Langsung ke konten utama

The Prophetic Decade: Double Open Heavens and Divine Revelation (UR #229)


THE UPPER ROOM 229 - 21 April 2026

Khotbah Dr. Jonathan David ini berfokus pada visi "Dekade Ganda Surga Terbuka" dari tahun 2019 hingga 2039. Penulis menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan ketaatan penuh untuk menghadapi masa depan yang bergantung pada kekuatan Gereja. Melalui narasi profetik, umat diajak untuk membangun fondasi iman yang dalam serta menjalin hubungan yang selaras dengan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Sumber ini juga menyoroti aliran wahyu baru yang akan memampukan jemaat mengatasi berbagai rintangan hidup, termasuk penyakit dan kesulitan ekonomi. Secara keseluruhan, pesan ini merupakan panggilan bagi komunitas All Nations Sanctuary untuk bangkit sebagai putra-putra Allah yang bertanggung jawab dalam mengemban misi Kerajaan. Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap individu menjadi saluran berkat yang berdampak nyata bagi transformasi bangsa-bangsa.



Berikut adalah catatannya:

1. Tema Utama dan Periode Waktu

  • Dekade Ganda Surga Terbuka: Fokus utama adalah masa 20 tahun "Surga Terbuka" yang berlangsung dari tahun 2019 hingga 2039.
  • Momen Kairos: Ini adalah waktu yang ditentukan oleh Tuhan di mana Ia akan bertindak secara berdaulat.
  • Fondasi yang Dalam: Untuk membangun gedung yang tinggi, diperlukan fondasi yang lebih dalam; semakin tinggi aspirasi rohani seseorang, semakin dalam pula fondasi iman dan karakternya harus diletakkan.

2. Karakteristik Utama Dekade Ini

  • Ketepatan Nubuatan: Nubuatan akan menjadi semakin akurat, tajam, dan jelas.
  • Posisi Strategis: Tuhan akan memposisikan umat-Nya di tempat-tempat yang menentukan, termasuk di pemerintahan dan politik.
  • Demonstrasi Roh: Akan ada aliran kuasa dan mukjizat yang nyata untuk membuktikan kehadiran Tuhan.
  • Sungai Pewahyuan: Tuhan mencurahkan "aliran pewahyuan" yang jauh melampaui informasi dari internet (seperti "Paman Google"). Pengetahuan ini datang langsung dari takhta Allah untuk memberikan arah bagi bangsa-bangsa.

3. Keterlibatan Allah Tritunggal dalam Pembangunan Gereja

Dekade ini ditandai dengan pengenalan yang lebih dalam terhadap ketiga pribadi Allah secara progresif:

  • Tuhan Yesus Kristus: Sebagai dasar dan batu penjuru yang menyelamatkan kita.
  • Roh Kudus: Dia bukan sekadar simbol (api/merpati), melainkan Pribadi yang memberdayakan, membebaskan dari rasa takut, dan membuka mata rohani.
  • Allah Bapa: Puncak dari dekade ini adalah pengenalan akan dimensi Bapa, yang akan mematahkan roh perbudakan dan kemiskinan serta membawa umat-Nya masuk ke dalam "Keimamatan Melkisedek".

4. Berakhirnya Zaman Ketidaktahuan (Kebodohan)

  • Tuhan tidak lagi memandang zaman kebodohan; sekarang Ia memanggil semua orang di mana-mana untuk bertobat dan selaras dengan kehendak-Nya.
  • Umat Tuhan harus keluar dari pola pikir lama untuk bisa mengusir "iblis si penghuni liar" dari wilayah mereka.
  • Kesalahan masa lalu dihapuskan, dan Tuhan memberikan "lembaran baru yang bersih" bagi mereka yang ingin berubah.

5. Pola Keputraan dan Ketaatan

  • Putra Kelima: Dari perumpamaan tentang berbagai jenis anak yang tidak taat atau memberontak, model yang harus diikuti adalah "Putra Kelima," yaitu Yesus, yang belajar ketaatan melalui penderitaan.
  • Keserelaan (Mazmur 110:3): Di hari kuasa-Nya, umat Tuhan harus bersedia memberikan diri secara sukarela tanpa paksaan.
  • Prioritas Kerajaan: Pekerjaan Tuhan tidak boleh terganggu oleh kesibukan pribadi, masalah keuangan, atau hobi. Kedewasaan rohani ditunjukkan dengan menepati janji kepada Tuhan meski dalam kesulitan.

6. Dampak Sosial dan Transformasi Dunia

  • Mempengaruhi Bangsa: Masa depan dunia bergantung pada masa depan Gereja; Gereja yang kuat akan menghasilkan pemimpin-pemimpin berkualitas di pemerintahan (seperti Yusuf dan Daniel).
  • Peperangan Terhadap Penyakit: Di dalam dekade surga terbuka ini, dinyatakan perang terhadap penyakit seperti kanker, diabetes, stroke, dan lainnya.
  • Transformasi Finansial: Roh kemiskinan dan ketakutan akan kekurangan harus dipatahkan. Tuhan akan melepaskan sumber daya dan kekayaan bagi mereka yang mendahulukan Kerajaan Allah.

7. Instruksi untuk Jemaat

  • Meningkatkan Kapasitas: Jemaat didorong untuk meningkatkan kapasitas mereka bagi Roh Kudus.
  • Menjaga Fokus: Jangan biarkan kebisingan dunia atau tekanan luar mengendalikan hidup; tetaplah terhubung dengan suara Tuhan.
  • Komitmen 20 Tahun: Dr. Jonathan David menegaskan komitmennya untuk membawa pesan ini sampai akhir dan mengajak jemaat untuk setia mengikuti visi dekade ini hingga tuntas.

Jika Anda membutuhkan laporan yang lebih ringkas atau dalam format presentasi untuk materi ini, saya dapat membantu membuatkannya. Apakah Anda ingin saya membuatkan tailored report atau slide deck dari catatan ini?


Bagaimana meningkatkan kapasitas bagi Roh Kudus?

Meningkatkan kapasitas bagi Roh Kudus dalam "Dekade Ganda Surga Terbuka" melibatkan beberapa langkah praktis dan perubahan pola pikir yang mendalam sebagai berikut:

  • Memperdalam Fondasi Iman: Untuk mencapai tingkat rohani yang lebih tinggi, Anda harus meletakkan fondasi yang lebih dalam. Prinsipnya adalah semakin dalam fondasinya, semakin tinggi bangunannya, yang berarti karakter dan kedalaman hubungan Anda dengan Tuhan menentukan seberapa besar kapasitas yang bisa Anda tampung.
  • Mengubah Pola Pikir (Mindset): Anda tidak dapat memasuki hari yang baru dengan tetap menjadi "manusia lama". Perubahan kapasitas dimulai dengan meninggalkan pola pikir lama dan beralih kepada cara pandang Kerajaan Allah agar tidak ketinggalan dari apa yang sedang Tuhan kerjakan.
  • Memberikan Diri secara Sukarela: Kapasitas meningkat saat seseorang bersedia memberikan diri secara sukarela (voluntary) kepada kehendak-Nya. Ini berarti mengatakan "ya" kepada Tuhan setiap hari, sekalipun keadaan atau musuh mengatakan tidak.
  • Mengenali Roh Kudus sebagai Pribadi: Peningkatan kapasitas terjadi ketika Anda menyadari bahwa Roh Kudus bukanlah sekadar simbol seperti api, air, atau burung, melainkan sebuah Pribadi. Mengenal Dia sebagai Pribadi memberikan akses dan kebebasan bagi Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup Anda seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  • Menetapkan Prioritas pada Pekerjaan Tuhan: Kapasitas sering kali terhambat karena kesibukan pribadi. Anda harus merencanakan hidup dengan baik agar pekerjaan Tuhan tidak pernah terganggu oleh urusan keuangan, sekolah, atau manajemen. Menepati janji kepada Tuhan bahkan dalam kesulitan adalah tanda kedewasaan yang memperbesar kapasitas rohani.
  • Terhubung dengan "Sungai Pewahyuan": Anda didorong untuk beralih dari sekadar mencari informasi duniawi (seperti "Paman Google") dan mulai menjamah aliran pewahyuan yang datang langsung dari takhta Allah. Hal ini melibatkan komitmen untuk mendengar suara Tuhan di tengah kebisingan dunia agar tetap fokus pada sasaran surgawi.
  • Bekerja Sama dengan Allah Tritunggal: Meningkatkan kapasitas juga berarti belajar bekerja bersama Allah Bapa, Putra (Yesus), dan Roh Kudus secara aktif. Roh Kudus memberdayakan Anda untuk melakukan kehendak Bapa, sementara Yesus meletakkan dasarnya.

Secara ringkas, meningkatkan kapasitas bagi Roh Kudus adalah tentang penyelarasan hidup, perubahan prioritas, dan kesediaan total untuk mengikuti tuntunan Tuhan selama masa 20 tahun surga terbuka ini.



Postingan populer dari blog ini

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Membangun Rumah Perbendaharaan Tuhan

How to Live as a Storehouse Tujuan rumah perbendaharaan Tuhan supaya ada makanan Tuhan . Makanan Tuhan beda dengan makanan saudara . Makanan Tuhan ialah  melakukan pekerjaanNya dan menyelesaikannya. Bagaimana kau bersikap ketika memberikan persembahan. Itu yang lebih penting.  Bangunlah dulu perkenanan Tuhan dalam hidupmu. Bangun hidupmu sebagai rumah Tuhan terlebih dulu, bangun sebagai storehouse. Sebab hal yang sering mengganggu adalah masalah uang. Apa pun kondisi segala sesuatu untuk Tuhan itu tidak pernah boleh diubah. Itu tidak pernah diubah oleh kondisi hidup, karena Tuhan tidak pernah dikondisikan. Kewajiban saudara tidak pernah diubah walau pun krisis ekonomi terjadi. Jangan sekali-sekali kau mengubahnya. Ketetapan itu adalah sebuah hukum. Jika kau melanggar itu berarti kau akan dihukum. Ps.DjonnyTambunan_28Feb2016 Jangan berharap berkat, berharaplah akan perkenanan Tuhan.   Ini adalah prinsip untuk hidup sebagai Rumah Perbendaharaan Tuhan. Ruma...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...