Langsung ke konten utama

Menggubris Suara Hati Nurani (MKS #31)

Pesan utama dalam video khotbah Pdt. Djonny yang berjudul "Ibadah JMD Bandung 22 Maret 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 31" berpusat pada hubungan antara iman, ketaatan, dan kebenaran Allah melalui teladan hidup Abraham.


​Berikut adalah poin-poin utama dari isi pesan tersebut:

  • ​Pentingnya Ketaatan yang Didasari Iman: Pdt. Djonny menekankan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Kebenaran Allah diperhitungkan kepada manusia bukan hanya karena memiliki "modal" iman, tetapi ketika iman tersebut diekspresikan melalui tindakan nyata dan ketaatan [08:12].
  • ​Belajar dari Abraham: Abraham dijadikan contoh utama karena ia berani meninggalkan Urkasdim dan Haran (negeri asalnya) serta harapan orang tuanya (Terah) untuk mengikuti panggilan Tuhan [15:12]. Ia bisa melakukan ini karena memiliki "iman yang melihat" kehancuran Babel dan menanti kota yang dibangun oleh Allah sendiri [18:27].
  • ​Suara Roh di Dalam Batin: Pesan ini menjelaskan bahwa iman timbul dari pendengaran akan "firman suara" (Rema) yang disampaikan oleh Roh Kudus langsung ke dalam batin atau roh manusia, bukan sekadar pendengaran telinga luar [17:48], [01:02:08].
  • ​Hidup Menurut Roh: Jemaat diajak untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan selalu "menggubris" atau merespons suara hati nurani yang bersaksi bersama Roh Kudus. Jika manusia terus mengabaikan suara Roh ini, mereka bisa jatuh ke dalam dosa yang tidak terampuni karena mengeraskan hati [01:07:48].
  • ​Melepaskan Harapan Manusia demi Rencana Allah: Seringkali orang terjebak dalam cita-cita orang tua atau standar duniawi. Seperti Abraham yang harus keluar dari rumah ayahnya, orang percaya harus menyadari rencana spesifik Tuhan atas hidup mereka yang mungkin berbeda dari harapan keluarga [01:14:57].

​Kesimpulannya, pesan ini mengajak jemaat untuk menjadi "Manusia Kerajaan Sorga" yang hidupnya dipandu oleh suara Roh Kudus di dalam batin, menghasilkan ketaatan yang nyata, sehingga mereka dapat berjalan dalam rencana agung Tuhan menuju "Langit Baru dan Bumi Baru" [01:15:36].


PENDALAMAN

Penjelasan mengenai kaitan antara inisiatif Allah, modal iman, dan bagaimana manusia seharusnya merespons agar iman tersebut terbukti nyata:

​1. Apa yang Dimaksud dengan "Modal" Iman?

​Dalam video tersebut, Pdt. Djonny menjelaskan bahwa "modal" iman bukanlah sekadar pengetahuan di otak atau pengakuan di mulut, melainkan Iman Allah yang dianugerahkan ke dalam roh manusia melalui Firman Suara (Rema).

  • ​Inisiatif Allah: Sama seperti dalam Kisah Para Rasul 7:2-3, Allah yang terlebih dahulu menampakkan diri dan bersuara kepada Abraham.
  • ​Firman Suara (Rema): Iman timbul bukan dari pendengaran telinga luar, melainkan dari Roh Kudus yang menyuarakan firman Tuhan langsung ke dalam batin atau roh manusia. Inilah "modal" awal yang diberikan Allah—suatu keyakinan ilahi yang membuat seseorang mampu melihat apa yang tidak terlihat oleh mata jasmani.

​2. Bagaimana Seharusnya Manusia Merespons?

​Manusia tidak boleh berhenti hanya dengan memiliki "modal" iman tersebut. Respons yang benar melibatkan Jiwa (fikiran dan kehendak) dan Hati Nurani:

  • ​Menggubris Roh Kudus: Manusia harus peka dan menjawab suara Roh yang bekerja di dalam batinnya. Pdt. Djonny mengingatkan untuk tidak mengabaikan suara Roh Kudus, karena jika terus diabaikan, manusia bisa jatuh ke dalam dosa yang tidak terampuni (mengeraskan hati).
  • ​Percaya dengan Segenap Hati: Percaya adalah tindakan jiwa. Ini adalah langkah di mana manusia mengakui bahwa suara Tuhan itu benar dan menetapkan hati untuk mengikutinya.
  • ​Keluar dari "Dunia Lama": Respons Abraham adalah keluar dari Urkasdim dan Haran, yang berarti melepaskan diri dari kontaminasi dunia (simbol Babel) dan bahkan harapan atau cita-cita orang tua yang tidak sejalan dengan rencana Allah.

​3. Prosesi Iman Menjadi Terbukti Nyata (Kebenaran Allah)

​Iman terbukti nyata melalui Ketaatan dan Perbuatan. Inilah proses transformasi dari iman menjadi Kebenaran Allah:

  • ​Iman + Perbuatan = Sempurna: Mengutip Yakobus 2:22, Pdt. Djonny menekankan bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan, dan oleh perbuatan itulah iman menjadi sempurna.
  • ​Manifestasi melalui Tubuh: Prosesnya dimulai dari Roh (menerima iman), diterjemahkan oleh Jiwa (memutuskan untuk percaya), dan akhirnya diekspresikan oleh Tubuh (tindakan ketaatan nyata).
  • ​Diperhitungkan sebagai Kebenaran: Ketika Abraham melangkah keluar tanpa mengetahui tempat yang dituju, Allah menilai tindakan yang didasari iman itu sebagai Kebenaran. Tanpa perbuatan nyata, iman tersebut dianggap mati (nekros) dan tidak membuahkan kebenaran Allah.

​Kesimpulan:

Inisiatif Allah memanggil Abraham adalah pemberian "modal" iman melalui suara-Nya. Namun, iman itu hanya menjadi nyata dan menyelamatkan apabila manusia merespons dengan ketaatan penuh—berani meninggalkan masa lalu dan melangkah sesuai dengan tuntunan Roh Kudus yang ada di dalam batin.


Membangun Iman Yang Bisa Melihat

Kita bisa belajar dan meneladani Abraham, sehingga ia bisa memiliki "iman yang melihat" kehancuran Babel dan menanti kota yang dibangun oleh Allah sendiri. Karena itu ia memiliki ketaatan mutlak. 

Pertanyaannya:  Bagaimana prosesi iman itu sehingga terbangun iman yang bisa melihat (kehancuran benteng-benteng yang dibangun musuh dalam hidup seseorang) dan terbangun kehidupan yang tertata seperti Bait Kudus (di mana Allah senantiasa ada bersama kita)?

proses membangun "iman yang melihat" dan kehidupan yang tertata seperti Bait Kudus bukanlah hasil usaha mental manusia, melainkan sebuah prosesi pneumatik (rohani) yang sistematis.

​Berikut adalah tahapan prosesi tersebut:

1. Tahap Penyingkapan: Mendengar "Suara di Dalam" (Rema)

​Prosesi dimulai ketika manusia tidak lagi hanya mengandalkan telinga luar, tetapi mulai mendengar firman suara di dalam batinnya.

  • ​Inisiatif Roh: Roh Kudus (Roh Kebenaran) menyuarakan firman Tuhan langsung ke dalam roh manusia.
  • ​Melihat Realitas Rohani: Melalui suara ini, Abraham diberikan kemampuan untuk melihat "Babel" (simbol kebanggaan manusia dan kenajisan) sudah runtuh di mata Allah, meskipun secara fisik Babel saat itu terlihat megah.
  • ​Aplikasi: Untuk melihat kehancuran benteng musuh dalam hidup Anda, Anda harus menerima penyingkapan dari Roh bahwa segala sesuatu yang tidak dibangun oleh Allah dalam hidup Anda sebenarnya sudah "runtuh" dan tidak memiliki masa depan.

​2. Tahap Respons Jiwa: "Menggubris" Hati Nurani

​Iman yang melihat hanya akan terbangun jika ada kerja sama antara Roh Kudus dan Hati Nurani (Conscience).

  • ​Kesaksian Ganda: Pdt. Djonny mengutip Roma 9:1, di mana hati nurani bersaksi bersama dengan Roh Kudus.
  • ​Keputusan yang Teguh: Prosesi ini menjadi nyata ketika jiwa Anda (pikiran, perasaan, kehendak) setuju dengan apa yang dikatakan Roh. Anda harus "menggubris" (merespons dengan serius) teguran atau arahan Roh di dalam batin. Tanpa respons ini, visi rohani akan kabur dan benteng musuh tetap terasa kuat.

​3. Tahap Pemisahan: Keluar dari "Rumah Terah"

​Kehidupan yang tertata seperti Bait Kudus tidak bisa dibangun di atas fondasi lama.

  • ​Meninggalkan Kontaminasi: Abraham harus keluar dari pengaruh Terah (ayahnya) yang menyembah allah asing.
  • ​Mematahkan Harapan Manusia: Benteng musuh sering kali berupa "harapan dan cita-cita manusiawi" yang terlihat baik tetapi bukan dari Allah. Untuk membangun Bait Kudus, Anda harus berani meninggalkan pola pikir lama dan keterikatan emosional yang menghalangi rencana agung Tuhan.

​4. Tahap Pembangunan: Hidup oleh Iman (Zao)

​Kehidupan yang tertata (Bait Kudus) terjadi ketika iman menjadi gaya hidup (way of life), bukan sekadar momen percaya.

  • ​Iman yang Berkata-kata: Pdt. Djonny menjelaskan bahwa apa yang ada di roh akan mengalir ke mulut (jiwa/tubuh). Sama seperti Elia, apa yang ia katakan sesuai dengan apa yang Tuhan katakan.
  • ​Seluruh Kebenaran: Roh Kudus akan memimpin Anda ke dalam seluruh kebenaran—memastikan pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda selaras dengan arsitektur surgawi. Inilah saat di mana kehadiran Allah menjadi nyata dan konstan karena "bangunan" hidup Anda sesuai dengan rancangan-Nya.

Ringkasan Prosesi:

Firman Suara (Roh)} > Visi Iman (Melihat Kehancuran Babel) > Ketaatan Jiwa (Keluar/Pemisahan) > Kebenaran Allah (Bait Kudus)

​"Iman itu adalah roh. Dia membutuhkan diterjemahkan melalui kehidupan jiwamu dulu, baru menuju kehidupan alamiahmu/lahiriahmu."


Melatih kepekaan mendengar "suara batin"

​1. Memurnikan Hati Nurani (Conscience)

​Langkah pertama untuk mendengar adalah memastikan "alat penerima" Anda bersih. Pdt. Djonny menekankan pentingnya hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia (Kisah Para Rasul 24:16).

  • ​Latihan: Di penghujung hari, ambil waktu sejenak. Jika ada kegelisahan dalam batin mengenai sikap atau perkataan Anda, jangan diabaikan. Akui itu di hadapan Tuhan. Inilah yang disebut "menggubris" Roh Kudus agar suara-Nya tidak menjadi redup dalam hidup Anda.

​2. Membedakan Suara Jiwa vs Suara Roh

​Pdt. Djonny mengingatkan agar kita tidak bergantung pada apa yang dilihat mata atau didengar telinga luar, melainkan apa yang ada dalam batin.

  • ​Cara Membedakan: * Suara Jiwa: Biasanya berasal dari logika, kekhawatiran, atau ambisi pribadi (seperti harapan Terah pada Abraham).
    • ​Suara Roh: Sering kali datang sebagai impuls kebenaran yang tenang namun kuat di batin terdalam (suara Alethea), yang menuntun Anda pada seluruh kebenaran.

​3. Merespons "Rema" Kecil dengan Ketaatan Segera

​Iman Abraham menjadi sempurna karena perbuatan ketaatannya. Jangan menunggu instruksi besar untuk mulai taat.

  • ​Latihan: Jika Roh Kudus memberikan dorongan kecil di batin untuk melakukan sesuatu yang benar (misalnya: meminta maaf, memberi, atau berhenti melakukan kebiasaan buruk), segeralah lakukan.
  • ​Setiap ketaatan kecil akan memperjelas "penglihatan" rohani Anda terhadap kehancuran benteng-benteng musuh dalam hidup Anda.

​4. Menyelaraskan Perkataan dengan Iman (Speaking the Faith)

​Pdt. Djonny menjelaskan bahwa Roh Tuhan menaruh firman-Nya di mulut kita. Apa yang Roh suarakan di dalam batin, harus diekspresikan lewat mulut.

  • ​Latihan: Jangan memperkatakan keadaan atau kekalahan (apa yang terlihat oleh mata). Mulailah memperkatakan apa yang Roh katakan tentang identitas Anda sebagai "Manusia Kerajaan Sorga".
  • ​Ingat teladan Elia: apa yang ada di rohnya terekspresi melalui mulutnya sehingga kuasanya menjadi nyata.

​5. Mengambil Jarak dari "Urkasdim" Pribadi

​Terkadang suara Tuhan tidak terdengar karena terlalu banyak "suara bising" dari masa lalu atau harapan orang lain.

  • ​Latihan: Sediakan waktu untuk "seorang diri" seperti Abraham saat dipanggil Tuhan (Yesaya 51:2). Lepaskan diri sejenak dari pengaruh opini manusia atau media sosial untuk fokus mendengarkan apa yang Allah kerjakan dalam hidup Anda saat ini.

Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...