Langsung ke konten utama

YESUS ANAK DOMBA ALLAH (part3)

PROSES MEMURNIKAN MOTIVASI

Yesus adalah figure Anak Domba Allah. Dia bukan hanya juru selamat pribadi saudara, tapi  juru selamat dunia dan juru selamat buat bangsa-bangsa.



I. Kejadian pertama Yesus merekrut murid-muridNya
Yoh 1:29  Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Yohanes mendapatkan dari Bapa  yang didengarnya sendiri, bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Yoh 1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Yohanes melihat Yesus sebagai Anak Allah, tapi dia memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Ini bukan penyesatkan atau penyimpangan, melainkan untuk mengenalkan Yesus secara benar. Jika Yohanes mengenalkan Yesus sebagai Anak Allah, orang-orang akan memiliki motivasi yang berbeda, sehingga orang menjadi salah motivasinya mengikuti Yesus. Tuhan menginginkan kita mengikut Yesus .
Tidak salah mengenal Yesus sebagai pemberi berkat, tapi bukan itu yang Tuhan mau. Itu bukan kehidupan yang dapat memperkenan hati Tuhan. Suatu hari pasti akan ada badai dalam hidupmu, sehingga tanpa berkat, kau akan meninggalkan Yesus dengan segera. Jika tidak ada tujuan yang sama antara Tuhan dan saudara, maka tidak akan tercapai titik-temu. Tujuan Tuhan tidak akan tercapai dalam hidupmu. Kita tidak bisa menjadi mitra Tuhan untuk menggenapi apa yang belum tergenapi.  Yohanes Pembaptis ingin mempersembahkan orang-orang yang benar dalam mengikut Tuhan.
Keyakinan Yohanes adalah Yesus Anak Allah karena Bapa mengatakan-Nya dari sorga. Ada perkataan dari sorga yang menjadi keyakinan, bukan semangatmu. Yohanes Pembaptis harus menyiapkan jalan bagi Raja yang akan datang. Jalan bukan secara fisik, tapi jalan masuk bagi orang-orang kepada Kerajaan Sorga. Saudara juga harus menjadi jalan masuk: bagi firman-Nya, bagi Roh Kudus, bagi Sang Raja di bumi ini. Selama kita menjadi jalan buat Tuhan  dari apa yang telah terjadi di sorga juga terjadi di bumi, kita akan diberi umur panjang.
Ay29. Lihat....behold.. amati, cermati, pikirkan....pahami, mengerti lebih dalam dan yakinilah....
Mengamati bukan hanya melihat secara fisik. Langit biru.... tapi juga mengamati ada awan mendung....akan ada hujan.
Behold the Lamb of God.....amati, cermati, pahami lebih dalam Dialah Anak Domba Allah.
Tujuan utama Yohanes memberitakan Yesus sebagai Anak Domba Allah adalah untuk memurnikan orang-orang yang terpikat mengikut Dia, sebelum mujizat terjadi.
Yang dulu saudara-saudara ikut Yesus karena diberkati, mengalami mujizat atau di dasarkan apa pun yang dilakukan Tuhan dalam hidupmu, berarti berada di daerah abu-abu. Jangan tetap tinggal di situ. Kita harus dimurnikan motivasi kita dalam mengikut Yesus.
Mengapa dulu saya diberikati berlimpah-limpah, sekarang seperti padang gurun.... Kita mulai merasakan ada sesuatu yang dingin dalam mengikut Tuhan.  Bahkan padang gurun itu sepertinya meluas.
Ay 35. Yohanes bersama dua orang muridnya.
Ay40. Salah satu muridnya yang mendengar perkataan Yohanes bernama: Andreas... saudara Simon Petrus.
Ay36. Yohanes mengenalkan lagi  secara konsisten: Behold the Lamb of God.
Ay37. Kedua orang murid itu mendengar apa yang dikatakan Yohanes dan pergi mengikuti Yesus.
Pada ayat 29, pesan yang sama dari Yohanes Pembaptis, bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah, tidak menarik perhatian seorang pun dari ribuan orang yang mendengarnya. Mereka tidak ada yang merespon. Baru di ayat 35-37 ini, yaitu pada keesokan harinya kedua muridnya mengikuti Yesus ketika diberitahukan bahwa Dialah Yesus Anak Domba Allah itu!
Secara etika kedua murid itu sepertinya kurang-ajar karena tidak pamitan kepada Yohanes gurunya. Bahkan matinya Yohanes Pembaptis, Andreas aja tidak berkunjung.
Sebenarnya mereka sudah diberikan pemahaman dan dipersiapkan mengenai Anak Domba Allah, hanya saja sampai hari itu belum diketahui orangnya, tapi pemahamannya sudah masuk. Hati mereka sudah disiapkan dengan benar.
Joh 1:41  Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
Joh 1:42  Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."
Andreas adalah saudara Simon. Ia membawanya kepada Yesus (ay41,42). Pada saat itu Simon tidak mengikut Yesus. Ada masa jeda sebelum Simon mengikuti Yesus
(Mat 4:18,19) Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Andreas telah menyiapkan Petrus seperti Yohanes Pembaptis menyiapkannya bagi Yesus.

II.            Ini peristiwa kedua, Yesus mendatangi Simon.  
Lukas 5 banyak orang mengerumuni Yesus. Dia terdesak. Ia melihat perahu-perahu dan naik ke perahu Simon.
(Luke 5:4)  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

(Luke 5:5)  Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Ay.5. ...tapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga..
Simon taat kepada Yesus yang telah diperkenalkan oleh Andreas kepadanya.  Mereka menangkap sejumlah besar ikan....
Mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga penuh sebanyak dua perahu. Itu tangkapan mereka yang terbesar.
Ay.8. Simon tersungkur di depan Yesus:...Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Tadi Simon taat, sekarang dia katakan dia berdosa?  Kita tidak bisa melihat dosanya apa. Sebenarnya dia katakan “Aku tidak layak buat Tuhan”.  Ini adalah buah dari “komsel” Andreas: pertama buah ketaatan, kedua; Simon mau mengikuti Yesus.
Simon sebenarnya mengatakan ia tidak layak buat hidup Yesus. Masih banyak motivasi di dalam dirinya yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada Simon.
Kita harus perbaiki keyakinan kita.
III.  Kejadiannya Yoh 1 dulu, kedua Lukas 5, baru terjadi peristiwa ini Mat 4:18-19.
(Matthew 4:18)  Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

(Matthew 4:19)  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Mereka meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  Andreas dan Simon meninggalkan bisnis mereka dan percaya kepada Yesus.  Sudah jelas alasan Andreas untuk mengikuti Yesus dan meninggalkan kehidupannya. Jadi Petrus juga sudah dididik oleh Andreas.
iv. Mat 10:1
Mat 10:1  Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Mat 10:2  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
Yesus memanggil kedua belas murid-muridNya. He had called them TO HIM.
Mari ikutlah Aku... bukan hanya untuk mengikuti, tapi mengikuti dengan benar. Jadi harus ada prosesnya, diperkenalkan dulu, tapi mengikuti Yesus sebagai apa.
Kita dipanggil bukan hanya ikut Dia, tapi juga dipanggil hidup untuk Dia. Ini panggilan yang lebih tinggi.  Ada proses yang tidak disukai orang Kristen......para gembala juga segan dan enggan mengkhotbahkan pesan ini, karena itu kemungkinan besar akan mengurangi jumlah jemaatnya. Prosesnya yaitu : proses pemurnian motivasi ..... inilah yang disebut “jalan” dan juga “jala”  masuk kepada Yesus.
Saudara juga jalan untuk mempersiapkan Bapa untuk menggenapi kehendakNya terjadi di bumi seperti di sorga.
MAT 5:8 Diberkatilah mereka yang MURNI HATINYA, karena mereka akan melihat (SEE) ALLAH.
Ini bukan “behold” tapi “see” yaitu secara fisik bisa melihat Allah.
Pada Yoh 1:29 Yohanes memperkenalkan Anak Domba Allah kepada orang banyak dan tidak ada seorang pun tertarik.
Pada Yoh 1:35 Dia hanya mengatakannya kepada dua orang muridnya.
Pahami prinsip dan pola ini. Hanya mereka yang murni yang mengikuti Yesus kemana pun, sebagai Anak Domba Allah (Wahyu 14).
Kis 8:26-               FILIPUS DAN SIDA-SIDA DARI ETIOPIA
Di Kis 6 dijelaskan Filipus bukanlah salah satu dari para rasul. Dia adalah jemaat gereja mula-mula.
Dia termasuk 7 orang yang terpilih melayani meja (ay5), memiliki reputasi yang baik, penuh Roh dan penuh hikmat.
Penuh Roh bukan hanya bisa bahasa Roh. Jemaat Korintus juga penuh Roh, tapi ada dosa zinah, ada perpecahan... Penuh Roh yang sebenarnya memberikan kebebasan kepada Roh untuk melakukan apa saja dalam hidupnya.
KIS 8:4 FILIPUS DI SAMARIA. Pelayanan pertama Filipus adalah mengurusi para janda. Tapi pelayanan berikutnya adalah pelayanan di Samaria. Sekarang satu kota bertobat, karena pemberitaan Filipus (ay6 dan ay8).
Jika saudara seperti FILIPUS setelah mampu mengubahkan satu kota, terjadi kebangunan rohani besar-besaran di Samaria, malah dia diutus oleh malaikat (bukan Roh) ke jalan yang sunyi.... dan hanya untuk bertemu dan melayani satu orang saja, seorang pembesar kepala perbendaharaan negeri Etiopia.
Saudara hanya bisa menjawab “ya” jika motivasimu murni.
Kis 8:26  Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.
Seorang malaikat Tuhan mengutusnya...
Filipus taat kepada perkataan Malaikat itu. Kemungkinan Filipus mendapatka mimpi, sebab kata Malaikat itu : “Bangunlah dan berangkatlah......” (Kis 8:26).
Ketika itu dia sedang membaca dari kitab nabi Yesaya dalam perjalanan pulang dari Yerusalem. Kepergiannya menempuh perjalanan 2 minggu  pergi-pulang lamanya dan dia tidak  mendapatkan apa-apa.  Pada waktu itu belum lama terjadi-nya peristiwa yang menggemparkan seluruh dunia, yaitu kenaikan Yesus ke sorga. Ini yang mungkin menarik perhatiannya dan menggerakan dirinya sehingga ia datang dari Etiopia ke Yerusalem.
Act 8:29-30  Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"  Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"
Ini adalah perintah dari level yang lebih tinggi, sebab mulanya malaikat yang berkata-kata, dan karena Filipus taat, sekarang Roh yang berkata-kata.
Roh sekarang berbicara kepada Filipus untuk mendekati kereta dan bergabung dengan pembesar itu.  Sida-sida tidak mengerti dengan nas yang sedang dibacanya.
Act 8:31  Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
Act 8:32-34  Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.  Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
Tidak ada yang kebetulan bahwa ia sedang membaca mengenai Yesus Anak Domba Allah.
Maka berangkat dari nas itu, Filipus yang memiliki Roh Hikmat dan Pengertian menjelaskan siapa Yesus sebenarnya kepada pembesar Etiopia yang tidak mengerti. Oleh Filipus, pembesar dari Etiopia ini diperkenalkan kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah yang disembelih.
Act 8:35-38  Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.  Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
Sekarang sida-sida ini ingin naik ke level berikutnya dan ingin dibaptis.
Act 8:37  (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
Sebelum dibaptis kau harus memiliki keyakinan terlebih dahulu, jika tidak kau tidak akan mampu untuk berjalan-jauh mengikut Yesus.
Mengapa sida-sida itu memiliki keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah? Padahal Filipus menjelaskan kepadanya bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah.  Apa yang terjadi?  Karena berdasarkan penjelasan Filipus itulah timbul keyakinannya yang murni, bahwa Yesus Kristus itu adalah Anak Domba Allah.
Act 8:38  Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
Pembesar dari Etiopia ini memiliki kelaparan dan kehausan yang besar, oleh sebab itu dia mendapatkan bantuan intervensi sorga, sehingga Tuhan mengutus Filipus kepadanya.
Act 8:39  Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
Tiba-tiba Filipus menghilang, berarti tidak ada lagi bimbingan dari Filipus. Namun kita tidak usah meragukan apa yang telah terjadi kepada sida-sida ini. Sebab sejak saat itu Etiopia menjadi negara Kristen yang pertama di Afrika.
Dia adalah seorang pejabat dan pasti  dia menjelaskan mengenai Yesus sebagai Anak Domba Allah, maka kemana pun dia bisa mengikuti kemana Anak Domba itu pergi. Kenapa? Karena dia menemukan Yesus itu sebagai figure Anak Domba Allah. Dan dia bisa tunjukkan bagaimana Allah bekerja dalam hatinya.   
Act 8:40  Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.
Etiopia itu ke selatan. Kaisarea itu ke utara. Artinya bahwa orang ini teguh (steadfast) dan memiliki kuasa untuk mempengaruhi orang lain, sama seperti Simon.
Mana yang lebih hebat, Andreas atau Petrus? Jelas Petrus, tapi lihat kontribusi dari Andreas.

Isa 52:13  Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
Isa 52:14  Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--
Isa 52:15  demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
Ada hal-hal tertentu Tuhan ijinkan bahwa itu tidak sesuai dengan ukuran kita untuk memurniikan kita.  Sida-sida tidak memiliki pengertian, datang Filipus yang memiliki Roh Hikmat sehingga ia mengerti. Orang-orang yang levelnya tinggi seperti pembesar Etiopia ini menjadi tercengang.
Isa 53:1  Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Isa 53:2  Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
Taruk adalah batang. Sebelum batang harus ada akar. Akar tidak ada kalau tidak ada benih.
Isa 53:10  Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya (SEED), umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Yesus adalah benih Tuhan, tumbuh menjadi pohon, yang berbuah dan akan ada benih-benih yang lain. Sebagian benih dimakan dan sebagian benih ditanam kembali. Haruslah benih itu dari Tuhan dan ditanam di tanah yang baik.
Apakah saudara mau mengikut orang  yang tidak ada daya tariknya?
Isa 53:3  Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
Ini adalah pemimpin yang tidak menarik sama sekali, tapi ini akan memurnikan motivasimu. Ia bukan pemimpin yang populer, sebaliknya ia sangat di hina. Semua ini mengenai fisik Yesus.
Isa 53:4  Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Isa 53:5  Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Isa 53:6  Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Tuhan bersama-sama manusia menghancurkan Dia.  Apakah kita masih mau mengikuti orang yang kepadanya Tuhan telah menimpakan sesuatu yang buruk?
Isa 53:7  Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Isa 53:8  Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
Isa 53:10  Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Yesus diperkenalkan bukan sebagai pribadi yang diperkenan, tapi yang diremukkan dengan kesakitan. Ayat 10 ini bukan bukan Yesus, tapi buat saya dan saudara. Dia nyatakan kepada kita, seolah-oleh Ia bertanya: apakah kau masih mau mengikuti seseorang yang Tuhan berkehendak menghancurkan hidupnya?
Tadi dia akan melihat benihnya (His seed) atau benih Tuhan. Sekarang benih Tuhan itu ditanam dalam dirimu, yaitu benih yang sama yang ditanam dalam Yesus.
Isa 53:11  Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
Tuhan tetap memandang dia sebagai orang benar.
Isa 53:12  Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Kita adalah pemberontak-pemberontak.
Tuhan memberikan Dia  1) orang-orang besar sebagai rampasan dan 2) orang-orang kuat sebagai jarahan.
Orang Besar: Paulus dan Petrus.
Kis9
Saulus adalah orang besar yang ditangkap Tuhan dalam peristiwa Damsyik. Dia dipilih untuk mejadi alat pilihan bagi Tuhan sendiri, kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Yesus pertama-kali perkenalkan dirinya kepada Saulus sebagai “Yesus yang kau aniaya” atau sebagai Anak Domba Allah.
Saulus menganiaya Tubuh Kristus, sehingga Yesus juga merasakannya. Ini pewahyuan yang diberikan Tuhan kepada Paulus sehinggga  dia tetap kuat, tetap teguh sampai pada akhirnya.
Act 9:15  Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.  Act 9:16  Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Paulus menemukan  Yesus sebagai Anak Domba, tapi dia juga diutus sebagai anak domba yang akan mengalami banyak penderitaan.
Orang Kuat: Sida-sida Ethiopia.  Sida-sida Etiopia in menjadi orang kuat, oleh sebab itu dia tidak memerlukan bantuan rasul-rasul untuk mengubahkan negerinya. Tidak ada follow up, tapi ribuan tahun lamanya Etiopia tetap menjaga kepercayaannya.
Jikalau kita betul-betul mengikut Yesus sebagai Anak Domba Allah kita akan menghasilkan buah-buah: orang-orang kuat dan orang-orang besar.
Kita harus yakin kepada Yesus bukan karena apa yang telah diperbuat bagimu, tapi karena Ia adalah Anak Domba Allah.
Ps. Djonny Tambunan   9-Okt-2016

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...