Langsung ke konten utama

Kings and Priests of the Earth (MKS #4)

Sesi 4 Manusia Kerajaan Sorga: Raja dan Imam 



Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya dengan tujuan agar manusia berkuasa dan memerintah di bumi. Khotbah ini juga menyoroti bagaimana kehadiran iblis merusak bumi, namun rencana Allah tetap tidak berubah untuk menjadikan bumi tempat kebenaran dan menobatkan gereja sebagai raja dan imam yang akan memerintah bersama Kristus di langit dan bumi yang baru. Penekanan diberikan pada pentingnya iman dan ketekunan agar dapat memenuhi panggilan ilahi ini, serta bagaimana perkataan umat percaya akan memiliki kuasa seperti firman Allah sendiri.




Berikut adalah catatan lengkapnya:

1. Pengantar dan Rencana Agung Allah 

Kita bersyukur atas hadirat Tuhan. Topik utama yang akan dibahas adalah "manusia kerajaan surga", sebuah topik yang sangat penting dalam kehidupan dan perjalanan bersama Tuhan. Adalah keinginan Tuhan bahwa gambar dan rupa Tuhan, serta kepribadian-Nya, termanifestasi sepenuhnya melalui hidup jemaat di dunia, dan agar firman-Nya terus disingkapkan melalui karya Roh Kudus. Firman Tuhan yang misteri adalah milik-Nya, tetapi hal-hal yang diungkapkan menjadi bagian kita agar kita berpegang teguh pada perintah, ajaran, dan jalan-Nya turun-temurun.


Disesi sebelumnya lalu telah dijelaskan mengenai Kejadian 1 ayat 26, yang merupakan rencana agung Allah yang tidak pernah direvisi atau diubah hingga kekekalan. Ayat ini juga berbicara tentang takdir manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah supaya berkuasa. Allah tidak hanya berhenti pada penciptaan manusia, tetapi terus mengerjakan rencana-Nya agar tergenapi.

2. Penciptaan Langit dan Bumi Pertama dan Kondisi Bumi 

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1). Pembicara menekankan bahwa ini adalah "suatu permulaan". Langit dan bumi yang pertama ini memiliki hubungan yang kuat dengan rencana Allah di Kejadian 1:26-28 untuk menjadikan manusia berkuasa, memiliki kerajaan, dan menaklukkan kerajaan hewan, tumbuh-tumbuhan, serta kerajaan lain di bumi.
Ketika Allah menciptakan manusia (Kejadian 1:27), Dia bukan lagi hanya menciptakan, tetapi "menjadikan" manusia segambar dan serupa dengan-Nya. Kata "diciptakan" di sini belum mencapai keinginan penuh dari rencana Allah (tapi baru diberikan dimensi dan potensi dari desain). Kehidupan manusia akan terus dilanjutkan oleh Allah sampai pemerintahan dan kekuasaan-Nya nyata di bumi melalui hidup manusia.

Pada langit dan bumi yang pertama, khususnya di bumi, Allah mendapati bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya (Kejadian 1:2). Kegelapan bukanlah karakteristik ilahi Sang Pencipta. Dalam penjelasan lebih lanjut, bumi ini telah menjadi tempat tinggal atau pembuangan Iblis bersama para malaikatnya yang memberontak terhadap Allah, seperti yang tertulis dalam Yehezkiel 28. Iblis sebagai wujud kegelapan memanifestasikan dirinya sepenuhnya di bumi.
Kemudian, Allah membuat bumi yang gelap menjadi terang dengan memanifestasikan kepribadian dan karakter ilahi-Nya sebagai terang kekal di bumi: "Jadilah terang". Pembicara menyoroti penggunaan past tense ("and God said") dan present tense ("let there be light") diikuti past tense ("and there was light"), menyiratkan bahwa terang itu sebenarnya sudah ada sebelumnya dan Allah menyatakannya di bumi.


3. Tujuan dan Peruntukan Bumi 

Allah tidak mengizinkan bumi menjadi tempat ketidakbenaran, bagi orang-orang jahat, atau iblis. Menurut 2 Petrus 3 ayat 13, bumi adalah tempat untuk kebenaran saja. Ini berarti bumi diperuntukkan bagi anak-anak kebenaran.


Sejarah bumi dibagi menjadi beberapa tahap:
  • Langit dan bumi yang pertama (Kejadian 1:1), yang kemudian ditata ulang oleh Allah.
  • Manusia jatuh dalam dosa di Taman Eden, yang kemudian Allah basmi dengan air bah.
  • Munculnya langit baru dan bumi baru, tahap ketiga, setelah Allah membersihkan semua orang yang tidak benar. Allah berkomitmen bahwa orang-orang yang tidak benar tidak boleh lama tinggal di bumi ini.


Pada akhir zaman, kedatangan si pendurhaka (pekerjaan iblis) akan disertai tipu daya jahat terhadap orang-orang yang binasa di bumi, karena mereka tidak menerima kebenaran (2 Tesalonika 2:9-10). Allah mengizinkan kesesatan atas mereka agar mereka percaya dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya kebenaran dan suka kejahatan. Ayat ini menegaskan bahwa bumi ini bukan untuk orang-orang jahat.


4. Peran Manusia sebagai Raja dan Imam 

Allah ingin menjadikan manusia berkuasa dan memerintah di bumi. Ini bukan hanya untuk mengekspos hidup manusia sebagai anak-anak kebenaran, tetapi untuk menjadikan hidup manusia sebagai raja di bumi ini.

2 Timotius 2:11-12: Jika kita mati dengan Kristus, kita akan hidup dengan-Nya. Jika kita bertekun (Yunani: hupomeno, berarti bertahan teguh), kita akan memerintah bersama Dia. 

Perjalanan hidup di bumi adalah peperangan rohani, menghadapi pencobaan dan bujukan sistem dunia yang bisa menggagalkan kita untuk memerintah.

Kejadian 1:26: Allah menghendaki manusia menjadi raja atau pemerintah di bumi dalam kerajaan-Nya, karena Tuhan adalah raja. Ini didukung oleh 1 Samuel 8:7, di mana Tuhan mengatakan bahwa Israel menolak Dia sebagai raja.

Wahyu 5:9-10: Kristus telah menjadikan orang-orang kudus menjadi suatu kerajaan dan imam-imam bagi Allah, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi. Ini menunjukkan dua status: imam dan raja.

1 Petrus 2:9-10: Jemaat adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani (kerajaan), bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Dahulu bukan umat Allah, sekarang menjadi umat-Nya; dahulu tidak dikasihani, sekarang beroleh belas kasihan.

Matius 21:42-43: Kerajaan Allah akan diambil dari suatu bangsa dan diberikan kepada suatu bangsa lain yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. "Bangsa" ini yang memiliki dua predikat, imam dan raja, adalah gereja. Allah sedang berkarya agar manusia menjadi imam bagi-Nya dan raja di bumi; inilah gereja. Kehidupan gereja adalah proses di mana Tuhan berupaya menjadikan orang percaya sebagai "batu-batu hidup untuk pembangunan sebuah rumah rohani". Allah menepati janji-Nya di Kejadian 1:26-28 melalui gereja-Nya di Perjanjian Baru.

Wahyu 11:15, 17: Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita, dan Dia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Orang-orang kudus bersyukur bahwa Allah telah memangku kuasa-Nya yang besar dan mulai memerintah sebagai raja di bumi. Gereja merepresentasikan Allah sebagai raja di bumi.

Wahyu 20:4, 6: Orang-orang yang dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan firman Allah, serta tidak menyembah binatang itu, akan hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama Kristus selama 1000 tahun (angka 1000 melambangkan tak terhingga atau sesuai kehendak Tuhan). Mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus. Ini adalah kebangkitan pertama. Mereka yang bertahan teguh dalam iman akan dinobatkan sebagai raja dan imam yang memerintah di bumi.

Kekuasaan Raja: Kekuasaan raja didukung oleh seluruh kekuatan kerajaan. Firman Allah yang ditaruh di mulut kita akan berkuasa seperti Allah berfirman (Yesaya 59:21). Ini menunjukkan posisi manusia sebagai raja di bumi, di mana titah dan perkataannya memiliki kuasa.

Yesaya 60:1-2: "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu." Ini adalah nubuat bagi orang percaya untuk menghardik kegelapan, karena Allah akan menjadikan hidup mereka layak dinobatkan sebagai raja dan imam yang memerintah bumi.

Wahyu 22:5: Pada langit baru dan bumi baru, malam tidak akan ada lagi, tidak memerlukan cahaya lampu atau matahari, sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Ini adalah tercapainya rencana Allah untuk menempatkan manusia sebagai raja dan imam-Nya di langit baru dan bumi baru. Allah memproses firman-Nya dalam batin, roh, hati, hingga tubuh kita, sehingga perkataan kita tergenapi dan terwujud, menjadikan kita raja di mata Tuhan.


5. Pemberontakan dan Nasib Iblis 

Allah merencanakan segala sesuatu sejak awal, bahkan sebelum pemberontakan iblis di surga. Iblis memberontak dan dilemparkan ke bumi. Yehezkiel 28:12-17 dan Yehezkiel 31:2-15 menggambarkan iblis sebagai Raja Tirus atau Firaun Mesir, yang diciptakan sempurna dan penuh hikmat, ditempatkan di Taman Eden (taman Allah). Ia tak bercela sejak penciptaan, tetapi ditemukan kecurangan padanya karena dagangannya yang besar dan kekerasan. Ia sombong karena kecantikannya, meninggikan diri, dan hikmatnya musnah karena semaraknya, lalu dilempar ke bumi. Ini terjadi sebelum iblis berdosa, membuktikan bahwa bumi tidak diciptakan untuk kekacauan.

Iblis akan dibuang ke suatu alam yang disebut neraka yang kekal, bukan ke langit atau bumi. Ini menunjukkan bahwa Allah sedang mengerjakan rencana-Nya untuk menjadikan bumi ini tempat kebenaran saja, bukan untuk ketidakbenaran atau iblis.


6. Langit Baru dan Bumi Baru 

Yesaya 6:3 menubuatkan bahwa seluruh bumi akan penuh dengan kemuliaan Tuhan. Ini adalah firman nubuatan yang akan terjadi, dan Allah mengundang manusia untuk berperan dalam penggenapan rencana-Nya.

Yesaya 66:20-22 menyatakan bahwa Allah akan mengambil imam-imam dan orang Lewi dari antara bangsa-bangsa untuk-Nya. Seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan dijadikan-Nya akan tinggal tetap di hadapan-Nya, demikian juga keturunan dan nama orang percaya akan tinggal tetap. Ini berarti langit dan bumi yang pertama tidak sepenuhnya lenyap atau dihancurkan, tetapi akan tetap ada dan diubah. Manusia yang dijadikan segambar dan serupa dengan Allah akan memegang pemerintahan dan berkuasa di bumi untuk selama-lamanya di langit baru dan bumi yang baru.

Allah sedang mewujudkan langit baru dan bumi baru yang berisi kebenaran melalui karya-Nya, pekerjaan Roh Tuhan, dan firman-Nya dalam hidup kita. Pada akhirnya, seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan Tuhan. Pemahaman ini membebaskan dari pemikiran yang salah bahwa kita hanya ingin ke surga karena muak melihat kejahatan di bumi. Sebaliknya, kita harus berharap agar rencana Allah di Kejadian 1:26-28 segera terwujud dan kita menjadi bagian dari karya Tuhan yang memproses hidup kita.


7. Allah Mengendalikan Kegelapan 

Kondisi bumi yang gelap, kosong, campur baur, dan tidak berbentuk di Kejadian 1:1-2 adalah ulah Iblis. Yesaya 45:18 menegaskan bahwa Allah menciptakan bumi bukan supaya kosong, melainkan untuk didiami oleh manusia. Allah tidak pernah berbicara dalam sembunyi atau di tempat bumi yang gelap, dan Dia selalu berkata benar.

Allah menetapkan waktu bagi kuasa kegelapan, tetapi itu akan segera berakhir (Kolose 1:13). Allah telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih, yaitu kerajaan terang. Meskipun iblis berupaya memberontak, Allah tetap berkuasa dan mengendalikan waktunya.

Allah ingin bermitra dengan hidup manusia untuk rencana agung-Nya. Iblis bisa mendengar firman Tuhan tetapi tidak punya hikmat untuk memahami wujudnya, sementara kita memilikinya.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

Yesus dan Rahasia Kerajaan Sorga

Saat Teduh 4 Feb 2025 BACA dan RENUNGKAN Matius 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan (kiasan, perbandingan, METAFORA)?" 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan mata...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

KETEGUHAN HATI DANIEL (Daniel's Steadfastness)

Saat Teduh 13 Feb 2025 Daniel tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Mereka tinggal di Babel, dimana segala sesuatu seperti makanan dan minuman untuk orang-orang istimewa termasuk untuk raja, itu dipersembahkan dulu kepada dewa lalu kemudian di dalam makanan itu juga ada darah dan apabila makanan itu dimakan maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari dewa-dewa Babel. Itu yang terjadi dan ini menajiskan, itu najis di MATA Tuhan. Mereka itu adalah tawanan, hidup di negeri orang asing, mereka itu kehilangan hak hidup sebenarnya, tetapi sekarang atas anugerah Tuhan mereka terpilih karena Nebukadnezar mencari orang-orang untuk melayani di kalangan raja dari orang-orang hebat. Apa yang sudah ada sebelum Daniel dan kawan-kawannya dipilih? KETETAPAN HATI. Daniel BERKETETAPAN HATI untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja. Ini penting untuk kita BANGUN di dalam diri kita. Kebanyakan orang di dalam gereja adalah SESUDAH masuk ke dalam ...