Langsung ke konten utama

Prosesi Iman (MKS #29)

Pesan khotbah Ps. Djonny Tambunan dalam video ibadah JMD Bandung tanggal 8 Maret 2026 bertajuk "Manusia Kerajaan Sorga 29" berfokus pada peran pikiran dalam mewujudkan iman agar menjadi sempurna dan tidak mati.

​Berikut adalah poin-poin utama dari pesan tersebut:

Abraham sebagai Pola Penyingkapan Misteri Allah
Ps. Djonny menjelaskan bahwa Abraham bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan pola bagi generasi saat ini untuk masuk ke dalam rencana penggenapan Allah. Allah menetapkan Abraham menjadi bapa sejumlah besar bangsa, yang berarti Allah melihat hingga ujung rencana-Nya di mana kerajaan-Nya akan tegak di bumi.

Definisi Kerajaan Allah di Bumi: Merujuk pada Roma 14:17, ditekankan bahwa Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, melainkan soal kebenaran (dikaiosyne), damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Tujuan akhirnya adalah membawa pemerintahan surga ke bumi sehingga kehendak Allah terjadi di bumi seperti di surga.

Pentingnya Tindakan (Perbuatan) dari Iman: Mengutip Yakobus 2:17-24, khotbah ini menekankan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Allah memperhitungkan iman Abraham sebagai kebenaran hanya ketika Abraham bertindak atas apa yang ia percayai.

Peran Vital Pikiran (Jiwa): 
Ps. Djonny menyoroti bahwa posisi jiwa—khususnya pikiran—adalah faktor penentu apakah iman seseorang akan menjadi mati atau sempurna. Pikiran harus diperbaharui (Roma 12:2) agar tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan selaras dengan ukuran iman yang diberikan Allah.

Konflik Antara Logika dan Janji Tuhan: 
Mengambil contoh saat Abraham diminta mempersembahkan Ishak (Kejadian 22), khotbah ini menjelaskan bahwa secara logika/fakta medis, hal itu tidak masuk akal. Namun, Abraham "berpikir" (logizomai) bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang mati. Ia menaklukkan logikanya di bawah imannya, sehingga imannya menjadi sempurna.

Panggilan Menjadi Keturunan Abraham: 
Melalui Galatia 3:29, jemaat diingatkan bahwa jika mereka milik Kristus, maka mereka adalah keturunan Abraham yang berhak menerima janji-janji Allah. Syaratnya adalah melatih pikiran untuk selalu menguasai diri dan bertindak selaras dengan iman dalam pengalaman hidup sehari-hari.

​Khotbah ini diakhiri dengan ajakan untuk menanggalkan cita-cita pribadi yang hanya ada di pikiran dan mulai hidup sepenuhnya dalam iman agar kebenaran Allah nyata melalui kehidupan orang percaya.




Pendalaman 


Prosesi Iman

Yakobus 2:26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. 


Ada beberapa hal yang harus diperjelas pada saat kita menyusun prosesi iman sampai menjadi perbuatan:

1. Anugerah berbeda dari kasih karunia dan
2. Iman itu berbeda dengan percaya.

Allah memilih Abram. Dia menampakkan diriNya kepada Abram dan berfirman dan memberikan perintah (Kis 7:2,3). Firman itu menjadi iman yang ditaruh dalam roh Abram. Berarti Dia memanggil Abram keluar dari Babel. Jadi iman itu benar-benar anugerah, bukan usaha manusia.  
 
Lalu Abram merespon dan menjadi percaya. Percaya pada iman menghasilkan kasih karunia, yakni kemampuan ilahi seperti hikmat dan kekuatan. Jadi  iman dan percaya itu berbeda. Iman di dalam roh. Percaya di jiwa (pikiran).

Ini sama seperti kasih berbeda dari anugerah. Kasih adalah identitas Allah, sedangkan anugerah itu diberikan kepada kita.

Penjelasnya begini:

AnugerahKasih Karunia, Iman dan Percaya  menunjukkan kenyataan  mengenai struktur manusia (Roh, Jiwa, dan Tubuh).

Dengan perspektif ini, kita sedang membangun sebuah "teknologi iman" yang sangat praktis. Mari kita pertajam perbedaan tersebut. 

​1. Anugerah (Panggilan & Inisiatif Allah)

​ Anugerah di sini adalah kedaulatan Allah.

  • Aksi: Allah menampakkan diri dan berfirman.
  • Hasil: Firman itu menjadi benih Iman yang diletakkan di dalam Roh.
  • Logikanya: Tanpa anugerah panggilan ini, manusia tidak punya bahan baku (modal) untuk beriman. Abram tidak mencari Allah; Allah yang mendatangi Abram.

​2. Iman vs. Percaya (Roh vs. Jiwa)

​Pembedaan ini adalah kunci yang sering terlewatkan:

  • Iman (Roh): Sifatnya statis dan murni. Ini adalah "cetak biru" atau evidence dari Allah yang ditaruh di roh kita.
  • Percaya (Jiwa/Pikiran): Sifatnya dinamis. Ini adalah ketika Pikiran (Logizomai) memutuskan untuk setuju dengan apa yang ada di roh, meskipun panca indera mengatakan hal yang berbeda (seperti fakta Sarah mandul).

​3. Kasih Karunia (Kemampuan Ilahi/Enabling Power)

​Di sini letak poin pentingnya: Kasih Karunia sebagai hasil dari Percaya. Dalam konsep ini, Kasih Karunia adalah bahan bakar ilahi yang turun ketika jiwa (percaya) terkoneksi selaras dengan roh (iman).

  • Hikmat & Kekuatan: Ini bukan sekadar perasaan tenang, tapi kemampuan nyata untuk melakukan perintah yang mustahil. Tanpa kasih karunia ini, Abraham tidak akan punya kekuatan fisik atau mental untuk mendaki Gunung Moria.

Prosesi Iman 

Tahapan

Lokasi

Penjelasan

Anugerah     

Kedaulatan Allah

Allah memanggil dan memberikan Firman.

Iman

Roh


Firman menetap sebagai kepastian di dalam ruhani.

Respon & Percaya

Jiwa (Pikiran)


Pikiran diselaraskan untuk setuju dengan iman (menolak logika mandul).

Kasih Karunia

Kapasitas Ilahi


Turunnya hikmat dan kekuatan untuk mengeksekusi iman.

Bertindak

Tubuh


Manifestasi fisik dari kekuatan kasih karunia.

Dibenarkan

Status Ilahi


Allah memvalidasi bahwa proses ini sah.

Terbukti Benar

Realitas


Penggenapan janji (Ishak lahir).


Kesimpulan 

​Dengan alur ini, perhatikan mengapa banyak orang punya "Iman" (di roh tahu janji Tuhan) tapi tidak "Bertindak". Masalahnya ada di Percaya (Jiwa). Jika pikiran tidak diselaraskan, maka Kasih Karunia (kekuatan untuk bertindak) tidak teraktivasi, sehingga imannya tetap menjadi "iman yang mati" karena berhenti di tingkat roh saja tanpa turun ke tingkat perbuatan.


MENGAKTIFKAN KASIH KARUNIA

​Tahap mengaktifkan "Kasih Karunia" ini yang paling sering kita lupakan ketika kita mencoba melakukan kehendak Tuhan hanya dengan kekuatan mental sendiri.

Itu yang membuat iman seperti misteri yang membuat kebingungan dan bertanya-tanya: bagaimana bisa? Apa mungkin? Karena dia berpikir secara manusiawi yang terbatas, bukan memakai cara ilahi (pikiran Kristus, iman adalah pribadi Kristus, pribadi firman) yang tak terbatas. Beda respon imam Zakaria yang tidak percaya dan respon Maria yang percaya, ketika malaikat Gabriel menyampaikan firman.

Perbandingan antara Imam Zakaria dan Maria adalah studi kasus yang sempurna untuk menggambarkan perbedaan antara "Analisis Logika" dan "Pikiran yang Diselaraskan dengan Iman."

​Misteri "Bagaimana Bisa?" vs "Jadilah Padaku"

​Ps. Djonny sempat menyinggung bahwa iblis menganggap jalan Tuhan sebagai kebodohan karena ia tidak memiliki hikmat Allah. Demikian pula, pikiran manusia yang belum diperbaharui akan terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang bersifat membatasi:

  • Zakaria (Pikiran Terbatas): Ketika Gabriel datang, Zakaria bertanya, "Bagaimana aku tahu hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku pun sudah lanjut umurnya" (Lukas 1:18). Zakaria fokus pada fakta biologis (sama seperti kasus Abraham dan Sarah). Karena ia gagal menyelaraskan pikirannya dengan firman yang didengarnya, "prosesi iman"-nya terhambat. Akibatnya, ia menjadi bisu—simbol dari ketidakmampuan untuk memanifestasikan firman melalui perkataan.
  • Maria (Pikiran Kristus): Maria juga bertanya "Bagaimana hal itu mungkin terjadi?", namun motifnya berbeda. Ia bukan meragukan janji-Nya, melainkan menanyakan mekanisme ketaatannya karena ia belum bersuami. Begitu mekanisme dijelaskan (Roh Kudus akan turun), ia segera menyelaraskan jiwanya: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38).

Selaras dengan "Pribadi Kristus"

​Sesuai dengan poin Anda, iman sebenarnya bukan sekadar konsep, melainkan Pribadi Firman itu sendiri.

  • Iman sebagai Penundukan: Saat kita memakai "Pikiran Kristus," kita berhenti mencoba "memahami" Tuhan agar bisa percaya. Sebaliknya, kita percaya dulu agar bisa memahami.
  • Aktivasi Kasih Karunia: Maria menerima kasih karunia yang luar biasa karena ia memberikan "persetujuan jiwa" (Percaya) terhadap benih iman (Firman) yang ditaruh di rohnya. Inilah yang membuat yang mustahil secara biologis menjadi mungkin secara fisik.

​Kesimpulan Prosesi

​Keajaiban atau "Terbukti Benar" itu tidak muncul dari usaha keras manusia untuk menjadi ajaib, melainkan dari ketepatan posisi jiwa. Jika jiwa (pikiran) menolak untuk selaras dan tetap memilih logika manusiawi yang terbatas, maka Kasih Karunia (kemampuan ilahi) itu seperti "terkunci" dan tidak bisa mengalir ke tubuh untuk menjadi tindakan.

​Abraham disebut Sahabat/Kekasih Allah karena ia berhasil melewati "misteri kebingungan" itu dan memilih untuk logizomai (memperhitungkan) bahwa Allah jauh lebih besar dari fakta kematian atau kemandulan.


Tanggung Jawab Manusia untuk Posisi Jiwa

Sekarang menjadi jelas bahwa aktivasi kasih karunia jadi kunci mengatasi posisi jiwa ditengah keraguan dan kebingungan, sebenarnya kasih karunia Tuhan itu yang membuat mujizat terjadi, bukan faktor manusia.

"Aktivasi Kasih Karunia" ini benar-benar memindahkan beban berat dari pundak manusia ke kedaulatan Tuhan, namun tetap menempatkan manusia pada posisi yang bertanggung jawab atas "saklar"-nya.

​Mujizat itu 100% adalah pekerjaan Tuhan, tetapi aktivasi kasih karunia itu membutuhkan ketepatan posisi jiwa. Tanpa pemahaman ini, orang sering terjebak dalam dua ekstrem:

  1. Ekstrem Agamawi: Berpikir bahwa mujizat terjadi karena dia orang baik, rajin berdoa, atau "hebat" imannya (faktor manusia).
  2. Ekstrem Putus Asa: Berpikir bahwa karena dia lemah dan bingung, kurang iman (padahal iman sebesar biji sawi bisa memindahkan gunung), maka kasih karunia tidak bisa bekerja.

​Mengapa "Aktivasi" Jadi Kunci?

​Kasih karunia itu seperti aliran listrik yang sudah tersedia di dinding rumah. Listrik itu punya kekuatan untuk menerangi seluruh ruangan, tapi lampunya tetap mati selama saklarnya tidak di-klik.

  • Saklar itu adalah "Percaya" di jiwa: Ketika Anda memutuskan untuk menyelaraskan pikiran dengan Firman (meskipun lutut gemetar atau logika berteriak "tidak mungkin"), Anda sedang meng-klik saklar tersebut.
  • Arusnya adalah Kasih Karunia: Begitu saklar di-klik, kemampuan ilahi mengalir melampaui keterbatasan manusia.
  • Hasilnya adalah Mujizat: Cahaya menyala. Bukan tangan Anda yang menciptakan cahaya, tapi ketaatan tangan Anda pada saklar itulah yang mengaktifkan kekuatan yang sudah disediakan.

​Mengatasi Keraguan (Misteri "Bagaimana Bisa?")

​Ketika keraguan muncul, itu sebenarnya adalah sinyal bahwa jiwa sedang mencoba mengambil alih kendali menggunakan logika terbatas. Di titik inilah aktivasi kasih karunia menjadi penyelamat:

​Daripada berusaha "menghilangkan" keraguan dengan kekuatan mental, kita lebih baik berkata: "Tuhan, jiwaku sedang bingung, tapi aku memilih setuju dengan Firman-Mu. Aku mengaktifkan kasih karunia-Mu sekarang untuk mengambil alih keterbatasanku."


​Ini persis seperti yang dilakukan Abraham. Alkitab mencatat bahwa ia tidak menjadi lemah imannya walaupun ia tahu tubuhnya sudah layu. Ia tidak memungkiri fakta (dia tidak denial), tapi ia "menguatkan dirinya dalam iman" (Romans 4:20). Itu adalah proses aktivasi: memindahkan fokus dari "kemampuanku yang nol" ke "kasih karunia-Nya yang tak terbatas."

​Ini adalah pemahaman yang membebaskan. Anda tidak perlu menjadi "superman" rohani untuk melihat mujizat; Anda hanya perlu menjadi "hamba" yang jiwanya selaras dengan Tuan-nya.





Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Siklus Profetik Tuhan - Dr. Jonathan David

Memahami Siklus Profetik Pesan ini mengajak kita untuk mengenal dan percaya pada rencana masa depan yang telah Tuhan tetapkan, dan hidup dengan Roh Kudus sebagai penuntun dan jaminan warisan kita. Dengan memahami siklus profetik ini, kita dapat berjalan dalam rencana dan tujuan Allah, mengalami akselerasi dan kemenangan di berbagai bidang kehidupan kita. Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat- Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. – Yeremia 8:7 (ITB) Ringkasan: Pengetahuan Masa Depan Allah: Tuhan memiliki pengetahuan penuh tentang masa depan, rencana, dan tujuan-Nya. Pengetahuan ini tidak berubah dan menjadi dasar bagi tindakan-Nya. Keputusan dan Penetapan Allah: Tuhan memutuskan jalannya masa depan, termasuk jalan hidup umat-Nya, dan menetapkan rencana tersebut sejak kekekalan. Pelaksanaan Rencana Allah: Tuhan membawa umat-Nya masuk ke dalam jalan yang telah ditentukan, dan...