Langsung ke konten utama

MKS#2: Rencana Ilahi bagi Umat Manusia dan Kerajaan Surga di Bumi

Manusia Kerajaan Sorga #2 
### Bab: Rencana Ilahi bagi Umat Manusia dan Kerajaan Surga di Bumi

#### Pendahuluan: Memahami Kehendak Tuhan yang Berdaulat dan Kerajaan Surga di Bumi

Bab ini mengeksplorasi **rencana ilahi** dan **kehendak berdaulat** Tuhan** yang mendalam mengenai umat manusia dan pendirian **Kerajaan Surga**-Nya di Bumi. Berakar pada kitab suci Alkitab, bab ini menjelaskan konsep-konsep kunci seperti **gambar dan rupa Allah** dalam diri manusia, **penciptaan langit dan bumi**, dan transformasi akhir menjadi **langit dan bumi yang baru**. Signifikansi topik ini terletak pada pemahaman tujuan Tuhan bagi umat manusia—bukan hanya untuk ada, tetapi untuk **memerintah dan mengatur bumi** sebagai representasi otoritas-Nya. 

Ayat-ayat Alkitab yang krusial, termasuk **Kejadian 1:26**, **Yesaya 66:22**, **Wahyu 21**, dan lainnya, memberikan dasar untuk memahami narasi ilahi ini. 

Bab ini juga membahas kesalahpahaman umum tentang surga dan akhirat, memperjelas peran Setan dan kejahatan, serta menekankan peperangan rohani yang terus-menerus yang memengaruhi pemenuhan rencana Allah oleh umat manusia. Di sepanjang bab ini, tema **tujuan Allah yang tak tergoyahkan** terlepas dari dosa dan pertentangan manusia terjalin, menyoroti harapan dan janji pemulihan akhirat.

---




Poin-poin utama Sesi 2 Manusia Kerajaan Allah:
Tujuan Penciptaan Manusia: Menurut Kejadian 1:26, manusia diciptakan untuk memerintah dan berkuasa di bumi, yang merupakan bagian dari rencana Tuhan.

Fokus Kerajaan Surga: Pembicara menekankan bahwa fokus utama Tuhan adalah mewujudkan kerajaan-Nya di bumi, bukan di surga. Kehendak-Nya harus terjadi di bumi, sama seperti di surga 

Tiga Tahap Langit dan Bumi: penciptaan dalam tiga tahap yang menggambarkan betapa seriusnya Allah dalam rencana-Nya untuk MENJADIKAN bumi dan manusia sesuai kehendak-Nya:
Langit dan Bumi Pertama (bumi yang dirusak iblis): Belum memiliki bentuk, kosong, dan gelap, tidak mencerminkan karakteristik Tuhan (Kej 1:1-2).
Langit dan Bumi Kedua (sangat baik) : Dimulai dengan firman "Jadilah terang," saat manusia dan Taman Eden diciptakan. Namun, iblis masih bisa masuk dan mempengaruhi. 
Langit dan Bumi Baru (sempurna, Wah 21:1, 2 Pet 3:13): Tujuan akhir di mana hanya ada kebenaran dan orang-orang yang layak, dan iblis tidak memiliki tempat.

Peran Manusia: Manusia memiliki peran penting dalam proses ini dengan diubah menjadi segambar dan serupa dengan Tuhan. Dengan demikian, mereka menjadi bagian dari penciptaan langit dan bumi yang baru.

Pentingnya Visi dan Firman Tuhan: Manusia harus memiliki visi untuk mewujudkan rencana besar ini dan tidak terpengaruh oleh hal-hal duniawi. Penting untuk percaya pada firman Tuhan dan tidak hanya mengandalkan pemahaman diri sendiri untuk menghindari kegagalan.

Ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh manusia:

1. Visi yang Jelas dan Terfokus
Anda harus menyiapkan visi yang kuat untuk mewujudkan rencana besar Tuhan. Ini berarti tidak hanya fokus pada kehidupan duniawi, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih tinggi agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak penting.

2. Iman pada Firman Tuhan
Penting untuk menyiapkan diri dengan kepercayaan penuh pada firman Tuhan. Jangan hanya mengandalkan pemahaman atau logika pribadi. Dengan memegang teguh firman, Anda akan terhindar dari penipuan dan kegagalan.
3. Hati yang Mau Diubah
Persiapan yang paling utama adalah kesiapan diri untuk berubah menjadi segambar dan serupa dengan Tuhan. Ini adalah proses rohani yang berkelanjutan. Ketika Anda mau diubah, Anda menjadi bagian dari penciptaan langit dan bumi yang baru sesuai dengan kehendak-Nya.


Ada beberapa hal lagi yang bisa digali atau diperdalam:
Pemahaman Lebih Lanjut tentang Tiga Tahap Langit dan Bumi: Khotbah ini memaparkan konsep tiga tahap penciptaan (Langit dan Bumi Pertama, Langit dan Bumi Kedua, dan Langit dan Bumi Baru). Anda bisa mendalami lebih lanjut tentang karakteristik masing-masing tahap, bagaimana tahapan-tahapan ini saling berhubungan, dan bagaimana peran manusia berubah di setiap tahapnya.

Kaitan antara Manusia dan Rencana Tuhan: Khotbah ini menekankan bahwa manusia adalah perwujudan dari rencana dan kehendak Tuhan di bumi. Anda bisa menggali lebih dalam tentang makna "diubah menjadi segambar dan serupa dengan Dia" dan bagaimana proses ini secara praktis membantu mewujudkan Langit dan Bumi yang baru.

Analisis Terhadap Kejadian 1:26: disebutkan Kejadian 1:26 sebagai dasar tujuan penciptaan manusia untuk "memerintah dan berkuasa di bumi". Anda bisa mendalami bagaimana penafsiran ini dibandingkan dengan penafsiran lain dan bagaimana relevansinya dengan konsep "manusia kerajaan sorga".


#### Bagian 1: Kehendak Allah yang Berdaulat dan Narasi Penciptaan

- **Allah sebagai Pencipta yang memiliki tujuan:** Sejak awal, Allah tidak menciptakan secara sembarangan, melainkan dengan **rencana dan kehendak** yang jelas (Kejadian 1:1–2). Bumi pada awalnya belum berbentuk, kosong, dan gelap, menunggu karya kreatif Allah.
- **Manusia menurut gambar Allah:** Kejadian 1:26 menyatakan maksud Allah untuk menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa**-Nya, memberi mereka otoritas untuk memerintah bumi—mencerminkan kekuasaan Allah atas langit dan bumi. - **Rencana Allah diungkapkan secara progresif:** 

**Perjanjian Lama** menggambarkan kehendak Allah, sementara **Perjanjian Baru** mengungkapkan penggenapannya melalui Kristus dan Kerajaan yang akan datang.

- **Fokus ganda Kerajaan Surga:** Meskipun banyak orang menganggap surga sebagai tujuan akhir, ajaran ini menjelaskan bahwa **fokus Allah adalah bumi**—untuk mewujudkan pemerintahan surga di sini, menyelaraskan pemerintahan bumi dengan kehendak surgawi (Matius 6:9-10).

- **Kesalahpahaman telah diperbaiki:** Surga, sebagai tempat tinggal Allah, tidak secara spasial lebih besar atau lebih tinggi daripada Allah sendiri. Allah menciptakan langit dan bumi melalui **Firman (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:16)**, yang menegaskan supremasi-Nya.

**Poin-poin utama:**

- Ciptaan Allah bersifat disengaja dan dirancang agar umat manusia dapat menjalankan otoritas ilahi.
- "Kerajaan surga" bukan sekadar tempat, melainkan **manifestasi pemerintahan Allah** yang akan diwujudkan di bumi. - Doa kerajaan ("Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga") merupakan inti untuk memahami rencana Allah.

---

#### Bagian 2: Tiga Fase Langit dan Bumi: Penciptaan Pertama, Kedua, dan Baru

- **Tiga tahap diidentifikasi:**
1. **Langit dan Bumi Pertama:** Penciptaan awal, digambarkan tanpa bentuk dan kosong (Kejadian 1:1–2).
2. **Langit dan Bumi Kedua:** Bumi sebagaimana dipersiapkan dan dihuni oleh manusia, termasuk Taman Eden, yang mencerminkan tatanan Allah tetapi dirusak oleh dosa.
3. **Langit dan Bumi Baru:** Pemulihan di masa depan yang dijanjikan (Yesaya 66:22; 2 Petrus 3:13; Wahyu 21), tempat kebenaran Allah berdiam sepenuhnya, dan seluruh ciptaan diperbarui.

**Kekacauan bumi yang pertama:** Yeremia 4:23–26 menggambarkan bumi sebagai kosong dan gelap akibat kejahatan manusia, melambangkan kerusakan yang akan ditebus Allah.
**Kejatuhan bumi yang kedua:** Di Eden, manusia diciptakan untuk menjadi seperti Allah tetapi jatuh ke dalam dosa. Setan (**iblis**) hadir bahkan di Eden, menunjukkan konflik (peperangan) rohani yang berkelanjutan.
**Pemulihan bumi yang baru:** Wahyu 21 menggambarkan sebuah kota suci, Yerusalem Baru, turun dari surga—melambangkan **gereja sebagai mempelai wanita Allah**, tinggal bersama Allah, di mana penderitaan dan kematian dihapuskan.

**Poin-poin utama:**

- Sejarah bumi adalah narasi penciptaan, kejatuhan, dan pemulihan akhir.
- Kekeliruan manusia dan peperangan rohani merupakan realitas dalam fase kedua.
- Bumi yang baru adalah tujuan akhir Allah—sempurna, kudus, dan dihuni oleh orang-orang tebusan.

---

#### Bagian 3: Peran Umat Manusia dalam Rencana Allah dan Peperangan Rohani

- **Manusia sebagai wakil ilahi:** Diciptakan menurut gambar Allah, manusia harus mengekspresikan karakter Allah dan memerintah ciptaan (Kejadian 1:26–28).
- **Napas pemberi hidup dari Allah:** Allah menghembuskan kehidupan ke dalam Adam, memberikan roh ilahi yang diperlukan untuk mengekspresikan sifat Allah di dunia ini (Kejadian 2:7).
- **Peperangan rohani:** Setan dan roh-roh jahat berkeliaran bebas di bumi, menentang rencana Allah (Ayub 1:6–7; Markus 5:1–13). Bahkan alam kudus pun telah menyaksikan konflik (Wahyu 12; Yudas 1:6).
- **Kekalahan dan keterbatasan Setan:** Meskipun Setan dapat memengaruhi manusia dan alam duniawi, ia dikendalikan oleh Allah dan pada akhirnya akan diusir dari surga (Wahyu 12:7–9). **Peran Gereja:** Gereja digambarkan sebagai Yerusalem Baru, mempelai wanita Allah, yang bertugas mewujudkan Kerajaan Allah di bumi dan mengalahkan kejahatan melalui otoritas Kristus.

**Poin-poin Utama:**

- Peperangan rohani sedang berlangsung, dengan Setan berusaha menghalangi rencana Allah.
- Orang percaya dipanggil untuk diubahkan ke dalam gambar Allah dan hidup benar untuk mewujudkan Kerajaan-Nya.
- Kemenangan dijamin melalui Kristus dan otoritas Gereja-Nya.

---

#### Bagian 4: Kerajaan Surga Terwujud di Bumi: Implikasi Praktis dan Teologis

- **Kerajaan sebagai realitas masa kini dan masa depan:** Kerajaan Allah bukan hanya harapan masa depan, tetapi juga misi masa kini. Orang percaya harus berdoa dan bekerja agar kehendak Allah terwujud di bumi.
- **Transformasi Orang Percaya:** Menjadi seperti Kristus—“menurut gambar dan rupa-Nya”—sangat penting untuk menjalankan otoritas ilahi dan mempersiapkan bumi untuk langit dan bumi yang baru. **Kritik terhadap teologi eskapis:** Ajaran ini menantang doktrin seperti **pengangkatan**, yang berfokus pada pelarian dari masalah-masalah bumi alih-alih berpartisipasi dalam karya penebusan Allah di sini.
**Mandat gereja:** Gereja dipanggil untuk memerintah secara rohani dan praktis, menunjukkan kerajaan Allah melalui kehidupan yang benar, pemerintahan, dan otoritas rohani (Matius 28:18).

**Poin-poin utama:**

- Orang percaya harus merangkul peran mereka sebagai agen kerajaan di bumi.
- Bumi adalah fokus utama rencana penebusan Allah, bukan hanya akhirat.
- Kedewasaan rohani dan kesetiaan merupakan prasyarat untuk memerintah bersama Kristus.

---

#### Bagian 5: Janji Langit Baru dan Bumi Baru: Harapan dan Kepastian

- **Visi Alkitab tentang pembaruan:** Nubuat-nubuat dalam Yesaya, Petrus, dan Wahyu menjanjikan ciptaan yang diperbarui dan bebas dari dosa, penderitaan, dan kematian. **Yerusalem Baru:** Simbol komunitas orang tebusan di mana Allah berdiam sepenuhnya bersama umat-Nya (Wahyu 21:2-4). Yerusalem Baru tidak memiliki bait suci fisik karena Allah dan Kristus sendiri adalah bait suci tersebut.
- **Pengecualian terhadap kejahatan:** "Kematian kedua" (Wahyu 21:8) menandai pemisahan kekal dari Allah bagi mereka yang tidak bertobat, yang menggarisbawahi keseriusan moral kerajaan Allah.
- **Gereja yang berkemenangan:** Mereka yang menang menerima air kehidupan dengan cuma-cuma dan memerintah bersama Allah selamanya.
- **Proses yang berkelanjutan:** Ciptaan baru diwujudkan melalui karya Allah di dalam dan melalui umat-Nya, bukan melalui pelarian manusia.

**Poin-poin penting:**

- Rencana utama Allah adalah pembaruan ciptaan yang sempurna.
- Orang tebusan akan tinggal selamanya bersama Allah, bebas dari segala dukacita.
- Janji itu memotivasi orang percaya untuk bertekun dalam iman dan kebenaran.

---

#### Kesimpulan: Selaras dengan Tujuan Allah bagi Bumi dan Umat Manusia

Singkatnya, ajaran ini menyingkapkan bahwa Allah adalah **Allah yang memiliki tujuan dan kehendak**, yang menciptakan umat manusia untuk mencerminkan gambar-Nya dan untuk memerintah bumi dengan setia. Terlepas dari kenyataan dosa dan pertentangan rohani, rencana Allah tak tergoyahkan dan akan berpuncak pada langit dan bumi yang baru—suatu wilayah yang sempurna dan kekal di mana kerajaan-Nya berkuasa sepenuhnya. Umat percaya dipanggil untuk memahami peran vital mereka sebagai agen kerajaan ini di bumi, bukan sebagai orang yang suka melarikan diri, melainkan sebagai peserta aktif dalam karya penebusan Allah. Visi Yerusalem Baru dan janji persekutuan kekal dengan Allah memberikan harapan dan kepastian di tengah pencobaan saat ini.

Implikasinya sangat mendalam: orang Kristen harus merangkul identitas ilahi mereka, hidup dalam kebenaran dan keadilan, dan menolak ajaran-ajaran palsu yang menyimpang dari rencana Allah. Melalui transformasi rohani dan kerja sama dengan Roh Kudus, orang percaya menjadi alat kerajaan Allah, mempersiapkan bumi untuk pembaruan akhirnya. Pemahaman ini menumbuhkan iman, ketekunan, dan hasrat suci untuk melihat kehendak Tuhan terlaksana di bumi sebagaimana di surga.

---

### Catatan Poin-Poin Lanjutan

- **Kehendak dan rencana Tuhan adalah inti:** Penciptaan Tuhan bersifat disengaja; manusia diciptakan menurut gambar-Nya (Kejadian 1:26).
- **Kerajaan Surga harus diwujudkan di bumi:** Bumi adalah fokus utama Tuhan, bukan surga sebagai pelarian.
- **Tiga fase penciptaan:** Pertama, bumi tanpa bentuk, kedua, bumi yang dihuni (jatuh), dan langit dan bumi baru yang dijanjikan (Yesaya 66:22; Wahyu 21).
- **Peperangan rohani itu nyata:** Setan beroperasi di "bumi kedua" tetapi akhirnya dikalahkan (Wahyu 12).
- **Manusia harus mencerminkan karakter Tuhan:** Melalui napas kehidupan, manusia mengekspresikan sifat Tuhan; kejatuhan mengganggu hal ini tetapi pemulihan dijanjikan.
- **Gereja sebagai Yerusalem Baru:** Mempelai wanita Tuhan, tinggal di bumi tetapi berkuasa secara rohani (Wahyu 21). **Kritik terhadap teologi pengangkatan:** Menekankan partisipasi dalam rencana Allah, bukan pelarian.
- **Janji pembaruan total:** Tidak ada lagi kematian atau kesedihan; persekutuan kekal dengan Allah (Wahyu 21:4).
- **Kematian kedua adalah perpisahan kekal:** Bagi mereka yang menolak kebenaran Allah (Wahyu 21:8).
- **Peran dan otoritas rohani Mikhael:** Pelindung umat Allah, penentang Setan (Yudas 1:6; Wahyu 12).
- **Panggilan orang percaya:** Untuk hidup sebagai agen kerajaan, mengekspresikan otoritas Allah dan mempersiapkan diri untuk pemerintahan kekal.
- **Rencana Allah tak tergoyahkan:** Setan dan dosa tidak dapat menghalangi tujuan akhir Allah.
- **Hidup dalam pengharapan dan iman:** Didorong oleh visi ciptaan baru dan kehadiran Allah bersama umat-Nya.

Bab ini dengan demikian memberikan pemahaman yang kaya secara teologis dan berlandaskan Alkitab tentang rencana agung Allah bagi umat manusia dan ciptaan, dengan menekankan kedaulatan Allah, sentralitas Kristus, dan misi transformatif gereja menuju pemulihan kekal.




Postingan populer dari blog ini

Akar dari Krisis Spiritualitas Modern

Banyak orang salah memahami bahwa iman itu hanya soal sorga dan neraka. Pemikiran seperti itu hanyalah manifestasi dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat . Padahal di Taman Eden ada hal yang jauh lebih utama, yakni Pohon Kehidupan yang justru diabaikan manusia (Adam dan Hawa). Memahami iman hanya sebagai "tiket ke sorga" atau "penghindar neraka" merupakan bentuk bineristik (hitam-putih) yang sangat khas dari Buah Pengetahuan Baik dan Jahat. Berikut adalah beberapa poin refleksi yang memperkuat pandangan ini: ​ 1. Jebakan Moralitas vs. Kehidupan ​Buah Pengetahuan Baik dan Jahat menciptakan sistem moralitas, sedangkan Pohon Kehidupan menawarkan vitalitas (kehidupan) Ilahi. ​ Sistem Moralitas (Babel): Fokus pada "Apa yang boleh dan tidak boleh?" atau "Bagaimana supaya selamat?". Ini adalah sistem transaksional yang berpusat pada diri sendiri (self-centered). Contoh lain yang gamblang adalah soal halal dan haram atau soal disunat dan tidak disunat...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

Mengelola Pikiran Dengan Benar (MKS#30)

"Manusia Kerajaan Sorga 30" yang dibawakan pada 15 Maret 2026, Pp. Djonny membagikan pesan mendalam mengenai peran krusial pikiran dalam menghubungkan iman dengan kebenaran Allah.  Beliau menekankan bahwa iman tanpa tindakan jiwa (pikiran) yang selaras akan menjadi "iman yang mati." Video lengkap: Ibadah JMD Bandung 15 Maret 2026 Berikut adalah poin-poin utama yang dibagikan dalam khotbah tersebut: 1. Pikiran sebagai Penentu Hidupnya Iman Pp. Djonny menjelaskan bahwa banyak orang mengalami "iman yang mati" karena adanya benturan dalam fungsi jiwa, khususnya pada pikiran. Beliau menekankan bahwa pikiran harus dikendalikan dan diselaraskan dengan ukuran iman agar rencana Allah dapat terwujud dalam hidup seseorang. 2. Teladan Abraham: Percaya di Tengah Kemustahilan Mengacu pada Kejadian 15:5-6, khotbah ini menyoroti bagaimana Abraham diperhitungkan benar karena ia percaya.  * Realita vs Iman: Secara logika (Kejadian 11:30), Sarah mandul dan steril, namun Abra...