Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 14: Hearing Faith, Seeing Truth

The Last Generation: Hearing Faith, Seeing Truth


Mendengar, Mengenali dan Melihat PRIBADI Kristus Yang Duduk di atas Tahta

 

Khotbah ini menafsirkan beberapa ayat Alkitab, khususnya dari Kidung Agung, Wahyu, Roma, Ibrani, Galatia, dan Kejadian. Papa Djonny menekankan pentingnya mendengarkan suara Tuhan melalui Firman (Rhema) untuk membangun iman dan mengenali Kristus. Ia juga membahas konsep generasi orang percaya yang tidak melihat Yesus secara fisik namun memiliki iman yang besar, merujuk pada Yohanes 20. Lebih lanjut, khotbah mengaitkan gagasan ini dengan konsep keturunan Abraham berdasarkan iman, bukan hanya keturunan fisik. Secara keseluruhan, input ini adalah eksposisi teologis yang bertujuan untuk menginspirasi pendengar tentang kekuatan iman melalui pendengaran Firman Tuhan dan pengenalan akan Kristus.



Kid 2:8 Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit. Kid 2:9 Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.




Kidung Agung 2:8-9 

Pembacaan Kidung Agung 2 ayat 8-9: "Dengarlah kekasihku perhatikan baik-baik dengarlah kekasihku Lihatlah Ia datang melompat-lompat di atas gunung-gunung meloncat loncat di atas bukit-bukit kita. Identifikasi adanya sesuatu yang tampak bertentangan atau paradoks antara "Dengarlah" dan "Lihatlah Ia datang".


Makna "Dengarlah" sebagai "The Voice" (Ayat 5)

Dalam King James Version, kata "dengar" adalah "The Voice", yang berarti suara yang memiliki arti atau bermakna, bukan sekadar bunyi ("sound").

Suara ini mengandung kata-kata yang dapat dipahami.


Prinsip Kehidupan Wanita Sunem 

Wanita Sunem ini memiliki kebiasaan atau sikap dalam hidupnya di mana ia bisa mendengar lalu kemudian melihat.

Ia mengenali suara sang gembalanya meskipun belum melihat sosoknya.

Membangun Kasih dengan Mengenali Gambaran Tuhan 

Mendengarkan perkataan Tuhan adalah prinsip untuk membangun kasih dan mengenali gambaran pribadi Tuhan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah itu Roh, sehingga tidak dapat digambarkan secara fisik.

Firman yang Bersuara dan Iman 

Rasul Paulus mengatakan bahwa Firman itu harus menjadi Firman yang bersuara ("Rhema") supaya timbul iman (Roma 10:17).

Rm 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus yang bersuara, seperti perkataan dari satu pribadi yang memperkatakan.

Kidung Agung 2 ayat 8-9 digenapi dalam prinsip ini.

Kelahiran iman adalah milik Allah, kekayaan Allah, pemberian Allah yang dianugerahkan setelah mendengar Firman itu menjadi suara dan mengenali siapa yang bersuara.

Iman sebagai Dasar dan Bukti 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1).

Iman timbul dari Firman yang bersuara (rhema).

Setelah mendengar, iman dianugerahkan, dan melalui iman, seseorang dapat "melihat" hal yang tidak terlihat secara fisik.

Contoh: Melihat Kristus duduk di Tahta Suci melalui iman.

Prinsip wanita Sunem ini luar biasa dan sejalan dengan apa yang diungkapkan Rasul Paulus.

Pengenalan Pribadi Kristus melalui Iman 

Melalui mendengar dan mengenali, seseorang mendapatkan bukti dan melihat kepribadian Kristus.

Dengan iman, seseorang akan mengenali pribadi Kristus yang sekarang di atas Tahta.

Kekuatan wanita Sunem terletak pada keteguhan imannya.


Pengalaman Rasul Yohanes di Wahyu 1 (Ayat 13-17)

Why 1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 14  Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. 15  Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. 16  Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. 17  Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Rasul Yohanes dikuasai oleh Roh pada hari Tuhan dan mendengar suara nyaring seperti bunyi sangkakala dari belakangnya (Wahyu 1:10).

Yohanes berpaling untuk melihat suara itu dan tampaklah tujuh kaki dian dari emas (Wahyu 1:12).

Dikuasai oleh Roh berarti dipindahkan ke alam Allah untuk melihat kejelasan Kristus di atas Tahta Allah.

Proses ini hanya memampukan melalui iman.

Deskripsi tentang sosok seperti Anak Manusia di tengah-tengah kaki dian (Wahyu 1:13-17).


Pentingnya Mendengar Suara Tuhan

Setiap saat harus peka terhadap suara Tuhan.

Tuhan akan membangun pengenalan akan identitas wajah Kristus dan Allah.


Wahyu 4:1 

Why 4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Yohanes melihat pintu terbuka di surga dan mendengar suara yang dahulu didengarnya (Wahyu 4:1).

Pengalaman Yohanes diawali dengan "sesungguhnya sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu telah kudengar".

Suara Tuhan sangat penting.


Membiasakan Diri dengan Suara Tuhan

Harus membiasakan diri dengan suara Tuhan, bukan hanya sekedar membaca Firman sampai bersuara.

Firman tidak "bersuara" karena tidak ada telinga rohani yang mendengar.


Telinga Rohani untuk Mendengar 

Roh Kudus selalu berbicara (Wahyu 2:7): "Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat".

Dalam New King James Version, "you have ears, let him hear what the Spirit says to the churches" (present tense).

Banyak orang sulit mendengar karena tidak bertelinga rohani.

Pikiran yang memblokir dan bersikukuh pada opini sendiri menjadi penghalang untuk mendengar suara Roh Kudus.

Menolak Opini Sendiri agar Bisa Mendengar

Orang yang tidak bertelinga rohani tidak mungkin mendapatkan Firman "Rhema".

Gereja seharusnya seperti wanita Sunem yang dianugerahkan kemampuan untuk mendengar.

Meskipun membuat catatan, banyak orang sulit mendengar karena berpegang pada pengertian sendiri.

Roh Tuhan sudah menyediakan Firman suara bagi gereja-Nya.

Gereja sebagai Kekasih Tuhan yang Mampu Mendengar 

Roh Kudus tidak akan mempermuliakan diri sendiri, tetapi akan mempermuliakan Kristus dan Bapa yang bersuara.

Gereja sebagai kekasih Tuhan memiliki kemampuan untuk mendengar suara Firman yang bersuara.

Tanpa Firman yang bersuara, tidak akan ada iman dan kemampuan untuk mengenali pribadi Kristus.

Mengidentifikasi Sifat Kristus

Mendengar memungkinkan identifikasi sifat sang kekasih seperti kijang atau anak rusa yang melompat-lompat.

Ini berbicara tentang pribadi dengan hati nurani murni, ketulusan, kemurnian, kebebasan, dan kelincahan.

Iman adalah Pemberian Allah melalui Pemberitaan

Mengenal Injil melalui pemberitaan Roh Kudus menghasilkan iman (Efesus 2:8-9).

Ef 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Keselamatan adalah karena kasih karunia melalui iman, bukan hasil pekerjaan atau usaha manusia, melainkan pemberian Allah.

Allah tidak punya jalan lain untuk menganugerahkan iman tanpa Firman yang bersuara.


Generasi yang Lebih Dahsyat dari Rasul-Rasul

Yesus pernah bernubuat tentang generasi yang jauh lebih dahsyat dari para rasul setelah kenaikan-Nya ke surga dan kematian para rasul. Mungkinkah itu generasi yang dimaksudkan Tuhan itu adalah saudara? Amin. 

Kedahsyatan generasi ini bukan karena jabatan atau posisi, tetapi karena iman mereka. Generasi yang Tuhan siapkan yang disebut sebagai gereja kekasih Tuhan dengan karakteristik tidak melihat namun percaya. 

Kisah Thomas (Yohanes 20:24-29)

Yoh 20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"  27  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28  Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

29  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

  • Thomas tidak percaya sebelum melihat bekas paku dan mencucukkan jarinya (Yohanes 20:24-25).

  • Setelah delapan hari, Yesus menampakkan diri dan berkata kepada Thomas, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!" (Yohanes 20:27).

  • Pengakuan Thomas: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).

  • Yesus berkata kepada Thomas, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29).


Berbahagialah yang Tidak Melihat Namun Percaya (Yohanes 20:29)

Yesus menyebutkan satu generasi yang lebih hebat dari para rasul karena mereka percaya setelah melihat.

Para rasul tidak mendengar atau menganggap serius perkataan Yesus tentang kematian dan kebangkitan-Nya.

Generasi ini adalah generasi yang diberkati ("Berbahagialah"), kebalikan dari para murid yang melihat baru percaya.

Generasi yang dimaksudkan oleh Yesus telah muncul, dan salah satunya adalah kita.

"Barak" (diberkati) artinya Allah akan menekuk lututnya melayani dan memproses hidup umat-Nya.

Allah akan mewujudkan takdir hidup saudara.


Allah Melayani Generasi yang Percaya Tanpa Melihat 

  • Generasi ini mungkin dianggap biasa saja, tetapi kedahsyatannya akan ditunjukkan.

[pada waktu Kristus menyatakan diri-Nya kelak 1 Yoh 2:28, Kol 3:4]


Catatan Injil yang Tidak Lengkap (Yohanes 20:30-31)

Yoh 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,31  tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

  • Masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya yang tidak tercatat dalam kitab ini (Yohanes 20:30).

  • Yang tercantum dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan beroleh hidup dalam nama-Nya (Yohanes 20:31).

Murid-murid menjadi saksi mata penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus.

Allah Bapa akan memberkati dan melayani generasi yang percaya tanpa melihat semua kejadian itu.

Generasi ini percaya pada catatan yang tidak lengkap.


Iman Berdasarkan Catatan yang Tidak Lengkap 

Catatan Injil seperti tulisan steno jurnalis, hanya mencatat sedikit.

Generasi ini dapat memperoleh iman berdasarkan catatan yang tidak lengkap.

Yesus berbicara tentang generasi sekarang ini sebagai generasi yang dahsyat.

Mendengar dari pemberitaan orang lain, bukan menjadi saksi mata langsung.


Kesaksian dan Kuasa Roh Kudus 

Generasi ini menerima kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi, sama seperti para murid yang menyaksikan semuanya. Dimulai dari catatan yang tidak lengkap.


Percaya Meskipun Pemberita Injil Belum Sempurna

Injil sampai kepada kita melalui pemberitaan, bahkan dari orang yang belum bertobat sepenuhnya.

Percaya pada ucapan orang yang memberitakan meskipun catatannya tidak lengkap.

Yesus melihat jauh ke depan kepada generasi ini yang percaya meskipun tidak melihat langsung.


Yesus Melihat Generasi Ini

Generasi ini adalah gereja yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya, mendengar dan memiliki iman.

Jangan merasa kecil dibandingkan dengan murid-murid pertama.


Roh Kudus Bersuara dan Telinga Rohani 

Generasi ini dahsyat karena Roh Kudus bersuara dan mereka didapati bertelinga rohani, tidak seperti murid-murid yang tuli meskipun Yesus berbicara empat kali.

Ini adalah pengharapan Tuhan bagi gereja-Nya sebagai kekasih-Nya.

Prinsip "dengarlah kekasihku Lihatlah Ia datang" bukan sekadar syair biasa.


Kidung Agung sebagai Prinsip Kehidupan Gereja

Kristus dikenal lewat Injil, tetapi Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus) adalah catatan yang tidak lengkap.

Banyak tanda yang dibuat Yesus selama 3,5 tahun yang tidak tercatat.


Berkat bagi yang Percaya Tanpa Melihat 

Yesus dengan tegas mengatakan berbahagialah dan diberkatilah orang-orang yang tidak melihat tetapi percaya.

Tuhan akan melayani dan memperhamba diri-Nya untuk mewujudkan takdir hidup saudara.

Generasi ini adalah generasi terakhir yang disebut Kristus.


Pengalaman Pribadi 

Pengalaman pribadi pembicara yang berdoa agar diterima di ITB dan berjanji melakukan kehendak Tuhan. Setelah masuk ITB, bertobat dan meninggalkan kehidupan lama.

Menemukan Yohanes 20:30-31 dan merasa bahwa nubuatan itu tergenapi dalam hidupnya.

Percaya kepada catatan yang disampaikan oleh seorang mahasiswa lain dan menerima Yesus. Ketidaktahuan pembicara tentang Alkitab pada awalnya.

Generasi yang dahsyat ini percaya kepada catatan hamba Tuhan yang tidak lengkap.


Generasi yang Dahsyat Mengenali Sifat Allah 

Generasi ini memiliki iman dan mengenali pribadi Allah.

Sifat dan karakter Allah seperti kijang dan anak rusa yang melompat-lompat.


Generasi Yohanes 20:29-31 Bisa Melihat Pribadi Tuhan dengan Jelas

Generasi ini dapat melihat pribadi Tuhan dengan jelas.

Semua berawal dari Firman yang bersuara dan telinga rohani yang disediakan Allah.

Pembahasan Kidung Agung akan dilanjutkan karena dalamnya makna tentang karakteristik gereja sebagai kekasih Tuhan.


Kristus yang Proaktif Mendatangi 

Yesus melompat-lompat di atas gunung dan bukit menggambarkan posisi yang tinggi, tetapi dapat dikenali.

"Lihatlah Ia datang" menunjukkan bahwa Yesus proaktif.

Yesus mendatangi murid-murid-Nya dan membasuh kaki mereka.

Ini sesuai dengan Yohanes 20:29-31, di mana Allah akan menekuk lutut dan mendatangi generasi yang percaya tanpa melihat.

Tidak perlu terus-menerus memohon, Allah akan berinisiatif [didasarkan ikat janji dengan Tuhan].


Allah Berinisiatif Mendatangi

Allah akan berinisiatif mendatangi dan selalu tersedia bagi saudara.

Yesus yang mendatangi dan proaktif, sehingga tidak perlu ragu.

Allah akan proaktif untuk hidup saudara.


Yohanes 13 dan Tindakan Kristus bagi Generasi Ini

Dalam terang Tuhan dan kuasa Roh, Yohanes pasal 13 menggambarkan apa yang akan diperbuat Kristus bagi generasi ini (Yohanes 20:29-31).


Akses Langsung kepada Kristus 

Meskipun Yesus duduk di sebelah kanan Bapa, sudah dibangun akses langsung kepada Kristus.

Kristus juga bisa langsung menjangkau saudara.

Ini adalah generasi iman, keturunan Abraham oleh iman.


Generasi Iman dan Keturunan Abraham

Bukan semua bangsa Israel saat ini adalah keturunan Abraham yang dimaksud.

Kebenaran Berdasarkan Iman (Roma 4:16)

Rm 4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua,  — 

  • Kebenaran berdasarkan iman adalah kasih karunia, sehingga janji berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya yang hidup dari hukum Taurat tetapi juga dari iman Abraham (Roma 4:16).


Berkat Abraham Melalui Iman (Galatia 3:13-14)

Gal 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 14  Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Kristus telah menanggung kutuk hukum Taurat supaya berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa melalui iman (Galatia 3:13-14).

Generasi ini adalah generasi yang dimaksudkan sejak 2000 tahun lalu.


Definisi Keturunan Abraham Berdasarkan Iman (Kejadian 15:1-6)

Keturunan Abraham yang dimaksud oleh Allah adalah berdasarkan iman, seperti Abraham yang percaya kepada Tuhan dan diperhitungkan sebagai kebenaran (Kejadian 15:1-6).


Kidung Agung 2:8 sebagai Prinsip Generasi Ini

Kidung Agung 2:8 adalah prinsip yang dihidupi oleh gereja sebagai kekasih Tuhan: mendengar Firman suara dan melihat dengan iman.

Iman untuk tidak melihat namun percaya datang dari pemberitaan yang meskipun tidak lengkap.


Generasi yang Dahsyat yang Percaya pada Catatan yang Tidak Lengkap 

Generasi ini dahsyat karena percaya pada catatan yang tidak lengkap, berbeda dengan bangsa Israel yang memiliki catatan lengkap tetapi tidak percaya.

Generasi yang dimaksud Tuhan adalah saudara.

Doa Penutup 

Kami mengucapkan syukur atas penyingkapan nubuatan yang terjadi di masa sekarang.

Terima kasih untuk generasi gereja kekasih Tuhan yang memiliki karakteristik tidak melihat namun percaya.

Pekerjaan Roh Kudus yang membuka mata dan melihat kedahsyatan pekerjaan Allah.

Terima kasih kepada Roh Kudus, Firman, dan Bapa yang menggenapkan hal yang tersembunyi menjadi tersingkap.

Keyakinan akan keberhasilan generasi ini karena sudah ditakdirkan oleh Tuhan.

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...