Berikut adalah catatan khotbah Dr. Jonathan David pada Upper Room 210 (18 November 2025):
I. Otoritas Rohani di Wilayah Kita
- Mengusir Penghuni Liar: Kita harus secara aktif mengusir iblis dari wilayah kita karena dia tidak boleh menjadi "penghuni liar" yang merusak.
- Sikap Tegas terhadap Musuh: Jangan pernah merasa aman atau membiarkan ada musuh di area Anda; musuh tersebut harus disingkirkan sepenuhnya.
- Konsep "Api yang Menghanguskan": Allah adalah api yang menghanguskan (Ibrani 12:29), yang kedatangan-Nya membawa reformasi dan pemulihan yang menyegarkan.
II. Rahasia "Nyanyian di Malam Hari" (Yesaya 30:29)
- Kekuatan di Masa Gelap: Tuhan menaruh sebuah lagu di hati umat-Nya khusus untuk menghadapi "malam-malam" kehidupan atau saat-saat tergelap.
- Pujian sebagai Senjata: Nyanyian ini adalah nyanyian baru yang ditaruh Tuhan dalam hati untuk menciptakan musim baru dalam hidup.
- Identitas Anak: Nyanyian ini muncul karena Roh Tuhan di dalam diri kita bernyanyi sebagai anak kepada Bapa-Nya.
- Melawan Penyakit: Dr. Jonathan menekankan pentingnya mengangkat pujian bahkan saat melawan kondisi berat seperti kanker.
III. Berjalan dalam Barisan dan Ketepatan Waktu
- Akurasi Waktu (Kairos): Tuhan ingin umat-Nya sadar akan waktu rohani dan tetap terhubung dengan-Nya agar tidak kehilangan kesempatan.
- Barisan yang Teratur: Penting untuk berjalan seirama dengan umat Tuhan dan tidak memutus barisan (berbaris mengikuti alunan seruling).
- Martabat Kerajaan: Sebagai penguasa dan bangsawan mulia, umat Tuhan dilarang berperilaku sembrono atau tidak akurat yang dapat membahayakan orang lain.
- Suara vs Kebisingan: Tuhan akan memperdengarkan suara otoritas-Nya yang mulia (Yesaya 30:30). Umat dipanggil menjadi "suara" (voice) yang menyampaikan pesan Tuhan, bukan sekadar "kebisingan" (noise).
IV. Peperangan Rohani dan Otoritas Teritorial
- Perang Antar Roh: Konflik duniawi atau politik sebenarnya adalah perang roh; senjata kita adalah senjata rohani untuk menghancurkan dunia roh (2 Korintus 10:4).
- Otoritas Persekutuan: Ada otoritas besar dalam persekutuan doa yang dapat menjangkau wilayah geografis yang luas, seperti memegang Australia melalui doa.
- Hukum Tabur Tuai Kota: Setiap kota memiliki arah spiritualnya sendiri—apakah akan menerima berkat atau menjadi generasi terkutuk berdasarkan ketaatan penduduknya.
- Pembalasan Tuhan: Pada kedatangan kedua, kebangkitan dan penghakiman akan mengalir bersama tanpa belas kasihan bagi musuh.
V. Kekuatan "Auman" dan Keberanian (Yesaya 31:4)
- Keteguhan Singa: Seperti singa yang tidak gentar terhadap teriakan pasukan gembala, kita tidak boleh takut terhadap kebisingan dunia atau ancaman musuh.
- Pesan yang Jelas: Auman kita harus menjadi pesan yang jelas bahwa Tuhan itu hidup di dalam kita.
- Bertahan Sampai Akhir: Singa akan terus mengaum seolah berada di usia prima bahkan saat sedang terluka, karena mereka tidak ingin musuh melihat mereka kalah.
- Auman Kristus: Auman Yesus di kayu salib adalah auman yang mengusir musuh untuk generasi-generasi yang akan datang.
VI. Impartasi dan Doa Akhir
- Pelepasan Roh: Doa untuk pelepasan Roh Pewahyuan, Pengertian, dan Hikmat agar umat Tuhan dapat melihat dalam roh dan menghancurkan setiap rintangan.
- Transformasi Bangsa: Harapan untuk melihat bangsa-bangsa diubahkan melalui suara otoritas yang ditaruh Tuhan dalam hidup kita.