Langsung ke konten utama

MEMBUAT KEPUTUSAN YANG BENAR

KEPUTUSAN YANG BENAR
Sermon, Ps.Yappy, Apr10,2013

Hidup kita ini selalu dihadapkan pada pilihan demi pilihan. Keputusan yang kita buat di masa lalu banyak yang kita buat salah sehingga sekarang kita menghadapi konsekuensi yang tidak baik.
Kita harus bisa memilih dan memutuskan dengan benar. Bukan karena pikiran, perasaan atau perkataan orang, tapi harus berdasarkan prinsip-prinsip Tuhan, hukum-hukum, nilai-nilai dan standar  Tuhan.
Sebagai anak-anak, suami, istri atau siapa pun kita buat keputusan berdasarkan perkataan Tuhan. Tidak keluar dari rencana Tuhan. Praktekkan firman Tuhan tiap hari spy hidup mu terlindung: berdoa, bersekutu, menyelidiki kembali FIRMAN TUHAN yang sudah kita dapatkan. Pelihara benih FIRMAN TUHAN yang ada dalam hati kita.
Kita hidup bukan hidup dengan apa yang saudara suka dan mau, bukan berdasarkan selera saudara. Prinsip-prinsip dan hukum-hukum Tuhan itu berlaku tetap dan berlaku bagi siapa pun dan untuk setiap lapisan.
Kalau setiap anggota jemaat harus beri perpuluhan, maka gembala pun harus beri perpuluhan. Kalo jemaat harus berdoa, gembala juga harus berdoa. Itu contoh prinsip dan nilai-nilai dan hukum-hukum Tuhan. Bukan para pemimpin yang harus hidup dalam ketaatan, menyelidiki FIRMAN TUHAN dst, tapi semua orang harus melakukan hal yang sama. FIRMAN TUHAN itu ditulis ribuan tahun yang lalu; misalnya di Kej. Ada prinsip-prinsip FIRMAN TUHAN.
Semua akan lenyap, bumi dan sorga akan berlalu, tapi firmanKu tetap, kata Tuhan. Jadi penting sekali kita mendasari hidup kita pada hukum-hukum, prinsip-prinsip, nilai-nilai Tuhan. Sistem dunia ini selalu berubah menurut situasi dan kondisi. Apa yang disebut salah dan dosa di Indonesia apakah tidak disebut dosa di Amerika? Tidak. Dimana pun hukum Tuhan itu berlaku.
Kalo kita bangun hidup berdasarkan prinsip-prinsip Tuhan maka hidup kita akan kokoh. Sebaliknya jika kita hidup berdasarkan apa yang kita suka, maka akan goyah hidup kita. Di gereja orang Kristen kelihatan penuh kasih dan pemaaf. Apa yang terjadi ketika mereka bekerja? Ketika menghadapi bawahan? Orang Kristen di kantor, di rumah dan di gereja berbeda hidupnya kenapa? Karena dia menggunakan standar yang berbeda. Dia tidak membangun hidupnya berdasarkan FIRMAN TUHAN, tidak berdasarkan hukum Tuhan. Dia tidak akan mendapatkan masa depan.
Umpamanya perlakuan berbeda terhadap anak-anak sendiri, keluarga sendiri. Itu salah. Sebagai pemimpin sering memperlakukan orang berbeda, itu karena tidak berdasarkan nilai-nilai Tuhan. Buat keputusan yang benar menjadi lebih-baik dan lebih baik lagi. Lebih taat, lebih setia dan lebih rela berkorban terhadap Tuhan. Jangan semakin buruk. Karena kita tidak tau kapan anak-anak kita, saudara kita, kaum keluarga kita membutuhkan kita. Mereka membutuhkan sesuatu tiba-tiba. Kalau kita tidak bertumbuh kita tidak akan siap menjawab kebutuhan dan tidak bisa memberikan jawaban solusi atas masalah mereka. Kita tidak akan tau kapan itu akan terjadi.
Adik saya didiagnosa di Singpore ternyata terdapat kanker di payudaranya. Bisakah kita tampil sebagai pribadi yang terhubung dengan Tuhan, sebagai benih sehingga kita bisa memberikan nasihat yang tepat. Banyak nasihat yang bisa didapatkan: pergi ke Cina, makan ini itu dll. Dia jadi bingung. Kalo saya ga bertumbuh saya tidak bisa memberikan apa-apa. Lalu kami berdoa dan mendapatkan perkataan Tuhan yang membuat dia bergairah kembali, karena sekarang dia tau apa yang harus dilakukan. Bisakah kau memberikan jawaban dari perkataan Tuhan, berdasarkan prinsip-prinsip? Apa yang harus kita bagikan? Bukan dengan firman yang tertulis. Tapi kau harus dapatkan perkataan Tuhan sekarang.
Kita bisa berikan benih firman dan membuat orang menemukan benih firman dan tujuan Tuhan dalam hidupnya.
Seorang bapak harus membuat keputusan yang benar supaya anak-anaknya diberkati. Harus ada nilai-nilai, perintah dan aturan dalam rumah rohani. Harus ada pemerintahan Tuhan. Supaya di luar sana kita dapat hidup di luar sana, bisa jadi pemenang, bisa berdampak di luar sana dan memberi pengaruh. Gereja adalah tempat pelatihan, tapi di luar sana hidup kita yang sesungguhnya. Gereja bukan tempat untuk di-charge, bukan tempat untuk kita diberkati, bukan tempat untuk mendapatkan jawaban, tapi gereja itu adalah training center yang membuat engkau mengerti, mendapatkan arahan, belajar supaya kau bisa membawa nilai-nilai itu keluar sana: ke sekolah, ke tempat kerjamu dlsb.
Dalam gereja harus ada aturan, ada perintah-perintah, ada pemerintahan Tuhan sehingga kau dapat membuat keputusan yang benar dalam hidupmu. Ada banyak orang tua yang mengambil keputusan yang salah dalam menggunakan uangnya, dalam pernikahan anaknya. Hati-hati.
Jika bapak membuat keputusan yang benar maka anak-anak akan diberkati. Sebaliknya keputusan yang salah walau pun itu menyangkut pribadimu atau keluargamu sendiri, itu akan berdampak buruk terhadap orang-orang lain.
Banyak contoh-contoh dalam Alkitab . Abraham bersalah pergi ke Mesir ketika terjadi kelaparan. Di Mesir dia berbohong tentang istrinya. Tuhan perintahkan tetap tinggal di Tanah Perjanjian, tapi Abram ke Mesir. Keputusan yang salah akan membawa dia kepada situasi yang salah sehingga dia berbuat salah lagi. Akibat lain, ketika di Mesir, dia diberi hadiah-hadiah dan diberi budak-budak, termasuk Hagar. Akhirnya ada keputusan lain yang salah, Abram tidak sabar memiliki anak seperti janji Tuhan, sehingga disodorkan Hagar menjadi istrinya oleh Sarah.
Lot mengambil keputusan yang salah. Ketika terjadi pertengkaran antara gembala-gembalanya dengan gembala Abraham, Lot memilih lembah Yordan karena mirip dengan tanah Mesir yang sudah menjadi impiannya. Pilihannya berdasarkan apa yang dia lihat di tanah Mesir, padahal di sana ada kota Sodom-Gomora yang penduduknya sangat jahat sekali di hadapan Tuhan. Anak-anaknya terkontaminasi dengan kehidupan Sodom-Gomora. Karena itu terjadilah inses antara ayah dan anak, sehingga lahir bangsa Moab yang tidak pernah diperkenan oleh Allah.
Yes 54. Apa yang dapat membuat kita mengambil keputusan yang benar?
1.      Lihat apa yang Tuhan telah taruh dalam hidup kita dan hargailah itu karena itu adalah benih bagi masa depan kita.
(Isa 54:1)  Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.

Ini adalah perintah Tuhan, supaya bersorak-sorak. Seringkali kita dalam kondisi gagal, dalam penderitaan, merasa tidak berhasil, merasa minder, merasa kesepian. Tapi dengarlah perkataan Tuhan justru pada kondisi-kondisi seperti itu. Ketika merasa stres, putusasa carilah pertama perkataan Tuhan. Jangan cari pendapat dan nasihat orang terlebih dulu. Kita pengennya menangis, mengasihani diri, tapi Tuhan berkata bersukacitalah, bergembiralah. Ini sangat bertentangan dengan perasaan kita. Pilihan ada pada kita. Mau ikuti perkataan Tuhan atau melihat kondisi kita? Apa yang harus kita lakukan? Taat saja. Jangan lihat kondisi dan keadaan sekitar. Banyak suara-suara dari sekitar kita dan dari dalam kita. Kenapa si mandul harus bergembira, bersorak-sorak? Sebab yang ditinggalkan suami akan mempunyai anak lebih banyak. Dan ini perkataan dan FIRMAN TUHAN. Kenapa bicara mengenai anak? Anak adalah benih, masa depan. Kenapa kita harus bergembira? Karena Tuhan telah menaruhkan sesuatu yang bernilai dan berharga, tapi kita seringkali kita tidak menyadari, tidak mengetahuinya. Kalo seorang perempuan tidak tau sedang hami, dia makan seenaknya, naik motor, olah raga dan lain sebagainya. Tapi begitu dia tau dia hamil, maka dia akan mulai berhati-hati supaya benihnya itu tidak gugur.

Namun banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa ada benih, ada perkataan, ada berkat-berkat rohani yang Tuhan sudah taruhkan. Kita seperti bejana yang sudah Tuhan taruhkan semuanya itu, namun kita masih berbuat sembarangan, berkata sembarang, berlaku sembarang sehingga benih itu menjadi gugur. Kita harus lindungi dan hargai benih itu. Tanya Tuhan benih masa depan apa yang sudah tarukan dalam diri kita?

Tuhan inginkan untuk kita menghargai apa yang Tuhan sudah taruhkan dalam hidup kita. Kita harus berdoa akan hal itu. Paulus berdoa bagi jemaat Efesus supaya mereka mengetahui karunia anugrah apa yang Tuhan berikan bagi mereka?

Jika kita tidak tau, kita tidak bersyukur dan hidup bersungut-sungut. Kita tidak tau berapa ratus kali kita diselamatkan dan dijagai oleh para malaikat Tuhan. Ketika kita di jalan, waktu kita makan, waktu kita tidur. Kita tidak tau berapa banyak kali malaikat Tuhan menjagai hidup kita. Berapa banyak yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup saudara. Kita tidak sadari, sehingga kita gampang putus-asa, gampang mengeluh dlsb. Sering kita tidak menghargai dan menyadari hal itu; kita mudah memutuskan tidak beribadah ketika pilek sedikit, batuk sedikit, hujan sedikit. Sadari betapa luarbiasa apa yang Tuhan sudah taruh dan lakukan dalam hidup kita.

Tuhan banyak mendepositokan harga kekayaanNya dalam hidup kita.
Ada tunawisma yang mati karena kelaparan dan kedinginan di Amerika. Petugas menemukan secarik kertas undian. Ternyata nomor undian itu memenangkan hadiah lotere yang paling besar. Jadi dia mati kelaparan tanpa mengetahui hal itu apa lagi menikmati hadiah milyaran rupiah. Kita sering seperti itu, tidak menyadari kita memiliki banyak harga karun.

Segala berkat Tuhan di alam sorga di dalam Kristus telah diberikan kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya. Ef 1:3.

Jika kita mendepositokan uang ke bank, bank yang bagaimana? Tentu bank yang kita percaya. Demikian juga Tuhan, Ia mendepositokan hartaNya kepada mereka yang Dia percayai. Kita bahkan tidak menghargainya. Banyak yang mengantuk di gereja, lebih mengejar keuntungan/uang daripada datang beribadah ke gereja.

Tuhan  selalu menilai bagaimana respon kita atas FIRMAN TUHAN dan perkataanNya. FIRMAN TUHAN adalah material bagi masa depan. Ketika tidak ada benih, tidak ada tuaian dan tidak ada masa depan. Semua kebenaran dan pengetahuan firman adalah benih untuk masa depan kita. Jika kita ceroboh dan tidak memperhatikan, kita tidak mendapatkan apa yang Tuhan berikan, artinya itu kebodohan kita.

Kita ke gereja untuk mendapatkan benih. Tanpa benih kita tidak bernilai apa-apa. Bersukacitalah karena Tuhan sudah menaruhkan benihnya untuk pencapaian di luar sana. Tuhan begitu baik. Ijinkan Tuhan menabur, menanam dan tugas kita adalah memeliharanya, menumbuhkannya.

2.     Kita harus membuat keputusan yang benar sehingga kita akan mengalami pertumbuhan dan pingkatan (progress) dalam hidup kita.
(Isa 54:2)  Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!

(Isa 54:3)  Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Jika kita melalukan kebenaran dan kehendak Tuhan maka dipastikan engkau mendapatkan hasil yang baik. Demikian pula keturunanmu Sebaliknya jika kita melakukannya menurut kehendakmu, pikiranmu, maka kau akan dapatkan hasil yang tidak baik.

Buat keputusan yang benar berdasarkan prinsip-prinsip, nilai-nilai Tuhan, jangan berdasarkan kehendakmu, seleramu. Lihat dulu kepada perkataan FIRMAN TUHAN.

Sangat penting dan krusial bahwa kita selalu hendak mendapatkan perkataan Tuhan sehingga kita dapat membuat keputusan yang benar. Bukan berdasarkan apa yang orang-orang lain lakukan.

Ketika kau membuat keputusan yang benar, kau akan mengembang ke kanan dan ke kiri. Kita akan mengalami progress.

Ikut instruksi-instruksi yang diberikan oleh para pemimpin. Di dalam Alkitab banyak contoh orang-orang yang taat kepada pemimpinnya, kepada ayahnya.
Daud disuruh membawa sepuluh roti oleh ayahnya buat kakak-kakaknya. Ketika itu orang Filistin, Goliath 40 hari 40 malam lamanya menghina umat Allah. Sepuluh roti tidak mengubah keadaan. Lalu dia mengambil batu di sungai dan merobohkan Goliath. Kita harus menjadi batu, bukan menjadi roti.

Ruth1
Elimelekh memutuskan pergi ke Moab bersama istrinya, Naomi dan kedua anak laki-lakinya.  Mereka meninggalkan Bethlehem, karena Elimelekh takut mati kelaparan, padahal Bethlehem artinya Rumah Roti. Akhirnya Elimelekh dan kedua anak laki-lakinya mati. Itu keputusan yang salah. Ruth hanyalah seorang istri yang harus menurut kepada suaminya.

Ruth membuat keputusan yang benar. Ruth 1:15-17.
Ruth dapat melihat masa depannya ada bersama Naomi, bangsa Naomi, Allahnya Naomi. Secara natural Ruth tidak memiliki masa depan, karena dia mengikuti Naomi yang  hanyalah seorang janda yang tidak punya apa-apa. Tapi Ruth melihat hal yang ilahi dalam hidupnya Naomi.

Orpa hanya hidup berdasarkan ikatan emosi dengan Naomi sehingga dia mengambil keputusan yang salah dan meninggalkan Naomi.

Banyak orang Kristen yang tidak bisa melihat masa depannya ada dalam rumah rohaninya.

Ruth mengikuti setiap instruksi yang diperintahkan Naomi sehingga kemudian Boas menikahi Ruth. Dari keturunan mereka lahirlah Daud dan Yesus. Ruth dari bangsa Moab yang tidak diperkenan Tuhan, tapi keputusannya membawa dia menjadi luarbiasa, menjadi nenek moyang Yesus.

Keputusan benar yang kau buat hari ini akan menghancurkan akibat-akibat dari masa lalu yang salah.

Ketika Tuhan berbicara berubahlah, buatlah keputusan yang benar.

3.     Bangun ikat-janji dengan Tuhan dan dengan saudara-saudara yang lain dalam rumah rohani kita.

Isa 54:4)  Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.

(Isa 54:5)  Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

(Isa 54:6)  Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.

(Isa 54:7)  Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.

(Isa 54:8)  Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.


Dia akan menciptakan ulang hidup kita dengan membangun keintiman dengan Dia. Hubungan kita dengan Tuhan tidak bergantung kepada keadaan, tapi bergantung pada ikat-janji, seperti hubungan suami-istri.

Bukan karena kita diberkati, banyak uang, kita jadi bergairah. Ruth mengikuti Naomi dengan ikat-janji seperti suami-istri. Hubungan Orpa dengan Naomi hanya secara natural, secara hubungan menantu-mertua, hubungan secara emosional, tapi hubungan Ruth-Naomi lebih dari hubungan natural menantu-mertua, tapi hubungan secara spiritual.

Jika kita hidup dengan mengasihi istri, suami, anak, orang-tua, maka kita harus berubah, sehingga kita menjadi berkat bagi mereka.

Kita harus belajar hidup tanpa-pamrih, tidak mengharapkan balas-budi anak-anak, tidak hidup saling menuntut antara suami-istri, tidak egois.

Orang egois hanya menuntut saja tanpa memberikan kontribusi, tidak melakukan bagiannya. Tapi jadilah orang yang ‘helpful’ yang memberkati, yang membuat orang bersuka-cita.

Mari kita buat keputusan yang benar berdasarkan apa yang Tuhan perkataan, berdasarkan prinsip-prinsip, kebenaran dan nilai-nilai Tuhan. Dapatkan FIRMAN TUHAN, doakan dulu sebelum buat keputusan untuk dapatkan perkataanNya. 

Keberadaan mu hari ini berdasarkan apa yang kau putuskan di waktu lalu. Keberadaanmu di masa di depan tergantung dari keputusanmu hari ini.



Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...