THE UPPER ROOM 216 - 13 Januari 2026
“7 BUKTI INDIKASI TERJADINYA IMPARTASI” (Bag 2)
Dr. Jonathan David
Indikasi Terjadinya Impartasi
Berdasarkan materi "7 Bukti Indikasi Terjadinya Impartasi (Bagian 2)", terdapat tiga poin utama yang dibahas (poin 4 hingga 6) mengenai bagaimana seseorang merasakan pekerjaan Roh Kudus dan firman Tuhan dalam dirinya:
4. Firman Terbentuk dalam Benak dan Pikiran
- Koneksi Komunikasi: Impartasi terasa seperti jalur komunikasi yang sedang tersambung dengan benar, di mana pikiran mulai digerakkan oleh firman.
- Identifikasi Sifat Dasar Roh: Isi firman dalam pikiran membantu seseorang mengidentifikasi dan membedakan sifat dasar roh orang lain (1 Yohanes 4:1-3).
- Pewahyuan Saat Berkhotbah: Pikiran menjadi terlibat aktif, sering kali memunculkan pewahyuan tentang masa lalu atau masa depan saat mendengarkan pesan firman.
- Bahan Dasar Kehidupan: Firman adalah bahan dasar (substansi) di alam roh; tanpa firman, tidak ada kehidupan atau ciptaan baru (Yohanes 1:3, Ibrani 11:3).
- Proses Pengujian: Pikiran menerima interpretasi tentang sifat dasar roh sehingga seseorang dapat melakukan pengujian terhadap apa yang didengar.
5. Merasa Tertarik pada Roh Hamba Tuhan
- Kesaksian Roh Kudus: Seseorang dapat merasa ditarik kepada orang lain atau hamba Tuhan karena Roh Kudus bersaksi dalam roh bahwa hubungan atau pesan tersebut benar dan bersih.
- Keberanian Percaya: Jika hati tidak menuduh, maka muncul keberanian percaya untuk mendekati Allah (1 Yohanes 3:19-22).
- Mengenal Roh Allah: Roh Allah mengakui bahwa Kristus datang dan hidup di dalam diri manusia (1 Yohanes 4:2, Kolose 1:27).
- Menghadapi Roh Antikristus: Roh dunia atau antikristus adalah roh yang melawan pertumbuhan Kristus di dalam diri seseorang (1 Yohanes 4:3).
- Kemenangan melalui Roh: Orang percaya telah mengalahkan nabi-nabi palsu karena Roh yang ada di dalam diri mereka lebih besar daripada roh yang ada di dunia (1 Yohanes 4:4).
6. Tertarik pada Kasih Karunia dan Muatan Firman
- Pewahyuan Progresif: Terdapat ketertarikan pada pesan firman yang membawa pewahyuan bertahap dan berkelanjutan.
- Ekualisasi (Penyetaraan): Impartasi membawa keseimbangan dalam memahami iman, bukan iman yang ekstrem.
- Kebutuhan akan Rekaman dan Catatan: Penting untuk mendengarkan kembali rekaman atau membaca catatan agar firman tetap diingat dan berlipat ganda dalam pikiran serta komunikasi.
Peringatan dan Tanggung Jawab Rohani
- Menguji Setiap Roh: Alkitab memerintahkan untuk menguji setiap roh karena banyak nabi palsu telah muncul di dunia (1 Yohanes 4:1).
- Bahaya Roh Familiar: Roh ini berbahaya karena dapat membuka pintu bagi kekuatan iblis yang lebih buruk (Matius 12:43-45).
- Kualitas Kepemimpinan: Jangan menempatkan seseorang dalam kepemimpinan jika mereka tidak bisa berdoa dalam aliran roh yang sama.
- Integritas Pengkhotbah: Seorang pendeta harus menjaga hidupnya tetap lurus dan akurat agar dunia mau mendengarkan.
- Peran Hati Nurani: Saat menyampaikan kebenaran, Roh Kudus akan berbicara langsung ke hati nurani pendengar untuk mengonfirmasi bahwa pesan tersebut benar.
Praktik Membangun Roh
- Membangkitkan Roh di Pagi Hari: Selain merawat tubuh (makan dan mandi), roh harus dibangkitkan agar menjadi kuat di awal hari.
- Konsistensi: Melakukan pembangunan landasan roh secara konsisten selama 3 hingga 6 minggu akan menopang hidup dengan kuat.
- Berdoa dalam Roh Kudus: Kekuatan spiritual datang melalui doa dalam Roh agar roh tetap kuat menghadapi perjalanan spiritual.