Langsung ke konten utama

TUJUAN UTAMA GEREJA

source: /image.slidesharecdn.com/
Tujuan utama Gereja bukan penginjilan tapi mewakili peranan-Nya di bumi ini, memaparkan dan menyajikan  (merepresentasikan dan mempresentasikan) Yesus Kristus seutuhnya di bumi ini .

Yoh 14:19-24
(Joh 14:19)  Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.

(Joh 14:20)  Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.



Kita tidak pernah akan bisa mewakili seseorang tanpa kita kenal dekat dan intim dengan orang itu. Contoh kita tidak bisa mewakili sebuah produk seperti asuransi, MLM, atau mobil. Jika saudara tidak bisa mengenali mobil itu, spesifikasi, teknisnya atau pun fitur-fiturnya harus saudara kenali. Dengan antusias dan semangat kau jelaskan kelebihannya dan mengapa orang harus membeli mobil itu bukan mobil yang lain. Seorang dutabesar tidak bisa memaparkan dan menyajikan Indonesia jika tidak bisa mengerti kebudayaan dengan baik, tidak mengenal presidennya dengan baik maka ia tidak bisa mewakili Indonesia.

Gereja harus bisa menampilkan dan memaparkan Kristus dengan seutuhnya. Bagaimana bisa? Jika kita kenal Kristus dengan baik dan seutuhnya. Kristus yang ada di dalam kita bukan lewat pengetahuan tau pembacaan Alkitab; tapi karena lewat pewahyuan yang kita dapat dari Bapa. Pewahyuan itu hanya datang jika kita taat kepada firman dan perkataan Tuhan. Contohnya adalah Simon Petrus. Pewahyuan yang diterima dari Bapa: You are the Christ the son of the living God. Simon bisa menerima itu karena ia seorang yang buka diri dan belajar taat apa yang Tuhan perintahkan walau pun dia banyak kekurangan. Dia selalu mau taat dan mau memberi dirinya, selalu mau kembali kepada Tuhan.

Kenapa dunia tidak akan bisa melihat Yesus lagi? Karena Yesus naik ke sorga duduk di sebelah kanan Bapa.

Siapa sekarang yang mewakili Kristus yang bisa memaparkan dan menyajikan Kristus? Kita, gerejaNya. Kita akan tetap dapat melihat Yesus. Kenapa? Sebab Aku hidup dan kamu pun hidup. Hidup yang bagaimana. Hidup yang seperti Kristus. Kristus yang hidup di dalam kita. Kita bisa melihat Yesus kalo gereja hidup sama seperti Kristus. Kita tidak hidup menurut diri sendiri, tapi hidup kita bukan kita sendiri lagi, melainkan Kristus yang hidup dalam aku. Bukan lagi tujuan kita, tapi kehendak dan tujuan Tuhan. Jadi kita bisa tetap terhubung dengan Yesus, tetap mengenal Yesus dan dapat menampilkan Yesus.

(Joh 14:20)  Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Ketika gereja ada dalam posisinya yaitu dalam mandatnya Tuhan, maka waktu itulah kamu akan tau, Yesus merumahi Bapa. Yesus merumahi kita dan kita merumahi Kristus. Artinya kita saling merumahi. Kita memberikan keleluasaan dalam hidup kita. Dia bebas mengerjakan apa pun. Tidak ada yang belum kita serahkan, tapi semua telah diserahkan. Dia memegang kunci dan memegang otoritas, tidak speerti jemaat Laodikia di mana Yesus harus mengetuk pintu. Kalo Yesus memegang kunci, tidak tidak perlu mengetuk. Kalo Dia memiliki kunci Dia tidak perlu mengetuk. Yesus orang yang sopan tidak sperti iblis yang mencuri, membunuh dan membinasakan. Kristus seolah-olah tamu, tidak punya hak, tidak bebas, tidak bisa datang dan pergi seenanknya. Tamu harus datang pada jam yang tepat. Jika pun Yesus ada di rumah, Dia pun tidak bisa bebas bergerak.

Kristus harus bebas bergerak dengan leluasa, kita harus dapat merumahi Kristus. Kristus di dalam Aku, sehingga kita bisa menampilkan Kristus. Tidak ada yang belum diserahkan, tapi sepenuhnya kita taat pada kehendakNya.


(Joh 14:21)  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."


Ay21 Adalah kunci untuk jemaat masa depan untuk menampilkan Kristus ialah memegang firman Tuhan.

Simon mengatakan, karena Engkau yang mengatakannya, maka akan aku lakukan juga, maka mujizat terjadi.

Yesus memanifestasikan diriNya kepada kita, sehingga kita dapat menerima pewahyuan. Tuhan menyatakan diriNya kepada saudara.

(Joh 14:22)  Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"


Ay22.  Jangan berikan berlian kepada babi. Tuhan tidak mengungkapkan pribadinya hanya kepada orang-orang yang menghargai firman, memegang perkataannya, yang mau taat.


(Joh 14:23)  Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

(Joh 14:24)  Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Ay23.  Make our home with him…. Kalimat ini dari ayat ini, adalah menuruti firman. Standarnya adalah menuruti firman. BapaKu akan mengasihi orang yang menuruti firman. Mentaati, memegang erat-erat firman Tuhan.  Perhatikan. Contoh pengajaran yang menyesatkan adalah tentang bagaimana Tuhan itu bergerak. Bagaimana cara membuat Tuhan bergerak, turun dari sorga, bagaimana Tuhan menjawab doa.

Selama ini kita mengajarkan Yesus bergerak karena belas kasihan. Karena belas kasihan Yesus sembuhkan orang. Karena belaskasihan Tuhan turun dari sorga. Karena doa orang kudus Tuhan menjawab doa kita, ketekunan kita, karena doa kita berapi-api. Apa itu betul? Tuhan itu tidak bertindak atau bergerak karena itu. Camkan ini. Jadi bagaimana Tuhan itu mulai bergerak dan mengasihi kita. Baca lagi Yoh 14:23. Titik awalnya Tuhan mulai bergerak adalah ketika kita mentaati firmanNya, memegang erat firmanNya. Itulah yang membuat Dia bergerak, bahkan Dia memindahkan alamatNya kepada kita; ke dalam hidup kita.

Ketika Dia menemukan satu orang yang memegang firman dan menuruti firman. Bahkan tanpa berdoa. Bukan Cuma di bibir kita mengatakan dan bernyanyi: Aku mengasihi engkau Yesus. Bagaimana kita membuktikan kita mengasihi Tuhan? Dengan melakukan firman. Bukan karena belas kasihan Tuhan bergerak.  Kalo Tuhan bergerak karena belas kasihan tidak hanya satu orang saja yang disembuhkan di kolam Betesda. Bukan karena doa saudara Tuhan bergerak, tapi karena ketaatanmu.

Apa kah Tuhan bisa mengabulkan doa saudara? Bisa, karena itu hak saudara. Tapi apa yang diberikan bukanlah keinginan Tuhan tapi keinginan saudara. Itu bisa membuat kita tidak berkenan, tapi apa yang diberikan pasti berkenan. Tuhan seringkali memberikan dan mengijinkan permintaan saudara seperti orang Israel yang meminta raja. Tuhan berikan Saul tapi itu bukan keinginanNya, sebab Dia lah Raja segala raja. 

Kita seringkali salah berpikir: Kita selalu beribadah, memberikan persembahan dst akan menyebabkan Tuhan bergerak. 

Tujuan utama gereja masa depan pertama adalah mewakili peranan Kristus seutuhnya (representing); memaparkan dan menyajikan Kristus (presenting)

Gereja Masa depan harus menjadi pusat aktivitas ilahi dan campur tangan ilahi.

Aktivitas bukanlah pelayanan; kunjungan; mengunjungi mereka yang sakit dan lemah. Aktivitas ilahi adalah campur tangan Tuhan. Bukan KKR, bukan komsel, bukan penginjilan atau pemahaman Alkitab. Itu bukan campur tangan Tuhan. Semua aktivitas dan program-program itu bukanlah campur tangan Tuhan. 

Gereja itu harus betul-betul menjadi pusat campur tangan. Dia harus bekerja melalui seseorang; memakai gerejaNya untuk menyatakan pribadiNya di muka bumi ini. Tuhan pertama-tama harus lebih dulu menjumpai Abraham; karena hanya Abraham yang saat itu siap. Kej 18:1-3

(Gen 18:1)  Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

(Gen 18:2)  Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

(Gen 18:3)  serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.

Kenapa Tuhan mau menjumpai Abraham? Karena Tuhan mau bergerak di bangsa-bangsa. Dia mau mencampuri Sodom dan Gomorah. Dia memerlukan titik masuk (poin of entrance) yaitu Abraham.

Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemah. Dia tidak hanya fokus pada keadaan kemahnya; kepada gereja lokalnya. Pada saat panas terik; keadaan yang tidak baik; dia memikirkan hal-hal yang di luar. Janganlah engkau melewatiku…janganlah melampau hambamu ini. Abraham bersikap demikian; dia mau bergerak bersama Tuhan. Gereja jangan sibuk dengan keadaan internal, cuek terhadap keadaan kota dan bangsa.

Kita harus membuka mata kita; stand by dan menyongsong Tuhan ketika Tuhan sedang bergerak; sujud dan menyembah; mau terlibat denganproyek Tuhan. Yang terjadi kemudian adalah negosiasi Tuhan dengan Abraham. Nasib Sodom-Gomorah tergantung Abraham. Tuhan sudah menyerahkan nasib dua bangsa Sodom-Gomorah kepada Abraham. Itulah Abraham, menjadi aktivitas Tuhan di mana Tuhan campur-tangan atas bangsa-bangsa dan Abraham menjadi pusatnya.

Sebab ia menanti-nantikan kota  yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. Ibrani 11:10

Jangan aktivitas-aktivitas seperti komsel, koperasi dan yayasan hanya untuk kepentingan kita sendiri.

Pada gereja mula-mula mereka bertekun pada pengajaran rasul-rasul; bertekun dalam pengajaran Tuhan. Juga mereka bertekun dalma fellowship; saling mendahulukan yang lain; menganggap yang lain sebagai saudara yang memiliki satu tujuan, satu hati, supaya mereka mendorong satu dengan lain bertumbuh dalam iman dan tujuan. Mereka memecah roti bersama-sama; mati dari kepentingan dirinya; mengingat kematian Tuhan; meningkatkan roh pengorbanan mereka. Mereka bertujuan bukan untuk tujuan diberikati, bukan untuk diri-mereka, bukan supaya mereka menjadi lebih baik. Mereka sudah menyalibkan diri mereka; bahkan menjual kepunyaan mereka; untuk kepentingan Tuhan.

Kita harus memprogram ulang dan mengevaluasi aktivitas gereja hanya untuk tujuan Tuhan. Bukan untuk tujuan gereja.

Tujuan Tuhan atas gerejaNya tidak pernah berubah. Program gereja harus mengacu pada tujuan Tuhan, bukan demi kebutuhan manusia. Jika kita berdoa untuk kebutuhan-kebutuhan untuk kesembuhan dan berkat, lebih baik ditiadakan saja. Kalo komsel hanya untuk membuat saudara lebih baik, lebih baik dihentikan. Jadi kita harus mengacu supaya gereja berpikir ulang sehingga aktivitas yang ada itu membuat Tuhan campur tangan dan bergerak dalam hidup kita. Jika komsel itu tidak membuat Tuhan bergerak dan membuat campur-tangan ilahi lebih baik dihentikan.

Kita harus selaraskan dan usahakan sungguh-sungguh itu menghadirkan Tuhan membuat Tuhan bergerak, ada aktivitas ilahi, Tuhan menyatakan diri. Tuhan bergerak. Bukan untuk kita membuat aktivitas saja; tapi harus punya tujuan yaitu menyiapkan orang-orang supaya hidupmu dan keadaanmu bisa membuat Tuhan bergerak di bangsa-bangsa.

Gereja Rumah Sakit

Kita tidak boleh memelihara orang-orang sakit terus ada dalam gereja: kunjungan; didoakan, konseling, dst. Jangan kita biarkan itu terus terjadi, tapi jemaat harus dilatih dan disiapkan supaya dapat digunakan untuk tujuan Tuhan. Abraham melatih 380 orang yang ada di dalam rumahnya. Mereka dilatih dan disiapkan sehingga semua siap menyambut datangnya Tuhan yang sedang bergerak pada bangsa-bangsa. 

Tuhan jangan lalu daripadaku, singgahlah dulu. Duduk dulu, basuhlah dirimu dan makanlah roti. Kej 18:6.  Seisi rumah Abraham menjadi sibuk melayani Allah yang sedang bergerak di bangsa-bangsa; termasuk Sarah sendiri, pembuat roti serta bujang-bujangnya. Semua aktivitas gereja harus menyiapkan saudara-saudara supaya saudara bisa berperan diluar gereja untuk Tuhan yang bergerak di bangsa-bangsa.

Saudara harus dapat berperan di luar sana: jangan berbohong, jangan korupsi, jangan curang dalam berbisnis, jangan menyontek. Di gereja aktif dan hebat; jadi pemusik, jadi WL, jadi usher; tapi di luar sana tidak bisa berbuat apa-apa. Di gereja ngomongnya jago tapi di luar sana tidak bisa apa-apa. Kita harus bisa menampilkan Kristus di luar sana, bukan di gereja. Bukan terhadap saudara satu dan yang lain, tapi tampilkan kepada dunia. Saudara harus bisa berperan di luar sana. Panggilan utamamu di luar sana bukan di gereja. Tampilkan nilai-nilai hidupmu, keteguhan hatimu, integritasmu, sikap yang kuat dan ketegasan untuk tidak berbuat dosa dan curang di luar sana. Tugas gereja adalah menyiapkanmu.

Kis 13:
(Act 13:2)  Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

(Act 13:3)  Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Ketika mereka bersiap-siap melayani , berdiri di hadapanTuhan, Roh Kudus datang dan berbicara kepada mereka untuk memisahkan Saulus dan Barnabas bagi Tuhan untuk tugas yang Tuhan telah siapkan bagi panggilan mereka. Panggilan saudara adalah untuk melayani Tuhan. Gereja melatih, membentuk, memberikan makanan rohani supaya saudara siap bagi pekerjaan Tuhan yang sudah ditentukan. Saudara harus siap untuk tugas diluar sana. Barnabas dan Saulus disiapkan untuk tugas di bangsa-bangsa. Ketika Tuhang ingin bergerak dan melakukan sesuatu bagi masyarakat dan bangsa, maka Tuhan akan memakai gerejaNya yang sudah siap. 

Itu sebabnya saudara harus mau dilatih, dibentuk, diperlengkapi dan disiapkan bukan untuk berkat atau kebutuhan hidupmu. Berkat itu otomatis mendatangi.

Bagianmu adalah menuruti firman, sehingga berkat itu datang otomatis; tidak perlu dipikirkan lagi. Itu yang harus terjadi. Relakan hidupmu untuk dibentuk, diajar, dilengkapi di rumah rohani. Ambil bagian dari tujuan Tuhan dalam gerejaNYa. Tunjukkan dirimu diluar sana; menjadi karyawan yang punya integritas, jadi orang-tua yang bisa jadi contoh.


Yoh 5:5  adalah jenis gereja yang melayani kebutuhan orang-orang, bukan kebutuhan Tuhan.
 Pintu Gerbang Domba berbicara tentang gereja. Di gereja berbaring sejumlah orang sakit: yang buta, yang timpang dan yang lumpuh. Inilah sejenis gereja yang pada waktu itu Tuhan datangi. Gereja ini terfokus pada kebutuhan-kebutuhan dan dipenuhi orang-orang sakit. Yang banyak adalah orang-orang sakit bukan secara jasmani, tapi secara roh yaitu orang-orang buta. Mereka tidak bisa melihat ketika Yesus datang. Mereka punya kebutuhan. Mereka senang kalo khotbahnya tentang berkat, tanpa mengerti maksud Tuhan. Mereka tidak bisa melihat Tuhan bergerak. Walau pun sudah puluhan tahun mereka tidak memiliki tujuan. Gereja hanya memiliki program-program yang bertujuan untuk kebutuhan-kebutuhan mereka

Gereja sudah bingung berkhotbah apa lagi: tentang berkat, tentang kasih. Lalu mereka melakukan pelepasan, menengking-nengking setan dan roh jahat, dst. Gereja lalu mengadakan angket tentang apa yang harus dikhotbahkan, bagaimana dikhotbahkan. Di gereja banyak orang yang timpang; yang lemah; yang tidak ada bedanya dengan orang dunia berbisnis. Ada majelis yang dijuluki jelmaan iblis karena mencaci-maki demikian rupa karena rugi bisnis. Orang lumpuh tidak bisa bergerak-bebas. Jadi gereja fokus hanya pada kebutuhan dan pelayanan. Orang-orang ini atau jemaat ini akan makin lama makin buruk keadaannya.

Tuhan menghampiri orang (gereja) lumpuh yang sudah 38 tahun; tidak ada orang yang mau menolongnya; mereka egois dan mendahulukan diri sendiri saja. Yang penting mereka menjadi lebih baik, lebih rajin, lebih maju, tapi tidak menyadari mereka makin egois, tidak peduli pada orang lain. Semakin banyak terjadi gesekan dalam jemaat; pemimpin diprotes dan akhirnya terjadi ketidak-puasan karena kebutuhan tidak terpenuhi. Pemimpin tidak memperhatikan, pilih kasih dan alasan lainnya; karena mereka berpusat pada tujuan manusia bukan tujuan Tuhan.

Ay14.
(Joh 5:14)  Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Orang ini mempunyai kelemahan (infirmities) bukan paralyze (lumpuh) selama 38 tahunnya. Apa dosa orang ini? Sebab Tuhan mengatakan ia telah berbuat dosa. Orang ini memiliki kelemahan hanya bergantung pada manusia (pertolongan orang lain); tergantung pada goncangan atau kegerakan lama. Orang ini sudah sakit sebelum Yesus lahir. Orang ini fokus pada kegerakan Tuhan di masa lampau dan itu adalah dosa. Orang ini juga berdosa karena tidak percaya. 

Adalah berdosa kalo kau fokus hidup pada dirimu sendiri, kepada kebutuhanmu. Kau akan jadi lumpuh dan lemah karena fokus pada dirimu sendiri. Orang yang mengandalkan dirinya sendiri juga berdosa (Yeremia 17). Kau berdosa kalo hanya mementingkan dirimu, tidak turut pada kegerakan Tuhan. 

Jangan Berdiam Pada Kegerakan Lama

Gereja akan semakin buruk jika fokus dan hidup pada kegerakan yang lama. Gereja akan terkurung pada 4 dindingnya  dan semakin parah. Jangan terus seperti gereja Betesda.  38tahun tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya kegerakan baru yang Yesus bawa yang akan menyembuhkanmu.

(Mat 9:37)  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

(Mat 9:38)  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Jangan minta tuaian, tapi mintalah pekerja-pekerja. Artinya kita harus siapkan orang-orang, melatih jemaat untuk menjadi pekerja untuk tuaiannya Tuhan. Yang punya tuaian ialah Tuhan sebab Ia lah yang menanam benih. Ia sendiri yang menyiraminya dan Ialah pemilik ladang itu. Tuaian bukan di gereja tapi di luar sana.
(Mat 10:1)  Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Yesus menjawab Bapa. Ia memanggil kedua belas murid untuk bekerja bagiNya untuk tujuan Tuhan.
(Mat 10:1)  And when he had called unto him his twelve disciples, he gave them power against unclean spirits, to cast them out, and to heal all manner of sickness and all manner of disease.


SERMON 2013-07-28 PS.YAPPY

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...