Langsung ke konten utama

Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan (MKS #5)

Rencana Agung Allah: Manusia Kerajaan Surga

### Bab: Kerajaan Surga dan Identitas Umat Kerajaan

#### Pendahuluan: Memahami Umat Kerajaan dalam Rencana Ilahi Allah

Bab ini mengeksplorasi konsep teologis yang mendalam tentang **Kerajaan Surga** dan, lebih spesifik lagi, identitas dan peran **Umat Kerajaan**—yang tidak hanya disebut sebagai "gereja" atau "jemaat," tetapi sebagai **Manusia Kerajaan** atau **Manusia Kerajaan Surga**. Terminologi ini menggarisbawahi kodrat ganda manusia sebagai makhluk alamiah sekaligus entitas spiritual, yang dirancang untuk mewujudkan **kekuasaan spiritual** Allah di bumi.

Arti penting topik ini terletak pada penyingkapannya akan rencana kedaulatan Allah: sebuah pemerintahan ilahi di mana manusia, yang diciptakan menurut **gambar dan rupa Allah**, dipercayakan dengan otoritas untuk menjalankan **kekuasaan**—atau **otoritas kerajaan**—atas ciptaan sebagai cerminan pemerintahan Allah sendiri. Bab ini menghubungkan konsep ini dengan fondasi alkitabiah dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang menekankan **kehendak dan tujuan** Allah yang kekal dan tak berubah, yang melampaui kegagalan atau penolakan manusia.

**Kosakata** dan **konsep** kunci yang diperkenalkan meliputi:

- **Kerajaan Surga**: Pemerintahan rohani Allah, yang tercermin dan dimanifestasikan di bumi.
- **Manusia Kerajaan**: Individu yang hidup di bawah pemerintahan Allah, mewujudkan gambar-Nya, dan menjalankan wewenang yang didelegasikan.
- **Kekuasaan (Kekuasaan Raja)**: Kuasa atau wewenang yang didelegasikan yang dimiliki manusia untuk memerintah atas ciptaan.
- **Kehendak dan Rencana Allah**: Tujuan ilahi yang tak berubah bagi ciptaan dan umat manusia.
- **Gambar dan Rupa Allah**: Rancangan dan karakter rohani yang diciptakan untuk dicerminkan oleh manusia.
- **Kedaulatan dan Delegasi Ilahi**: Pemerintahan tertinggi Allah dan pilihan-Nya untuk berbagi wewenang dengan manusia.

Bab ini juga membahas kesalahpahaman umum tentang waktu dan hakikat kerajaan Allah, serta menantang umat beriman untuk menyadari peran mereka dalam realitas ilahi yang terus berkembang ini.

---




#### Bagian 1: Narasi Dasar Alkitab tentang Penciptaan dan Kekuasaan

Ajaran ini dimulai dengan penelaahan mendalam terhadap **Kejadian 1**, khususnya ayat 1 dan 26, untuk mengoreksi kesalahpahaman umum. Frasa "*Pada mulanya*" (Kejadian 1:1) dianggap lebih tepat dipahami sebagai "*pada mulanya*," yang membedakannya dari frasa "*pada mulanya*" dalam Yohanes 1:1, yang merujuk pada Firman (Logos) yang kekal yang hidup berdampingan dengan Allah; sehingga Kej 1:1 lebih tepat berbunyi “Pada suatu permulaan waktu”. Yoh 1:1 arti yang sebenarnya secara harfiah “pada mulanya” dari waktu yang kekal, sebab Firman tidak diciptakan. Ia ada pada mulanya. 

- Kejadian 1 menggambarkan **periode** penciptaan, tidak harus sehari 24 jam, yang menekankan bahwa waktu dan ukuran manusia tidak berlaku untuk tindakan kreatif Allah. Pada Kej 1:1 kejadiannya sangat jauh dari penciptaan benda-benda penerang seperti matahari dan bulan, sebagai penanda waktu dan periode di bumi. Belum ada hari-hari di bumi, yang ada adalah waktu kekekalan Allah. 
Bumi "belum berbentuk dan kosong", tertutup air, dengan Roh Allah melayang-layang di atas air—sebuah gambaran puitis yang menghubungkan surga (langit) dan bumi melalui kata Ibrani **mayim** (air).

Perintah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Kejadian 1:26) memperkenalkan konsep bahwa manusia diciptakan dengan tujuan untuk **menjalankan kekuasaan** atas segala makhluk.

Istilah **kekuasaan** (diterjemahkan dari akar kata Ibrani yang berarti "kerajaan" atau "otoritas raja") mengungkapkan bahwa manusia dimaksudkan untuk menjadi **penguasa atas nama Allah**, yang mencerminkan kedaulatan-Nya atas bumi.

Poin-poin utama:
- Kejadian 1:26 menunjukkan maksud Allah untuk menciptakan manusia sebagai **wakil raja**, bukan sekadar makhluk ciptaan. Manusia dirancang menurut **gambar dan rupa Allah**, yang menyiratkan otoritas rohani.
Itulah takdir manusia yang sudah ditetapkan sebelum manusia diciptakan, dibentuk dan dijadikan.
Narasi penciptaan adalah tentang **rencana Allah yang sedang berlangsung** untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia. - Waktu dalam penciptaan **bukanlah waktu manusia** melainkan periode atau zaman ilahi.

---
#### Bagian 2: Kehendak Allah yang Tak Berubah dan Realitas Kedaulatan Ilahi

Pembicara menekankan bahwa **kehendak dan rencana Allah tidak dapat dibatalkan**, bahkan jika individu menolak atau gagal memenuhi peran mereka. Hal ini didukung oleh contoh-contoh alkitabiah, seperti penolakan Israel atas status kerajaan Allah dalam **1 Samuel 8**.

- Permintaan Israel akan seorang raja manusia merupakan **penolakan Allah sebagai raja mereka** (1 Samuel 8:7).
- Tanggapan Allah melalui Samuel menegaskan bahwa Dia adalah raja yang sejati, dan penolakan tersebut merupakan penolakan terhadap pemerintahan-Nya, bukan kegagalan rencana-Nya.
- Meskipun manusia memberontak, rencana kedaulatan Allah untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi tetap utuh.
- Sidang ilahi atau **"pengadilan surgawi"** (yang disinggung dalam Kejadian 1:26 dengan "Baiklah Kita menjadikan manusia...") menunjukkan konsultasi dengan makhluk surgawi—menunjukkan pemerintahan ilahi yang kompleks.

Poin-poin penting:
- Allah berdaulat dan **rencana-rencana-Nya tidak dapat diganggu gugat**.
- Penolakan manusia (seperti tuntutan Israel akan seorang raja) tidak membatalkan tujuan Allah.
- Allah mendelegasikan wewenang kepada manusia sebagai **wakil kerajaan**, yang mencerminkan pemerintahan-Nya sendiri.
- Konsep **dewan ilahi** memperkenalkan dimensi spiritual pada perencanaan dan pemerintahan Allah.

---

#### Bagian 3: Doa Kerajaan dan Perwujudan Kerajaan Allah di Bumi
Ajaran-ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru, khususnya **Doa Bapa Kami** (Matius 6:9-10; Lukas 11:2), meneguhkan keinginan agar Kerajaan Allah datang dan kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga.

- Doa "Raja-Mu""Datanglah, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" adalah **deklarasi kerajaan Allah yang terwujud di bumi**. [Sekaligus menyiratkan deklarasi peperangan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis]. 
- Ini menyiratkan kehadiran **umat kerajaan** yang akan mewakili otoritas Allah dan melaksanakan kehendak-Nya.
- Yesus mengajarkan bahwa kebesaran sejati dalam kerajaan diungkapkan melalui **kehambaan dan kerendahan hati** (Matius 20:25-27), yang berbeda dengan kerajaan duniawi.
- Kerajaan bukanlah rezim politik duniawi melainkan **pemerintahan rohani**, yang dipimpin oleh Yesus sebagai raja yang kekal.

Poin-poin penting:
- Doa kerajaan mengungkapkan rencana Allah untuk **pemerintahan kerajaan di bumi**.
- Yesus menekankan **kepemimpinan yang melayani** sebagai model bagi rakyat kerajaan.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada orang-orang yang mendengar dan menaati suara Allah.
- Kerajaan itu bersifat **rohani dan praktis**, yang melibatkan otoritas nyata yang didelegasikan kepada manusia.

---


#### Bagian 4: Yesus sebagai Raja yang Kekal dan Penggenapan Kerajaan Allah

Dialog antara Yesus dan Pilatus dalam **Yohanes 18:33-37** menyingkapkan kedudukan Yesus sebagai Raja yang berbeda dari kerajaan-kerajaan duniawi.

- Yesus menegaskan bahwa Kerajaan-Nya **bukan dari dunia ini** melainkan kekal dan rohani.
- Misi-Nya adalah untuk bersaksi tentang **kebenaran**—kebenaran yang memerdekakan dan memerintah umat Kerajaan.
- Kedudukan Yesus sebagai Raja tidak diwariskan melalui garis keturunan kerajaan, melainkan ditetapkan secara ilahi.
- Setelah kebangkitan-Nya, Yesus diberikan **segala kuasa di surga dan di bumi** (Matius 28:18), yang memberi kuasa kepada para pengikut-Nya untuk menjadikan murid dan memerintah berdasarkan aturan-Nya.

Poin-poin penting:
- Yesus adalah **Raja yang ditunjuk ilahi**, yang kerajaannya melampaui kuasa duniawi.
- Kerajaan-Nya didasarkan pada **kebenaran dan keadilan**.
- Amanat Agung (Matius 28:18-20) mempercayakan otoritas Kerajaan kepada orang percaya.
- Realitas Kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengarkan dan menaati Suara Yesus**.

---

#### Bagian 5: Peran Umat Kerajaan dalam Rencana Penebusan Allah
Umat Kerajaan adalah mereka yang telah **diubah menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah**, diberi kuasa untuk menjalankan kekuasaan Allah di bumi.

- Transformasi ini merupakan **proses** [proses menjadikan atau asah], bukan instan, yang membutuhkan pembinaan rohani [pemuridan] dan ketaatan.
- Kegagalan untuk tunduk pada proses Allah menyebabkan stagnasi atau tipu daya rohani.
- Umat Kerajaan melawan pengaruh duniawi dan kuasa iblis dengan hidup dan memajukan **kebenaran Allah**.
- Otoritas mereka bukanlah otoritas sekunder tetapi **setara hakikatnya** dengan otoritas Allah sendiri, yang mencerminkan kekuasaan-Nya.

Poin-poin penting:
- Umat Kerajaan secara rohani **dewasa dan taat**, yang mencerminkan karakter Allah.
- Mereka diberi kuasa untuk **mengatasi pertentangan duniawi dan rohani**.
- Identitas mereka berakar pada **"dari kebenaran"** dan mendengarkan suara Raja.
- Otoritas rohani umat Kerajaan adalah **kekuasaan yang didelegasikan tetapi setara**.

---

#### Bagian 6: Dimensi Kosmik dan Eskatologis Kerajaan
Ajaran ini menghubungkan konsep kerajaan dengan realitas kosmik dan harapan masa depan.

- Kitab Suci seperti **Mazmur 33:6** dan **2 Petrus 3:5-7** menggambarkan penciptaan dan pemeliharaan langit dan bumi oleh firman Allah.
- **Langit baru dan bumi baru** yang dijanjikan dalam Yesaya (Yesaya 65:17; 66:12) terkait dengan perwujudan penuh kerajaan Allah.
- Dunia saat ini bersifat sementara dan akan disucikan oleh api; hanya orang benar yang akan menghuni **ciptaan baru** (2 Petrus 3:10-13).
- Umat Kerajaan adalah mereka yang dipersiapkan dan layak untuk tinggal di **kerajaan kebenaran yang kekal** ini.

Poin-poin penting:
- Alam semesta ditopang dan diatur oleh **firman kreatif** Allah.
- **Langit baru dan Bumi baru** melambangkan pendirian akhir kerajaan Allah yang sempurna.
- Zaman sekarang ini bersifat sementara; hanya **orang benar yang akan tetap hidup** setelah penghakiman.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang hidup dalam kekudusan, menantikan **pewahyuan penuh pemerintahan Allah**.

---

#### Kesimpulan: Implikasi Menjadi Umat Kerajaan Saat Ini

Bab ini diakhiri dengan menekankan urgensi dan pentingnya memahami identitas seseorang sebagai **Manusia Kerajaan**:

- Rencana Allah untuk menegakkan kerajaan-Nya di bumi melalui manusia adalah **tak tergoyahkan** dan kekal.
- Orang percaya dipanggil untuk menjalankan peran mereka sebagai **wakil kerajaan**, hidup di bawah otoritas Allah dan mencerminkan karakter-Nya.
- Kedatangan kerajaan bergantung pada mereka yang **mendengar dan menaati suara Raja**, hidup dalam kebenaran dan keadilan.
- Orang Kristen harus menolak opini dan pengaruh duniawi yang merusak rencana Allah dan sebaliknya menjadi agen transformasi.
- Harapan tertinggi adalah pembaruan seluruh ciptaan—**langit baru dan bumi baru**—di mana hanya Kebenaran Allah berdiam.
- Identitas ini menuntut kehidupan yang **kudus, taat, dan melayani**, yang mewujudkan kekuasaan rohani yang Allah maksudkan sejak penciptaan.

Singkatnya, ajaran ini mengajak orang percaya untuk menyadari takdir ilahi mereka sebagai **manusia kerajaan surga**—yang dipercayakan dengan otoritas Allah untuk memerintah, melayani, dan membawa kerajaan-Nya sepenuhnya ke bumi, selaras dengan kehendak dan tujuan kekal-Nya.

---

### Ringkasan Poin Kunci

- Allah menciptakan manusia menurut **gambar dan rupa-Nya** untuk menjalankan **kekuasaan** atas ciptaan.
- **Kehendak dan rencana** Allah bersifat kekal dan tidak dapat digagalkan oleh kegagalan manusia.
- **Kerajaan Surga** adalah pemerintahan rohani, dengan Yesus sebagai Raja yang kekal.
- Umat Kerajaan adalah mereka yang diubahkan untuk mencerminkan karakter Allah dan menaati suara-Nya.
- Kerajaan Yesus **bukan dari dunia ini**, yang mewakili otoritas rohani yang lebih tinggi.
- Orang percaya diutus untuk memperluas kerajaan Allah dengan menjadikan murid dan hidup dalam kebenaran.
- Dunia saat ini bersifat sementara; masa depan menyediakan **langit baru dan bumi baru** bagi orang benar.
- Orang Kristen harus hidup kudus dan taat, menolak pengaruh duniawi, sebagai agen kerajaan Allah.

Dengan demikian, bab ini meletakkan landasan teologis dan praktis untuk memahami **Umat Kerajaan** sebagai peserta utama dalam rencana Allah yang berdaulat dan menebus, yang mengundang orang percaya untuk menerima panggilan dan otoritas ilahi mereka dalam pemerintahan rohani Allah di bumi.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Yesus dan Rahasia Kerajaan Sorga

Saat Teduh 4 Feb 2025 BACA dan RENUNGKAN Matius 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan (kiasan, perbandingan, METAFORA)?" 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan mata...

KETEGUHAN HATI

KETETAPAN   HATI Banyak masalah muncul karena orang tidak mempunyai ketetapan hati . Banyak orang yang tidak memiliki ketetapan hati yang teguh. Apa pun yang dia miliki: bakat, kemampuan, kekayaan dan sumberdaya tidak bisa menolongnya berhasil.

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KETEGUHAN HATI DANIEL (Daniel's Steadfastness)

Saat Teduh 13 Feb 2025 Daniel tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Mereka tinggal di Babel, dimana segala sesuatu seperti makanan dan minuman untuk orang-orang istimewa termasuk untuk raja, itu dipersembahkan dulu kepada dewa lalu kemudian di dalam makanan itu juga ada darah dan apabila makanan itu dimakan maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari dewa-dewa Babel. Itu yang terjadi dan ini menajiskan, itu najis di MATA Tuhan. Mereka itu adalah tawanan, hidup di negeri orang asing, mereka itu kehilangan hak hidup sebenarnya, tetapi sekarang atas anugerah Tuhan mereka terpilih karena Nebukadnezar mencari orang-orang untuk melayani di kalangan raja dari orang-orang hebat. Apa yang sudah ada sebelum Daniel dan kawan-kawannya dipilih? KETETAPAN HATI. Daniel BERKETETAPAN HATI untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja. Ini penting untuk kita BANGUN di dalam diri kita. Kebanyakan orang di dalam gereja adalah SESUDAH masuk ke dalam ...