga ke bumi.

- Pengusiran ini menandakan bahwa kekuasaan Setan terbatas; ia tidak lagi memiliki tempat di surga tetapi tetap aktif di bumi.

- **Otoritas gereja** dalam peperangan rohani disorot, karena orang percaya dipanggil untuk mencegah musuh mendapatkan kembali pengaruhnya.

- Pembicara menggambarkan kehidupan di bumi sebagai medan pertempuran di mana kerajaan Allah terus maju meskipun ada pertentangan dari setan.

Bagian ini menekankan pentingnya orang percaya mempertahankan tempat mereka di kerajaan Allah dengan melawan tipu daya dan ajaran palsu yang bahkan menyusup ke dalam gereja.

---

#### Bagian 3: Langit Baru dan Bumi Baru – Pemulihan Eskatologis

Pembahasan beralih ke tema **langit baru dan bumi baru**, yang membandingkannya dengan ciptaan asli.

- **Langit dan bumi pertama** (Kejadian 1:1-2) dirusak oleh kekacauan dan ketiadaan kehadiran Allah, yang dilambangkan dengan "tanpa bentuk dan kosong" dan "kegelapan."

- **Langit dan bumi kedua** merujuk pada ciptaan yang ditata ulang, termasuk Taman Eden, tempat Allah menempatkan umat manusia.

- Meskipun demikian, dosa masuk melalui **tipuan Setan** di Eden, yang menyebabkan pengusiran umat manusia dan kerusakan ciptaan.

- Pembicara menekankan bahwa **langit baru dan bumi baru** yang dinubuatkan dalam **Yesaya 66:22** dan **2 Petrus 3:13** akan menjadi alam yang disempurnakan, yang dicirikan oleh **kebenaran dan kehadiran Allah** tanpa kehadiran dosa atau maut.

 Visi eskatologis ini merupakan penggenapan akhir dari rencana Allah untuk memulihkan kekuasaan umat-Nya dan menegakkan kerajaan-Nya sepenuhnya.

---

#### Bagian 4: Pergumulan Gereja Melawan Ajaran Palsu dan Penipuan Rohani

Bagian penting dari ajaran ini membahas infiltrasi **doktrin dan nabi palsu** ke dalam gereja, dengan menggunakan referensi dari **Wahyu 2** dan **1 Yohanes 4**.

- Gereja **Pergamus dan Tiatira** dikutip sebagai contoh di mana **ajaran Bileam dan Nikolaus** memperkenalkan kompromi, penyembahan berhala, dan amoralitas.

- Pembicara memperingatkan bahwa ajaran-ajaran palsu ini seringkali menyamar sebagai kebenaran rohani tetapi melayani keuntungan pribadi dan melemahkan otoritas Kristus.

- Konsep **menguji roh-roh** (1 Yohanes 4:1-3) ditekankan, yang membedakan antara Roh Allah yang sejati, yang mengakui Yesus Kristus yang berinkarnasi, dan **roh Antikristus**, yang menyangkal kebenaran ini.

- Infiltrasi tersebut mencakup **manipulasi psikologis dan emosional** alih-alih bimbingan rohani yang sejati.

 Bagian ini menyoroti tantangan yang terus berlanjut bagi orang percaya untuk tetap memiliki kebijaksanaan dan berakar pada doktrin yang benar guna menegakkan kerajaan Allah di bumi.

---

#### Bagian 5: Pelajaran Historis dan Spiritual dari Kejadian 3 sampai 6 – Kejatuhan Manusia dan Penghakiman Allah

Pembicara memberikan gambaran umum tentang kejatuhan manusia dan penghakiman ilahi setelahnya melalui narasi banjir.

- Penipuan Hawa oleh ular (Kejadian 3) menandai masuknya dosa dan ketidaktaatan, yang merusak kekuasaan manusia.

- Meningkatnya kejahatan yang mengarah ke **Kejadian 6**, di mana Allah menyatakan penyesalan atas kerusakan manusia dan memutuskan untuk membersihkan bumi melalui **Air Bah**.

- Kisah **Kain dan Habel**, kebangkitan peradaban, dan kemunculan para raksasa ("Nefilim") menggambarkan kemerosotan moral yang semakin dalam.

- Meskipun kerusakan merajalela, **Nuh didapati benar**, dipilih oleh Allah untuk memelihara umat manusia dan memulai kembali penciptaan (Kejadian 6:9; 7:1).

 Banjir berfungsi sebagai **pengaturan ulang**, menyucikan bumi dan membuka jalan bagi pemulihan kerajaan Allah.

Narasi ini menunjukkan kedaulatan dan keadilan Allah, serta komitmen-Nya terhadap rencana awal melalui pemeliharaan sisa umat yang benar.

---

#### Bagian 6: Kelangsungan Rencana Kerajaan Allah Melalui Silsilah Nuh

Pasca-air bah, rencana Allah untuk langit dan bumi yang baru berlanjut melalui Nuh dan keturunannya.

- Iman dan ketaatan Nuh, yang dijelaskan dalam **Ibrani 11:7**, menggambarkan kepercayaannya kepada janji-janji Allah yang tak terlihat dan partisipasinya dalam rencana penebusan-Nya.

- Pembicara menekankan bahwa tujuan akhir Allah tetaplah tegaknya kerajaan-Nya di bumi, terlepas dari kegagalan dan pemberontakan manusia.

- Proses pemulihan yang berkelanjutan ditegaskan, dengan Allah bekerja melalui sejarah manusia, termasuk generasi-generasi setelah Nuh, untuk menggenapi perjanjian dan tujuan-Nya.

Bagian ini mendorong orang percaya untuk memandang diri mereka sebagai bagian dari kesinambungan historis dan ilahi ini, yang dipanggil untuk menjalankan otoritas dan kebenaran di zaman sekarang.

---

#### Bagian 7: Peran Roh Kudus dalam Membimbing Orang Percaya kepada Kebenaran dan Otoritas Kerajaan

Renungan teologis terakhir berfokus pada pelayanan **Roh Kudus** sebagai **Roh Kebenaran**.

- Roh Kudus menuntun orang percaya kepada seluruh kebenaran, memampukan mereka untuk membedakan ajaran-ajaran palsu dan mewujudkan kebenaran yang dibutuhkan untuk langit dan bumi yang baru.

- Pembicara merujuk pada **Yohanes 16**, yang menyoroti peran Roh Kudus dalam menyingkapkan hal-hal yang akan datang dan meneguhkan firman Allah di dalam orang percaya.

- Bimbingan ilahi ini penting bagi orang percaya untuk mendapatkan kembali tempat mereka yang sah di kerajaan Allah dan untuk menjalankan kekuasaan sebagaimana dimaksudkan semula.

Bab ini diakhiri dengan dorongan untuk memercayai rencana Allah yang tidak berubah dan untuk tetap teguh meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan rohani.

---

#### Kesimpulan: Penggenapan Rencana Allah yang Berdaulat dan Tak Tergoyahkan

Singkatnya, ajaran ini mengartikulasikan visi alkitabiah yang komprehensif tentang **rencana kerajaan** Allah bagi umat manusia, yang berlandaskan pada mandat penciptaan berupa kekuasaan dan otoritas atas bumi. Meskipun dosa merasuki, tipu daya setan, dan peperangan rohani yang terus berlangsung, Allah tetap berdaulat dan secara aktif bekerja untuk memulihkan ciptaan-Nya kepada tujuan semula.

Poin-poin penting meliputi:

- Umat manusia diciptakan untuk berkuasa  dan memerintah sebagai wakil Allah di bumi.

- Konflik dan kejatuhan rohani tidak menggagalkan rencana Allah, tetapi telah mendorong proses pemulihan yang berpuncak pada langit dan bumi yang baru.

- Gereja berpartisipasi dalam otoritas kerajaan ini, tetapi harus tetap waspada terhadap ajaran sesat dan tipu daya rohani.

- Penghakiman Allah, seperti yang terlihat dalam air bah, berfungsi sebagai disiplin sekaligus sarana pembaruan.

- Orang percaya yang setia, yang diberdayakan oleh Roh Kudus, merupakan bagian integral dalam memajukan kerajaan Allah hingga penggenapannya yang hakiki.

 Pesan ini membawa implikasi yang mendalam bagi identitas, misi, dan ketekunan orang percaya, meneguhkan bahwa rencana Allah tak tergoyahkan dan akan digenapi melalui umat pilihan-Nya.

---

### Ringkasan Poin-Poin Lanjutan

- **Kejadian 1:26-28** menetapkan mandat ilahi umat manusia untuk berkuasa atas seluruh ciptaan, yang mencerminkan gambar dan otoritas Allah.

- Otoritas Setan terbatas; ia diusir dari surga (Wahyu 12:7-9), namun tetap aktif di bumi, menentang kerajaan Allah.

- **Langit baru dan bumi baru** (Yesaya 66:22; 2 Petrus 3:13) melambangkan pemulihan akhir di mana kebenaran berdiam selamanya.

- Ajaran-ajaran palsu menyusup ke dalam gereja (Wahyu 2:14-20), termasuk doktrin Bileam dan Nikolaus, yang mengarah pada kompromi rohani.

- **Roh Antikristus** menyangkal inkarnasi Yesus dan hadir dalam banyak pelayanan palsu (1 Yohanes 4:1-3).

 Sejarah manusia dari Eden hingga air bah menyingkapkan meningkatnya dosa dan penghakiman Allah, yang berpuncak pada air bah yang membersihkan bumi.

Kebenaran Nuh memelihara umat manusia dan memungkinkan rencana penebusan Allah berlanjut (Kejadian 6:9; Ibrani 11:7).

Rencana Allah untuk kekuasaan dan otoritas kerajaan tetap teguh meskipun manusia gagal dan memberontak.

Roh Kudus membimbing orang percaya kepada kebenaran dan memberi mereka kuasa untuk menjunjung tinggi mandat kerajaan Allah (Yohanes 16).

Orang percaya dipanggil untuk melawan tipu daya, menegakkan kebenaran, dan berpartisipasi aktif dalam kerajaan Allah yang sedang berkembang di bumi.

Bab ini mengajak orang percaya untuk merangkul peran ilahi mereka, memperkuat ketajaman rohani mereka, dan percaya pada janji Allah yang tak pernah berubah untuk memulihkan langit dan bumi melalui kerajaan-Nya.



Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Rencana Tuhan melalui Nuh dan Relevansinya bagi kita saat ini (MKS #18)

Sesi ini membahas peran **orang benar** dalam menggenapi rencana ilahi untuk memulihkan bumi dari dominasi kejahatan. Melalui kisah **Nuh**, dijelaskan bahwa satu pribadi yang hidup bergaul dengan Tuhan mampu membalikkan kutuk menjadi berkat serta menyelamatkan seluruh keluarganya. Ditekankan pentingnya peran **Roh Kudus** agar manusia tidak sekadar hidup dalam kedagingan, melainkan menjadi representasi rupa Allah. Papa meyakini bahwa saat ini sedang muncul **generasi Kristus** yang telah dinubuatkan sejak zaman dahulu untuk menghadirkan kebenaran tanpa batas. Kehidupan Nuh yang terhubung langsung dengan **takhta surga** menjadi teladan bagi orang percaya untuk memahami hati Tuhan dan menyelesaikan rancangan-Nya di dunia. Narasi ini mengajak pembaca untuk hidup optimis sebagai ahli waris bumi yang bertugas menyapu bersih pengaruh iblis melalui ketaatan iman. Berikut adalah catatan lengkapnya mengenai rencana Tuhan melalui figur Nuh dan bagaimana hal itu relevan bagi kita saat ini: ...

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)

 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).  Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut: *   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan. *   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya. *   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan...

Jiwa Sebagai Jembatan Antara Roh Dan Tubuh

SATE 20 December 2020 -  Bacalah terlebih dahulu: Yehezkiel 36:26-27 dan I Tes. 5:23   Selama beberapa minggu Papa membagikan bahwa pekerjaan Allah yang luar biasa adalah membawa kita dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Roh kita saja yang berasal dari Allah, sedangkan jiwa kita bukan berasal dari Allah. Anatomi kehidupan manusia itu terdiri dari 3 yaitu: tubuh, jiwa dan roh. Allah bekerja untuk membuat atau mengembalikkan tatanan yang sempurna. Tubuh, jiwa dan roh tidak ada konflik. Ini adalah anatomi spiritual yang kembali beroperasi kepada urutan yang benar bahwa jiwa kembali menjadi jembatan untuk mengekspos apa yang ada di dalam roh yang sudah dihidupkan. Tetapi roh kita sudah tercampur dengan jiwa kita. Itulah sampai saat ini, Allah tetap bekerja untuk menerangi jiwa kita yang telah berdosa. Kita dibukakan bagaimana cara masuk Allah dalam hidup kita untuk menerangi kegelapan dalam hidup kita.   Papa membagikan bahwa hati kita terbagi menjadi 4, yaitu: Hati nu...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini.  Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru . Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula. Berikut adalah catatan lengkapnya : 1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki keber...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...