THE UPPER ROOM 217 – 20 Januari 2026
Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Ilahi Tanpa Gangguan (Bagian 1)
The Upper Room 217 - Kasih Karunia & Takdir Ilahi
Pembicara: Dr. Jonathan David
1. Proses Pembentukan dan Kapasitas Hati
- Persiapan Ilahi: Tuhan membentuk hamba-Nya (seperti Elia) "di balik layar" sampai mereka siap untuk dimunculkan.
- Pemecah Masalah: Kita harus menunjukkan diri sebagai pemecah masalah dengan menembak tepat pada sasaran masalah tersebut.
- Memperbesar Kapasitas: Untuk naik ke tingkat berikutnya, kapasitas hati harus diperbesar karena panggilan Allah akan menjadi semakin sulit.
2. Dimensi Kenabian (Prophetic) dan Firman
- Aliran Nubuatan: Perbedaan antara Perjanjian Lama (menunggu dan bertindak) dengan Perjanjian Baru (berbicara dan terjadi secara bersamaan/Lukas 4:21).
- Bintang Timur: Pentingnya memperhatikan firman nubuatan seperti pelita di tempat gelap sampai "Bintang Timur" terbit di dalam hati.
- Akurasi: Memperhatikan firman Tuhan dengan tepat membantu kita menemukan jalan keluar dalam kegelapan.
3. Protokol Spiritual dan Gereja
- Protokol Roh: Terdapat protokol di dunia roh; kita tidak bisa bertindak tanpa instruksi surga (seperti Petrus yang berbicara tanpa instruksi di Gunung Transfigurasi).
- Gereja Supranatural: Waktunya bagi gereja supranatural telah tiba untuk menyatakan hal-hal besar melalui kehidupan korporat.
- Kebersamaan: Di Perjanjian Baru, kita memiliki sekutu dan dukungan bersama, berbeda dengan tokoh Perjanjian Lama yang seringkali berjuang sendirian dan menjadi rentan.
4. Otoritas dan Kesucian
- Ciri Khas Tuhan: Kapasitas hamba Tuhan ditunjukkan melalui kehadiran ciri khas Tuhan di dalam dirinya, agar orang lain dapat melihat Kristus.
- Kekudusan: Panggilan untuk menjadi kudus dalam seluruh hidup sebagaimana Allah adalah kudus.
- Otoritas Berbicara: Melalui kasih karunia, kita diberikan kuasa untuk mendengar suara Tuhan setiap hari dan keberanian untuk berbicara menyampaikan firman-Nya.