Langsung ke konten utama

Preparing the Bride (session 12): Prinsip Mengasihi Tuhan dengan Benar

Prinsip Cinta dan Keteguhan Iman

Kid 2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

Kismis melambangkan kekuatan roh, sementara buah apel diartikan sebagai perkataan Tuhan yang tepat waktu dan menyegarkan. 

Ams 25:11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Pembicara menjelaskan bahwa perkataan ini, seperti apel emas di pinggan perak, tersedia di "istana raja," menunjuk pada kehadiran Roh Kudus yang menyampaikan firman Kristus. Lebih lanjut, teks membahas tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai sebagai kasih Tuhan yang menjangkau orang-orang "bodoh" dan "asing," sementara tangan kanannya yang memeluk melambangkan kemenangan, kekuatan, dan kehormatan yang melingkupi gereja. Akhirnya, ditekankan pentingnya menjaga kemurnian cinta kepada Kristus dan menolak cinta palsu yang digerakkan oleh faktor lahiriah.


Kuatkanlah Aku dengan Kue Kismis: Cinta dan Keteguhan Iman

Seruan "kuatkanlah aku dengan penganan kismis" diinterpretasikan sebagai permintaan untuk dikuatkan dalam batin sehingga tetap berdiri teguh.

Mempelai wanita menggambarkan dirinya berada di medan peperangan dan pencobaan berat.

Dia tidak meminta kekasihnya (Kristus) datang segera, melainkan meminta dikuatkan dari tempat-Nya. Ini menjadi seruan umat Tuhan kepada Kristus.

Kristus akan datang pada waktu yang ditentukan Bapa. Oleh karena itu, umat berseru untuk dikuatkan agar dapat menuai kemenangan demi kemenangan dan tetap setia di hadapan Kristus.

Kekuatan batin ini berkaitan dengan iman yang membuat rupa Allah terbangun dalam diri seseorang sehingga kasih, kesetiaan, dan ketulusan tidak berubah (Ibrani 11).

Contoh Lazarus yang miskin namun beriman menunjukkan bahwa iman tetap teguh meski dalam keadaan hina.


"Segarkanlah aku dengan buah apel"

  • "Segarkanlah aku dengan buah apel" (dalam King James Version: "Comfort me with apples") adalah seruan kedua setelah permintaan untuk dikuatkan.

Ungkapan "sakit asmaraku" (sick of love) mengindikasikan kebutuhan akan kismis dan buah apel untuk melampiaskan cinta atau menjaga kualitas cinta kepada sang kekasih.

  • Buah apel dalam konteks ini bukan sekadar buah fisik, melainkan memiliki makna spiritual.

Ini adalah bayangan atau imajinasi mempelai wanita tentang kepribadian sang kekasih, yaitu Gembala.

Sang kekasih diumpamakan seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, menunjukkan keunikan-Nya.

Mempelai ingin duduk di bawah naungannya untuk perlindungan, dan "rasanya manis bagi langit-langitku" menggambarkan betapa manisnya janji dan perkataan Tuhan (Mazmur 119).

  • Mempelai tidak mendapati kualitas "buah apel" ini di sekitarnya, termasuk Raja Salomo.

"Segarkanlah aku" (hiburlah aku) dengan buah apel merujuk pada perkataan Tuhan.

Amsal 25 ayat 11 menyatakan: "Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak".

"Buah apel emas" menunjukkan nilai yang berbobot, dan "pinggan perak" menunjukkan ketersediaan di tempat yang istimewa, yaitu istana raja.

  • Perkataan Tuhan yang tepat waktu selalu tersedia untuk menguatkan dan menyegarkan saat menghadapi pencobaan.

Perkataan yang tepat ini memiliki dampak langsung dan menyegarkan sehingga tidak memerlukan pertolongan lain.

Sumber perkataan yang menyegarkan ini tidak selalu ditemukan langsung saat mencari di Alkitab pada saat itu.

Ini bisa berupa perkataan Tuhan, hamba Tuhan, atau yang disampaikan oleh Roh Kudus.

Yohanes 14 ayat 26 menjelaskan bahwa Roh Kudus, Sang Penghibur, akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus.

  • "Penghibur" (Comforter) dalam King James Version sejajar dengan "segarkanlah aku" (Comfort me).

Roh Kudus menyampaikan perkataan yang telah dikatakan Yesus, yang sudah tersedia ("di atas pinggan perak").

Ini mengimplikasikan bahwa perkataan Salomo tidak memberikan penyegaran yang sama.

  • Jemaat harus memiliki telinga untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus (Wahyu 2:7) dan mentaatinya.

Roh Kudus hanya menyampaikan apa yang telah dikatakan Yesus (Yohanes 14:26), tetapi juga memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13), yang didengar dari Bapa dan Kristus.

Perkataan yang tepat dari Gembala (Kristus) akan menyegarkan dan menghibur meski Dia tidak hadir secara fisik.

Perkataan yang tepat itu seperti apel emas di atas pinggan perak, disajikan di istana untuk menghibur dan menghormati raja.

  • Yesaya 50 ayat 4 menyatakan bahwa Tuhan Allah memberikan lidah seorang murid untuk dapat mengucapkan perkataan yang memberi semangat baru kepada yang letih lesu.

Untuk dapat mendengar dan menyampaikan perkataan yang tepat, seseorang perlu memiliki telinga seperti seorang murid yang mempertajam pendengarannya setiap pagi.

Tuhan mengajarkan agar kita dapat mengucapkan perkataan yang tepat bagi orang lain.

Ketidakakuratan dalam mendengar firman Tuhan dapat menyebabkan penyampaian yang tidak akurat dan meneguhkan orang dengan opini sendiri.

Perkataan yang tepat membangkitkan semangat baru bagi yang letih lesu (contoh orang Mesir yang disegarkan oleh kismis pemberian Daud).

  • "Sakit asmara" mengindikasikan kebutuhan akan perkataan Tuhan yang membangkitkan semangat dan menjaga kualitas cinta kepada-Nya.

Kerinduan mempelai untuk menjaga kualitas cintanya kepada Gembala meskipun tidak terlihat secara fisik.

"Penganan kismis" melambangkan roh yang kuat, dan "buah apel" melambangkan perkataan yang tepat, keduanya penting untuk kualitas cinta yang tinggi.

Ciri gereja yang diharapkan: memiliki roh yang kuat, mendambakan dan mengucapkan perkataan yang tepat untuk menjaga kesetiaan kepada Kristus.

Kualitas Cinta

  • Kualitas cinta yang diharapkan adalah kekudusan (1 Petrus 1:15-16).

Dibawa ke rumah pesta (Kidung Agung 2:4) menunjukkan posisi rohani di mana Kristus mencurahkan darah-Nya.

Kidung Agung 2:6 menggambarkan kualitas cinta: "tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku".

  • Tangan kiri di bawah kepala berarti menyentuh, menggapai, meraih.

Tangan kanan memeluk berarti merangkul, menunjukkan keintiman cinta yang diekspos kepada publik.

Ini sejalan dengan Kidung Agung 2:4, di mana panjinya di atas adalah cinta.


Signifikansi Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Mat 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dalam Matius 25:33, domba ditempatkan di kanan dan kambing di kiri, mengartikan tangan kiri sebagai bangsa asing atau yang bukan umat Tuhan.

Merangkul dengan tangan kiri menunjukkan kasih Gembala kepada bangsa asing (Yehezkiel 34:17, Roma 9:25).

Kisah Yunus 4:11 tentang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kiri dari kanan menggambarkan orang yang berbuat baik tetapi tidak benar di hadapan Allah.

Roma 3:20 dan 28 menegaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena melakukan hukum Taurat.


Seberapa besar cinta kasih Tuhan?

Seberapa besar sih cinta kasih Tuhan Kita kan hanya tahu dia memberikan nyawanya. Merangkul dengan tangan kiri menunjukkan ada kelompok orang-orang bodoh, tapi dia merangkul.  Lewat tangan kiri berarti itu adalah cinta kasihnya Tuhan kepada dunia ini bagaimana Tuhan tetap mengasihi orang bodoh, orang durjana, orang hina, orang jahat, orang bersikap buruk, orang yang hanya memikirkan Mamon, harta. Kasih Tuhan melampaui semuanya itu. 

  • Kasih yang Melampaui Batasan: Tangan kiri sang kekasih yang berada di bawah kepala mempelai juga diartikan sebagai cinta kasih Tuhan yang menjangkau dunia, termasuk orang-orang yang dianggap "bodoh," "durdjana," dan tidak mengenal kebenaran. Analogi dengan orang-orang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kiri dari kanan menggambarkan kasih Tuhan yang tetap ada meskipun manusia berbuat baik namun tidak benar di mata-Nya. Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan melampaui segala kebodohan dan ketidaktaatan manusia.

  • Kualitas Kasih yang Tidak Bersyarat: Cinta kasih Tuhan yang sejati tidak didasarkan pada berkat materi atau terhindar dari penderitaan, melainkan pada iman yang teguh pada janji-janji-Nya. Hal ini kontras dengan "cinta palsu" yang digerakkan oleh faktor luar dan nafsu kedagingan.

Secara keseluruhan, cinta kasih Tuhan adalah sangat besar dan melampaui segala keterbatasan. Ia tidak hanya mencintai gereja-Nya dengan kasih yang intim dan memberikan kekuatan serta kemenangan, tetapi juga menjangkau seluruh dunia dengan kasih yang tidak terhalang oleh kebodohan atau ketidaktaatan manusia. Kualitas cinta ini berakar pada janji dan kebenaran-Nya, bukan pada kondisi atau perbuatan manusia.


Sisi kiri juga menyatakan posisi tidak terhormat (Yehezkiel, Matius 25) dan orang-orang najis.

  • Amsal 10:2 menyatakan bahwa hati orang berhikmat menuju kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

  • Orang bodoh (di tangan kiri):

    • Mendengar tetapi tidak melakukan firman Tuhan (Matius 7:26).

    • Kaya bagi diri sendiri tetapi tidak kaya di hadapan Tuhan (Lukas 12:19-21).

    • Lamban hati untuk percaya segala sesuatu yang telah dikatakan firman Tuhan (Lukas 24:25).


  • Tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai menunjukkan kasih Tuhan kepada gereja dan dunia, bahkan kepada orang bodoh dan berdosa.

  • Yesaya 41:10 menyatakan bahwa tangan kanan Tuhan membawa kemenangan.

  • Keluaran 15:6 menggambarkan tangan kanan Tuhan yang mulia karena kekuasaan-Nya dan menghancurkan musuh (kemenangan, kekuatan, kemuliaan).

  • Mazmur 16:11 menyatakan bahwa di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa (perkenanan Tuhan).

  • Markus 14:62 dan Kisah Para Rasul 2:34 menjelaskan bahwa duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa adalah posisi kehormatan dan kemuliaan bagi Yesus.

  • Tangan kanan kekasih yang merangkul mempelai melingkupi gereja dengan kemenangan, kekuatan, kehormatan, dan perkenanan.


Cinta yang Palsu dan Prinsip Cinta yang benar (Kidung Agung 2:7)

Kidung Agung 2:7 "Kusumpahi kamu putri-putri Yerusalem demi kijang atau demi rusa-rusa betina di Padang: jangan kamu membangkitkan atau menggerakkan cinta sebelum diingininya"

Gadis Sunem menyumpahi gadis-gadis Yerusalem (lambang), karena beberapa alasan penting:

Ia mempunyai prinsip hubungan cinta yang benar, berbeda dengan apa yang dilakukan putri-putri Yerusalem dan godaan duniawi (seperti Salomo).

Prinsip cinta sejati kepada Tuhan tidak didasarkan pada berkat  (termasuk berkat-berkat rohani: karunia-karunia roh, pengurapan, pelayanan dan mujizat) atau menghindari penderitaan dan kesusahan, melainkan iman yang teguh pada janji-Nya meskipun dalam kesulitan atau kesenangan. 

Peringatan terhadap cinta palsu yang digerakkan oleh faktor luar, bukan dari pengenalan batin akan Tuhan.

Cinta palsu dibangkitkan oleh nafsu kedagingan dan penilaian lahiriah terhadap Tuhan.

Kasih Tuhan yang melampaui segala kebodohan dan ketidaktaatan dianugerahkan kepada gereja-Nya. Ungkapan syukur atas penyingkapan kasih Tuhan yang menjangkau dunia dan mengasihi gereja-Nya.

  • Mempertahankan Prinsip Cinta yang Benar: Sumpahnya menunjukkan bahwa ia hidup dengan prinsip yang benar dalam hubungan cinta kasihnya dengan sang kekasih (yang melambangkan Kristus). Ia tidak ingin cinta itu dibangkitkan atau digerakkan secara prematur atau oleh motivasi yang salah (contoh: gadis Sunem ditawarkan kekayaan, perlindungan, fasilitas-fasilitas dan kenyamanan hidup, kedudukan) seperti yang mungkin dilakukan oleh putri-putri Yerusalem.

  • Menghindari Cinta yang Tidak Diinginkan: Ia bersumpah untuk tidak membangkitkan dalam dirinya kasih cinta yang tidak diinginkan kepada orang lain. Ini mengindikasikan kesetiaannya hanya kepada sang kekasih dan penolakannya terhadap gairah atau ketertarikan yang tidak sesuai dengan prinsip cinta sejatinya.

  • Menolak Cinta Palsu: Sumpahnya secara implisit memperingatkan terhadap apa yang kemudian dijelaskan sebagai cinta palsu. Cinta palsu ini digerakkan oleh faktor luar dan bukan berasal dari batin serta pengenalannya yang mendalam akan sang kekasih. Ia tahu bahwa cinta palsu dapat merusak kemurnian cintanya kepada kekasihnya, sama seperti cinta umat kepada Kristus dapat dirusak oleh motivasi yang dangkal.

  • Fokus pada Kualitas Cinta yang Sejati: Tindakannya menunjukkan bahwa kualitas cinta yang diinginkannya bukanlah cinta yang didasarkan pada berkat materi atau menghindari penderitaan. Sebaliknya, ia menekankan iman yang teguh pada janji-janji kekasihnya meskipun dalam kesulitan. Ia tidak ingin cinta yang mudah tergoda atau bergantung pada keadaan lahiriah.

  • Menghormati Kekasihnya: Sumpahnya juga mencerminkan penghormatannya yang tinggi kepada sang Gembala (kekasihnya), melebihi semua orang lain. Ia ingin cinta itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kehendak dan waktu yang tepat, bukan dipaksakan oleh pengaruh eksternal.

Dengan demikian, sumpah sang gadis Sunem adalah pernyataan tegas tentang komitmennya terhadap cinta yang murni, setia, dan didasarkan pada prinsip yang benar, serta penolakannya terhadap segala bentuk cinta yang dangkal, palsu, atau tidak sesuai dengan hubungannya yang eksklusif dengan sang kekasih.


Postingan populer dari blog ini

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

Upper Room 4 - DR. Jonathan David

 15-06-2021 - Catatan Input Pendahuluan  Di sini kita membayar harga dan memberi perhatian, bukan sekedar mendapat pelajaran Firman. Mulai lebih dalam menconfigurasi hidup kita. Percaya Tuhan saat ini, hal yang supranatural pasti terjadi. Jangan punya kebiasaan buruk, pikiran dan emosi yang buruk. Pada masa krisis ini gereja harus bangkit. Tune freq suara kita. sesuatu yang didepositkan, yang fresh akan masuk dalam hidup kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan. Kita mendesak di dalam roh. Bapa kami meminta sesuatu yang urgent untuk menangkap apa yang ada dalam hatimu. Bukan di hati kami. Biar frekuensi sorga terjadi, apa yang belum pernah terjadi. Intensitas dari sorga biar kami rasakan saat ini. Aktivitas dalam roh terjadi saat ini. Biar intensitas itu masuk dalam roh dan menawan hati kami saat ini. Dia yang memulai, Dia menguasai dan Dia yang mengakhiri. Biar tanah hati kita jadi subur ketika kita dengar firmannya datang dari hadirat Tuhan. Dia selaraskan hidup kita. Kita me...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Akar dari Krisis Spiritualitas Modern

Banyak orang salah memahami bahwa iman itu hanya soal sorga dan neraka. Pemikiran seperti itu hanyalah manifestasi dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat . Padahal di Taman Eden ada hal yang jauh lebih utama, yakni Pohon Kehidupan yang justru diabaikan manusia (Adam dan Hawa). Memahami iman hanya sebagai "tiket ke sorga" atau "penghindar neraka" merupakan bentuk bineristik (hitam-putih) yang sangat khas dari Buah Pengetahuan Baik dan Jahat. Berikut adalah beberapa poin refleksi yang memperkuat pandangan ini: ​ 1. Jebakan Moralitas vs. Kehidupan ​Buah Pengetahuan Baik dan Jahat menciptakan sistem moralitas, sedangkan Pohon Kehidupan menawarkan vitalitas (kehidupan) Ilahi. ​ Sistem Moralitas (Babel): Fokus pada "Apa yang boleh dan tidak boleh?" atau "Bagaimana supaya selamat?". Ini adalah sistem transaksional yang berpusat pada diri sendiri (self-centered). Contoh lain yang gamblang adalah soal halal dan haram atau soal disunat dan tidak disunat...

Duta-duta Kerajaan Sorga

KEWARGAAN SORGA (Php 3:20)   Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nama kita tercatat di sorga. Kita harus bersuka-cita bukan karena hal-hal yang natural, bukan karena berkat atau rejeki nomplok, tapi kita bersuka-cita karena hal-hal yang dari sorga dan yang spiritual.

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.

Takdir Ilahi (MKS28)

Pesan penting dari khotbah Pdt. Djonny dalam sesi "Manusia Kerajaan Sorga 28" (1 Maret 2026) berfokus pada panggilan Allah kepada orang percaya untuk keluar dari pengaruh lama dan masuk ke dalam takdir ilahi, mengambil contoh dari kehidupan Abraham. Berikut adalah poin-poin utama pesan yang disampaikan:  *Satu Kesatuan Langit dan Bumi:* Pdt. Djonny menjelaskan bahwa pada mulanya, langit (surga) dan bumi diciptakan sebagai satu kesatuan alam ilahi, bukan dua tempat yang terpisah secara total [10:23]. Pemisahan terjadi karena pemberontakan iblis, dan rencana agung Allah adalah menyatukan kembali keduanya dalam "Langit Baru dan Bumi Baru" yang dipenuhi kebenaran [14:56].  *Panggilan untuk Keluar dari Pengaruh Biologis (Rumah Bapa):* Sebagaimana Abraham dipanggil keluar dari Ur-Kasdim dan rumah ayahnya (Terah), orang percaya dipanggil untuk keluar dari pembentukan, harapan, dan pengaruh masa lalu keluarga yang tidak akurat di hadapan Tuhan [31:21].    * Beliau menekanka...