Langsung ke konten utama

KAPASITAS ROH

Kapasitas Hidup Kita Untuk Tujuan Ilahi

Sulit bagi Zakaria untuk memahami apa yang menjadi bagiannya dan apa yang menjadi bagian Tuhan. Tidak mudah kita mengerti jika kita melakukannya secara daging. Perlu sesuatu yang ilahi juga untuk mengerti dan menyampaikan apa yang Tuhan kehendaki darinya.


Ps. Ir. Djonny Tambunan              13Des15

 

 (Zec 4:2)  Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.

(Zec 4:3)  Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."

(Zec 4:4)  Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"

(Zec 4:5)  Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!"

(Zec 4:6)  Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Babel menguasai dan menahan banyak orang Israel. Raja pada masa itu Yoyakim dan firman Tuhan tidak ada lagi keturunannya yang akan menjadi raja. Baru kemudian Yesus menjadi Raja.
Zerubabel diminta Tuhan untuk membangun kembali bait Suci. Kadang-kadang kita tidak mengerti. Ada banyak firman di Alkitab, tapi kita sering salah interpretasi apa yang dimaksudkan firman itu sendiri. Tuhan memberikan rumus di ay6. Kita tidak bisa memakai kekuatan kita dan ilmu pengetahuan atau pengalaman orang, pengalaman kita dst. Tapi hanya dengan Roh Tuhan yang akan membawa kita:
1.       Memahami firman / perkataanNya
2.       Malaksanakannya
Kesimpulan: Roh Tuhan akan membangkitkan di dalam hidup kita KAPASITAS ILAHI yang melebihi diri kita.
Itu sebabnya kita perlu Roh Tuhan. Ketika Roh Tuhan turun atas seseorang; apa pun yang Tuhan katakan itu melebih kemampuan manusianya dia. Tapi karena ada Roh Tuhan itu memampukan kita.
Roh Tuhan melayang-layang di atas permukaan air. Ada harapan baru. Kemudian datanglah Firman Tuhan. Apa yang terjadi kemudian? Kegelapan diakhiri. Itu yang menjadi seperti Firman katakan. Jangan katakan kau tidak mampu, itu akan menutup kapasitas ilahi yang Tuhan hendak berikan. Daud sendiri hanya seorang gembala yang hanya sedikit sekali domba-dombanya, tapi dia bisa menyatukan 12 suku dalam pemerintahannya.
Bagaimana kapasitas ilahi itu muncul dan termanifestasi dalam diri kita?
1.       Firman mendatangi hidup kita dan kita harus mendengarnya dan meresponnya.
Kis 19:1-12
Itu adalah mengenai kota Efesus yang ada di Asia dan berbatasan dengan Eropa. Efesus adalah kota wisata dan kota perdagangan. Juga ada pemujaan dewi Artemis di sana. Mereka melakukan penyembahan di sana mencari berkat. Semua bisnis, perekonomian dan kehidupan sangat maju di sana. Kelihatan mereka baik-baik. Tapi jangan tertipu oleh apa yang kau lihat. Semua tatanan bisnis di dunia ini banyak dioperasikan oleh roh-roh dunia dan roh-roh jahat. Kadangkala roh-roh dunia itu ada dalam hidup kita: keakuan dan karakter yang buruk. Sulit ditemukan pedagang yang jujur. Itu juga yang terjadi di kota Efesus. Ada seorang rasul yang bernama Apolos pernah mampir di sana. Pada bagian kita lain, Apolos justru diupgrade dan diupdate oleh Akwila dan Priskila. Paulus berjumpa dengan 12 orang murid dan sekumpulan orang Kristen buah pelayanan Apolos. Paulus merasakan ada sesuatu yang tidak beres dan merasakan ada kekuatan lain. Banyak saya rasakan di gereja-gereja roh-roh jahat dan roh-roh dunia yang beroperasi.  Apa pun roh-roh itu namanya setan. Keadaan kota itu tidak begitu merisaukan Paulus tapi mengapa ada gereja di mana roh-roh itu beroperasi juga dan tidak enyah.
Maz 127: Kalo bukan Tuhan yang membangun sia-sia orang yang membangun. Sia-sia orang mengawal rumah kalo bukan Tuhan yang mengawalnya.
Rasul Paulus bertanya mengenai Roh Kudus; apakah mereka sudah menerima Roh Kudus?
Tanpa Roh Kudus kau tidak bisa menghardik roh jahat. Banyak orang Kristen lahir dan mati tanpa pernah menerima kapasitas ilahi. Jangan seperti itu. Dengan kapasitas Tuhan memberikan kemampuan menggenapkan firman.

Baptisan artinya: Hidupmu ditenggelamkan ke dalam ajaran/doktrin kehidupan yang akan membangkitkan keyakinan untuk mengikuti dan melaksanakannya.

Mereka dibaptis oleh baptisan Yohanes dan itu artinya mereka hanya mampu melaksanakan apa yang diajarkan oleh Yohanes dalam mempersiapkan jalan kedatangan Yesus.
Mereka harus diupgrade dan diupdate.

Yohanes tidak pernah mengajarkan Roh Kudus, tapi Yesus.

(Act 19:2)  Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."

Mereka harus bisa mendengar dan menerimanya, lalu mewujudkannya.

Mereka kemudian meminta dan Paulus membaptis mereka dalam nama Yesus sehingga mereka menerima Roh Kudus (ay5).

(Act 19:5)  Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Hati terdiri dari roh dan jiwa.

(Act 2:14)  Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Pekerjaan Roh Kudus dimulai dan orang-orang merespon perkataan Petrus sebab firmannya datang dari Roh Kudus.

(Act 2:37)  Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

Bertobat artinya mengambil jalan yang lain. Sesuatu harus terjadi dalam hidupmu. Bertobat bukan hanya berteriak dan menangis.

(Act 2:38)  Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

(Act 2:39)  Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Firman tetap berlaku, karena kau terpanggil sebanyak yang dipanggil Tuhan (ay39).

(Act 2:40)  Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Inilah pertobatan sejati.

Mereka membutuhkan dibaptis dalam nama Yesus untuk dapat mengikuti semua ajaran Yesus menjadi jalan buat hidup mereka. Jangan seperti kebanyakan orang yang mengalami kemalangan baru mencari Tuhan. Ketika mereka sudah tepar dan terkapar mereka mencari Tuhan.

Jadi pertama kau harus mendengar perkataan Tuhan yang merupakan kebenaran masa sekarang sehingga untuk mengupgrade dan mengupdate saudara.

2.      Roh Tuhan harus hadir pada diri kita.
 (Act 19:6)  Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Inilah dampak dari kemampuan pertama yang mereka terima. Pertama mereka bisa memasuki alam roh, bisa berinteraksi dengan Roh dengan bahasa Roh. Inilah yang dinamakan roaming atau menjelajah di alam roh. Kedua, kau harus bisa bernubuat atau memiliki kemampuan untuk melihat masa yang akan datang.  Kita harus bisa melalui Roh Kudus melihat penggenapan firman di masa yang akan datang.

(Act 19:7)  Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
(Act 19:8)  Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Paulus tidak pernah mengajarkan hal-hal masa lampau, tapi dia ajarkan tentang Kerajaan Allah dan masa yang akan datang.

3.      Kapasitas ilahi saudara akan maksimal terjadi hanya apabila saudara diupdate dan diupgrade di dalam rumah rohani.

(Act 19:9)  Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.

Diambil 12 orang ini. Mereka dipisahkan dan diajarkan mengenai Kerajaan Allah selama 2 tahun lamanya.
(Act 19:10)  Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Yang terjadi kemudian adalah mereka mengalami update dan upgrade di rumah rohani.

4.       Kita akan mencapai/menggunakan potensi maksimum kita dengan mengerjakan tujuan-tujuan Tuhan.

(Act 19:11)  Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,

(Act 19:12)  bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Di Efesus banyak orang sakit. Tujuan Tuhan mulai tercapai dan pekerjaan roh-roh jahat disingkirkan dan dihentikan.
Tujuan-tujuan Tuhan:
1.       roh-roh jahat disingkirkan dan dihentikan.
2.       Firman Tuhan tersebar dengan cepat. Ini karena orang-orang dari seluruh dunia mendatangi kota Efesus untuk pemujaan dan perniagaan. Itu adalah power of influence dan power of inspiration yang bekerja dalam diri mereka. Itulah kekuatan yang mengubahkan (power to change).
3.       Mengubah kota (Kis 19:13-40).
Oleh karena pekerjaan Tuhan di Efesus: semua kekuatan roh jahat termanifestasi, karena bisnis pemujaan merosot. Buku-buku dibakar. Paulus tidak bisa dihentikan.
4.       Terbangunnya gereja Tuhan di Efesus sebagai salah satu basis apostolic terkuat di Asia.
Kis 20:17-38. Kita membangun bukan secara lahiriah tapi secara rasuli sehingga potensi ilahi tercapai secara maksimum.

5.       Jika kita hidup dalam potensi ilahi yang maksimum, maka kita akan tau bagaimana membangun gereja yang sebenarnya dan mewujudkan rencana Tuhan selanjutnya serta menjadikan kehidupan sebagai poros aktivitas ilahi Tuhan di muka bumi ini. Dan tidak bergantung kepada kemampuan para Rasul. Kis 20:1

(Act 20:1)  Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia.

Gereja Efesus menjadi salah satu gereja terkuat, menjadi poros aktivitas ilahi Tuhan. Dengan 12 orang bisa menjungkir-balikan kekuatan roh-roh dunia. Oleh sebab itu tidak cukup dengan doa, tapi hiduplah dalam kapasitas ilahi yang maksimum. Kita harus upgrade-upgrade dan tidak perlu mengusir roh-roh jahat, sebab mereka otomatis akan menyingkir dari kota oleh karena adanya aktivitas ilahi di kota ini.

Mula pertama adalah firman dan Roh Kudus, menjadi paket, menjadi perwujudan aktivitas ilahi.
Ini bisa dilakukan (doable) dan pasti bisa dilakukan.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...