Langsung ke konten utama

Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan (MKS #5)

Rencana Agung Allah: Manusia Kerajaan Surga

### Bab: Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan

#### Pendahuluan: Memahami Umat Kerajaan dalam Rencana Ilahi Allah

Bab ini mengeksplorasi konsep teologis yang mendalam tentang **Kerajaan Surga** dan, lebih spesifik lagi, identitas dan peran **Umat Kerajaan**—yang tidak hanya disebut sebagai "gereja" atau "jemaat," tetapi sebagai **Manusia Kerajaan** atau **Manusia Kerajaan Surga**. Terminologi ini menggarisbawahi kodrat ganda manusia sebagai makhluk alamiah sekaligus entitas spiritual, yang dirancang untuk mewujudkan **kekuasaan spiritual** Allah di bumi.

Arti penting topik ini terletak pada penyingkapannya akan rencana kedaulatan Allah: sebuah pemerintahan ilahi di mana manusia, yang diciptakan menurut **gambar dan rupa Allah**, dipercayakan dengan otoritas untuk menjalankan **kekuasaan**—atau **otoritas kerajaan**—atas ciptaan sebagai cerminan pemerintahan Allah sendiri. Bab ini menghubungkan konsep ini dengan fondasi alkitabiah dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang menekankan **kehendak dan tujuan** Allah yang kekal dan tak berubah, yang melampaui kegagalan atau penolakan manusia.

**Kosakata** dan **konsep** kunci yang diperkenalkan meliputi:

- **Kerajaan Surga**: Pemerintahan rohani Allah, yang tercermin dan dimanifestasikan di bumi.
- **Manusia Kerajaan**: Individu yang hidup di bawah pemerintahan Allah, mewujudkan gambar-Nya, dan menjalankan wewenang yang didelegasikan.
- **Kekuasaan (Kekuasaan Raja)**: Kuasa atau wewenang yang didelegasikan yang dimiliki manusia untuk memerintah atas ciptaan.
- **Kehendak dan Rencana Allah**: Tujuan ilahi yang tak berubah bagi ciptaan dan umat manusia.
- **Gambar dan Rupa Allah**: Rancangan dan karakter rohani yang diciptakan untuk dicerminkan oleh manusia.
- **Kedaulatan dan Delegasi Ilahi**: Pemerintahan tertinggi Allah dan pilihan-Nya untuk berbagi wewenang dengan manusia.

Bab ini juga membahas kesalahpahaman umum tentang waktu dan hakikat kerajaan Allah, serta menantang umat beriman untuk menyadari peran mereka dalam realitas ilahi yang terus berkembang ini.

---




#### Bagian 1: Narasi Dasar Alkitab tentang Penciptaan dan Kekuasaan

Ajaran ini dimulai dengan penelaahan mendalam terhadap **Kejadian 1**, khususnya ayat 1 dan 26, untuk mengoreksi kesalahpahaman umum. Frasa "*Pada mulanya*" (Kejadian 1:1) dianggap lebih tepat dipahami sebagai "*pada mulanya*," yang membedakannya dari frasa "*pada mulanya*" dalam Yohanes 1:1, yang merujuk pada Firman (Logos) yang kekal yang hidup berdampingan dengan Allah; sehingga Kej 1:1 lebih tepat berbunyi “Pada suatu permulaan waktu”. Yoh 1:1 arti yang sebenarnya secara harfiah “pada mulanya” dari waktu yang kekal, sebab Firman tidak diciptakan. Ia ada pada mulanya. 

- Kejadian 1 menggambarkan **periode** penciptaan, tidak harus sehari 24 jam, yang menekankan bahwa waktu dan ukuran manusia tidak berlaku untuk tindakan kreatif Allah. Pada Kej 1:1 kejadiannya sangat jauh dari penciptaan benda-benda penerang seperti matahari dan bulan, sebagai penanda waktu dan periode di bumi. Belum ada hari-hari di bumi, yang ada adalah waktu kekekalan Allah. 
Bumi "belum berbentuk dan kosong", tertutup air, dengan Roh Allah melayang-layang di atas air—sebuah gambaran puitis yang menghubungkan surga (langit) dan bumi melalui kata Ibrani **mayim** (air).

Perintah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Kejadian 1:26) memperkenalkan konsep bahwa manusia diciptakan dengan tujuan untuk **menjalankan kekuasaan** atas segala makhluk.

Istilah **kekuasaan** (diterjemahkan dari akar kata Ibrani yang berarti "kerajaan" atau "otoritas raja") mengungkapkan bahwa manusia dimaksudkan untuk menjadi **penguasa atas nama Allah**, yang mencerminkan kedaulatan-Nya atas bumi.

Poin-poin utama:
- Kejadian 1:26 menunjukkan maksud Allah untuk menciptakan manusia sebagai **wakil raja**, bukan sekadar makhluk ciptaan. Manusia dirancang menurut **gambar dan rupa Allah**, yang menyiratkan otoritas rohani.
Itulah takdir manusia yang sudah ditetapkan sebelum manusia diciptakan, dibentuk dan dijadikan.
Narasi penciptaan adalah tentang **rencana Allah yang sedang berlangsung** untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia. - Waktu dalam penciptaan **bukanlah waktu manusia** melainkan periode atau zaman ilahi.

---
#### Bagian 2: Kehendak Allah yang Tak Berubah dan Realitas Kedaulatan Ilahi

Pembicara menekankan bahwa **kehendak dan rencana Allah tidak dapat dibatalkan**, bahkan jika individu menolak atau gagal memenuhi peran mereka. Hal ini didukung oleh contoh-contoh alkitabiah, seperti penolakan Israel atas status kerajaan Allah dalam **1 Samuel 8**.

- Permintaan Israel akan seorang raja manusia merupakan **penolakan Allah sebagai raja mereka** (1 Samuel 8:7).
- Tanggapan Allah melalui Samuel menegaskan bahwa Dia adalah raja yang sejati, dan penolakan tersebut merupakan penolakan terhadap pemerintahan-Nya, bukan kegagalan rencana-Nya.
- Meskipun manusia memberontak, rencana kedaulatan Allah untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi tetap utuh.
- Sidang ilahi atau **"pengadilan surgawi"** (yang disinggung dalam Kejadian 1:26 dengan "Baiklah Kita menjadikan manusia...") menunjukkan konsultasi dengan makhluk surgawi—menunjukkan pemerintahan ilahi yang kompleks.

Poin-poin penting:
- Allah berdaulat dan **rencana-rencana-Nya tidak dapat diganggu gugat**.
- Penolakan manusia (seperti tuntutan Israel akan seorang raja) tidak membatalkan tujuan Allah.
- Allah mendelegasikan wewenang kepada manusia sebagai **wakil kerajaan**, yang mencerminkan pemerintahan-Nya sendiri.
- Konsep **dewan ilahi** memperkenalkan dimensi spiritual pada perencanaan dan pemerintahan Allah.

---

#### Bagian 3: Doa Kerajaan dan Perwujudan Kerajaan Allah di Bumi
Ajaran-ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru, khususnya **Doa Bapa Kami** (Matius 6:9-10; Lukas 11:2), meneguhkan keinginan agar Kerajaan Allah datang dan kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga.

- Doa "Raja-Mu""Datanglah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" adalah **deklarasi kerajaan Allah yang terwujud di bumi**. [Sekaligus menyiratkan deklarasi peperangan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis]. 
- Ini menyiratkan kehadiran **umat kerajaan** yang akan mewakili otoritas Allah dan melaksanakan kehendak-Nya.
- Yesus mengajarkan bahwa kebesaran sejati dalam kerajaan diungkapkan melalui **kehambaan dan kerendahan hati** (Matius 20:25-27), yang berbeda dengan kerajaan duniawi.
- Kerajaan bukanlah rezim politik duniawi melainkan **pemerintahan rohani**, yang dipimpin oleh Yesus sebagai raja yang kekal.

Poin-poin penting:
- Doa kerajaan mengungkapkan rencana Allah untuk **pemerintahan kerajaan di bumi**.
- Yesus menekankan **kepemimpinan yang melayani** sebagai model bagi rakyat kerajaan.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada orang-orang yang mendengar dan menaati suara Allah.
- Kerajaan itu bersifat **rohani dan praktis**, yang melibatkan otoritas nyata yang didelegasikan kepada manusia.

---


#### Bagian 4: Yesus sebagai Raja yang Kekal dan Penggenapan Kerajaan Allah

Dialog antara Yesus dan Pilatus dalam **Yohanes 18:33-37** menyingkapkan kedudukan Yesus sebagai Raja yang berbeda dari kerajaan-kerajaan duniawi.

- Yesus menegaskan bahwa Kerajaan-Nya **bukan dari dunia ini** melainkan kekal dan rohani.
- Misi-Nya adalah untuk bersaksi tentang **kebenaran**—kebenaran yang memerdekakan dan memerintah umat Kerajaan.
- Kedudukan Yesus sebagai Raja tidak diwariskan melalui garis keturunan kerajaan, melainkan ditetapkan secara ilahi.
- Setelah kebangkitan-Nya, Yesus diberikan **segala kuasa di surga dan di bumi** (Matius 28:18), yang memberi kuasa kepada para pengikut-Nya untuk menjadikan murid dan memerintah berdasarkan aturan-Nya.

Poin-poin penting:
- Yesus adalah **Raja yang ditunjuk ilahi**, yang kerajaannya melampaui kuasa duniawi.
- Kerajaan-Nya didasarkan pada **kebenaran dan keadilan**.
- Amanat Agung (Matius 28:18-20) mempercayakan otoritas Kerajaan kepada orang percaya.
- Realitas Kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengarkan dan menaati Suara Yesus**.

---

#### Bagian 5: Peran Umat Kerajaan dalam Rencana Penebusan Allah
Umat Kerajaan adalah mereka yang telah **diubah menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah**, diberi kuasa untuk menjalankan kekuasaan Allah di bumi.

- Transformasi ini merupakan **proses** [proses menjadikan atau asah], bukan instan, yang membutuhkan pembinaan rohani [pemuridan] dan ketaatan.
- Kegagalan untuk tunduk pada proses Allah menyebabkan stagnasi atau tipu daya rohani.
- Umat Kerajaan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis dengan hidup dan memajukan **kebenaran Allah**.
- Otoritas mereka bukanlah otoritas sekunder tetapi **setara hakikatnya** dengan otoritas Allah sendiri, yang mencerminkan kekuasaan-Nya.

Poin-poin penting:
- Umat Kerajaan secara rohani **dewasa dan taat**, yang mencerminkan karakter Allah.
- Mereka diberi kuasa untuk **mengatasi pertentangan duniawi dan rohani**.
- Identitas mereka berakar pada **"dari kebenaran"** dan mendengarkan suara Raja.
- Otoritas rohani umat Kerajaan adalah **kekuasaan yang didelegasikan tetapi setara**.

---

#### Bagian 6: Dimensi Kosmik dan Eskatologis Kerajaan
Ajaran ini menghubungkan konsep kerajaan dengan realitas kosmik dan harapan masa depan.

- Kitab Suci seperti **Mazmur 33:6** dan **2 Petrus 3:5-7** menggambarkan penciptaan dan pemeliharaan langit dan bumi oleh firman Allah.
- **Langit baru dan bumi baru** yang dijanjikan dalam Yesaya (Yesaya 65:17; 66:12) terkait dengan perwujudan penuh kerajaan Allah.
- Dunia saat ini bersifat sementara dan akan disucikan oleh api; hanya orang benar yang akan menghuni **ciptaan baru** (2 Petrus 3:10-13).
- Umat Kerajaan adalah mereka yang dipersiapkan dan layak untuk tinggal di **kerajaan kebenaran yang kekal** ini.

Poin-poin penting:
- Alam semesta ditopang dan diatur oleh **firman kreatif** Allah.
- **Langit baru dan Bumi baru** melambangkan pendirian akhir kerajaan Allah yang sempurna.
- Zaman sekarang ini bersifat sementara; hanya **orang benar yang akan tetap hidup** setelah penghakiman.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang hidup dalam kekudusan, menantikan **pewahyuan penuh pemerintahan Allah**.

---

#### Kesimpulan: Implikasi Menjadi Umat Kerajaan Saat Ini

Bab ini diakhiri dengan menekankan urgensi dan pentingnya memahami identitas seseorang sebagai **Manusia Kerajaan**:

- Rencana Allah untuk menegakkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia adalah **tak tergoyahkan** dan kekal.
- Orang percaya dipanggil untuk menjalankan peran mereka sebagai **wakil kerajaan**, hidup di bawah otoritas Allah dan mencerminkan karakter-Nya.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengar dan menaati suara Raja**, hidup dalam kebenaran dan keadilan.
- Orang Kristen harus menolak opini dan pengaruh duniawi yang merusak rencana Allah dan sebaliknya menjadi agen transformasi.
- Harapan tertinggi adalah pembaruan seluruh ciptaan—**langit baru dan bumi baru**—di mana hanya Kebenaran Allah berdiam.
- Identitas ini menuntut kehidupan yang **kudus, taat, dan melayani**, yang mewujudkan kekuasaan rohani yang Allah maksudkan sejak penciptaan.

Singkatnya, ajaran ini mengajak orang percaya untuk menyadari takdir ilahi mereka sebagai **manusia kerajaan surga**—yang dipercayakan dengan otoritas Allah untuk memerintah, melayani, dan membawa kerajaan-Nya sepenuhnya ke bumi, selaras dengan kehendak dan tujuan kekal-Nya.

---

### Ringkasan Poin Kunci

- Allah menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa-Nya** untuk menjalankan **kekuasaan** atas ciptaan.
- **Kehendak dan rencana** Allah bersifat kekal dan tidak dapat digagalkan oleh kegagalan manusia.
- **Kerajaan Surga** adalah pemerintahan rohani, dengan Yesus sebagai Raja yang kekal.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang diubahkan untuk mencerminkan karakter Allah dan menaati suara-Nya.
- Kerajaan Yesus **bukan dari dunia ini**, yang mewakili otoritas rohani yang lebih tinggi.
- Orang percaya diutus untuk memperluas kerajaan Allah dengan menjadikan murid dan hidup dalam kebenaran.
- Dunia saat ini bersifat sementara; masa depan menyediakan **langit baru dan bumi baru** bagi orang benar.
- Orang Kristen harus hidup kudus dan taat, menolak pengaruh duniawi, sebagai agen kerajaan Allah.

Dengan demikian, bab ini meletakkan landasan teologis dan praktis untuk memahami **Umat Kerajaan** sebagai peserta utama dalam rencana Allah yang berdaulat dan menebus, yang mengundang orang percaya untuk menerima panggilan dan otoritas ilahi mereka dalam pemerintahan rohani Allah di bumi.


Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Membangun Rumah Perbendaharaan Tuhan

How to Live as a Storehouse Tujuan rumah perbendaharaan Tuhan supaya ada makanan Tuhan . Makanan Tuhan beda dengan makanan saudara . Makanan Tuhan ialah  melakukan pekerjaanNya dan menyelesaikannya. Bagaimana kau bersikap ketika memberikan persembahan. Itu yang lebih penting.  Bangunlah dulu perkenanan Tuhan dalam hidupmu. Bangun hidupmu sebagai rumah Tuhan terlebih dulu, bangun sebagai storehouse. Sebab hal yang sering mengganggu adalah masalah uang. Apa pun kondisi segala sesuatu untuk Tuhan itu tidak pernah boleh diubah. Itu tidak pernah diubah oleh kondisi hidup, karena Tuhan tidak pernah dikondisikan. Kewajiban saudara tidak pernah diubah walau pun krisis ekonomi terjadi. Jangan sekali-sekali kau mengubahnya. Ketetapan itu adalah sebuah hukum. Jika kau melanggar itu berarti kau akan dihukum. Ps.DjonnyTambunan_28Feb2016 Jangan berharap berkat, berharaplah akan perkenanan Tuhan.   Ini adalah prinsip untuk hidup sebagai Rumah Perbendaharaan Tuhan. Ruma...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...