Langsung ke konten utama

Mengelola Pikiran Dengan Benar (MKS#30)

"Manusia Kerajaan Sorga 30" yang dibawakan pada 15 Maret 2026, Pp. Djonny membagikan pesan mendalam mengenai peran krusial pikiran dalam menghubungkan iman dengan kebenaran Allah. 


Beliau menekankan bahwa iman tanpa tindakan jiwa (pikiran) yang selaras akan menjadi "iman yang mati."


Berikut adalah poin-poin utama yang dibagikan dalam khotbah tersebut:


1. Pikiran sebagai Penentu Hidupnya Iman


Pp. Djonny menjelaskan bahwa banyak orang mengalami "iman yang mati" karena adanya benturan dalam fungsi jiwa, khususnya pada pikiran. Beliau menekankan bahwa pikiran harus dikendalikan dan diselaraskan dengan ukuran iman agar rencana Allah dapat terwujud dalam hidup seseorang.


2. Teladan Abraham: Percaya di Tengah Kemustahilan

Mengacu pada Kejadian 15:5-6, khotbah ini menyoroti bagaimana Abraham diperhitungkan benar karena ia percaya.


 * Realita vs Iman: Secara logika (Kejadian 11:30), Sarah mandul dan steril, namun Abraham memilih untuk merespon janji Tuhan melalui jiwanya.


 * Perjuangan Pikiran: Pp. Djonny menjelaskan bahwa Abraham pun sempat mengalami "kegalauan" pikiran saat menoleh pada Ismail dan usianya yang sudah 100 tahun.


Namun, kemenangan iman terjadi ketika ia menaklukkan pikirannya untuk tetap percaya pada kepribadian Allah yang tidak berdusta.


3. Formula Kebenaran Allah: Iman + Perbuatan Jiwa

Pp. Djonny membedah "formula Allah" dalam Kejadian 15:6, di mana percaya adalah sebuah perbuatan atau pekerjaan jiwa.


 * Bukan Sekadar Status: Manusia dibenarkan bukan hanya karena memiliki iman, tetapi karena ada tindakan yang didasarkan pada iman tersebut.


 * Proses Keselarasan: Apa yang ada di dalam Roh (iman) harus melewati Jiwa (pikiran/percaya) sebelum akhirnya dinyatakan melalui Tubuh (perbuatan/perkataan).


4. Mengenal Kepribadian Allah

Inti dari tindakan "percaya" adalah pengenalan akan kepribadian Allah. Jika pikiran mengenal bahwa Allah tidak mungkin berdusta, maka pikiran tersebut akan tunduk pada iman. Beliau mencontohkan Nuh yang melakukan perintah Tuhan dengan akurat karena ia mempercayai karakter Allah, meskipun saat itu hujan belum pernah turun ke bumi.


5. Bahaya "Kebenaran Sendiri"

Berdasarkan Roma 10:1-3, khotbah ini memperingatkan tentang orang yang giat beribadah tetapi tanpa pengertian yang benar. Mereka mencoba mendirikan "kebenaran mereka sendiri" melalui kegiatan lahiriah sehingga tidak takluk pada kebenaran Allah yang murni dari iman.


6. Hasil Akhir: Menjadi Sahabat Allah

Ketika iman bekerja sama dengan perbuatan (termasuk perbuatan pikiran), iman menjadi sempurna. Hal inilah yang membuat Abraham disebut sebagai sahabat atau kekasih Allah. 


Pp. Djonny menutup dengan pesan bahwa kebenaran Allah harus sampai ke mulut (perkataan), seperti yang terjadi pada nabi Elia, di mana apa yang diucapkan menjadi kenyataan karena ia membawa kebenaran Allah dalam jiwanya.



Kesimpulan Pesan:

Pp. Djonny mengajak jemaat untuk mengelola pikiran dengan benar. Perjalanan hidup orang beriman adalah dari "iman kepada iman," di mana setiap langkah didasarkan pada ketaatan pikiran terhadap apa yang telah disingkapkan oleh Roh Kudus.


Video lengkap: Ibadah JMD Bandung 15 Maret 2026



Pendalaman

1. Alur penyelarasan jiwa (pikiran) kepada iman seperti dalam khotbah adalah:

Iman (Roh) -> Percaya (Jiwa/Pikiran) -> Sikap hati/Pandangan/Tindakan/Ucapan (Tubuh)


Pada alur penyelarasan ini sangat diperlukan pengertian, sehingga jiwa (pikiran) dapat menerimanya. 


 _Ayub 32:8 Tetapi *roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa,* itulah yang memberi kepadanya *pengertian* ._


Ayub 32:8 ini menjadi "jembatan” antara roh (iman) dan pikiran (percaya).


Jadi bagaimana pikiran itu bisa diselaraskan dengan iman? 


Jika kita melihat alur yang kita bahas sebelumnya, seringkali tantangan terbesar adalah bagaimana pikiran (jiwa) bisa mengerti bahasa Roh? Logika manusia terbatas, sedangkan iman seringkali melampaui logika. Ayub 32:8 memberikan kuncinya: Pengertian itu datangnya dari "Nafas Yang Mahakuasa" (Nishmat Shaddai).


Mari kita bedah bagaimana ayat ini bekerja dalam alur penyelarasan:


​1. Sumber Pengertian: Bukan IQ, tapi Roh

​Ayub 32:8 menegaskan bahwa pengertian (binah) yang sejati bukan hasil dari kecerdasan intelektual semata.


  • Roh di dalam manusia: Ini adalah wadah atau antena kita yang menangkap frekuensi ilahi.

  • ​Nafas Yang Mahakuasa: Inilah daya gerak atau "sinyal" dari Tuhan.

  • Hasilnya: Pengertian. Tanpa intervensi Roh Kudus, pikiran kita akan menganggap janji Tuhan (iman) sebagai kebodohan (1 Kor 2:14).



​2. Penyelarasan bagi Lansia: * Kebijaksanaan vs Pikiran Dunia

​Bagi lansia, ayat ini sangat membesarkan hati. Ketika kekuatan fisik (2 Tes 3:10) mulai berkurang, kapasitas untuk menerima "pengertian dari Roh" justru bisa semakin tajam.

​* Kubu Dunia: Menganggap lansia sudah "lambat" atau "ketinggalan zaman."

​* Kebenaran Roh: Di usia lanjut, seseorang bisa memiliki pengertian yang jauh lebih dalam karena mereka lebih peka terhadap "nafas" Tuhan daripada hiruk-pikuk ambisi dunia (narsisme/egoisme).


3. Alur Penyelarasan yang Diperbarui

​Dengan memasukkan Ayub 32:8, alurnya menjadi lebih utuh:


Iman (Roh) -> {Nafas Tuhan (Ayub 32:8)} -> Pengertian (Jiwa) -> {Persetujuan} -> Percaya -> Tindakan


Prosesnya begini:

  1. ​Iman: Tuhan memberi janji (misal: "Aku memeliharamu" - Mat 6:26).

  2. Hambatan: Pikiran logis kita menolak karena melihat tabungan atau fisik yang lemah.

  3. ​Pengertian (Penyelarasan): Roh Kudus memberikan "Nafas-Nya" ke pikiran kita. Tiba-tiba kita "mengerti" bukan secara teori, tapi secara batiniah bahwa Tuhan memang sanggup.

  4. ​Percaya: Pikiran akhirnya "menyerah" (ditaklukkan kepada Kristus - 2 Kor 10:5) dan setuju dengan iman tersebut.


​Refleksi untuk Anda

​Pengertian dari Nafas Tuhan ini seringkali datang dalam keheningan (perenungan) —sesuatu yang biasanya lebih dimiliki oleh mereka di usia lansia. Ini adalah hak istimewa rohani dan merupakan kasih karunia Allah. Saat dunia menuntut hasil (ambisi), Roh Tuhan menawarkan pengertian (hikmat).


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 4 - DR. Jonathan David

 15-06-2021 - Catatan Input Pendahuluan  Di sini kita membayar harga dan memberi perhatian, bukan sekedar mendapat pelajaran Firman. Mulai lebih dalam menconfigurasi hidup kita. Percaya Tuhan saat ini, hal yang supranatural pasti terjadi. Jangan punya kebiasaan buruk, pikiran dan emosi yang buruk. Pada masa krisis ini gereja harus bangkit. Tune freq suara kita. sesuatu yang didepositkan, yang fresh akan masuk dalam hidup kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan. Kita mendesak di dalam roh. Bapa kami meminta sesuatu yang urgent untuk menangkap apa yang ada dalam hatimu. Bukan di hati kami. Biar frekuensi sorga terjadi, apa yang belum pernah terjadi. Intensitas dari sorga biar kami rasakan saat ini. Aktivitas dalam roh terjadi saat ini. Biar intensitas itu masuk dalam roh dan menawan hati kami saat ini. Dia yang memulai, Dia menguasai dan Dia yang mengakhiri. Biar tanah hati kita jadi subur ketika kita dengar firmannya datang dari hadirat Tuhan. Dia selaraskan hidup kita. Kita me...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Duta-duta Kerajaan Sorga

KEWARGAAN SORGA (Php 3:20)   Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nama kita tercatat di sorga. Kita harus bersuka-cita bukan karena hal-hal yang natural, bukan karena berkat atau rejeki nomplok, tapi kita bersuka-cita karena hal-hal yang dari sorga dan yang spiritual.

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

SUPLAI TAK TERBATAS DARI SORGA

MERENGKUH PORSI-NYA BAGIMU DULU saya dan saudara-saudara punya banyak alasan untuk kecewa, takut dan khawatir. Kita punya banyak sekali alasan untuk tidak mengeluh dan banyak lagi alasan untuk menyerah. Mungkin sebagian kita merasa tidak begitu berarti mengikuti Tuhan atau  rasanya tak sebanding dengan apa yang sudah ku korbankan dan ku berikan. Apa pun alasannya itu rasanya saya setuju, amin. SEKARANG saya tidak lagi melihat alasan-alasan itu. Ketika saya belajar melihat secara spiritual, berpikir dengan akal-budi yang sudah diperbarui sejauh ini, alasan-alasan itu lenyap begitu saja. Saya mencobanya dan berpikir dengan wajar, tapi saya tidak menjumpai alasan itu. Saya tau, ketika saya berjalan menuju jalan masuk ke tempat kudus Nya, mereka berlari kencang meninggalkan saya. Ketika saya berjalan menuju rencana-Nya mereka bersiap-siap dan terburu-buru meninggalkan saya. Ketika saya ada di tempat kediaman-Nya mereka sudah tidak ada. HARI ini Tuhan mendatangi kita. DIA sendi...