Langsung ke konten utama

Persepuluhan dan Persembahan




PROFIL RUMAH PERBENDAHARAAN
PS. Ir. Djonny Tambunan
SELALU ADA PERSEDIAAN. Mal 3:10 bawalah seluruh persepuluhan dan persembahan itu ke rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku.
Selalu tunjukkan kepada Tuhan, ada selalu standby  persediaan buat pekerjaan Tuhan.
Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yoh 4:34)
Rumah perbendaharaan (hidup saudara) sudah memutuskan untuk menyediakan makanan buat Tuhan. Tantangan untuk memberikan persembahan, itu bukan persediaan, tapi dadakan dan engkau tidak akan memberikan sesuai kondisi dompetmu. Ada persepuluhan dan persembahan yang harus kau siapkan dan kau catat untuk pekerjaan Tuhan. Tidak perlu lagi kau berdoa dan bergumul. Kau akan gunakan jalan dan prinsip Tuhan. Karena kau sedang membangun prinsip Tuhan,  artinya kau akan dipercayakan Tuhan. Itu yang dimaksud Korintus; berilah dengan kerelaan hatimu, bukan dengan paksaan. Itulah cara kau mendapatkan perkenanan Tuhan. Putuskan untuk mengijinkan Tuhan mengetest Dia . Jadi profil pertama adalah selalu ada persediaan.  Bukan berapa banyak uangnya, tapi kehidupan yang sesuai prinsip2 Tuhan.
Diri kita harus merupakan bagian daripada rumah perbendaharaan Tuhan. Rumah yang Tuhan bangun itu harus berfungsi juga sebagai rumah perbendaharaan. Di rumah perbendaharaan ada kekayaan Tuhan. Hidup saudara merupakan kekayaan Tuhan. Bukan uang saudara, walau pun namanya rumah perbendaharaan. Dia melatih kita dan membawa kita kepada hukum persembahan, tapi sebenarnya bukan uang yang jadi masalah. Ini mengenai kehidupan kita. Uang hanyalah alat. Pada masa yang lampau mereka mempersembahkan hasil kebun, hasil ternak dan lain-lain. Itu yang mereka persembahkan kepada Tuhan.
Prinsip rumah perbendaharaan harus terbangun dalam diri saudara. Banyak orang Kristen memberikan persembahan lebih banyak apabila dia diberkati lebih banyak. Itu bukan prinsipnya Tuhan. Kita harus memberikan hukum. Jangan hari ini kita memberikan menurut kasih, besok memberi menurut hukum; menyelaraskannya dengan kekuatan dompetnya. Kehidupannya pun menyelaraskan diri dengan kekuatan dompetnya. Kadang-kadang kita merasa Tuhan sedang mengasihi saya, sedang memberkati saya, menyembuhkan saya, timbul kasihnya untuk memberikan lebih lagi dan pas di kantongnya lagi banyak uang. Rejekinya lagi banyak. Kita tidak bisa memberi seperti itu.
Tuhan tidak pernah berubah; hukum dan ketetapannya juga tidak pernah berubah. Dulu Dia perlakukan itu mulai dari Adam, sampai kepada Yesus, sampai kepada rasul Paulus; tetap sama.
Dia tidak berubah, kita yang berubah-ubah. Di Hagai 1:2 Bangsa Israel berkata, belum waktunya untuk membangun rumah Tuhan. Dan di Malaekhi dikatakan mereka merampoki apa yang merupakan haknya Tuhan.  Jadi prinsip dan hukumnya tidak pernah berubah.
Rumah tidak berbicara mengenai satu atau seseorang; tapi merupakan kesepakatan bersama-sama. Ketika bangsa Israel secara bersama-sama sepakat menghancurkan tembok Yerikho mereka berhasil. Tapi ketika ada yang mulai mengambil keuntungan pribadi, yang bernama Akhan, ketika mereka akan menakhlukan kota Ai, mereka kalah.  Ribuan orang Israel mati, padahal pada waktu merebut Yerikho, Alkitab tidak menulis ada yang mati. Padahal kota Yerikho 10x lebih kuat daripada Ai. Itulah hidup yang egois.
Rumah perbendaharaan itu berbicara bagaimana saudara telah berurusan dengan Tuhan secara pribadi, egomu dihancurkan, kehidupan yang lama dihancurkan, diberikan pandangan yang baru; sehingga saudara bisa hidup bersama-sama dengan yang lain. Jika saudara ingin hidup yang nyaman dengan yang lain, matikan ego saudara.  Kalo kau ingin menang sendiri dan ingin kata-katamu dituruti, kau tidak bisa bergaul dengan orang lain. Kita diasingkan oleh orang lain. Saya bertemu dengan orang yang tidak bergaul, tapi di rumahnya dia tidak egois. Dia hanya pemalu. Ternyata dia memiliki lebih banyak teman daripada orang-orang yang bisa bergaul, karena dia tidak egois. Orang lebih senang bergaul dengan orang yang tidak ego. Terlebih kalo soal uang, akan terlihat ukuran ego orang. Akan kelihatan ‘termometer’ ego kalo  masalah uang.
Jadi sadari rumah perbendaharaan itu sangat penting buat hidup saudara.
Hagai 1:1-8
(Haggai 1:4)  "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
(Haggai 1:5)  Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
(Haggai 1:6)  Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
(Haggai 1:7)  Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
(Haggai 1:8)  Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.
Jadi, Tuhan ingin kita membangun dulu rumah Tuhan daripada membangun rumah kita; sehingga Dia bisa memberikan berkatNya, karena kemuliaan Tuhan hadir di situ.
Dalam keadaan apapun. Dia ingin lebih diutamakan. Mereka menabur banyak, tapi menuai sedikit. Mereka makan tapi tidak bisa kenyang. Tidak ada kepuasan. Keutamaan Dia menjadikan kepuasan buat hidup saudara. Patokan orang adalah kepuasan daging, kepuasan dunia, sehingga tidak pernah terbangun rumah perbendaharaan.
Jadi apa yang harusnya pertama-kali terbangun adalah rumah Tuhan yang berfungsi juga sebagai rumah perbendaharaan; buat Tuhan dan buat bangsa-bangsa. Ini yang harus menjadi ketetapan buat rumah rohani kita. Membangun rumah Tuhan itu harus sesuai dengan ketetapan dan mengikuti prinsip-prinsip Tuhan. Maz 127:1. Kita harus mengikuti aturannya Tuhan.
(Philippians 2:12)  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
(Philippians 2:13)  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Tuhan ingin bekerja dalam hidup kita tanpa kehadiran pemimpin. Pembangunan hidup saudara tidak boleh berhenti, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu menurut kerelaannya. Dia yang bekerja menurut kemauanNya. Membangkitkan kemauan dan kehendak. Membuat langkah-langkah hidup, mengubah cara berpikir. Dia terus bekerja dalam diri kita.
Jadi biarkan Dia terus membangun terus. Membangun pikiran saudara, membangun karakter saudara, dan seluruh hidup saudara. Dia membangun rumah dimulai dari diri kita. Di mulai dari hidup saudara. Masing-masing kita adalah batu-batu hidup, baru bisa terbentuk satu rumah, rumah rohani. Pemimpin memberikan firman, patron dan contoh. Tapi siapa yang mengerjakannya? Allah. Biarkan Dia bekerja lebih bebas. Dosa menghambat, kedagingan bisa menghambat. Karakter makin buruk kalo kita suka kepada dosa. Tapi Dia tetap terus bekerja, walau pun saudara menghambatNya. Jadi prioritaskan rumah Tuhan. Belum saatnya kita urus rumah-tangga kita atau apa pun yang terbaik buat diri kita (Hagai 1).
Di Maleakhi 3 ada 9 hal.
1)Tuhan tidak pernah berubah.
 2)Umatnya yang berubah-ubah. Kita perlu menyelaraskan dengan prinsip Tuhan yang tidak pernah berubah.
3)Dan Dia ungkapkan tentang persepuluhan dan persembahan itu merupakan hukum buat Dia.
4) Kita harus membangun rumah perbendaharaan Tuhan melalui uang kita. Bukan dengan uangnya, tapi saudara yang memegang uang itu yang membangunnya. Jangan salah tangkap. Dengan uang 1 Milyar pun tetap belum tentu saudara bisa membangun rumah Tuhan, tapi saudara mau apa kan uang itu. Wanita janda itu bisa membangun dengan 2,5 sen; suatu jumlah yang terkecil.  
5) Ada persediaan makanan di rumah Tuhan
6) Sorga akan terbuka
7) Akan ada perlindungan
8) Tujuan rumah perbendaharaan Tuhan adalah untuk bangsa-bangsa. Tuhan punya hati, punya pemikiran dan rencana untuk bangsa-bangsa
9) Jadi kita harus membangun rumah perbendaharaan. Itu yang  harus jadi prioritas buat kita.
(Jika kita terus melihat ke  ay18. Akan ada pembedaan antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepadaNya. Kita tidak akan dikenakan pakaian kabung  ay15. Kita akan mendapat pengertian dan tidak akan lagi menyebut berbahagia dan mujur bagi orang fasik ay14. Tuhan akan menghormati mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan hukum-hukumNya, beribadah sungguh-sungguh kepadaNya dengan mencatatkan nama mereka di kitab peringatan ay16-17. Sebab mereka akan menjadi milik kesayangan Tuhan.  Ada pemulihan hubungan bapa-anak, pemulihan ikat-janji sejak dari bapa leluhur; supaya berkat-berkat Abraham, Ishak dan Israel itu mengalir kepada bangsa-bangsa melalui rumah perbendaharaan Tuhan Mal4).
Ulangan 8:
Ini berbicara mengenai prinsip dan kebenaran ketika mereka dibawa keluar dari Mesir. Semua dicukupkan dan diberkati oleh Tuhan. Lalu mereka diingatkan, Tuhan ingin mereka harus terbangun sebagai rumah perbendaharaan yang merupakan sumber-sumber ilahi bagi bangsa-bangsa.
Jangan bangun uangmu, kau akan gagal. Ini cara Tuhan. Inilah caranya kau akan jadi sumber ilahi bagi bangsa-bangsa. Kalo pun orang kaya itu banyak uang, dia tidak pernah bisa jadi perbendaharaan. Janda itu bisa jadi rumah perbendaharaan walau pun uangnya sedikit. Orang kaya itu walau pun berkelimpahan, Tuhan mengatakan, dia tidak pernah bisa jadi rumah perbendaharaan.  Bukannya uang itu yang menjadi ukuran buat Tuhan.  Tapi prinsip siapa yang saudara ikuti dan  gunakan. Apakah kau mengikuti prinsip dirimu / prinsip dunia (mammon) atau engkau ikuti prinsip Tuhan.  Jika kita bisa ikuti prinsip Tuhan, itu tidak lagi menjadi prinsip, tapi menjadi hukum yang berlaku di dalam hidup kita. Inilah hukumnya yaitu di Ulangan 8.
(Deuteronomy 8:1)  "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

(Deuteronomy 8:2)  Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

(Deuteronomy 8:3)  Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Ternyata Tuhan juga memberikan kelaparan. Untuk apa? Makanan tidak ada harganya bagi Tuhan. Yang berharga bagi Tuhan adalah dirimu, hidupmu, karaktermu. Dia lakukan itu, tapi kau tidak akan mati kelaparan. Pada waktunya kau diberi makanan; tapi makanan yang tidak pernah kau kenal. Artinya, tanpa kita menduga Tuhan akan memberikan supply yang lain. Rupanya manna itu makanan malaikat, karena ketika matahari muncul, manna itu sudah hilang. Tapi manna itu membuat kenyang dan herannya keringat orang Israel tidak merusak pakaiannya.  
Dia tunjukkan bagaimana Dia membangun.
Di 3 ayat pertama fokusnya adalah kepada kehidupan saudara, supaya jadi sumber ilahi buat orang lain, buat kota, buat bangsa-bangsa. Itu adalah hidup saudara.  
Baru setelah itu dia bicara tentang harta dan uang. Jadi jangan selalu pikirkan tentang uang. Perhatian utama Tuhan adalah hidupmu, bukan uangmu. Jadi kita harus selaraskan pikiran kita dengan Tuhan. Jika kau selalu pikirkan uang, kau akan migraine,stress, maag, diare, dst; karena fokusmu tidak sama dengan fokus Tuhan. Dia ingin kita bisa bekerja-sama denganNya.
 Tapi lihat orang Israel. Walau pun 40 tahun orang Israel berjalan, kakinya tidak bengkak dan pakaiannya tidak rusak. Ini bukan hanya bicara tentang kesehatan saja, tapi ini bicara soal kehidupan yang lain. Ada tiang awan dan tiang api yang menaungi mereka. Mereka tetap berjalan dengan tegar, karena ada kehidupan lain yang disuplai oleh Tuhan. Jadi itulah sebabnya, Tuhan menekankan untuk kita hidup menurut prinsipNya dan  jalan-jalanNya. Itu yang selalu jadi penekananNya.
1.       Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan (ay3). Kehidupan saudara harus diubah. Saudara harus hidup menurut dari perkataan Tuhan saja. Ini poin yang terpenting. Jadi jangan hidup dari uang. Jangan berpikir rumah perbendaharaan itu uang. Ingat bukan uang yang mengatur hidup dan keadaan saudara, tapi saudara yang mengatur uang. Perkataan Tuhan itu yang akan membangun hidup saudara, sehingga merobah karakter saudara. Dibutuhkan perkataan Tuhan untuk mengubah karakter.
Semua yang terjadi dalam hidup saudara itu karena firman. Miliki kasih, focus  passion dan prioritas karena firman Tuhan. Tanpa firman itu mustahil. Ini penting sekali. Bangun karakter dan hati kita. Bersihkan dari motivasi yang jelek. Itu hanya bisa karena firman.  Daud mengatakan karena cintaku akan rumahMu, aku akan memberikan lebih. Semua material telah dipersiapkan supaya Salomo bisa membangun rumah Tuhan. Perkataan Tuhan itu yang membuat cintanya muncul. Jika tidak ada perkataan Tuhan, yang timbul adalah cinta akan uang. Cinta uang adalah akar segala kejahatan. Kebanyakan orang bisa membuang buah kejahatan atau pohon kejahatan, tapi akarnya tidak ditebang. Akarnya itu ada di hati. Sulit untuk ditebang. Itu sebabnya penting manusia hidup dari perkataanNya. PerkataanNya sangat berharga untuk mengubah karakter, mengubah hati saudara dan motivasi saudara. Menyelaraskan hidup saudara dengan Tuhan. Hidup dari perkataanNya bukan dari roti saja. Kitab Ezra. Rohnya  disetir oleh Tuhan. Bagaimana mungkin?  kalo kita bergaul dengan Tuhan melalui firmanNya, rohmu mudah disetir.
Hagai 1:14 Tuhan menggerakkan semangat Zerubabel, semangat Yosua dan semangat selebihnya dari bangsa Israel. Jadi roh mereka disetir oleh Tuhan.
Banyak orang yang susah menjadi rumah perbendaharaan karena engkau mengeraskan rohmu. Mengeraskan hatimu. Tetap hidup dengan motivasi. Hidupmu disetir ketakutan. Tidak percaya dengan prinsip-prinsipnya Tuhan. Saudara menjadi takut, karena sekarang Tuhan bukan hanya berkata ada 10 pertama, tapi ada lagi 10 persen kedua, ada lagi 10 persen ketiga, ada lagi 10 persen keempat, dst; kau akan ketakutan dan berpikir tidak mungkin aku bisa hidup dengan sisanya. Tidak mudah kita memberikan persembahan seperti itu untuk Tuhan. Kita bergumul dengan diri sendiri, dengan logika kita.
Tanpa perkataan Tuhan kita tidak akan pernah berobah. Tanpa perkataan Tuhan, hati kita akan dikendalikan diri kita. Kita akan jadi pelit dan selalu duniawi. Roh kita tidak mudah dikendalikan.  Terlebih parah, tanpa perkataan Tuhan, setiap sen kau rasa uang itu milikmu. Kau adalah pemilik, bukan pelayan atas uangnya Tuhan.  Terutama bagi engkau yang selalu kesusahan dalam soal keuangan.
Hati-hati, jangan terus bekerja tanpa perkataan Tuhan.
Ul8:17-18. Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.  Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Dikatakan, Tuhanlah yang memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan. FT mengobah kita dari pemilik jadi pEñata-layan, jadi karakter yang buruk jadi baik; motivasi yang buruk menjadi motivasi  dengan tujuan Tuhan.
2.       Pemeliharaan = penghematan = berkat dari Tuhan (ulangan8:4). Pakaianmu tidak menjadi buruk, kakimu tidak menjadi bengkak. Ini bicara mengenai penghematan. Dalam ilmu akutansi, penghematan itu bisa ditulis sebagai income tambahan. Banyak orang tidak mengerti, penghematan itu adalah berkat. Sakit-sakitan itu membuat saudara tidak bisa jadi berkat. Penghematan/pemborosan terjadi karena gaya hidup. Jangan dirimu/gaya hidupmu diubahkan karena berkat. Banyak tidak menyadari berkat dari penghematan. Baju apa pun yang kau pakai, tidak akan mengubah status saudara. Ada  3 hal yang harus kau waspadai: a. Kecenderungan hatimu b. waspadai gaya-hidup. Ini yang terberat. Gaya hidup harus tetap sederhana. c. Waspadai jangan tergoda dengan selera yang bukan berasal dari Tuhan. Lebih baik orang buta dan tuli, karena tidak mudah tergoda. Kau harus bisa menghandel diri. Pencobaan itu tidak datang dari luar, tapi dari keinginanmu.
3.       Ay.8-9-10. Orang Israel makan roti. Mereka masuk ke negeri yang banyak gandum. Ada nilai tambah dari gandum menjadi roti. Akan ada hikmat untuk meningkatkan nilai tambah. 
4.       Ay5-6. Jalanlah menurut prinsip-prinsip dan jalan-jalan Tuhan. Tugas dan tanggung-jawabmu apa? Saudara tidak diminta Tuhan untuk cari uang. Uang akan mencari saudara. Ikuti prinsip ini. Pengkhotbah 2:25-26.  Carilah hikmat, pengetahuan dan sukacita dari Tuhan. Saudara harus terima itu.  Kepada orang yang dikenannya….. Ketika kau menghidupi jalan-jalan dan prinsip-prinsip Tuhan kau akan diperkenanNya. Maka, Tuhan telah memberi tugas kepada yang lain. Ia memerintah orang-orang dunia (Mesir) untuk mencari rejeki sebanyak mungkin dan dengan caraNya Ia akan memindahkannya kepadamu. Jangan pikirkan bagaimana caranya. Itu urusan Tuhan.
Tabernakel Tuhan dibangun selama perjalanan di padang gurun.  Kel 3:21 Tuhan menyetir hati orang Mesir. Tuhan yang memegang hati. Orang-orang Israel diminta mentaati firman Tuhan untuk meminta kepada orang Mesir. Orang Israel adalah bangsa yang diperkenan Tuhan. 36:4-6 Bangsa Israel telah menjadi rumah perbendaharaan Tuhan. Mal 3:10 Tuhan membuka tingkap-tingkap langit memberikan berkat berkelimpahan sehingga tidak ada lagi ruang cukup. Mereka baru tau mereka  diberikan berkat untuk tujuan Tuhan membangun Tabernakel. Selalu tersedia makanan, selalu ada komitmen untuk dipersembahkan untuk Tuhan. Kebanyakan kita belum siap untuk diberkati karena belum menjadi rumah perbendaharaan.
5.       Ul8:17-18 Jika suatu hari kau diberikan kekuatan/kuasa untuk memperoleh kekayaan itu karena janjiNya kepada bapa rohanimu, bukan karena kekuatanmu. Kau harus bangun fondasi untuk generasi berikutnya dan bukan memberikan harta bukan sebagai warisan tapi sebagai pusaka. Abraham diberkati dalam segala hal Kej24. Dia berikan warisan kepada Ishak dan memberikan pemberian-pemberian kepada anak-anak yang lain. Bisa saja harta Ishak habis walau pun seluruh harta itu diberikan semuanya kepada Ishak. Tapi Tuhan memberkati Ishak. Itu artinya warisan telah berubah jadi pusaka. Warisan makin hari makin habis, tapi pusaka makin diberkati. Uang itu tidak boleh jadi warisan, tapi tunjukkan prinsip hidup. Berikan pusaka kepada anak-anakmu. Pengkhotbah 5:  Ada banyak orang yang memiliki kekayaan tapi tidak bisa menikmatinya.,  Jadi ada 2 kekuatan yang harus kau miliki, kekuatan untuk memperoleh kekayaan dan kekuatan yang menikmati kekayaan itu. Yang kekal hanyalah fondasi yaitu diperkenan oleh Tuhan untuk memperoleh kekayaan dan untuk menikmatinya. Kalo kau kehilangan tujuan, kau akan kehilangan kekuatan untuk menikmatinya. Miliki fondasi yang benar. Ceritakan kepada anak-anakmu. Dan jangan kehilangan tujuannya.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...