Langsung ke konten utama

Benih Asli dari Diri Allah (MKS #41)




Dalam khotbahnya yang berjudul "Manusia Kerajaan Sorga 41" (Ibadah JMD Bandung, 7 Juni 2026), Pendeta (Pp) Djonny menyampaikan poin-poin penting mengenai "Benih Asli dari Diri Allah" yang ditanamkan ke dalam hidup Abraham. Beliau membedah peristiwa di Kejadian 22 saat Abraham diminta mengorbankan Ishak untuk menunjukkan kesamaan dimensi/rupa Allah yang terwujud dalam diri manusia rohani.

Berikut adalah poin-poin penting beserta detail penjelasannya:



1. Arti Spiritual Kata "Yada" (Allah Menyetubuhi Hidup Abraham)

  • Penjelasan Detail: Pp Djonny menyoroti Kejadian 22:12 ketika Allah berfirman, "sebab telah Kuketahui (Ibrani: Yada) sekarang bahwa engkau takut akan Allah..." Dalam dunia spiritual, kata Yada di sini diartikan bukan sekadar tahu secara pikiran, melainkan tindakan intim di mana Allah "menyetubuhi" atau bersekutu sangat dekat dengan hidup Abraham.

  • Tujuannya: Agar dari persekutuan intim tersebut, Abraham "mengandung" dan melahirkan keturunan yang berasal dari benih asli Allah (bukan sekadar keturunan jasmani atau keinginan daging).

2. Dimensi Kasih Karunia (Charis) yang Menjadi Milik Manusia

  • Penjelasan Detail: Pengorbanan anak tunggal adalah sesuatu yang secara logika hanya sanggup dilakukan oleh Allah Bapa (seperti saat mengorbankan Yesus di Yohanes 3:16). Namun, dimensi kemampuan ilahi ini (kasih karunia) ternyata bisa mengalir dan menjadi milik Abraham ketika ia rela mempersembahkan Ishak.

  • Dampaknya: Kasih karunia yang ada di dalam benih firman itu memberikan kemampuan supranatural kepada manusia, sehingga perintah-perintah Tuhan yang dirasa berat oleh kedagingan menjadi tidak berat lagi.

3. Sifat Allah yang Tidak Egois dan Rela Berkorban

  • Penjelasan Detail: Melalui ujian terhadap Ishak, rupa Allah yang tidak egois terefleksi penuh dalam tindakan Abraham. Allah Bapa tidak mempertahankan Anak-Nya sendiri demi keselamatan dunia; demikian pula Abraham tidak mempertahankan Ishak (satu-satunya harapan masa depannya) demi menaati visi Allah yang lebih besar bagi bangsa-bangsa.

  • Detail Motivasi: Abraham segera mengambil tindakan (take action) karena ia memegang janji di Kejadian 17 bahwa ia ditetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Ia rela mengorbankan kepentingannya sendiri agar rencana agung Allah digenapi.

4. Sikap Rela yang "Mati Rasa" terhadap Perasaan Jiwa (Tidak Menyanyangkan)

  • Penjelasan Detail: Mengacu pada Roma 8:32 ("Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri..."), Pp Djonny menjelaskan bahwa Abraham memiliki tingkat ketaatan yang melampaui kekuatan jiwa atau perhitungan manusia. Ketika ia mengulurkan pisau untuk menyembelih Ishak, ia seolah-olah telah "mati rasa" terhadap kasih lahiriah jasmani demi mengutamakan Allah.

  • Kritik Pp Djonny: Banyak orang Kristen hari ini yang tidak memiliki dimensi ini karena terlalu banyak hitung-hitungan dengan Tuhan, berkompromi dengan anak/keluarga yang menyimpang karena naluri kedagingan, atau malah mengabdi pada mamon.

5. Kasih yang Melampaui Hak Kepemilikan

  • Penjelasan Detail: Ishak adalah berkat yang sah yang diberikan Allah kepada Abraham, artinya Ishak sudah menjadi "hak milik" Abraham. Namun, ketika Allah meminta Ishak kembali, Abraham tidak mempertahankan hak kepemilikan tersebut.

  • Hubungan dengan Kristus: Sikap ini sama dengan dimensi yang ada pada Kristus di Filipi 2:5-7, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan mengosongkan diri-Nya sendiri.

Kesimpulan & Implikasi bagi Jemaat

Ciri utama dari keturunan Abraham rohani (milik Kristus) adalah hidup dengan karakter dan dimensi ilahi yang sama dengan Abraham. Benih asli dari Allah tidak hanya bekerja di dalam roh, melainkan menguasai seluruh kepribadian—baik roh, jiwa, maupun tubuh—sehingga manusia seutuhnya menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan menjadi jawaban bagi rencana agung-Nya di bumi.


PENDALAMAN

Apa tantangan yang pp Djonny berikan buat jemaat?

1. Menantang Jemaat untuk "Mati Rasa" terhadap Kepentingan Jiwa/Daging

Pp Djonny menantang jemaat untuk meniru ketaatan Abraham yang radikal. Saat Abraham membawa Ishak ke mezbah, ia harus "mati rasa" terhadap kasih lahiriah (emosi jasmani sebagai orang tua) demi menaati perintah Allah.

Tantangan buat jemaat: Apakah jemaat rela mematikan perasaan, kenyamanan, dan kalkulasi logis demi melakukan kehendak Tuhan, atau justru sebaliknya—selalu menomorsatukan kenyamanan jiwa?

2. Berhenti "Hitung-hitungan" dengan Tuhan (Tantangan Melepaskan Mamon)

Beliau menyentil keras fenomena jemaat yang sering kali membuat kalkulasi untung-rugi ketika diminta berkorban untuk pekerjaan Tuhan. Beliau menantang jemaat untuk memiliki sifat rela yang tidak menyayangkan apa pun.

Tantangan buat jemaat: Pp Djonny menantang jemaat untuk memeriksa apakah mereka benar-benar mencintai Allah atau sebenarnya masih mengabdi pada mamon (uang/materi) karena selalu penuh perhitungan dalam memberi dan berkorban.

3. Ketegasan Orang Tua terhadap Anak yang Menyimpang

Secara spesifik, beliau memberikan kritik sekaligus tantangan kepada para orang tua di jemaat. Beliau menyoroti banyak orang tua yang tahu anaknya mulai hidup menyimpang dari kebenaran (hanya mengejar hal-hal yang "baik" menurut standar dunia, tapi bukan yang "benar" di mata Tuhan), namun tidak berani menegur dengan tegas.

Tantangan buat jemaat: Para orang tua ditantang untuk membuang naluri keliru (kompromi atas nama kasih sayang kedagingan) dan berani bertindak tegas menuntun anak-anak mereka kembali pada jalan yang benar, seperti Abraham yang rela menyerahkan masa depan anaknya total kepada Tuhan.

4. Tidak Mempertahankan "Hak Kepemilikan" atas Berkat

Ishak adalah pemberian yang sah dari Allah untuk Abraham, namun saat Allah memintanya kembali, Abraham tidak mempertahankannya sebagai hak milik mutlak.

Tantangan buat jemaat: Jemaat ditantang untuk mengosongkan diri (seperti Kristus dalam Filipi 2) dan tidak menggenggam erat apa pun yang saat ini mereka miliki (baik itu pelayanan, jabatan, harta, maupun keluarga). Semuanya harus siap dilepaskan jika Tuhan yang memintanya.

Inti Tantangan Akhir: Pp Djonny menantang setiap pribadi untuk merenungkan: "Apakah karakter, rupa, dan dimensi ilahi Allah sudah termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari saudara? Ataukah saudara masih hidup sebagai manusia biasa yang digerakkan oleh kepentingan diri sendiri?" Beliau rindu jemaat tidak menjadi tanah yang biasa-biasa saja, melainkan berbuah lebat menjadi jawaban bagi rencana agung Allah di bumi.


Bagaimana Kush "mencetak" atau membentuk keturunannya menjadi Nimrod?

Berdasarkan penjelasan Pendeta (Pp) Djonny dalam khotbah tersebut, proses bagaimana Kush membentuk keturunannya menjadi Nimrod dijelaskan melalui konsep "memperanakkan" (dalam bahasa spiritual) yang berbeda dengan sekadar memiliki keturunan biasa.

Berikut adalah detail penjelasan bagaimana Kush "mencetak" Nimrod:

1. Perbedaan "Mempunyai Keturunan" vs "Memperanakkan"

Pp Djonny membandingkan dua ayat dari Kejadian pasal 10 untuk menunjukkan perbedaan prinsip ini:

  • Di Kejadian 10:6-7, dicatat tentang keturunan Ham dan Kush (Seba, Hawila, Sapta, Raima, dan Sapteka). Ini adalah keturunan generik atau biasa.

  • Namun di Kejadian 10:8, polanya berubah menjadi spesifik: "Kush memperanakkan Nimrod..."

Menurut beliau, kata "memperanakkan" dalam konteks ini memiliki arti spiritual yang mendalam, yaitu tindakan diupayakan, dibangun, dan dibentuk secara sengaja oleh sang ayah agar anak tersebut mewujudkan harapan, cita-cita, dan ambisi bapaknya.

2. Mentransfer Impian dan Ambisi Pribadi

Kush memiliki sebuah mimpi besar, ambisi, atau cita-cita tertentu yang tidak dia temukan atau tidak bisa diwujudkan oleh anak-anaknya yang lain. Oleh karena itu, Kush secara khusus memilih, mendidik, dan mengarahkan salah satu anaknya untuk menjadi wadah dari ambisinya tersebut.

Kush menginvestasikan seluruh konsep hidupnya ke dalam diri anak ini, dan untuk menegaskan misinya, ia memberikan julukan atau nama Nimrod.

3. Hasil "Cetakan" Kush pada Nimrod

Karena dicetak dengan ambisi dan cara hidup Kush, maka apa yang menjadi mimpi Kush terwujud sempurna di dalam diri Nimrod. Hasil didikan dan bentukan Kush membuat Nimrod tumbuh menjadi:

  • Seorang yang gagah perkasa di bumi: Dia menjadi orang pertama yang berkuasa dan mulai membangun kerajaan atau peradaban besar di bumi (seperti peradaban Babel).

  • Pribadi yang bertentangan dengan Tuhan: Kekuasaan dan keperkasaan Nimrod dibangun di atas dasar yang melawan atau bertolak belakang dengan kehendak Allah.

Pesan Analogis Pp Djonny: Melalui contoh Kush dan Nimrod ini, Pp Djonny ingin mengontraskan antara "Benih Asli Allah" dengan "Benih Ambisi Manusia".

Kush menanamkan firman/ambisi dirinya sendiri kepada Nimrod untuk membangun keperkasaan duniawi yang menentang Tuhan. Sebaliknya, Allah "menyetubuhi" Abraham dan menanamkan Benih Asli-Nya agar Abraham mencetak generasi yang memiliki rupa, karakter, ketaatan radikal, dan dimensi ilahi seperti Allah sendiri.


 

Postingan populer dari blog ini

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Siklus Profetik Tuhan - Dr. Jonathan David

Memahami Siklus Profetik Pesan ini mengajak kita untuk mengenal dan percaya pada rencana masa depan yang telah Tuhan tetapkan, dan hidup dengan Roh Kudus sebagai penuntun dan jaminan warisan kita. Dengan memahami siklus profetik ini, kita dapat berjalan dalam rencana dan tujuan Allah, mengalami akselerasi dan kemenangan di berbagai bidang kehidupan kita. Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat- Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. – Yeremia 8:7 (ITB) Ringkasan: Pengetahuan Masa Depan Allah: Tuhan memiliki pengetahuan penuh tentang masa depan, rencana, dan tujuan-Nya. Pengetahuan ini tidak berubah dan menjadi dasar bagi tindakan-Nya. Keputusan dan Penetapan Allah: Tuhan memutuskan jalannya masa depan, termasuk jalan hidup umat-Nya, dan menetapkan rencana tersebut sejak kekekalan. Pelaksanaan Rencana Allah: Tuhan membawa umat-Nya masuk ke dalam jalan yang telah ditentukan, dan...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

DNA ILAHI

Tuhan Pencipta Semesta akan menjawab seruan dan doa orang-orang kudus: AKU AKAN MENJAWAB  - DAN MENYINGKAPKAN HAL-HAL YANG TERSEMBUNYI YANG TIDAK KAU SADARI!” Kita adalah benar-benar merupakan ciptaan baru yang diciptakan dalam Kristus. Kita adalah generasi Kristus. Ada hal-hal yang melekat pada ciptaan baru-Nya yang tidak kita sadari. Hal-hal itu tersembunyi dalam DNA ilahi yang Tuhan berikan kepada kita. DNA itu pasti akan termanifestasi bukan karena kuat dan gagah kita, tapi oleh karena Firman dan Roh-Nya yang bekerja dalam kita sebagai makhluk ciptaan baru dalam Kristus. gbr: www.scfbc.org/ spiritual DNA Pada Anak Manusia ada ketetapan hati, ada terang kehidupan dan ada kuasa untuk mengampuni dosa! Apa beda kuasa untuk mengampuni dosa dan kuasa untuk membuat orang lumpuh berjalan? Tidak ada. Itu adalah kuasa yang sama yang berasal dari Bapa. Markus 2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, ...

Manusia Dibenarkan Karena Iman

Paulus mengajak kita untuk dapat menanggalkan manusia lama kita; tidak berpikir secara natural; tidak tergantung kepada hal-hal lahiriah. Iman yang kita miliki haruslah iman yang aktif dan dinamis;  iman itu bisa ‘dilihat’, bisa di dengar melalui ucapan dan perkataan kita. gbr. truelivingtoday@wordpress.com Bahasan kita malam ini diambil dari kitab Roma 3:21-31. Manusia Dibenarkan Karena Iman Paulus memberikan penjelasan ini kepada jemaat di Roma, jadi bukan kepada orang yang belum percaya. Mengapa? Ini untuk meneguhkan doktrin dan menjawab keraguan terutama kepada orang Yahudi yang dua ribu tahun lebih lamanya hanya mengenal hukum Taurat.   Pikiran lama mereka harus diterobos. Mindset yang lama harus dicabut dan ditinggalkan, diganti dengan mindset yang baru. Itu namanya pembaruan pikiran dan akal budi sehingga selaras dengan perkataan / firman Tuhan. Rom 3:21  Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...