Langsung ke konten utama

Preparing the Bride (session 12): Prinsip Mengasihi Tuhan dengan Benar

Prinsip Cinta dan Keteguhan Iman

Kid 2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

Kismis melambangkan kekuatan roh, sementara buah apel diartikan sebagai perkataan Tuhan yang tepat waktu dan menyegarkan. 

Ams 25:11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Pembicara menjelaskan bahwa perkataan ini, seperti apel emas di pinggan perak, tersedia di "istana raja," menunjuk pada kehadiran Roh Kudus yang menyampaikan firman Kristus. Lebih lanjut, teks membahas tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai sebagai kasih Tuhan yang menjangkau orang-orang "bodoh" dan "asing," sementara tangan kanannya yang memeluk melambangkan kemenangan, kekuatan, dan kehormatan yang melingkupi gereja. Akhirnya, ditekankan pentingnya menjaga kemurnian cinta kepada Kristus dan menolak cinta palsu yang digerakkan oleh faktor lahiriah.


Kuatkanlah Aku dengan Kue Kismis: Cinta dan Keteguhan Iman

Seruan "kuatkanlah aku dengan penganan kismis" diinterpretasikan sebagai permintaan untuk dikuatkan dalam batin sehingga tetap berdiri teguh.

Mempelai wanita menggambarkan dirinya berada di medan peperangan dan pencobaan berat.

Dia tidak meminta kekasihnya (Kristus) datang segera, melainkan meminta dikuatkan dari tempat-Nya. Ini menjadi seruan umat Tuhan kepada Kristus.

Kristus akan datang pada waktu yang ditentukan Bapa. Oleh karena itu, umat berseru untuk dikuatkan agar dapat menuai kemenangan demi kemenangan dan tetap setia di hadapan Kristus.

Kekuatan batin ini berkaitan dengan iman yang membuat rupa Allah terbangun dalam diri seseorang sehingga kasih, kesetiaan, dan ketulusan tidak berubah (Ibrani 11).

Contoh Lazarus yang miskin namun beriman menunjukkan bahwa iman tetap teguh meski dalam keadaan hina.


"Segarkanlah aku dengan buah apel"

  • "Segarkanlah aku dengan buah apel" (dalam King James Version: "Comfort me with apples") adalah seruan kedua setelah permintaan untuk dikuatkan.

Ungkapan "sakit asmaraku" (sick of love) mengindikasikan kebutuhan akan kismis dan buah apel untuk melampiaskan cinta atau menjaga kualitas cinta kepada sang kekasih.

  • Buah apel dalam konteks ini bukan sekadar buah fisik, melainkan memiliki makna spiritual.

Ini adalah bayangan atau imajinasi mempelai wanita tentang kepribadian sang kekasih, yaitu Gembala.

Sang kekasih diumpamakan seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, menunjukkan keunikan-Nya.

Mempelai ingin duduk di bawah naungannya untuk perlindungan, dan "rasanya manis bagi langit-langitku" menggambarkan betapa manisnya janji dan perkataan Tuhan (Mazmur 119).

  • Mempelai tidak mendapati kualitas "buah apel" ini di sekitarnya, termasuk Raja Salomo.

"Segarkanlah aku" (hiburlah aku) dengan buah apel merujuk pada perkataan Tuhan.

Amsal 25 ayat 11 menyatakan: "Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak".

"Buah apel emas" menunjukkan nilai yang berbobot, dan "pinggan perak" menunjukkan ketersediaan di tempat yang istimewa, yaitu istana raja.

  • Perkataan Tuhan yang tepat waktu selalu tersedia untuk menguatkan dan menyegarkan saat menghadapi pencobaan.

Perkataan yang tepat ini memiliki dampak langsung dan menyegarkan sehingga tidak memerlukan pertolongan lain.

Sumber perkataan yang menyegarkan ini tidak selalu ditemukan langsung saat mencari di Alkitab pada saat itu.

Ini bisa berupa perkataan Tuhan, hamba Tuhan, atau yang disampaikan oleh Roh Kudus.

Yohanes 14 ayat 26 menjelaskan bahwa Roh Kudus, Sang Penghibur, akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus.

  • "Penghibur" (Comforter) dalam King James Version sejajar dengan "segarkanlah aku" (Comfort me).

Roh Kudus menyampaikan perkataan yang telah dikatakan Yesus, yang sudah tersedia ("di atas pinggan perak").

Ini mengimplikasikan bahwa perkataan Salomo tidak memberikan penyegaran yang sama.

  • Jemaat harus memiliki telinga untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus (Wahyu 2:7) dan mentaatinya.

Roh Kudus hanya menyampaikan apa yang telah dikatakan Yesus (Yohanes 14:26), tetapi juga memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13), yang didengar dari Bapa dan Kristus.

Perkataan yang tepat dari Gembala (Kristus) akan menyegarkan dan menghibur meski Dia tidak hadir secara fisik.

Perkataan yang tepat itu seperti apel emas di atas pinggan perak, disajikan di istana untuk menghibur dan menghormati raja.

  • Yesaya 50 ayat 4 menyatakan bahwa Tuhan Allah memberikan lidah seorang murid untuk dapat mengucapkan perkataan yang memberi semangat baru kepada yang letih lesu.

Untuk dapat mendengar dan menyampaikan perkataan yang tepat, seseorang perlu memiliki telinga seperti seorang murid yang mempertajam pendengarannya setiap pagi.

Tuhan mengajarkan agar kita dapat mengucapkan perkataan yang tepat bagi orang lain.

Ketidakakuratan dalam mendengar firman Tuhan dapat menyebabkan penyampaian yang tidak akurat dan meneguhkan orang dengan opini sendiri.

Perkataan yang tepat membangkitkan semangat baru bagi yang letih lesu (contoh orang Mesir yang disegarkan oleh kismis pemberian Daud).

  • "Sakit asmara" mengindikasikan kebutuhan akan perkataan Tuhan yang membangkitkan semangat dan menjaga kualitas cinta kepada-Nya.

Kerinduan mempelai untuk menjaga kualitas cintanya kepada Gembala meskipun tidak terlihat secara fisik.

"Penganan kismis" melambangkan roh yang kuat, dan "buah apel" melambangkan perkataan yang tepat, keduanya penting untuk kualitas cinta yang tinggi.

Ciri gereja yang diharapkan: memiliki roh yang kuat, mendambakan dan mengucapkan perkataan yang tepat untuk menjaga kesetiaan kepada Kristus.

Kualitas Cinta

  • Kualitas cinta yang diharapkan adalah kekudusan (1 Petrus 1:15-16).

Dibawa ke rumah pesta (Kidung Agung 2:4) menunjukkan posisi rohani di mana Kristus mencurahkan darah-Nya.

Kidung Agung 2:6 menggambarkan kualitas cinta: "tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku".

  • Tangan kiri di bawah kepala berarti menyentuh, menggapai, meraih.

Tangan kanan memeluk berarti merangkul, menunjukkan keintiman cinta yang diekspos kepada publik.

Ini sejalan dengan Kidung Agung 2:4, di mana panjinya di atas adalah cinta.


Signifikansi Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Mat 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dalam Matius 25:33, domba ditempatkan di kanan dan kambing di kiri, mengartikan tangan kiri sebagai bangsa asing atau yang bukan umat Tuhan.

Merangkul dengan tangan kiri menunjukkan kasih Gembala kepada bangsa asing (Yehezkiel 34:17, Roma 9:25).

Kisah Yunus 4:11 tentang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kiri dari kanan menggambarkan orang yang berbuat baik tetapi tidak benar di hadapan Allah.

Roma 3:20 dan 28 menegaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena melakukan hukum Taurat.


Seberapa besar cinta kasih Tuhan?

Seberapa besar sih cinta kasih Tuhan Kita kan hanya tahu dia memberikan nyawanya. Merangkul dengan tangan kiri menunjukkan ada kelompok orang-orang bodoh, tapi dia merangkul.  Lewat tangan kiri berarti itu adalah cinta kasihnya Tuhan kepada dunia ini bagaimana Tuhan tetap mengasihi orang bodoh, orang durjana, orang hina, orang jahat, orang bersikap buruk, orang yang hanya memikirkan Mamon, harta. Kasih Tuhan melampaui semuanya itu. 

  • Kasih yang Melampaui Batasan: Tangan kiri sang kekasih yang berada di bawah kepala mempelai juga diartikan sebagai cinta kasih Tuhan yang menjangkau dunia, termasuk orang-orang yang dianggap "bodoh," "durdjana," dan tidak mengenal kebenaran. Analogi dengan orang-orang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kiri dari kanan menggambarkan kasih Tuhan yang tetap ada meskipun manusia berbuat baik namun tidak benar di mata-Nya. Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan melampaui segala kebodohan dan ketidaktaatan manusia.

  • Kualitas Kasih yang Tidak Bersyarat: Cinta kasih Tuhan yang sejati tidak didasarkan pada berkat materi atau terhindar dari penderitaan, melainkan pada iman yang teguh pada janji-janji-Nya. Hal ini kontras dengan "cinta palsu" yang digerakkan oleh faktor luar dan nafsu kedagingan.

Secara keseluruhan, cinta kasih Tuhan adalah sangat besar dan melampaui segala keterbatasan. Ia tidak hanya mencintai gereja-Nya dengan kasih yang intim dan memberikan kekuatan serta kemenangan, tetapi juga menjangkau seluruh dunia dengan kasih yang tidak terhalang oleh kebodohan atau ketidaktaatan manusia. Kualitas cinta ini berakar pada janji dan kebenaran-Nya, bukan pada kondisi atau perbuatan manusia.


Sisi kiri juga menyatakan posisi tidak terhormat (Yehezkiel, Matius 25) dan orang-orang najis.

  • Amsal 10:2 menyatakan bahwa hati orang berhikmat menuju kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

  • Orang bodoh (di tangan kiri):

    • Mendengar tetapi tidak melakukan firman Tuhan (Matius 7:26).

    • Kaya bagi diri sendiri tetapi tidak kaya di hadapan Tuhan (Lukas 12:19-21).

    • Lamban hati untuk percaya segala sesuatu yang telah dikatakan firman Tuhan (Lukas 24:25).


  • Tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai menunjukkan kasih Tuhan kepada gereja dan dunia, bahkan kepada orang bodoh dan berdosa.

  • Yesaya 41:10 menyatakan bahwa tangan kanan Tuhan membawa kemenangan.

  • Keluaran 15:6 menggambarkan tangan kanan Tuhan yang mulia karena kekuasaan-Nya dan menghancurkan musuh (kemenangan, kekuatan, kemuliaan).

  • Mazmur 16:11 menyatakan bahwa di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa (perkenanan Tuhan).

  • Markus 14:62 dan Kisah Para Rasul 2:34 menjelaskan bahwa duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa adalah posisi kehormatan dan kemuliaan bagi Yesus.

  • Tangan kanan kekasih yang merangkul mempelai melingkupi gereja dengan kemenangan, kekuatan, kehormatan, dan perkenanan.


Cinta yang Palsu dan Prinsip Cinta yang benar (Kidung Agung 2:7)

Kidung Agung 2:7 "Kusumpahi kamu putri-putri Yerusalem demi kijang atau demi rusa-rusa betina di Padang: jangan kamu membangkitkan atau menggerakkan cinta sebelum diingininya"

Gadis Sunem menyumpahi gadis-gadis Yerusalem (lambang), karena beberapa alasan penting:

Ia mempunyai prinsip hubungan cinta yang benar, berbeda dengan apa yang dilakukan putri-putri Yerusalem dan godaan duniawi (seperti Salomo).

Prinsip cinta sejati kepada Tuhan tidak didasarkan pada berkat  (termasuk berkat-berkat rohani: karunia-karunia roh, pengurapan, pelayanan dan mujizat) atau menghindari penderitaan dan kesusahan, melainkan iman yang teguh pada janji-Nya meskipun dalam kesulitan atau kesenangan. 

Peringatan terhadap cinta palsu yang digerakkan oleh faktor luar, bukan dari pengenalan batin akan Tuhan.

Cinta palsu dibangkitkan oleh nafsu kedagingan dan penilaian lahiriah terhadap Tuhan.

Kasih Tuhan yang melampaui segala kebodohan dan ketidaktaatan dianugerahkan kepada gereja-Nya. Ungkapan syukur atas penyingkapan kasih Tuhan yang menjangkau dunia dan mengasihi gereja-Nya.

  • Mempertahankan Prinsip Cinta yang Benar: Sumpahnya menunjukkan bahwa ia hidup dengan prinsip yang benar dalam hubungan cinta kasihnya dengan sang kekasih (yang melambangkan Kristus). Ia tidak ingin cinta itu dibangkitkan atau digerakkan secara prematur atau oleh motivasi yang salah (contoh: gadis Sunem ditawarkan kekayaan, perlindungan, fasilitas-fasilitas dan kenyamanan hidup, kedudukan) seperti yang mungkin dilakukan oleh putri-putri Yerusalem.

  • Menghindari Cinta yang Tidak Diinginkan: Ia bersumpah untuk tidak membangkitkan dalam dirinya kasih cinta yang tidak diinginkan kepada orang lain. Ini mengindikasikan kesetiaannya hanya kepada sang kekasih dan penolakannya terhadap gairah atau ketertarikan yang tidak sesuai dengan prinsip cinta sejatinya.

  • Menolak Cinta Palsu: Sumpahnya secara implisit memperingatkan terhadap apa yang kemudian dijelaskan sebagai cinta palsu. Cinta palsu ini digerakkan oleh faktor luar dan bukan berasal dari batin serta pengenalannya yang mendalam akan sang kekasih. Ia tahu bahwa cinta palsu dapat merusak kemurnian cintanya kepada kekasihnya, sama seperti cinta umat kepada Kristus dapat dirusak oleh motivasi yang dangkal.

  • Fokus pada Kualitas Cinta yang Sejati: Tindakannya menunjukkan bahwa kualitas cinta yang diinginkannya bukanlah cinta yang didasarkan pada berkat materi atau menghindari penderitaan. Sebaliknya, ia menekankan iman yang teguh pada janji-janji kekasihnya meskipun dalam kesulitan. Ia tidak ingin cinta yang mudah tergoda atau bergantung pada keadaan lahiriah.

  • Menghormati Kekasihnya: Sumpahnya juga mencerminkan penghormatannya yang tinggi kepada sang Gembala (kekasihnya), melebihi semua orang lain. Ia ingin cinta itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kehendak dan waktu yang tepat, bukan dipaksakan oleh pengaruh eksternal.

Dengan demikian, sumpah sang gadis Sunem adalah pernyataan tegas tentang komitmennya terhadap cinta yang murni, setia, dan didasarkan pada prinsip yang benar, serta penolakannya terhadap segala bentuk cinta yang dangkal, palsu, atau tidak sesuai dengan hubungannya yang eksklusif dengan sang kekasih.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...