Langsung ke konten utama

MKS#2: Rencana Ilahi bagi Umat Manusia dan Kerajaan Surga di Bumi

Manusia Kerajaan Sorga #2 
### Bab: Rencana Ilahi bagi Umat Manusia dan Kerajaan Surga di Bumi

#### Pendahuluan: Memahami Kehendak Tuhan yang Berdaulat dan Kerajaan Surga di Bumi

Bab ini mengeksplorasi **rencana ilahi** dan **kehendak berdaulat** Tuhan** yang mendalam mengenai umat manusia dan pendirian **Kerajaan Surga**-Nya di Bumi. Berakar pada kitab suci Alkitab, bab ini menjelaskan konsep-konsep kunci seperti **gambar dan rupa Allah** dalam diri manusia, **penciptaan langit dan bumi**, dan transformasi akhir menjadi **langit dan bumi yang baru**. Signifikansi topik ini terletak pada pemahaman tujuan Tuhan bagi umat manusia—bukan hanya untuk ada, tetapi untuk **memerintah dan mengatur bumi** sebagai representasi otoritas-Nya. 

Ayat-ayat Alkitab yang krusial, termasuk **Kejadian 1:26**, **Yesaya 66:22**, **Wahyu 21**, dan lainnya, memberikan dasar untuk memahami narasi ilahi ini. 

Bab ini juga membahas kesalahpahaman umum tentang surga dan akhirat, memperjelas peran Setan dan kejahatan, serta menekankan peperangan rohani yang terus-menerus yang memengaruhi pemenuhan rencana Allah oleh umat manusia. Di sepanjang bab ini, tema **tujuan Allah yang tak tergoyahkan** terlepas dari dosa dan pertentangan manusia terjalin, menyoroti harapan dan janji pemulihan akhirat.

---




Poin-poin utama Sesi 2 Manusia Kerajaan Allah:
Tujuan Penciptaan Manusia: Menurut Kejadian 1:26, manusia diciptakan untuk memerintah dan berkuasa di bumi, yang merupakan bagian dari rencana Tuhan.

Fokus Kerajaan Surga: Pembicara menekankan bahwa fokus utama Tuhan adalah mewujudkan kerajaan-Nya di bumi, bukan di surga. Kehendak-Nya harus terjadi di bumi, sama seperti di surga 

Tiga Tahap Langit dan Bumi: penciptaan dalam tiga tahap yang menggambarkan betapa seriusnya Allah dalam rencana-Nya untuk MENJADIKAN bumi dan manusia sesuai kehendak-Nya:
Langit dan Bumi Pertama (bumi yang dirusak iblis): Belum memiliki bentuk, kosong, dan gelap, tidak mencerminkan karakteristik Tuhan (Kej 1:1-2).
Langit dan Bumi Kedua (sangat baik) : Dimulai dengan firman "Jadilah terang," saat manusia dan Taman Eden diciptakan. Namun, iblis masih bisa masuk dan mempengaruhi. 
Langit dan Bumi Baru (sempurna, Wah 21:1, 2 Pet 3:13): Tujuan akhir di mana hanya ada kebenaran dan orang-orang yang layak, dan iblis tidak memiliki tempat.

Peran Manusia: Manusia memiliki peran penting dalam proses ini dengan diubah menjadi segambar dan serupa dengan Tuhan. Dengan demikian, mereka menjadi bagian dari penciptaan langit dan bumi yang baru.

Pentingnya Visi dan Firman Tuhan: Manusia harus memiliki visi untuk mewujudkan rencana besar ini dan tidak terpengaruh oleh hal-hal duniawi. Penting untuk percaya pada firman Tuhan dan tidak hanya mengandalkan pemahaman diri sendiri untuk menghindari kegagalan.

Ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh manusia:

1. Visi yang Jelas dan Terfokus
Anda harus menyiapkan visi yang kuat untuk mewujudkan rencana besar Tuhan. Ini berarti tidak hanya fokus pada kehidupan duniawi, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih tinggi agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak penting.

2. Iman pada Firman Tuhan
Penting untuk menyiapkan diri dengan kepercayaan penuh pada firman Tuhan. Jangan hanya mengandalkan pemahaman atau logika pribadi. Dengan memegang teguh firman, Anda akan terhindar dari penipuan dan kegagalan.
3. Hati yang Mau Diubah
Persiapan yang paling utama adalah kesiapan diri untuk berubah menjadi segambar dan serupa dengan Tuhan. Ini adalah proses rohani yang berkelanjutan. Ketika Anda mau diubah, Anda menjadi bagian dari penciptaan langit dan bumi yang baru sesuai dengan kehendak-Nya.


Ada beberapa hal lagi yang bisa digali atau diperdalam:
Pemahaman Lebih Lanjut tentang Tiga Tahap Langit dan Bumi: Khotbah ini memaparkan konsep tiga tahap penciptaan (Langit dan Bumi Pertama, Langit dan Bumi Kedua, dan Langit dan Bumi Baru). Anda bisa mendalami lebih lanjut tentang karakteristik masing-masing tahap, bagaimana tahapan-tahapan ini saling berhubungan, dan bagaimana peran manusia berubah di setiap tahapnya.

Kaitan antara Manusia dan Rencana Tuhan: Khotbah ini menekankan bahwa manusia adalah perwujudan dari rencana dan kehendak Tuhan di bumi. Anda bisa menggali lebih dalam tentang makna "diubah menjadi segambar dan serupa dengan Dia" dan bagaimana proses ini secara praktis membantu mewujudkan Langit dan Bumi yang baru.

Analisis Terhadap Kejadian 1:26: disebutkan Kejadian 1:26 sebagai dasar tujuan penciptaan manusia untuk "memerintah dan berkuasa di bumi". Anda bisa mendalami bagaimana penafsiran ini dibandingkan dengan penafsiran lain dan bagaimana relevansinya dengan konsep "manusia kerajaan sorga".


#### Bagian 1: Kehendak Allah yang Berdaulat dan Narasi Penciptaan

- **Allah sebagai Pencipta yang memiliki tujuan:** Sejak awal, Allah tidak menciptakan secara sembarangan, melainkan dengan **rencana dan kehendak** yang jelas (Kejadian 1:1–2). Bumi pada awalnya belum berbentuk, kosong, dan gelap, menunggu karya kreatif Allah.
- **Manusia menurut gambar Allah:** Kejadian 1:26 menyatakan maksud Allah untuk menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa**-Nya, memberi mereka otoritas untuk memerintah bumi—mencerminkan kekuasaan Allah atas langit dan bumi. - **Rencana Allah diungkapkan secara progresif:** 

**Perjanjian Lama** menggambarkan kehendak Allah, sementara **Perjanjian Baru** mengungkapkan penggenapannya melalui Kristus dan Kerajaan yang akan datang.

- **Fokus ganda Kerajaan Surga:** Meskipun banyak orang menganggap surga sebagai tujuan akhir, ajaran ini menjelaskan bahwa **fokus Allah adalah bumi**—untuk mewujudkan pemerintahan surga di sini, menyelaraskan pemerintahan bumi dengan kehendak surgawi (Matius 6:9-10).

- **Kesalahpahaman telah diperbaiki:** Surga, sebagai tempat tinggal Allah, tidak secara spasial lebih besar atau lebih tinggi daripada Allah sendiri. Allah menciptakan langit dan bumi melalui **Firman (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:16)**, yang menegaskan supremasi-Nya.

**Poin-poin utama:**

- Ciptaan Allah bersifat disengaja dan dirancang agar umat manusia dapat menjalankan otoritas ilahi.
- "Kerajaan surga" bukan sekadar tempat, melainkan **manifestasi pemerintahan Allah** yang akan diwujudkan di bumi. - Doa kerajaan ("Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga") merupakan inti untuk memahami rencana Allah.

---

#### Bagian 2: Tiga Fase Langit dan Bumi: Penciptaan Pertama, Kedua, dan Baru

- **Tiga tahap diidentifikasi:**
1. **Langit dan Bumi Pertama:** Penciptaan awal, digambarkan tanpa bentuk dan kosong (Kejadian 1:1–2).
2. **Langit dan Bumi Kedua:** Bumi sebagaimana dipersiapkan dan dihuni oleh manusia, termasuk Taman Eden, yang mencerminkan tatanan Allah tetapi dirusak oleh dosa.
3. **Langit dan Bumi Baru:** Pemulihan di masa depan yang dijanjikan (Yesaya 66:22; 2 Petrus 3:13; Wahyu 21), tempat kebenaran Allah berdiam sepenuhnya, dan seluruh ciptaan diperbarui.

**Kekacauan bumi yang pertama:** Yeremia 4:23–26 menggambarkan bumi sebagai kosong dan gelap akibat kejahatan manusia, melambangkan kerusakan yang akan ditebus Allah.
**Kejatuhan bumi yang kedua:** Di Eden, manusia diciptakan untuk menjadi seperti Allah tetapi jatuh ke dalam dosa. Setan (**iblis**) hadir bahkan di Eden, menunjukkan konflik (peperangan) rohani yang berkelanjutan.
**Pemulihan bumi yang baru:** Wahyu 21 menggambarkan sebuah kota suci, Yerusalem Baru, turun dari surga—melambangkan **gereja sebagai mempelai wanita Allah**, tinggal bersama Allah, di mana penderitaan dan kematian dihapuskan.

**Poin-poin utama:**

- Sejarah bumi adalah narasi penciptaan, kejatuhan, dan pemulihan akhir.
- Kekeliruan manusia dan peperangan rohani merupakan realitas dalam fase kedua.
- Bumi yang baru adalah tujuan akhir Allah—sempurna, kudus, dan dihuni oleh orang-orang tebusan.

---

#### Bagian 3: Peran Umat Manusia dalam Rencana Allah dan Peperangan Rohani

- **Manusia sebagai wakil ilahi:** Diciptakan menurut gambar Allah, manusia harus mengekspresikan karakter Allah dan memerintah ciptaan (Kejadian 1:26–28).
- **Napas pemberi hidup dari Allah:** Allah menghembuskan kehidupan ke dalam Adam, memberikan roh ilahi yang diperlukan untuk mengekspresikan sifat Allah di dunia ini (Kejadian 2:7).
- **Peperangan rohani:** Setan dan roh-roh jahat berkeliaran bebas di bumi, menentang rencana Allah (Ayub 1:6–7; Markus 5:1–13). Bahkan alam kudus pun telah menyaksikan konflik (Wahyu 12; Yudas 1:6).
- **Kekalahan dan keterbatasan Setan:** Meskipun Setan dapat memengaruhi manusia dan alam duniawi, ia dikendalikan oleh Allah dan pada akhirnya akan diusir dari surga (Wahyu 12:7–9). **Peran Gereja:** Gereja digambarkan sebagai Yerusalem Baru, mempelai wanita Allah, yang bertugas mewujudkan Kerajaan Allah di bumi dan mengalahkan kejahatan melalui otoritas Kristus.

**Poin-poin Utama:**

- Peperangan rohani sedang berlangsung, dengan Setan berusaha menghalangi rencana Allah.
- Orang percaya dipanggil untuk diubahkan ke dalam gambar Allah dan hidup benar untuk mewujudkan Kerajaan-Nya.
- Kemenangan dijamin melalui Kristus dan otoritas Gereja-Nya.

---

#### Bagian 4: Kerajaan Surga Terwujud di Bumi: Implikasi Praktis dan Teologis

- **Kerajaan sebagai realitas masa kini dan masa depan:** Kerajaan Allah bukan hanya harapan masa depan, tetapi juga misi masa kini. Orang percaya harus berdoa dan bekerja agar kehendak Allah terwujud di bumi.
- **Transformasi Orang Percaya:** Menjadi seperti Kristus—“menurut gambar dan rupa-Nya”—sangat penting untuk menjalankan otoritas ilahi dan mempersiapkan bumi untuk langit dan bumi yang baru. **Kritik terhadap teologi eskapis:** Ajaran ini menantang doktrin seperti **pengangkatan**, yang berfokus pada pelarian dari masalah-masalah bumi alih-alih berpartisipasi dalam karya penebusan Allah di sini.
**Mandat gereja:** Gereja dipanggil untuk memerintah secara rohani dan praktis, menunjukkan kerajaan Allah melalui kehidupan yang benar, pemerintahan, dan otoritas rohani (Matius 28:18).

**Poin-poin utama:**

- Orang percaya harus merangkul peran mereka sebagai agen kerajaan di bumi.
- Bumi adalah fokus utama rencana penebusan Allah, bukan hanya akhirat.
- Kedewasaan rohani dan kesetiaan merupakan prasyarat untuk memerintah bersama Kristus.

---

#### Bagian 5: Janji Langit Baru dan Bumi Baru: Harapan dan Kepastian

- **Visi Alkitab tentang pembaruan:** Nubuat-nubuat dalam Yesaya, Petrus, dan Wahyu menjanjikan ciptaan yang diperbarui dan bebas dari dosa, penderitaan, dan kematian. **Yerusalem Baru:** Simbol komunitas orang tebusan di mana Allah berdiam sepenuhnya bersama umat-Nya (Wahyu 21:2-4). Yerusalem Baru tidak memiliki bait suci fisik karena Allah dan Kristus sendiri adalah bait suci tersebut.
- **Pengecualian terhadap kejahatan:** "Kematian kedua" (Wahyu 21:8) menandai pemisahan kekal dari Allah bagi mereka yang tidak bertobat, yang menggarisbawahi keseriusan moral kerajaan Allah.
- **Gereja yang berkemenangan:** Mereka yang menang menerima air kehidupan dengan cuma-cuma dan memerintah bersama Allah selamanya.
- **Proses yang berkelanjutan:** Ciptaan baru diwujudkan melalui karya Allah di dalam dan melalui umat-Nya, bukan melalui pelarian manusia.

**Poin-poin penting:**

- Rencana utama Allah adalah pembaruan ciptaan yang sempurna.
- Orang tebusan akan tinggal selamanya bersama Allah, bebas dari segala dukacita.
- Janji itu memotivasi orang percaya untuk bertekun dalam iman dan kebenaran.

---

#### Kesimpulan: Selaras dengan Tujuan Allah bagi Bumi dan Umat Manusia

Singkatnya, ajaran ini menyingkapkan bahwa Allah adalah **Allah yang memiliki tujuan dan kehendak**, yang menciptakan umat manusia untuk mencerminkan gambar-Nya dan untuk memerintah bumi dengan setia. Terlepas dari kenyataan dosa dan pertentangan rohani, rencana Allah tak tergoyahkan dan akan berpuncak pada langit dan bumi yang baru—suatu wilayah yang sempurna dan kekal di mana kerajaan-Nya berkuasa sepenuhnya. Umat percaya dipanggil untuk memahami peran vital mereka sebagai agen kerajaan ini di bumi, bukan sebagai orang yang suka melarikan diri, melainkan sebagai peserta aktif dalam karya penebusan Allah. Visi Yerusalem Baru dan janji persekutuan kekal dengan Allah memberikan harapan dan kepastian di tengah pencobaan saat ini.

Implikasinya sangat mendalam: orang Kristen harus merangkul identitas ilahi mereka, hidup dalam kebenaran dan keadilan, dan menolak ajaran-ajaran palsu yang menyimpang dari rencana Allah. Melalui transformasi rohani dan kerja sama dengan Roh Kudus, orang percaya menjadi alat kerajaan Allah, mempersiapkan bumi untuk pembaruan akhirnya. Pemahaman ini menumbuhkan iman, ketekunan, dan hasrat suci untuk melihat kehendak Tuhan terlaksana di bumi sebagaimana di surga.

---

### Catatan Poin-Poin Lanjutan

- **Kehendak dan rencana Tuhan adalah inti:** Penciptaan Tuhan bersifat disengaja; manusia diciptakan menurut gambar-Nya (Kejadian 1:26).
- **Kerajaan Surga harus diwujudkan di bumi:** Bumi adalah fokus utama Tuhan, bukan surga sebagai pelarian.
- **Tiga fase penciptaan:** Pertama, bumi tanpa bentuk, kedua, bumi yang dihuni (jatuh), dan langit dan bumi baru yang dijanjikan (Yesaya 66:22; Wahyu 21).
- **Peperangan rohani itu nyata:** Setan beroperasi di "bumi kedua" tetapi akhirnya dikalahkan (Wahyu 12).
- **Manusia harus mencerminkan karakter Tuhan:** Melalui napas kehidupan, manusia mengekspresikan sifat Tuhan; kejatuhan mengganggu hal ini tetapi pemulihan dijanjikan.
- **Gereja sebagai Yerusalem Baru:** Mempelai wanita Tuhan, tinggal di bumi tetapi berkuasa secara rohani (Wahyu 21). **Kritik terhadap teologi pengangkatan:** Menekankan partisipasi dalam rencana Allah, bukan pelarian.
- **Janji pembaruan total:** Tidak ada lagi kematian atau kesedihan; persekutuan kekal dengan Allah (Wahyu 21:4).
- **Kematian kedua adalah perpisahan kekal:** Bagi mereka yang menolak kebenaran Allah (Wahyu 21:8).
- **Peran dan otoritas rohani Mikhael:** Pelindung umat Allah, penentang Setan (Yudas 1:6; Wahyu 12).
- **Panggilan orang percaya:** Untuk hidup sebagai agen kerajaan, mengekspresikan otoritas Allah dan mempersiapkan diri untuk pemerintahan kekal.
- **Rencana Allah tak tergoyahkan:** Setan dan dosa tidak dapat menghalangi tujuan akhir Allah.
- **Hidup dalam pengharapan dan iman:** Didorong oleh visi ciptaan baru dan kehadiran Allah bersama umat-Nya.

Bab ini dengan demikian memberikan pemahaman yang kaya secara teologis dan berlandaskan Alkitab tentang rencana agung Allah bagi umat manusia dan ciptaan, dengan menekankan kedaulatan Allah, sentralitas Kristus, dan misi transformatif gereja menuju pemulihan kekal.




Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Membangun Rumah Perbendaharaan Tuhan

How to Live as a Storehouse Tujuan rumah perbendaharaan Tuhan supaya ada makanan Tuhan . Makanan Tuhan beda dengan makanan saudara . Makanan Tuhan ialah  melakukan pekerjaanNya dan menyelesaikannya. Bagaimana kau bersikap ketika memberikan persembahan. Itu yang lebih penting.  Bangunlah dulu perkenanan Tuhan dalam hidupmu. Bangun hidupmu sebagai rumah Tuhan terlebih dulu, bangun sebagai storehouse. Sebab hal yang sering mengganggu adalah masalah uang. Apa pun kondisi segala sesuatu untuk Tuhan itu tidak pernah boleh diubah. Itu tidak pernah diubah oleh kondisi hidup, karena Tuhan tidak pernah dikondisikan. Kewajiban saudara tidak pernah diubah walau pun krisis ekonomi terjadi. Jangan sekali-sekali kau mengubahnya. Ketetapan itu adalah sebuah hukum. Jika kau melanggar itu berarti kau akan dihukum. Ps.DjonnyTambunan_28Feb2016 Jangan berharap berkat, berharaplah akan perkenanan Tuhan.   Ini adalah prinsip untuk hidup sebagai Rumah Perbendaharaan Tuhan. Ruma...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...