Langsung ke konten utama

Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan (MKS #5)

Rencana Agung Allah: Manusia Kerajaan Surga

### Bab: Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan

#### Pendahuluan: Memahami Umat Kerajaan dalam Rencana Ilahi Allah

Bab ini mengeksplorasi konsep teologis yang mendalam tentang **Kerajaan Surga** dan, lebih spesifik lagi, identitas dan peran **Umat Kerajaan**—yang tidak hanya disebut sebagai "gereja" atau "jemaat," tetapi sebagai **Manusia Kerajaan** atau **Manusia Kerajaan Surga**. Terminologi ini menggarisbawahi kodrat ganda manusia sebagai makhluk alamiah sekaligus entitas spiritual, yang dirancang untuk mewujudkan **kekuasaan spiritual** Allah di bumi.

Arti penting topik ini terletak pada penyingkapannya akan rencana kedaulatan Allah: sebuah pemerintahan ilahi di mana manusia, yang diciptakan menurut **gambar dan rupa Allah**, dipercayakan dengan otoritas untuk menjalankan **kekuasaan**—atau **otoritas kerajaan**—atas ciptaan sebagai cerminan pemerintahan Allah sendiri. Bab ini menghubungkan konsep ini dengan fondasi alkitabiah dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang menekankan **kehendak dan tujuan** Allah yang kekal dan tak berubah, yang melampaui kegagalan atau penolakan manusia.

**Kosakata** dan **konsep** kunci yang diperkenalkan meliputi:

- **Kerajaan Surga**: Pemerintahan rohani Allah, yang tercermin dan dimanifestasikan di bumi.
- **Manusia Kerajaan**: Individu yang hidup di bawah pemerintahan Allah, mewujudkan gambar-Nya, dan menjalankan wewenang yang didelegasikan.
- **Kekuasaan (Kekuasaan Raja)**: Kuasa atau wewenang yang didelegasikan yang dimiliki manusia untuk memerintah atas ciptaan.
- **Kehendak dan Rencana Allah**: Tujuan ilahi yang tak berubah bagi ciptaan dan umat manusia.
- **Gambar dan Rupa Allah**: Rancangan dan karakter rohani yang diciptakan untuk dicerminkan oleh manusia.
- **Kedaulatan dan Delegasi Ilahi**: Pemerintahan tertinggi Allah dan pilihan-Nya untuk berbagi wewenang dengan manusia.

Bab ini juga membahas kesalahpahaman umum tentang waktu dan hakikat kerajaan Allah, serta menantang umat beriman untuk menyadari peran mereka dalam realitas ilahi yang terus berkembang ini.

---




#### Bagian 1: Narasi Dasar Alkitab tentang Penciptaan dan Kekuasaan

Ajaran ini dimulai dengan penelaahan mendalam terhadap **Kejadian 1**, khususnya ayat 1 dan 26, untuk mengoreksi kesalahpahaman umum. Frasa "*Pada mulanya*" (Kejadian 1:1) dianggap lebih tepat dipahami sebagai "*pada mulanya*," yang membedakannya dari frasa "*pada mulanya*" dalam Yohanes 1:1, yang merujuk pada Firman (Logos) yang kekal yang hidup berdampingan dengan Allah; sehingga Kej 1:1 lebih tepat berbunyi “Pada suatu permulaan waktu”. Yoh 1:1 arti yang sebenarnya secara harfiah “pada mulanya” dari waktu yang kekal, sebab Firman tidak diciptakan. Ia ada pada mulanya. 

- Kejadian 1 menggambarkan **periode** penciptaan, tidak harus sehari 24 jam, yang menekankan bahwa waktu dan ukuran manusia tidak berlaku untuk tindakan kreatif Allah. Pada Kej 1:1 kejadiannya sangat jauh dari penciptaan benda-benda penerang seperti matahari dan bulan, sebagai penanda waktu dan periode di bumi. Belum ada hari-hari di bumi, yang ada adalah waktu kekekalan Allah. 
Bumi "belum berbentuk dan kosong", tertutup air, dengan Roh Allah melayang-layang di atas air—sebuah gambaran puitis yang menghubungkan surga (langit) dan bumi melalui kata Ibrani **mayim** (air).

Perintah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Kejadian 1:26) memperkenalkan konsep bahwa manusia diciptakan dengan tujuan untuk **menjalankan kekuasaan** atas segala makhluk.

Istilah **kekuasaan** (diterjemahkan dari akar kata Ibrani yang berarti "kerajaan" atau "otoritas raja") mengungkapkan bahwa manusia dimaksudkan untuk menjadi **penguasa atas nama Allah**, yang mencerminkan kedaulatan-Nya atas bumi.

Poin-poin utama:
- Kejadian 1:26 menunjukkan maksud Allah untuk menciptakan manusia sebagai **wakil raja**, bukan sekadar makhluk ciptaan. Manusia dirancang menurut **gambar dan rupa Allah**, yang menyiratkan otoritas rohani.
Itulah takdir manusia yang sudah ditetapkan sebelum manusia diciptakan, dibentuk dan dijadikan.
Narasi penciptaan adalah tentang **rencana Allah yang sedang berlangsung** untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia. - Waktu dalam penciptaan **bukanlah waktu manusia** melainkan periode atau zaman ilahi.

---
#### Bagian 2: Kehendak Allah yang Tak Berubah dan Realitas Kedaulatan Ilahi

Pembicara menekankan bahwa **kehendak dan rencana Allah tidak dapat dibatalkan**, bahkan jika individu menolak atau gagal memenuhi peran mereka. Hal ini didukung oleh contoh-contoh alkitabiah, seperti penolakan Israel atas status kerajaan Allah dalam **1 Samuel 8**.

- Permintaan Israel akan seorang raja manusia merupakan **penolakan Allah sebagai raja mereka** (1 Samuel 8:7).
- Tanggapan Allah melalui Samuel menegaskan bahwa Dia adalah raja yang sejati, dan penolakan tersebut merupakan penolakan terhadap pemerintahan-Nya, bukan kegagalan rencana-Nya.
- Meskipun manusia memberontak, rencana kedaulatan Allah untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi tetap utuh.
- Sidang ilahi atau **"pengadilan surgawi"** (yang disinggung dalam Kejadian 1:26 dengan "Baiklah Kita menjadikan manusia...") menunjukkan konsultasi dengan makhluk surgawi—menunjukkan pemerintahan ilahi yang kompleks.

Poin-poin penting:
- Allah berdaulat dan **rencana-rencana-Nya tidak dapat diganggu gugat**.
- Penolakan manusia (seperti tuntutan Israel akan seorang raja) tidak membatalkan tujuan Allah.
- Allah mendelegasikan wewenang kepada manusia sebagai **wakil kerajaan**, yang mencerminkan pemerintahan-Nya sendiri.
- Konsep **dewan ilahi** memperkenalkan dimensi spiritual pada perencanaan dan pemerintahan Allah.

---

#### Bagian 3: Doa Kerajaan dan Perwujudan Kerajaan Allah di Bumi
Ajaran-ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru, khususnya **Doa Bapa Kami** (Matius 6:9-10; Lukas 11:2), meneguhkan keinginan agar Kerajaan Allah datang dan kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga.

- Doa "Raja-Mu""Datanglah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" adalah **deklarasi kerajaan Allah yang terwujud di bumi**. [Sekaligus menyiratkan deklarasi peperangan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis]. 
- Ini menyiratkan kehadiran **umat kerajaan** yang akan mewakili otoritas Allah dan melaksanakan kehendak-Nya.
- Yesus mengajarkan bahwa kebesaran sejati dalam kerajaan diungkapkan melalui **kehambaan dan kerendahan hati** (Matius 20:25-27), yang berbeda dengan kerajaan duniawi.
- Kerajaan bukanlah rezim politik duniawi melainkan **pemerintahan rohani**, yang dipimpin oleh Yesus sebagai raja yang kekal.

Poin-poin penting:
- Doa kerajaan mengungkapkan rencana Allah untuk **pemerintahan kerajaan di bumi**.
- Yesus menekankan **kepemimpinan yang melayani** sebagai model bagi rakyat kerajaan.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada orang-orang yang mendengar dan menaati suara Allah.
- Kerajaan itu bersifat **rohani dan praktis**, yang melibatkan otoritas nyata yang didelegasikan kepada manusia.

---


#### Bagian 4: Yesus sebagai Raja yang Kekal dan Penggenapan Kerajaan Allah

Dialog antara Yesus dan Pilatus dalam **Yohanes 18:33-37** menyingkapkan kedudukan Yesus sebagai Raja yang berbeda dari kerajaan-kerajaan duniawi.

- Yesus menegaskan bahwa Kerajaan-Nya **bukan dari dunia ini** melainkan kekal dan rohani.
- Misi-Nya adalah untuk bersaksi tentang **kebenaran**—kebenaran yang memerdekakan dan memerintah umat Kerajaan.
- Kedudukan Yesus sebagai Raja tidak diwariskan melalui garis keturunan kerajaan, melainkan ditetapkan secara ilahi.
- Setelah kebangkitan-Nya, Yesus diberikan **segala kuasa di surga dan di bumi** (Matius 28:18), yang memberi kuasa kepada para pengikut-Nya untuk menjadikan murid dan memerintah berdasarkan aturan-Nya.

Poin-poin penting:
- Yesus adalah **Raja yang ditunjuk ilahi**, yang kerajaannya melampaui kuasa duniawi.
- Kerajaan-Nya didasarkan pada **kebenaran dan keadilan**.
- Amanat Agung (Matius 28:18-20) mempercayakan otoritas Kerajaan kepada orang percaya.
- Realitas Kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengarkan dan menaati Suara Yesus**.

---

#### Bagian 5: Peran Umat Kerajaan dalam Rencana Penebusan Allah
Umat Kerajaan adalah mereka yang telah **diubah menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah**, diberi kuasa untuk menjalankan kekuasaan Allah di bumi.

- Transformasi ini merupakan **proses** [proses menjadikan atau asah], bukan instan, yang membutuhkan pembinaan rohani [pemuridan] dan ketaatan.
- Kegagalan untuk tunduk pada proses Allah menyebabkan stagnasi atau tipu daya rohani.
- Umat Kerajaan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis dengan hidup dan memajukan **kebenaran Allah**.
- Otoritas mereka bukanlah otoritas sekunder tetapi **setara hakikatnya** dengan otoritas Allah sendiri, yang mencerminkan kekuasaan-Nya.

Poin-poin penting:
- Umat Kerajaan secara rohani **dewasa dan taat**, yang mencerminkan karakter Allah.
- Mereka diberi kuasa untuk **mengatasi pertentangan duniawi dan rohani**.
- Identitas mereka berakar pada **"dari kebenaran"** dan mendengarkan suara Raja.
- Otoritas rohani umat Kerajaan adalah **kekuasaan yang didelegasikan tetapi setara**.

---

#### Bagian 6: Dimensi Kosmik dan Eskatologis Kerajaan
Ajaran ini menghubungkan konsep kerajaan dengan realitas kosmik dan harapan masa depan.

- Kitab Suci seperti **Mazmur 33:6** dan **2 Petrus 3:5-7** menggambarkan penciptaan dan pemeliharaan langit dan bumi oleh firman Allah.
- **Langit baru dan bumi baru** yang dijanjikan dalam Yesaya (Yesaya 65:17; 66:12) terkait dengan perwujudan penuh kerajaan Allah.
- Dunia saat ini bersifat sementara dan akan disucikan oleh api; hanya orang benar yang akan menghuni **ciptaan baru** (2 Petrus 3:10-13).
- Umat Kerajaan adalah mereka yang dipersiapkan dan layak untuk tinggal di **kerajaan kebenaran yang kekal** ini.

Poin-poin penting:
- Alam semesta ditopang dan diatur oleh **firman kreatif** Allah.
- **Langit baru dan Bumi baru** melambangkan pendirian akhir kerajaan Allah yang sempurna.
- Zaman sekarang ini bersifat sementara; hanya **orang benar yang akan tetap hidup** setelah penghakiman.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang hidup dalam kekudusan, menantikan **pewahyuan penuh pemerintahan Allah**.

---

#### Kesimpulan: Implikasi Menjadi Umat Kerajaan Saat Ini

Bab ini diakhiri dengan menekankan urgensi dan pentingnya memahami identitas seseorang sebagai **Manusia Kerajaan**:

- Rencana Allah untuk menegakkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia adalah **tak tergoyahkan** dan kekal.
- Orang percaya dipanggil untuk menjalankan peran mereka sebagai **wakil kerajaan**, hidup di bawah otoritas Allah dan mencerminkan karakter-Nya.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengar dan menaati suara Raja**, hidup dalam kebenaran dan keadilan.
- Orang Kristen harus menolak opini dan pengaruh duniawi yang merusak rencana Allah dan sebaliknya menjadi agen transformasi.
- Harapan tertinggi adalah pembaruan seluruh ciptaan—**langit baru dan bumi baru**—di mana hanya Kebenaran Allah berdiam.
- Identitas ini menuntut kehidupan yang **kudus, taat, dan melayani**, yang mewujudkan kekuasaan rohani yang Allah maksudkan sejak penciptaan.

Singkatnya, ajaran ini mengajak orang percaya untuk menyadari takdir ilahi mereka sebagai **manusia kerajaan surga**—yang dipercayakan dengan otoritas Allah untuk memerintah, melayani, dan membawa kerajaan-Nya sepenuhnya ke bumi, selaras dengan kehendak dan tujuan kekal-Nya.

---

### Ringkasan Poin Kunci

- Allah menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa-Nya** untuk menjalankan **kekuasaan** atas ciptaan.
- **Kehendak dan rencana** Allah bersifat kekal dan tidak dapat digagalkan oleh kegagalan manusia.
- **Kerajaan Surga** adalah pemerintahan rohani, dengan Yesus sebagai Raja yang kekal.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang diubahkan untuk mencerminkan karakter Allah dan menaati suara-Nya.
- Kerajaan Yesus **bukan dari dunia ini**, yang mewakili otoritas rohani yang lebih tinggi.
- Orang percaya diutus untuk memperluas kerajaan Allah dengan menjadikan murid dan hidup dalam kebenaran.
- Dunia saat ini bersifat sementara; masa depan menyediakan **langit baru dan bumi baru** bagi orang benar.
- Orang Kristen harus hidup kudus dan taat, menolak pengaruh duniawi, sebagai agen kerajaan Allah.

Dengan demikian, bab ini meletakkan landasan teologis dan praktis untuk memahami **Umat Kerajaan** sebagai peserta utama dalam rencana Allah yang berdaulat dan menebus, yang mengundang orang percaya untuk menerima panggilan dan otoritas ilahi mereka dalam pemerintahan rohani Allah di bumi.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Rencana Tuhan melalui Nuh dan Relevansinya bagi kita saat ini (MKS #18)

Sesi ini membahas peran **orang benar** dalam menggenapi rencana ilahi untuk memulihkan bumi dari dominasi kejahatan. Melalui kisah **Nuh**, dijelaskan bahwa satu pribadi yang hidup bergaul dengan Tuhan mampu membalikkan kutuk menjadi berkat serta menyelamatkan seluruh keluarganya. Ditekankan pentingnya peran **Roh Kudus** agar manusia tidak sekadar hidup dalam kedagingan, melainkan menjadi representasi rupa Allah. Papa meyakini bahwa saat ini sedang muncul **generasi Kristus** yang telah dinubuatkan sejak zaman dahulu untuk menghadirkan kebenaran tanpa batas. Kehidupan Nuh yang terhubung langsung dengan **takhta surga** menjadi teladan bagi orang percaya untuk memahami hati Tuhan dan menyelesaikan rancangan-Nya di dunia. Narasi ini mengajak pembaca untuk hidup optimis sebagai ahli waris bumi yang bertugas menyapu bersih pengaruh iblis melalui ketaatan iman. Berikut adalah catatan lengkapnya mengenai rencana Tuhan melalui figur Nuh dan bagaimana hal itu relevan bagi kita saat ini: ...

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)

 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).  Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut: *   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan. *   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya. *   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan...

Jiwa Sebagai Jembatan Antara Roh Dan Tubuh

SATE 20 December 2020 -  Bacalah terlebih dahulu: Yehezkiel 36:26-27 dan I Tes. 5:23   Selama beberapa minggu Papa membagikan bahwa pekerjaan Allah yang luar biasa adalah membawa kita dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Roh kita saja yang berasal dari Allah, sedangkan jiwa kita bukan berasal dari Allah. Anatomi kehidupan manusia itu terdiri dari 3 yaitu: tubuh, jiwa dan roh. Allah bekerja untuk membuat atau mengembalikkan tatanan yang sempurna. Tubuh, jiwa dan roh tidak ada konflik. Ini adalah anatomi spiritual yang kembali beroperasi kepada urutan yang benar bahwa jiwa kembali menjadi jembatan untuk mengekspos apa yang ada di dalam roh yang sudah dihidupkan. Tetapi roh kita sudah tercampur dengan jiwa kita. Itulah sampai saat ini, Allah tetap bekerja untuk menerangi jiwa kita yang telah berdosa. Kita dibukakan bagaimana cara masuk Allah dalam hidup kita untuk menerangi kegelapan dalam hidup kita.   Papa membagikan bahwa hati kita terbagi menjadi 4, yaitu: Hati nu...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini.  Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru . Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula. Berikut adalah catatan lengkapnya : 1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki keber...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...