Langsung ke konten utama

REALITA KERAJAAN SORGA

Bagaimana kita mengalami realita Kerajaan?
Kerajaan bukan hanya untuk diwarisi, tapi untuk menakhlukkan.

Matius 25
Perumpamaan  Kerajaan Sorga itu seperti sepuluh gadis yang PERGI MENYONGSONG.
Harus alami realita. Ada yang gagal, ada yang berhasil.

(Mat 25:14)  "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Bukan hanya uang, tapi karakter, tanggung-jawab yang dipercayakan oleh Tuhan kepada hidup saudara. Saudara harus bisa dipercaya oleh Tuhan.

1. Ukurannya adalah waktu yang tepat. Realita kerajaan diukur dengan waktu yang tepat. Ini bukan soal pertobatan terima Tuhan Yesus, tapi ini mengenai mencapai garis akhir. Dia mempunyai batas waktu, dan saudara harus tepat, jangan mengulur waktu. Jangan berdagang dulu, jangan tunggu menikah dulu dan alasan yang legal lainnya. Ay 12. Aku tidak mengenal kamu.
Kau harus mempunyai ciri yang tetap bisa dikenali oleh Tuhan. Jangan sampai kau didiskualifikasi. Perobahan waktu, kau berobah. Jangan ulur-ulur waktu. Jika Tuhan bilang beri persembahan, beri persembahan. Sebaliknya jika kau harus berubah, berubalah. Jaga jiwamu, jaga karaktermu, jaga dirimu, jaga kondisimu, tidur cukup supaya semuanya itu bisa mencapai garis akhir. Serahkanlah tubuhmu dipakai alat oleh Tuhan. Jangan makan apa saja yang kau sukai. Ini bukan persoalan makanan. Tapi juga soal ego. O..apa yang ku mau aku makan. Jangan egomu membuat kau seperti itu. Kau harus alami realita kerajaan. Kasihi diri saudara melakukan  segala sesuatu. Pada waktu usia lanjut pun Tuhan mengenal engkau. Realita kerajaan akan mengatur seluruh gerak hidup saudara.

2. Jadilah bijaksana. Jangan bodoh. Ada 5 gadis yang bijak, 5 yang bodoh. Hidup ini pilihan. Kerinduannya sama, buat menyambut mempelai dan menyambut kerajaan. Tapi kerinduan tidak cukup, harus bijaksana. Bagaimana menjadi orang yang bijaksana?

 (Mat 7:24)  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Membangun di atas batu lebih sulit. Ada harga lebih yang harus dibayar. Orang yang mau membayar lebih demi realita Tuhan, akan mendapatkannya.

Kekuatan rumah itu adalah batu karang (mengandalkan batu karang), bukan kekuatan rumah itu lagi ketika badai dan hujan datang. Mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya. Setiap perkataan Tuhan, lakukan. Lakukan dalam pikiran dan perasaan. Firman mengatur pikiran dan perasaan.

Sepuluh gadis menunggu sampai tengah malam. Terjadi pada waktu kegelapan. Pelita bukan untuk menerangi seluruh dunia, tapi hanya untuk menerangi mereka sendiri. Bisa melangkah dengan benar, berjalan dengan benar. Karena ada pelita Roh Kudus dalam hidup saudara, yaitu firman, yang membuat kita bijak. Firman itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Ini bukan hal yang egois, tapi untuk melindungi diri saudara. ROH KUDUS mendatangi untuk menyingkapkan apa yang ada pada diri saudara, itu seperti pelita. ROH KUDUS itu bukan hantu (ghost) tapi Holy Ghost atau Roh Suci.

(Joh 16:13)  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KUDUS mendatangi hidup saudara; Ia mau menerangi dirimu dengan kebenaran. Menyingkapkan diri saudara segala sesuatu yang tersembunyi. Ia tidak pernah mendakwa, tapi ia menginsyafkan.  Ia coba memimpin hidup saudara kepada kebenaran. Saudara harus merespon, sebab Ia datang dengan firman. Beda firman, beda kebenaran. Kebenaran sudah jadi realita. Orang di luar tidak bisa membedakan mana yang benar. Bahkan mereka melegalkan kesalahan seolah-olah dosa itu legal. Itulah kekelaman dunia. Tapi saudara tidak dikuasai kekelaman dunia, karena saudara mempunyai ROH KUDUS yang memimpin saudara kepada kebenaran. Firman yang dia bawa jika saudara merespon dengan benar dan bukan dengan pikiran dan perasaan; tapi dengan pimpinan ROH KUDUS akan membawa saudara kepada kebenaran. ROH KUDUS mengarahkan saudara firman yang saudara terima itu menjadi daging, menjadi nyata, menjadi kebenaran.

Kita menghadapai kekelaman dan kegelapan dunia. Ini bukan soal cahaya tapi soal kehidupan yang gelap. Sulit menjumpai orang yang bisa dipercaya, tapi orang yang dipimpin ROH KUDUS bisa dipercayai.

Kabar gembiranya begini. 10 gadis itu menyongsong mempelai. Jangan khawatir menghadapi kegelapan selama saudara memiliki pelita ROH KUDUS. Jangan biarkan ROH KUDUS tetap menjadi Roh tapi jadikan Ia menjadi pelita yang menerangi hidup saudara. Hiduplah teliti dengan firman. Setiap firman diteliti dan harus tergenapi dalam hidup saudara.
Gadis bijak membawa pelita dan juga minyak. Artinya mereka persiapkan untuk jangka waktu panjang.

4. Gadis bijak memiliki passion atau kerinduan yang dalam untuk sampai pada garis akhir sehingga mereka memberikan ruang dan tempat kepemimpinan bagi ROH KUDUS yang lebih luas lagi. ROH KUDUS mengambil alih seluruh hidup mereka. Target mereka adalah Sang Mempelai, berjalan bersama Sang Mempelai karena keadaan yang gelap, sampai pada garis akhir.

ROH KUDUS membawa saudara, mengendalikan rohmu dan mengambil alih rohmu. Hidup saudara harus diambil- alih oleh ROH KUDUS. Tapi seringkali saudara membangkang.  Bagaimana saudara bisa dipimpin ROH KUDUS? Saudara harus membuat notes supaya bisa mengenal Firman lebih lagi. Hidup dalam ketaatan dan bukan hidup sembarangan. Upgrade hidup saudara selama masih punya nafas. Pakai standar Tuhan dalam rumah Tuhan. Itu yang saya pakai, bukan standar saya atau standar saudara. Jadi Tuhan memberkati hidup saudara, jika saudara didisiplin.  Setiap notes yang saudara kirim, pasti saya baca untuk mengukur spirit saudara. Gadis yang bijak ini hebatnya bisa mengukur, bahwa minyak ini harus cukup sampai dengan fajar menyingsing.

5. Kita tidak bisa hidup sembarangan. Itu seperti gadis-gadis yang bodoh yang tidak akan mengalami realita kerajaan.  Bahkan supporter sepakbola menyiapkan diri sebaik-baiknya dan dengan penuh semangat. Upgrade hidup saudara menjadi orang yang bijaksana. Upgrade juga dalam hal teknologi, komputer, komunikasi. Jangan rendah hati dengan berpura-pura. Itu rendah diri yang artinya juga keakuan. 10 gadis tertidur. Bukan berarti mati, tapi walau pun dalam kondisi lemah kita tetap terjaga. Kita memiliki pelita sehingga tetap terlindung. Tengah malam tanpa pelita berbahaya karena binatang buas, karena kriminalitas. Target dunia adalah gerejaNya, yaitu saudara. 10 gadis tertidur, seolah-olah hidup kita sudah dikuasai dunia. Mengantuk disebabkan adanya zat yang keluar dari otak kita; menyelubunginya.

6.  Berjaga-jagalah walau pun ada banyak kelemahan. 5 gadis yang bijak punya kelemahan juga. Beruntung kita memiliki pelita. Jadi jangan lihat kelemahanmu. Jangan berkutat dengan kelemahanmu. Perlindungan. Waktu tengah malam terdengar suara orang berseru. Dunia akan berkata, mereka gadis-gadis yang tidak benar. Gadis-gadis = gereja. Mempelai laki-laki = Tuhan. Saudara mempunyai banyak kelemahan, tapi bukan berarti saudara tidak maju. Ada perlindungan.

7.  Apa yang membuat saudara tetap siap pada waktunya?
a.       Saudara fokus ingin berjalan bersama Mempelai laki-laki.
b.      Saudara memiliki kerinduan yang kuat.
c.       Saudara memiliki hikmat untuk mencapai itu.
d.      Saudara mimiliki nilai-nilai kerajaan

8.  Kita akan berjalan bersama-sama dengan Mempelai Laki-laki. Pasti, segala jerih-payahmu tidak akan sia-sia. Kau akan berjalan bersama Dia bukan sebagai Yesus yang terlahir. Bukan sebagai Yesus yang disalib. Bukan sebagai Yesus yang telah bangkit. Bukan dengan Yesus yang telah menyembuhkan orang, melakukan mujizat dsb. Tapi kita akan berjalan dengan Yesus sebagai Raja segala Raja, sebagai Mempelai Pria. Itu sebabnya saudara harus masuk kepada realita Kerajaan Sorga.

9. 5 gadis bodoh kembali lagi, tapi pintu sudah ditutup. Tuhan untuk semua umat manusia, tapi KerajaanNya tidak untuk semua umat manusia. Akan ada pintu-pintu kerajaan yang ditutup hanya bagi mereka yang memerlukan Tuhan. Tapi hanya kepada mereka yang menyiapkan dirinya untuk Kerajaan Sorga. Diberikan kunci pintu-pintu kerajaan artinya kehidupan yang dibangun oleh Tuhan seperti kunci. Dimana dan kapan saja saudara ‘action’ maka sorga akan terbuka.
 (Rev 19:6)  Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

(Rev 19:7)  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Gereja adalah mempelai wanita Ef 5:22.

Kau harus mempersiapkan diri dari 5 gadis bijak menjadi mempelai. PengantinNya telah siap sedia. Kau akan disatukan Putra dan Gereja. Bukan jalan mengiringi Mempelai Pria.

Titik final realita kerajaan adalah Gereja menjadi Mempelai Wanita.

Gadis-gadis menunggu dan tertidur. Tidak cukup memenuhi syarat menjadi Mempelai. 5 gadis bersiap bukan untuk menikah, tapi menyongsong. Masih ada perjalanan rohani. Kau butuh perjalanan rohani bersama-sama Mempelai Pria sehingga tau bagaimana mengubah pakaian saudara.
(Rev 19:8)  Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Kristus telah siap, tapi kau belum siap. Kita harus berjalan bersama-sama dengan Kristus sehingga aku bisa membenahi hidupku, jatidiriku, sifatku, karakter, sehingga tadinya aku berpakaian yang layak sebagai tamu, menjadi layak berpakaian sebagai Mempelai Wanita.
Mat 22
Undangan-undangan yang pertama tidak layak, karena mereka menolak. Jika kau berpendapat sulit untuk mencapai realita sorga, tamatlah saudara.
Yang penting dalam kerajaan adalah pakaian. Sebab pakaian itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus. Lenan halus hanya untuk para bangsawan, kerajaan. Lambang perbuatan-perbuatan yang benar, bukan perbuatan-perbuatan yang baik.

Selama kau berjalan bersama Kristus harus kau ganti pakaian itu. Sebab ada hari di mana menjadi titik final.

Tanggalkan pakaian-pakaian yang lama, meskipun itu pakaian rohani sampai suatu saat pakaian rohani itu menjadi pakaian Mempelai Wanita.





Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...