Langsung ke konten utama

Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan (MKS #5)

Rencana Agung Allah: Manusia Kerajaan Surga

### Bab: Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan

#### Pendahuluan: Memahami Umat Kerajaan dalam Rencana Ilahi Allah

Bab ini mengeksplorasi konsep teologis yang mendalam tentang **Kerajaan Surga** dan, lebih spesifik lagi, identitas dan peran **Umat Kerajaan**—yang tidak hanya disebut sebagai "gereja" atau "jemaat," tetapi sebagai **Manusia Kerajaan** atau **Manusia Kerajaan Surga**. Terminologi ini menggarisbawahi kodrat ganda manusia sebagai makhluk alamiah sekaligus entitas spiritual, yang dirancang untuk mewujudkan **kekuasaan spiritual** Allah di bumi.

Arti penting topik ini terletak pada penyingkapannya akan rencana kedaulatan Allah: sebuah pemerintahan ilahi di mana manusia, yang diciptakan menurut **gambar dan rupa Allah**, dipercayakan dengan otoritas untuk menjalankan **kekuasaan**—atau **otoritas kerajaan**—atas ciptaan sebagai cerminan pemerintahan Allah sendiri. Bab ini menghubungkan konsep ini dengan fondasi alkitabiah dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang menekankan **kehendak dan tujuan** Allah yang kekal dan tak berubah, yang melampaui kegagalan atau penolakan manusia.

**Kosakata** dan **konsep** kunci yang diperkenalkan meliputi:

- **Kerajaan Surga**: Pemerintahan rohani Allah, yang tercermin dan dimanifestasikan di bumi.
- **Manusia Kerajaan**: Individu yang hidup di bawah pemerintahan Allah, mewujudkan gambar-Nya, dan menjalankan wewenang yang didelegasikan.
- **Kekuasaan (Kekuasaan Raja)**: Kuasa atau wewenang yang didelegasikan yang dimiliki manusia untuk memerintah atas ciptaan.
- **Kehendak dan Rencana Allah**: Tujuan ilahi yang tak berubah bagi ciptaan dan umat manusia.
- **Gambar dan Rupa Allah**: Rancangan dan karakter rohani yang diciptakan untuk dicerminkan oleh manusia.
- **Kedaulatan dan Delegasi Ilahi**: Pemerintahan tertinggi Allah dan pilihan-Nya untuk berbagi wewenang dengan manusia.

Bab ini juga membahas kesalahpahaman umum tentang waktu dan hakikat kerajaan Allah, serta menantang umat beriman untuk menyadari peran mereka dalam realitas ilahi yang terus berkembang ini.

---




#### Bagian 1: Narasi Dasar Alkitab tentang Penciptaan dan Kekuasaan

Ajaran ini dimulai dengan penelaahan mendalam terhadap **Kejadian 1**, khususnya ayat 1 dan 26, untuk mengoreksi kesalahpahaman umum. Frasa "*Pada mulanya*" (Kejadian 1:1) dianggap lebih tepat dipahami sebagai "*pada mulanya*," yang membedakannya dari frasa "*pada mulanya*" dalam Yohanes 1:1, yang merujuk pada Firman (Logos) yang kekal yang hidup berdampingan dengan Allah; sehingga Kej 1:1 lebih tepat berbunyi “Pada suatu permulaan waktu”. Yoh 1:1 arti yang sebenarnya secara harfiah “pada mulanya” dari waktu yang kekal, sebab Firman tidak diciptakan. Ia ada pada mulanya. 

- Kejadian 1 menggambarkan **periode** penciptaan, tidak harus sehari 24 jam, yang menekankan bahwa waktu dan ukuran manusia tidak berlaku untuk tindakan kreatif Allah. Pada Kej 1:1 kejadiannya sangat jauh dari penciptaan benda-benda penerang seperti matahari dan bulan, sebagai penanda waktu dan periode di bumi. Belum ada hari-hari di bumi, yang ada adalah waktu kekekalan Allah. 
Bumi "belum berbentuk dan kosong", tertutup air, dengan Roh Allah melayang-layang di atas air—sebuah gambaran puitis yang menghubungkan surga (langit) dan bumi melalui kata Ibrani **mayim** (air).

Perintah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Kejadian 1:26) memperkenalkan konsep bahwa manusia diciptakan dengan tujuan untuk **menjalankan kekuasaan** atas segala makhluk.

Istilah **kekuasaan** (diterjemahkan dari akar kata Ibrani yang berarti "kerajaan" atau "otoritas raja") mengungkapkan bahwa manusia dimaksudkan untuk menjadi **penguasa atas nama Allah**, yang mencerminkan kedaulatan-Nya atas bumi.

Poin-poin utama:
- Kejadian 1:26 menunjukkan maksud Allah untuk menciptakan manusia sebagai **wakil raja**, bukan sekadar makhluk ciptaan. Manusia dirancang menurut **gambar dan rupa Allah**, yang menyiratkan otoritas rohani.
Itulah takdir manusia yang sudah ditetapkan sebelum manusia diciptakan, dibentuk dan dijadikan.
Narasi penciptaan adalah tentang **rencana Allah yang sedang berlangsung** untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia. - Waktu dalam penciptaan **bukanlah waktu manusia** melainkan periode atau zaman ilahi.

---
#### Bagian 2: Kehendak Allah yang Tak Berubah dan Realitas Kedaulatan Ilahi

Pembicara menekankan bahwa **kehendak dan rencana Allah tidak dapat dibatalkan**, bahkan jika individu menolak atau gagal memenuhi peran mereka. Hal ini didukung oleh contoh-contoh alkitabiah, seperti penolakan Israel atas status kerajaan Allah dalam **1 Samuel 8**.

- Permintaan Israel akan seorang raja manusia merupakan **penolakan Allah sebagai raja mereka** (1 Samuel 8:7).
- Tanggapan Allah melalui Samuel menegaskan bahwa Dia adalah raja yang sejati, dan penolakan tersebut merupakan penolakan terhadap pemerintahan-Nya, bukan kegagalan rencana-Nya.
- Meskipun manusia memberontak, rencana kedaulatan Allah untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi tetap utuh.
- Sidang ilahi atau **"pengadilan surgawi"** (yang disinggung dalam Kejadian 1:26 dengan "Baiklah Kita menjadikan manusia...") menunjukkan konsultasi dengan makhluk surgawi—menunjukkan pemerintahan ilahi yang kompleks.

Poin-poin penting:
- Allah berdaulat dan **rencana-rencana-Nya tidak dapat diganggu gugat**.
- Penolakan manusia (seperti tuntutan Israel akan seorang raja) tidak membatalkan tujuan Allah.
- Allah mendelegasikan wewenang kepada manusia sebagai **wakil kerajaan**, yang mencerminkan pemerintahan-Nya sendiri.
- Konsep **dewan ilahi** memperkenalkan dimensi spiritual pada perencanaan dan pemerintahan Allah.

---

#### Bagian 3: Doa Kerajaan dan Perwujudan Kerajaan Allah di Bumi
Ajaran-ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru, khususnya **Doa Bapa Kami** (Matius 6:9-10; Lukas 11:2), meneguhkan keinginan agar Kerajaan Allah datang dan kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga.

- Doa "Raja-Mu""Datanglah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" adalah **deklarasi kerajaan Allah yang terwujud di bumi**. [Sekaligus menyiratkan deklarasi peperangan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis]. 
- Ini menyiratkan kehadiran **umat kerajaan** yang akan mewakili otoritas Allah dan melaksanakan kehendak-Nya.
- Yesus mengajarkan bahwa kebesaran sejati dalam kerajaan diungkapkan melalui **kehambaan dan kerendahan hati** (Matius 20:25-27), yang berbeda dengan kerajaan duniawi.
- Kerajaan bukanlah rezim politik duniawi melainkan **pemerintahan rohani**, yang dipimpin oleh Yesus sebagai raja yang kekal.

Poin-poin penting:
- Doa kerajaan mengungkapkan rencana Allah untuk **pemerintahan kerajaan di bumi**.
- Yesus menekankan **kepemimpinan yang melayani** sebagai model bagi rakyat kerajaan.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada orang-orang yang mendengar dan menaati suara Allah.
- Kerajaan itu bersifat **rohani dan praktis**, yang melibatkan otoritas nyata yang didelegasikan kepada manusia.

---


#### Bagian 4: Yesus sebagai Raja yang Kekal dan Penggenapan Kerajaan Allah

Dialog antara Yesus dan Pilatus dalam **Yohanes 18:33-37** menyingkapkan kedudukan Yesus sebagai Raja yang berbeda dari kerajaan-kerajaan duniawi.

- Yesus menegaskan bahwa Kerajaan-Nya **bukan dari dunia ini** melainkan kekal dan rohani.
- Misi-Nya adalah untuk bersaksi tentang **kebenaran**—kebenaran yang memerdekakan dan memerintah umat Kerajaan.
- Kedudukan Yesus sebagai Raja tidak diwariskan melalui garis keturunan kerajaan, melainkan ditetapkan secara ilahi.
- Setelah kebangkitan-Nya, Yesus diberikan **segala kuasa di surga dan di bumi** (Matius 28:18), yang memberi kuasa kepada para pengikut-Nya untuk menjadikan murid dan memerintah berdasarkan aturan-Nya.

Poin-poin penting:
- Yesus adalah **Raja yang ditunjuk ilahi**, yang kerajaannya melampaui kuasa duniawi.
- Kerajaan-Nya didasarkan pada **kebenaran dan keadilan**.
- Amanat Agung (Matius 28:18-20) mempercayakan otoritas Kerajaan kepada orang percaya.
- Realitas Kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengarkan dan menaati Suara Yesus**.

---

#### Bagian 5: Peran Umat Kerajaan dalam Rencana Penebusan Allah
Umat Kerajaan adalah mereka yang telah **diubah menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah**, diberi kuasa untuk menjalankan kekuasaan Allah di bumi.

- Transformasi ini merupakan **proses** [proses menjadikan atau asah], bukan instan, yang membutuhkan pembinaan rohani [pemuridan] dan ketaatan.
- Kegagalan untuk tunduk pada proses Allah menyebabkan stagnasi atau tipu daya rohani.
- Umat Kerajaan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis dengan hidup dan memajukan **kebenaran Allah**.
- Otoritas mereka bukanlah otoritas sekunder tetapi **setara hakikatnya** dengan otoritas Allah sendiri, yang mencerminkan kekuasaan-Nya.

Poin-poin penting:
- Umat Kerajaan secara rohani **dewasa dan taat**, yang mencerminkan karakter Allah.
- Mereka diberi kuasa untuk **mengatasi pertentangan duniawi dan rohani**.
- Identitas mereka berakar pada **"dari kebenaran"** dan mendengarkan suara Raja.
- Otoritas rohani umat Kerajaan adalah **kekuasaan yang didelegasikan tetapi setara**.

---

#### Bagian 6: Dimensi Kosmik dan Eskatologis Kerajaan
Ajaran ini menghubungkan konsep kerajaan dengan realitas kosmik dan harapan masa depan.

- Kitab Suci seperti **Mazmur 33:6** dan **2 Petrus 3:5-7** menggambarkan penciptaan dan pemeliharaan langit dan bumi oleh firman Allah.
- **Langit baru dan bumi baru** yang dijanjikan dalam Yesaya (Yesaya 65:17; 66:12) terkait dengan perwujudan penuh kerajaan Allah.
- Dunia saat ini bersifat sementara dan akan disucikan oleh api; hanya orang benar yang akan menghuni **ciptaan baru** (2 Petrus 3:10-13).
- Umat Kerajaan adalah mereka yang dipersiapkan dan layak untuk tinggal di **kerajaan kebenaran yang kekal** ini.

Poin-poin penting:
- Alam semesta ditopang dan diatur oleh **firman kreatif** Allah.
- **Langit baru dan Bumi baru** melambangkan pendirian akhir kerajaan Allah yang sempurna.
- Zaman sekarang ini bersifat sementara; hanya **orang benar yang akan tetap hidup** setelah penghakiman.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang hidup dalam kekudusan, menantikan **pewahyuan penuh pemerintahan Allah**.

---

#### Kesimpulan: Implikasi Menjadi Umat Kerajaan Saat Ini

Bab ini diakhiri dengan menekankan urgensi dan pentingnya memahami identitas seseorang sebagai **Manusia Kerajaan**:

- Rencana Allah untuk menegakkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia adalah **tak tergoyahkan** dan kekal.
- Orang percaya dipanggil untuk menjalankan peran mereka sebagai **wakil kerajaan**, hidup di bawah otoritas Allah dan mencerminkan karakter-Nya.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengar dan menaati suara Raja**, hidup dalam kebenaran dan keadilan.
- Orang Kristen harus menolak opini dan pengaruh duniawi yang merusak rencana Allah dan sebaliknya menjadi agen transformasi.
- Harapan tertinggi adalah pembaruan seluruh ciptaan—**langit baru dan bumi baru**—di mana hanya Kebenaran Allah berdiam.
- Identitas ini menuntut kehidupan yang **kudus, taat, dan melayani**, yang mewujudkan kekuasaan rohani yang Allah maksudkan sejak penciptaan.

Singkatnya, ajaran ini mengajak orang percaya untuk menyadari takdir ilahi mereka sebagai **manusia kerajaan surga**—yang dipercayakan dengan otoritas Allah untuk memerintah, melayani, dan membawa kerajaan-Nya sepenuhnya ke bumi, selaras dengan kehendak dan tujuan kekal-Nya.

---

### Ringkasan Poin Kunci

- Allah menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa-Nya** untuk menjalankan **kekuasaan** atas ciptaan.
- **Kehendak dan rencana** Allah bersifat kekal dan tidak dapat digagalkan oleh kegagalan manusia.
- **Kerajaan Surga** adalah pemerintahan rohani, dengan Yesus sebagai Raja yang kekal.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang diubahkan untuk mencerminkan karakter Allah dan menaati suara-Nya.
- Kerajaan Yesus **bukan dari dunia ini**, yang mewakili otoritas rohani yang lebih tinggi.
- Orang percaya diutus untuk memperluas kerajaan Allah dengan menjadikan murid dan hidup dalam kebenaran.
- Dunia saat ini bersifat sementara; masa depan menyediakan **langit baru dan bumi baru** bagi orang benar.
- Orang Kristen harus hidup kudus dan taat, menolak pengaruh duniawi, sebagai agen kerajaan Allah.

Dengan demikian, bab ini meletakkan landasan teologis dan praktis untuk memahami **Umat Kerajaan** sebagai peserta utama dalam rencana Allah yang berdaulat dan menebus, yang mengundang orang percaya untuk menerima panggilan dan otoritas ilahi mereka dalam pemerintahan rohani Allah di bumi.


Postingan populer dari blog ini

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...

DNA ILAHI

Tuhan Pencipta Semesta akan menjawab seruan dan doa orang-orang kudus: AKU AKAN MENJAWAB  - DAN MENYINGKAPKAN HAL-HAL YANG TERSEMBUNYI YANG TIDAK KAU SADARI!” Kita adalah benar-benar merupakan ciptaan baru yang diciptakan dalam Kristus. Kita adalah generasi Kristus. Ada hal-hal yang melekat pada ciptaan baru-Nya yang tidak kita sadari. Hal-hal itu tersembunyi dalam DNA ilahi yang Tuhan berikan kepada kita. DNA itu pasti akan termanifestasi bukan karena kuat dan gagah kita, tapi oleh karena Firman dan Roh-Nya yang bekerja dalam kita sebagai makhluk ciptaan baru dalam Kristus. gbr: www.scfbc.org/ spiritual DNA Pada Anak Manusia ada ketetapan hati, ada terang kehidupan dan ada kuasa untuk mengampuni dosa! Apa beda kuasa untuk mengampuni dosa dan kuasa untuk membuat orang lumpuh berjalan? Tidak ada. Itu adalah kuasa yang sama yang berasal dari Bapa. Markus 2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, ...

Kesaksian Abraham dan Konsep Keselamatan Yesus

Ibrani 11:39 (TB)  Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Abraham tidak memperoleh semua dari apa yang dijanjikan Allah kepadanya semasa hidupnya tentang menjadi bapa dari bangsa-bangsa. Ia hanya bisa memperoleh Ishak dan Yakub dan merasakan hidup bersama mereka dalam satu tenda. Ibrani 11:9 (TB)  Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.  Janji itu telah diturunkan kepada Ishak dan Yakub. Janji yang satu itu juga diturunkan kepada generasi-generasi selanjutnya yakni keturunan Israel yang hidup di Mesir. Janji itu juga diturunkan kepada kita orang percaya - yang telah menerima benih dimensi hidup Allah -  yang menjadi keturunan Abraham.  ​Keturunan Abraham bukan sekadar hubungan biologis, melainkan mereka yang hidup de...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Siklus Profetik Tuhan - Dr. Jonathan David

Memahami Siklus Profetik Pesan ini mengajak kita untuk mengenal dan percaya pada rencana masa depan yang telah Tuhan tetapkan, dan hidup dengan Roh Kudus sebagai penuntun dan jaminan warisan kita. Dengan memahami siklus profetik ini, kita dapat berjalan dalam rencana dan tujuan Allah, mengalami akselerasi dan kemenangan di berbagai bidang kehidupan kita. Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat- Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. – Yeremia 8:7 (ITB) Ringkasan: Pengetahuan Masa Depan Allah: Tuhan memiliki pengetahuan penuh tentang masa depan, rencana, dan tujuan-Nya. Pengetahuan ini tidak berubah dan menjadi dasar bagi tindakan-Nya. Keputusan dan Penetapan Allah: Tuhan memutuskan jalannya masa depan, termasuk jalan hidup umat-Nya, dan menetapkan rencana tersebut sejak kekekalan. Pelaksanaan Rencana Allah: Tuhan membawa umat-Nya masuk ke dalam jalan yang telah ditentukan, dan...

Manusia Dibenarkan Karena Iman

Paulus mengajak kita untuk dapat menanggalkan manusia lama kita; tidak berpikir secara natural; tidak tergantung kepada hal-hal lahiriah. Iman yang kita miliki haruslah iman yang aktif dan dinamis;  iman itu bisa ‘dilihat’, bisa di dengar melalui ucapan dan perkataan kita. gbr. truelivingtoday@wordpress.com Bahasan kita malam ini diambil dari kitab Roma 3:21-31. Manusia Dibenarkan Karena Iman Paulus memberikan penjelasan ini kepada jemaat di Roma, jadi bukan kepada orang yang belum percaya. Mengapa? Ini untuk meneguhkan doktrin dan menjawab keraguan terutama kepada orang Yahudi yang dua ribu tahun lebih lamanya hanya mengenal hukum Taurat.   Pikiran lama mereka harus diterobos. Mindset yang lama harus dicabut dan ditinggalkan, diganti dengan mindset yang baru. Itu namanya pembaruan pikiran dan akal budi sehingga selaras dengan perkataan / firman Tuhan. Rom 3:21  Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang ...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.